[EXO; KaiHun; genderswitch!]

Warning! Humor gagal, absurd, OOC banget. GE ES! Gasuka gs keluar sajha.

Feminim - Chapter 5START!

ㅡo00oㅡ

Sudah hampir sepuluh menit Jongin berada di Coffee Toffee bersama Wufan. Kalau boleh jujur, ia agak menyesal mengajak Wufan. Ternyata bocah tiang kanada itu dalam mood yang buruk. Jadinya, ia hanya diam sambil menyesap vanilla latte pesanannya. Padahal, biasanya dia bertingkah idiot dan tidak punya malu. Jongin bosan sekali. Kenapa Sehun sangat lama? Apakah sesulit itu Sehun jika sudah beurusan dengan Salon? Astaga.

"Oi Jongin."

"Wae?"

"Memangnya Sehun kemana sih?"

"Dia... Dia ke salon."

Wufan memasang wajah 'da-bitch'nya dengan sok seksi dan terkejut. Pasti Wufan a bit not believe at Jongin. Jongin terkekeh.

"Itu bukan kemauan anak serigala itu. Itu suruhanku."

"Tumben sekali dia mau?"

"Bayaran hutangnya dia."

Wufan mengernyit. "Dia punya hutang?"

"Bukan, maksudku, aku mengajarkan dia untuk persiapan ujian sangatlah sulit. Dan aku minta bayarannya."

"Kenapa bukan bayaran di ranjang aja?"

Bletak!

"AW! Sakit bodoh!"

Jongin mendengus. "Kau yang bodoh, idiot, mesum pula. Aku bingung kenapa Joonmyeon bisa mencintaimu. Apalagi dia kan laki-laki." Kata Jongin sebal. Dan itu membuat Wufan tertawa kecil. Jongin tersenyum tipis. Mood Wufan udah balik. Cepat atau lambat, pemuda Kanada itu akan melakukan sesuatu yang bego luar biasa.

"Jongin. Mau tau apa alasan mood ku buruk tidak?"

"Apa?" Tanggap Jongin malas.

"Aku gak sengaja kecipirit. Pas itu aku pakai pakaian dalam yang baru kubeli dua hari lalu."

"ANJIR BEGOOOO!"

ㅡo00oㅡ

Lupakan apa yang Wufan katakan. Sekarang mari lihat Sehun. Gadis itu tengah memejamkan matanya. Ia menggenggam erat pegangan kursi yang ia duduki. Ia masih berkutat dengan sisir sedari tadi. Entah kenapa ia sangat benci benda itu, apalagi sampai mengenai rambutnya, persis sekarang ini.

"Nona, sudah selesai."

Sehun membuka sebelah matanya. Mengintip dari cermin.

"WHOAHHH! DEMI APA INI PARK SEHUN?!"

Sehun berdiri didepan kaca. Memutar-mutar tubuhnya untuk melihat betapa bagusnya rambutnya saat ini!

Bayangkan saja. Rambut cokelat karamel sepanjang punggung dengan model bergelombang hanya dibagian bawahnya. Jangan lupakan poni mengembang yang menghiasi dahinya. Bagaimana bisa orang-orang yang berkali-kali Sehun teriaki bisa melakukan pekerjaan dengan hasil sebagus ini?

"Oh my god! Jinjja jeongmal gamsahamnida." Sehun berucap sambil berkali-kali menundukkan tubuhnya. Alasannya untuk kesopanan dan menikmati betapa lembutnya rambutnya yang sangat jatuh ini.

Sehun tersenyum lebar sambil terus memandangi kaca. Betapa bagusnya rambutnya sekarang. Ia juga merasa lebih segar karena saat Sehun protes tadi, si mbak mbak salon menyarankan untuk diapainsih itu namanya. Pokoknya semacam dipijetin gitu deh. Pokoknya, ia sangat bahagia hari ini. Satu kesan untuk Sehun kalau Salon tidaklah menyeramkan seperti yang ia katakan.

"Unnie, berapa semuanya?"

"Loh? Bukan si tuan tampan itu yang bayar?"

Wajah bahagia Sehun agak luntur. Ia kesal. Kenapa si mbak-mbak Salon itu manggil Jongin 'tuan tampan'?

"Unnie. Namanya Jongin. Dan dia tidak tampan." Kata Sehun sambil mengambil dompetnya.

"Semuanya jadi 'sekian'."

Sehun mengambil beberapa lembar uang didompetnya dan menyerahkannya pada mbak-mbak salon.

"Nona, bayarnya dikasir."

"Ahh aku malas. Unnie saja ya yang mengurus semuanya."

Pelayan salon itu tampak berfikir. Tapi akhirnya mengangguk juga. Sehun tersenyum lagi. Ia mengambil ponselnya dan menelepon Jongin.

"Sehuㅡ"

"AKU SUDAH SELESAI CEPAT KESINI AKU TIDAK MAU MATI KEPANASAN."

"DASAR LEBAY."

"CEPAAAAATT!"

"YA"

Pip. Telepon diputus oleh Jongin. Sehun terkekeh sendiri. Betapa menyenangkannya mengerjai Jongin.

Beberapa menit kemudian, Jongin datang membawa plastik makanan. Sehun yakin sekali kalau itu untuknya. Dan itu adalah segelas bubble tea.

Sehun mengernyit karena Jongin celingukan menengok sana sini. Bahkan sekarang ia sedang bertanya pada pelayan disitu.

"Park Sehun? Yang tadi datang dengan imej preman?" Tanya salah satu pelayan yang membuat Sehun gondok. Tapi iya juga sih. Imej nya kan preman sekali.

"Hah?!"

Sehun mendengar Jongin berteriak sangat keras. Gadis itu rasanya ingin tertawa terbahak-bahak. Ini pertama kalinya Jongin melakukan hal memalukan ditempat umum.

"Sehun?"

"Yo."

"WHADDE..." Jongin lagi-lagi bergumam dengan suara yang sangat keras.

Dimata Jongin, Sehun sekarang sangatlah cantik. Rambut cokelat karamel yang bergelombang dengan poni. Jangan lupakan sedikit warna ungu diatas kepalanya. Kulitnya sangat putih. Apalagi dia seorang perempuan yang tingginya melebihi batas perempuan pada biasanya.

Jongin masih tidak percaya apa yang dia lihat didepannya. Sehun, sangatlah cantik.

Dan perasaan yang kemarin ia rasakan meletup-letup lagi didalam hatinya.

Sepertinya benar.

Kalau Jongin... Mulai menyukai Park Sehun yang menyebalkan.

"Heyy Jongiiin! Ish aku lapar ayo makan!"

Jongin menerjap setelah benar-benar sadar dari lamunannya dan menatap sebal Sehun. Tangan Sehun sudah terangkat-angkat. Tengah bersiap untuk menguncir rambutnya. Dan Jongin dengan cepat menghentikannya dan menarik tangan Sehun ke dalam mobilnya.

Di dalam mobil. Sehun memelototi Jongin sebal. Tangan anak itu lagi-lagi terangkat untuk menguncir rambut. Jongin tahu Sehun pasti kegerahan. Daripada rambutnya jadi lepek bukannya lebih baik dikuncir?

"Sehun, biar aku saja."

"Eh?" Gumam Sehun bingung.

Dengan hati-hati, Jongin mengambil kunciran rambut dari tangan Sehun dan mengaitkannya dipergelangan tangannya. Jari-jari Jongin telaten menyisir rambut Sehun dan menyatukannya.

Well. Jongin tahu Sehun anak blangsakan. Tidak bisa hati-hati. Terlalu sayang jika rambut sebagus itu dia kuncir acak-acak.

"Sudah. Jangan dipegang-pegang. Kau mau makan apa?"

"Spaghettii!"

"Arraseo."

"Yayy Jongin baik sekaliii!" Ujar Sehun dengan nada yang dibuat-buat.

"Berisik. Besok jam empat sore aku jemput kau dirumah. Bawa semua baju dan blablabla sebagainya yang kemarin kita beli. Arraseo?"

"Ne Jongin! Cepatlah aku lapar!"

"Dasar boboho."

"Anjir,"

ㅡo00oㅡ

Jongin berkali-kali menahan nafasnya saat saus dari spaghetti itu hampir mengenai rambut indah Sehun. Jongin tidak tahu Baekhyun ngidam apa sampe melahirkan anak seabsurd ini. Lagipula kenapa dia makan harus menggoyang-goyangkan kepalanya?

"Ahh aku selesaii! Aku kenyang. Terimakasih banyak Jonginn!"

"Iya sama-sama. Mau pulang sekarang?"

"Tidak ah. Bagaimana kalau kita main tapdance?"

"Setuju. Mau taruhan?" Tawar Jongin sambil menyunggingkan smirk yang tampak mengesalkan dimata Sehun.

"Apa?" Tanya Sehun.

"Kalau kau kalah, besok kau harus memakai make up. Kalau aku yang kalah, aku akan mentraktirmu seminggu plus bubble tea gratis jika aku punya uang."

Traktir. Bubble tea. Tanpa berfikir panjang, Sehun menjentikan jarinya. "SETUJUUU!"

ㅡo00oㅡ

Jongin mendengus kesal. Dewi fortuna tidak berpihak padanya. Ia kalah terus sedari tadi. Sial. Bukan, bukan ia takut uangnya akan habis. Tapi, rencana melihat Sehun menggunakan make up gagal hanya gara-gara permainan injek-injekan ini!

"HAHAHA! You lose, Jongin!"

"Ya ya ya~ ter serah aja. Pulang yuk!"

"Yasudah ayok. Aku juga sudah ngantuk dan rasanya ingin bobok~"

"Dasar tukang tidur. Aku heran sekali. Kau suka makan dan kerjaannya tidur aja. Tapi nggak gendut."

"Takdir."

"SEHUN!"

"Hehehehe." Sehun giggles tidak jelas. Jongin memutar matanya malas.

Walau semenyebalkannya apapun Sehun, tapi, Sehun tetap cantik dan manis. Ia jadi tidak sabar melihat Sehun menggunakan gaun!

to be continued.

Haii! Maaf telat apdet.

AKU SUDAH SELESAI UKAKA LOH KAWAN! AKU BAHAGIA.

FF ini mungkin dua atau 3 chapter lagi akan tamat. Aku bingung gimana cara masukin romancenya. Jadi aku bikin lebih ke friendship aja ya? Tapi tenang aja, kaihun bakal nyatu kok :v

Maaf pendek. Aku selalu gunakan sistem sks skrg :3 oh iya, aku juga males ngedit. Gapapa ya? :3

Yaudah, silahkan masukin pendapat komentar saran kritik dan lain-lain di kotak review. Satu review sangat berharga untukku.

SA RANG HAE LOPEEE~

13 juni 2014

suyanq