Kisah Kelas 3-E
Chapter 3: Kegalauan Belajar Bersama
.
.
Tittle: Kegalauan Belajar Bersama
Author: Yurina305
Rated: T
Genre: Humor
Main Chara chapter ini: Asano, Nagisa, Karma, Isogai, Maehara
.
.
Acara belajar bersama di rumah Asano ini di bawakan oleh Gakushuu Asano~~
Namaku-.. ah, pasti kalian udah pada tau kan.. liat aja di tulisan atas. O_O/
Dan biar aku jelaskan, malam ini, Nagisa, Karma, Isogai sama Maehara bakal dateng ke rumah ku yang notabene gede, dan mewah. #ea :v
Kenapa mereka kemari? Jawabannya karena mereka mau belajar bersama dengan aku sebagai tutornya.
Btw, kalian juga pasti heran kenapa aku mau-maunya nampung plus ngajarin 4 anak kelas 3-E itu di rumah ku. Padahal kalian tahu sendiri kalo aku paling anti sama murid kelas 3-E.
Well, mari kita kembali ke waktu sebelumnya.
4 jam sebelumnya.
Saat aku sedang jalan-jalan di sekitar perbelanjaan tiba-tiba saja Nagisa, Karma, Isogai, sama Maehara nyemperin aku.
"ASANO!" fix, sekarang sepertinya aku perlu ke dokter telinga. Manggil sih manggil, tapi volumenya kira-kira dong! :v
"Ngapain kalian manggil, kelas E?" tanya ku cuek.
"Siapa yang manggil, sih!? Jangan ge-er deh!" Ucap si cabe merah a.k.a Akabane Karma. Apaan nih!? Udah bikin telinga sakit, sekarang aku dapet perlakuan kaya gini sama si merah ini. -,-
Btw, emang biasanya juga aku sama Karma kayak begini terus sih. :v
"Karma-kun, jangan begitu sama Asano-kun." Aih, seperti biasa, Nagisa emang selalu baik dan sopan~ XD
"Biarin! Lagian kenapa kita harus minta bantuan si kelabang ini buat ngajarin kita belajar sih!?" Bales Karma masih memberi tatapan tajam. Tunggu? Belajar? :v
"Ngajarin? Ngajarin apa?" tanya ku begitu menangkap kalimat yang di ucapkan Karma.
"Begini, besok ada tes, dan kita pengen belajar bareng, cuman nggak ada yang ngajarin. Jadi kita pengen kamu bersedia ngajarin kita Asano." jelas Isogai.
"Kenapa harus aku?" tanyaku. Oke, ini aneh, diantara banyak orang, kenapa aku yang harus dipilih? :v
"Karena ada di dekat sini." Hah? Cuma karena jarak kita deket doang? -,- apa maksudnya ini Isogai..?
"Karena kebetulan liat." PLISS.. Maehara.. kenapa jawabannya sebelas-duabelas sama Isogai? jadi hanya karena kita kebetulan di sini. Dan kenapa Maehara ngejawabnya pake wajah tanpa dosa gitu, sih!? -,-
"Aku nggak ngerasa milih kamu buat ngajarin tuh. -,- dan jujur, aku nggak rela di ajarin sama si sialan ini." oke, jawaban Karma ini bikin aku marah beneran. O_O
"Um.. Karena Asano orang yang pintar dan kebetulan kita ngeliat kamu di sini, kita nggak sempet nyari yang lain lagi." Kaya nya emang cuma Nagisa yang niat jawab. Jadi biarlah aku hanya mendengarkan jawaban Nagisa dan mengabaikan 3 orang lainnya. #ea XD yah, meskipun alesannya bikin sakit juga sih.. :v
"jadi, mau nggak, Asano-kun..?" Tanya Nagisa dengan wajah penuh harap.
Sebenernya sih aku nggak mau dan nggak akan pernah mau ngajarin Kelas E. yah, secara mereka itu saingan aku. :v
Tapi kalo Nagisa minta dengan wajah penuh harap yang Imut-Manis-Moe itu, aku pikir-pikir deh. :v #what
"Kenapa nggak minta ajarin ke Karma aja?" tanya ku lagi. Pada tahu sendiri kan? Karma itu termasuk sainganku dalam peringkat sekolah, dan paling enggak dia paling pintar kedua di sekolah.
Dan entah kenapa mereka berempat cuma diem. What? Emangnya apa yang salah dari perkataan ku? Emang bener kan? :v
"Ogah." Jawab Nagisa, Isogai, dan Maehara serempak, perkataan itu sukses membuat ku melihat aura suram pada Karma.
Wkwkw.. Karma rupanya lagi di tolak jadi guru nih ye~ :v
"Kenapa?" tanya ku lagi. Mereka(-Karma) langsung menyeretku menjauh dari Karma. Kenapa nih?
"Asano, Okuda lagi ngambek sama Karma, makanya pas tes pertama tadi, Karma saking depresi nya bukannya nulis jawaban, dia malah nulis 'Okuda, maafin aku', 'Yang kemarin itu salah paham', 'Jangan putusin aku', dan sebagainya tulisan tentang Okuda." Jelas Maehara sambil berbisik.
"Jadi Karma gak mungkin bisa ngajarin kita!" Ucap Nagisa.
Oke, aku tahu kalau Karma punya pacar bernama Okuda Manami, dan sepertinya sekarang mereka sedang ngambekan. Hehehe~ Kasian..~~ :P
"Tapi kenapa Okuda bisa ngambek?" tanya ku lagi. Fix, entah kenapa sekarang aku jadi super kepo. :v Tapi setahu aku Okuda itu orangnya pendiam, pemalu, selalu gugup, dan aku nggak nyangka kalo dia bisa ngambek, apalagi ngambeknya sama Karma.
"Itu karena dia salah sangka pas dia ngeliat kita berempat tidur di sekolah, lalu di tambah sama masalah kemarin pas Okuda ngeliat Karma sama Nagisa lagi-.."
Mereka diem. Maehara nggak ngelanjutin kata-katanya. Dan sepertinya dia juga nggak niat buat ngelanjutin kalimatnya lagi. Oke, sekarang aku jadi penarasan! Okuda ngeliat Karma sama Nagisa lagi apa!? :v
Dan entah kenapa tiba-tiba wajah Nagisa langsung merah.
WHAT?
Sekarang aku jadi penasaran banget. Firasatku mulai nggak enak.
ADA APA INI!? SEBENARNYA APA YANG TERJADI!? SESEORANG TOLONG BERITAHU AKU!
"Udah, cepetan ngobrolnya!" teriak Karma sambil mendekat ke kami. Aa.. sekarang aku tidak bisa mengetahui kelanjutannya! T,T
"Mau ya, Asano-kun!" Pinta Nagisa dengan wajah imut-imutnya itu. Aa.. sekarang aku nggak tahan! Aku nggak mau jadi maho..! T,T
"Iya deh.." Jawabku pasrah. Dan sekarang terlihatlah wajah tidak percaya, kaget, plus kegirangan dari Nagisa, Isogai dan Maehara, sedangkan Karma hanya mendecih kesal.
Gak. Ini gak bisa terjadi. Masa iya, seorang Asano mau-maunya ngajarin anak-anak kelas 3-E ini. :v Tapi..
"Inget! Sebenarnya aku ogah ngajarin kalian! Secara kalian ini murid dari kelas E. Dan ini bukan berarti aku mau ngajarin kalian dengan senang hati, ini juga bukan berarti aku kasihan sama kalian, ini bukan berarti aku parsah ngajarin kalian, ini bukan berarti aku mau ngajarin kalian karena wajah manis-imut-moe nya Nagisa, dan ini bukan berarti kalau.." Ucapan ku barusan terputus. Saat itu ku lihat Nagisa, Isogai, Maehara dan Karma tengah sweatdrop menatapku.
Haha.. :v
Hahaha.. :v Fix, mereka pasti ngira aku tsundere. T,T
"Umm.. Yaudah deh, Asano, Kau punya waktu luang buat ngajarin kita jam berapa?" Tanya Isogai.
"Nanti malam, mungkin?" Jawabku asal. Sejujurnya emang dari sekarang aku lagi nganggur, makanya aku jalan-jalan di sekitar perbelanjaan ini. :v
"Oke, Nanti malam kita ke rumah mu ya, Asano! Bye!" Ucap Maehara dan pergi bersama 4 orang lainnya.
Aku cengo. :v
Apaan nih!? Mereka tiba-tiba dateng, bikin sakit telinga, minta ngajarin belajar, dan pergi gitu aja? Ini sakit. Beneran.
Dan memangnya apa aku sudah setuju kalau acara belajar bersama itu bertempat di rumah ku!?
Yah, begitulah bagaimana terciptanya acara belajar bersama dengan aku sebagai tutornya di rumah ku.
Dan syukur aja, ayahku lagi gak di rumah. Bisa berabe kalo dia tahu aku lagi ngajarin anak-anak kelas E belajar. Hancur sudah harga diri ku di depannya. :v
Dan jangan tanya kemana perginya dia. Aku sendiri nggak tahu, dan enggak mau tahu. Dasar ayah tidak tahu diri. Malam-malam begini pergi meninggalkan anaknya. Aku muak. :v #ea
Dan keempat anak kelas E itu sekarang udah nyampe di rumah ku dengan selamat sentosa. Padahal aku berharap di merah yang ada di antara mereka itu nggak usah ngikut aja. :v
"Ngapain dia pake ngikut segala, sih!?" Ucapku sambil menunjuk Karma.
Dan segera saja Karma langsung naik pitam. "Ogah banget di ajarin kamu! Sebenarnya aku juga gak bakal mau ngikut kalo Nagisa gak maksa aku pake wajah manisnya itu, ya!" what? :v
Nagisa langsung mingkem di tempat.
APA MAKSUDNYA INI!? AKABANE KARMA JADI MAHO!? AKABANE! AKU TAU KALO KAMU LAGI NGAMBEKAN SAMA OKUDA, TAPI NGGAK USAH PAKE BERALIH JADI MAHO JUGA KALI! T,T :v
"Wah, Rumahmu gede ya, Asano! Barang-barangnya kelihatan mahal-mahal." Ucap Isogai norak. Isogai!? Apa dia gak tahu suasananya!? T,T
"Apaan sih.. biasa aja kok. -,-" Bales Maehara. Padahal kelihatan kalo matanya lagi blink-blink ngeliatin barang-barang di rumahku.
Oke, sekarang aku jadi was-was kalo sewaktu-waktu mereka jadi maling di rumah ku. :v
"Alah.. Kamu sendiri nggak bisa beli kan?" Bales Isogai.
"Apa sih yang nggak, buat kamu?" Ucap Maehara. Hah? Apa ini?
"Hah? Barusan kamu bilang apa, Maehara?" O,O tanya Isogai
"Nggak, tadi kamu cuma salah denger. :v"
PLISS.. TOLONG.. ADA YAOI NYASAR DI RUMAH KU! DAN SUMPAH, CARA MAEHARA NGELES SAMA SEKALI NGGAK ELIT! T,T
INI SEBENARNYA APA KABARNYA ANAK KELAS 3-E INI JADI MAHO!? :v
Oke, sekarang kepala ku sakit. aku butuh promag. #lho? :v
"Yaudah. Cepet pada masuk." Perintahku. Mereka cuma manut aja kecuali si merah itu. "Gak usah merintah aku juga tahu!" bentak Karma sambil mengikuti 3 orang lainnya. Aku cengo di tempat.
Sabar~ sabar~.. :v Akabane, bukankah wajar bagi pemilik rumah mempersilahkan tamunya untuk memasuki rumah? Apa nya yang salah? Yah, emang cara ku mempersilahkannya agak kasar sih~ :P
What? Aku baru saja mempersilahkan murid kelas E masuk rumah ku!? O,O sebenernya kenapa aku tiba-tiba jadi baik gini sama mereka, sih!? Apa tekanan dari moe nya Nagisa sebegitu kuatnya!? :v
"Mau belajar dimana?" tanya ku. Mereka lalu membiarkan semua keputusan di tanganku.
Biasanya sih aku belajar di kamarku. Tapi gak mungkin kita belajar di kamarku. Hei, Kamar itu privasi! :v Dan aku nggak mungkin biarin mereka masuk kesana. APALAGI DENGAN ADANYA SI MERAH AKABANE YANG PASTINYA BAKAL NGOBRAK-ABRIK KAMARKU.
Akhirnya aku langsung menyiapkan sebuah ruangan khusus bertema tradisional dengan duduk lesehan lengkap dengan sebuah meja bundar dan bantal. Yah, ruangan ini cukup luas, dan pastinya aman.
Dan acara belajar kami pun dimulai. :v ~~
Sesuai dengan info dari mereka, tes besok adalah bahasa jepang, jadi aku mengajari materi bahasa jepang, dilanjut dengan pelajaran Matematika, yang juga akan jadi tes besok lusa
1 jam berlangsung.
Aku mengajari mereka dengan sabar. Tapi kalau menurutku pribadi, meskipun mereka masuk kelas E, mereka cukup mudah untuk mempelajari pelajaran. :v ini aneh, mengingat mereka murid dari kelas 3-E yang notabene End Class.
Aku kemudian melirik Karma yang sedang asik-asiknya tiduran di lantai, dia sama sekali tidak memperhatikan aku, menyebalkan sekali. Harusnya aku mengusirnya! -,-
"Asano-kun pintar mengajar ya? Aku bisa mengingat materi ini dengan baik. ^^" Ucap Nagisa. Awwawaww.. OwO aku meleleh..~ XD Nagisa memujiku. Yah, meskipun dia bilang bisa mengerti dengan materi ini, yang kulihat dia banyak menuliskan nama 'Kayano' di bukunya. Sebenarnya ada apa dengan Nagisa dan Karma sih!? Kan aku jadi penasaran. -,-
Aku mengintip buku Nagisa sekali lagi, sekarang terlihatlah tulisan yang lumayan gede, 'Kayano, jangan ngambek terus. Pliss, maafin aku.' dan tulisan di sisi lain, 'Kayano, Kayano, Kayano, Kayano, Kayano..' sampe menuhin 3 lembar.
Aku cengo. :v
"Apanya? Cara mengajarnya amatiran banget, kok!" Sahut Karma yang langsung memancing amarahku.
"Akabane, kalau nggak niat belajar, mending pulang aja sana!" bentakku emosi.
"Karma-kun, Asano-kun! Jangan berantem!" Ucap Nagisa menengahi pertengkaranku dengan Karma. Sedangkan Isogai dan Maehara hanya asik menonton. Hhh.. -,-
"Asano-kun, Kalau Karma begini terus, dia bisa dapat nilai jelek lagi di tes besok, jadi bantu dia ya..?" Pinta Nagisa. Sedangkan Karma hanya mendengus kesal.
"Aku nggak perlu di ajari dia! Ogah banget! Lagipula dia nggak bisa ngajar!" Tolak Karma ketus. Ni anak emang beneran minta di pites. -,- hei, pekerjaan guru itu butuh kesabaran dan ketelatenan, dan dia dengan gampangnya menghina ku.
"Yaudah, kamu gantian ngajar sana!" Suruhku sambil berjalan ke luar ruangan. Ketiga orang lainnya hanya bengong dengan keputusanku. Yah, padahal tujuan mereka kesini agar bisa di ajari olehku karena tidak bisa di ajari Karma. :v
Aku sebel banget sama si merah itu. Wajar sih kalau kita selalu berantem pas ketemu.
Tapi terkadang aku mikir. Kenapa kata 'Bertengkar' selalu menjadi tradisi kami saat bertemu? Kenapa kita harus selalu musuhan?
Padahal kita bisa saingan yang baik. Padahal kita tidak harus jadi musuh terus menerus. Padahal dia tidak memiliki banyak salah padaku, hanya sekedar omongan saja. Aku bahkan tidak begitu ingat sejak kapan kami bisa selalu bertengkar seperti ini.
Well, kita nggak mungkin akan selalu bermusuhan selama nya. Musuhan itu nggak baik. Dan aku nggak mau nambah dosa. :v #ceilah
Loh? Kok aku jadi mikirin dia sih!? -,-
Beberapa menit kemudian berlalu. Aku lalu kembali memasuki ruangan yang di gunakan mereka belajar untuk mengecek keadaan mereka. Sekalian ngasih jus jeruk ke mereka. yah, sekali-kali jadi baik sama mereka juga gak buruk-buruk amat, meskipun biasanya ada pelayan yang nganter minuman. -,-
Tapi sedetik kemudian aku cengo. 3 orang korban murid Karma itu tengah sweatdrop. Sedangkan di sisi lain, Karma berwajah suram dengan aura hitam di sekitarnya.
WHAT!? SEBENARNYA APA YANG TERJADI DALAM 10 MENIT TADI!? :v
"Ada apa ini!? Kalian kenapa?" Tanyaku.
"Ah, Asano, itu.. tadi Karma baru menyerahkan soal bahasa jepang ini pada kami, tapi.." Kalimat Isogai terputus. Dia memperlihatkan tiga lembar kertas dengan soal bahasa jepang tertera di sana.
Seketika aku matung.
1. Apakah Karma Akabane cocok bersanding dengan Okuda Manami? (yang jawab enggak, nyawa melayang.)
2. Apa yang kamu lakukan bila seorang wanita yang sangat kamu cintai mengiramu adalah seorang homo?
3. Seorang lelaki bernama A tanpa sengaja berciuman dengan lelaki bernama B yang membuat pacar A salah paham dan mengira nya seorang homo.
a) bagaimana perasaan si A?
b)Rangkailah kata-kata yang cocok di gunakan lelaki A untuk meminta maaf pada si perempuan pacarnya!
4. Apa yang kamu lakukan bila tahu teman laki-laki mu lebih manis dari pacarmu?
5. Anggap kamu seorang perempuan, dan apa yang kamu lakukan bila pacar mu jauh lebih manis dari mu? (riques Kayano)
(Matematika) Karma + Okuda = ?
Sekali lagi aku cengo kuadrat.
Aku sama sekali nggak nyangka tingkat kegalauan Karma sampe nyalur ke soal bahasa jepang kayak begini. -,-
Aku lalu melirik Karma yang lagi suram dengan aura hitamnya itu.
Kalau di pikir-pikir aku emang nggak tahu rasanya di marahin sama cewe. Dan aku emang nggak pernah pacaran. Eit, bukan berarti aku nggak laku, malahan banyak cewe-cewe yang ngantri jadi pacarku, hanya saja aku belum bisa nemu yang pas. Ada sihh.. yang kumaksud si biru di depanku ini #ea, tapi dia kan cowo, selain itu dia udah punya cewe yang namanya Kayano. Dan kayaknya dia sayang banget sama pacarnya itu, jadi aku mungkin nggak bakal bisa dapet tempat. :v T,T
"Mau di biarin aja nih?" Tanya ku. Dan mereka bertiga hanya mengangkat bahu.
Bukannya aku peduli sama Karma sih.. Cuma aura hitamnya itu loh.. bikin gak enak belajar!
"Oi, Akabane! Kalau mau galau jangan di sini! Bikin rusak konsentrasi tau gak!?" bentakku.
"Berisik! Lanjutin aja cara ngajarin gak mutu mu itu!" Sahut Karma. -,- padahal dia sendiri gak becus jadi guru pas aku suruh ngajar tadi. -,-
Aha, mendadak aku mendapat ide untuk mengerjai si Akabane ini. Aku pun mendekati nya dan dengan sengaja menumpahkan segelas minuman yang kubawa pada baju Karma.
"Ups! Maaf, tangan ku kepleset!" Ucapku dengan wajah tanpa dosa. Dan tanpa di beri aba-aba, Karma langsung marah dan mengambil segelas air dari nampan yang ku bawa tadi.
Karma lalu menumpahkannya ke arahku. Dan baju ku sekarang sukses basah.
Yakk! Sekarang kita berdua jadi tumpah-tumpahan jus jeruk. Padahal ini minuman udah di buat dengan segenap jiwa dan raga. T,T #ea
Sedangkan ketiga anak lainnya langsung panik dan berusaha melerai kami berdua.
Sekarang giliranku. Aku lalu mengambil segelas jus jeruk itu dan bersiap menyipratkannya pada Karma.
Sayangnya, Karma tak kalah cepat, dan mengambil segelas jus jeruk terakhir dan langsung menyipratkannya ke arahku.
Kami berdua saling mencipratkan jus jeruk itu secara bersamaan.
SRAT
Nagisa dan Isogai sukses basah kuyup.
Hening.
Kita semua mematung.
Jadi sebelumnya, tak sengaja cipratan jus jeruk kami berdua meleset dengan kompaknya sukses menumpahi Isogai yang ada di samping ku dan Nagisa yang ada di samping Karma.
Jadi intinya, jus jerukku menumpahi Nagisa dan jus jeruk Karma menumpahi Isogai.
Hening.
Kami bertiga, aku, Karma, dan Maehara langsung panik saat Nagisa dan Isogai kompak mengeluarkan aura hitam pekat, dan ini lebih menyeramkan dari Karma.
"Na-Nagisa, Ma-maaf ya, aku nggak sengaja.." Ucapku.
"I-Isogai, Maaf.. A-aku juga nggak sengaja.." Ucap Karma.
Maehara mingkem di tempat. -,-
"Huf.. yaudah deh.. kalian kami maafin." Jawab Isogai.
"Yang penting kalian udah nggak berantem lagi." Sahut Nagisa. Aku dan Karma langsung menghela nafas lega.
Kami berempat diem lagi.
"Bego kalian! Lihat sekarang lantai basah dan kalian basah kuyup!" Bentak Maehara. Aku lalu memandang lantai yang basah. Di lihat dari mana pun, ini memang salahku, aku yang pertama kali sengaja menumpahkan minuman ke Karma.
"Asano, lap, dan embernya dimana? Biar kami yang bersihin." Ucap Nagisa.
"Nggak usah, nanti biar pembantuku saja yang bersihin. Mendingan kita ngeringin badan." Balasku dan menuntun keempat anak itu ke kamar mandi. Yah, tapi Karma terlihat mengikuti dengan malas-malasan.
Dan sepertinya Maehara lagi beruntung banget, dia nggak kena siram jus jeruk dan bajunya masih bersih. :v
Oke, jadi sekarang kami berempat udah mandi dan ngebersihin diri dari noda jus jeruk. Masalahnya, sekarang baju kita basah dan nggak bisa kita pake. Jadi baju kita cuma di cuci, abis itu di gantung di pengering.
Aduh.. mana nggak ada baju bersih lagi yang bisa pake. Apa yang di lakukan para pembantuku sih..? masa nggak ada baju yang kering? T,T akhirnya aku, Nagisa, Isogai dan Karma terpaksa nggak pake baju.
Ahhh…! Aku mati-matian menahan hasrat(?) karena ngeliat Nagisa nggak pake baju. Tapi emang sebenernya kita sama-sama cowok sih.. jadi gak ada yang harus di khawatirin. Toh, kita masih pake celana. :v
Kita berempat duduk-duduk di ruang tengah.
"Asano. Maaf ya." Aku dan ketiga anak lainnya cengo. What? Ini Karma minta maaf ke aku!? O,O Rekaman mana!? Ini hal yang langka! O,O
"maaf? Maaf apa?" tanyaku.
"Ya maaf aja! Jujur, aku nggak rela minta maaf ke kamu, tapi kalo aku pikir-pikir lagi, aku emang salah. Jadi maaf!" Ucap Karma. Dan entah kenapa aku ngerasa dia kaya tsundere. :v
"Yaudah. Aku juga sebenarnya salah kok, jadi aku minta maaf juga, dan ini juga untuk Nagisa, Isogai, dan Maehara." Balesku.
"Oke, jadi kita impas." Jawab Karma.
Dan entah kenapa Nagisa, Isogai dan Mehara senyum-senyum.
"Akhirnya mereka berdua bisa maafan juga!" Ucap Maehara.
"Ini kemajuan!" Ucap Isogai.
"Kita selalu khawatir pas kalian selalu berantem lho!" Ucap Nagisa.
Bener juga. Kenapa aku dan Karma selalu berantem? Padahal kalo mau, kita bisa damai kaya tadi.
Dan kenapa aku selalu membenci murid kelas E? memang mereka murid terbawah di sekolah, tapi tidak ada alasan lain untuk membenci mereka. Mereka selalu sabar saat di diskriminasi, dan selalu berusaha agar orang lain bisa melihat mereka. Dan aku dari tadi merasa nyaman-nyaman saja saat bersama mereka.
Yah, mungkin sedikit demi sedikit pandanganku pada mereka bisa sedikit berubah.
Tapi.. -,-
"Asano, ayah pulang-.." Tiba-tiba ayahku datang menuju ruang tengah dimana kami berempat sedang duduk dengan 3 diantara kami tanpa baju.
Hening.
Ayahku syok.
Aku, Nagisa, Isogai, Maehara dan Karma mematung.
"ASANO! INI APA KABARNYA KAMU TIBA-TIBA JADI MAHO, NAK!? TOBAT, NAK! TOBAT!" Teriak Ayahku. Kita berempat matung lagi. What? Apa ini? ayahku berubah jadi om-om alay? :v
SIAL! KENAPA AYAH PAKE NGIRA AKU MAHO SEGALA!? :v T,T
"hah? Maho? Ayah, ini gak kayak yang ayah liat, tadi itu-.." aku berusaha menjelaskan, tapi langsung di potong ayahku. "AKU NGGAK MAU DENGER PENJELASANMU, ASANO! AYAH MAU KE KAMAR SEKARANG!"
Dan dilanjut dengan ayahku yang masuk kamar. Aku cengo.
Nagisa, Isogai, dan Maehara masih mematung, sedangkan Karma ketawa gak jelas.
Fix, ayahku ngira aku maho. :v ini sakit. beneran.
INI ACARA BELAJAR BERSAMA YANG PALING PARAH! UDAH BAJU BASAH, DI KIRA MAHO SEGALA LAGI! SAKIT TAU GAK!? O,O
.
.
.
.
-TBC-
Wahh.. sekarang banyak kerjaan, ditambah udah masuk sekolah. Dan yang bikin aku sakit adalah, jam pulang sekolahku makin sore aja.. T,T
Oke, makasih yang udah mau review, favs dan follow~~ ^^
Gery O Donut: what? Yaoi dan yurian? O,O tapi mereka masih belum putus kok~~ ini sudah lanjut, silahkan membaca..^^
Arisu Nine: iya gak papa kok.^^ terimakasih sudah mau repot-repot ngakak karena membaca fic saya.. XD baik ini sudah lanjut, silahkan membaca, dan salam kenal juga~
CyberYume: beneran humornya kerasa!? O,O Makasih..~^^ baik ini sudah di lanjut, silahkan membaca!
mari: Drama nya kerasa ya? Haha.. saya aja nggak nyadar, makasih.. hai juga, makasih udah bilang ceritanya bagus!^^ ini udah saya lanjut, silahkan membaca~ dan saya usahakan untuk apdet cepet! XD
.
.
.
Oke, sampai jumpa di chapter selanjutnya ya.. :D
RnR?
