Epilogue

P.s: tolong baca author note dibawah n-n

ㅡo00oㅡ

Sehun menggerakan kedua kakinya yang sengaja menggantung saat dirinya duduk ditaman. Matanya melihat banyak anak kecil yang bermain di sore hari ini. Beberapa dari mereka sudah mendekati Sehun dan mengajaknya berbicara. Mungkin bingung, kenapa perempuan dewasa duduk lama di taman ini.

Okay, Sehun memang sudahㅡsangat-sangatㅡlama duduk ditaman ini. Hanya bermodalkan kaus putih lengan panjang berganmbar bunga-bunga dan celana pendek selutut serta sneakers putih senada dengan kausnya, sudah membuat banyak laki-laki yang rata-rata masih anak TK menghampirinya. Gak hanya laki-laki sih, banyak juga perempuannya.

Sehun menatap arloji yang melingkar cantik dipergelangan lengan kurusnya. 16:55. Sudah hampir jam lima, dan Kim Jongin, manusia menyebalkan yang sudah membuatnya menunggu hampir satu jam, belum menampakan batang hidungnya yang memang tidak ada.

Ia jadi menyesal tidak membawa ponselnya. Ia kan jadi tidak bisa menelepon Jongin.

Tsk. Baru sehari pacaran aja udah bikin Sehun hampir kecewa. Bener-bener bikin bete.

Dari pagi Sehun memang gak dirumah. Gak mau dimarahin lagi sama Baekhyun karena nilainya. Makanya ia langsung pergi ke bukit, tempat favoritnya. Tentu saja ia ingat pesan Jongin semalam.

Taman bermain, 16:00. Don't be late baby~

Sehun mendengus dan kembali melihat arlojinya. 16:58. Okay, dua menit lagi Jongin masih tidak datang, ia pulang.

"Sehunnie!"

Sehun menatap lurus seorang manusia berkulit cokelat yang tengah berlari kearahnya. Tatapan mata Sehun yang awalnya datar lama-kelamaan menjadi tatapan mematikan.

"Darimana saja?" Tanya Sehun dengan segala aura gelapnya saat Jongin sudah hampir dekat dengannya.

Jongin langsung memeluk Sehun seerat mungkin dengan cara menubruk gadis kurus itu. Sehun mengernyit kesal.

"Hey jawab aku!"

"Maaf, ibuku menahanku dan mmbicarakan hal yang tidak ingin aku dengar."

Sehun mendorong Jongin, menyuruhnya melepas pelukan erat itu. "Apaan sih?!"

"Maafin aku sudah membuatmu menunggu terlalu lama."

"Kenapa?"

"Ibuku... Membicarakan soal pertunangan."

DEG!

Nafas Sehun tersendat. Ia seakan bermimpi. Baru semalam ia mendapatkan Jongin, dan sekarang harus melepasnya? Yang benar saja?!

"Jongin aku tidak ingin bercanda. Aku sudah sangat-sangat bete denganmu, kau tau?"

Jongin meremas kedua bahu Sehun. "Apa mataku terlihat bercanda?"

Sehun menatap Jongin. Tatapan sendu dan terlihat sangat meyakinkan.

Sehun menunduk. "Ya sudah."

"Apanya?!"

"Iya, kita gak usah pacaran. Kau tunangan saja."

Jongin menggeram kesal lalu memeluk Sehun seerat mungkin. "Aku tidak mau bertunangan dengan siapapun selain dirimu, Park Sehun."

Sehun tersenyum manis. Walaupun dadanya terasa sangat luar biasa sesaknya, ia masih tersenyum dan mengeratkan pelukan Jongin.

"Jongin, aku benar-benar sangat mencintaimu."

"Akupun begitu, Sehun."

ㅡo00oㅡ

Ini sudah malam dan mereka berdua masih ada ditaman itu. Sehun dan Jongin, keduanya sedang menatap bintang dengan tenang. Meskipun berkali-kali suara deringan ponsel Jongin mengganggu mereka.

Dan deringan yang satu ini adalah deringan ke delapan belas.

"Angkatlah saja, Jongin." Suruh Sehun.

Jongin menghela nafasnya dan mengangkat telepon itu.

"Yeoboseyo?"

"..."

"Di taman."

"..."

"Nanti."

"..."

"Kerumah keluarga Park? Bu, keluarga Park disini itu banyak sekali."

"..."

"Mau ngapain? Ibu mau marahin Sehun? No way, bu."

"..."

"Nanti aja ah."

"..."

"Suruh saja dia pulang!"

"..."

Jongin tidak menjawab, sedangkan Sehun menggigit bibirnya. Dari ibu Jongin, dan ibu Jongin membawa-bawa namanya.

Itu berarti dia harus benar-benar melepaskan Jongin, kan?

"..."

"Iya ibu iya!"

"..."

"Ya."

Jongin menutup telponnya langsung dan memejamkan matanya. Jari-jarinya mengait pada jari-jari Sehun dengan erat. Jongin menggenggam kedua tangan Sehun dan menciumnya lembut.

"Ayo kerumahku."

"Apa?! Aku tidak mau, Jongin. Aku takut."

Jongin menggeleng. "Tidak usah takut. Kau bersamaku, kan?"

Sehun menunduk. "Baiklah."

ㅡo00oㅡ

"Jongin benar-benar mengira aku menunangkannya dengan orang lain hingga dia memarahiku seenaknya saja. Dasar anak menyebalkan." Kesal Sunyoung, membuat Baekhyun terkekeh.

Eh? Baekhyun?

Eiyy. Kalian ingat chapter lalu tentang 'hadiah' untuk Sehun dan Jongin?

Dan Baekhyun langsung bertemu dengan Sunyoung, ibu dari Jongin, untuk membicarakan hal ini.

Awalnya Sunyoung menolak, karena menurutnya Jongin masih sangat muda. Tapi mendengar nama 'Sehun', Sunyoung langsung setuju. Karena beberapa minggu lalu saat Jongin sedang tidur, Sunyoung memergokinya mengigaukan nama 'Sehun'.

"Tapi Sunyoung-ssi tidak memberi tahu Jongin kan tentang siapa yang ingin ditunangkan dengannya?"

Sunyoung menggeleng. "Kalau Jongin tahu, dirinya tak mungkin ngambek gitu. Dan tidak usah pakai embel-embel ssi. Sebentar lagi kitai juga akan menjadi keluarga."

Baekhyun tersenyum. Dan senyum keduanya semakin terkembang saat ada suara mesin mobil dihalaman. Jongin sudah datang!

Senyum Baekhyun melebar saat melihat seorang perempuan masuk duluan ke dalam rumah Jongin dengan wajah yang tertunduk, lalu disusul Jongin yang sedang mengantungi kunci mobilnya kedalam kantung yang ada pada celananya.

Mata Jongin menerjap beberapa kali saat melihat dua sosok yang tak asing dimatanya duduk berhadap-hadapan dan keduanya melempar senyum pada Jongin juga Sehun.

Jadi... Maksudnya... Apa?

"Ibu? Kenapa ibu bersama Baekhyun umma?" Kata Jongin.

Sehun yang masih menunduk dengan wajah sendunya langsung terkejut dan melihat kedepan. Benar saja, mamanya duduk disofa ruang tamu Jongin.

"Baekhyun umma? Kok disini?! Jimin mana?"

Baekhyun menggerakan tangannya, memberi kode untuk Sehun duduk disebelahnya.

"Baekhyun umma kenapa disini sih? Calon tunangannya Jongin kan mau kesini. Umma nanti ganggu tau!" Bisik Sehun, mengomeli Baekhyun. Sedangkan Baekhyun malah terkekeh.

"Kamu itu calon tunangannya Jongin, tau."

"HAH?!"

Jongin serta Sunyoung langsung menoleh pada Sehun yang teriak. "Umma gak bohong?!"

"Ngapain bohong. Gak penting. Tanya aja sama Sunyoung."

Sunyoung mengangguk dan tersenyum lembut pada Sehun.

"Nah, Jongin, ini calon tunangan kamu. Namanya Park Sehun. Cantik, kan? Dijodohin sama cewek cantik bukannya makasih malah marah-marah tadi."

Jongin menelan ludahnya, seketika ia merasa sangat berdosa telah memarahi dan membentak ibunya, Sunyoung. Ternyata ia akan ditunangkan dengan kekasihnya, Park Sehun.

"Jadi gimana jawaban kamu, Jongin?" Tanya Sunyoung. "Kamu mau, kan, tunangan sama Sehun?"

Dengan gugup, Jongin mengangguk. "Iya bu. Jongin mau."

"Nah, kalau Sehun?"

Sehun dengan malu-malu mengangguk kecil, membuat Sunyoung dan Baekhyun tersenyum bahagia.

"Ya sudah.. Sekarang tugas kalian berdua adalah belajar dan belajar hingga tahun depan. Okay? Tahun depan kalian sudah lulus, dan saat itulah pertunangan kalian akan dilaksanakan. Umma akan merayu Jonghyun agar kalian direstui." Kata Sunyoung yang dibalas anggukan calon pasangan tunangan dan pasangan kekasih. /duh bahasanya rempong dah-_-/

"Yasudah yuk, Sehun, kita pulang." Kata Baekhyun. Sehun mengangguk kalem.

"Jongin, aku pulang dulu ya."

"Iya Hun. Hati-hati."

Baekhyun menggandeng tangan kiri Sehun dan berjalan keluar dari rumah keluarga Kim.

Sehun merasa tangan kanannya ditahan, danㅡ

Cup!

Ternyata Jongin yang mencium keningnya sekilas.

"Bye Hun. Sampai jumpa besok."

Sehun memerah, ia mengangguk namun sambil menunduk.

ㅡo00oㅡ

"Cie anak umma sudah besar sudah cium cium gitu~" goda Baekhyun didalam mobil. Sehun hanya diam dan menahan senyumnya.

"Nanti umma kasih tau Jimin ah~"

"YAKK UMMA JANGAN KASIH TAU JIMIIIN!"

Baekhyun tertawa. Ia lalu membayangkan bagaimana lucunya Sehun dan Jongin jika sudah berumah tangga nanti.

finㅡ

HEHE TELAT APDET EPILOG-NYA YAAA?! Hehehe maapkan. Baru inget masih punya utang epilog. Untung alurnya gak ilang diotak n-n

Nanti bakal ada sekuel kehidupan mereka selanjutnya, senang sedih susah dan bakal jd drama plus sinetron banget u-u

Btw, maapkan ya kalau judul sama isi gak nyambung. Suyanq bener2 lemah dalam pemilihan judul. Makanya kalo ngetik jarang ada yg di publish grgr bingung apa judulnya ;AA;

Yaudah, revieww?

Kalo reviewnya banyak, suyanq bener2 semangat ngelanjutin sekuelnya buat yg ini. Soalnya masih banyak sekuel dan un-completed fanfic yang menunggu ^^

xoxo, sooiceu。