Kisah Kelas 3-E
Chapter 2: Nagisa dan Aku, Aku dan Kayano
.
.
Tittle: Nagisa dan Aku, Aku dan Kayano
Author: Yurina305
Rated: T
Genre: Humor
Main Chara chapter ini: Kayano, Nagisa
Warning: liat di chapter 1 :v
.
.
Chapter kali ini POV nya dibagi jadi dua yah..~~
POV pertama akan dibawakan oleh Kayano Kaede~~ :P ^^
Namaku Kayano Kaede.
Dan Nagisa Shiota adalah pacarku. #ea
Tapi masalahnya. Nagisa itu punya wajah yang manis, lebih manis dari aku. Ini yang kadang bikin aku sakit hati. Tapi masa iya aku iri sama cowok, selain itu dia pacarku sendiri.
Kadang juga aku cemburu saat Karma Akabane deket-deket sama Nagisa. Ntar kalo dia ngerebut Nagisa gimana coba?
Yah, nggak mungkin juga sih, soalnya Karma itu cowo, dan dia punya pacar namanya Okuda Manami. Kecuali kalo Karma tiba-tiba belok. :v
Nggak, bukan belok kanan atau belok kiri, apalagi belok persimpangan (?). yang aku maksud belok disini adalah gay, tau kan? Itu lho, Gurunya alis tebal-BUKAAANNN! Maksudnya Maho.
Kalian tahukan kejadian kemarin? Saat aku lihat Nagisa, Karma, Isogai sama Maehara ditemukan(?) lagi tidur di lantai kelas kemarin, ini ati langsung sakit, terus aku langsung nangis. :v
"Kayano, apakah kau memang benar-benar menyukai Nagisa?"
Aku diem pas denger pertanyaan dari Okuda.
Saat ini kami berempat, aku, Okuda, Nakamura, dan Fuwa lagi jalan ke sekolah bareng.
"Iya. Memangnya kenapa?" jawab ku. Iyalah~ kalo aku nggak suka Nagisa, ngapain aku pacaran sama dia.. :v
"Umm.. gimana ya..? Aku cuma ngerasa kok kaya nya Karma sama Nagisa deket banget.. terus.." Sebenernya Okuda mau ngomong apaan sih..? kok dia kaya gugup banget? :v yah, emang biasanya dia juga gugup terus sih..
Lagian kenapa dia bawa-bawa Karma sama Nagisa? Oh, sepertinya aku tau..
Aku melirik Nakamura dan Fuwa yang jalan di sampingku sambil senyum-senyum gak jelas. "Pasti ini kerjaan kalian."
"Hehehe... aku cuma bilang kalo Karma sama Nagisa itu cocok banget jadi pasangan BL."
Tuhkan.
Hey, Nagisa itu cowok! Dan Karma juga cowok! Dan aku juga yakin mereka gak bakalan belok. :v
Emang sih, aku agak sedikit was-was kalo Karma sama Nagisa lagi deket, contohnya kaya kemarin pas mereka janjian buat nonton bareng di sekolah. T,T
"Tenang aja, Mereka kan cuma temen." Ucapku pada Okuda. Dan Okuda sudah kelihatan lebih tenang.
Astaga Okuda.. Jangan ragukan Karma sebagai pacar mu.. Kalau kau memang benar-benar menyukai Karma dan yakin kalau dia adalah pasangan hidupmu, seharusnya kau tidak mudah meragukannya! :v #ea #nasihat_hidup_kayano
Tapi..
Nagisa kan imut-manis gitu. Ntar kalo tiba-tiba dia dibuat belok gimana? Aa...
Kalo itu terjadi, aku bakal jadi fujoshi beneran. #what
Saat kami berempat berjalan dilorong kelas. Rasanya ruangan kelas yang akan kami masuki itu ramai banget. Seperti suara teriakan cewek-cewek dan banyak suara lainnya.
Oke, sekarang aku jadi penasaran kenapa semua murid di kelas itu mengerubungi sesuatu di bagian belakang kelas.
"Ada apaan sih?" Tanyaku pada Hazama yang sudah berada di sana.
"Karma, Nagisa, Isogai, sama Maehara ketahuan tidur bareng semaleman di kelas!"
JDER.
Apa?
Apa yang barusan aku denger? :v
Okuda tiba-tiba langsung syok, matanya berkaca-kaca tanda dia mau nangis.
Nakamura sama Fuwa langsung teriak-teriak gak jelas sambil mewawacarai 4 cowok –terduga-tidur-bareng.
Setelah itu aku langsung nangis ala film biar suasana makin dramatis.
"Nagisa, kalau kau lebih bahagia sama Karma, aku rela.. :')" aku langsung lari ala fim lagi. :v
"Kayano!" lalu dilanjut dengan Nagisa yang mengejarku dari belakang.
Fix. Aku nggak bisa apa-apa lagi kalo emang Nagisa jadi maho.
Tapi emang mereka cocok banget, sumpah.
"KAYANO, AKU BISA JELASIN INI. TADI ITU KITA CUMA TIDUR DI SEKOLAH DOANG. KEMARIN ITU KITA KEASIKAN NONTON FILM SAMPE MALEM, TERUS DITAMBAH HUJAN TURUN YANG BIKIN KITA GAK BISA PULANG. JADI KITA TERPAKSA HARUS NGINEP DI SEKOLAH. SUMPAH KITA GAK NGAPA-NGAPAIN."
...
...
Nagisa langsung ngasih penjelasan panjang dan lebar di kali tinggi. Fix, aku nggak bisa ngomong. :v
Dan Nagisa berkali-kali minta maaf sama aku. aih, jadi gak enak. :P #woi
Wajah Nagisa pas panik minta maaf ke aku itu sesuatu banget. XD apa aku ngambek sekalian aja ya? Gak. Kasihan Nagisa nya. :P
Meskipun pada akhirnya aku tetep diemin Nagisa terus sih.. :v
Tapi aku juga agak kesel sih pas kemarin aku pengen ikutan nonton bareng mereka, tapi nggak di bolehin.
"Kayano, ini hanya untuk cowok aja. Lagipula nggak baik buat cewe pulang kesorean, jadi kamu tidak bisa ikut."
Itu yang dikatakan Isogai padaku.
Lho? Katanya hanya untuk cowok? Tapi kenapa Nagisa boleh ikut? #ups #ups :v oh iya, Nagisa kan cowok. :v
Lagian apaan sih yang mereka tonton. Palingan juga Doraemon #eh. Atau jangan-jangan mereka nonton yang enggak-enggak makanya aku nggak boleh ikut? Tidaaakkk! Nagisa ku terlalu polos buat nonton begituan.. T,T #lho
Yah itu kejadian yang terjadi kemarin. Tapi pada akhirnya kita tetap pacaran dan enggak putus. Dan entah apa yang terjadi sama Okuda dan Karma, soalnya mereka Cuma diem-dieman, dan Karma mengeluarkan aura hitam yang bisa bikin orang yang deket dia semaput. :v
Tapi yang tetep bikin aku sakit hati, kenapa Nagisa bisa punya wajah yang lebih manis dari aku? padahal kan yang cewek aku. :v Nagisaa...! jadilah perempuan, dan mari kita yuri an! XD #woi
Gak, aku nggak bakal yuri an kok. :v aku masih normal. Mungkin. #lho
"Kayano. Besok ketemuan di Kafe ya..?" Ucap Nagisa padaku dengan wajah malu-malu. Tuhkan! Kenapa dia manis banget sih.. kan aku jadi pengen gigit. #Ups #Lho?
"Iya." Jawabku singkat. Yah, ini ajakan kencan dari Nagisa, kami sudah sering kencan sih.. Rasanya seneng, bahagia gitu.
Nagisa itu baik banget, dia mau menerima aku apa adanya. #ea
Selain itu dia punya bakat yang hebat. Wajah yang manis, sikap yang baik. Lho? Terus kelebihan ku apa dong? T.T
Sakitnya tuh pas kencan bareng Nagisa. Pasti banyak cowok-cowok yang ngelirik dia. Terus aku kemana di mata cowok-cowok itu!?
Pas Aku sama Nagisa jalan bareng. Kita di kira Yuri. Sakit. ( '-')
Besoknya. Sesuai janji, kami ketemuan di Kafe.
"Maaf lama ya?" Tanya Nagisa memelas. AAa.. kenapa ni cowok imut dan manis banget sih..!? kalau aku cowok pasti udah ku karungin terus kubawa kekamar. #Ups Nggak kok, aku nggak bakal sekejam itu. :P
"Nggak kok, baru 5 menit. Santai aja." Jawabku.
"Oh.. hehehe.." Nagisa, berhenti tersenyum! Kau membuat orang-orang di kafe pingsan. XP
Entah kenapa Nagisa kalo ketemu aku suka salah tingkah gitu. Beda kalau dia lagi sama cewek lain. Kalau sama aku, mukanya langsung merah dan salah tingkah. Manis banget deh. Hehe~ :D
Apakah itu artinya aku berbeda di matanya? Apakah itu artinya aku istimewa di matanya? AA... NAGISA... XD
Aku melirik Nagisa yang duduk di depanku sambil menyeruput minumannya.
Kami cuma diem-dieman dalam jangka waktu yang lama. Ini udah biasa kalo kita lagi berdua.
Sesekali saat pandangan kita bertemu, Nagisa langsung menunduk dengan muka memerah. Sumpah, imut banget. XD Nagisa, tukeran gender yuk! Aku pengen kamu berubah jadi cewek!
Kadang.
Hanya kadang lho ya!
Kadang aku jodoh-jodohin Nagisa sama Karma, Sugino, atau cowok-cowok lainnya saking gemes nya. Aa... lama-lama aku jadi fujoshi.. XD
Tapi sebenernya aku sendiri nggak rela Nagisa sama orang lain. Gimana ya? Aku udah terlanjur suka sih.. :* #ea
"Ka-Kayano.. aku ke toilet dulu ya?" Ucap Nagisa gugup sambil berdiri dari tempat duduknya.
Aku hanya mengangguk sebagai jawaban. Tuhkan, tuhkan. Dia gugup lagi kalo sama aku. Kenapa sih? :P
Aku cuma diam sambil mengamati kepergian Nagisa. Semoga aja dia tidak dikira mesum karena orang-orang mengiranya sebagai perempuan yang masuk toilet laki-laki.
Nagisa itu cowok beneran! :v
Aku jamin 99%!
Yang 1% nya sih, aku masih ragu. #lho?
Tapi kenapa dia bisa punya wajah yang imut-manis-moe gitu ya? :v
Rasanya jadi pengen meluk. #what
Kalo dipikir-pikir lagi sih, aku sama Nagisa belum pernah pelukan. T,T
Aku mengingat-ingat momen-momen saat aku bersama Nagisa. Waktu itu saat kita lagi praktek masak di kelas..
"Nagisa, bisa tolong ambilkan air?" Perintahku. Saat itu kami satu kelompok.
Tapi entah kenapa Nagisa cuma diem.
"Nagisa! Air!"
"ah um.. I-iya.." Jawabnya gugup sambil mengambil air.
Aku sedikit heran kenapa dia jadi gugup begitu, padahal biasanya juga biasa aja. Sekarang entah kenapa dia jadi mirip Okuda gitu.
Terus aku curhat ke Kanzaki. Gini-gini Kanzaki jago jadi pemberi nasehat. :D
"Kanzaki-san, kenapa akhir-akhir ini Nagisa bersikap aneh ya?"
"Ha? Aneh bagaimana?"
"Ya aneh aja, dia jadi gugup gitu, terus wajahnya sering merah."
"Enggak tuh. Menurut ku dia biasa aja."
"Tapi kalo sama aku dia jadi kelihatan salting gitu!"
Kanzaki Cuma diem. Habis itu dia ketawa sendiri, entah kenapa.
Sumpah. Ketawanya emang manis sih. Cuma kalo penyebabnya tidak di ketahui itu beneran serem.
"Kanzaki-san, kamu sakit?" tanya ku sedikit ragu-ragu, takut kalo misalnya Kanzaki emang beneran lagi gak waras dan tiba-tiba nyekek aku. kan ngeri -,-.
"Enggak. Ohya, Soal Nagisa, Nanti seiring berjalannya waktu kamu bakal tau kok."
KANZAKI-SAN! ITU NGGAK NGEJELASIN APA-APA! DAN PADA AKHIRNYA AKU TETEP NGGAK TAU!
Yah, itu hanya ingatan kecil saat aku belum sadar kalo Nagisa suka sama aku. tapi pada akhirnya, sesuai nasehat Kanzaki-san, aku tau kalo Nagisa ternyata suka sama aku. dan kitapun berpacaran. #ea XD
Happy end~
Hehehehe...~~
Hehehehe...~~
Hehehehe...~~
"Kayano?"
"Eh? Nagisa, sejak kapan kau kembali?"
"Sekitar 1 menit yang lalu. Terus aku lihat kamu senyum-senyum. Kamu gak papa kan?"
"um."
YAAYY...! XD Nagisa mengkhawatirkan aku! kok rasanya seneng banget ya? Kok aku jadi pengen teriak? NAGISA, NIKAHI AKU!
What? Nggak, yang tadi itu khilaf. Lagian kitakan masih sekolah. Kecuali kalo tiba-tiba Nagisa ngehamilin aku. #woi
Yah, jadi tadi aku ngelamun sambil senyum-senyum ya? O,O apa aku jadi kelihatan aneh? Haha~~ :v
Tapi emang ya, Nagisa itu kalo datang suka tiba-tiba, dan kadang tidak di ketahui kedatangannya. Yah, salah satu bakat dari jiwa assassin nya~~
Apa jangan-jangan dia punya misdirection? #what soalnya kalo di liat dari warna rambut nya, dia keliatan masih sodaraan sama pemain basket fandom sebelah.
Dan syukurlah Nagisa datang dengan selamat sentosa. :v Aku khawatir kalo dia diapa-apain di toilet. What? Harusnya tadi aku jagain dia ke toilet. :v Gak perlu di jagain sih. Kan Nagisa bisa kesana sendiri, Nagisa udah besar. :D #lho? #kok_kesana?
Lagipula kalo Nagisa di gangguin, mode bloodlust nya bakal keluar dan orang yang gangguin itu bakal di kalahin dalam sekejap. Waw. OwO9
Sebenarnya sih ada sesuatu yang bikin aku penasaran. Kenapa ya, Nagisa bisa suka sama aku? :v kan aku punya banyak kekurangan. Contohnya di bagian 'itu'. Stop. Jangan bahas kekuranganku. Aku jadi pengen nangis kan. TT_TT
Oke, jadi sekarang kita diem-dieman lagi. Alias gak ada yang berani ngomong. :v
Duh. Apa aku aja yang ngajak ngomong duluan ya? Tapi aku harus bilang apa? :P
Cuacanya cerah ya? GAK! BASI! BASI!
Apa kabar? KAN TIAP HARI KETEMU! KENAPA NANYAIN KABAR!?
Minumannya enak ya? KENAPA BAHAS MINUMAN!?
Udah kerjain PR matematika kemarin? TUNGGU! PLIS, KAN KITA NGGAK ADA PR MATEMATIKA!
Jadi aku harus ngomong apa nih..?
"Umm.. Kayano, mau ke taman nggak?" Tanya Nagisa malu-malu.
What? Ini Nagisa yang ngajakin? OwO
"Boleh." Iyalah~~ kalau yang ngajak Nagisa, gak mungkin aku nolak. Hehehehe~~
Selanjutnya aku di kagetkan dengan tangan Nagisa yang tiba-tiba megang tanganku.
Senangnya hatiku~~ Nagisa megang tangan ku.. aaa... XD aku pengen teriak beneran. Tangannya Nagisa itu lembut dan enak di pegang. Waw. Padahal dia cowok.
Dan sekarang kita lagi gandengan tangan meninggalkan kafe dan menuju taman.
Sekarang kita kelihatan kaya lagi yuri an. :v Meskipun setau aku satu-satunya cewe di sini hanya aku. :v
"Kayano, ku belikan es krim ya?!" aku lalu mengangguk. Lalu Nagisa berlari menuju penjual es krim yang ada di taman itu.
AAaa… TEDAKK! NAGISA NGELEPASIN PEGANGAN TANGANNYA... T,T
Btw, kan kalo Nagisa nggak ngelepasin tangan nya, dia nggak bakal bisa ke tempat penjual es krimnya. :P
Tapi.. bisa aja kita bareng-bareng kesana nya kan.. T,T
Oke, jadi sekarang daripada aku berdiri bengong nggak jelas, aku lebih memilih buat menuju bangku di sudut taman. Ini cuma perasaanku aja atau memang dari tadi aku dan Nagisa di ikuti orang ya? :v
Ah, masa bodoh. Yang penting aku bisa bersama Nagisa~~
Tapi..
15 menit kemudian.
PLIS DEH! BELI ES KRIM AJA LAMA BANGET SIH!?
Lama-lama kaki ku pegal duduk di bangku taman. Aduh.. Nagisa kemana sih? Kenapa lama banget!? O,O
Atau jangan-jangan beli es krim nya antri kali ya?
Atau jangan-jangan Nagisa di gangguin cowok, abis itu dia di culik, terus di bawa ke hotel, terus keperawanan(?) Nagisa di ambil!? TEDAKK!?
Atau Nagisa terlibat sesuatu yang berbahaya!?
Gak! Aku nggak bakal biarin hal itu terjadi! Aku harus nyari Nagisa sekarang juga! O,O9
NAGISAA.. I COME TO SAVE YOU..!~~ O,O
Aku lalu langsung mencari Nagisa di tempat dia beli es krim tadi. Semoga aku nggak terlambat.
Kalo nggak salah tadi Nagisa lari ke tempat penjual es krim itu dari sini. Aku mengedarkan pandanganku pada tempat-tempat sekitar sana.
"WUAA!"
Teriakan itu!? Itu suara Nagisa!
Dengan segera aku mencari sumber suara itu. Nagisa.. plis, semoga kamu baik-baik saja..
Aku berhasil menemukan seseorang berambut biru twintail, ah! Itu pasti Nagisa! Dan.. Rambut merah? Karma?
Dan di antara mereka ada Kanzaki, Sugino, Maehara, Isogai dan.. Koro-sensei dengan baju penjual es krim? Dan kedai es krim? Dan kenapa mereka terlihat memasang ekpresi terkejut?
Dengan segera aku berlari untuk mendekati Nagisa dan segera memanggil namanya.
"NAGI-.."
Panggilan ku terhenti. Seketika tubuhku berhenti bergerak. Rasa nyeri di dada yang tak tertahankan. Aku tahu persis apa yang ada di depan mata ku. Sebelumnya memang hanya terlihat samar-samar dari jauh, tapi saat ini aku berhasil mendekat dan tahu apa yang ada di depanku.
Nagisa dan Karma.. berciuman?
.
.
.
.
POV kedua akan dibawakan oleh Nagisa Shiota~~ ^^
Namaku Nagisa Shiota.
Oke, aku punya pacar, namanya Kayano Kaede. #ea
Entah kenapa aku selalu aja gugup kalo deket dia. :v dan kita sekarang juga agak jarang ngomong sih. Aku cuma berharap biar dia nggak mutusin aku gara-gara aku begini. T,T
Begitulah.. Aku punya rambut yang panjang, wajah yang menyerupai cewek, dan aku nggak segentle cowok-cowok lain. Hiks. T,T di tambah, aku ini pendek. Hiks. T,T
Nakamura dan kawan-kawan fujoshi nya juga pada bilang kalo aku punya potensi sebagai Uke. #what Ini maksudnya apa coba? Terus mereka juga sering jodoh-jodohin aku sama cowok lain.
Plis. Aku ini cowok. :v
Aku panik pas kemarin Kayano nangis gara-gara ngeliat aku tidur bareng Karma, Isogai, dan Maehara di lantai. Dan pada akhirnya aku mati-matian ngejelasin semuanya dan minta maaf sama Kayano.
Dan pada akhirnya Kayano mau maafin aku. :v aih, Kayano emang baik deh. I love you. #ea :P
Sedangkan Karma..
"NAGISA-KUN! OKUDA CUEKIN AKU! AKU HARUS GIMANA?" Tiba-tiba Karma langsung curhat sama aku. haha, ternyata kalo Okuda lagi ngambek, Karma jadi begini.
"Karma-kun, kamu OOC." -,- Ucapku yang juga ikut cuek. Tapi emang itukan urusan percintaan mereka. Dan aku nggak boleh ikut campur urusan orang lain. Untunglah aku punya Kayano yang mau ngertiin dan tidak bernasib sama dengan Karma. :D #ea
"Nagisa-kun, kalo Okuda nggak mau maafin aku, kamu yang gantiin dia jadi pacarku ya..?"
"Eh?"
Wha-
Tunggu! Barusan dia bilang apa?
Lalu Karma langsung duduk di bangkunya dengan aura hitam pekat. Aku bengong.
Tunggu! Aku pasti salah dengerkan?
Gak mungkin. Gak mungkin Karma maho. :v
Tapi sayangnya, setelah itu, seharian penuh sampai hari ini, Kayano diemin aku. :v Iya, dia emang udah maafin aku. tapi kenapa dia tetep diemin aku terus? Paling nggak biasanya kan kita basa basi. #lho
"Karma-kun, kita senasib." Ucapku pada Karma sekaligus curhat pada Kanzaki, Sugino, Isogai, dan Maehara.
"Senasib? Bukannya Kayano udah maafin?" tanya Karma. Kayaknya sekarang Karma udah agak mendingan. Tapi dia kelihatan badmood dan cuek sama masalahnya dengan Okuda.
"Maafin sih iya, Cuma sekarang dia jadi diemin aku. sama kaya Okuda." T,T
"ck, ck, sabar ya.." Ujar Sugino. Padahal dia sendiri nggak ada kemajuan sama Kanzaki. :P Itu karena dia masuk friendzonenya Kanzaki.
"Senasib? Kalau begitu kita jodoh."
JDER.
Apa yang di bilang Karma tadi? O_O
Gak. Ini gak mungkin. Karma, kamu gak mungkin maho kan?
"Ngomong-ngomong kenapa kalian sekarang jadi jarang ngobrol?" Tanya Kanzaki.
"Ya.. gimana ya..? Habis sekarang aku kalau deket Kayano, jadi Grogi." -,-
"Tapi kalau begitu, kalian nggak bakal ada kemajuan dong.. lebih baik kau ajak dia kencan." ujar Sugino. Plis deh, Sugino, kalimat itu lebih cocok buat kamu. -,-
"Kencan..? tapi aku sama Kayano udah sering kencan kok." Jawabku.
"Tapi Kencan nya cuma diem-dieman doang kan?" tebak Kanzaki. Dan itu tepat sasaran. O,O waw. Kanzaki berbakat jadi peramal. :v
"umm.. iya." Jawabku.
"Yaudah. Sekarang ajak dia kencan. Terus kamu harus bisa bersikap romantis pas kencan nanti! Tenang aja, kita bakal ngikutin kalian kok, jadi kalo kamu bingung, kamu bisa tanya kami."
"Ha? Maksudnya 'kalian' bakal nge-stalk kita kencan?" O,O what? Mereka? Kanzaki, Sugino, Isogai, Maehara sama Karma bakal ngikutin kencan ku dan Kayano? Mencurigakan.
"Udah.. sana ajak dia kencan!" suruh Isogai sambil mendorongku untuk mendekati Kayano.
"Semangat ya, Nagisa!" Sorak Maehara.
Dengan pasrah aku berjalan mendekati Kayano. "Kayano. Besok ketemuan di Kafe ya..?" Ajakku. Duh! Kenapa sih aku jadi gugup begini kalo deket Kayano. :v hiks. Kan aku jadi kelihatan lemah di depannya. Padahal aku pengen jadi cowok yang keren. Haha. T,T
Kayano bakal jawab apa ya? Gimana kalo dia nolak karena masih marah sama yang kemarin?
"Iya." Jawab Kayano. YAY! KAYANO MENERIMA AJAKAN KENCAN KU! XD
Dengan efek berbunga-bunga aku kembali menuju tempat duduk ku di sampingnya sambil memberi kode pada 5 orang tadi yang tentunya tidak di ketahui Kayano.
Besoknya, sesuai janji, aku dan Kayano ketemuan di kafe. Sayangnya..
MEREKA BENERAN NGIKUTIN KENCAN KITA! ASTAGAAHH!
Plis. Perasaan ku nggak tenang, aku bisa ngeliat Kanzaki, Sugino dan Karma yang lagi duduk bareng dengan menggunakan jaket hitam, topi hitam, serta kacamata hitam. Sekarang mereka bertiga persis kaya kawanan anggota organisasi berjubah hitam dari fandom detektif sebelah. :v
Di meja sebelahnya, aku ngeliat Maehara sama Isogai lagi sibuk menutupi wajahnya dengan Koran. Tapi entah kenapa aku yakin ada lubang kecil di Koran itu sehingga Maehara sama Isogai bisa mengintai aku dan Kayano. Dan entah kenapa aku ngeliat Maehara dan Isogai seolah mereka juga lagi kencan. :v
Haha.. :v fix.
Aku nggak bisa ngomong apa-apa sama Kayano. Ditambah dengan 5 orang yang lagi melototin kita. Aku lebih milih buat minum minuman yang barusan aku pesan. Waw. Seperti biasa minuman di kafe ini selalu enak- LHO!? KENAPA AKU MALAH NGURUSIN MINUMAN!? FOKUS! FOKUS!
Kira-kira Kayano tau nggak ya kalau ada 5 orang yang lagi ngikutin kencan ini? semoga dia nggak tau.
Lalu aku langsung melirik Kayano di depanku untuk memastikannya.
Tapi..
Belum sampai 3 detik, kayano ikut ngeliatin aku. Dan otomatis mata kami saling bertemu.
AAa..! gak sanggup! Aku nggak sanggup berpandangan mata lama-lama sama Kayano! T,T
Aku langsung menunduk dan menyesap minumanku dengan cepat. Aah.. pasti sekarang wajahku memerah.. T,T kenapa aku selalu begini sih..!?
Dan karena itu sampai sekarang aku nggak bisa ngomong apa-apa.
Tiddakk.. Kanzaki-san, aku butuh pertolonganmu..~
Aku melirik Kanzaki dan kawan-kawannya itu. Yah, Kanzaki juga kelihatannya udah gemes akut, lalu di memperlihatkan sebuah papan-yang entah didapatnya dari mana- dengan tulisan 'TOILET' sambil memberikan isyarat dengan tangannya.
Dan entah kenapa aku bisa mengerti kalau dia menyuruhku ke toilet. :v Mungkin kita punya telepati. :v
Kanzaki dan Sugino langsung beranjak dari tempat duduknya, sudah pasti mereka juga ke toilet. Sedangkan Karma, Maehara dan Isogai tetap berada di mejanya.
"Ka-Kayano.. aku ke toilet dulu ya?" pamitku pada Kayano. Sebagai pacar yang baik, harus pamit ke pacarnya kalo mau pergi pergi, dong~~ :P
Kayano hanya mengangguk.
Lalu dengan segera aku langsung menuju toilet dimana Kanzaki dan Sugino menungguku.
"Lama.." Ucap Sugino begitu aku sampai di toilet.
"kan aku juga harus pamit ke Kayano dulu." -,-
"Udah, ayo cepet masuk!" perintah Kanzaki sambil menyeret ku menuju salah satu toilet laki-laki. #what
Lalu di susul dengan Sugino yang mengikuti dari belakang.
"Tunggu, Kanzaki-san! I-ini kan.. Toilet cowok.. cewek nggak boleh masuk." O,O ucapku memberitahu. Setahu aku yang cowok di sini cuma aku sama Sugino. Lha Kanzaki kan cewek sendiri. O,O
"Udah, ga papa! Memangnya kau mau masuk ke toilet cewek!? Lebih mending kalo masuk toilet cowo kan!?"
Aku dan Sugino cuma diem. Fix. Kanzaki jadi OOC. :v setahu aku, Kanzaki itu cewek yang baik, sopan, meskipun suka main game, tapi tetep aja, ini terlalu..
"Kanzaki-san, kamu OOC."
Untung aja toilet cowok lagi lumayan sepi, jadi Kanzaki gak terlalu menarik perhatian. Yeah, Kanzaki terselamatkan. :v Dan..aku juga..
...
...
Yah, soalnya biasanya aku juga sering dikira cewek yang masuk toilet cowo. Sakit. T,T
Yeah, Kanzaki dan aku terselamatkan. Lho? Kok di ganti? Lupakan. :v
"Nagisa, apa-apaan tadi itu? Harusnya kau ajak Kayano ngobrol atau apaan gitu! Tadi itu bosenin tau gak!? Kalo gini terus, Kayano juga bakal diemin kamu terus!"
Aku di ceramahin Kanzaki-san.. T,T dan sekali lagi dia OOC. "ya, terus aku harus gimana?" tanyaku.
Kanzaki sama Sugino diem mikir.
"Aha! Ajak aja dia ke taman!" Usul Sugino.
"Taman?" -,- Tanya ku dan Kanzaki berbarengan.
"Iya! Setahu aku, gak jauh dari sini ada taman. Mungkin kau bisa ajak Kayano kesana, Nagisa!" Jelas Sugino.
"Ide bagus! Ajak Kayano ke taman, Nagisa!" perintah Kanzaki.
"Ehh..? Tapi.." -,-
"Udah! Cepetan!" Kemudian Kanzaki sama Sugino menyuruhku untuk kembali ke tempat Kayano berada. Yah, sekarang aku harus ajak Kayano ke taman. Masalahnya, aku bisa ngomongnya nggak nih? Plis. Jangan grogi. :v
Tapi begitu aku sampai ke tempat Kayano dan aku duduk tadi. Aku liat Kayano tiba-tiba senyum-senyum sambil ngelamun.
What?
Kayano kenapa nih? :v dia lagi ngelamunin apaan sih?
Atau.. jangan-jangan dia kesambet nih..? Tidaaakk...! mana di sekitar sini nggak ada dukun yang bisa dimintai pertolongan lagi. Aku mana bisa. Dan jangan tanya sama 5-stalker-kencan-aku-dan-Kayano, aku nggak mau tanggung jawab keselamatan Kayano ada di tangan mereka. Aku nggak relaa..! :v
"Kayano?" dengan ragu-ragu aku memanggil Kayano, siapa tahu suaraku bisa mengembalikan nya ke dunia nyata. #ea :v
"Eh? Nagisa, sejak kapan kau kembali?" dia lalu berhenti senyum dan merespon ku. Ah, ini tandanya dia sudah normal. :P
"Sekitar 1 menit yang lalu. Terus aku lihat kamu senyum-senyum. Kamu gak papa kan?"
"um."
...
...
Setelah itu kita berdua saling diem-dieman lagi. :v huaa.. kenapa akhirnya selalu begini sih..? T,T
Ayo bilang, Nagisa! Ajak dia ke taman! O,O9
Aku harus bilang!
Tapi kenapa aku nggak bisa bersuara!? T,T
Akhirnya sampai 10 menit kemudian, kita masih tetep diem-dieman. Hiks.
Oke, pokoknya aku harus bisa ajak dia ke taman! Titik! Hubungan kita harus membaik! :v
"Umm.. Kayano, mau ke taman nggak?"
Yatta! Aku berhasil bilang! Senangnya hati ku~~ ^-^
"Boleh." Sekali lagi Kayano cuma menjawabnya dengan singkat. Tapi tak apalah, yang jelas dia nerima ajakanku lagi. Yippie!
Tapi..
Apa itu!?
Aku tercengang begitu melihat tulisan di papan yang di perlihatkan Maehara dan Isogai.
'PEGANG TANGANNYA!'
EHH...!? O,O
Dengan ragu-ragu plus gugup, aku memegang tangan Kayano. Kayano sendiri terlihat agak terkejut, namun tidak mempermasalahkan hal itu.
Aku gandengan tangan sama Kayano~ XD
Aku gandengan tangan sama Kayano~ XD
Aku gandengan tangan sama Kayano~ XD #stop
Aku meleleh.. tangannya Kayano halus banget.
Akhirnya kita berjalan menuju Taman dengan selamat sentosa. :D tapi sayangnya sekarang aku bingung mau ngapain lagi.
Dan ternyata.. 5 ORANG TADI MASIH NGIKUTIN!?
Aku ngeliat Kanzaki, Sugino sama Karma lagi mengendap-endap layaknya detektif yang akan meringkus penjahat, sedangkan Maehara sama Isogai lagi sembunyi di semak-semak.
Plis deh, meskipun kalian bersikap seperti itu, aku juga bisa merasakan kehadiran kalian. -,-
Kayano tau nggak ya? Tapi kalau aku sendiri tau, berarti bisa aja Kayano juga tahu kan!? Argh..! -,-
Mana aku sendiri sekarang bingung mau kemana. Kemudian aku kembali melihat Maehara dan Isogai memperlihatkan papan kesayangannya sambil menunjuk penjual es krim yang tak jauh dari tempat ku dan Kayano berjalan.
'BELIKAN DIA ES KRIM!'
Wah, ide yang bagus! Seperti yang di harapkan dari duo Ikemen 3-E. :P
Dengan segera aku mengatakan pada Kayano bahwa aku akan membelikannya es krim. Lalu akupun segera berlari menuju penjual es krim itu.
Ngomong-ngomong aku akan membelikan Kayano rasa apa ya? :v aku lupa tanya. Ah, mungkin aku akan membelikan dia 5 es krim dengan rasa berbeda, Coklat, Vanila, Stroberi, kulit jeruk(?), dan extra kulit manggis(?). biar greget. :v Oke, ku akui aku OOC.
"Halo, Nagisa-kun."
Aku cengo. Apaan nih? Ternyata sang penjual es krim itu adalah guruku di kelas 3-E, alias Koro-sensei. Dan dia sekarang sedang berpakaian layaknya penjual es krim. Tapi penyamarannya kacau banget. :v
"Koro-Sensei.. Sensei ngapain jadi tukang penjual es krim?" tanya ku.
"Sensei cuma denger kalo Kayano sama Nagisa lagi kencan buat memperbaiki hubungan, makanya Sensei pengen bantuin." Jelasnya. Oke, ini konyol. Sebelumnya aku mau nyari penjual es krim lain, sayangnya di sekitar taman itu gak ada yang lain selain Koro-sensei. Terpaksa deh.. :v
Ngomong-ngomong, aku juga masih agak marah sama guruku ini, gara-gara dia kemarin malah asik banget makan cemilan sambil nontonin kita. Sumpah, itu sakit.
"Yaudah deh, beli es krimnya dong."
"Ehh.. itu.."
"Kenapa, Sensei?"
Wah, kayanya ada yang nggak beres nih.. firasatku mulai buruk. :v
"Begini Nagisa, Sensei sangat sayang sama murid Sensei. Kalau kau mau es krim, tanpa kau beri uang pun, Sensei akan berikan secara gratis.. Jadi, tolong dengarkan penjelasan sensei dulu, lalu.. hari ini benar-benar panas, dan.." Plis deh! Koro-sensei mau bilang apaan sih!? Ngomong yang bener dong! :v
"Sensei, aku di tungguin Kayano nih! Cepetan.. Sensei mau ngomong apa!?"
"Ehh.. Itu.. Sebenarnya semua es krimnya sudah sensei makan."
HAAAHHHH...?
Oke, sekarang aku bakal ngambek sama Sensei. Aku sudah membawa peluru BB yang akan segera aku jejalkan pada Sensei ku yang satu ini.
"Ah! Nagisa-kun, jangan marah dulu! Sebenarnya masih ada 3 eskrim lagi.. jadi tolong jangan lakukan misi rahasia itu di sini. Karena banyak orang, nanti ketahuan.." Ucap Koro-sensei dengan ketakutan.
"Beneran? Mana es krimnya?" tanya ku.
Yah, karena omongannya benar juga, gak mungkin aku melakukan misi rahasia itu di sini, jadi aku segera mengembalikan peluru BB itu ke saku baju ku.
"Itu.. Sebenarnya tadi Karma-kun sama Sugino-kun dateng dan minta es krim ke Sensei, jadi sisa es krim itu Sensei kasih.." jelas Koro-sensei.
Dan benar saja, di belakang Koro-sensei terlihat Sugino sama Karma lagi asik-asiknya makan es krim. Dan baju serba hitam mereka entah hilang kemana.
"Ah, Nagisa-kun, bagaimana kencannya?" tanya Karma. Dan sekarang aku pengen cakar mukanya yang lagi masang ekpresi tanpa dosa.
"Karma! Sugino! Kalian ngapain malah makan es krim!?" teriak Kanzaki yang tiba-tiba datang sambil facepalm.
"Ah, tadi nggak sengaja liat Koro-sensei, jadi aku menembakkan peluru BB padanya. Karena Koro-sensei bilang nggak boleh melakukan misi di taman ini, jadi kami minta es krimnya." Jelas Karma. Oke, jadi itu bener. Aku bisa melihat banyak peluru BB yang berserakan di sini.
"Woi! Bego kalian! Padahal itu es krim kan rencananya mau di kasihin ke Kayano sama Nagisa!" Bentak Isogai yang tiba-tiba dateng bareng Maehara sambil bawa-bawa papan.
"Bener tuh!? Wah, kacau deh.." Kanzaki kelihatannya udah pasrah. Karma sama Sugino cuma diem.
"Maaf ya, Nagisa, kita nggak tau.." ucap Sugino. Setelah itu mereka terdiam cukup lama.
Aku pengen marah, sumpah. Tapi kalo ngeliat mereka gini, aku jadi kasihan. Toh, mereka nggak sengaja. Lagipula mereka udah baik banget mau bantuin aku baikan sama Kayano sampe jadi stalker kencan kami berdua.
"Yaudah gak papa.." Ucap ku.
"Tapi, kita kan udah.."
"Udah.. lupain aja, lagian kalian kan nggak sengaja."
Setelah itu senyum untuk membuktikan kalau aku benar-menar memaafkan mereka. Lalu di lanjut dengan mereka yang ikut tersenyum.
"Nagisa-kun.." panggil Karma tiba-tiba.
"Ada apa?"
"Sebenarnya tadi aku cuma makan satu, dan Sugino juga cuma makan satu, jadi masih ada satu es krim yang sisa." Ucap Karma sambil memperlihatkan sebungkus es krim.
Kita semua diem.
"Karma-kun! Bilang dari tadi dong!" O,O
"Yaudah.. sekarang berikan es krim ini ke Kayano, pasti dia udah nunggu lama."
Yah, kalo di pikir-pikir Kayano pasti udah nunggu dari tadi sih.. tapi satu es krim saja tak apalah..
Aku lalu berjalan mendekati Karma untuk mengambil es krim itu dari tangan Karma.
Sayangnya..
Tanpa sengaja kaki ku terpeleset peluru BB yang di tembakkan Karma pada Koro-sensei yang saat ini berserakan di tanah.
Aku terjatuh menimpa Karma yang ada di depanku. Karma sendiri tidak siap sehingga tidak sempat menghindar.
"WUAA!" Teriakku. Di lanjut dengan Kanzaki,Sugino, Isogai dan Maehara yang memasang ekpresi terkejut. Koro-sensei juga sepertinya terkejut, tapi tidak Nampak pada wajahnya yang senantiasa selalu tersenyum.
Lalu pada akhirnya kami berdua jatuh ke tanah dengan posisi aku di atas dan Karma di atas dengan mulut kami yang saling bersentuhan.
Hening. Kami semua mematung. Syok. O,O
"NAGI-.." Suara itu.. Itu suara Kayano!
Hening.
"Karma..-kun?" Suara Okuda-san?
Hening.
Aku langsung melepaskan posisi ku, dan langsung terduduk. Aku langsung mencari asal suara Kayano. Dan benar saja, Kayano berada di sana sambil mematung. Lalu tak jauh dari sana juga terlihat Okuda yang sedang terlihat kaget dan berkaca-kaca.
Apa ini!? :v
KENAPA MEREKA BERDUA SELALU DATANG DI SAAT YANG TIDAK TEPAT!?
Karma. Bagaimana dengan Karma?
Aku bisa melihat Karma tampak menatap Okuda seolah mengatakan 'Ini tidak seperti yang kau lihat'.
Dan Kanzaki, Sugino, Isogai, dan Maehara cengo. Mereka mematung sambil menatap kejadian datangnya Kayano dan Okuda.
"Ka-Kayano.."
"Okuda.."
"Aku bisa jelaskan! Ini.." fix. Aku kehabisan kata-kata. Dan Karma juga kelihatannya masih sedikit syok dan bingung bagaimana menanggapi hal ini.
"Kalian berdua.." Kayano terlihat mau menangis. Plis, jangan nangis, aku nggak tega liat kamu nangis. #ea :v
"Padahal aku fikir, dengan datang ke taman ini, aku bisa sedikit melupakan kejadian waktu itu.. tapi.." Ucap Okuda. Dan dengan ajaib dia bisa ngomong dengan lancar tanpa harus gugup. :v
Lalu di lanjut dengan Okuda dan Kayano yang langsung lari pergi meninggalkan kami.
Aku dan Karma mematung. Kami berdua bahkan tidak bisa berdiri untuk mengejar Kayano dan Okuda.
Hening menyelimuti kami semua. O,O
JADI TUJUAN KENCAN INI APAAN!? KENAPA MALAH MAKIN PARAH!? T,T
.
.
.
-TBC-
Omake:
Normal pov.
Koro-sensei terdiam setelah membagikan soal tes. Murid kelas 3-E itu juga ikut terdiam.
"Ano.. Sensei.. Sebenarnya ada apa ini..?" O,O
"Suasana ini benar-benar tidak bisa membuat kami konsentrasi mengerjakan tes." -,-
Seluruh murid dengan takut-takut melirik pada Nagisa, Kayano, Karma dan Okuda yang sedang diam menulis jawaban dari soal tes yang di berikan Koro-sensei dengan aura hitam yang keluar memenuhi kelas.
"Sebenarnya mereka kenapa?"
Kanzaki, Sugino, Isogai dan Maehara terdiam. Mereka tidak mau mengatakan apa-apa. -,-
"Banyak hal yang terjadi." Jawab Koro-sensei. Murid 3-E bingung tak mengerti.
.
.
Yah, entah kenapa chapter ini lebih panjang dari chapter sebelumnya. :v Author sendiri juga gak nyadar tiba-tiba udah jadi aja. :P ngomong-ngomong, yang chapter 1 itu harusnya TBC, bukan END. Itu karena Author lagi khilaf. XD
Terimakasih yang sudah favs dan follow fanfic ini. Terima kasih Review nya ya. ^^
Wotaku0348: Baik! Ini sudah lanjut! Silahkan membaca~ ^^
Mashiro Io: Saya senang ada pembaca yang bisa senyum karena membaca fanfic saya. Dan emang Innernya Karma parah banget :P. Sama-sama~
Mugipyon: Saya juga suka Karma yang khilaf. :D oke, terimakasih Reviewnya~
Gery O Donut: iya, Karma penuh kekhilafan~ :D Terimakasih reviewnya.
.
.
Sampai jumpa di chapter selanjutnya~ ^^
RnR?
