© Kakagalau proudly present

.

.

.

DESPERATE

(Fall For You)

.

.

.

ChangKyu Couple

.

.

This story inspired from Ilana Tan's and Alia Zalea's Novel.

.

.

Feel free to drop a line about my story.

.

-Boys Love-

.

Plagiarism is not allowed.

Chapter 4 : Harakiri

Kyuhyun terbangun dengan senyum kecil yang merekah di bibirnya. Namja manis itu nampak ceria. Sepertinya hanya dengan tidur yang cukup bisa mengembalikan separuh nyawanya. Apalagi ditambah dengan mimpi indah. Ah, ini benar-benar jackpot!

"ah... senangnya... harusnya Kim sajangnim tidak menyiksaku dengan setumpuk tugas di kantor." Kyuhyun menggerutu pelan disela kegiatannya mengucek mata.

Butuh beberapa saat bagi Kyuhyun untuk mengumpulkan seluruh kesadarannya. Pada hitungan kelima, ia baru menyadari bahwa dirinya tak berada di kamarnya sendiri. Ruangan itu nampak tak asing dengan beberapa furniture berwarna hitam dan putih yang mendominasi. Tapi terlalu manly –dan itu diluar selera Kyuhyun.

Kyuhyun membiarkan matanya berkeliling hingga akhirnya kecerdasannya benar-benar kembali. Beberapa detik selanjutnya Kyuhyun sadar seutuhnya bahwa dirinya berada di kamar Changmin. Bahkan di detik seterusnya, Kyuhyun mendapati si pemilik kamar sedang merajut mimpi dalam posisi yang tidak nyaman. Kaki panjang itu terjulur melewati batas sofa.

"badanmu bisa sakit jika kau tidur seperti ini..." monolog Kyuhyun pelan. Bahkan suaranya terdengar seperti hembus angin saja. Kyuyun menarik selimut yang dikenakan Changmin hingga sebatas dada. Memperhatikan garis rahang tegas itu dengan seksama.

Raut wajah itu menghipnotis Kyuhyun. God Greek –begitu Kyuhyun selalu menyebut betapa tampan dan kharismatiknya Changmin. Membuat Kyuhyun mengeliminasi jarak diantara mereka. Perlahan namun pasti, ada gejolak tak tertahankan dari dalam diri Kyuhyun. Namja manis itu –setidaknya satu kali saja- ingin merasakan kecupan singkat dari bibir Changmin.

Jarak mereka hanya tinggal satu inch lagi. Kyuhyun hampir berhasil meraup bibir sexy Changmin. Naas saja semuanya gagal. Bunyi intercom apartemen Changmin mengejutkan Kyuhyun. Membuat namja manis itu mundur beberapa langkah.

Astaga... apa yang baru saja aku pikirkan? –runtuk Kyuhyun dalam hati. Babo! Babo! Baboooooo!

Kyuhyun bergegas melihat siapa yang ada di balik pintu apartemen Changmin. Tentu saja ia melangkah dengan pelan agar namja tiang itu tak terbangun.

"hell, she is Vict!" keluh Kyuhyun saat mengenali siapa yeoja yang dengan brutal memencet bell. Kyuhyun kemudian melirik ke arah jam dinding di ruang tamu apartemen itu. Masih pukul tujuh pagi. Terlalu awal bagi seorang yeoja untuk ada di apartemen namja. Bukankah begitu?

Oh Kyuhyun, apakah kau lupa? Dia Vict. Victoria. Kekasih Changmin. Jadi apa salahnya jika dia ingin mengunjungi kekasihnya sendiri –bahkan di pagi buta?

Kyuhyun menimbang. Haruskah ia pura-pura tidur lagi dan tidak menengar bell itu? Well, itu pemikiran yang sangat jahat. Namun tertangkap basah menginap di apartement Changmin juga bukan hal yang menyenangkan untuk Kyuhyun. Rasanya ia seperti baru di vonis gantung oleh pengadilan. Jadi bagaimana?

Pada detik ke enam puluh, Kyuhyun memutuskan untuk menyobek secarik kertas dan mencari pulpen. Menuliskan beberapa pesan singkat dan menaruhnya di nakas. Ia kemudian sedikit mengacak rambutnya demi memberikan efek orang yang baru bangun tidur. Melangkah ke arah pintu untuk membiarkan Victoria masuk.

Cklek-

"hai, Chagiya... kenapa lama- eh?" Victoria kaget sendiri saat mendapati bukan Changmin yang membukakan pintu. Yeoja itu nampak mengingat siapa namja di hadapannya. Kalau dia tak salah ingat, bukankah namja itu tetangga Changmin?

"hoaaaam- hai Vict." Sapa Kyuhyun ditambah dengan akting menguap-nya yang nampak meyakinkan.

"eoh, hai-" sapa yeoja itu dengan nada kikuk.

"masuklah." Ujar Kyuhyun dengan membiarkan perempuan itu melewati pintu, "kekasihmu masih tidur sepertinya." Terang Kyuhyun tanpa diminta.

"begitukah?" ujar Victoria. Menaruh beberapa bawaan dalam jinjingannya ke meja. "kau- menginap?"

Kyuhyun mengangguk kikuk. "aku ketiduran disini." Aku Kyuhyun. Namja manis itu tidak berbohong! Ia memang ketiduran kan semalam? "dan sepertinya aku harus pulang!"

"kenapa terburu?"

Kyuhyun tersenyum, "ada meeting." Jawabnya singkat seraya keluar dari apartemen Changmin begitu saja.

.

Kyuhyun tak tau apa yang terjadi dengan kepala dan hatinya. Sedetik setelah ia membanting pintu apartemen Changmin, rasanya hatinya sakit dan kepalanya pusing karena terlalu banyak memikirkan alasan mengapa hatinya merasa sakit. Ia... sedikit tak rela dengan keberadaan Victoria disana. Di dalam apartemen Changmin.

Kyuhyun menyambar air mineral dari lemari pendinginnya. Meneguknya kasar hingga hanya tinggal menyisakan beberapa tetes air saja dari botol berkapasitas satu liter itu. Namja itu beralih ke wastafel. Berharap bisa membasuh wajahnya dan sedikit mengembalikan kewarasannya. Berkali ia putar keran airnya, tak ada setetespun air disana. Hell! Ia lupa bahwa sejak kemarin keran air di flatnya tidak mau mengalir kan?

Ah... ini akan jadi hari yang panjang untuk Kyuhyun!

.

.

.

Sejak kejadian di flat Changmin, Kyuhyun memutuskan untuk mengajukan cuti. Kabur dari setumpuk pekerjaannya –dan tentu saja semua itu dihadiahi omelan panjang dari Kim sajangnim. Boss nya itu nyaris merusak gendang telinga Kyuhyun karena teriakkannya yang mencapai delapan oktaf itu. Tapi Kyuhyun mana peduli? Namja pucat itu kemudian malah men-nonaktif-kan ponselnya dan mengungsi di flat Sungmin –kakak sepupunya- demi menetralkan perasaannya. Menghindari Changmin, lebih tepatnya.

Sore ini, mereka –Kyuhyun dan Sungmin- memilih untuk duduk di balkon apartemen Sungmin. Menikmati warna langit yang perlahan mulai jingga dengan secarngkir kopi dan es cokelat. Tidak hanya itu, Kyuhyun juga sedang melakukan sesi curhatnya pada sang kakak sepupu. Percakapan panjang dan cukup rumit.

"jadi?" tanya Sungmin, setelah mendengar hampir seluruh cerita Kyuhyun yang tengah dilanda galau dengan perasaannya sendiri. Ia menyodorkan segelas es cokelat pada Kyuhyun.

"jadi apa?"

"perasaaanmu bagaimana, anak bodoh?" kesal Sungmin. Tak menyangka bahwa adik sepupunya itu akan menjadi seorang idiot jika menyangkut tentang cinta. Bodoh sekali.

"aku tak tau..." Kyuhyun merengut. Menyesap es cokelat favoritenya yang dibuatkan Sungmin beberapa menit yang lalu. "aku bingung. Aku yakin bahwa aku hanya merasa nyaman ketika bersama dengannya. Tapi... kenapa aku kesal ketika pacarnya sedang berkunjung? Rasanya aku ingin menjambak rambut sewarna jagung milik yeoja itu. Wanita itu benar-benar kelihatan seperti orang-orangan sawah! Aku berani bertaruh bahwa perempuan itu tak cukup baik untuk Changmin." ejek Kyuhyun. "menurutmu bagaimana? Apa aku normal?"

"bagian mana yang sedang kau tanyakan itu, eoh? Bagian kau memaki kekasih Changmin atau bagian ketika kau merasa bahwa kau punya perasaan lebih terhadap Changmin?" tanya Sungmin geregetan. "kau tahu benar bahwa dua hal yang kau lakukan ini tidak normal sama sekali."

Kyuhyun mendengus, "kau benar, hyung. Gaaaaah~ Umma dan Appa pasti akan membunuhku jika tau aku kembali menyukai namja."

"kalau begitu, nikahilah seorang yeoja!"

"saranmu tidak membantu!"

Sungmin mendelik. "aku tidak menghakimimu, Kyu. Maksudku, jika kau memiliki preferensi seksual yang berbeda, aku tak masalah. Toh, kau cukup manis untuk menjadi seorang uke dan tak buruk juga jika kau diposisi seme –aku percaya pada kemampuanmu mengendalikan orang. Tapi kau harus ingat, namja yang sekarang kau sukai itu straight. Straight! Dia bahkan memiliki kekasih seorang yeoja. Kau bahkan bilang sendiri bahwa ia membenci seorang –ekhem- gay!"

Kyuhyun nampak merenung. Ia tahu kemana arah pembicaraan hyungnya ini. Namun karena Sungmin tidak kelihatan akan berhenti berkomentar, maka Kyuhyun memilih untuk menunggu sang hyung melanjutkan kalimatnya.

"aku tak ingin kau terluka jika si bajingan tampan ala God Greek itu menolakmu."

"kalau begitu, aku benar-benar akan berhenti untuk menyukainya." Pungkas Kyuhyun menutup percakapan sore itu. "dia straight dan aku jelas-jelas akan terluka jika dia malah membenciku karena kejadian ini."

.

.

"kemana kau selama dua hari terakhir?" Changmin menyerbu Kyuhyun dengan sebaris kalimat tanya itu ketika si namja tiang itu berhasil menemukan si pucat setelah dua hari tak kelihatan batang hidungnya. Ya, setelah dua hari Kyuhyun seolah hilang di telan bumi, sekarang namja pucat itu akhirnya masuk juga ke kantor. "aku seperti orang bodoh mencarimu kesana kemari karena kau hilang tanpa kejelasan."

"aku kan sudah mengajukan cuti." Kyuhyun menjawab dengan nada tak peduli. "lagipula untuk apa kau mencariku? Kau bukan ibuku! Kau juga bukan kekasihku. Apa urusannya hidupku denganmu?" Kyuhyun membereskan beberapa dokumen di meja. Mengabaikan tatapan Changmin.

Saking sibuknya Kyuhyun dengan kertas-kertas bodohnya itu, Kyuhyun sampai tak memperhatikan bagaimana perubahan ekspressi Changmin ketika Kyuhyun mengucapkan kalimat itu.

"aku temanmu. Tetangga flatmu." Tegas Changmin.

"lalu apa? Bukankah sedikit berlebihan jika tetangga flatku ingin mengetahui urusan pribadiku?"

"YAK! Kyuhyun-ah!"

"MWO?" Kyuhyun bersungut emosi. Kembali ke kantor ternyata bukan pilihan tepat. Menghadapi Changmin yang seperti ini membuat Kyuhyun tak bisa mengendalikan perasaannya. Changmin yang terlalu perhatian itu membuatnya melayang dan lupa diri. Kyuhyun semakin tak bisa berhenti menumbuhkan perasaan aneh di hatinya.

Please control your self, Cho Kyuhyun! How pity i am who fall in love with straight namja! Such damn my self.

"pergilah!" kata Kyuhyun pada akhirnya. "aku banyak kerjaan. Aku tak ingin bertemu denganmu..."

Kyuhyun bisa mendengar Changmin menghela nafasnya kesal. Namun namja tiang itu tak mengucapkan apapun. Ia pergi dan meninggalkan kubikel Kyuhyun begitu saja.

"kalian bertengkar atau semacamnya?" satu suara kini mengganggu Kyuhyun. Kyuhyun tak perlu menoleh ke sumber suara untuk mengetahui siapa orang yang sibuk merecok di kubikelnya. Sudah jelas, itu pasti si anchovy. Eunhyuk –Lee Hyukjae. "baiklah... aku takkan bertanya apa yang terjadi dengan kalian. Tapi, asal kau tau saja, kau sudah menyakitinya dengan kalimatmu tadi itu."

"Changmin nyaris seperti orang gila dua hari terakhir ini. Dia menengok ke kubikelmu tiap tiga puluh menit sekali. Bolak balik lantai dua belas ke lantai lima belas. Si God Greek itu bahkan di panggil oleh Kim sajangnim ke kantor. Sepertinya dia mendapatkan teguran." Terang Eunhyuk panjang lebar. Namja anchovy itu memulai ceritanya ketika Kyuhyun tak kunjung memberikan respon pada kalimatnya yang pertama.

"lalu?" Kyuhyun berujar seolah tak peduli.

Eunhyuk terdengar mendengus kesal. "aku tau kau begitu kasar – dingin – sarkatis dan idiot..." Eunhyuk mencak-mencak, "tapi apakah hatimu tak bisa sedikiiiiiiiiiiit saja mengapresiasi perhatian Changmin?" Eunhyuk menjentikkan ibu jari dan telunjuknya. Mem-visualisasikan kata sedikit yang di maksud Eunhyuk tadi. "Si tiang itu benar-benar mencemaskanmu! Dia bertingkah seperti seorang abeoji yang kehilangan anak gadisnya karena diculik namja berandalan ketika kau tak masuk kantor beberapa hari ini."

"lalu hubungannya denganku apa?" kesal Kyuhyun. Ia tak menyukai berada di posisi ini. Semuanya membuatnya kembali menaruh harap. Berharap bahwa segala kecemasan yang dialami Changmin beberapa hari ini adalah karena merindukannya. Karena Changmin menyukainya.

"kau tak bisa merasakan betapa ia menyukaimu?" Eunhyuk terdengar geregetan. "Demi Tuhan, Kyuhyun-ah, apa kau tak bisa merasakannya?"

Kyuhyun memejamkan matanya sejenak. Baiklah, ia sungguh lelah dengan perasaan terombang-ambingnya ini. Changmin jelas-jelas straight. Jadi ia tak mungkin menyukaiku seperti yang dikatakan Eunhyuk.

"Kyuhyunnie... kau benar-benar tak bisa merasakan cintanya?"

Kyuhyun membanting satu bundel dokumen yang ada di map kuning. Membuat Eunhyuk berjengit kaget, "hentikan omong kosongmu, Lee Hyukjae! Changmin itu straight! And the fact is, he hates gay! He is homophobic!"

"MWO?" Eunhyuk nampak kaget sendiri dengan perkataan Changmin. "ah... ini gila!"

.

.

.

.

Ini hari ke sebelas dimana Changmin tak mengontak Kyuhyun sama sekali. Tak ada telepon, short message, ataupun kunjungan flat. Dan Kyuhyun sendiri sekuat hati mengabaikan perasaan rindu yang sedikit demi sedikit menyusup ke dalam hatinya. Mengabaikan jeritan hatinya yang tak hentinya meneriakkan nama Changmin. ah... ini benar-benar membuat Kyuhyun frustasi.

Kyuhyun kembali menginap di apartemen Sungmin untuk menghindari bertemu muka dengan Changmin di pagi hari. Ia bekerja lebih sibuk dari biasanya. Ia bahkan seringkali terlihat membawa setumpuk dokumen untuk dikerjakan di flatnya. Tenggelam di kertas-kertas bodoh itu.

Tapi sepertinya, Kim sajangnim punya rencana gilanya sendiri. Pimpinan perusahaan itu meminta setiap manager dari setiap divisi untuk melakukan pelatihan di Inggris. Dan sialnya, Kyuhyun dan Changmin menduduki jabatan manager yang artinya mereka adalah salah satu staff perusahaan yang akan diberangkatkan ke Inggris. Dan sialnya, mereka memiliki nomor seat yang berdampingan selama di pesawat. Mereka juga direncanakan akan berbagi kamar yang sama selama di Inggris itu. Hell, seluruh rencana Kyuhyun untuk menghindari Changmin gagal sudah.

"kendalikan dirimu. Ingat saja satu hal..." kata Sungmin memperingatkan Kyuhyun saat saudara sepupu itu masih di Incheon.

"yeah... I should keep it in my mind. He is straight,"

"eung... dengan begitu kau takkan tergoda lagi olehnya."

"baiklah –aku pergi dulu."

Sungmin memeluk adik sepupunya itu dengan penuh sayang. "hati-hati..."

.

Kyuhyun dan Changmin benar-benar seperti dua kutub yang tengah melakukan perang dingin. Tak ada kalimat yang keluar. Selama di pesawat, si namja manis itu memutuskan untuk menonton saja. Memutar film-film yang ada. Jika ia bosan, ia akan memilih untuk membuka PSP-nya. Sekedar melemaskan otot-otot jemarinya atau mungkin melepas kesal dengan meninju Jin atau Ken –salah satu karakter game fighting-dalam PSP itu. Changmin sendiri nampak asyik dengan iPod-nya memutar lagu-lagu J-Pop yang menarik minatnya. Sesekali membuka buku bacaan yang dibawanya. Atau melakukan hal membosankan lainnya.

"kau sungguh-sungguh tak ingin berbicara denganku?" suara Changmin mengalun lembut.

Mereka sudah tiba di tempat menginap. Kyuhyun sendiri sedang sibuk dengan isi kopernya. Namun suara lembut yang mengalun dari bibir sexy Changmin itu dengan mudahnya tertangkap indera pendengaran Kyuhyun. Namja manis itu membatu sejenak. Berfikir mengenai tindakan apa yang harus dilakukan. Membalas omongan Changmin? Atau mencakar namja brengsek itu? Ah, sepertinya Kyuhyun lebih memilih untuk pura-pura tak dengar. Kyuhyun kembali sibuk dengan isi kopernya. Memindahkan sebagian isinya ke lemari.

"Aku tau kau mendengar kalimatku dengan baik, Kyuhyun-ssi." Ulang Changmin dengan nada yang terdengar naik satu not.

"kau berbicara denganku?" Kyuhyun menimpal dengan kalimat bodohnya. Dengan tangan yang pura-pura sibuk dengan baju-baju itu.

"huh, lucu sekali kalimatmu itu." Ejek Changmin.

Kyuhyun menggendikkan bahu. Mencoba untuk tak peduli. Namun Changmin yang mulai geregetan pada Kyuhyun menghentikan gerakan namja pucat itu.

Sreeet...

Changmin menyeret tubuh Kyuhyun ke arah tembok. Menguncinya dengan pergerakan Changmin yang sungguh sangat lelaki. Nyali Kyuhyun bahkan sedikit ciut hingga pemuda manis itu memutuskan untuk diam saja.

"kau sungguh-sungguh membuatku gila, Tuan Cho." Kesal Changmin. Nada suaranya mendesis galak di telinga Kyuhyun.

"huh?"

"apa sebenarnya maumu, hah? Mendiamkanku- tidak mengacuhkanku!"

"lalu apa maksudmu memperlakukanku seperti ini?" ketus Kyuhyun. Namja manis itu menunjukkan ego-nya. Well, Kyuhyun bukan tipikal orang yang suka ditindas.

Changmin memalingkan wajahnya ketika Kyuhyun bertanya seperti itu. Benar, apa maksud Changmin memperlakukan Kyuhyun seperti ini? Eoh, tingkah Changmin benar-benar nampak seperti ahjussi mesum. Tapi Changmin tak sedikitpun berniat untuk mundur dari posisinya saat ini.

"hentikan tindakan bodohmu ini, Shim." Kata Kyuhyun dengan nada tinggi. Ia berusaha mendorong Changmin untuk memberikan jarak –atau menjauh- dari tubuhnya. Posisi ini membuatnya tak nyaman dan... takut.

Namun tubuh Changmin tak bergeming. Badan kekar itu tak bergeser barang se-inch pun. Yang ada, Kyuhyun malah merasakan aroma nafas Changmin kian intens menerpa wajahnya.

Dalam keadaan normal, Kyuhyun mungkin akan bahagia jika Changmin berada sedekat ini dengannya. Namun sekarang ini? Oh, Kyuhyun bahkan dalam hati sudah menyumpah serapahi Kim sajangnim karena membiarkan dirinya satu kamar dengan pria semacam Changmin. Kilat mata Changmin berbeda dari biasanya. Tak bersahabat, penuh nafsu. Dan itu... menjijikan.

"kau yang membuat semua ini terjadi, Cho. Mengabaikanku. Menolak bicara padaku. Huh, kau kira kau siapa, hn?" kesal Changmin. Semakin mengeliminasi jarak diantara mereka. "berani sekali mengabaikanku?"

"kau- kau mabuk? Bicaramu melantur." Gugup Kyuhyun.

"aku tidak mabuk. Aku bahkan tak meneguk alkohol barang setetespun." Ujar Changmin sambil memainkan ujung telunjuknya di wajah Kyuhyun. "dan, Kyu... apakah aku pernah mengatakan padamu bahwa kau sangat manis?" jeda- "kau terlalu cantik sebagai seorang namja, Kyuhyunnie."

Tanpa basa-basi, Changmin menempelkan bibirnya pada bibir Kyuhyun. Memaksa lidahnya agar bisa diberi akses untuk masuk ke mulut Kyuhyun. Lidah Changmin mengabsen setiap rongga dalam mulut Kyuhyun. Bertukar saliva.

Tapi Kyuhyun tak menikmatinya sama sekali karena ini bukanlah hal yang diinginkannya. Kyuhyun memang menyukai Changmin. Namja manis itu juga tak munafik bahwa ia ingin disentuh Changmin. Sekedar skinship atau bahkan lebih. Tapi tak begini. Changmin melakukan hal ini tanpa cinta dan tanpa rasa hormat. Tatapan Changmin terlalu kasar dan penuh nafsu. Membuat Kyuhyun jijik. Ia merasa diperkosa oleh lelaki yang disukainya.

Namja manis itu mencoba mendorong Changmin. Menghentikan kegiatan gila ini dengan segera. Namun tenaga Changmin sepertinya tak sebanding dengan tenaga Kyuhyun, sehingga namja pucat nan manis itu hanya bisa melenguh. Berharap Changmin menghentikan deep kiss ini sebelum Kyuhyun kehabisan nafas. Dan kau tau, lenguhan Kyuhyun itu mampu membuat junior Changmin bangun.

Dengan satu sentakan, Kyuhyun bisa menggerakkan tangannya. Mendaratkan satu tamparan di pipi kiri Changmin.

PLAAAAK!

"KAU GILA?" Kyuhyun berteriak pada Changmin tepat saat Changmin melepas ciumannya karena terkejut dengan tamparan yang dilayangkan Kyuhyun.

"kyu... a- eum,... aku..."

Kyuhyun mengatur nafas dengan sedikit membungkuk. Gemetar karena apa yang baru saja terjadi. Tubuh namja pucat itu merosot ke bawah.

"Kyu, kau ingin... –ommo!" suara Eunhyuk –entah bagaimana bisa ada di kamar Changmin dan Kyuhyun.

Namja uke itu nampak membulatkan matanya melihat Kyuhyun yang tengah dalam keadaan bersimpuh dan gemetar; serta Changmin yang masih berdiri dengan pandangan menyesal.

"kalian... apa yang terjadi?" tanyanya.

.

.

TBC

I've nothing to say, except : Thanks for all reviews ^^V

I red all your words, but sorry for my bad which can't mention or reply ur reviews.

Gamsahabnida-

Love,

Kakagalau