MAGIC GIRL OR BOY?

.

.

.

.

CHAPTER 2

.

.

.

.

HAPPY READING

.

.

.

.

.

Chanyeol sedang asyik duduk di bawah tendanya sambil tersenyum-senyum tidak jelas memandang layar ponselnya. Bagaimana dia tidak tersenyum seperti orang gila begitu? Tadi saat dia akan kembali ke tendanya -dia menggantikan tugas Jongin untuk menghadap ke ketua Osis mengenai tugas yang akan dibagikan, gara-gara Jongin menghilang entah kemana- dia malah berpapasan dengan seseorang yang selama ini selalu ia perhatikan dan incar. Yup, siapa lagi kalau bukan Byun Baekhyun? Awalnya Chanyeol merasa kikuk dan canggung saat bertegur sapa dengan gadis itu. Walaupun Chanyeol itu kelihatannya badboy dan urakkan -dilihat dari penampilannya-, namun sebenarnya dia adalah pemuda yang akan kikuk jika dihadapkan dengan wanita. Apalagi itu adalah gadis incarannya. Namun tak berselang lama mereka menjadi akrab juga. Byun Baekhyun lah yang menciptakan keakraban itu. Berkali-kali dia mengajak Chanyeol untuk mengobrol dan berakhirlah dengan Chanyeol yang mendapat nomor ponsel gadis bereyeliner itu. Benar! Alasan Park Chanyeol terlihat seperti orang gila begitu karena nomor Byun Baekhyun.

Saat sedang asyik membalas pesan dari Baekhyun, tiba-tiba Chanyeol dikagetkan dengan seseorang yang duduk didepannya.

"Chanyeol, kau harus menolongku!"

Chanyeol mendelik kaget saat melihat seseorang didepannya itu.

Seorang gadis eh? Tapi kenapa tidak punya sopan sekali tiba-tiba masuk ke tenda orang?

"Siapa kau?! Berani sekali kau masuk kedalam tendaku!"

Chanyeol menatap tangannya yang dipegang oleh gadis itu dan tak sengaja Chanyeol melihat dua gundukan besar milik gadis itu yang menyembul dengan indahnya dari bajunya. Astaga besar sekali.

"Bodoh! Kau tidak mengenalku hah? Aku ini sahabatmu, Kim Jongin!"

Apa?

Kim Jongin?

Kim Jongin-sahabatnya?

Chanyeol melotot. "SEJAK KAPAN KIM JONGIN PUNYA PAYUDARA BESAR?"

Gadis yang mengaku sebagai Kim Jongin itu memukul kepala Chanyeol keras karena ucapan kurang ajarnya itu.

"Dasar idiot mesum kau!" Umpatnya sambil mendelik garang menatap Chanyeol yang kini mengelus kepalanya sambil meringis kesakitan.

"Hei gadis kurang ajar! Berani- beraninya kau memukul kepalaku!" Protes Chanyeol tak terima dengan apa yang dilakukan oleh gadis penipu itu kepadanya. Sudah mengaku-ngaku menjadi sahabatnya, memukul kepalanya pula.

Gadis itu memutar bola matanya malas. "Saat ini aku sedang tidak membutuhkan ocehanmu, Chanyeol. Yang kubutuhkan adalah bantuanmu."

Chanyeol memandang gadis aneh itu sekali lagi. Lebih teliti. Ditatapnya tubuh gadis itu dari atas hingga bawah. Dia mengernyit saat menyadari sesuatu. Bukankah baju yang dipakai gadis didepannya itu memang baju Jongin?

Chanyeol kali ini menatap wajah gadis itu horror. "Bagaimana bisa kau...?" Dia tak berani melanjutkan kalimat berikutnya.

Gadis itu kini menunduk sambil memegang kepalanya frustasi kemudian mengacak rambutnya kesal.

"Aku dikutuk seseorang." Sesalnya mengingat keadaan yang menimpa dirinya saat ini. Ingin sekali gadis itu -Kim Jongin- mengejar Pak Tua tadi lalu menghajarnya hingga kapok sampai dia mau mengembalikan wujud aslinya. Inginnya.. Namun apalah daya karena Pak Tua itu menghilang dengan ajaibnya dari hadapan Jongin sebelum Jongin berhasil merealisasikan keinginannya.

Chanyeol tak berani tertawa untuk saat ini. Dia juga shock dengan apa yang dikatakan Jongin dengan wujud berbeda di depannya itu. Bagaimana bisa dia jadi wanita? Benarkah dia Kim Jongin? Tapi jujur, muka gadis itu memang mirip sekali dengan Kim Jongin. Namun yang membedakannya adalah kini rambutnya berubah memanjang dan ugh.. Dua gundukan didadanya yang besar itu. Chanyeol menelan ludahnya kasar menatap dada besar Jongin. Dia sexy juga jika jadi wanita. Pikiran mesum Chanyeol berbicara.

Jongin yang sadar dengan arah tatapan Chanyeol itu sontak menendang tulang kering pemuda itu. "Apa yang kau lihat, bodoh!"

"Akhh.. Hei! Sshh ini sakit sekali!"

"Rasakan!" Gumam Jongin.

Chanyeol mengelus kakinya yang ditendang Jongin dengan menggerutu tak jelas. Ouh kakinya yang malang..

Kini mereka hanya diam. Tak ada satupun yang berbicara karena sibuk dengan dunia masing-masing. Jongin dengan pemikirannya tentang cara terbebas dari kutukan sialan itu dan Chanyeol dengan pikiran yang masih merasa shock dengan Jongin yang kini jadi seorang gadis... Eum.. Sexy dan... Cantik.

"Tapi aku tidak menyangka kau sexy juga jika jadi wanita, Jongin." Akhirnya Chanyeol memiluh membuka suara untuk membunuh kesunyian di dalam tenda itu.

Dilihatnya Jongin menoleh dengan tatapan tajam kepadanya. Duh, walaupun jadi wanita begini tapi tatapan tajam dan menusuk gadis itu tetap saja sama dengan dirinya yang masih seorang laki-laki. Mampu membuat Chanyeol merinding.

"Ah hahaha.. Lupakan." Chanyeol terkekeh takut.

"Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Aku tidak mungkin berkeliaran sebagai Kim Jongin diluar sana dengan wujud perempuan seperti ini." Keluh Jongin.

Chanyeol mencoba duduk lebih dekat dengan Jongin, ditatapnya gadis itu walau sedikit takut. Takut jika Jongin akan menendangnya lagi. Walau tubuhnya perempuan begitu tapi Kim Jongin tetap memiliki jiwa seorang laki-laki, kan?

"Apakah ada sesuatu yang bisa memecahkan kutukannya?" Tanya Chanyeol pelan mencoba mencari solusi.

Jongin mengangkat wajahnya. Pandangannya lurus kedepan entah menatap apa. "Katanya aku harus menemukan cinta sejatiku." Jawabnya terdengar putus asa. Kepalanya telah kembali menunduk membuat rambut panjang terurainya menutup sebagian wajahnya.

"Itu dia!" Ucap Chanyeol menjentikkan jari.

Sontak saja Jongin mendongak menatap Chanyeol. "Apa?"

"Kau harus mencari cinta sejatimu!"

Wajah Jongin tadinya penasaran berubah datar seketika.. "Apa kau bodoh? Kau pikir mencari cinta sejati sama saja dengan mencari sebuah bar?"

Chanyeol tersenyum remeh. "Ya aku tahu memang itu adalah hal yang sulit untuk seorang badboy ah ani, tapi badgirl sepertimu. Hahaha.." Chanyeol tertawa keras.

"Sialan kau!" Umpat Jongin kesal dengan gestur akan memukul Chanyeol. Chanyeol seketika melindungi bagian kepalanya agar tak kena pukul. Namun Jongin tak jadi memukul pria jangkung itu.

"Berikan aku saran yang benar, bodoh!"

Kini Chanyeol telah berhenti tertawa. Laki-laki itu berdehem sebentar sebelum menjawab. "Sebenarnya aku punya ide bagus agar kau bisa mencari cinta sejatimu." Chanyeol berkata dengan wajah serius dibuat-buat membuat Jongin ingin muntah saat itu juga jika tidak mengingat pria berambut abu-abu itu yang akan memberitahukan ide -antara masuk akal atau tidaknya- kepadanya.

"Apa?"

Dan Chanyeol pun memberitahukan idenya kepada Jongin saat itu juga.

.

.

.

-Magic Girl Or Boy?-

.

.

.

"Sehun-ah, apa kau sudah mengetahuinya?" Tanya seorang gadis bereyeliner dan gadis bermata rusa serempak.

"Apa?" Tanya Sehun datar. Pandangan gadis itu tetap fokus pada pulpen dan kertas ditangannya. Huh, apalagi kalau bukan mengerjakan tugas sekolah. Padahal ini jam pertama saja belum dimulai namun gadis berkulit putih pucat itu masih tetap mengerjakan tugas yang seharusnya dijadikan pekerjaan rumah esok harinya. Ck..

"Aku dengar-dengar sih katanya akan ada murid baru disini. Dia seorang gadis dengan tubuh sexy dan wajah cantik." Ucap Baekhyun -si gadis bereyeliner- setengah berbisik dan diangguki oleh gadis bermata rusa disebelahnya -Luhan-.

"Lalu?" Tanya Sehun masih terlihat tak minat. Dia hanya menanggapi ucapan dua temannya itu seadanya saja.

"Aish kau ini! Apa kau tidak merasa penasaran sama sekali, huh? Ini berarti rival-mu akan bertambah satu, kan!" Kini Luhan yang berbicara.

"Rival?" Sehun mengernyit menatap kedua temannya itu.

"Ya. Aku, Luhan, dan sebentar lagi anak baru itu." Ucap Baekhyun diakhiri sebuah cengiran.

Seketika Sehun memutar bola matanya malas mendengar ucapan Baekhyun. Bahkan saingan tak pernah terpikirkan di benak Sehun sedikitpun. Tapi kenapa Baekhyun menganggap mereka adalah saingan? Sungguh Sehun benar-benar tak peduli tentang saingan. Tidak penting.

"Saingan dalam kecantikan dan keseksian maksudnya." Sambung Baekhyun lagi menyadari Sehun yang hanya diam.

Gadis berambut brunette itu masih tetap diam hingga bel masuk terdengar. Dua gadis yang tadi duduk di depan Sehun itu pun kini telah kembali ke meja mereka masing-masing.

Seorang guru wanita dengan kaca mata tebalnya memasuki kelas Sehun dengan seorang murid perempuan yang errr.. Terlihat sangat sexy dengan seragamnya yang ketat.

"Anak-anak, hari ini kalian akan memiliki teman baru. Tolong perkenalkan dirimu sekarang." Ucap guru berkacamata dengan name-tag Kim Taeyeon itu kepada seorang gadis cantik di sampingnya.

Gadis itu sedikit melangkah maju kedepan kemudian tersenyum menatap seisi kelas sebelum akhirnya membungkungkan badan.

"Annyeonghaseyo.. Namaku Kim Kai, aku adalah siswa pindahan dari Jepang. Kuharap kalian bisa berteman baik denganku jadi mohon bantuannya." Ucap gadis itu.

Terdengar suara decak kagum dari murid-murid disana melihat Kai. Bahkan terdengar suara suit-suit dari siswa pria dan desahan iri dari beberapa siswa wanita. Namun rata-rata mereka menatapnya dengan pandangan kagum.

Kai tersenyum melihat teman-teman barunya yang menatap kagum kearahnya dan tak sengaja matanya bertatapan dengan mata seorang gadis dengan raut muka datar di belakang sana. Namun sesaat kemudian gadis berwajah datar itu mengalihkan pandangannya dari Kai. Kai mendengus pelan melihatnya.

...

Saat bel pulang sekolah berbunyi, Kai tak langsung keluar untuk pulang karena dirinya dipanggil kepala sekolah untuk menentukan kamarnya. Peraturan di sekolah itu adalah siswa perempuan haruslah dan wajib tinggal di asrama yang disediakan sekolah sedangkan siswa laki-laki dibebaskan, boleh memilih tinggal di asrama atau tidak. Sebenarnya itu memang tidak adil namun mau bagaimana lagi. Peraturan tetaplah sebuah peraturan yang harus ditaati.

Kai berjalan mengikuti Kepala Sekolah yang akan menunjukkan dimana letak kamarnya.

"Kai, ini kamarmu." Ucap Kepala Sekolah itu setelah mereka tiba. Kai menatap pintu sebuah kamar bernomor 94 di depannya itu. Saat Kai akan membuka mulut untuk mengucapkan sesuatu, tiba-tiba seorang gadis berjalan menghampiri mereka.

Gadis yang baru datang itu membungkuk sopan kepada Kepala Sekolah. Ditatapnya seorang gadis yang berdiri di sebelah Kepala Sekolahnya itu dengan intens.

"Oh Sehun, mulai hari ini Kai akan menjadi teman sekamarmu." Ucap Kepala Sekolah berbadan gemuk itu menjelaskan.

Kai seketika mendelik. "Aish! Aku tidak mau sekamar dengan gadis mayat hidup ini!" Tolaknya menatap gadis yang menurutnya sangat menyebalkan itu. Apa-apaan dia? Saat Kai tadi ingin berkenalan dengannya di kelas gadis itu malah mengabaikan uluran tangannya dan melenggang pergi. Tentu saja Kai merasa terhina diperlakukan seperti itu. Hei! Tidak pernah ada satupun gadis sebelumnya yang menolak uluran tangannya. Bahkan banyak dari merekalah yang mengemis agar bisa menyentuh kulit lelaki -ekhm maksudnya- wanita itu walau hanya sekali. Ya, setidaknya itu saat dia masih seorang pria. Ugh..

"Jaga ucapanmu Kai! Pokoknya mulai sekarang kalian adalah teman sekamar! Tidak ada bantahan!"

"Tapi Lee Sonsaeng-"

Kepala Sekolah itu langsung pergi meninggalkan keduanya tanpa menggubris protesan Kai.

Kai mendelik horror menatap gadis berkulit pucat dengan wajah datar didepannya. Matanya tak sengaja melihat dua gundukan putih milik gadis itu yang dengan bebasnya menyembul di dalam seragam berwarna oranye miliknya yang memang sangat ketat.

"Hei, payudaramu besar sekali."

PLAKK PLAKKK

"Aw!" Kai mengaduh kesakitan karena pukulan gadis itu.

"Jangan kurang ajar kau! Bukankah kau sudah memilikinya sendiri! Dasar gadis hitam cabul!"

Kai mendelik menatap kepergian gadis itu yang kini sudah masuk ke kamarnya.

"Apa? Gadis hitam cabul katanya? Hei gadis pucat kurang ajar! Kemari kau!"

Kai ikut masuk kedalam kamar itu dengan amarah tinggi. Dia tidak terima dikatai seperti itu. Apa-apaan gadis pucat itu mengatainya gadis hitam cabul?

"Hei gadis mayat hidup, bicara apa kau tadi hah?" Ucap Kai setelah memasuki kamar mereka berdua. Bukannya menjawab, Sehun malah mengabaikan omelan Kai dan lebih fokus untuk berganti pakaian. Ingat, BERGANTI PAKAIAN DI DEPAN KAI!

Kai melongo tidak percaya melihat apa yang dilakukan oleh gadis di depannya itu. Dia sedang melepas kancing seragamnya di depan Kai tanpa memperdulikan Kai sedikitpun. Sebenarnya bukan masalah itu yang Kai permasalahkan, tapi ugh! Apa yang dilakukan gadis itu DI-DEPAN-NYA!

"H-hei apa yang akan kau lakukan?" Ucap Kai gugup.

Sehun menoleh. "Apa lagi? Tentu saja berganti baju." Jawabnya datar. Kemudian kembali mencoba menanggalkan kancing seragamnya.

Kai semakin gugup. Gadis ini apa sudah gila? Dia ingin berganti baju di depan seorang laki-laki -yang kini menjadi wanita- berotak mesum huh? Oh, kau sedang membahayakan dirimu sendiri, Oh Sehun!

Seragam Sehun kini sudah tergeletak begitu saja di lantai. Tinggalah sebuah bra berwarna hitam berenda dan rok sekolah saja yang menutupi tubuh putih mulus gadis itu. Pandangan gadis itu bahkan masih tertuju di depan cermin besar di depannya tanpa menyadari jika seseorang kini tengah menatapnya dengan tatapan lapar. Kai berusaha keras untuk menahan hasrat-nya melihat payudara besar nan putih yang masih tertutup bra hitam mini gadis itu yang tersuguh dengan indahnya di depan matanya. Ingin sekali Kai meremas payudara kenyal gadis itu. Sungguh..

"Apa yang sedang kau lihat?" Gadis itu berbalik dan menatap Kai dengan tajam.

Kai tersadar dari fantasy liarnya mendengar suara Sehun. Gadis itu berdehem sebentar sebelum menjawab.

"Tidak, aku tidak menatap apa-apa." Ucap Kai berusaha terdengar biasa saja. Ugh.. Padahal di dalam sana gadis -berjiwa laki-laki- itu sedang berusaha keras menahan nafsu dan hasratnya agar tak menyentuh gadis yang baru saja menjadi roomate-nya itu. Semoga kau kuat menghadapi godaan yang akan setiap hari kau alami nantinya, Kim Kai.

"Dasar aneh." Gumam Sehun pelan.

Kai pun memutuskan untuk membersihkan badannya saja sekaligus membersihkan pikiran-pikiran kotornya dengan bershower di kamar mandi daripada harus tersiksa menonton ketelanjangan tidak langsung gadis pucat itu di depan matanya yang sangat sangat menggoda itu.

...

Malam harinya Kai sedang berbaring di ranjangnya sambil menonton tv untuk membunuh rasa bosannya. Sehun sedang pergi ke entah kemana. Saat Kai bertanya dia mau pergi kemana, gadis itu hanya mengabaikannya dan pergi begitu saja. Kai berusaha sabar menghadapi sikap dingin gadis itu. Sedari tadi Sehun memang terus mengabaikannya bahkan saat Kai mengajaknya untuk pergi ke cafetaria di asrama mereka, gadis itu menolaknya dan lebih memilih untuk pergi dengan si Byun Byun Baekhyun dan teman rusanya -Kai tidak mengenal gadis itu-. Uh, padahal niatannya baik kan mengajak makan siang bersama? Tapi Oh Sehun selalu mengabaikannya dan bersikap dingin kepadanya. Apa karena insiden tadi siang yang menyebabkan gadis itu jadi berpikiran macam-macam terhadapnya dan kemudian menjauhinya? Tapi sejak di kelas tadi memang gadis itu sudah dingin padanya. Kenapa sih sebenarnya gadis itu? Tunggu, kenapa juga Kai harus peduli dan repot-repot memikirkan gadis berwajah datar itu?

Kai menatap jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 10 malam. Kenapa Oh Sehun belum juga kembali? Sebenarnya pergi kemana gadis itu? Kai dibuat pusing memikirkan gadis itu. Eh?

Kai sudah tidak minat lagi untuk menonton tv saat ini. Uh.. kemana sih Oh Sehun itu? Kenapa belum juga kembali hingga larut malam begini? Apa jangan-jangan terjadi sesuatu dengannya. Ugh.. Jangan berpikiran yang macam-macam Kai!

Gadis itu memutuskan untuk menunggu saja di depan pintu kamarnya. Entah kenapa dia bisa peduli dengan gadis itu. Seperti ada sesuatu yang menyuruh dirinya untuk melakukan ini semua. Entahlah..

...

"Sehun-ah, ini sudah malam. Kau tidak ingin kembali ke kamarmu?" Tanya seorang gadis bersurai coklat madu yang kini tengah duduk di tepi ranjang dengan seorang gadis yang dipanggil Sehun itu.

Gadis bersurai brunette itu menghentikan aktivitas mengetik di laptopnya dan diam sebentar. "Tidak." Jawabnya.

"Wae? Apa karena murid baru itu?" Tanya gadis bersurai madu -Luhan- itu.

Raut wajah Sehun seketika mengeras. "Aku tidak suka dengannya."

"Hm? Kenapa? Apa dia telah melakukan sesuatu?" Tanya Luhan penasaran.

"Pokoknya aku tidak suka dengannya." Jawab Sehun. Dia tidak ingin menceritakan kejadian memalukan tadi siang kepada Luhan saat murid baru itu memandang tubuhnya dengan pandangan aneh kemudian mengatakan hal yang jelas membuatnya marah. Sehun itu adalah gadis introvert. Apalagi jika yang mengatakan hal-hal seperti itu adalah seorang yeoja. Ugh.. Sehun benci sekali. Ini benar-benar menjijikkan, kau tahu?

"Jadi?" Tanya Luhan menatap Sehun dengan alis sebelah yang terangkat.

Sehun menatap Luhan dengan aegyo yang sangat-sangat jarang ia perlihatkan kepada orang lain. "Ijinkan aku menginap disini, Luhanie.."

...

Kai menggosok lengannya dengan desisan pelan. Tubuhnya kedinginan. Dia merutuki daya tahan tubuhnya yang berubah lemah setelah menjadi seorang wanita. Padahal dulu dia sangat kebal dengan yang namanya udara dingin. Dia jadi kedinginan begitu karena sedari tadi berdiri di depan pintu kamarnya menunggu kepulangan Oh Sehun. Tapi hingga kini jam 12 malam gadis itu tak kunjung menampakkan batang hidungnya. Apa yang sebenarnya terjadi? Apa jangan-jangan Sehun diculik? Ah tidak mungkin! Kai, jangan memikirkan hal yang aneh-aneh. Batinnya.

Aish.. Sebenarnya kenapa juga dia harus peduli dengan Oh Sehun?

"Hatchuu!" Bahkan kini dia bersin-bersin. Udara dingin benar-benar membuatnya menjadi lemah. Kai benci ini sesungguhnya.

"Oh Sehun, sebenarnya kemana kau?"

.

.

.

To Be Continued

.

.

.

Lalalala~ chap 2 update juga yo yo/? '-'

Berkat dengerin lagu Lady Luck imajinasi gue yang tadinya sedikit mampet akhirnya encer juga :"v mungkin efek denger suara desahan-desahan gaib disana kali yak xD

Hmm.. Gimana dengan chap ini e.e apakah makin ancur? :'3

Readers : MAKIIINNNN!

Huks/?

Yasehun lah, mungkin sudah bakat gue nulis tulisan ancur :"v

Disini KaiHun moment nya belum sweet-sweet'an ya.. Sehun nya masih dingin :3

Oh ya, gue mau kasih sedikit pemberitahuan /bahasa lu/ nih buat para readers biar kaga pada kepo lagi e.e dibaca yo..

Cekidot

1. FF ini KAGA BAKALAN ADA ADEGAN YURI NYA.. ini full GS, jadi adegannya entar yaaa.. NC normal aja. paling kenceng cuma grepe-grepe ama kissing doang keknya :3 itupun gak banyak

2. Yang ChanKai shipper merapat :v ada -agak- banyak ChanKai moment nanti :D (sebenernya ini permintaan si anu/? sih-_-) , trus yang bukan ChanKai shipper? Hoho~ sabar aja yo :" gue juga sebenernya bukan kok :3 tapi karena ada 'seonggok makhluk' yang terus maksa gue buat adain ChanKai moment ya sudah -_- bikin deh gue.. tp tenang aja.. Ini ff tetep fokusnya ke KaiHun kok.. kapel lain cuma buat selingan n penyemangat/? :"v

3. Gue minta MAAF bangettt buat readers yg minta buat ff ini words nya lebih dipanjangin lagi. Sorry bro gue gabisa.. ini karena kapasitas tangan gue dan otak gue masalahnya.. gue takut kalo panjang2 ntar malah jadi -makin- aneh dan ngawur ini ff.. jadi terima aja ye pendek2 gini.. walopun ini ff pendek tiap chap-nya tp tetaplah yakin bahwa ada yg lebih panjang dari ff ini *nunjuk anu KaiHun xD *plak

4. Sebenernya ini pertanyaan sih, gapenting pula :3 tapi gue tetep pengen nanya '-' menurut kalian mending adain NC nya bulan ini apa bulan depan aja pas abis lebaran? '-' jadi ntar kalo ada adegan NC gue skip dulu trus ntar pas abis lebaran gue jabarin gitu :3

masalahnya gue takut bikin puasa adek-adek sekalian batal kalo tetep ngotot post nya pas bulan puasa :v dosa gue makin banyak dong kalo gitu bro bhaqq

Yah itu ajah sih bacot gue.. kurang lebihnya mohon dimaklumi karena gue jg manusia biasa mamen~ :"v

Okeh, terakhir..

MIND TO REVIEW?