[EXO; KaiHun; OOC-genderswitch]

DLDR! RnR!

ㅡo00oㅡ

"Aku pulang." Ujar Sehun lemas tapi tetap dengan suara yang lantang. Ia lelah sekali dan rasanya ingin segera tidur. Ia baru saja mengangkat tangannya untuk melepas kuncirannya, tapi gerakkan tangannya berhenti begitu saja.

Tadi, Jongin menyentuh rambutnya kan?

Tapi kenapa ia tidak memberontak?

Sehun terdiam. Pada akhirnya ia tidak jadi melepas kuncirannya dengan tangannya yang kata Jongin sangat destroyer itu. Akan lebih baik meminta Baekhyun membantu melepas kuncirannya. Dan ia baru ingat kalau rambutnya sedang bagus. Good-hair-day, kata-kata yang lagi ngetren saat ini.

Sehun membawa tas plastik yang isinya cemilan yang dibelikan Jongin tadiㅡsebenarnya Sehun yang minta. Tapi sungguh, tadi Sehun hanya minta pocky tiga kotak tapi entah kenapa Jongin bahkan membelikan keripik kentang dan kuropuroku(ceritanya merek minuman/?/). Jongin baik sekali ya. Sudah teman dekat-yang-sangat-dekat-pertamanya, baik pula.

Ehem.

Teman?

Sehun mendengus sendiri memikirkan kalau Jongin dan dia hanya sebatas Teman.

"Sehun?"

"Baekkie ummaaa!" Ujar Sehun sambil memeluk ummanya erat.

"Hai Sehun~ lama tidak bertemu ya? Kau semakin cantik saja."

Deg!

Sehun mengangkat wajahnya dan mendapati seseorang yang tinggi nan familiar dimatanya tersenyum dengan tampang idiotnya. Ups.

"Park Chanyeol appa?!"

Chanyeol tersenyum. Tangannya membentang. Mengundang Sehun untuk segera memeluk appa-nya yang dua minggu kemarin harus ke Thailand karena ada pekerjaan yang harus dikerjakan disana.

"Uwah! Ada apa dengan anak gadis appa sekarang? Habis ke salon, eoh?"

Jimin yang tadinya masa-bodo-amat akan kakaknya yang pulang dan tetap fokus pada game ditangannya langsung menoleh. Sejak tadi, Jimin memang ada diruang TV. Seringai jahil Jimin tercetak begitu saja.

"Uh Sehun noona cantik sekali. Aku sampai jatuh cinta. Aku ingin menelepon Jongin hyung agar rela kekasihnya untukku."

Sehun yang mendengar suara Jimin dengan perkataan goblok-nan-idiotnya langsung mendengus sebal, dengan tambahan lemparan sepatu yang tepat mendarat di pelipis Jimin.

Sedangkan Chanyeol dan Baekhyun terkekeh melihat kedua anaknya yang tidak bisa akur sama sekali.

"Wah, jadi Sehunnie sudah pacaran dengan Jongin?" Tanya appa-nya. Sehun terdiam. Tapi sepersekian detik berikutnya, ia menggeleng keras.

"Nggak pacaran."

"BOHONG TUH APPA! LIHAT SAJA WAJAHNYA MERAH!" Si Jimin mulai ngomporin Sehun. Aduh deh kelakuan.

"HEH YANG JOMBLO! DIEM AJA DEH!" Teriak Sehun yang dibalas tawaan Jimin.

"JIMIN GAK JOMBLO SIH! NOONA YANG JOMBLO GAK LAKU! Lagian siapa yang mau sama kucing garong kayak Sehun noona."

"Kurang ajar. Sini lo!"

Sehun sudah mengambil langkah untuk mengejar Jimin. Tapi ia mengingat rambutnya. Ia tidak ingin bergerak banyak. Jadi ia diam saja. Menutup telinganya dengan kedua telunjuknya. Mengabaikan semua perkataan Jimin.

"Lagian betul loh kata Jimin. Kau dan Jongin itu sangat cocok." Ujar Baekhyun yang membuat Sehun kali ini benar-benar memerah. Jimin terbahak-bahak melihat rona manis yang menjalari pipi putih Sehun.

"Kurang ajar! Ugh! Lihat saja kau!" Sehun memelototi Jimin yang melet-melet kearahnya. Ya Tuhan, dikutuk apa dia punya adik yang nyebelinnya banget-bangetan.

"Sudahlah Sehun, biarkan saja." Kata Chanyeol. Sehun mengangguk. Lagipula ia lelah. Baru saja pulang dan ingin istirahat. Jimin pengganggu.

"Baekhyunnie umma, lepasin ikatan rambut Sehun dong." Kata Sehun. Baekhyun dengan senang hati melepaskan kunciran itu. Nafas Baekhyun tercekat. Ya Tuhan. Rambut Sehun sangat indah.

"Kok tumben sekali kau mau pergi ke salon? Dan kemarin beli banyak aksesoris, gaun pula. Emang mau ngapain sih?" Tanya Baekhyun. Sehun menyengir kuda. Dia kan emang belum bilang kalau besok ada promnight.

"Besok malam ada promnight, umma. Jongin bantuin aku buat nyari pakaian dll sebagainya."

"Biasanya kau kesana pake jeans dan sneakers. Tumben sekali mau pakai gaun?"

"Ceritanya panjang umma. Umma, aku mengantuk. Aku boleh tidur duluan kan?" Kata Sehun.

"Iya. Mimpi indah, Sehunnie sayang!" Kata Baekhyun. Sedangkan Chanyeol sudah ada disebelah Jimin yang sejak kapan nonton piala dunia. Sehun pengen banget ikut nonton, tapi dia ngantuk parah.

"Woi Jimin."

"Ape. Gue gamau berantem. Gue pen nonton bola."

"Jongin beliin lo makanan banyak. Liat dimeja tamu."

"Kakak ipar gue baik banget saoloh~"

"HEH KAKAK IPAR KAKAK IPAR! SEMBARANGAN KALO NGOMONG!"

"Gue sama Baekhyun umma dan Park Chanyeol appa satu pikiran sih, yee~"

Sehun mendengus dan segera menuju kamarnya.

Ia tidak langsung tidur. Tangannya merogoh ponselnya dan melihat foto-foto yang tadi ia ambil. Tiga perempat-nya adalah foto Jongin yang ia iseng ambil gambarnya, sedangkan seperempat lainnya adalah selcanya bersama Jongin. Sehun tersenyum sendiri. Kalau dilihat-lihat, Jongin itu sangat tampan. Betapa bodohnya ia baru sadar kalau Jongin itu benar-benar sangat tampan. Ugh. Apa yang ia pikirkan.

"Jaljayo, Jongin. Gomawo untuk hari ini." Gumam Sehun, setengah sadar dan tidak sadar.

Oh iya, satu pengumuman untuk kalian. Wallpaper ponsel Sehun sekarang adalah foto Jongin yang mengenakan snapback pemberiannya. Dengan senyum gigi dihadapan kameranya, dengan V sign dijarinya. Tampan.

ㅡo00oㅡ

Sehun tidur sangat lama hari ini. Buktinya, sekarang sudah jam sebelas tapi Sehun masih tidur.

Tapi sinar matahari bener-bener ganggu. Itu bikin dia mau gak mau harus bangun. Pas dia bener-bener sadar dan sadar akan keadaannya, ia histeris sendiri.

"BAEKHYUN UMMAAAA CHANYEOL APPAAAA JIMINNIEEE OMONAAA JEBAL JEBAALL!"

Kalian tahu apa yang terjadi?

Rambut Sehun berantakan. Sehun kalut sendiri. Ia takut Jongin marah padanya karena tatanan rambutnya yang sangat berantakan ini. Masa dia harus ke salon lagi?

BRAK!

"WAE GEURAE SEHUNNIE?" Jerit Chanyeol. Sehun menunjuk-nunjukkan rambutnya yang-astagfirullah-berantakan-banget.

Tapi, disaat Sehun masih histeris, Chanyeol masang wajah 'wtf'-nya.

Sifat berlebihan anaknya benar-benar masih kental ada didalam jiwa anaknya.

"Huh, kirain ada apaan. Rambutmu cuma berantakan. Kan bisa disisir." Kata Chanyeol. Wajah terkejut Sehun benar-benar menyeramkan sekarang. Apalagi setelah Chanyeol mengucapkan kata 'sisir'. Bahkan, mulut Sehun benar-benar terbuka lebar.

Chanyeol menghela nafas lalu keluar dari kamar putri kecilnya itu, meninggalkan Sehun dengan keadaan masih shock dan terkejut. Chanyeol menggelengkan kepalanya lelah.

"Apa yang terjadi pada Noona, appa?"

"Rambutnya berantakan."

"Gitu doang?" Tanya Jimin. Chanyeol mengangguk.

ㅡo00oㅡ

"ANNIYA UMMA ANNIYAAA!"

Sehun memberontak. Ia berteriak histeris sejak tadi. Baekhyun rasanya ingin melempar kursi pada wajah anaknya itu. Kenapa sih Sehun takut banget sama sisir? Padahal waktu Baekhyun seumuran Sehun, sisir tidak pernah tidak ada di dalam tasnya.

"Ya sudah! Kau mandi dulu! Tidak usah basahi rambutmu!"

"Tapi gimana caranya umma?! Rambutku sangat jatuh!"

"Ugh! Makanya disisir terus dikuncir biar gak kena air!"

"GAK MAU SISIRRR!"

"Kalo gak disisir, kunciranmu akan acak-acakan! Nanti kusut! Rontok, sakit! Jongin pasti tidak akan suka melihat rambutmu!"

Mendengar nama Jongin keluar dari mulut ibunya, ia langsung terdiam. Sehun menghela nafasnya berat.

"Iya umma, sisir aku."

Baekhyun tertawa jahat didalam hatinya. Perkiraannya benar. Sehun menyukai Jongin. Sekarang ia punya alasan untuk menyuruh anak pertamanya ini.

Baekhyun mulai menyisir rambut berantakan Sehun dengan pelan-pelan. Tidak kusut sama sekali. Bahkan langsung rapih begitu saja. Setelahnya, Baekhyun menyatukan rambut Sehun dan menguncirnya dengan kuat agar tidak kena air.

"Kha! Sudah. Kau tidak mati kan gara-gara disisir?"

Sehun mengangguk pelan. Ia langsung ke kemar mandi umma-nya itu. Katanya, ia harus pakai sabun susu yang apa entah namanya dan pakai lulur. Sehun mengernyit saat matanya melihat seluruh jenis peralatan mandi yang ada disana.

Sehun tidak mengerti.

"Umma! Sabun-nya yang mana? Terus, cara pakai lulur itu gimana?"

"Sabunnya yang botol putih!"

"Semuanya botol putih!" Sehun memandang seluruh botol-botol itu dengan bingung.

Baekhyun menepok jidatnya. Kapan anak gadisnya benar-benar menjadi seorang gadis yang normal? Cantik-cantik kok setengah waras -_-

"Nih, Sehun pakai sabun ini dulu buat cuci muka. Nanti umma masuk bantuin Sehun mandi."

Terpaksa, Baekhyun harus ikut andil dalam acara mandi Sehun yang Baekhyun yakin butuh waktu yang sangat-sangat lama.

ㅡo00oㅡ

Baekhyun merebahkan tubuhnya diatas kasur. Ia tidak mengerti kenapa Sehun benar-benar absurd dalam masalah kefeminiman. For serious, Baekhyun memandikan Sehun hampir dua jam! Bayangkan betapa stress-nya Baekhyun.

"SEHUN NOONA HANDPHONE-MU BUNYI! DARI JONGIN HYUNG!" Teriak Jimin sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar Baekhyun. Bisa mati Baekhyun kalau Jimin membuka pintunya. Pasalnya, ia telanjang mabroh! Sehun juga hanya pakai handuk.

"ANGKAT SAJA! JANGAN BUKA PINTUNYA! LOUDSPEAKER!"

"Yeoboseyo hyung?" ㅡ Jimin

"Oh, Jimin? Sehun-nya ada?" ㅡ Jongin

"Yo Jongin! Ada apa?!" ㅡ Sehun

"Apa? Gak kedengeran!" ㅡ Jongin

"ADA APA JONGIN?!" ㅡ Sehun

/maklum ya mereka tereak-tereak, kan dibatesin pintu. Apalagi mereka teleponan. Aduh lucu ngebayanginnya/

"Sehun?" ㅡ Jongin

"APAAAAANN!" ㅡ Sehun

"Hyung, kata Sehun noona 'apaan?'" Oh, Jimin penyelamat. Tumben sekali Jimin baik.

"Bilang padanya suruh siap-siap. Aku akan menjemputnya." ㅡ Jongin

Baekhyun yang mendengar itu langsung beranjak mendekati pintu.

"Jongin sayang?" ㅡ Baekhyun

"Hyung! Ini Baekhyun umma ngomong sesuatu! Dia manggil hyung." ㅡ Jimin

"Ne ajhumma?" ㅡ Jongin

"Kau tidak usah menjemput Sehun. Sehun akan aku urus. Lebih baik kau bersiap. Jemput Sehun jam tujuh malam saja." ㅡ Baekhyun

"Kata umma, jemput Sehun nanti jam tujuh malam aja hyung. Katanya, Sehun noona mau diurusin Baekhyun eomma." ㅡ Jimin

"Oh arrachi. Baekhyun ajhumma, buat Sehun seperti bidadari ne!" ㅡ Jongin

"Siap Jongin!" ㅡ Baekhyun

"Katanya umma, siap!" ㅡ Jimin

"Okai. Kututup ya teleponnya. Salam buat Chanyeol appa." ㅡ Jongin

Pip. Telepon terputus. Jimin kembali keruang tengah sedangkan Baekhyun mengenakan bajunya kembali. Baekhyun menyuruh Sehun duduk dibangku rias. Yuk mari intip bagaimana Sehun di dandani oleh Baekhyun. Scene ini banyak percakapannya ya. Semoga kalian mengerti. /kecup cinta/?

Tangan Baekhyun melepas kunciran Sehun dan menguncirnya lagi lebih tinggi. Ia mulai mengusapkan bedak bayi disekitar leher Sehun agar jika keringetan nanti tidak merusak rambutnya.

Baekhyun akan menggunakan bedak bayi untuk Sehun dan bukan bedak yang biasa ia pakai. Kulit Sehun masih kulit bayi, belum pernah mengenakan make-up apapun. Ia takut kulit anaknya iritasi. Sayang kan?

Baekhyun membubuhkan bedak bayi itu dileher belakang dan depan Sehun plus rahang Sehun. Baekhyun menimang-nimang. Apa wajah Sehun harus ia berikan bbcream agar terlihat lebih cantik? Atau pakai saja bedak bayi lalu berikan lipstik dan tidak usah pakai blablabla lainnya. Mungkin Sehun pakai lensa kontak cokelat? Baekhyun bingung sekali. Di satu sisi, ia ingin Sehun pakai make-up yang ia punya karena ia yakin sekali Sehun akan terlihat cantik. Tapi disisi lain ia takut kulit Sehun kenapa-napa karenanya.

Opsi kedua lebih penting.

Jadi Baekhyun memilih memakaikan bedak bayi keseluruh permukaan kulit wajah dan leher serta belakang telinga Sehun.

"Sehunnie mau pakai kontak lensa gak?"

"Kontak lensa itu apa?"

"Yang biasa umma pakai ke mata kalau mau jalan-jalan."

"Baekhyun umma selalu nangis kalo pake itu. Itu sakit gak?"

"Perih sih dikit. Tapi gak apa-apa."

Sehun berpikir. Ia gak pengen ribet. Tapi dia pengen tampil beda untuk promnight tahun ini. "Yaudah deh."

Obsesi tampil beda-nya Sehun benar-benar ada didalam diri Sehun sejak rambutnya berubah. Ia ingin tampil beda. Semangat Sehunnie~

"Sekarang umma pakein ya. Sehunnie jangan ngeberontak. Nanti kalo ngeberontak, Sehunnie bisa buta. Arraseo?"

"Ne."

Sehun memejamkan matanya sebentar dan menghela nafas. Lalu ia menurut pada Baekhyun dan menyerahkan semuanya pada Baekhyun. Walaupun perih, ia tetap diam tidak bergeming. Rasanya ia ingin berteriak dan menendang Baekhyun. Tapi resiko mata buta membuat Sehun takut dan lebih baik diam.

"Nah, sekarang yang sebelah kiri."

Sehun lagi-lagi menahan perihh luar biasa. Ugh.

"Selesai! Kedip matamu dua kali."

Sehun coba berkedip. Rasanya tidak apa-apa. Lalu ia menoleh kearah kaca. Pancaran keunguan keluar dari mata kecilnya. Yaampun bayangkan betapa lucu-nya Sehun.

"Kha, sekarang tinggal pakai lipstik. Sehun mau warna apa?"

"Soft-pink!"

"Pakai sendiri bisa?"

"Gabisa." /sebenernya Sehun males gerak, dia pengen diperlakukan bak seorang putri eaaa~/?

"Yaudah sekarang liat umma. Mulutnya agak kebuka bisa kan? Nah seperti ini."

Baekhyun mulai mempoleskan lipstik pink itu kebibir pink Sehun. Benar-benar semakin lucu.

Baekhyun juga menggunakan maskara untuk bulu mata pendek Sehun agar memanjang dan lentik. Yaampun Sehun cantik banget ah gakuat(?) /jadi ooc sendiri/

"Udah selesai. Sekarang kau pakai bajunya. Oh iya jangan lupa pakai celana pendek ini. Umma tidak mau mengambil resiko laki-laki menatap nafsu dirimu."

Sehun tertawa atas perkataan ummanya yang sangat absurd.

Sehun agak bingung dengan baju gaunnya. Ribet ya ternyata. Batin Sehun.

"Umma naikin resletingnya dong!"

Baekhyun menarik resleting gaun Sehun dan mulai merapihkan gaun Sehun itu. Mulai dari pita-pitanya dan ronde-ronde(?) yang ada. Ia juga mulai merapihkan rambut cokelat karamel bergaris ungu yang indah itu.

Sehun suka banget warna ungu.

Baekhyun mengambil catokan untuk membuat rambut Sehun semakin bergelombang karena gelombang yang kemarin dari Salon sudah agak luntur(?) karena cara Sehun tidur yang tidak biasa.

Setelah itu, Baekhyun menyisir poni tengah Sehun dan memakaikan bando hitam yang ada bunga ungu gede diatasnya/?

"Ugh anak umma cantik banget."

Sehun melihat dirinya didepan kaca. Asli. Ia merasa bahwa manusia yang didepannya ini bukan dirinya.

Sekarang, Sehun sedang mengenakan sepatu hak model boots yang banyak bulunya itu. Sehun degdegan. Ia takut gak bisa jalan.

"Coba Sehun sekarang Jalan."

Tapi kenyataannya, ia jalan seperti biasa. Gak seak-seok sama sekali /yaiyalah haknya galebih dari lima senti./

"Yaudah, Sehunnie sudah cantik. Sekarang mana jari-jari Sehun?"

"Umma mau ngasih nail polish? Gak ah. Sehun gamau pake gituan."

"Pake stiker aja. Gak pake kutek."

"Stiker kuku?"

"Iya. Sehun mau warna apa?"

Baekhyun melihat jari Sehun. Seberandal-berandal anaknya, kuku Sehun masih bersih walau panjangnya bikin nggg...

"Umma potong sedikit ya kukumu? Masa anak cewek kukunya panjang kayak preman."

"Ne umma."

Sehun bener-bener nurut saat ini. Obsesi tampil beda.

Setelah Baekhyun selesai memotong pendek kuku Sehun, ia menempelkan stiker glitter pink untuk kuku-kuku Sehun. Ah pokoknya Sehun perfect bangeeet!

"Udah selesai! Nah, sekarang kan jam enam. Jongin jemput kamu jam tujuh. Sana kamu selca dulu buat kenang-kenangan."

Sehun menurut. Dia keluar kamar dan berjalan keruang tengah. Jimin sibuk main video game sedangkan Chanyeol lagi nonton tv. Gasadar ada Sehun.

"Jimin, mana hape gue?"

/soalnya tadikan hape Sehun ada sama Jimin/

"Ada diㅡanjir demiapa itu Park Sehun?"

Chanyeol ikut-ikutan noleh. "Ada apasihㅡYa Tuhan bidadari darimana kau?"

"Ini aku Sehun ayah. Payah gak ngenalin anaknya sendiri."

"Ih Jimin mana hape gue!"

"Noona, sumpah gue bakal ngerebut elu dari Jongin."

"Sori, gue gak sudi pacaran sama elu. Elu adek gue bego."

Walaupun Jimin ganteng gak ketulungan, tapi dia masih waras. Jimin adeknya dan gaboleh pacaran. Lagian juga, dia masih ada Jongin yang lebih gantengㅡuhuk.

"Nih hape lo. Lo mau ngapain."

"Mau apdet instagram."

"Ikutan!"

"Ntar foto kedua. Gue mau foto sendiri dulu."

Sehun mulai ngebuka aplikasi kameranya dan selca close up sambil senyum yang matanya ilang(?). Terus selca kedua dia minta bantuin Jimin buat foto fullbody. Terus yang ketiga dia foto sama Jimin deh. Foto keempat pipinya dia dicium sama Jimin. Yaudahlah ya, dicium adek sendiri. Kapan lagi ngerasain? Yagak? Apalagi gapernah akur kayak Sehun-Jimin.

"Nuna, foto yang lu share keinstagram yang mana?"

"Yang sama elu."

"Gue bagi foto lo yang sendiri dong! Mau gue pamerin ketemen-temen gue, gue punya pacar baru."

Ptak!

"Ugh sakit!"

"Idiot. Gue kakak lo."

"Kan gaketauan. Mereka tau nya Park Sehun si preman sekolahan."

"Sekali lagi lo bilang gitu gue tampar lo."

Instagram update:

sehunnieparkxx: with park jimin idiot mesum nan obsesi banget buat incest-an bareng gue

- photo -

3 likes . 0 comment

Sehun langsung nutup aplikasi instagramnya. Terus dia ngeliat foto fullbody + close-upnya yang sendiri. Pengen dia cetak terus kasih ke Jongin rasanya. Eh?

"Jimin, gue bawa polaroid lo dong."

"Yeh, emang polaroid lo kemana?"

"Rusak, kan?"

"Ohiya. Tapi isinya pake punya lu aja ya?"

"Gue cuma pake dua. Eh, banyak deng. Gue beli deh punya lo."

"Yaudah."

"Gue bayarnya besok. Lo itung dulu sono. Jangan korupsi."

"Iya. Tapi bagi foto lo, nanti gue potong harganya."

"Demiapa lo? Yaudah gue kirim lewat whatsapp."

"Iya. Gue pamerin ya?"

"Iya tapi nantinya dikasih tau kalo itu gue, dan pastikan gak ada yang naksir gue apalagi ngejer-ngejer gue."

"Yeh, pede amat lu."

"Ya siapa tau wakakakak."

Perbincangan akrab antara Sehun dan Jimin terus berlanjut hingga suara klakson mobil ada didepan mereka. Sehun yakin itu Jongin. Jadi dia langsung beranjak nemuin Baekhyun.

"Umma, Jongin udah dateng. Minta uang. Jimin, tolong ambilin ransel gue."

"Lo bego banget sih. Cantik-cantik kok idiot. Lo harusnya cuma bawa dompet. Udah gitu lo gak pake cincin apalagi gelang. Bagus lo pake anting."

"Bener kata Jimin. Kamu pake tas umma aja ya. Warna hitam ini. Uangnya langsung umma masukin kesitu. Kamu jangan lupa bawa hape kamu sama uang kamu."

"Yaudah Jimin, mana polaroid lo?"

Jimin lari ke kamarnya sambil bawa polaroid beserta isinya dua bungkus.

"Buat jaga-jaga." Kata Jimin sambil ngasih polaroidnya.

"Okay makasih. Ohiya pinjem earphone lo dong. Lo ambil aja di kamar gue ada dikasur."

Sehun narik earphone dari kuping Jimin dan nyabut dari ipod Jimin. Sehun heran sendiri, Jimin kemana-mana dan dimana-mana selalu pake snapback.

"Sehun, gak nyuruh Jongin masuk dulu?"

"Iya umma"

Sehun keluar dari rumah ngehampirin mobil Jongin. Sehun ngetok-ngetok jendela mobilnya, ngasih kode biar Jongin buka jendela mobil.

Pas Jongin buka jendela mobil, Sehun nelen ludahnya sendiri. Seketika bibirnya kering. Dia degdegan sendiri. Gabohong deh asli, Jongin bener-bener ganteng. Kemeja putih yang dua kancing atasnya nggak dikancingin dibalut dengan jas hitam yang kece abis plus tatanan rambut Jongin yang awh asdfghjkl keren banget dan belum lagi parfum yang wanginya semerbak dan nggak nyenget.

Gak jauh beda dari Sehun, Jongin juga kaget terdiam ngeliat Sehun yang asdfghjkl cantik nya gak ketulungan kayak bidadari turun dari surga.

"WOI SEHUN NUNA JONGIN HYUNG JANGAN NATEP-NATEP GITU NTAR KETERUSAN KAYAK DI FILM-FILM."

Sehun maupun Jongin langsung menerjapkan matanya. Sehun senyum canggung. Jongin ganteng banget, Sehun gakuat.

"Jongin gak mau masuk dulu? Dicariin Baekhyun umma."

"Ah, ne."

"Ayo masuk."

Jongin jalan dibelakang Sehun. Seriusan, Sehun cantik banget bikin dia euleum( ). Jimin udah muter otak devilnya buat ngegoda Sehun maupun Jongin didepan Baekhyun.

"Wah, serius ini Jongin hyung? Ganteng banget. Cocok deh sama Sehun noona yang lagi cantik banget." ㅡ Jimin, melancarkan aksinya.

"Berisik lo Jimin."

"Ummaa! Ini ada pangeran Jongin hyeong mau jemput Princess Sehun noona."

"Jimin, sekali lagi lo ngomong gue sumpel bibir lo."

"Pake bibir noona? Boleh banget."

Plak!

Sehun beneran nampar Jimin kali ini. Gak sakit sih. Gitu2 Jimin tetep adeknya.

"Wah Jongin! Tampan sekali yaampun! Chanyeol! Lihat menantu kita datang tampan sekalii!"

Sehun terkejut atas perkataan ibunya. Ya Tuhan. Menantu? Jongin? Suaminya? Hell no. Anaknya nanti bentuknya gimana.

"Jongin ya? Yaampun. Sehun suka banget bercerita tentangmu lohh."

SEJAK KAPAN SEHUN NYERITAIN JONGIN YA TUHAN PALING CUMA SAMA BAEKHYUN ITU JUGA CUMA PAS MUSIM UJIAN.

Rasanya Sehun pengen tereak gitu tapi lidahnya kelu. Jadi dia ngebiarin ibu dan ayah serta park-mesum-nan-menyebalkan-jimin menggoda dirinya dan Jongin.

"Ah yasudah. Jongin, tolong jaga Sehun ya. Terimakasih banyak. Aku mempercayaimu." Kata Baekhyun yang disambut anggukan dari Chanyeol-setuju.

"Ah, ne ajhumma, ajhussi. Aku pamit ya. Aku bawa Sehun."

"Ne. Sekarang panggil aku ayah. Jangan ajhussi. Panggil Baekhyun umma. Arraseo?" Kata Chanyeol yang sukses membuat Sehun membelalak. Sedangkan Jimin menahan tawa dan tertawa nista dalam hatinya.

"Uhm, ne. Aku pergi. Ayo Sehun."

Jongin menggandeng tangan lembut Sehun dan menariknya menuju mobil. Baekhyun dan Chanyeol tersenyum tipis melihatnya, sedangkan Jimin tertawa-tawa.

Jimin ngeselin ya kawan.

tbc.

Yes chapter 6 jadi! Horeee~ chapter depan udah selesaaaii!

Maaf semuanya pake bahasa gak baku plus banyak dialog dan mungkin ada narasi yang tijel banget atau ada yang gak ada tanda bacanya. Aku mood banget ngetik ini tapi bahasa baku yg ada diotakku menghilang alias ngeblank. Dan jadilah ini. Maaf kalau kalian gak ngerti.

Sedikit curhat, banyak sih.

Baekhyun. Taeyeon. Demiapapun aku jadi unmood bgt gara2 skandal mereka diatas skandal kris yang masih digantungin taugasih aku sampe jadi haters taeyeon dan bbaek skrg yaampun mianhae T_T aku gasuka mereka berdua jadi satu. Super generation feel aku ngena banget. Kangen moment taeteuk.

Feel chanbaek aku ilang. Jadi bisa aja yang berkenalannya, chapter chanbaek hilang. Aku masukin chansoo dan krisho aja. Aku masih nganggep kris ada karena kris gasalah apa-apa. Tapi kasus baekhyun bener2 nusuk hati aku apalagi baekhyun itu ultimate bias aku.

Dan ada rumor lagi kalo kencan mereka berdua itu cuma bohongan. Tapi buktinya di bio instagram taeyeon ada angka 3 sama 9. Jadi aku tetep pada pendirian aku kalo aku gak suka banget sama baektae. Maafin aku ok. Baekhyun mianhae.

Dan bisa aja habis ini suyanq dibash habis2an. Gapapa deh. Kalian boleh ngebash suyanq tapi gaboleh ngebash fict suyanq ya. Mwah.

Juni 24, 2014

Suyanq

Ps: maaf late apdet. Chu~