"Begitukah Sakura? Lalu aku? Apakah aku bersalah denganmu? Apakah aku bersalah pada Ino?"
Suara itu benar benar mengejutkanku…
"Gaara?"
TWO: SHOCKED
Aku terdiam tidak bisa berkata apa apa. Sejak kapan Gaara ada disana? Aku benar benar takut. Takut Gaara marah kepadaku, takut kehilangan dia. Sampai sampai tangisanku kembali mengalir. Lalu dia berjalan lemah pergi menjauh dariku. Tangisanku semakin tidak tertahan lagi. Ku jatuhkan tubuhku. Aku benar benar tidak ada tenaga saat itu. Dia menghentikan langkahnya, tetapi tidak melihat ke arahku. Aku sangat menyesal dengan perbuatanku. Aku terus memandanginya sampai akhirnya dia membalikkan tubuhnya dan memandangku.
"Kau tau aku sangat menyayangimu? Kau tau betapa lelahnya aku berlari kesini untuk menemuimu?"
"Gaara-kun"
Aku ingin sekali berlari mengejarnya dan menjelaskan semua ini. Tapi bahkan untuk memanggil namanya saja aku sudah tidak sanggup lagi. Aku melihat wajahnya dengan seksama. Matanya sudah mulai merah. Setelah bertahun-tahun aku mengenalnya, tapi baru pertama kali aku melihat ekspresi seperti itu darinya. Dia pun pergi setelah menatapku dengan tatapannya seperti itu. Aku tidak bisa berbuat apa apa selain menatap kepergiannya sambil menangis.
Langsung ku baringkan tubuhku di kasurku itu. Kembali aku terbayang dengan kejadian tadi. Aku memang tidak bisa menyalahkan Sakura. Dia memang benar, ini semua salahku. Rasanya di khianati memang sangat sakit. Sekarang aku mengerti kenapa dia membalaskan dendamnya kepadaku dan Sasori mantan pacarnya itu. Tapi siapakah Gaara itu? Apakah itu pacarnya? Melihat ekspresinya tadi sepertinya Sakura sangat mencintai pemuda itu.
Jam sudah menunjukkan pukul 00.15 tapi aku belum bisa menghentikan tangisanku ini.
..2 new messages..
"Sakura aku sudah mendengar semuanya. Apa kau baik baik saja? Aku benar benar minta maaf Sakura, ini semua salahku"
"Ya! Sakura-chan apa kau gila? Apa kau tidak memikirkan perasaan Sasuke? Dia sangat mencintaimu. Bagaimana kau melakukan semua ini?"
Melihat pesan dari Ino membuatku sedikit tenang. Paling tidak aku masih mempunyai sahabat yang menyayangiku. Tapi saat membaca pesan dari Naruto, perasaan bersalahku semakin besar. Tangisanku pun semakin tidak bisa di hentikan saat mengingat kembali peristiwa tadi siang.
Sudah 3 hari sejak kejadian itu aku tidak pernah melihat Sakura lagi. Ada apa dengannya? Walaupun dia sudah menyakitiku tapi sekarang aku masih khawatir dengannya.
"Sasuke ada yang ingin ku bicarakan padamu" Ino memanggilku dari kejauhan.
"Hn"
"Ku tunggu kau di Tokyo tower nanti sore jam 5″
"Hn, Apa yang ingin kau bicarakan padaku" Tiba tiba saja air mata Ino jatuh. Apa aku melakukan kesalahan lagi?
"Kenapa kau menangis?"
"Maafkan aku Sasuke, Ini semua karena aku. Aku lah yang menyuruh Sakura melakukan semua ini. Ini semua bukan salahnya tapi salahku" Aku sungguh tidak tau harus berkata apa. Sakura memang tidak bersalah dan gadis ini pun juga. Semua ini karena perbuatanku pada Ino. Tapi tetap saja aku kecewa pada perbuatan Sakura padaku. "Sasuke"
"Hn, Ini semua karena aku. Maafkan aku telah menyakitimu Ino" Tangisan Ino mulai berhenti. Dulu saat aku masih bersamanya, akulah yang selalu menghentikan tangisannya. Tapi saat perasaanku padanya mulai pudar, sekarang akulah yang membuatnya menangis.
"Tapi siapakah Gaara itu?"
"Gaara adalah pacarnya Sakura. Mereka telah berpacaran selama setahun, tapi sejak 6 bulan lalu Gaara pindah ke Suna karena pekerjaan tou-san nya. Walaupun selama 6 bulan mereka tidak pernah bertemu, Sakura tetap mencintai Gaara, bahkan sangat mencintainya. Begitupun Gaara, dia sangat perhatian pada Sakura. Tidak lupa Gaara mengirimnya pesan hanya untuk mengingatkan makan dan mengucapkan selamat tidur"
"Hn"
"Hari itu adalah hari Gaara kembali ke konoha. Sakura sangat senang. Karena itulah dia segera mengakhiri balas dendam ini. Dia tidak ingin Gaara tau karena itu pasti melukai hati Gaara"
"Lalu bagaimana hubungannya dengan Gaara sekarang?"
"Aku juga tidak tau. Aku bahkan belum sempat menemui Sakura. Kaa-san nya bilang sudah beberapa hari ini dia jarang makan, dia mengurung dirinya di kamar. Aku sangat mengkhawatirkan keadaanya" Benarkah separah itu? Dia tidak seharusnya melakukan ini. Dia akan bahagia dengan Gaara, tapi dia juga sangat menyayangi sahabatnya itu. Tidak bisakah dia berfikir untuk dirinya sendiri? Dasar Pinky.
Ini sudah hari kelima. Dan lima hari sudah lah aku terus menerus menangis di kamar. Tidak sanggup aku untuk melihat wajahku di cermin. Pasti mataku bengkak sekali. Sejujurnya aku belum siap untuk ke sekolah. Tapi aku harus menghadapi semua ini. Aku yang melakukannya, aku jugalah yang harus menanggungnya. Sakura fighting!
"Hahh Sakura akhirnya kau datang juga" Aku yang mendengar perkataan Ino hanya diam sambil terus berjalan di lorong yang masih sepi. Ini memang masih terlalu pagi untuk sekolah.
"Hey forehead ada apa denganmu? Apakah kau sudah melihat wajahmu di cermin? Lihat mukamu yang pucat dan matamu yang sangat hitam itu" Aku masih saja tidak memperdulikan kata katanya.
"SAKURAA, Gomen. Jangan begini. Aku benar benar merasa bersalah padamu. Ini semua salahku. Aku akan melakukan apa saja untuk memperbaikinya. kumohon"
"Aku tidak menyalahkan mu untuk ini Ino pig"
"Gaara, bagaimana dengannya?"
"Tidak tau."
"Gomen Sakura. Aku tidak bermaksud membuatmu begini"
Dia tidak menghiraukan kata kata pacar nya itu. Apa mereka sudah putus? Wajahnya benar benar pucat sekali. Dan entah kenapa aku terus saja mengikuti langkah kakinya. Aku benci melihat wajahnya yang seperti itu. Ingin rasanya melihat dia yang ceria lagi. Seandainya kejadian itu tidak terjadi. harus seperti ini? Langkahnya terhenti di lapangan basket yang tentu saja sepi karena masih sangat pagi. Kulihat wajahnya dari kejauhan, sepertinya dia akan menangis. Dan benar saja hanya dalam 10 detik dia langsung menangis.
"Gaara- kun.. gomen..gomen.. yang harus kulakukan untuk menebus semua kesalahanku? Sasori, Sasuke, gomen, Aku tidak tau semuanya akan begini. Aku sungguh menyesal. Mukyaa" Dia terus menangis sambil mengucapkan kata kata itu. Aku benar benar tidak tega melihatnya.
"Diamlah. Aku benci melihatmu seperti itu" Tiba tiba saja seseorang datang dari pintu depan. Dan itu…. Gaara!
"Kau?" Sakura yang tampak terkejut melihat kedatangan Gaara itu.
"Kau yang memulai semua ini. Kau yang menyakitiku, lalu kenapa kau menangis begitu?" Dengan sinis Gaara menanyakan hal seperti itu. Ada apa dengannya? Bukankah dia sangat mencintai cewe ini?
"Kenapa kau diam? Jawablah pertanyaanku!" bentaknya kepada Sakura. Aku benar benar bingung. Apakah dia begitu membenci Sakura? Bagaimana bisa dia membentak cewe yang dicintainya 5 hari yang lalu itu?
"Taukah kau betapa tersiksanya aku saat ini? Aku sangat mencintaimu. Kau tau betapa senangnya aku saat kau bilang kau mencintaiku? Lalu apakah kau tau bagaimana perasaanku saat kau bilang kau akan pindah?"
"Tidak"
"Gyaboo.. Sejak 6 bulan lalu kau selalu bilang akan kembali. Aku sudah menunggumu. Jujur aku sangat mencintaimu, tapi aku lelah menunggumu. Aku berusaha bertahan. Semua kejadian ini diluar dugaanku. Dan saat aku mengakhirinya, kau datang. Kau tau bagaimana perasaan tersiksa ini? Kau tau? Hah Sabaku no Gaara, Aku menyayangimu. Sangat menyayangimu"
Aku terhanyut dengan kata katanya. Betapa beruntungnya pemuda ini mempunyai seorang yang benar benar mencintainya. Perasaan ini….. Siapa yang suka melihat cewe yang disayanginya berkata seperti itu pada cowo lain? Dan hatiku semakin panas saja saat melihat cowo itu memeluk Sakura.
"Ya begitu. Katakan semua yang ingin kau katakan. Katakan kalau kau lelah, kau tidak ingin kalau aku pindah. Itulah yang namanya cinta. Jangan hanya kau bilang kau cinta padaku, tapi katakan juga apa yg kau benci dariku. Hahh bagaimana bisa kau biarkan aku pergi? Seharusnya kau tahan saja aku waktu itu. Kenapa kau malah menyuruhku untuk pergi?
"Gaara-kun"
"Sudah cukup. Mau sampai kapan kau menangis? Kau ini sungguh keterlaluan"
"Gaara-kun"
"Aku bilang cukup. Kau sangat jelek saat kau menangis. Lihat wajah cantikmu ini sudah berubah. Apa kau mau aku tidak menyukaimu lagi hah?"
"Kau memaafkan ku?"
"Bagaimana aku menjadikan mu pacarku? Kau ini sangat bodoh"
"Jadi kita masih berpacaran?"
"Tentu saja. Kau pikir setelah semua ini kau bisa melarikan diri dariku?"
"Aku sedang memikirkan itu"
"Kau benar benar ingin mati Sakura?"
"Tidak, Aku ingin kau Sabaku Gaara" Dia sungguh mencintai pemuda itu. Lihat ekspresinya, bagaimana mungkin dari menangis sekuat kuatnya menjadi tersenyum bahagia seperti itu?
"Sekarang kau masuklah ke kelasmu. Ini sudah hampir bel. Sudah waktunya aku pergi"
"Apa? Kau akan meninggalkan ku lagi? Hahh mukyaa"
"Tentu saja. Rasakan kau ini akan menjadi hukuman bagimu"
"YA! SABAKU NO GAARA!" Gaara-kun, Arigato. Aku merasa bahagia sekarang. Aku tidak akan mengkhianatimu lagi.
"Kau terlihat senang sekarang Sakura-chan" Naruto dia benar benar mengagetkanku.
"Hahh?"
"Tadi aku lihat wajahmu pucat dan tidak bersemangat. Bagaimana mungkin wajah itu berubah dalam beberapa jam saja?"
"Aku hanya….."
"Mungkin kau bisa senang sekarang, walaupun aku tidak tau kenapa. Tapi tidak dengan Teme" Dia berlalu begitu saja. Semua perkataannya masih membayangi pikiranku. Bagaimana dengan Sasuke?
Mereka telah bersama kembali. Senang melihatnya bersama orang yang dicintainya dan tersenyum kembali. Tapi sedih rasanya orang yang dicintainya bukan aku. Hn, sudahlah aku harus melupakannya.
..1 new messages..
"Apa kau ada waktu?" Sakura? Baru saja aku mau melupakannya. Takdir ini sungguh tidak adil.
"Hn apa?"
"Aku berada di taman sekarang, bisakah kau temui aku sebentar?"
Aku tidak membalas pesannya. Aku hanya mengambil jaket hitamku dan langsung pergi ke taman. Entah kenapa aku merasa ingin cepat cepat bertemu dengannya. Sadarlah Sasuke! Dia sudah bahagia bersama pemuda lain.
"Hn. Sakura?"
"Hai Sasuke. Ada yang ingin aku katakan" Aku langsung duduk disampingnya. Aku melihat wajahnya yang manis, teringat kenangan kami saat aku mengajaknya ke taman. Hahh tapi sekarang keadaannya sudah jauh berbeda.
"Aku hanya ingin meminta maaf padamu. Tidak seharusnya aku melakukan itu. Pada awalnya aku merasa ini akan sangat hebat bila aku bisa membalas kan dendamku dan dendam sahabatku pada saat yang sama. Tapi aku benar benar salah. Perasaan ini sungguh aneh. Aku bukannya merasa senang. Tapi justru aku malah merasa sangat bersalah padamu dan Sasori- Senpai"
"Hn, aku tau rasanya. Perasaan itu pernah aku rasakan saat aku mengkhianati Ino"
"Kau ini orang yang baik Sasuke, tidak seharusnya kau melakukan itu"
"Saat itu aku.."
"Diamlah. Aku tidak ingin mengetahui alasanmu. Itu hanya urusan kau dan Ino. Aku tidak berhak mengetahuinya"
"Kau juga orang yang baik Sakura, tidak seharusnya juga kau melakukan ini"
"Tidak. Aku melakukan ini karena aku.."
"Hn, Diamlah. Aku tidak ingin mengetahui alasanmu. Itu adalah urusanmu. Aku tidak berhak mengetahuinya"
"Gyabooo, Kau mencuri kata kataku!"
"Haha lihat wajahmu itu. Sangat mengerikan saat kau marah.
"Kyaaa Aku mengerikan? Lihat wajahku ini, sangat cantik bukan? Apalagi saat aku sedang tersenyum, aku akan menjadi cewe termanis di Jepang"
"Hn, Jepang utara maksudmu?"
"Pantat ayam, Kau sangat menyebalkan" Aku sudah terbawa suasana. Tanpa terasa tanganku sudah mencubit pipinya. Dia benar, dia memang sangat manis. Bagaimana mungkin aku melupakannya jika terus begini?
Dia tersenyum hangat kepadaku. Aku benar benar nyaman berada di dekatnya. Apaaku mulai menyukainya? Tidak mungkin. Kejadian itu sudah selesai, tidak mungkin jika harus terjadi dua kali.
"Moshi moshi? Aku sedang berada di taman. Kenapa kau datang tiba tiba? Aku akan pulang segera" Gaara sudah berada dirumahku. Entah kenapa berat rasanya aku meninggalkan Sasuke. Aku sangat menyukai momen ini.
"Sasuke-kun aku harus pulang sekarang."
"Hn. Hati hati dijalan"
"Hahh. Kenapa kau tidak memberitahuku kalau akan datang?"
"Kenapa? Aku pacar mu. Aku bisa datang kapan pun aku mau"
"Yaa"
"Sakura, kau darimana saja?"
"Aku dari taman"
"Untuk apa kau ke taman?"
"Menemui kai" Dia menatapku dengan datar. Tentu saja, aku baru menemui Sasuke. Kenapa aku harus begitu jujur? Tapi tiba tiba tatapan datar nya berganti dengan senyuman.
"Bagus sekali. Kau sangat jujur padaku. Aku suka" Tidak terpikir olehku dia akan berkata begitu. Aku pikir dia akan marah padaku.
"Untuk apa kau menemuinya?"
"Aku hanya ingin minta maaf padanya. Aku masih merasa bersalah"
"Tentu saja kau harus minta maaf padanya. Lalu apa dia memaafkanmu?"
"Ya, dia bilang aku cewe yang baik tidak seharusnya aku melakukan itu"
"Ya dia benar. Jangan ulangi itu lagi Sakura…."
"Ya, dia juga bilang kalau aku sangat manis"
"Benarkah? Apa sekarang kau mencoba membuatku cemburu?"
"Tidak"
"Kalau begitu dia pasti berbohong"
"Apaa? Jadi kau ingin mengatakan kalau aku ini bukan cewe yang manis?"
"Ya. Kau itu cewe yang galak"
"Mukyaa.. Sabaku Gaara habislah kau kali ini" Aku memukulnya dengan kuat. Dia ini memang suka membuat ku kesal.
"Hey, Apa kau tidak kasian pada pacar mu ini?"
"Tidak. Kau ini membuatku kesal" Lalu dia mencium pipiku. Betapa terkejutnya aku. Dia laki laki pertama yang menciumku walau hanya di pipi.
"Kalau begini apa kau masih kesal?" Aku tidak berani melihat nya. Pasti wajahku sangat memerah. Ini sangat memalukan.
"Sudahlah Sakura kau tidak perlu malu begitu"
"Apa? Tidak mungkin"
"Haha wajahmu memerah. Sangat manis, aku suka"
"Ya! Hentikan Gaara-kun"
"Hn. Lalu bagaimana dengan Sasori? Apa kau sudah meminta maaf padanya?"
Gyaboooo… kenapa aku bisa melupakan Sasori-senpai. Kenapa aku hanya memikirkan perasaan Sasuke saja? Sasori juga terluka karena ku. Kyaaa! Ada apa denganku?
To Be Continued
Author Note's: Sorry kalau Gaara nya aku bikin beda disini hehe, Review ditunggu…
