"Apa kau sudah memasangnya Sakura?"
"Ya."
Sebenarnya itu tidak terpasang dan aku hanya membiarkannya begitu saja. Apa aku harus memberitahunya? Sudahlah itu hanya mitos.
"Bagus. Dengan begitu hubungan kita akan abadi"
Aku hanya tersenyum dengan perasaan bersalah. Tenanglah Sakura ini bukan masalah yang besar.
Lalu dia membawaku ke pojok ruangan. Dan tiba tiba kembang api muncul dari bawah. Ternyata hari ini ada festival kembang api. Lalu dia memelukku dari belakang sambil terus menyaksikan festival kembang api ini. Rasanya benar benar seperti di film saja. Ini sungguh sangat indah!
"Aku mencintaimu"
"Aku juga mencintaimu Gaara-kun"
"Bagaimana dengan kencan hari ini? Kau suka? Apa aku masih tidak romantis?"
"Aku menarik ucapanku yang tadi. Ini seperti di film saja. Aku suka sekali. Aku tidak akan melupakan hari ini. Pantai, bioskop, kembang api, ini adalah kencan terbaik. Arigato Gaara-kun"
Lalu dia mencium pipiku dan memelukku sangat erat. Ahh bahagianyaa...
Entah mengapa aku tidak semangat ke sekolah. Aku hanya duduk di kantin sambil menemani Naruto makan. Aku sedang tidak berselera untuk makan.
Dan tiba tiba aku mendengar suara Ino. Ternyata mereka duduk di depanku, tapi sepertinya mereka tidak menyadari aku disini. Padahal aku sedang ingin menjauhi Sakura, tapi kenapa harus bertemu dengannya lagi?
"Wahh! Gaara sungguh romantis. Aku sangat iri padamu"
"Ya. Aku saja tidak pernah berpikir dia akan seromantis itu"
"Lalu apa kalian sudah berciuman?"
"Kau itu mesum sekali Ino pig! Kami belum pernah melakukannya. Dia hanya mencium pipi dan keningku saja"
"Benarkah? Kenapa kalian belum melakukannya juga? Kalian sudah berpacaran setahun!"
"Walaupun begitu aku harus yakin kalau kami harus benar benar saling mencintai"
Panas kupingku sudah mendengar percakapan mereka. Apa? Seromantis apa bocah merah itu? Kemana mereka berkencan?
"Teme kau tidak perlu cemburu begitu"
"Hn, dobe aku tidak cemburu"
"Hahahah teruslah menyangkal"
Aku masih memikirkan percakapan antara Sakura dengan Ino tadi. Apa cemburuku ini berlebihan? Mereka kan memang pasangan. Tidak salah Gaara bersikap romantis pada Sakura.
"Aduh. Sakit sekali"
Aku mendengar teriakan seorang gadis dari tangga.
"Hn?"
"Gyaboo. Aku tidak bisa berdiri"
Lalu aku menggendong Sakura ke uks untuk mengobati lukanya.
Dia tiba tiba menggendongku. Jantungku berdegup sangat kuat. Wajahku memerah. Tidak salah lagi, aku menyukainya! Apa yang harus aku lakukan?
..1 month later..
Aku dan Sasuke semakin dekat, dan aku makin menyukainya. Ini gila! Bagaimana dengan Gaara? Bagaimana dengan Ino? Tapi sungguh aku menyukai Sasuke.
"Kenapa kau diam saja?"
"Tidak"
"Akhir akhir ini kau berubah. Kau tidak pernah ada saat aku mencarimu. Kau juga jarang memperhatikanku lagi. Apa ada sesuatu?"
Pertanyaan Gaara benar benar menggangguku. Dia benar, perasaanku padanya mulai berubah. Apa karena Sasuke?
"Apa kau tidak mencintaiku lagi?"
"Ya?"
Aku bingung sekali. Aku tidak pernah bisa berbohong padanya. Lalu bagaimana caraku menjelaskan semua ini?
..1 new messages...
"Pagi Sakuraa mau makan bersamaku? Sebagai teman tentunya"
Mungkin tidak ada salahnya aku bertemu dengan Sasori-senpai. Lagi pula aku belum meminta maaf padanya soal kejadian itu.
"Sudah menunggu? Gomen Sasori-senpai"
"Tak apa, kau memang sering terlambat kan? Hehehe"
Dia selalu tau kebiasaan ku, Mukyaa. Aku merasa sangat beruntung.
Tiga lelaki tampan mencintaiku? Wah hebat! Tapi aku malah mempermainkan mereka….
"Sasori-senpai soal kejadian kemarin aku ingin minta maaf…."
"Kau tidak perlu minta maaf. Lupakan saja, okay?"
"Ya, arigato"
Mereka bertiga juga mempunyai hati yang baik, perasaan bersalah ku jadi muncul lagi.
"Ya! Jangan pasang ekspresi seperti itu. Aku tau apa yang kau pikirkan. Lupakan saja masalah itu"
"Haha kau selalu bisa membaca pikiranku"
Dia bisa mencairkan suasana. Tanpa terasa sudah sejam lebih kami mengobrol. Akupun memberitahu nya tentang perasaanku saat ini. Aku merasa dia sangat baik dan bisa dipercaya.
"Gyaboo Sasori-senpai, bagaimana ini? Aku benar benar bingung"
"Gomen, tapi aku juga tidak bisa melakukan apapun. Itu perasaanmu, jadi kau lah yang tau"
"Ya Arigato Gozaimashita! kau sungguh teman yang baik"
Aku hanya merasa Sakura mulai menyukaiku. Ini perasaanku saja atau memang dia menyukaiku? Tapi dia sudah mempunyai Gaara. Aku berharap suatu saat takdir akan berubah.
"Haha bagaimana mungkin? Tidakkah kau merasa ini sangat lucu? Perutku sakit karna tertawa Sasuke"
Aku hanya memandang wajahnya dengan serius. Ingin sekali aku katakan perasaanku yang sesungguhnya. Tanpa sadar jarak antara wajahku dan wajahnya hanya beberapa cm.
"Sasuke...kenapa kau memandangku seperti itu?"
"Jadilah pacarku Sakura!"
Tanpa sadar aku mengatakan itu. Bodohnya aku! Dia masih memiliki pacar. Akal sehatku memang sudah hilang.
Aku hanya berlari mendengar ucapannya. Aku memang menyukainya. Tapi aku sudah memiliki Gaara. Oh no! Apa kejadian itu akan terulang kembali? Inikah yang dinamakan karma?
Kubuka mataku yang masih sangat kabur itu. Segera aku beranjak ke kamar mandi seperti biasa. Semalaman sudah aku menangis. Ya kejadian ini memang terulang. Aku mengingat kejadian dulu saat aku mencampakkan Sasuke dan Sasori. Tapi sekarang tidak separah waktu itu.
Ku baringkan tubuhku di atas tempat tidur. Aku tidak bersemangat melakukan apapun hari ini. Terlebih orang orang pasti menyadari mataku yang sangat bengkak.
"Saki, Gaara sudah menunggu dibawah. Cepatlah turun"
Hah? Bagaimana caraku menemuinya? Jujur saja perasaanku sudah pudar padanya. Tapi aku tidak mungkin memutuskan hubunganku dengannya. Apalagi dia telah memaafkan kesalahanku yang sangat fatal itu. Aku harusnya merasa beruntung bisa mendapatkannya kembali.
Tapi sekarang aku hanya memikirkan Sasuke.
"Saki, Cepatlah. Gaara sudah menunggumu daritadi"
"Sebentar lagi kaa-san"
Segera aku menuruni tangga. Tapi disana tidak ada Gaara, apa dia sudah pulang?
"Kaa-san, dimana dia?"
"Itu karna kau lama sekali. Dia sudah menunggu daritadi. Coba lihat diluar"
Aku berharap dia sudah pulang. Aku tidak ingin dia melihatku begini.
"Heh! Lama sekali kau!"
"Kenapa kau menunggu disini? Ayo kedalam"
"Yosh. Aku ingin mengajakmu pergi"
"Tunggu. Aku ganti baju dulu"
"Tidak perlu. Kau sudah cantik"
Seharusnya aku senang mendengar pujiannya itu. Tapi.. Sekarang semuanya berubah. Aku merasa sangat bersalah padanya (lagi).
"Kita mau kemana?"
"Makan. Apa kau tidak lapar?"
"Aah ya."
Dia hanya tersenyum padaku. Tunggu, apa dia tidak melihat wajahku yang seperti ini?
Kami pun sampai di sebuah cafe. Kami memasuki cafe itu. Masih sangat sepi memang, hanya ada beberapa orang. Aku melihat orang orang yang ada disana. Ternyata ada seorang lelaki err tampan bermata onyx yang aku kenal, tunggu.. itu SASUKE?
To Be Continued
Author Note's : Tetep stay tune ya di fanfic ini. Suka ga suka, dibaca aja deh. Karena aku bakal siapin kejutan buat endingnya.
