Tittle: Tetaplah bersahabat… senpai.

Disclaimer: Kuroko no Basket milik Fujimaki Tadatoshi-sensei.

Warning: Gaje,OOC (tingkat provinsi),OC,Absurd,typo, loncat katak dimana-mana (?) dan lain-lain…

Summary: "Tetaplah bersikap tidak terjadi apa-apa di depannya", para anggota GoM termenung memikirkan perkataan Akashi. Sampai… sekarang mereka duduk di bangku SMA. Mereka tidak tahu…harus mengapakan ikatan yang telah diberikan gadis itu.

Genre: Friendship & Drama

Rated: K

Author's note: Maaf, kegiatan saya di dunia nyata menyita waktu saya…(Ditambah PR yang terus numpuk… #Gaknanya).Meski gak banyak yang baca fanfic saya…hiks… tapi tetap saya akan lanjutkan…^^


.

.

HAPPY READING… I HOPE YOU LIKE IT

.

.


Ke esok kan harinya Para GoM+Momoi sedang merasakan galau yang berlebihan, sampai-sampai langit pun ikutan galau (mendung maksudnya). Karna Kohai yang lucu imut-imut mereka belum datang-datang juga…

"Usagicchi, kemana ya ssu?… Semenjak kemarin kita belum bertemu denganya lagi ssu" keluh Kise malas sembari memonyong-monyongkan bibir ke depan. Dengan malasnya para GoM menjalankan latihan (Meski tentu saja Titahan Raja gunting Akashi yang tetap terus terdengar mereka hanya anggap angin berlalu)."Kemana Kuroko nanodayo?" Tanya Midorima sembari membetulkan letak kacamatanya."Ke…nyam..kelas 8-A…nyam" jawab Murasakibara makan snacknya lagi sampai serpihannya jatuh ke Lantai.

"Untuk apa nanodayo?" Tanya Lagi Midorima yang kebetulan lagi betulin tali sepatu bukan letak kacamata lagi (?)."Tentu saja untuk mencari Usagi dasar Kacamata-BAKA!" kata Aomine yang sibuk dengan bukunya."Gak biasanya Aominecchi belajar ssu… Apakah Aomineccchi sudah insaf ssu?" Tanya Kise."Ada PR Kimia, gurunya galak lagi… GERRR! APAAN SIH INI?!" gerutunya."Nee, lupakan Dai-chan minna.." ujar Momoi dengan wajah datar…

KREK!."Kurokocchi Apa Usagicchi ada di kelasnya ssu?" Tanya Kise antusias setelah si rambut biru muda bayangan membuka pintu geser itu."Tidak ada, dia sakit " balas Kuroko datar seperti biasa."SAKIT!?" pekik seluruh GoM kecuali Kuroko."Jangan bercanda Kurokocchi, kau membuatku sedih ssu?!..hiks" sifat lebay Kise mulai muncul."Tetsu-kun bohong ya? Jangan berbohong setega itu Tetsu-kun" Momoi menutup mulutnya dengan kedua tangannya.

"Maaf minna, tapi ini memang kenyataanya…" ujar Kuroko."Tetsuya,apa yang di katakan teman sekelas Akemi?" Akashi berusaha tenang (meski sebenarnya dalam hati sudah menjerit-jerit seperti ini… 'KENAPA TUHAN!, KENAPA KAU MEMBERIKAN MUSIBAH SEBERAT INI!?". Author tahu itu gak mungkin banget)."Hmm.. Mereka bilang 'Usagi absen karena sakit lagi'" jawab Kuroko.

"nyam.. benarkah Kuro-chin?" Tanya Murasakibara."Iya" jawab Kuroko."Bukannya kemarin saat setelah bermain basket bersama Akashi, Usagi pernah mengatakan kalau dia itu memang lemah ya?" kata Midorima pelan sembari memasang wajah berpikir."Yah ada benarnya juga" Aomine membereskan bukunya.'Lebih baik ikut ngerumpi daripada ngerjain pr' pikirnya tersenyum penuh kemenangan.

"Sudahlah minna, lanjutkan latihan… Aku janji akan mencari tahu tentang Akemi nanti" titah Akashi menunjukkan kewibawaanya. yang lain pun mengangguk menuruti titahan Akashi.'Usagi-san sebenarnya kau kenapa?' pikir Kuroko cemas.

USAGI AKEMI POV's:

Aku berusaha membuka kelopak mataku yang rasanya berat sekali, seingatku. Aku pergi ke rumah sakit Tokyo bersama orang tuaku kemarin malam setelah pulang sekolah. awalnya yang kulihat hanya ada buram tapi berangsur-angur menjadi jelas."Akemi sayang, kau bangun?" terdengar suara lembut dan cemas ibuku, Dia memang selalu khawatir padaku hampir setiap saat.

"Kaa-san…" gumamku menatapnya yang memegangi tanganku."Sekarang kau tak apa sayang" ujarnya sembari tersenyum."Akemi kau tahu kan?, Kau harus menjaga dirimu sampai kau dioprasi nantinya" suara yang tegas itu adalah ayahku berada di sisi lain tempat tidur."Hm, itu pasti…Tapi tetap saja aku ingin bermain basket kaa-san, Tou-san" gumam aku agak pelan.

"Sudah beberapa kali Tou-san bilang jangan berolahraga apalagi main basket… Itu bukan permainan untukmu, seharusnya kau fokus belajar dan hanya mengikuti club menjahitmu saja" ujar Ayahku, Ah kalimat itu terus saja terulang. aku mulai bosan mendengarnya. Semoga saja penyakit ini segera hilang dari tubuhku.

Senpai… Apakah aku masih bisa bermain basket bersama kalian semua?

END USAGI AKEMI POV's:

Perlahan-lahan hari demi hari terlewati. Usagi Akemi siswi kelas 8 yang mengidolakan para Kiseki no sedai Alias GoM hanya bisa memeperhatikan para senpainya itu dari jauh. Ayahnya sudah melarangnya…Dan Usagi sama sekali tak bisa melawannya.


.

.

.

.


'Usagi-san…' pikir Kuroko, Akhir-akhir ini konsentrasinya berlatih semakin menurun."WOI! Tetsu kau jangan melamun mulu" tegur Aomine pada bayanganya. Kebetulan Para GoM di tambah Momoi baru pulang bersama setelah latihan (Meski Akashi tidak ikut karna pulang dengan mobil Lemo keluarga tentunya)."Souka!, Oh ya minna aku hampir lupa memberitahu kalian sesuatu" Ujar Momoi tiba-tiba. "Apa ssu?" Kise berkepo ria."sebentar lagi kita akan mengikuti tournament nasional basket yang terakhir di tinggkat SMP" jawab Momoi."Sudah dipastikan kita menang nanodayo" kata Midorima membetulkan letak kacamatanya."Mido-chin benar… Krauss" kata Murasakibara (Yang gak bosan-bosannya makan snack).

Beberapa saat hening… Masing-masing dari mereka lebih memilih diam. Meski Kuroko tak suka suasana ini, membuat mereka terkesan menjadi sangat canggung. Dia ingin seperti dulu pulang bersama dengan kecerian meski kebanyakan diisi oleh suara cempreng Kise, suara makanan Murasakibara, Suara Preman Aomine, nasehat Midorima dan perkataan Momoi. Entah kenapa tiba-tiba ia teringat dengan Usagi. Seulas senyuman simpul terlukis di wajah datarnya.

Kuroko menghentikan langkahnya sambil menunduk."Kurokocchi kenapa ssu?" Tanya Kise. Yang lain ikut berhenti memperhatikan Kuroko."Minna, pasti bermain basket akan berbeda apabila Usagi-san mendukung kita kan?" Tanya Kuroko dengan suara pelan."Nani?" Tanya Aomine tidak terlalu mendengar ucapan Kuroko."Bagaimana kalau Usagi-san hadir di setiap pertandingan kita? Bagaiman menurut kalian?" Ulang Kuroko mengakat wajahnya terlihat senyuman tulusnya yang langka.

"Eh,Iya pasti senang ya?" Kata Momoi."Bukanya fokus pada pertandingan nanti malah terus curi lirik Usagicchi ya ssu?" kata Kise lalu tertawa."Mungkin nanodayo" kata Midorima agak tersenyum dibalik tanganya yang sedang membetulkan letak kacamatanya."Yah, Ada benarnya" Aomine merangkul pundak Kuroko."Jadi ingin bicarain Usa-chin lebih banyak bagaimana kalau kita ke Manji Burger dulu?" Tanya Murasakibara menyimpan snacknya yang masih setengah habis ke dalam tasnya Lalu tersenyum."YOSH SETUJU! /SSU!" kata Aomine dan Kise semangat.

Lalu mereka berenam mengobrol tentang Usagi, bagaimana pendapat mereka, apa yang mereka suka pada Usagi, apa yang paling ingin dilakukan dengan Usagi dan Apa yang paling diharapkan oleh mereka. Meski mereka berenam memiliki harapan yang sama yaitu…

' Semoga Usagi dapat bermain basket dengan mereka lagi, lagi dan lagi'.


.

.

.

.


Tapi Kuroko tidak menjadari kalau kebersamaan itu adalah kebersamaan 'terakhir' bagi ia dan teman-temanya…

Sudah berhari-hari, dan berminggu-minggu mereka tak melihat Usagi. Menurut perkataan Akashi. Usagi dan keluarganya pindah karna urusan yang dirahasiakan. Hal itu membuat hati Kuroko tertusuk. Tapi tak sampai disana saja…

Aomine menjadi jarang sekali mengikuti latihan semenjak di suatu pertandingan Kuroko dan Aomine tidak saling mengadukan tinju mereka. Kuroko merasakan Aomine semakin menjauh darinya. Terapalagi semenjak Aomine berkata 'Hanya aku yang bisa mengalahkan ku'. Hati Kuroko tertusuk untuk yang kedua kalinya. Lalu sampailah di hari yang berhujan itu, Aomine berkata 'Maaf, Tapi aku lupa bagaiman cara menagkap passinganmu lagi Tetsu…'. Menandakan akhir hubungan cahaya dan bayangan mereka berdua.

Meski begitu Kuroko terus berusaha berlatih, terutama shootinganya yang sering kali gagal. Hal itu membuat Midorima muak dan menunjukkan bagaimana melakukan shooting tree poinnya. "Itulah kenapa kau tidak pernah menjadi lebih baik Kuroko". Hati Kuroko tertusuk lagi. Tapi ia berusaha tetap tersenyum. Perlahan muncul bibit-bibit rasa bencinya pada basket. Tapi ingatanya tentang Usagi. membuatnya tak akan menyerah menyukai basket.

Berikutnya, Kise. Perlahan Kuroko mulai merasakan ia sedikit tidak diperdulikan oleh teman modelnya itu, Kise terlalu terobsesi berusaha mengalahkan Aomine. Kise selalu mengatakan "Aominechii one on one ssu!" dengan nada cerianya seperti biasa. Tapi bagi Kuroko itu hanya bisa membuatnya lebih banyak diam melihat mereka bertanding. Dan ia mulai merasa rendah diri. Hatinya tertusuk lagi.

Murasakibara menjadi semakin pemalas, dia tak memiliki semangat untuk berlatih bahkan akhir-akhir ini ia sering memboloskan diri."Latihan itu membosankan.." kata pemuda jangkung itu sembari menguap. Memang benar akhir-akhir ini blokingnya hampir tak pernah tertembus pemain lawan di tambah dengan kemampuannya membuat Dunk karna tinggi badannya. Membuat Murasakibara bosan dengan basket. Bagi Kuroko itu membuat hatinya tertusuk lagi.

Dan yang paling menyakitkan adalah Akashi. Semenjak mata kapten Teiko itu berubah membuat Hati Kuroko semakin sakit. Orang yang menemukan bakat dan semangatnya bermain basket itu, orang itu juga yang membuatnya ingin keluar dari basket. Rasanya terlalu menyakitkan hingga air mata Kuroko menetes. Ini sudah terlalu menyakitkan baginya… Tidak ada rasa menyenangkan bermain basket lagi yang ia rasakan.


.

.

.

.


Tak terasa Turnamen basket nasional terakhir bagi GoM di SMP Teiko telah dilewati dan tentunya dengan hasil kemenangan bagi GoM. Hari ini adalah Hari kelulussan. Aomine, Kise, Murasakibara, Midorima dan Akashi sedang berada di dalam Gym saat ini. Sementara Kuroko sedang bersandar pada pohon di dekat Gym sembari memegangi 2 buah foto. Foto kemenangan timnya dan foto kelulusan bersama anggota klub basket."Tetsu-kun…" Suara panggilan Momoi menganggetkanya."Momoi-san?" Tanya balik Kuroko."Um, b-boleh aku duduk?" Tanya Momoi. Kuroko membalasnya dengan anggukkan. Momoi duduk direrumputan, sebelum sempat berkata-kata dia sempat menelan ludah."T-tetsu-kun, kau ingin melanjutkan ke mana?" Tanya Momoi berusaha tersenyum.

"Seirin High School" jawab Kuroko datar. Awalnya Momoi agak terkejut lalu tersenyum pahit."Souka, s-semoga berhasil…Um Tetsu-kun" Momoi menggantukan kalimatanya. Kuroko mendengarkan."Kata Akashi-kun, k-kita akan berpisah. M-maksudnya k-kita semua tak akan satu sekolah… Ia bilang kita saat di SMA akan saling mengalahkan saat turnamen" Momoi tak dapat membendung air matanya lagi."Dan aku tak mungkin meninggalkan Dai-chan di Too Academy. J-jadi maaf" lanjut Momoi lalu berlari menangis masuk ke Gym.

Tanpa sadar air mata Kuroko tergenang lalu buru-buru mengusapnya dengan lengan bajunya. Dan Dengan segala rasa yang terpendam Kuroko menyobek kedua foto itu dan memasukkan ke tong sampah."Kurokocchi, Ayo masuk! Akashicchi ingin bicara ssu" seru Kise dari pintu masuk segera masuk dan memperhatiakn satu-persatu teman setimnya yang akan menjadi sainganya nanti.

"Ada satu hal yang kukatakan pada kalian, Kuharap kalian akan terus mengingat ini…" kata Akashi. Semuanya diam." Tetaplah bersikap tidak terjadi apa-apa di depannya, di depan Akemi" lanjutnya dengan nada tegas. Semuanya tercengang hampir semenjak turnamen mereka tak mengingat Usagi lagi."Akemi kembali ke sekolah ini, Aku tahu kita memiliki peraasan yang sama tentangnya… Kita tak mau Akemi bersedih jika tahu kalau kita tak seperti dulu lagi. Karna itu tolong sembunyikan perasaan kalian hanya didepanya" ujar Akashi. Kuroko dan yang lain mengerti dan menganggap apa yang dikatakan Akashi ada benarnya.

KREK! Pintu masuk Gym terbuka. terlihat seorang gadis kecil dengan senyuman malaikatnya menatap para GoM."U-usagi-san?" gumam Kuroko."Konichiwa senpai!, selamat hari kelulusan ya!" Suara ceria Usagi mampu membuat suasana canggung sebelumnya menjadi hangat."Kenapa kalian pada diam, aku bawa sesuatu loh" Usagi membuka isi tasnya."TARA! gantungan kunci kalian sendiri aku yang membuatnya loh!" serunya menunjukan boneka gantungan kunci yang dibuat mirip para GoM."Eh, kenapa pada diam sih?. Apa gak su-" Gerp! Kuroko memeluk Usagi tiba-tiba. Yang lain pun mengerumuni Usagi.

"Usagi-san kau tahu? Betapa senpai sangat merindukanmu?...


.

.

.

.


Perasaan kecewa dan senang menyelubungi hati Kuroko saat ini,Akankah para GoM mampu melaksanakan apa yang dikatan Akashi? Atau Usagi akan mengetahui apa yang sebenarnya terjadi kepada para senpai idolanya?.

Tunggu jawabanya di…


.

.

TBC~

Okay, Author tahu ini masih kurang gereget, tapi mau gimana lagi. PR sekolah menyita waktu menulis Fanfic ini dan Fanfic Misteri hantu di Gym.

Oh ya untuk para Readers yang sudah membaca thanks bingits ya? Tapi tetap dong kasih REVIEW, FAVORID, AND FOLLOW! Yang rajin ya!?

Ne jangan lupa tunggu lanjutannya ya! ^^