BLUE ENVELOPE ㅡchapter 4
KaiHun fanfiction
Happy reading xoxo
Note: Chapter ini rada ga nyambung sama chapter kemarin. Soalnya kemarin terlalu bertele-tele. Aku remake cuma di versi awalnya. Mwah
ㅡBLUE ENVELOPEㅡ
Kaimendengus kesal. Chanyeol benar-benar menyebalkan. Lagipula, Chanyeol tidak benar-benar gay kok. Kai hanya meledeknya. Tapi, Chanyeol malah memiliki pemikiran seperti itu. Dan Kai belum bisa percaya bahwa Chanyeol akan nekat membawKai menjurus ke gay menjijikan itu.
Bel pulang sekolah sudah dari tadi berbunyi. Kai masih setia didalam perpustakaan. Memandang buku-buku usang itu, dan memandang rumah-rumah didekat sekolah lewat jendela besar perpustakaan. Pemandangan ini sangat ia suKai. Karena bosan, Kai akhirnya beranjak dan menuju kelas. Mengambil tas sekolahnya, dan tak lupa mengecek lokernya lagi. Siapa tahu, kan? Ada surat lagi? Haha. Katakan saja Kai kegeeran. Tapi, sejujurnya, Kai memang merasa senang mendapat surat dari si S itu. Ngomong-ngomong, S, itu siapa ya? Kai penasaran jadinya. Apakah Sulli? Tidak mungkin. She's already have a relationship.
Benarkan! Disitu ada amplop biru dengan hiasan origami yang sangat lucu. Kai membukanya dan membaca surat dari si S itu. Kai tersenyum sendiri lalu membalas surat itu.
Terimakasih. Boleh akumeminta nomor ponselmu?
Jongin
Setelah itu, Kai menaruh lagi surat itu dilokernya lalu pulang kerumah.
Kai jadi memikirkan siapa yang mengirim itu. Amplopnya begitu berantakan, tapi tetap lucu. Kai yakin itu buatan sendiri. Tapi siapa ya?
Namja tan itu berjalan menyusuri trotoar untuk menuju kerumah. Tapi, mata Kai menangkap sesosok Sehun yang sedang tertawa bersama Luhan. Garis matanya begitu indah, melengkung dengan manisnya. Tapi, kenapa dia harus tertawa bersama Luhan? Sedangkan, jika ia sedang bersama Kai, wajahnya selalu sendu. Hah, Kai tidak mengerti.
Hey! Apa mereka pacaran?
Luhan merangkul pinggang ramping Sehun dengan mesra. Kai mau tidak mau menggertakkan gigiku. Awas saja kau, Oh Sehun. Batin Kai.
ㅡo00oㅡ
Kai memainkan ponselnya bosan. Saat ini Kai sedang berada di ruang makan. Tiga bungkus snack berukuran besar sudah habis ia makan. Kai ingin mengambil lagi, tapi takut dimarahi eomma. Kau tahu alasan seorang Jongin masih duduk disini?
Menunggu Sehun.
Entahlah. Kai jadi khawatir dengan pemuda polos itu. Jam dinding sekarang menunjukan jam setengah lima sore, dan Sehun belum pulang. Kai jadi takut dia diapa-apakan oleh Luhan mesum itu.
"Aku pulang!"
Panjang umur.
"Sehun!"
Sehun terlihat kaget melihat adanya Kai diruang makan tanpa makanan yang terhidang (karena Kai memang hanya berada diruang makan saat ada makanan). Dia menjilat bibir bawahnya dan mengusap tengkuknya. "Ya? Kai?"
"Habis darimana kau dengan Luhan?"
Sehun tersentak mendengar pertanyaanku. Apa suara Kai itu seperti hantu? Kenapa dia kayak gitu coba. Kayak orang baru ketemu hantu.
"Kai hanya berjalan-jalan dengannya. Lagian untuk besok tidak ada Ulangan dan Tugas. Jadi Kai jalan-jalan sama dia." Jawab Sehun. Kai mendengus. Pokoknya, sampai Sehun menyukai Luhan, Kai akan membunuh Luhan.
"Oh. Yasudah." Jawabku akhirnya lalu Kai menuju ruang tengah. Main playstation sepertinya akan menaikkan moodnya yang hancur ini. Percaya atau tidak, tapi Kai merasakan perasaan ini. Perasaan tidak rela. Perasaan kesal. Perasaan kecewa. Perasaan cemburu.
Kai tidak suka Sehun dekat-dekat Luhan.
Argh! Kai benci Luhan!
ㅡo00oㅡ
Malam.
Kai baru saja keluar dari kamar mandi. Habis sikat gigi. Kai anak rajin. Keluar kamar mandi, Kai mendapati Sehun sedang menggunting kertas berwarna biru. Dan dia tersentak saat Kai melihatnya.
"Untuk apa?" Tanya Kai basa-basi. Dia menggeleng. "Tugas seni."
"Bukannya tadi siang kau kerjakan?"
"Ya, katanya salah jadi kuganti." Jawabnya. Kai menganggukkan kepalanya percaya. Lagipula, itu tidak terlalu penting untuknya.
Kai merebahkan tubuhnya dikasur. Memutar-mutarkan ponselnya dengan bosan. Sesekali melirik Sehun yang masih menggunting origami dan mengelemnya. Orang ini rajin sekali mengerjakan tugas.
"Hey, aku ingin cerita." Ucap Kai pada Sehun. Ia juga bingung, kenapa ia malah ingin berbicara pada Sehun? Sehun menoleh bingung. "Apa kau barusan berbicara padaku?" Tanyanya. Jika Kai tidak dalam munafik mode on, Kai sudah menjitak kepala si manis itu dengan sayang. Eh salah.
"Menurutmu, apa ada orang lain disini?" Jawab Kai malas. Sehun mengusap tengkuknya lagi. "Yasudah, silahkan." Kata Sehun.
"Aku dikirimi surat dari penggemar rahasia. Dan sepertinya aku akan menyukainya." Kata Kai. Sehun mengangguk sambil terus melanjutkan pekerjaannya. "Lalu, jika orang yang mengirim itu ternyata orang yang kau benci, bagaimana?"
Kai berpikir. Betul juga. Jika orang itu adalah orang terbencinya, Kai tidak mungkin akan menyukainya!
"Tergantung sih, hahaa!" Tawa Kai garing. Seketika suasana canggung terasa sekali.
"Aku tidur duluan. Jalja."
Kai menelentangkan posisi tubuhnya yang awalnya miring kearah Sehun. Meninggalkan Sehun yang masih berkutat dengan origaminya. Sejujurnya Kai belum mengantuk. Tapi, bagaimana lagi? Kai menatap langit-langit. Sambil sesekali melirik Sehun. Sehun itu sebetulnya manis. Sangat manis malah.
Tak lama kemudian. Kai tertidur.
...
Kai segera membuka lokernya dan mendapati surat balasan lagi.
Maaf aku tak bisa. Lagipula, tak salah kan jika kita hanya bersurat-suratan ria seperti ini saja?
S
Kai menghela nafas. Memangnya dia benar-benar tidak ingin diketahui identitasnya ya? Kai pun menyimpan surat itu lagi lalu meletakkan amplop pink yang didalamnya ada sebuah gantungan kecil berhiaskan liontin K&S. Dengan surat juga didalamnya.
Sungguh, hari ini Kai tidak ada minat untuk belajar. Kai menuju ke perpustakaan sebelum bel berbunyi. Didalam perpustakaan, Kai malah bertemu dengan Chanyeol sialan menyebalkan itu.
"Jongin! Ahh untung sekali kau datang! Mari bantu aku mengerjakan soal fisika ini. Eugh rasanya memuakkan! Apa itu hukum pascal! Lagipula, saat aku menggendong anak nanti, aku tak perlu menggunakan rumus tidak jelas itu." Cerocos Chanyeol panjang lebar. Kai meliriknya aneh.
"Kau itu masih SMP bodoh. Pikiranmu sudah sampai punya anak. Mesumnya."
"Memangnya, kau tidak mesum? Tiap hari nonton film kayak gituan. Iewhh!"
"Jangan sok tahu, Park!"
"Atau mungkin kau langsung mempraktekkannya dengan Oh Sehun itu, ya?"
Kai menatap Chanyeol dengan death glarenya. "Apa-apaan kau!"
"Jangan mengelak. Kai sudah tahu bahwa dia sekarang menginap dirumahmu. Yakan?"
Skakmat!
Tahu darimana si Chanyeol bahagia itu?!
"Jangan sok tahu!"
"Seluruh makhluk hidup sekolah juga sudah tahu. Sehun sendiri yang cerita pada kami."
Gigi Kai bergemulutuk. Baru saja ia ingin respek dengan kehadiran Sehun dirumahnya, ia langsung berbuat yang tidak-tidak. Memalukan! Kai menggeram kesal. Buku-buku jarinya memutih. Oh Sehun. Anak sialan! Bagaimana reaksi orang-orang?! Kai tak habis pikir pada pemuda albino satu itu.
Chanyeol menatap tKait Kai. Wajahnya betul-betul memerah. "Kai, kau tak apa?"
"Ya."
Chanyeol pun diam. Membiarkan Kai keluar dari perpustakaan. Lalu ia menghela nafas.
"Gagalah rencanKai tidur sekarang ini. Fisika oh fisika." Gumam Chanyeol sedih.
...
Bel pulang sekolah baru saja berbunyi. Kai dengan segera menuju kelas Sehun dan menarik tangannya yang sedang berpegangan tangan dengan Luhan. Rasa kesalnya semakin membuncah.
"Aish Kai ada apa?" Ringis Sehun. Kai menulikan pendengarannya dan membawa Sehun ke rooftop.
"Untuk apa kau bercerita pada seluruh penjuru sekolah tentang kau menginap dirumahku, hah?" Ucap Kai masih dengan pelan namun mematikan. Sehun tersentak dan diam.
"Jawab, Sehun." Nada bicara Kai mulai serius. Sehun semakin bungkam. Ia tak cerita pada siapapun. Ia hanya cerita pada Luhan. Itu juga tak semuanya. Bahkan, Sehun tak menyebutkan nama Kai.
"JAWAB! AKU TAK MENYURUHMU DIAM!" Bentak Kai. Sehun menunduk.
"Aku berani bersumpah, aku tak menceritakan kepada siapapun."
"Oh ya? Lalu, kenapa seantero sekolah bisa tahu? Sudah berani berbohong ya?" Kata Kai. Sehun semakin menunduk. Wajahnya sudah memerah. Ia takut dengan Kai.
"Sungguh. Aku tidak menceritakan hal ini pada siapapun!" Suara Sehun mulai bergetar. Kai mengerang kesal lalu mencengkram rahang Sehun agar menatap matanya. Kai tercengang melihat mata Sehun yang memerah dan berair. Tapi, emosinya masih meluap. Kai menghela nafasnya lalu memeluk kepala Sehun, mendekapnya dengan sayang. "Maafkan aku." Bisik Kai. Sehun menghela nafasnya lalu perlahan menitikkan air matanya. Jantungnya berdetak keras. Rasa hangat menjalari seluruh tubuhnya yang menegang.
Kai terus diam, memeluk Sehun dengan tulus. Ia tak tahu setan apa yang merasukinya. Tubuh Sehun begitu nyaman untuk dipeluk.
"Kai.." Lirih Sehun.
"Hm."
"Sejujurnya aku cerita pada Luhan.. Tapi aku tidak menyebutkan namamu kok. Sungguh!" Ucap Sehun. Kai menghela nafas, berusaha menahan emosinya. Bagaimanapun, Sehun itu masih polos. Tak tahu apapun.
"Tak apa. Tak usah dibahas. Ayo pulang."
"Tapi, nanti jika aku ketahuan betul-betul satu rumah denganmu, bagaimana?"
"Memang sudah ketahuan kan? Yasudahlah tak apa. Ayo pulang."
Sehun akhirnya mengangguk lalu merangkul lengan Kai, menuju rumah mereka bersama-sama. Sehun cukup senang bisa berada didekat Kai. Hanya saja, ia masih gundah.
...
"Sehun, kan?"
Sehun yang sedang menuliskan surat baru untuk Kai, menoleh kearah seorang sunbae yang berdiri tepat disamping tempat duduknya. Sehun dengan perlahan menutup buku tulisnya itu, berusaha tidak mencurigakan. "Yes. Ada apa, sunbaenim?" Tanya Sehun.
"Anni, aku hanya ingin bertanya. Tapi bisakah kau ikut aku, sebentar?" Tanya sang sunbae. Sehun mengangguk saja.
Sehun diajak ke gudang belakang yang sudah tak dipakai lagi oleh si sunbae cantik itu.
"Ada apa, sunbae?"
"Kau berpacaran dengan Kai?" Tanyanya. Sehun mengernyitkan dahinya. "Tidak. Kenapa?"
"Tidak. Hanya saja, kalian terlihat dekat. Mm.. Apa benar, kalian satu rumah?" Tanya si sunbae hati-hati. Sehun tersentak kaget.
"Ti-tidak! Tentu saja tidak! Margaku dan marganya saja beda!" Elak Sehun cepat. Sunbae yang diketahui bernama Sunkyu itu mengangguk ragu. "Sungguh?"
Sehun mengangguk. Sunkyu ikut mengangguk. "Baiklah. Ayo kembali ke sekolah."
Sehun berjalan dibelakang Sunkyu dengan pelan. Ia cukup gemetar. Bagaimana bisa hal itu benar-benar diketahui oleh semua orang disekolah? Ia jadi takut pada Kai.
"Sehunnie!"
"Luhan." Gumam Sehun.
"Darimana?"
"Dari kantin belakang. Kenapa?"
"Nggak. Aku mau bicara padamu."
Sehun dan Luhan menuju ke koridor didekat lapangan.
"Aku menyukaimu."
"Oh, lalu?" Jawab Sehun malas. Ini yang ketiga kalinya Luhan menyatakan perasaannya.
"Oh ayolah Sehun. Terima aku."
"Jangan memaksa. Aku tidak menyukaimu!"
Luhan menarik tengkuk Sehun dan mengecup hidung Sehun lama. Luhan tak berani menyentuh bibir Sehun, takut Sehun akan marah padanya.
Sehun hanya mendengus kesal. Luhan memang tak pernah mengerti dia. Ia kira Luhan anak yang baik. Ternyata, dia malah tukang memaksa.
Tanpa mereka berdua sadari, dua pasang mata memerhatikan mereka.
"Jadi, bagaimana perasaanmu, Jongin?" Chanyeol mengompori Kai. Kai mendengus kesal lalu pergi meninggalkan Chanyeol.
ㅡTBCㅡ
A/n:
Ini chapter 4 nya. DAN GAK NYAMBUNG SAMA CHAPTER 3. BENERAN!
Aku males bgt sama chapter 3. Itu jelek bgt anjir gasih. Pengen delete tp sayang-_- jadinya diganyambungin aja ya/? Cuma temanya sama kokkk~~
Dan maaf, chapter 4 ini aku cepetin alurnya. Gapapa kan? Kai mau buat fic baru lagi soalnya. Jd aku mau tamatin doloe;3 terus maaf juga/? Karena chapter ini cuma dikit. Yang penting update kan?/? :3
Ah.. Maaf (lagi) ya aku suka telat update. Tugas sama ulangan bener-bener menghambat! Ish!
OIYAA! AKU GANTI PENNAME LOH YAYYYY! /? Skrg kolmi suyanq oksss! ;)
Jfyi, FF GOT7-ku sudah ku publish. Kalian mau baca kan? ;;) Alah-_- lupakan saja. Tapi cobalah baca/? Wkwkwk pairnya MarkxBamBam. Cocok gasih? Menurutku mah cocok-cocok aja wkwk~
Sekarang balesan review nich~
gwansim84 : Bagus dong kalo gitu XD baca ff ku aja. Semuanya Kaihun kok /promosi/ jangan lupa review kkk~ btw, thanks for review! Ditunggu review selanjutnya hihi
DiraLeeXiOh : Tadinya aku pengen bikin Kai jahatin Sehun. Tapi mengingat sifatku yang sangat munafik ini /smirk/ aku jadi pengen bikin Kai munafik lol jangan ditiru eaak~ sip see u next chapt! Review selanjutnya tetap ditunggu hihi
SehunBubbleTea1994 : Kai itu normal kok. Normal pikirannya. Seksualitynya kagak. Dia suka sehun kok ea ea ea Amin doakan ChanChan bisa bikin Kai gay lol~ wkwk thanks for review! Ditunggu review selanjutnya hihi
0221cm : Ah kamu bisa aja bikin aku merona /apaan-_-/ makasih banget eak eak ih lope banget deh untukmu :* /? Amin amin makasih lagi. Baca ff GOT7 ku terus review nde/? Promosiin ketemen2 mu lol wkwkw thanks for review. Review selanjutnya tetap ditunggu~
daddyKaimommysehun : makasih banyak wkwk gapapa gapapa tapi kalo mau baca lebih gapapa lagi :33 /? Thanks for review. Ditunggu review selanjutnya hihi
YoungChanBiased : Iya dia cantik kayak suyanq /g
AyanesKaira chan : Iyanih. Doakan Sehun biar dapet cinta jongin eaakkk~ wkwk thanks for review~ ditunggu review selanjutnyaa
UNTKaiTUBUTARA4 : Aaaa makasih aku sebel official pair mereka terlihat kompak sekali. Kaihun jauh lebih cocok huks :( ditunggu review selanjutnya btw :D
bbuingbbuingaegyo : sip ini udah dilanjut :3 thanks for review~ ditunggu review selanjutnyaaa
Oh Dhan Mi : aku gajanji bikin konflik apa engga._. Paling konflik ringan doang. Wkwk. Aku bukan author yg bisa bikin ff yg nyentuh. Wong bikin ff sedih dikira comedy romance kan eek/? /curhat/ wkw thanks for review~
BaixianGurls : HALO KAK{}3 /? Aku sukanya JinV._. Mereka kapel freak tapi cocok/? Wkwk makasih udah review kak mwah
rainrhainyrianarhianie : maaf:( kesibukan tugas sialan bener2 sialan/? Hehe chapter depan aku usahain update kilat deh huhuhu
Nin nina : Sip! Biar Kai-nya emosi gitu kan hehe. Tapi kayaknya gabisa:( maaff.. Hihi thanks for review~
Wonkyuhae : Sipdeh! Insya Allah yaaa hehehehe :3 thanks for review~
Happybacon : wkwk iya apa? Wk makasih kalo gitu :3
Sayakanoicinoe & miszshanty05 : Sip ini udh lanjut:3 thanks for revieww~
UnicornTry : aku kayaknya cuma bikin konflik kecil2an aja /? Hihihi thanks for review~
Kaihun : Gaakan berat kok~ kol mi suyanq aje eaak jangan author apalagi thor ihiw bangte
dech-_- makasih dan makasih buat review~
Misyel : Gak janji yaa~ hihi:3
Gila pegel juga ngebalesin review kalian. Makasihh banget ya para readers yg sudah ingin meninggalkan bacotan dikotak review, dan para readers yg males ngetik review :*
Udah ah cuap-cuapnya~
Ohiya.. Aku habis namatin ff ini mau nutup akun.. Maksudnya ga ngepublish lagi disini. Paling engga empat bulan sekali. Aku mau pindah akun, dan akun itu aku rahasiakan/? Ada sekai sekainya kok pastinya muehehehe:*
12 Maret 2014
suyanq
