[EXO; KaiHun]

Warn! genderswitch! Typos! Bahasa non-baku. Gak jelas.

P.s: maafkan aku mempercepat alur. Semoga kalian mengerti /kecup~! /

ㅡo00oㅡ

Selama perjalanan menuju sekolah, suasana di dalam mobil Jongin sangatlah hening. Tentu saja. Jongin maupun Sehun tidak ada yang berani berbicara duluan. Aneh bukan? Biasanya, mereka akan saling tertawa, mengejek, melempar gurauan konyol dan menjahili satu sama lain. Tapi sekarang?

Sehun yang sibuk memandangi jalanan yang diterangi oleh lampu jalan, sedangkan Jongin fokus menyetir. Tapi tahukah kalian? Bahwa Jongin suka curi-curi pandang pada Sehun yangㅡyah! cantik sekali.

Berhubung jarak antara sekolah dan rumah Sehun sangat dekat, jadi mobil Jongin sudah terparkir rapih di halaman depan sekolah.

"Sehun, ayo turun."

"Ah, ne." Kata Sehun. Baru saja Sehun ingin membuka pintu mobilnya, Jongin langsung menahannya.

"Biar aku saja." Ujar Jongin. Jongin turun dari mobil dan berjalan ke sisi kananㅡtempat Sehun duduk. Jongin membukakan pintu untuk Sehun, layaknya film-film romantis. Sehun tentu saja tersipu. Perlahan, rona tipis berwarna pink menghiasi pipi putih Sehun.

Entah belajar dari mana, Sehun turun dari mobil bak model-model. Gerakan kakinya bagus sekali saat memijakkan kakinya pada tanah yang ditumbuhi rumput tipis.

Setelah memastikan mobilnya terkunci, Jongin menggenggam tangan kecil Sehun, mengaitkan jari-jarinya dan jari-jari Sehun. Mereka berdua merasakan jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya. Namun keduanya juga menikmati getarannya.

"Tsk. Kawan. Lihatlah! Jadi kemarin ia tidak datang, ternyata nyari pacar, uh?" Tanya Luhan, atau lebih tepatnya mengejek. Jongin terkekeh.

"Mianhae, Lu. Sungguh aku lupa."

"Jadi, siapa perempuan disebelahmu ini, hm? Seleramu bagus sekali." Kata Luhan, menatap Sehun menyelidik dan sok menggoda. Jongin mendengus.

"Jangan lihat Sehun kayak gitu, dong."

"HHA?! S-SEHUN? PARK SEHUN?"

Jongin mengangguk dan menahan tawa saat rahang Luhan terbuka lebar.

"Ne, dan ia bukan pacarku."

Glek.

Sehun menelan ludahnya sendiri. Sudah menahan gondok gara-gara Luhan yang teriak gak percaya kalo dirinya adalah Park Sehun, dan lagi? Jongin bilang apa tadi?

Entah kenapa rasa tidak suka dan sakit saat Jongin mengatakan itu menyelubungi hati Sehun. Rasanya Sehun ingin bercerita ke seseorang. Tapi ia ingat, tidak ada yang mau berteman tulus dengannya seperti Jongin.

"Kalau begitu untukku saja!" Ujar Luhan dan menarik tangan Sehun yang digenggam oleh Jongin. Jongin dengan sigap menepis tangan Luhan dan mengeratkan genggamannya lagi pada tangan Sehun.

Sejujurnya Sehun menyukai getaran halus saat kulit Jongin menyentuh kulitnya. Tapi ia masih merasa galau karena tiga kata yang Jongin sebut tadi.

"Enak saja kalo ngomong. Minseok mau diapain, eh?"

Perlahan, rona tipis di pipi Luhan terbentuk. Jongin terkekeh. Luhan dan Minseok juga hanya sebatas teman. Dan sayangnya, keduanya memiliki perasaan khusus terhadap keduanya (?). Sama seperti Jongin dan Sehun.

Uhuk.

"Sehun, kau bersama teman-temanmu dulu ya. Aku ada urusan." Kata Jongin dan meninggalkan Sehun sendirian dikoridor depan. Sehun menghela nafas lelah. Percuma baginya susah-susah berdandan, taunya Jongin ada urusan lain. Bikin kesel aja.

Lagipula, memangnya Sehun punya teman sedekat Jongin?

Jawabannya tidak.

Atau lebih tepatnya, belum.

Sehun mendengus dan berjalan ke belakang kantinㅡberencana menuju atap sekolah. Sepanjang perjalanan di koridor, para laki-laki maupun perempuan menatap kagum padanya dan bertanya-tanya siapa dirinya. Itu membuat Sehun semakin gondok. Apa sebegitu kentalnya imej premannya sampai-sampai semua orang tidak ada yang tahu kalau dirinya adalah Sehun?

"Hei kau."

Sehun berhenti melangkah dan menoleh kebelakang. Memastikan bahwa suara yang memanggil itu bukan memanggil dirinya. Tapi ia salah, ada seorang lelaki berambut dirty blond berdiri dibelakangnya.

"Aku?"

"Iya. Kau, gadis cantik."

Lelaki itu tersenyum hingga menampakan lesung pipi yang manis dan berjalan mendekat kearahnya.

"Kau siapa?" Tanya Sehun, angkuh.

"Yixing. Kau tak kenal aku?"

"Tidak. Aku tidak sekelas denganmu."

"Hm. Siapa namamu?" Tanya lelaki itu.

"Kau akan terkejut bila mengetahuinya." Ujar Sehun. Ia yakin sekali kalau Yixing ini tahu kelakar seorang Park Sehun.

"Sungguh? Memangnya, kau siapa?"

"Park Sehun. Puas?"

Sesuai perkiraannya. Yixing menjatuhkan rahangnya hingga mulutnya terbuka. Sehun memutar matanya malas, lalu melanjutkan perjalanannya menuju atap sekolah dan melakukan ritualnya tiap malam promnight. Berdiam diri diatap sekolah. Lagipula, baru pertama kali ini ia mengikuti pesta. Ia kan, jadi tidak tahu apa yang biasa dilakukan.

Tapi sepertinya, Sehun memang tidak di ijinkan ke atap sekolah. Pasalnya, Jongin memanggilnya dan menariknya ke lapangan sekolah, dimana panggung sudah tertata dan terhias seelok mungkin, juga satu meja dengan dua buah kursi yang sudah past ada jika promnightㅡcouple dinner.

Jongin menyuruh Sehun duduk disatu tempat dan menunggunya disana. Sepertinya, suasana canggung yang sempat terbentuk karena saking terpesona diantara keduanya sudah menghilang ya.

"Nih."

"Apaan nih?"

"Sirup lah. Masa anggur beneran." Kata Jongin. Sehun mengangguk-angguk. "Lalu, cairan yang kayak wine itu, apa?"

"Teh manis."

"Keren. Bener-bener mirip. Siapa yang bikin?" Tanya Sehun sambil meminum sirup jatahnya yang tadi diambilin Jongin.

"Kahi seonsaengnim, dibantuin Jina sama Soyeon."

"Siapa tuh?"

"Kau gak kenal."

Sehun mengangguk-angguk mengerti dan menghabiskan sirupnya. Jongin terkekeh melihat tingkah Sehun yang masih tergesa begini. Jongin beranjak dari tempat duduknya, mengambil cemilan yang ada di meja.

Disana banyak sekali cemilan yang tidak akan bertahan lama. Maka Jongin mengambil banyak bola-bola daging yang dibungkus dengan selada. Dari sekian banyak cemilan, yang paling Jongin suka hanya itu. Tapi ntah bagi Sehun. Ia yakin Sehun suka semuanya.

Sehun tersenyum lebar melihat makanan yang Jongin bawa. Tangannya segera mencomot makanan itu dan membawanya masuk kedalam mulutnya.

"Kau tahu saja aku lapar, Jongin."

Jongin mencibir. "Yeh, aku ngambil ini karena aku ingin makan. Bukan karena tahu kau lapar."

Setelah berkata gitu, Jongin dihadiahi pukulan yang cukup keras di punggung tangannya.

Tidak sengaja, mata Sehun menangkap sepasang kekasih sesama jenis yang sedang suap-suapan cemilan. Dan sialnya, cemilan yang sama-bola-bola daging dengan selada itu.

Jongin mengikuti arah pandang Sehun, dan melihat Namjoon dan Hoseok yang sedang suap-suapan. Jongin terkikik geli.

"Kau iri ya?"

"Eh? Apa-apaan! Untuk apa iri."

Jongin memeletkan lidahnya. "Buka mulutmu."

"Apa?!"

"Buka saja apasih."

Sehun melotot pada Jongin dan membuka mulutnya lebar. Jongin menyuapi makanan itu kedalam mulut Sehun. Sehun tersentak kaget. Apalagi, jari Jongin sempat menyentuh bibirnya.

Begitu halnya dengan Jongin. Ia terkejut saat merasa jarinya menyentuh bibir tipis Sehun. Ugh. Kenapa harus jari? Harusnya bibirnya saja yang menyentuh bibir Sehun dan mengulumnya.

UHUK.

Well, jiwa kelembutan keperempuanan(?) Sehun keluar lagi. Sehun tersenyum tipis dan membalas menyuapi Jongin. Jongin ikut tersenyum. Mereka-pun have a normal conversation with awkward season lmao.

Tanpa sadar, mereka sudah masuk ke acara inti. Dimana kedua pasangan menari bersama. Sebelum menari bersama dengan tema romansa, ada freestyle battle hiphop and sexy dance. Salah dua pesertanya adalah Jongin dan Sehun. /semuanya salah Jongin yang seenaknya saja menyertakan namanya disana/. Diacara ini memang guru membebaskan muridnya melakukan apa saja. Ups. Tapi nggak sampai ke ranjang juga ya.

Memang sih, Sehun sangat pintar dalam hal menari. Tapi ia hanya bisa hip-hop style. Ia berfikir berpuluh-puluh kali sambil mencubiti lengan berotot Jongin. Hip-hop style menggunakan baju gaun? Yang benar saja!

Semua orang tahu Kwon Soheeㅡtermasuk Sehun yang malas mengenal banyak orangㅡ. Penari hip-hop wanita, teman dekat Sehun (tapi tidak sedekat Jongin), apalagi dalam hal menari. Mereka akan sangat dekat sekali. Wajahnya sangat cantik, dan lagi, tubuhnya sexy. Sehun heran kenapa ia memilih hip-hop dance dibanding sexy dance. Padahal tubuhnya mendukung sekali.

Sekarang, Sohee sedang berbattle ria dengan Choi Junhong. Sehun membuka mulutnya, hip-hop style yang dibawakan Sohee benar-benar keren sekalipun ia menggunakan gaun yang minim. Tapi gerakannya sangat pas dan sialnya, gerakan Sohee terbilang sopan dan tidak ada sexy-sexynya sama sekali. Sehun bertepuk tangan. Sohee sangat keren!

Dan sekarang, giliran Choi Junhong yang tidak kalah kerennya. Padahal, Junhong dan Sohee benar-benar sangat dekat, loh.

[-!- Sohee disini adalah SAY EvoL. Cantik banget loh sexy ukh ;ww; profile lengkapnya googling ne :3]

Sekarang waktunya Jongin melawan Victoria. Dan setelah ini, dirinya melawan Yixing.

Tunggu dulu.

Yixing?

Lelaki yang tadi menyapanya?

Oh yaudahdeh. Terus kenapa emang?

Pipi Sehun bersemu merah melihat tarian Jongin yangㅡugh. Sexy. Perpaduan hiphop dan sexy dance, dengan smirk yang tidak ada habisnya. Belum lagi powernya yang sangat membuatnya tampak sexy. Jongin tampan sekali. Jongin melirik Sehun saat ia menari. Sehun tersenyum, tangannya terkepal dan menggerakannya, seakan mengatakan fighting pada Jongin. Walau ia tahu battle ini tidak ada kata menang atau kalah.

"Sekarang Sehun versus Yixing!"

Baru saja Sehun membuka heelsnya, tiba-tiba lagu dengan ritme hiphop berubah menjadi lagu dengan slow-ritmeㅡyang cocok ditariin dengan sexy dance.

Sehun mendengus. Siapa pengatur musik hah? Rasanya ia ingin membunuhnya sekarang. Jadi, Sehun harus sexy dance, eoh? Didepan Yixing? Dan seluruh penjuru sekola? Tidak, terima kasih. Kalau hanya didepan Jongin, Sehun mau deh.

Uhuk.

Sehun melirik Jongin yang juga sedang melihatnya, berusaha bertanya apa yang harus ia lakukan. Tapi Jongin malah memeletkan lidahnya dan menggendikkan bahunya. Setelah ini tolong ingatkan Sehun untuk mencekik leher Jongin.

Dan Sehun-pun mulai menggerakan tangannya, berusaha menari dengan instingnya. Lagipula, ia pernah belajar sexy dance kok, dari Sohee.

Yah, ia hanya bergerak sebentar dan mengayunkan jari telunjuknya kearah Yixingㅡmenyuruh Yixing memulai tariannya.

Setelah Yixing menggerakan tubuhnya, Sehun langsung turun dari panggung dan menghampiri Jongin berada.

"Tarianmu keren, Sehun."

"Kau gila. Aku hanya menggerakan pantat dan tangan."

"Itu keren kok. Sexy!"

"Dasar mesum!"

Sehun memukul Jongin. Dan entah keberanian darimana, Sehun duduk dipangkuan Jongin dan memainkan tangan Jongin.

Jongin memang terkejut, tapi ia senang mendapat perlakuan begini. Jongin tersenyum. Akhirnya ia mendapat jawaban yang sebenarnya.

Sebuah suara musik biola dan piano membuyarkan kegiatan Sehun dan Jongin. Keduanya mengedarkan pandangan, mendapati semua pasangan telah berdansa.

"Berdiri woy!"

Sehun mendengus dan berdiri. Tapi, Jongin malah mendorongnya duduk ke kursi yang tadi Jongin duduki. Jongin berlutut, mengadahkan tangannya. "Bersediakah kau menari bersamaku, Park Sehun?" Tanya Jonginㅡsok sinetron. Sehun tertawa dan mengambil tangan Jongin. Lalu keduanya mencari spot yang bagus untuk mereka berdansa.

"Jongin, aku tidak bisa berdansa."

"Kau kira aku bisa?"

"Tahun lalu kau kan ikut promnight bodoh!"

"Ya, jadi pengatur musik. Dan lagian aku tidak punya pasangan."

Sehun tertawa. "Dasar jomblo."

Mereka tidak sadar bahwa saat mereka berbicaraㅡsaling mengejek itu, mereka sudah berdansa dengan eloknya.

Guru-guru yang diam-diam melihat kedekatan Jongin dan Sehun, gemas sendiri. Mereka tidak menyangka murid teladan seperti Jongin ternyata dekat dengan bocah ngeyel menyebalkan dan konyol seperti Sehun. Dan parahnya, Jongin bisa mengubah penampilan preman Sehun menjadi penampilan tuan putri yang sangat cantik. Belum lagi pertengkaran-pertengkaran kecil yang ada diantara mereka. Gemes ah elah ;w;

ㅡo00oㅡ

"Jongin kemana sih elah."

Sehun melirik jam dinding yang terpasang di ruangan laboraturium itu. Jam setengah sepuluh. Tumben sekali acara promnight itu belum selesai. Dan untungnya, pihak osis sudah mempersiapkan ruangan laboraturium sebagai ruang istirahat murid yang lelah dan bahkan mengantuk. Seperti Sehun iniㅡia baru saja bangun tidur.

Sehun beranjak untuk duduk. Saat matanya sudah benar-benar diajak kompromi untuk melihat, matanya menangkap banyak bunga mawar berwarna merah muda bertebaran di lantai laboraturium. Namun, ada satu mawar merah yang dibawahnya ada amplop merah muda.

Hai Sehun.

Would you be mine?

Sehun memerah sendiri membacanya. Siapa orang kurang ajar yang mengirim surat ini padanya?

Jongin-kah?

Eh. Apa yang ia pikirkan. Tidak mungkin Jongin.

Sehun turun dari meja yang dijadikan ranjang itu dan berjalan keluar. Saat ia sudah keluar, ada tiga murid yang tidak dikenal Sehun memberikannya mawar berwarna merah. Sehun memasang wajah 'wtf?!' dan bahkan sempat bertanya ada apa sebenarnya. Tapi ketiga murid itu hanya tersenyum dan lari ke koridor yang sangat gelap.

"Jongin?"

Ia baru sadar kalau lapangan sekarang benar-benar sepi. Hanya lagu yang terputar pelan dari speaker dipanggung. Oh, ia tahu lagu ini. Lagu yang di populerkan oleh Topp Dogg, berjudul Cute Girlㅡsalah satu lagu kesukaannya.

Lupakan akan lagu. Sehun saat ini kesal sekali. Apakah Jongin benar-benar meninggalkannya disini? Sendirian? Ayolah, semenyebalkannya Sehun, Sehun takut kesepian, apalagi malam-malam begini. Dan terlebih, ini disekolah.

"Jongin, keluar atau kau akan kubunuh setelah ini."

Setelah kalimat itu meluncur, lampu sorot yang memang ada di panggung itu langsung menyorot dirinya. Sehun sungguh terkejut. Tapi ia melihat sosok Jongin dengan topi hitam duduk dengan misteriusnya.

neomudo gwiyeoun geol?

danghwanghan moseubui neol

nae pum ane ggok aneun chae

sumgyeonohgo sipeo

namanui yeoinin neol

dulmanui sesangeseo

nagage haji anheullae

nae gyeote isseojwo uh-uh-uh

Itu suara Jongin bernyanyi. Okelah. Untuk apa pria menyebalkan itu menyanyi lagu kesukaannya danㅡuntuk apa dia disorot-sorot begitu.

"Sehun-ah."

"Ye?" Gumam Sehun pelan.

"Sehun-ah. Saranghae."

Sehun terdiam seribu bahasa. Pasti dia lagi mimpi.

Tiba-tiba, ia didorong oleh seseorang untuk menuju keatas panggung juga. Dan sialnya, seluruh orang tiba-tiba ada ditengah lapangan.

Sehun gugup seketika. Ia melihat Jongin yang perlahan mengangkat wajahnya dan tersenyum mematikan kearah Sehun. Sehun benar-benar salah tingkah sekarang ini.

"I want to tightly hold you in my arms, I want to make you my girl in our own world. I don't wanna let you go. Sehun, please stay by my side." Jongin berlutut, ia mengeluarkan setangkai bunga mawar dari saku jasnya dan mengulurkannya kearah Sehun.

Wajah Sehun memerah sempurna. Jongin tersenyum pada Sehun. Sehun memejamkan matanya dan ikut merendahkan tubuhnya. "Jongin, aku tahu kau sebal padaku tapi please, gak gini caranya." Alibi Sehun.

Jongin mengambil tangan Sehun, memaksa Sehun menerima bunganya. "Jangan alibi. Aku sedang serius. Saranghae Sehun."

Sehun berdiri dan menarik Jongin untuk berdiri. "Aku tidak bilang kau bercanda. Nado saranghae."

Mata Jongin membulat seketika. "Yak! Apa maksudmu, aku diterima?"

Sehun mengangguk dan meletakan mawar itu ditelinganya. "Ya. Tapi aku akan menghadiahimu pelukan jika bunganya bunga lily. Aku suka bunga lily."

Jongin melotot dan memeluk paksa Sehun dengan erat. "Aku sayang padamu."

"YAKK JONGIN LEPASKAN! BANYAK GURU TAUU!"

"Biarin aja. Guru-guru tahu kalau aku suka padamu."

"Jongin!"

Jongin tertawa dan memeluk Sehun lagi, lebih erat, dan dibalas pelukan dari Sehun.

"Dasar ngeselin. Pergi lo dari hidup gue."

"Gak akan, Hun."

Jongin mengecup pipi putih Sehun yang masih dihiasi rona merah. "Saranghae."

"Nado"

ㅡselesaiㅡ

Omake.

Terima rapot.

Baekhyun memasuki ruang kelas Sehun dengan malas. Ia sudah tahu Sehun akan mendapat peringkat dibawah dua puluh lima. Maka dari itu, Baekhyun berangkat lebih pagiㅡdatang duluan sebelum yang lainnya datang.

"Ibunya Sehun ya?" Tanya wali kelas Sehun. Baekhyun mengangguk dan tersenyum pada sang wali kelas, Kim seonsaengnim.

Kim seonsaengnim mempersilahkan Baekhyun duduk dikursi yang ada.

"Sehun mengalami perkembangan yang pesat, bu. Nilainya diatas delapan semua. Bahkan ada angka sembilan untuk bidang IPS."

Baekhyun menganga. "Sungguh?"

"Iya. Saya rasa ini semua berkat Kim Jongin, salah satu murid teladan disekolah ini."

Baekhyun menganga lagi. Jadi Jongin adalah murid teladan? Kenapa Sehun tidak cerita tentang ini?

"Oh begitu.. Jadi, kalau boleh tahu, Sehun peringkat berapa?"

Kim seonsaengnim mengambil kertas yang berada diantara tumpukan berkasnya. Ia membaca satu demi satu nama yang ada disana hingga menemukan nama Park Sehun di urutan ke empat belas. Kim seonsaengnim tersenyum dan memberikan kertas itu pada Baekhyun.

Baekhyun benar-benar membuka mulutnya sekarang ini. Ia harus berterimakasih banyak pada Jongin dan memberikan hadiah pada Sehun dan Jongin.

"Oh iya, semalam Sehun ditembak Kim Jongin. Saya sebagai guru bukannya merasa marah, malah gemas sendiri. Begitu pula dengan guru-guru lainnya."

Nafas Baekhyun tercekat mendengar pernyataan Kim seonsaengnim.

Sepertinya ia tahu apa hadiah untuk keduanya.

Pertunangan secepatnya.

ㅡtbc or end?ㅡ

This is suyanq yang ganti penname jadi soo-iceu. Alasannya, lagi kesemsem sama KRYSTAL JUNG ASTAGFIRULLAH CANTIK BANGET GEWLA GANAHAN EAPZ /hestek redlight/ ㅡ dan penname ini hanya untuk sementara.

Ohiya, enaknya di tbc-in atau di end-in?

Kalo di end-in, yaudah, suyanq berhentiin sampe sini.

Tapi kalo di tbc-in, bisa aja sampe sepuluh chapter. Idenya udah muncul nih/?

Yaudah, bigthanks for reader-deul yang ngereview ataupun yang menjadi silent readers! Makasih udah ngefav dan follow ini! Maaf gabisa disebutin satu-satu.

Alasannya...

Aku sedang dihukum karena menghabiskan kuota ayah maupun ibu dan aku boros pulsa sekali jadi suyanq dibatesin on ffn-nya T-T jadi kalo ngetik pas hape keadaan offline. Pas online langsung post gitu aja.

Yasudahlahya...

Dan seperti biasa, suyanq never re-read and editin typo(s) or do bold and italic :3

SEKALI LAGI MAKASIIII YA KAWAAANN! 니가 너무 사랑해요!

Last, mind to review again?

Ohiya, suyanq menerima sumbangan ide kalo nanti mau di tbc-in hehehe tulis aja di pm makasih :3

6 july 2014

suyanq

Satu lagi, HAPPY BIRTHDAY VIXX MAKNAE SANGHYUKKIE~ /gw tau gw telat/kbye/.

Satu lagi /bacot/. YANG SUKA TOPP DOGG AYO BACA FF SUYANQ YANG TOPP DOGG TERUS REVIEW YA MAKASIH :* yang gasuka topp dogg tapi berkenan membaca, silahkan :-) :3