Friends With Benefit
NaruSasu Fanfiction
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto
Warning : AU,OOC-ish,BL,there's a lot of warns here. Don't read this fic if you don't like.
Summary : "Friends?" "Friends." Dan pergumulan hangat itu terus terjadi disaat mereka tidak 'melihat'
Chapter 2 : Trust?
Sasuke berlari secepat yang dia bisa,berusaha untuk menyembunyikan rona pinkish dipipi dan hatinya yang berdentum lebih cepat dari biasanya.
'Kuso.' Sasuke pun masuk kedalam kelas dan mendudukkan tubuhnya yang luar biasa letih—dan bingung.
Seorang Namikaze Naruto baru saja memberikan sebuah ultimatum untuk mengklaim Uchiha Sasuke.
Dan itu baru terjadi hari ini!
"Sas," suara baritone membuat Sasuke menoleh.
"Kenapa?"
"Naruto dimana?sebentar lagi sudah mau bel masuk." Sai mengetukkan jarinya dimeja,Sasuke hanya mendengus pelan.
"Mana ku tahu,bukan urusanku."
Giliran,Sai menghembuskan nafasnya,terkadang Uchiha yang satu ini memang ingin dicemplungkan ke sungai terdekat.
"Sas,reputasimu tinggi disini. Nanti kalau kau tidak mencarinya kau mau fans wanita-wanitamu mengataimu tidak pedulian?" Sasuke yang masih meneguk jus tomatnya menatap Sai intens.
'Iya juga sih.'
Uchiha Sasuke sangat memperhatikan image anak pintar nan sempurna.
"Ya,bilang sama Kurenai-sensei aku mencari murid baru."
"Siap!" tawa renyah Sai tak terdengar lagi oleh Sasuke yang berjalan menjauh darinya.
'ANAK ITU MEREPOTKAN SAJA!'
Sasuke berkeliling,mencari sang orange-dobe-san—panggilan tersayang. Kakinya yang jenjang menyusuri laboratorium,kelas,kantin bahkan kamar mandi.
"Anak itu lebih baik diikat dan dilemparkan ke jurang."kesalnya. sasuke pun akhirnya pergi ke daerah parkir didekat gerbang sekolah.
Dan dia memang melihat sosok orange bersama tiga orang temannya yang berpakaian biasa. Penasaran,Sasuke pun agak mendekatkan diri untuk melihat seseorang yang bercengkrama dengan Naruto.
'Apa jangan-jangan dia bandar narkoba?'
'Naruto seorang teroris?'
'Naruto seorang gigo—'
"SASUKE!"
Suara yang satu oktaf lebih berat dari Sasuke mengejutkannya. Naruto sudah ada didepannya sejak Sasuke mulai berimajinasi dengan calonsuamicoretcaloncrush-nya.
Sasuke ingin mati saja disitu. Dia hampir berjongkok belakang mobil seseorang sehingga rambut raven yang melawan gravitasi namun lembut itu mencuat,dengan wajah 'ih siapa itu yang bicara dengan pacarku?'
Naruto tersenyum kecil,dan menggandeng Sasuke yang masih bertarung dengan gengsinya,dan entah kenapa Sasuke tidak menolak.
"C'mon!i wanna introduce you to my friends there," tunjuk Naruto kepada ketiga lelaki yang melihat mereka berdua.
"Jangan lama-lama ya,nanti kita masuk ke kelas." Naruto hanya mengangguk sebagai jawaban.
Kenapa Sasuke bukannya melepaskan tangannya dan berlari kembali ke kelas?bukankan tugasnya sudah selesai untuk menegur sang Namikaze untuk kembali ke kelas?
"Whoa!who's that guy,Naru?i never thought you find someone as cute as pie here."goda lelaki auburn dengan tattoo kanji 'Ai'—cinta dikeningnya.
Sasuke tersenyum kecil,tidak merasakan rasa sakit hati ketika lelaki itu menggodanya.
"Naru,he's such a cutie,anyway!" seru lelaki berambut coklat dengan tattoo segitiga merah dikedua pipinya.
"Hm,he's good."tambah lelaki berambut nenas disebelah lelaki berambut merah.
"Don't you dare to joking around me about him!"Naruto marah,namun Sasuke menemukan rasa senang ketika Naruto membelanya.
'Apa aku benar benar suka dengannya?'
"Namaku Rei Gaara,maaf menggodamu tadi."lelaki berambut auburn tadi mengenalkan dirinya,Sasuke pun menjabat tangan si auburn.
"Namaku Inuzuka Kiba!"
"Namaku Nara Shikamaru."
Sasuke menjabat tangan mereka berdua secara bergantian,Naruto pun merangkul pinggang ramping sang Uchiha.
"Gentlemen,this is Uchiha Sasuke. Namikaze Naruto's official boyfriend." Ucapnya mantap sambil menatap Sasuke dengan tatapan mautnya. Sasuke terperangah.
"Ha ap—"
"SERIUS?"
Terkadang,Naruto suka memberikan pernyataan-pernyataan yang kadang tidak relevan,dan berakhir dengan jitakan Gaara dikepala sang Orange.
Tapi entah mengapa,Naruto kali ini memang serius.
'Ugh.' Gaara merasakan sensasi yang tidak enak mengenai ucapan teman karibnya.
Teman karib,mungkin.
"Uchiha,you should be thankful."gumam Gaara,Shikamaru yang mendengarnya hanya menghembuskan nafas pelan.
'Ck,merepotkan.'
"Kita mau kemana,Naruto?"tanya Sasuke,mereka mulai memasuki mobilnya masing-masing,Sasuke tentu saja dengan Naruto didalam Gallardo merahnya.
"Take a seat,lah. Aku ingin jalan-jalan dulu keliling Konoha."
"Kau gila?!kita masih ada jam belajar dan kau—"
"Kalau kau tidak ikut,yasudah aku tinggal. Paling kau dihukum." Naruto mengendikkan bahunya sambil memasang seatbelt. Sasuke yang sedikit malas pun akhirnya mengikuti Naruto.
"Katanya tidak mau ikut?"Naruto mendengus geli,Sasuke menatapnya tajam.
"Memang aku ada bilang seperti itu?baiklah,aku per—" Naruto menarik tangan Sasuke cepat dan cukup keras,sehingga Sasuke hampir menubruk lelaki bermarga Namikaze itu. Nafas mereka menderu,sekali lagi onyx bertemu dengan shappire.
CUP.
Naruto mencium ujung hidung mancung Sasuke.
"Don't go." Sasuke hanya tersenyum tipis dan duduk,Naruto pun memasangkan seatbelt untuk Sasuke.
"Take a seat,princess. You'll be fine."
Sasuke P.O.V
Princess?dia bilang aku princess? Bagus sekali.
Aku merasakan diriku seperti waniita-wanita di roman picisan yang ada dinovel kesukaan aniki.
Betapa tidak?aku baru saja diganggucoretdigombali oleh lelaki antah berantah yang bilang kalau dia berasal dari Seattle,punya tiga orang teman yang tampannya minta ampun dan pastinya kaya-kaya,dan gebetanku yang satu ini juga hampir sempurna.
Oh ayolah,lelaki yang straight saja pasti akan berubah melihatnya. Rambut blonde dengan model spikenya,kulit tannya yang menggoda,dada bidang yang tertutupi oleh kemeja sekolah yang cukup tipis—dan sesuatu yang menyerupai kumis membuat kesan manis tapi seksi.
Percaya atau tidak,aku meragukan kejantanan—bukan,maksudku orientasi seksualku sendiri.
End of Sasuke P.O.V
"Sas,you ok?"tanya Naruto sambil fokus ke mereka berdua berada ditengah-tengah antara mobil Gaara dan mobil Shikamaru. Gallardonya melesat dengan kecepatan yang cukup konstan.
"Ya?aku kenapa?"tanya Sasuke,Naruto menatapnya sekilas.
"Aku merasa kau ada masalah. Kau khawatir bolos?" Sasuke mengangguk perlahan,Naruto mendengus geli.
"Hn,begitulah."
Naruto tertawa kecil,dia menekan tombol play di audio mobilnya,mendengarkan lagu yang tidak asing diantara keduanya—Naruto dan Sasuke.
"Kau tak perlu seperti bocah yang baru masuk SMA,Sas. Aku yakin Uncle Fugaku tidak marah." Sasuke terperangah tidak percaya,alisnya bertaut.
"Kau tahu ayahku?"tanyanya selidik,Sasuke merasa bahwa dirinya mulai tidak aman. naruto memandangnya sekilas.
"Temani aku belanja dulu,baru aku beri tahu."
"Kalau tidak mau,bagaimana?"
"Kau mau aku ambil perjakamu disini?"
Sasuke hanya mendengus sebal.
Dua Ferarri Enzo dan Lamborghini Gallardo terparkir didepan outlet G.U di Shinjukyu,kelima lelaki tempan dengan dua orang memakai baju seragam sekolah dan tiga orang yang memakai baju biasa—dan tentu saja sangat mengundang decak kagum kaum hawa,dengan langkah angkuh,Naruto menggandeng Sasuke masuk kedalam dan ditemani oleh ketiga temannya.
"Disini mirip dengan HnM,hanya saja dibuat agak lebih Jepang karena kau tahu,negaramu yang satu ini berusaha membuat franchisenya sendiri."ucap Sasuke,Naruto hanya mengangguk paham.
"I'll look some t-shirts here. Sas,you better go out with me!disini bajunya keren-keren!"ucap Kiba dengan sumringah yang ditemani dengan dengusan bosan Shikamaru. Yang satu itu memang gila belanja,Sasuke hanya tersenyum kecil sebagai balasan.
"Sepertinya aku dan Kiba haru pisah dari kalian bertiga,nanti dia seperti anjing hilang kalau aku tidak ikuti."ucap Shikamaru,Kiba menggerutu.
"Bloody hell." Kiba tetap menarik Shikamaru menjauhi mereka. Sedangkan Naruto melihat kearah Gaara yang sedari tadi diam.
"Gaara,you—"
"I'll follow'em,Naru." Ucapnya tanpa ekspresi,Sasuke sedikit terkejut dengan tingkah Gaara yang cukup tidak bersahabat. Gaara pun meninggalkan mereka berdua.
"Fuck off with Uchiha."ucapnya pelan sambil meninggalkan Naruto.
Sasuke dan Naruto berkeliling untuk mencari beberapa setel baju untuk Naruto,tak ayal mereka saling menanyakan selera fashion masing-masing. Satu kesamaan dari Naruto dan Sasuke,mereka menyukai sesuatu hal yang minimalis,meskipun Naruto mengakui bahwa dia menyuaki warna Oranye,namun dia memiliki style yang simple dan tidak mencolok seperti Kiba.
"Cocok yang mana?" Naruto memilih kemeja berwarna pale blue dan sweater rajutan berwarna hitam dengan pola-pola stripes,kainnya juga tidak panas.
Sasuke menunjuk sweaternya,dan Naruto pun memberikan sweater itu untuk Sasuke.
"Kenapa aku?"
"Cobalah,aku ingin memberikan itu. Anggap saja ungkapan perkenalan." Naruto sedikit mendorong Sasuke kearah Fitting room. Mereka berdua masuk kedalam Fitting room dan Naruto menguncinya.
"Apa-apaan kau?!" Sasuke sedikit berjengit ketika Naruto mencengkram bahu sang Uchiha kuat,wajah mereka semakin dekat. Sasuke merasakan nafas Naruto berhembus lembut. Deru jantungnya tidak beraturan ketika Naruto melumat bibir tipisnya lembut.
"Mmm!" Sasuke mencoba melawan,saraf-saraf otaknya beku seketika. Ciuman yang diberikan oleh sang Namikaze sangatlah memabukkan meskipun hanya sebentar. Naruto melepasnya dan mencium sekilas bibirnya lagi.
"Apa maskudmu?!" bentak Sasuke,Naruto hanya tersenyum teduh.
"Mencuri second kiss mu."
Sasuke bergidik ngeri melihat Naruto yang menenteng banyak belanjaan Naruto dan Sasuke. Naruto membelikan beberapa baju yang memang mahal dan benar-benar pas untuk Sasuke. Gaara,Kiba dan Shikamaru belum selesai dengan acara shopping mereka. Naruto dan Sasuke pun duduk di cafe yang terletak tidak jauh dari outlet.
"Kau ingin pesan apa?"tanya Sasuke sambil memberikan isyarat kepada pelayan untuk mendatangi mereka.
"Aku saja yang bayar."
"Nope,kau sudah memberikan aku banyak baju." Naruto tersenyum tipis.
"Ada yang ingin anda pesan?" tanya sang pelayan.
"Satu frapucinno dan orange juice."
"Baik,Tuan." Pelayan itu pun meninggalkan mereka berdua.
"Jadi..bagaimana kau tahu dengan ayahku?"tanya Sasuke memulai pertanyaan. Naruto yang melirik jamnya pun mulai fokus dengan Sasuke.
"Ayahku dan ayahmu merupakan teman sebisnis. Uchiha bekerja sama dengan Namikaze."
'Pantas saja kaya,anak CEO Namikaze Corp.' Batinnya.
"Ayahmu juga berpesan untuk menjaga anaknya—yang setelah aku telusuri yaitu kau dan kakakmu,Itachi. Maka dari itu aku melacak dimana kau bersekolah dan masuk di sekolah yang sama agar lebih mudah untuk memantaumu."ucap Naruto panjang lebar. Sasuke mengangguk paham.
"Dan aku minta maaf atas tingkah Gaara."ucap Naruto sambil memainkan iphonenya. Sasuke terkejut.
"Ah iya,aku juga ingin bertanya mengenai hal itu."
Naruto menarik nafas panjang.
"Gaara itu ex-boyfriendku."
Sasuke terkejut.
"Apa?"
"Ya,kami putus karena dia sempat dekat dengan temanku Sasori. Dan sekarang kami masih berteman. Keluarga Rei dan Namikaze seperti keluarga besar. Die berusaha meyakinkanku agar aku kembali padanya. But hell,i found you." Naruto tersenyum,Sasuke merasakan ada getaran sedikit di hatinya.
"Aku yakin dia masih cinta padamu."
"Untuk apa aku bertahan dengan orang yang menyakitiku,Sasuke?" Naruto meyakinkan lelaki yang sedang menggigit bibirnya.
"Dengar,aku tidak seperfect Gaara. Aku bahkan baru mengenalmu sekarang. Kenapa kau tidak kembali pada Gaara?"
"Aku hanya ingin kau,dan aku akan mencoba meskipun aku tahu aku akan kembali dengan harapan kosong. Tapi aku,Sasuke. Benar-benar berpegang teguh dengan ucapanku."
Dan akhirnya,Semburat pinkish terpampang dipipi Sasuke.
"Aku hanya ingin kau,dan aku akan mencoba meskipun aku tahu aku akan kembali dengan harapan kosong. Tapi aku,Sasuke. Benar-benar berpegang teguh dengan ucapanku."
TBC
Uhuuu aku jaat banget ya lama update/hik. H-2 menjelang ulang tahun sang author /pose keren
Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang merayakan,ya!
Mind to review?
