Just You

Exo official pairing

KrisTao(GS for Tao)

Oneshoot/angst/romance

DLDR

Happy Reading

.

Tao tersenyum saat melihat satu bucket bunga mawar pink yang menutupi wajah lelaki tinggi didepannya. Dia semakin membuka lebar pintu apartementnya dan menarik tangan lelaki itu agar masuk dan di langsung menutup cepat pintu bercat putih itu.

"Gege!" Tao memeluk erat lelaki tinggi itu dan menenggelamkan wajahnya di dada bidang kekasihnya itu.

"Apa panda?" lelaki itu tersenyum dan mengelus sayang rambut Tao saat merasakan gelengan didadanya. Dia memegang pundak wanitanya dan menjauhkan sedikit jarak mereka. Dia memandang wajah cantik didepannya. "Ini untukmu. Cepat sembuhlah," dia mencium kening Tao sayang dan wanita itu membalas dengan memejamkan matanya. Merasakan kasih sayang yang besar dari kekasihnya.

"Bagaimana keadaanmu?" Kris menuntun Tao agar duduk disofa. Sedangkan dia duduk berlutut dihadapan wanitanya. Memandang lembut wajah kekasihnya yang sedikit pucat.

"Aku sudak tidak apa ge," Tao tersenyum memastikan bahwa keadaannya baik saja.

"Maaf aku baru bisa menjengukmu baby. Pekerjaan dikantor tidak mengerti," Tao memejamkan matanya saat Kris mengelus rambutnya lembut.

"Tidak apa ge. Aku mengerti," Tao memeluk leher Kris dan mengecup pelan leher kekasihnya itu. "Aku merindukanmu," dia semakin mempererat pelukannya.

"Bagaimana kalau kita kencan?" Kris menggendong pelan tubuh Tao dan dirinya duduk disofa. Membuat Tao kini berada dipangkuan lelaki tinggi itu.

"Aku mau ge!" Tao sontak melepas pelukkannya dan menatap wajah tampan kekasihnya. Membuatnya sedikit merona.

"Baiklah. Kau mandilah baby. Aku rasa kau belum mandi. Benarkan?" Kris mencubit gemas hidung mancung Tao saat wanita itu mengangguk lucu. "Baiklah aku akan memandikanmu," dan Kris tertawa saat Tao memberontak didalam gendongannya.

.

.

Tao hanya bisa menundukkan kepalanya saat dirinya sudah telanjang didepan kekasihnya. Apalagi lelaki tinggi itu selalu saja memandangi tubuh polosnya.

"Kau.. jadi memandikanku tidak ge? Kalau tidak aku... mandi sendiri saja," Tao berusaha melarikan dirinya tapi pinggangnya sudah terlebih dahulu dipeluk oleh Kris. Membuat tubuhh polosnya menempel erat ditubuh kekasihnya.

"Aku memandikanmu," Tao hanya bergidik mendengar suara rendah Kris. Dia melotot saat Kris membuka kemejanya.

"Ke..kenapa kau buka?" Tao menunjuk kearah dada Kris yang tidak tertutup apapun. Dia menutup kedua matanya erat.

"Kalau tidak dibuka pasti akan basah baby," Kris menyeringai dan dia membuka celananya. "Bukalah matamu baby. Bukankah kau sudah sering melihat?" dia mendekati Tao dan memeluk wanita itu. dituntunnya wajah polos mereka kearah shower dan dia menyalakan shower itu. Membuat tubuh keduanya basah.

Tao masih menutup matanya. Dia tau kalau Kris sekarang sudah sama polos dengan dirinya. Dia mengeluh pelan saat Kris malah menggesekkan penis besarnya ke pantat bulat miliknya. Tao melirik kebelakang dan mendapati wajah kenikmatan Kris, membuatnya merona.

"Ssshh ge," Tao mencengkram selang shower dan ikut memejamkan matanya.

"Aahh baby. Bolehkah?" Kris mulai mengelus pelan perut Tao dan menyenggol payudara bulat Tao.

"Se..sekali saja aahh ge," Kris hanya mengangguk dan mengelus pelan vagina Tao. Membuat kekasih cantiknya itu mengeluh nikmat. Dia langsung memasukkan jari panjangnya dan mengaduk vagina Tao.

"Aaahh gege aahh," Tao membuka lebar kakinya memberi keluasan bagi Kris. Dia mengelus penis Kris yang berada dibelakangnya. Kemudian dia mengocok penis tersebut.

"Langsung saja baby," Kris mengocok penisnya dan menunggingkan badan Tao. Dia menggesekkan penis besarnya didepan lubanng vagina dan mulai memasukkannya pelan.

"Aahh pelan ge sshh," Tao memejamkan matanya dan meremas selang shower. Mereka sudah biasa melakukan ini. tapi selalu saja dia merasakan sakit.

"Tahan baby," Kris memasukkan seluruh batang penisnya sekali hentak. Dia tidak tega saat mendengar teriakkan sakit wanitanya. Kris mencoba menenangkan Tao dengan mengusap lembut punggung mulus itu dan membisikkan kata cinta ditelinga kekasihnya itu.

"Move ge~" Kris mengangguk dan menggerakan pinggulnya pelan. Dia memejamkan matanya merasakan remasan vagina Tao dipenisnya. Sangat nikmat.

"Lebih aahh cepat ge sshh," Kris menurutin semua perintah Tao. Dia mempercepat gerakan pinggulnya dan terus mengenai G-Spot Tao. Membuat perempuan ini mendesah keenakan. Tao ikut menggerakkan pinggulnya membuat penis Kris semakin dalam menubruk titik terdalamnya. Dan dia merasakan kenikmatannya sudah diujung.

"Aaahhh gege aku mau aahhhh," Tao memejamkan matanya saat cairannya mengalir dan mengotori pahanya.

"Sshh bersama baby," Kris menyemprotkan cairannya jauh didalam rahim Tao. Membuat wanita itu merasa hangat. Kris memeluk tubuh Tao dan mengeluarkan penisnya. "Ayo kita bersiap sayang."

.

Just You

.

Tao menatap sekelilingnya dengan senyum yang tidak pernah luntur dari bibirnya. Dengan semangat dia tarik tangan Kris untuk masuk lebih dalam ke area taman bermain.

"Cepatlah ge~ aku sudah tidak sabar ingin bermain~" Tao mengerjapkan matanya. Membuat Kris mencubit pipinya gemas.

"Baiklah baiklah. Kau jangan terlalu capek baby," Kris dengan lembut mengusap kepala Tao sayang.

"Yey! Aku ingin naik itu ya ge~" Tao menunjuk kearah arena roller coster didepannya. Kris hanya mengangguk lalu menggandeng Tao menuju antrian. Dia tersenyum saat melihat wajah Tao yang gembira. Kekasihnya itu terus bergerak tidak sabar dan senyum tidak pernah luntur dari wajah cantiknya.

SKIP

Kris menatap kekasihnya yang terlihat masih segar. Tidak ada tanda-tanda lelah dari wajahnya. Mereka sudah menaiki beberapa wahana dan kekasihnya itu masih saja memaksanya untuk main wahana yang lain.

"Ayolah gege~ kita main lagi~" Tao mempoutkan bibirnya dan menatap kesal kearah Kris.

"Gege hanya tidak mau kau kelelahan baby~" Kris memegang bahu Tao dan terkekeh mendapat mulut kekasihnya itu mendumel. "Baiklah baiklah. Bagaimana kalau kau duduk disini dan gege belikan ice cream?"

"Wah! Aku mau ge!" matanya berbinar dan tersenyum menatap Kris. Tidak lupa kepalanya mengangguk lucu.

"Okay. Tunggu disini baby," Tao mengangguk lagi lalu dia duduk dibangku taman terdekat. Dia tersenyum saat seorang badut yang menghampirinya dan memberikannya sebuah bunga. Awalnya dia terkejut, tetapi itu memang tugas sang badut. Dia tertawa geli saat badut itu memberikannya bunga dengan gaya ala-ala pangeran. Dia mengambil bunga itu dan mengucapkan terima kasih dan mengusap kepala badut itu.

BRAK

Tao mengalihkan pandangannya saat mendengar suara berisik dan orang-orang yang berlari panik. Dapat dilihatnya dari kejauhan kalau papan reklame dekat kedai ice cream jatuh. Entah karena apa. Dengan bingung dia menghampiri kerumunan itu. Dengan tubuhnya yang kecil, dia dapat dengan mudah menyelinap diantara kerumunan itu.

"Ck!" dia berdecak kesal saat seorang lelaki tanpa sengaja menabraknya.

"Cepat! Cepat angkat pemuda itu! cepat telpon ambulance!" Tao dapat dengan jelas omongan orang-orang disana. Jantungnya berdetak cepat dan dia langsung menerobos dengan cepat ke kerumunan itu.

Tangannya menutup mulutnya yang terbuka dan matanya mengalirkan airmata saat melihat pemandangan didepannya.

"GEGE!" dia berlari dan memeluk tubuh tak berdaya itu. Dia menjatuhkan tubuhnnya dan memeluk tubuh kekasihnya.

"Tenanglah anak muda," Tao memeluk seorang wanita tua yang mencoba menenangkannya.

"Tapi gege hiks,"

"Biarkan dia dibawa ke rumah sakit," Tao hanya mengangguk dan menatap sendu tubuh kaku kekasihnya.

.

.

"TIDAK! GEGE! KUMOHON BANGUN LAH!" Tao menangis sejadinya dan mengguncang tubuh kaku kekasihnya. "Kumohon ge," dia mengusap pipi tirus Kris yang terasa sangat dingin. "Bangunlah," dia menatap lembut wajah tampan kekasihnya dan tersenyum. "Bangun Kris-ge~" dia mencium pelan pipi Kris dan memeluk tubuhnya. "Kumohon. Bangunlah."

"Maaf nyonya. Kami harus segera membawanya ke kamar mayat," Tao hanya dapat memandang kosong saat dirinya dipisahkan dari kekasihnya dan saat tubuh kekasihnya yang telah dibawa menjauh darinya.

"Bahkan kau belum memberikan ice cream untukku ge," dia tertawa dengan airmata yang terus mengalir dari mata pandanya.

END

Maaf banget kalo ceritanya ga jelas banget. Ga ngefeel dan ga sedih-_- aku mohon maaf banget. Tapi bolehkah aku meminta review dari kalian? Thank you~