"Hm, jadi Sehun. Perkenalkan ini anakku. Kim Jongin. Sekolah di Seoul Art Junior High School."

Sehun tersenyum. Mencoba membuat perasaannya tidak canggung.

"Hai Jongin-ssi. Namaku Oh Sehun."

"Aku sudah tau." Jawab Kai dengan nada ketus.

"Jadi kalian sudah saling mengenal? Bagus kalau begitu. Kalian akan lebih akrab lagi."

Hanya harapanmu, eomma. Batin Kai jahat.

.

.

BLUE ENVELOPE 3

"Random Feels"

Cast:

Kai, Sehun

Other(s)

Pairing: KaiHun slight! Other(s)

Length: Chaptered, 3 of 5 or 6? Idk

Disclaimer:

EXO ©SM Entertainment

BLUE ENVELOPE ©byuncrackers

Warning! Typo bertebaran! BoysLove! Banyak kata-kata kasar yang tak patut ditiru.

Happy reading xoxo

ㅡBLUE ENVELOPEㅡ

Sehun yang melihat seringaian licik Kai langsung merinding. Ia takut, takut Kai tidak menerimanya. Sehun ingin menangis rasanya. Tapi ia tak mungkin menangis didepan Ajhuma dan Ajhussi Kim.

"Ah, Sehunnie, mari kita kerumah kami sekarang. Jangan lupa kau kunci pintunya nde~" ucap Ajhussi Kim. Sehun terlonjak kaget. Suara Ajhussi Kim sangat lembut. Ya Tuhan, pantas saja Kai sangat baik. Keturunan.

Sehun, mungkin ucapanmu sebelumnya harus ditarik.

"Eh? Nde ajhussi~" kata Sehun masih menunduk.

"Panggil aku appa." Ucapnya lagi. Sehun mengangkat wajah dan tersenyum lagi. "Nde appa. Aku mengambil koperku dulu."

"Eh tak usah! Biar Jongin yang bawa."

"EH? TIDAK! Apa-apaan. Memangnya aku pembantunya, apa?" Ucap Kai ketus lalu keluar dari kediaman Sehun.

"JONGIN!" Teriak Ajhumma dan Ajhussi Kim berbarengan. Mereka berdua mendesah sebal. Anak mereka memang gitu. Disisi ia sangat baik, tapi ia susah memaafkan dan memiliki sifat pendendam juga keras kepala.

Sehun memandang punggung Kai yang sudah berjalan keluar rumahnya dengan tatapan sedih. Ketakutannya terwujud. Kai tidak suka padanya.

"Mianhae, Sehun-ah. Mungkin dia sedang dalam mood yang buruk. Biar aku saja yang membawa kopermu." Ucap Ajhussi Kim. Sehun mengangguk lalu tersenyum.

Mood yang buruk. Ya, karenaku. Batin Sehun sedih. Ajhumma Kim bersama suaminya sudah keluar dari rumah. Sehun menyusulnya, tidak lupa ia mengunci pintu dan menyimpannya di dompetnya.

Sehun masuk di pintu belakang. Dilihatnya Kai yang sudah tertidur dengan posisi terlentang. Itu artinya, tidak ada tempat duduk untuk Sehun.

"Ah, sekali lagi aku minta maaf, Sehun. Jongin memang sangat menyebalkan." Tukas Ajhumma Kim dengan nada sebal. Sehun terkikik.

"Nde gwenchanayo, eomma~" Ajhumma Kim tersenyum senang, mendengar Sehun memanggilnya dengan sebutan eomma.

Sehun mengalihkan pandangannya kewajah tampan Kai. Ia tersenyum melihat wajah Kai yang tenang dan seakan berkata "Jangan ganggu aku!". Lalu, Sehun perlahan mengangkat kepala Kai dengan sangat hati-hati. Setelah itu, ia duduk dan meletakkan kepala Kai dipahanya. Sehun tersenyum lagi lalu mengelus surai hitam Kai. Tak lama, Sehun ikut terlelap.

Sehun hari itu benar-benar sering tersenyum. Bahkan tak terhitung lagi. Sehun hanya berdoa, semoga hubungannya dengan Kai tidak kenapa-kenapa.

Tanpa Sehun sadar, orang yang dipangkunya ternyata masih bangun. Kai. Namja itu membuka kelopak matanya dan memandang Sehun yang tidur dalam posisi duduk. Ia jadi ingat kejadian tadi siang di UKS. Membolos seharian, memandang wajah manis Sehun, juga bibir kissable-nya yang menggoda. Tak sadar, Kai mengangkat bibirnya membentuk lekungan manis.

Kai bangun lalu membetulkan posisi Sehun. Tukar posisi. Jadi, Kai memangku Sehun dan membiarkan Sehun dipangkuannya.

Entah kenapa, Kai senang berada didekat Sehun. Ia berfikir lagi. Kenapa tadi itu dia kesal sekali dengan Sehun? Kenapa malah tadi ia membatin seakan ingin menyengsarakan Sehun?

Mungkin, kata munafik dalam hal ini bisa diperbolehkan. Mungkin.

Lagipula, Kim Jongin mana yang ingin harga dirinya dipermalukan?

ㅡBLUE ENVELOPEㅡ

Sehun membuka matanya. Ini masih dimobil. Tapi entah kenapa, pandangannya berada tepat dilangit-langit mobil. Dan kenapa ia tidur terlentang? Sehun melihat sekeliling dan...

Jeng jeng jeng jeng *backsound* /?

Kai memangkunya tidur. Sehun mencubit pipinya sendiri. Sakit! Ini tidak mimpi.

Tapi, tak lama, Sehun merasa Kai telah bangun dari tidurnya. Segera Sehun mengangkat badannya dan menunduk. Ia merasa bersalah. Ia takut dimarahi Kai. Karena ia telah membangunkan Kai. Sehun tau, Kai paling tidak suka jika tidurnya diganggu.

Tapi, tanpa diduga Sehun, Kai malah turun tanpa berkomentar apapun.

"Maaf, Jongin." Ujar Sehun murung lalu mengikuti Kai turun dari mobilnya.

Sementara itu, Kai sedari tadi masih duduk disofa ruang tamu sambil memakan cemilan yang ada dimeja ruang tamu. Sebetulnya Kai tidak memiliki alasan yang kuat kenapa ia masih berada diruang tamu. Apalagi ruang tamu adalah salah satu ruangan yang tidak terlalu Kai suka.

Alasan kenapa ruang tamu termasuk salah satu yang Kai tidak suka adalah jika ada tamu, jika dirinya terlibat maka ia dengan sangat terpaksa harus meninggalkan kasur tercintanya. Tapi jika dirinya tidak terlibat, tetap saja ia tak akan bisa tidur. Berisik.

Kai melirik kearah luar melalui jendela. Ia lihat Sehun yang masih berdiri didekat mobil. Jarinya ia gigit. Entahlah, terlihat seperti menimang-nimang bingung. Wajahnya menyiratkan ketakutan yang luar biasa. Alis Jongin tertaut, Sehun kenapa?

"Jongin, Sehun masih dimobil atau gimana? Kau ini tega sekali meninggalkannya!" Ujar Ajhumma Kim. Walaupun terlihat tidak marah, tapi nada bicaranya membuat Kai sebal. Sebal sekali.

Tanpa menjawab, Kai beranjak dari sofa dan keluar rumah. Ia mendapati Sehun yang bahkan berjalan bolak-balik dan terlihat seperti sedang mengigiti kuku. Dasar jorok, batin Kai.

"Hun."

Satu kata terlontar dari mulut Kai. Namun, efeknya begitu besar untuk Sehun. Terbukti saat ia benar-benar terjungkal kebelakang dan terjatuh. Mungkin, jika tombol munafik dalam diri Kai tidak dalam mode on, ia sudah tertawa. Kai berusaha meredam wajah ingin tertawanya.

Sehun gelagapan melihat Kai dengan wajah datarnya. Persis seperti dirinya sebelum menemukan novel sialan yang saat ini masih setia ada di tas sekolahnya. Lalu ia segera bangun dan mengusap bokongnya yang tadi dicium mesra oleh tanah.

"Ya, Jong-eh maksudku, Kai. Kenapa?"

Kai mendecak bingung, alasan apa yang harus ia ucapkan. "Anniya." Kata Kai sambil berjalan kembali masuk kerumahnya. Sehun secara tak sadar memahaminya. Kai menyuruhnya masuk rumah. Sehun lalu berjalan menyusul Kai masuk kedalam rumah minimalis milik orang tua Kai.

"Jongin~ Sehun~ Mari makan malam dulu! Yak kau jangan makan duluan!" Ujar Ajhumma Kim dari arah dapur.

"Aduh! Yeobo aku sudah lapar kau tahu?!"

"Kau itu sadar umur! Tak usah memamerkan puppy eyes mu. Memuakkan!" Sebal Ajhumma Kim. Ajhussi Kim mendengus sebal lalu memandang punggung istrinya yang masih sibuk membuat minuman untuk mereka.

Sehun yang mendengar cara bertengkar Appa dan Umma Kai terkikik kecil. Dari nada bicaranya, Sehun tahu. Begitulah cara mereka berdua saling mencintai. Cara mereka saling mengerti satu sama lain. Saling mencintai, tak harus selalu romantis, bukan?

Kai yang mendengar kata makan, langsung menarik tangan Sehun menuju meja makan. Alasan utama Kai mengajak Sehun secara tak langsung adalah agar ia bisa cepat-cepat makan. Ia bisa saja meninggalkan Sehun. Tapi itu akan mengulur waktu makan Kai, dan Kai benci itu.

"SELAMAT MAKAN~" ujar semuanya. Dan jangan lupakan teriakan Kai yang terdengar lebih keras.

ㅡBLUE ENVELOPEㅡ

Sehun membuka matanya, dan melirik jam dinding yang terpasang dikamar Kai. Jam 11:20 PM. Sehun memang tidur didalam kamar Kai. Paksaan Ajhumma Kim itu juga. Awalnya Kai menolak mentah-mentah. Tapi ia begitu lelah berdebat dengan eommanya, akhirnya ia setuju. Dengan catatan, Sehun tidur dikasur lipat. Ajhumma Kim menghela nafas dan menyetujui permintaan anaknya.

Sehun duduk dari tidurnya, dan melirik Kai yang tidur dengan pulasnya. Sehun tersenyum tipis, lalu ia bangkit dari kasurnya secara perlahan. Berusaha tak membuat suara apapun.

Ia membuka kopernya yang berisi buku pelajaran dan menyobek salah satu lembarnya perlahan. Ia hanya takut Kai terbangun. Sekebo-kebonya Kai dan semalas-malasnya Kai untuk bangun tidur, telinga Kai begitu sensitif dengan suara-suara bising didalam tidurnya.

Setelah berhasil merobek, ia mengambil pena dari kotak pensilnya dan menulis surat lagi.

Kau terlihat sangat tampan hari ini, Jongin

S

Sehun melipatnya dengan apik dan memasukannya kedalam amplop biru yang sudah ia siapkan kemarin malam. Ingat? Setelahnya, Sehun menyimpan amplop itu didalam kotak pensilnya dan menaruhnya didalam tas sekolahnya.

Sehun lalu menaiki kasur dengan perlahan. Sebelum ia mengambil posisi tidur, ia menatap wajah damai Kai saat tertidur. Dan entah keberanian dari mana, Sehun menyentuh pipi Kai.

"Jaljayo."

Lalu Sehun kembali tertidur.

ㅡBLUE ENVELOPEㅡ

Kai mematikan alarm nya dengan cara yang tidak berperi kemanusiaan. Kai langsung terduduk dan mengucak matanya. Dengan mata yang masih sayu, ia menepakkan kakinya ke lantai kamarnya. Dan ia cukup terkejut. Pasalnya, Kai menggelar kasur lipat itu tepat dibawah kasurnya. Seharusnya jika ia menepakkan kakinya, kakinya berada dikasur itu. Bukan dilantai dingin.

Lalu pandangan Kai memutar, menelusuri kamarnya. Rapih. Satu kata yang ada dibenak Kai. Buku-buku pelajarannya yang ia tak pernah tata rapih sudah enak dipandang. Mata Kai juga menangkap seragam yang tergantung dilemarinya dan setumpuk buku-buku diatas meja belajarnya.

Kai berjalan menuju tumpukan buku-buku tersebut dan mengeceknya satu persatu. Itu buku pelajarannya untuk hari Jumat, karena sekarang memang hari Jumat.

Kai terheran. Apa eommanya sebaik itu hingga langsung menyetrika seragamnya? Oh tidak mungkin. Bahkan, meminta tolong eommanya untuk menyetrika seragamnya butuh perjuangan hebat. Bahkan lebih hebat daripada memecahkan sebuah soal yang tak ada jawabannya.

Sehun.

Nama itu terlintas dibenaknya. Kai yakin bahwa yang membereskan buku, kamarnya, dan menyetrika bajunya adalah namja manis itu.

"Thankyou, Oh Sehun."

Dan Kai segera mandi dan bersiap.

ㅡBLUE ENVELOPEㅡ

Sehun senang sekali. Suratnya dibalas oleh Kai. Ya walau cuma beberapa kata, tapi menurut Sehun, kata-kata itu special. Ia melupakan bagaimana Kai membencinya karena dirinya menumpang dirumah Kai selama enam bulan. Sehun begitu senang.

Sekarang jam setengah sepuluh pagi. Bel istirahat baru saja berbunyi dan Sehun membuka bekalnya yang ia buat setelah menyiapkan baju serta buku-buku sekolah Kai. Eh? Apa baru saja Sehun jujur? Haha, memang Sehun yang menyetrika baju Kai, juga membereskan jadwal pelajaran hari ini.

Sehun juga membuatkan bekal untuk Kai. Tapi ia tak tahu apakah bekalnya tadi dibawa Kai atau tidak. Kotak makannya sama persis seperti milik Sehun. Bedanya jika kotak bekal Sehun bewarna oranye, milik Kai bewarna kuning pastel. Beda sedikit. Isinya juga sama. Hanya roti sandwich sih. Sama sekotak susu strawberry.

"Sehun."

"Luhan." Jawab Sehun sambil tersenyum.

"Sudah kuduga, kau akan terlihat manis jika tersenyum, Hunnie~" ucap Luhan senang, melihat Sehun yang sudah mau tersenyum. Bahkan pancaran dimatanya juga terlihat sangat senang.

"Apa kau memang sedang senang, makanya kau tersenyum?"

Sehun tersenyum lagi. "Begitulah, hehe." Luhan senang, melohat si flat Sehun yang tersenyum dengan manisnya.

"Astaga! Oh Sehun? Kau tersenyum? Sungguh? Bisa aku meminta foto denganmu?" ucap Krystal yang tiba-tiba lewat didepan Luhan. Sehun mengangguk saja. Luhan dengan bersedia memfoto Sehun yang tersenyum bersama Krystal yang memasang V sign.

"Ya Tuhan! Kau manis, Sehun!"

"Kkk~ thanks, Krystal-ah~"

"OI TEMAN-TEMAN, SEHUN TERSENYUM!"

Dan meja Sehun Luhan langsung padat dengan ponsel berkamera mereka ditangan mereka pribadi.

Luhan tertawa, Sehun mendengus. Walau ia sangat senang, teman-temannya akhirnya banyak yang menanggapi dia.

Ia belajar dari sini. Bahwa tersenyum merupakan bibit dari persahabatan.

"Disini ada yang namanya Oh Sehun?" Tanya seseorang tiba-tiba didepan kelasnya. Sehun yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh kearah pintu kelas. Pria berambut cokelat dengan highlight merah itu terlihat celingukan. Sehun tidak bergeming. Entah kenapa ia takut.

"Hun, dipanggil."

"Bilang aja Sehun gak masuk!" bisik Sehun agak takut. Krystal mengangguk.

"Sehun tidak masuk. Dia sakit." Kata Krystal cepat. Sehun bernafas lega. Teman-teman sekelasnya juga mengangguk, tanpa Sehun beri sinyal.

"Oh,, gitu ya. Ya sudah." Kata pemuda itu lalu pergi dari kelas Sehun. Luhan menyenggol lengan Sehun.

"Kau tak mengenalnya?"

"Tidak." Jawab Sehun sambil menghela nafas. Feelingnya agak buruk. Pikiran tentang Kai mulai menggerogoti ruang otak Oh Sehun.

ㅡBLUE ENVELOPEㅡ

Kai mendengus kesal. Jawaban Chanyeol benar-benar tidak memuaskan. Chanyeol dan Kai sama-sama keras kepala. Sama-sama menyebalkan. Yixing sampai malas melihat keduanya jika sudah berantem.

"Temannya bilang Sehun tak masuk!"

"Yang benar saja! Dia pasti masuk sekolah!"

"Tahu darimana kau?! Seperti peramal saja! Jangan sok tahu!"

"Hei! Dia bahkan menyetrika seragamku dan membuatkanku sarapan plus bekalnya!"

Chanyeol mengernyit. "Membuatkan bekal?"

Kai yang menyadari apa yang baru saja dikatakannya langsung terdiam. Apa alasan yang dapat digunakannya yang bisa masuk ke akal? Kai tahu, Chanyeol itu cerdik. Dia tak akan puas jika jawabannya itu tak masuk diakal. Skakmat untuk Kai.

Apa ia harus jujur? Yang ada, reputasinya yang akan hancur. Eh, tapi Kai tidak peduli sih mau reputasinya hancur atau tidak. Tapi itu akan menjadi bahan pembicaraan. Kai benci dibicarakan.

Kai berusaha memasang wajah setenang mungkin. "Kau tahu Hayoung?" Chanyeol menatapnya bingung. Menandakan bahwa tak mengenal. Kai terlihat begitu tenang, tapi sebetulnya ia mengutuk. Tentu saja Chanyeol tak tahu. Bahkan Kai juga tak mengenal Hayoung.

"Hari Selasa, Sehun bersama adiknya itu meminjam seragam sekolah dasar dan seragam SMP padaku. Hari ini ia kembalikan bajuku. Eomma Sehun dengan sangat baik memberikan aku bekal plus sarapan." Jelas Kai. Baiklah. Itu alasan yang cukup masuk akal. Chanyeol mengangguk-ngangguk. Jika saja Chanyeol tidak ada disini, mungkin Kai sudah menghela nafas lega.

Hari ini hari Jumat. Baru saja bel usai istirahat berbunyi. Seluruh murid-murid segera menuju kelasnya masing-masing. Mengingat sekarang pelajaran ke 4, pelajaran Bahasa Korea yang gurunya tidak jelas, maka Kai dan Chanyeol memutuskan untuk absen dari pelajaran itu. Kabur ke tempat yang bahkan guru-pun malas mengunjunginya. Perpustakaan.

Chanyeol menghela nafas sebal. Kalau Kai sudah bertemu dengan perpustakaan, maka ia hanya akan menjadi kambing tidak berguna. Kai sangat suka membaca buku. Sedangkan ia paling malas melihat buku.

Kai menghirup udara khas perpustakaan lalu mulai mencari buku-buku apapun yang dikiranya menarik. Dan Chanyeol benar-benar memasang wajah malas. Beruntung ada rak khusus komik disana.

Mata Kai menelusuri perpustakaan, mencari tempat yang menurutnya nyaman untuk membaca buku yang sudah dipilihnya itu. Matanya menangkap seorang laki-laki, sedang melipat-lipat kertas biru dan mengelemnya. Sesekali menggunting kertas origami dan menghias sisi kertas biru itu. Postur tubuh plus rambut lelaki itu persis Sehun. Kai menyipitkan matanya, berusaha memastikan. Mata Kai memang agak rusak. Min nol koma tujuh lima. Tapi ia menolak memakai kacamata.

Dan itu...

Sehun.

"Sehun?"

Laki-laki itu menoleh, dan memasang wajah kaget yang sungguh luar biasa. Itu benar Sehun. Tangannya reflek membereskan apa yang baru saja dikerjakannya, dan memasukannya ke dalam tas kecil.

Tepat saat Sehun sudah merapihkan alat-alat yang ia bawa, Kai datang menghampirinya. Sehun mendengus kesal, melihat pemuda dengan surai cokelat kemerahan yang berdiri dibelakang Kai.

"Ya?"

Kai diam saja, tak lama menggeleng.

"Jadi kau yang bernama Oh Sehun? Katanya tadi tidak masuk." Kata pemuda dibelakang Kai yang Sehun tak tahu namanya. Sehun diam tak menjawab. Percuma saja menjawab. Kenyataannya memang ia sudah tertangkap bohong, kan?

"Sedang apa kau? Dan kenapa kau ada disini? Kau bolos?" Tanya Kai. Sehun mengangguk. Ia memang bolos.

"Apa yang kau lakukan?"

"Tugas prakaryaku belum selesai. Pelajaran selanjutnya setelah ini adalah prakarya. Jadilah aku membolos untuk membuat tugas prakarya."

"Oh begitu. Boleh kulihat?" Tanya Kai. Sehun terdiam, dan menggeleng. "Gak boleh. Sudahlah aku mau ke UKS."

Sehun meninggalkan Kai dan temannya itu diperpustakaan dan ia berjalan keluar perpustakaan. Mengendap-endap menuju rooftop sekolah. Ia berbohong lagi. Sehun mengusap wajahnya. Mungkin dosanya akan bertambah berlipat ganda. Salahkan novel sialan yang akan ia kembalikan nanti setelah pulang sekolah.

Sehun mendudukan pantatnya di rooftop. Cuaca hari ini tak terlalu panas. Angin yang sejuk menerpa rambutnya.

Dilain tempat. Chanyeol sedang menggoda Kai dengan ucapan "kau suka dengan pemuda itu kan" yang dijawab "tidak".

"Chanyeol Park. Aku tahu kau gay, dan kau sahabatku. Tapi, jangan samakan aku denganmu yang menyukai sesama jenis. Aku masih normal. Aku masih suka dengan wanita cantik. Kau kenal Song Ahri? Aku suka dengannya!" Kai menyerah dengan Chanyeol yang sangat suka membuatnya skakmat. Hari ini, 2x ia kena skakmat karena Chanyeol.

"Kalau begitu, aku akan membuat kau menyukai Oh Sehun itu. Selamat mempertahankan orientasi seksualmu itu, Kim!"

Chanyeol tertawa devil. Kai mendengus. Kalau dilihat-lihat, Sehun memang manis. Bahkan sangat manis. Cantiknya seperti wanita. Kulitnya juga putih dan halus. Pikiran Kai itu membuat dirinya memerah dan Chanyeol makin menertawainya, menganggap bahwa Kai memerah karena godaannya.

"Sialan."

ㅡTBCㅡ

Byuncrackers's World/? =

Maafin aku banget, lagi-lagi telat update. Moodku kan berubahnya cepet. Eek emang.

Ohiya, aku juga gatau mau masukin HanHun mommentnya kapan. Seperti ff-ffku sebelumnya, semuanya pure KaiHun. Walau ber-slight sekalipun juga gak ada sangkut pautnya dengan Kai maupun Sehun. Males banget kalo mereka sampe pisah. Cukup di official couple aja mereka pisah. Huks.

Ini chapter 3-nya. Makin bagus atau membosankan? Dan aku minta maaf juga, adegan surat-suratannya cuma sedikit. Bahkan aku pengen lanjutin ini tanpa konflik.

By the way, chapter terakhirnya aku udh tulis. Goblok banget kan? Chapter ini belom selesai, chapter akhir udh selesai-_- aku jg gatau chapter terakhir itu akan jd chapter keberapa. Hah aku tau ini makin lama makin ngebosenin dan terlalu bertele-tele. Ahik.

By the way, disini ada yg suka GOT7 / Bangtan Boys? Aku bikin fic GOT7 MarkxBamBam. Pengen ku publish tp ntar gada yg minat huhuhu. Aku juga kepikiran bikin fic Bangtan Boys JinxV. Beneran deh suer aku pengen publish semuanya tp takut gada yg minat dan akhirnya cuma nyampah deh.

Aku juga mau ngucapin terimakasih banyak buat para reviewers. Aku seneng masih ada yg mau baca ini. Dan maaf (lagi) karena aku ga ngebales review kalian huhuhu maklum lagi gak ada kuota /apa hubungannya byun-_-/

Wes lah, curhatannya kepanjangan.

Akhir Kata,

MIND TO REVIEW? ;-;

9 Februari 2014

byuncrackers