Oh Kim Family
Cast : Hunhan – Kaisoo
Genre : Drama/romance
Rate : M
Warn! GS for uke. Typo bertebaran, no EYD, etc. DLDR !
Summary: Kisah tentang kehidupan keluarga Oh dan Kim. Bad Summary/GS/ Yang suka Hunhan – Kaisoo mari mampir / yang tidak suka, close tab aja^^ Biar ga saling bash.
NO PLAGIARISM, NO BASH.!
This is about Hunhan – Kaisoo 's story. If you guys don't like about this story or don't like hunhan-kaisoo just close your tab. Ini sebuah imajinasiku, dan aku tidak memaksa kalian untuk tetap membacanya. ^^
.
.
.
.
.
.
.
Chapter 3 : Flashback - HunHan
''hahh…'' helaan nafas terdengar dari bibir mungil milik Luhan. Wanita ini sedang menikmati sore harinya dengan duduk sendirian dibalkon apartmennya dengan Sehun. DItemani dengan segelas coklat hangat dan satu piring buah-buahan.
Luhan menyandarkan punggungnya disandaran kursi, dan menatap langit yang mulai terlihat berwarna orange, menandakan hari telah semakin sore. Ia mencoba memejamkan matanya, namun suara deringan ponselnya menghentikan kegiatannya itu. Ia berdiri dan berjalan memasuki kamarnya. Mengambil ponselnya yang berada di meja rias miliknya.
Bibirnya menyunggingkan sebuah senyuman ketika melihat nama seseorang yang tertera diponselnya. Luhan menggeser tombol hijau untuk menjawab panggilan itu
''yeobseo..''
''yeobseo..sayang..''
'' Sehunie..'' pekik Luhan senang
''Aku merindukanmu, sayang''
''aku juga..merindukanmu'' Luhan tersenyum, lalu mendudukkan dirinya disisi ranjang.
''Padahal aku hanya empat hari di Jepang, tapi kenapa serasa empat tahun'' terdengar lirihan Sehun.
''Kau berlebihan, sayang'' Luhan terkekeh
''tapi kau senang, rusaku'' –luhan merona,namun tidak terlihat oleh Sehun.
''mungkin aku akan kembali besok, mengingat ini hari ketiga, apa kau menginginkan sesuatu?'' tanya sehun disebrang sana
''Aku…aku hanya menginginkan kau, Sehunie'' jawab Luhan malu-malu
Terdengar suara Sehun yang tertawa mendengar perkataan istrinya.
''permintaan dikabulkan. Tunggu aku, sayang. Kau akan mendapatkan apa yang kau mau''-Sehun tersenyum lalu melanjutkan perkataannya
'' Kau sedang apa?''tanyanya
''Aku? aku sedang berada diapartment kita. Kau?''
''Kenapa tidak keluar saja. Pasti kau bosan diapartment terus. Mengingat Kyungsoo tidak diapartmentnya. Aku sedang memikirkanmu''
''cih! Pembohong! Oh, kau mengetahui Kyungsoo tidak diapartmennya?'' tanya Luhan
''jangan berpikiran lain dulu. Jongin sedang bekerja bersamaku, ingat? Jadi dia memberitahuku jika istrinya sedang menjenguk kakeknya yang sakit''
''Dan aku tidak berbohong. Satu jam yang lalu, aku dan Jongin menyelesaikan pekerjaan. Dan sekarang aku berada di Hotel, berbaring memikirkanmu. Aku ingin memelukmu rusaku''
''Tunggulah sampai besok, sayang. Kau bisa memelukku sepuasmu. Bahkan bisa lebih'' goda luhan
''um..baiklah. Nanti kuhubungi lagi. Sekarang aku harus bersiap-siap kembali. Klien ku dengan Jongin mengundang kami berdua untuk makan malam bersama''
''Kau juga..makanlah. Jangan sampai kau sakit'' pesan Sehun
''iya sayang''
''I Love You''
''I love you too…Sehunie''
Tuut…tut…
Luhan beranjak dari ranjangnya setelah Sehun memutuskan sambungan teleponnya. Ia kembali ingin menaruh ponselnya ditempat semula dan berniat untuk kembali ke balkon mengambil gelas dan piring buah-buhannya lalu membawanya kedapur. Namun sebelum melangkahkan kakinya menuju balkon, mata rusanya terlebih dahulu melihat kearah meja kecil yang berasa di pojok kanan ranjangnya. Disana ada beberapa album foto. Luhan mengambilnya melihat album foto pernikahannya dengan Sehun. Ada juga Foto pernikahan Jongin dan Kyungsoo. Foto-foto prawedding mereka. Sampai akhirnya ia membuka satu foto album ketika mereka kuliah. Luhan tersenyum memandangi foto dirinya bersama sahabat dan kekasihnya pada saat itu.
Flashback
Kyungsoo dan Luhan sedang berada dikantin kampus mereka. Saat ini mereka berdua tengah asik mengunyah makanan yang telah dibelinya.
''ah..kenyangnya'' kata kyungsoo, menggeser sedikit kekanan tempat kimbab yang telah kosong. ''aku juga'' sahut Luhan sambil menyeruput bubble tea terakhirnya.
''ayo!'' ajak kyungsoo kemudian berdiri dari tempat duduk
''kemana?'' tanya luhan heran.
''astaga Lu! Jangan bilang kau lupa sore ini sehun dan jongin latihan basket. Mereka akan marah kaau kita sampai terlambat.'' . luhan menepuk jidatnya pelan. Kemudian mereka berjalan keluar dari kantin menuju lapangan basket kampus mereka.
Kyungsoo langsung mengajak Luhan untuk duduk ditribun. Mereka melambaikan tangan kea rah sehun dan jongin, mereka dihadiahi senyuman yang menawan. Para mahasiswi yang menonton mereka latihan berteriak histeris melihat pangeran kampus yang tersenyum kearah mereka. Kyungsoo dan Luhan saling bertatapan lalu tertawa bersama. Mengingat sehun dan jongin hanya tersenyum kearah mereka berdua, bukan kemasiswi lainnya.
''Lu, kau mencintai sehun?'' tanya kyungsoo sambil melihat gerak-gerik kedua sahabatnya yang sedang saling mengoper bola basket.
''entahlah Kyung'' jawab Kyungsoo pelan
''aku mencintainya kyung. Lebih dari sahabat.'' Jawab luhan lirih
''aku tidak tau perasaannya kepadaku. Tapi-''
''dia mencintaimu lu, lihat saja bagaimana pandangannya kepadamu. Aku yakin pasti sebentar lagi-'' ucapan kyungsoo terpotong karena medengar suara laki-laki yang dikenalnya
''hi, wanita-wanitaku. Minumannya mana?'' tanya jongin yang ternyata telah selesai berlatih dengan sehun.
''wanita-wanitamu ada disitu!'' ketus kyungsoo sambil menunjuk perkumpulan mahasiswi genit yang dulu sempat jongin dekati.
Luhan dan sehun hanya terkekeh melihat kedua sahabatnya ini yang saling menyukai namun tidak menyadari perasaan masing-masing. Lalu, bagaimana dengan kalian? Sehun? Luhan?ckckck
''m-maaf hunie, aku tidak membawakan minuman'' kata luhan menunduk
''tidak apa-apa, Lu. Tunggu sebentar disini. Aku akan bergnti pakaian'' luhan mengangguk dan kemudian sehun berlalu.
''kau tidak ganti pakaianmu?'' tanya kyungsoo ke jongin.
''Tidak. Ayo aku antar kau pulang kyung. Kau pulang bersama sehun ya Lu?''
''iya, Jongin''
''baiklah, aku duluan lulu'' ucap kyungsoo. Jonginpun menarik tangan kyungsoo untuk pergi menuju parkiran mobil. Kini tinggallah luhan sendiri. Luhan sedang memainkan ponselnya,sedikit terkejut pleh sentuhan dipundaknya
''k-kau mengagetkanku hun!'' pout luhan
''kau yang terlalu serius dengan ponselmu, sampai-sampai tidak menyadari kehadiranku''
''m-maaf''
''hei..kenapa jadi gugup begini eo?''tanya sehun menyentuh dagu luhan agar ia menatap mata sehun.
''a-aku tidak gugup'' sergah luhan dengan pipi merona
''kau terlihat menggemaskan ketika begini. Aku ingin menelanmu'' goda sehun. Luhan semakin merona dibuatnya.
Mereka larut dalam keheningan. Mereka berdiri saling berhadapan, sehun dengan setia masih menggenggan kedua tangan luhan. Sampai sebuah suara menyadarkan mereka
''S-sunbae'' seorang mahasiswi yang sangat cantik dan seksi mendekati mereka
''iya?'' jwab sehun
''a-aku ingin berbicara dengan s-sunbae'' ucapnya malu-malu. Luhan yang melihatnya pun dibuat sedikit penasaran .
''bicaralah'' perintah sehun dengan ekspresi datarnya
''t-tapi..aku ingin berdua saja s-sunbae'' ucap mahasiswi itu sambil melihat kearah luhan. Luhan yang mengerti pun menatap sehun. Melepaskan genggaman tangan sehun, namun sehun mengeratkan genggamannya.
''sehunie..'' ucap luhan pelan.
''tetaplah'' kata sehun kepada luhan.
''kau bicaralah sekarang. Atau tidak sama sekali'' lanjut sehun memperhatikan mahasiswi itu
''b-baiklah. A-aku…menyukaimu sunbae. '' ucapnya menatap mata sehun. Sehun tidak bergeming. Namun jantung luhan seakan berhenti berdetak.
''bagaimana denganmu sunbae?''
''…..''
''Sehunie''
''Terimakasih karena kau telah menyukaiku. Tapi maaf. Karena aku telah menyukai seseorang. Tidak. Lebih tepatnya aku mencintainya. Dia adalah kekasihku. Luhan'' jawab sehun dengan penuh keyakinan.
Deg…
Luhan menatap sehun tanpa berkedip. Apa? Kekasihnya?
''m-maf sunbae'' mahasiswi itupun berlalu.
Sehun membalikkan badan, dan menatap luhan yang masih setia menatapnya. Iya tau kalau luhan sedang terkejut. Sehun membelai pipi luhan. Luhan sedikit tersentak akibat sentuhan lembut dipipinya. Sehun tersenyum melihat pipinya yang merona.
''a-apa maksudmu sehunie. A-aku…ki-kita..tidak—'' luhan tergagap sendiri.
''kita iya Lu'' ucap Sehun cepat untuk memotong perkataan luhan
''t-tapi bagaimana bisa?'' tanya luhan lirirh
''Baiklah. Xiou Luhan. Maukah kau menjadi kekasihku? Tidak. Aku tidak mau kau menjadi kekasihku. Jadilah pendamping hidupku lu''
Sehun menatap mata indah luhan yang mulai berkaca-kaca.
''….''
''lu…Luhan. Maukah?'' tanyanya lagi
''A-aku mau Hunie'' ucap luhan sambil mengangguk. Dan setetes air mata terjatuh dipipinya
''aku mencintaimu''
''aku juga mencintaimu sehunie..'' Sehun pun memeluk luhannya. Dia berjanji untuk mencintai dan melindungi malaikat hatinya ini.
''kau melamarku?'' tanya Luhan sambil mengeratkan pelukannya ke tubuh sehun
''eum'' jawab sehun menghirup aroma shampoo dirambut luhan
''cincinnya mana?'' taya luhan melepaskan pelukannya. Dan mendongak menatap kearah sehun.
Sehun menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. ''Tidak ada cincin Lu'' katanya
Luhan memajukan bibirnya imut, Tanda ia kesal. ''bagaimana mungkin kau melamarku namun tidak ada cincin. Ugh!'' luhan mulai mode merajuknya.
''ini kan dadakan'' alasan sehun
''jadi kau menciontaiku dadakan?'' tanya luhan sambil melotot imut
''T-tidak. Aku mencintaimu sudah lama. Percayalah sayang. Hanya karena kejadian ini aku berani mengungkapkannya kepadamu. Besok. Aku janji besok akan memakiakannya dijarimu'' sehun kembali menarik tubuh mungil luhan untuk dipeluknya.
''aku percaya hunie''
''terimakasih sayang kau telah menerimaku''
Flasbackend
.
.
.
.
Luhan terkejut dan kembali kedunia nyatanya setelah mendapatkan sebuah kecupan dipipinya. Ia menoleh dan sedikit terkejut melihat sang suami telah sampai diapartment mereka.
''kau….''
''iya sayang. Ini aku sehunmu.''
''Ta-pi…bagaimana bisa. Oh tidak. Aku mulai berhalusinasi. Suamiku masih dijepang.'' Sehun kemudian menarik hidung luhan sampai memerah.
''aw! Yak Sehun! Eo, Sehunie?'' kata luhan tidak percaya
''Iya. Sayang, iya. Ini aku. Aku pulang''sehun memeluk tubuh istrinya erat
''aku merindukanmu'' lanjutnya
Luhan tersenyum dalam dekapan hangat suaminya.
''kau berohong padaku!'' luhan berkata sambil melepaskan pelukannya.
''maaf. Aku hanya ingin membuat kejutan'' jawab sehun tanpa rasa bersalah.
''aku membencimu!''
''Tidak lu. Kau tidak membenciku. Kau merindukanku. Daritadi kau melihat album foto kita''
''ssst! Jangan mengelak lagi. Karena akupun sama'' lanjut sehun ketika melihat luhan ingin memprotesnya. Luhan tersenyum malu-malu.
''aku ingin menagih janji'' kata Sehun, dengan raut wajah yang sedikit menggoda.
''janji apa?'' tanya luhan memiringkan sedikit kepalanya. Yang semakin membuat sehun ingin menerkamnya habis-habisan.
''apa perlu aku mengatakannya lagi? Bukankah kau yang menggodaku dtelpon tadi?'' tanya sehun kemudian menarik pinggang istrinya Luhan yang mengerti pun ingin melepaskan diri. Namun itu tidak akan pernah bisa. Sehun menundukkan kepalanya sampai bibir mereka bersentuhan. Lumatan-lumatan yang halus berubah menjadi kasar, sebagaimana tingkat hasrat sang suami.
''eghh…''
''Oh Luhan! aku sudah tidak tahan lagi'' ucap membawa istrinya ke ranjang mereka.
.
.
.
Makasii yang udah review+follow+fav yah.. Makasih banyak readers. /tebarkiss/ Maaf ga nulis satu-satu. Percayalah Aku mencintai kalian semua /kayak sehun ke luhan/ abaikan
Yang nanyain ini drabbel atau apalah..terserah kalian aja yah ^^
Yang minta flasbaack hunhan ini udah. Untuk kaisoo, next chap yah ^^
flashack pas nyatain cinta aja .
Tetaplah menunggu,okay^^ jangan bosen ^^
Sderiders cobalah untuk mereview..kan ga sulit..ga bayar juga kan? Review kalian itu sangat berarti. ^^ GOMAWOOOOOOOYOOOO
Mind to review?
