Baekhyun yang mendengar keluhan sang pujaan hati hanya bisa terkikik geli lalu mengelus helaian pirang milik Kris.

"Tahanlah Kris. Kau tahu bukan bagaimana sifat orang tua Luhan? Mereka terlalu menyayangi anaknya"

"I Know That." Kris menjawab dengan masih mempertahankan nada kesal dalam suaranya.

"Good Boy. I'll give you a prize then."

Dengan sepasang tangan mungil miliknya, Baekhyun menangkup kedua pipi Kris lalu mencium bibir penuh miliknya. Kris yang mendapat perlakuan tiba tiba tentu saja merasa kaget. Tetapi bukan Kris, jika ia tidak bisa dengan cepat menguasai keadaan.

Ayolah, ini Amerika bukan? Jadi wajar mereka melakukannya ditempat terbuka tanpa merasa malu atau takut sedikitpun. Lagipula, -mungkin- seluruh murid di sekolah mereka sudah tidak aneh dengan orientasi sex mereka yang menyimpang.

Seekor singa yang dihadapkan dengan seekor domba segar dan gemuk pasti langsung akan memakannya bukan? Tidak berbeda dengan Kris saat ini yang merupakan pemegang bagian dominant dalam hubungan mereka. Dengan sigap ia menahan tengkuk pujaan hati yang berada di pangkuannya tersebut, memberi kecupan kecupan ringan pada kedua belah bibir lelaki di hadapannya. Tangannya yang bebas Kris gunakan untuk menarik pinggan Baekhyun agar semakin menempel pada tubuhnya.

Lama mereka berada dalam cumbuan yang semakin panas, hingga membuat mereka terpaksa harus melepaskan tautan tersebut. Bukankah akan sangat konyol apabila ada sebuah berita yang menyebutkan bahwa ada dua orang pemuda yang baru saja lulus dari bangku sekolah menengah atas mati kekurangan oksigen saat tengah asik bercumbu.

Mereka tidak menyadari bahwa sedari tadi ada sebuah lensa kamera yang tengah membidik kegiatan bercumbu yang mereka lakukan tadi.

Pasangan Kris dan Baekhyun terlihat tenang dalam keterdiaman mereka. Menyatukan kening menjadi pilihan mereka saat ini.

"BAEKHYUN !"

Terdengar teriakan seseorang yang tengah menuju ke arah mereka, membuat pasangan yang tengah larut dalam nuansa romantis ini mau tidak mau menolah ke arah sumber suara. Kris mendengus kesal dan memutar bola matanya sebal saat melihat sang pelaku tersebut adalah Luhan, sepupu kekasihnya saat ini.

"Lihat ini Baek" Dengan nafas terengah, Luhan mengarahkan ponsel yang ada di genggamannya yang menampakkan tulisan ' Mom's Calling ' di layarnya tepat di depan wajah sepupunya itu.

"Tenang Lu tenanglah. Sekarang kau sudah di dekatku." Baekhyun turun dari pangkuan Kris, lalu menepuk pelan bahu Luhan menenangkan.

"Angkatlah" Lanjut Baekhyun kemudian dan diangguki oleh Luhan.

.

Tao terkikik geli melihat foto hasil bidikan kamera miliknya. Sesekali menyampirkan beberapa helai surai raven miliknya ke belakang telinga.

Oh! Apakah kalian penasaran dengan apa yang sedang dilihat oleh wanita manis kita yang terlihat sangat aneh menurut sebagian orang yang melihatnya saat ini?

Aku kira tanpa kuberitahu pun kalian sudah tahu apa penyebabnya bukan? Ayolah! Kalian pikir apalagi yang akan membuat seorang penggila orientasi sex sejenis antara para lelaki ini tertawa bahagia selainㅡ

"Zi!" Seruan terdengar dari lawan arah Zitao sekarang ini.

"Oh! Hai Kyung." Zitao tersenyum dengan raut wajah bahagia yang masih tersirat jelas di wajahnya.

Kyungsoo berlari pelan ke arah Zitao.

"Biar kutebak Zi! Kau berhasil menemukan moment Gay kesukaanmu disini." Tebak sahabatnya –Kyungsoo- setelah melihat raut wajah bahagia sahabatnya yang di perjelas dengan adanya camera di genggamannya.

"Exactly Kyung! Astaga! Apa kau tahu Kyung! Aku.. aku.. Kyaaaa!"

Zitao berteriak dan melompat kegirangan. Kemudian berganti memegang kedua tangan Kyungsoo di hadapannya.

Apakah kau tidak sadar Zitao, jika orang-orang saat ini melihatmu dengan tatapan aneh –lagi– ? Mereka mungkin mengira bahwa kau sudah gila saat ini Zi.

Kyungsoo yang memang belum tahu apapun hanya bisa memandang jengah sahabatnya yang ia pikir memang sudah tidak waras itu. Dengan telunjuk yang ia miliki, Kyungsoo mendorong pelan dahi sahabatnya, dan sukses membuat Zitao memajukan bibirnya sebal, merajuk.

"Bodoh! Bagaimana aku bisa tahu kalau kau belum memberitahuku."

Zitao tersenyum penuh arti dan menaik turunkan kedua alisnya. "I Got KrisBaek moment Kyung! Astaga! Aku bahkan tidak membayangkan akan mendapatkan moment panas mereka disini." Zitao menahan teriakan yang biasanya ia keluarkan sebagai refleks dan setelah itu sang gadis panda mengibaskan tangan lentik miliknya di depan wajah karena sekarang wajahnya telah berubah warna menjadi merah muda akibat mengingat kembali moment berharga pasangan gay yang selama ini ia buntuti di sekolah.

"Kau melupakan kenyataan kalau sekarang ini kita berada di negara yang benar - benar bebas Zi." Kyungsoo memutar matanya sebal mendengar ocehan Zitao.

"Oh! Aku lupa kyung." Zitao meringis malu.

"Dan apa yang kubilang tentang melepaskan pakaian nistamu saat disini Zi?" Kyungsoo melipat tangan di depan dadanya dan memutar matanya sebal.

Bagaimana tidak, jika sahabatmu yang berjanji memakai apa yang sudah mereka sepakati –dalam hal ini bikini tentu saja- malah sekarang memakai kemeja sampai menutupi setengah pahanya dan melilitkan selendang pantai dari pinggang hingga hampir menutupi betisnya.

"Ganti pakaian badutmu sekarang juga Zi !"

"Dan tidak ada tapi-tapian!" Perintah Kyungsoo telak saat melihat akan keluarnya sebuah protesan dari bibir Zitao.

"Kukira kau tidak akan menyadarinya Kyung." Zitao mengerucutkan bibirnya sebal.

"Pegang ini." Zitao menyodorkan kameranya.

Dengan tatapan heran Kyungsoo menerima kamera dari tangan Zitao. "Bukankah aku menyuruhmu berganti pakaian Zi?"

Kini, giliran Zitao yang memutar matanya sebal.

"Tunggu dan lihatlah Kyung."

"Oh ! " Kyungsoo terpekik gembira saat melihat Zitao mulai melepaskan kancing kemejanya satu persatu. Ternyata Zitao telah mempersiapkan bikini di dalam pakaian – yang menurut Kyungsoo – terkutuk itu. Dengan sengaja tangan Kyungsoo yang sedang memegang kamera milik Zitao itu mulai mengambil gambar Zitao yang menurutnya sexy.

"Zi, dengan tubuh se sempurna ini kau benar benar berpikir tidak ingin memiliki kekasih?"

Kyungso bertanya dengan menunjuk tubuh Zitao dari atas ke bawah dengan tangannya dan hanya dibalas tatapan malas dari Zitao.

Dan, astaga Kyungsoo! Ku pikir kau terlalu banyak bertanya untuk saat ini dear.

"Astaga Kyungsoo! Mungkin aku akan dengan tega menggorok lehermu agar tak ada lagi satupun celotehan yang keluar dari mulut berbahayamu itu jika saja aku tidak mengingat bahwa kau sudah berteman denganku sejak kita masih dalam bentuk embrio"

Gadis bermata panda itu menatap sahabat – cerewet – nya dengan tatapan mata datar. Tatapan yang akan ia keluarkan jika sudah merasa bosan mendengar ocehan yang ditujukan padanya ataupun ocehan yang bisa membuat sang gadis panda merasa bosan.

Pernyataan Zitao hanya dianggap angin lalu oleh sahabat dekatnya itu seraya mengibaskan tangannya malas.

"Baiklah Nona Huang, aku minta maaf. Cepat taruh pakaian dan selendangmu, aku akan membantumu mencari pria tampan disini."

Sang gadis bermata lebar mengedipkan sebelah matanya penuh arti yang sukses membuat Zitao mendengus sebal.

"Aku akan mengatakannya sekali lagi padamu wahai Do Kyungsoo yang otaknya semesum otak kekasihnya yaitu Kim Jongin. Pikiran kotormu benar benar tidak sesuai dengan wajahmu, dear"

Zitao berlalu dari hadapan sahabatnya kemudian meletakkan pakaian serta selendangnya yang baru saja ia lepas dan tak lupa pula sandal yang tadi ia pakai pada tempat duduk yang tersedia di pinggirr pantai.

Gadis bermata panda mendahului sahabatnya berjalan menelusuri bibir pantai.

"Oh iya kyung, dimana kekasih hitam mu itu?"

.

.

TO BE CONTINUED.

Review okey. I'll wait all of ur comment. wo ai ni boo.

ohiya, ada cerita baru judulnya ' HEY SAVIOR ! ' review juga ya sayang :****