Tanpa banyak cing-cong lagi saya mau memepersembahkan #Halaah lebay# chapter keduanya. Saya sekalian minta maaf jika terdapat kesalahan di fict ini maupun yang sebelumnya. Berhubung saya belum bisa menyaksikan keseluruhan dari Inazuma Eleven Go Chrono Stone jadi ceritanya rada-rada gaje dan saya pelesetkan dari cerita asli xD. Mohon maaf jika banyak typo disini.
DON'T LIKE? DON'T READ
PLEASE DON'T BE a SILENT READERS
Rviewnya jangan lupa
Happy Reading
#Kediaman Keluarga Takuto
Shindou sedang menatap sendu kearah bintang dari balkon rumahnya. Yuumi yang kebetulan melewati balkon saat kembali dari perpustakaan keluarga Shindou melihat sepupunya sedang galau menjadi tidak tega.
" Kau melihat bintang yang sama dengan Okatsu" ujar Yuumi yang ikur bergabung pada acara melihat bintang Shindou
" Kau benar." Jawab Shindou
" Aku tahu kau merindukannya. Aku juga merindukannya, juga Mei dan semua tentang zaman mereka" ujar Yuumi
" Berarti kau juga merindukan saat Tsurugi dipeluk Mei" goda Shindou
" Diam kau. Aku tidak bilang begitu" ujar Yuumi
" Tapi aku menangkap yang seperti itu" ujar Shindou seraya terkekeh kecil
" Oh, iya. Kirino tidak kesini? Kupikir dia akan menginap, supaya rumah ini lebih ramai" tanya Yuumi
" Dia bilang ada urusan jadi tidak bisa menginap atau sekedar mampir" jawb Shindou
" Oh, sayang sekali" ujar Yuumi
" Lebih baik kita masuk. Hari sudah semakin malam" ajak Shindou
Mereka pun masuk kedalam rumah untuk beristirahat
#Keesokan Harinya
" O Hayou minna" sapa Yuumi saat memasuki ruang Klub
" O Hayou Yuumi" jawab yang lain
" Kenapa kau tidak bersama Tsurugi, Yuumi?" Tanya Kirino
" Dia ada urusan dikantor Guru dulu, jadi dia menyuruhku duluan" jawab Yuumi
" Shindou, jadi kita akan latihan tentang apa hari ini?" Tanya Nishiki
Shindou tidak bergeming maupun mengeluarkan suara
" Shindou?" panggil Nishiki namun Shindou masih saja tidak menjawab
" Oy, Shindou Takuto" teriak Nishiki kesal karena panggilannya tidak diindahkan oleh pemilik rambut wavy kelabu ini
" Ah, iya eh tidak, eh ada apa?" Tanya Shindou gelagapan
" Kau memikirkan apa sih, Shindou?" Tanya Wonder Bot
" Tidak, aku tidak memikirkan apa-apa" jawab Shindou
Kirino dan Yuumi hanya menghela nafas melihat kelakuan Shindou.
#Beberapa Hari kemudian
" Tenma!" seru Fey
" Hai, Mach Wind" seru Tenma seraya menembakan hissatsu shootnya
Yup, Raimon Eleven sedang melakukan latihan.
" Shindou" panggil Kirino, namun Shindou tidak menjawab dia tetap focus pada Raimon Eleven yang sedang berlatih.
" Shindou" panggil Kirino lagi seraya mengibas-ngibaskan tangannya didepan wajah Shindou
" Eng, Iya. Ada apa Kirino?" Tanya Shindou
" Kau melamun lagi" ujar Kirino seraya menghela nafas
" Gomen, memangnya kenapa?" Tanya Shindou
" Kau dipanggil wonder bot diruang klub" ujar Kirino
" Hai, baiklah aku kesana dulu" ujar Shindou kemudian berlalu ke Ruang Klub
" Dia masih belum bisa melupakan Okatsu. Padahal ini sudah 1 minggu" ujar Yuumi
" Yah kau benar. Shindou bukanlah orang yang mudah melupakan seseorang juga tidak mudah menyukai gadis sampai segitunya" ujar Kirino
" Yuumi, akhir-akhir ini Shindou sering melamun dan tidak focus dia kenapa?" Tanya Fey
" Dia mungkin kelelahan" jawab Yuumi berbohong
" Oh, tapi kasihan juga yah sampai segitunya" ujar Shinsuke
" Yah, Shindou memang begitu terlalu memaksakan dirinya" ujar Kirino
" Semoga dia segera baikan" ujar Tenma
" Yah, sepi kalau Shindou terus seperti ini" ujar Nishiki
" Ya, kalian tidak usah khawatir nanti juga dia balik lagi kok" ujar Yuumi dengan senyum yang dipaksakan begitu juga Kirino yang memasang senyum yang dipaksakan seperti Yuumi. Semua Raimon Eleven percaya saja. Kecuali si Buntut Jenius yang tahu masalah Shindou. Raimon Eleven kemudian kembali berlatih meninggalkan Kirino dan Yuumi.
" Kita tidak bisa biarkan dia seperti ini terus" ujar Kirino
" Yah, kau benar. Raimon Eleven yang lain akan semakin curiga" ujar Yuumi
" Tapi bagaimana? Shindou tidak mudah pulih dari kegalauannya" ujar Kirino
" Biar aku yang yakinkan dia. Aku janji besok akan lebih baik" ujar Yuumi
" Baiklah, aku percaya padamu" ujar Kirino. Mereka berdua pun bergabung bersama anggota tim lainnya untuk berlatih bersama.
#Malam Hari dikediaman Shindou Takuto
" melihat bintang lagi, nee" ujar Yuumi yang kemudian bergabung bersama Shindou yang sedang duduk direrumputan taman rumahnya
" Ya, mereka sangat indah" ujar Shindou
" Okatsu juga mengamatimu dari bintang yang lain" ujar yuumi
" ya, kurasa kau benar" ujar Shindou
" Shindou, kau tidak bisa seperti ini terus. Anggota tim khawatir padamu." Ujar Yuumi
" Aku tahu hal itu" ujar Shindou
" Kau tahu dan kau tidak mau berubah. Mereka khawatir padamu tidakkah kau tahu itu?" Tanya Yuumi
" Aku tahu, tapi mau bagaimana lagi aku belum bisa melupakan Okatsu" ujar Shindou
" Shindou, lupakan Okatsu. Lihat masa depanmu, kalau kau terus menoleh kebelakang kau tidak akan maju." Ujar Yuumi
" AKu tidak mungkin melupakannya. Aku sudah memberikan hatiku kepadanya, jadi aku tidak mungkin membuangnya begitu saja, Okatsu akan sedih" ujar Shindou
" Shindou, dengarkan aku" ujar Yuumi kemudian memegang kedua pundak Shindou
" Okatsu terpaut ribuan tahun dari kita. dia hidup ribuan tahun lalu. Setelah kita meninggalkannya dia akan menemukan tambatan hatinya, dan melupakan semuanya. Ribuan tahun bukan waktu yang singkat Shindou, dia sudah membangun keluarga dan bahagia dimasanya sendiri. Kau harus melupakannya" jelas Yuumi.
" Aku tahu, tapi bagaimana melupakannya?" Tanya Shindou
" Lupakan dia. Temukan orang lain yang bisa membuatmu bahagia" jawab Yuumi
" Aku akan mencoba" ujar Shindou, mereka berduapun tersenyum kemudian kembali memandang langit bertabur bintang
#Keesokan harinya
" Yuumi, kau tahu Shin-sama pacaran dengan Akane-senpai" ujar Yura histeris
" Tidak mungkin. Shindou tidak pacaran dengan Akane" bantah Yuumi
" Tapi itu yang mereka katakan" ujar Yura
" Mungin hanya salah paham" ujar Yuumi
" Mana mungkin Shindou pacaran dengan Akane. Dia saja belum bisa melupakan Okatsu" batin Yuumi
" Kyaaa… Kirino-senpai! Apa yang membawa anda kemari" seru seorang siswi
" Itu Kirino-senpai, Waah" seru siswa-siswi lainnya
" Ada apa itu?" Tanya Yuumi
" Kirino-senpai kekelas kita" jawab Sarada
" Dia pasti ingin menemuiku" ujar Hime narsis
Yura, Yuumi dan Sarada hanya merolling matanya bosan dengan kenarsisan Hime.
" Yuumi!" panggil Kirino
" Ya, ada apa?" Tanya Yuumi
" kau harus ikut aku sekarang" ujar Kirino kemudian menarik Yuumi keluar
" Kemana?" Tanya Yuumi
" Ikut saja" ujar Kirino
Begitu sampai di tempat yang jauh dari teriakan fans Kirino maupun Yuumi, Kirino membalika badannya kemudian menatap Yuumi serius
" Apa yang kau kaakan pada Shindou?!" Tanya Kirino nadanya terdengar geram
" A..apa yang kukatakan? Maksudmu?" Tanya Yuumi
" Kau mengatakan apa padanya semalam?" Tanya Kirino lagi
" Aku hanya mengatakan padanya untuk melupakan Okatsu dan mencari pendamping lain yang bisa membahagiakannya" jawab Yuumi
" Lalu kenapa dia melakukan ini?" Tanya Kirino yang sudah mulai tenang
" Melakukan apa?" Tanya Yuumi
" Tadi pagi dia menerima Akane sebagai pacarnya" ujar Kirino. Reflek Yuumi membelalakan matanya
" APa?! Kenapa bisa jadi yang mereka katakana benar?" Tanya Yuumi kaget
" Ya, gosipnya sudah beredar" jawab Kirino
" Tapi dia belum bisa melupakan Okatsu" ujar Yuumi
" Kurasa dia masih buta karena kegalauannya sehingga salah mengartikan nasihat mu jadi…" Kirino tidak melanjutkan ucapannya
" Dia perlu diberi pelajaran" ujar Yuumi geram kemudian melangkah kearah Ruang Klub Raimon
" Yuumi tenanglah sedikit" ujar Kirino berusaha menenangkan Yuumi yang sedang emosi
" Aku tidak bisa tenang. Cinta sudah membutakan dia" ujar Yuumi
Begitu sampai diruang Klub Yuumi masuk dengan terburu-buru dan wajah memerah menahan amarah. Kirino sampai kewalahan menyamai langkah Yuumi
" Shindou!" panggil Yuumi dengan nada geram
Semua yang ada di ruang klub kecuali Manager dan pelatih kaget + takut melihat Yuumi yang sedang mengamuk
" Yuumi kendalikan emosimu" ujar Kirino berusaha meredakan amarah Yuumi
" Tidak Kirino. Dia sudah keterlaluan" ujar Yuumi emosi
" Ada apa Yuumi? Kau kenapa?" Tanya Fey
" Dimana Shindou?! Aku harus bicara dengannya" ujar Yuumi tanpa menghiraukan pertanyaan Fey
" Ada apa kau mencariku, Yuumi?" Tanya Shindou yang baru datang
" Shindou!" seru Yuumi kemudian menghampiri Shindou
Brug.. Yuumi memukul wajah tampan Shindou *Akane : Jepret… Jepret.. Shin-sama*
" Yuumi apa yang kau lakukan?" Tanya Tenma histeris
" Yuumi, kendalikan dirimu" ujar Kirino
" Kenapa kau memukulku, Yuumi?" Tanya Shindou seraya memegang pipinya yang memar
" Kenapa? Kau tidak sadar hah?!" seru Yuumi semakin kesal
" Apa maksudmu?" Tanya Shindou
" Apa benar kau menerima Akane, Shindou?" Tanya Kirino
" Ya benar." Jawab Shindou
" KENAPA KAU LAKUKAN ITU BODOH!" bentak Yuumi
" Kau bilang padaku untuk menemukan orang lain yang bisa membuatku bahagia dan bisa melupakan Okatsu" jawab Shindou
" KAU BODOH SHINDOU! KAU TERLALU DIBUTAKAN OLEH CINTA. AKU MEMANG BILANG SEPERTI ITU TAPI AKU MENYURUHMU MELUPAKAN OKATSU DULU BARU MENCARI PENGGANTINYA, AKU TIDAK MENYURUHMU UNTUK MENCARI PENGGANTINYA UNTU MELUPAKAN OKATSU. ITU SAMA SAJA KAU MENJADIKAN AKANE PELARIAN SHINDOU. ITU TERLALU KEJAM UNTUK ORANG YANG MENCINTAIMU DENGAN TULUS! Ujar Yuumi kesal. Dia menitikkan air mata
" Shindou yang dikatakan Yuumi benar" ujar Kirino
" Aku tidak tahu kalau itu membuatku menjadikan Akane sebagai pelarian" ujar Shindou
" APA?! AKU TAHU KAU JENIUS SHINDOU! KAU PASTI PAHAM APA MAKSUDKU, KAU HANYA DIBUTAKAN OLEH CINTA" ujar Yuumi
" Tenanglah Yuumi" ujar Kirino seraya mengelus pundak Yuumi.
Raimon Eleven hanya berdiri seperti orang bodoh menyaksikan adegan dramatis ini
" Kurasa kau benar" ujar Shindou sendu
" Aku memang benar. Kemana saja kau?!" bentak Yuumi, kemudian dia menangis
" Shindou, aku perempuan. Kalau kau menyakiti Akane sama saja kau menyakitiku" ujar Yuumi disela-sela tangisnya
Shindou tersentak. Hal yang tidak pernah ingin dia lakukan dan selalu dia hindari malah telah dilakukannya, menyakiti Yuumi.
" Shindou, walau tidak secara langsung kau sudah menyakiti Yuumi. Kau melanggar janjimu untuk selalu melindungi Yuumi dan tidak akan menyakitinya sejak kejadian itu" ujar Kirino
" Maafkan aku Yuumi. Aku memang dibutakan oleh cinta. Aku sampai tega menyakitimu sampai seperti ini. Aku benar-benar tidak tahu bahwa itu menyakitimu" ujar Shindou kemudian memeluk Yuumi
" Kumohon Shindou. Jangan lakukan ini lagi" ujar Yuumi
" Aku berjanji" ujar Shindou
" Anoo… Maaf tapi…" Shinsuke berbicara namun dipotong oleh Kirino
" jangan mengganggu dulu, Shinsuke" ujar Kirino
" Iya, tapi senpai. Dibelakang ada para manager dan Akane-senpai" ujar Tenma
Seketika Shindou, Yuumi dan Kirino membelalakan matanya dan menoleh kebelakang.
Mereka melihat Akane yang berkaca-kaca, kemudian Akane berlari keluar dari ruang klub.
" Shindou, kau melanggar janjimu. Jadi kau kuhukum" ujar Yuumi
" Yuumi, disaat seperti ini kau masih memikirkan hukuman?" Tanya Midori tidak percaya
" Hukumannya adalah kejar Akane, jelaskan semuanya dengan jujur. Aku yakin dia akan mengerti" ujar Yuumi seraya tersenyum
" Baik. Akan kulakukan" ujar Shindou yang kemudian berlari mengejar Akane
" Aku tidak tahu kau bisa sebijak ini" ujar Tsurugi yang kemudian merangkul Yuumi
" Yuumi memang penuh kejutan" ujar Kirino
Mereka semua hanya tersenyum
#Akane's Condition
Akane berlari menuju lapangan sepak bola Raimon dan duduk dikursi yang biasa dia duduki saat menonton Raimon Eleven latihan. Dia menangis
" Aku seharusnya tahu diri bahwa Shin-sama tidak mungkin bisa bersamaku" ujar Akane disela-sela tangisnya
" Maafkan aku, Akane-san" ujar Shindou
" Tak apa, Shin-sama. Aku yang salah karena terlalu berharap" ujar Akane seraya tersenyum pahit
" Aku benar-benar tidak bermaksud menyakitimu. Aku hanya sedang tidak bisa berpiki jernih. Lalu kau menyatakan perasaanmu dan itu membuatku gelap mata dan tanpa sadar menjadikanmu pelarian, aku tahu aku salah. Seharusnya aku melupakan Okatsu dulu baru menerima orang lain" ujar Shindou tulus
" Shin-sama. Kau tidak salah. Setelah mendengar penjelasanmu aku sudah lebih baik. Aku akan menunggumu melupakan Okatsu" ujar Akane tulus
" Benarkah? Tapi bagaiman jika saat aku melupakan Okatsu aku jatih cinta pada orang lain?" Tanya Shindou
" Aku akan berdoa untuk kebahagianmu dengan orang yang kau pilih dan berusaha melupakanmu dan membuka lembaran baru dalam hidupku" jawab Akane seraya tersenyum tulus
" Arigatou, Akane" ujar SHindou
THE END
Kazemaru : waah… selesai juga nieh FF kedua lu thor
Author : Iya dong, Yui gitu lho…
Hakuryuu : Koq aku yang terhebat nggak muncul?
Auhtor : males gue. Lu mah ribet. Banyak bacot lagi
Hakuryuu : Koq gitu sih author, kalau gitu author bukan yang terhebat seperti aku
Author : Ya iyalah gue nggak hebat kayak lo
Kazemaru : Ngaku lo author?
Author : Iya, gu emang nggak sehebat Hakuryuu karena dia dibawah gue. Gue jauuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuh…
Hakuryuu : Kepanjangan woy
Author : Eh iya, aku itu jauuuuh banget diatas Hakuryuu
Hakuryuu sweatdrop
Kidou : Loe semua pembahasannya nggak berbobot banget sih, nih liat gue. Author maksudnya perkataan Kirino itu apa?
Author : Yang mana?si Kirino disini banyak kali ngomongnya
Kirino : Tapi nggak sebanyak lu juga kali
Author : Terserah gue dong. Disini gue leadernya
Kirino : Terserah apa kata lu deh
Author : Gitu dong. Jadi ucapannya Kirino yang mana?
Kidou : Yang waktu Yuumi nangis gitu, terus Kirino bilang gini ke Shindou "Shindou, walau tidak secara langsung kau sudah menyakiti Yuumi. Kau melanggar janjimu untuk selalu melindungi Yuumi dan tidak akan menyakitinya sejak kejadian itu". Nah yang mau gue tanyaain kejadian itu apa?
Author : Ooh… Gini dong lo semua pertanyaan nya yang berbobot dikit
Gouenji : Udah nggak usah banyak cing-cong lu, jawab aja
Author : Sabar dikit napa sih. Jadi waktu mereka masih di Elementary School tepatnya Yuumi kelas 3 dan Shindou plus Kirino kelas 4, Shindou pernah membuat Yuumi nangis karena suatu hal yang author juga nggak tahu apa. Intinya si Yuumi nangis karena Shindou
All cast sweatdrop
Endou : Lu kan author, masa nggak tahu. Gimana sih
Author : Gue juga manusia keles… gue ini AUTHOR bukan PERAMAL mana gue tahu
Kidou : Udah, lanjutin cepet
Author : Shindou merasa bersalah. Jadi dia mohon-mohon sama si Yuumi biar dimaafin. Terus Si Yuumi maafin, nah disitu Shindou janji sama dirinya sendiri buat selalu ngejagain Yuumi dan nggak bakal nyakitin Yuumi. Karena dia sayang banget sama Yuumi, tapi sayang sebagai adik yaah
Hiroto : Ya iyalah adik, mau lo?
Author : yee… bisa aja kan lu pada laen pikirannya, lu semua kan rada-rada gitu
Fubuki : Rada-rada apaan?
Author : Ah, lu pada tau lah
Endou : Maksud lo kita ini rada-rada gila?
Gouenji : Apa?! Loe ngatain kita gila author?
Author : Lho? Yang ngomong si Endou yee… gue mah nggak ngomong gitu
Aura devil mulai keluar dari tubuh all cast minus Endou yang dijadikan sasaran. Mereka kemudian ngegebukin si Endou. Semuanya kecuali Fubuki Shirou sama si Akane. Kalau Si Fubuki orangnya kalem jadi nggak ikutan. Kalau Akane… lo tau lah
Akane : jepret…jepret…jepret… Shin-sama kau sangat cool… Jepret..jepret
Itulah chapter terakhir story ini, tolong abaikan saja kisah para karakter disini yang sedang menyiksa ENdou. Jadi bagaimana menurut kalian? Jelek? Saya tahu kok ini masih kurang bagus. Tapi saya berharap reviewnya agar bisa lebih baik lagi. Selanjutnya saya mau minta tolong padamu Fubuki *Puppyeyesnojutsu*
Fubuki : Hai , aku akan membantu. Baik atas permintaan author saya akan membacakan balasan review dari PinkyRose-2376
Yah emang benar sih, Tapi masalahnya saya belum nonton bagian situ xD, lebih tepatnya author gak punya. Tapi seperti yang saya bilang tadi bahwa disini ceritanya gak mirip-mirip amat sama yang asli jadi gomenasai kalau kurang sesuai. Btw arigatou for reviewnya ^_^
Author : Arigatou Fubuki...
FUbuki : Hai
ENdou : Jangan lupa review yah minna-san *setengah hidup*
Fubuki : Kayaknya kamu bahagia sekali yah, Endou
Endou + author sweatdrop
Goeunji : Endou! Kita belum selesai sama lu *nyeret Endou pergi*
AUthor : Gouenji, setidaknya say something buat para readers yang mungkin fansmu
Gouenji : Oh iya. Buat para readers terima kasih sudah membaca fict gila tahu kalian gak suka karena gak ada saya. Kalau mau yang ada diriki yang tamvan ini, coba baca fict gaje author yang judulnya "Soccer Love" disitu ada saya..
Author : Kok lu jadi promosi. Lagian PeDe banget lu
Goeunji : Terserah gue. Btw gue mau balik ngehukum Endou Byee *kabur*
Author : Ya sudahlah. minna-san disemua story saya, saya membuka lowongan kirm salam (?)
Akane : Jadi kalian bisa menyampaikan pesan atau apapun buat karakter idola kalian, dan mereka wajib balas karena bakal dapat hukuman kalau enggak
Fubuki : Ya udahlah, kita kebanyakan ngomong. Akhir kata
Fbuki + Akane + Author : ARIGATOU for READING
