.
Sumary : Dia salah satu diantara yang terakhir, Dia akan membangun Exsistensi Clanya, Dia dan sang Adik akan pergi dari Desa yang telah menghina Clan mereka, dan akan kembali untuk MERATAKANYA.
.
.
*Uchiha Naruto : Power of Eye*
.
.
Disclaimer : yang jelas bukan punya saya.
.
Genres : Adventure, Action, Romance.
.
Pair : ... x ...
.
Warning : Intinya ancur, oc, ooc, Smart! Naru, Strong! Naru, Godlike(?).
.
A/N : yo minna-san(?), ketemu dengan Shinta lagi, gomen soal chapter prologue kemarin yang sangatlah pendek. saya tidak menyangka akan banyaknya respect dari minna-san soal nih fic, karena banyak yang minta lanjut, ini nih chapter duanya. semoga memuaskan. happy reading.
.
.
.
''talk''.
'mind'.
''Biju and people''.
'Mindscape'.
''Jutsu''.
.
.
.
.
Chapter 1 : Ujian Chunin.
.
.
.
Suasana riuh para warga mengawali pagi nan cerah di Desa Konoha, hilir-mudik para warga terlihat begitu ramai manakala para pedagang mulai menjajakan barang dagangan mereka, taklupa beberapa Ninja tengah melompat dari satu atap ke atap yang lain, guna menjalankan aktifitas masing-masing.
Tidak sedikit juga terdengar nada riang dari para genin yang tengah membicarakan perihal Desa Konoha beserta Suna sedang mempersiapkan suatu Acara atau lebih tepatnya akan melaksanakan Ujian Chunin yang tentunya diperuntukan bagi para Genin kedua Desa tersebut. Takjauh dari beberapa Genin yang tengah asik mengobrol tadi, terlihat dua Anak perempuan yang kini tengah menginjak masa remaja meraka, raut wajah keduanya terlihat menyiratkan kehawatiran. bagaimana tidak khawatir, disaat para Tim Genin lain sudah disibukan dengan acara latihan mereka guna menghadapi Ujian Chunin, kedua Gadis itu bahkan belum tau apakah mereka dapat mengikuti ujian tersebut atau tidak.
''Sakura-chan, apa Dia akan mengikut sertakan Kita?" Sebuah pertanyaan langsung terlontar dari mulut Si Gadis Blonde tentunya ditujukan untuk gadis bernama Sakura tadi. Bagai tengah terombang-ambing dilautan, Si Gadis permen karet atau bisa kita panggil Sakura itu tak dapat menjawab pertanyaan sahabatnya ini lantas mengangkat kedua bahu miliknya, menandakan Dia tidak tau, Dia bingung harus menjawab apa. Tidak mungkinkan Dia akan menjawab Iya atupun Tidak, Dia belum tahu keputusan dari Senseinya. Apakah akan mengikut sertakan mereka atau tidak, atau lebih parahnya lagi mungkin karena mereka tak cukup mampu guna mengikuti Ujian tersebut. jadi Sensei mereka tak mau mempermalukan diri dengan mengikut sertakan Tim mereka dalam Event ini. 'Tidak tidak, Sensei bukan orang seperti itu' Batin si Gadis permen karet lalu segera mengeyahkan pikiran buruk tadi.
.
Power of Eye.
.
''Tok tok tok''
Bunyi ketukan pintu terdengar di salah satu Rumah yang berada di perumahan sebuah Clan atau biasa kita sebut Coumpound. Didepan pintu Rumah terlihat seorang Pria paruh baya berpakaian putih seperti Jubah dengan sebuah topi atau tudung berwarna merah dengan sebuah tulisan di bagian depan tudung tersebut. tak begitu lama menunggu pria itu akhirnya melihat bergeser dari tempat semula dan itu menandakan bahwa pemilik Rumah akan segera membuka pintu guna menemui dirinya.
''oh, ternyata Anda Hokage-sama, silahkan masuk'' Seseorang yang membuka pintu tadi berucap untuk menyapa Hokagenya serta mempersilahkan beliau memasuki gubuk Tua milik Keluarganya, Ada apa gerangan seorang Hokage mendatangi dirinya sepagi ini, berbagai Hipotesa segera muncul di benak Orang yang membuka pintu tadi, dengan datangnya seorang lagi tak lama setelah Ia membuka pintu, kembali sebuah pertanyaan langsung muncul dibenaknya, apalagi Orang yang terakhir datang tersebut tidak biasanya muncul sepagi ini, sangatlah berbanding terbalik dengan Image yang selama ini Dia tau. dengan mempersilahkan kedua orang tadi duduk di Sofa kumel miliknya, Dia segera membuka sebuah percakapan dengan sebuah pertanyaan yang sedari tadi hinggap di pikiranya.
''Maaf, Ada apa gerangan Hokage-sama dan Kakashi-san datang kesini pagi-pagi?" Ucap sang tuan Rumah dengan nada dibuat sesopan mungkin, Hanya kedua orang didepanya saat ini yang sangat Ia hormati, terutama Sang Hokage yang selalu membantu dirinya disaat kesulitan menerpa.
''Maa maa, santailah sedikit Naruto-kun, Kau selau saja to the point'' Balas sang Hokage pada sang Tuan Rumah yang ternyata adalah Uchiha Naruto.
Menghela nafas sejenak, Sang tuan Rumah A.k.a Naruto segera berucap kembali, Naruto tau bahwa Hokagenya itu sangat tidak senang akan panggilan 'Hokage-sama' yang Dia keluarkan tadi, Kata-kata yang Sandaime keluarkan barusan menandakan hal tersebut, bukan semata-mata untuk perkataan itu hanya memiliki satu arti, Naruto sudah sangat paham akan hal itu.
''hah, jadi ada apa jiji dan Kakashi-nii datang kemari?" Mengulang pertanyan berarti sama, kini Naruto mengganti panggilan kepada dua orang tamunya tersebut.
''Begini Naruto, Aku ingin kau mengikuti Ujian Chunin dengan Rekomendasi khusus dariku'' perkataan Sandaime tadi lagsung ditanggapi dengan Seringai tipis di bibir Naruto.
''Lalu kenapa Kakashi-nii ikut kesini juga, Jiji?."
''Aku ingin kau mengawasi Tim 7 Naruto, Aku tau Kau pasti sanggup.''
''Apa yang membuatmu seyakin itu Nii-san?."
''Yare yare, apakah Seorang Genin yang telah diminta bergabung dalam Squad Anbu tidak mempunyai kemampuan untuk hal ini, hmm?" Kakashi tersenyum penuh kemenangan manakala melihat Naruto kebingungan menjawab. setelah itu suara tertawa dari Kakashi terdengar jelas saat Naruto memberi Glare tajam pada sang Hokage yang saat ini tengah tersenyum kikuk. Naruto tentu tahu bahwa hanya Jijinya seorang yang pasti memberi tahukan hal itu kepada Kakashi. Dengan muka malas nan datar, Naruto akhirnya mengiyakan permintaan Kakashi, Yang berarti Dia harus mengikuti Event yang akhir-akhir ini tengah ramai menjadi Topik perbincangan diantara para Ninja Konoha. Tunggu dulu, Kalau Dia diminta mengawasi sekaligus menjaga Tim 7, itu berarti...
''Tunggu Kakashi-nii, dengan kata lain Kau tidak percaya dengan kemampuan Anak didikmu, menyedihkan.'' Kakashi langsung pundung dipojokan sengan Aura hitam menguar dari tubuhnya setelah mendapat komen pedas dari Naruto, Naruto dan Sandaime sweedrop bersamaan melihat kenistaan Kakashi itu. Naruto bukanya tidak suka akan permintaan Kakashi, namun apakah Kakashi tidak percaya akan kemampuan Muridnya. Apalagi disana ada Sashuke yang sudah lebih dari mampu untuk mengikuti ujian ini. Tetapi pikiran itu segera hilang dari benak Naruto ketika Sandaime mulai dengan penjelasan mengenai alasan Kakashi meminta bantuan Darinya. Dan mungkin ini sama seperti Misi tidak langsung dari Sandaime, itu menurut Naruto.
''Kami tidak meragukan kemampuan Sashuke, Hanya saja Aku merasa akan terjadi hal merepotkan di Ujian kali ini''.
Naruto paham akan itu, Dia sebenarnya juga ingin mengikuti Ujian kali ini, Dia ingin dan akan membungkam mulut para penghujat yang selama ini selalu menghina Keluarganya yang pada intinya semua anggota Clan Uchiha sebelum dia dan Adiknya meninggalkan Desa terkutuk ini. Dia sudah mempersiapkan segala sesuatu dari jauh-jauh hari, kemampuan Mangekyounya pun telah meningkat pesat, Hanya Susano'o saja yang belum Dia kuasai secara sempurna, Naruto baru bisa mengeluarkan Susano'onya sebatas kerangka berbentuk Iblis berwarna Emas, tetapi sepertinya dengan kemampuanya saat ini Dia akan mudah membungkam seluruh penghujat tak bermoral itu.
.
Power of Eye.
.
Dia adalah salah seorang Ninja tersohor dan terkenal di antara negara Element, Dia akan melaksanakan rencana yang selama ini Ia susun sedemikian rupa untuk suatu tujuan gila. Dia kini berada di sebuah ruangan gelap dan dihadapanya terdapat beberapa siluet manusia yang tak begitu terlihat jelas karena ruangan tersebut begitu minim pencahayaan.
''jadi, bagaimana persiapanya?" Ninja tersohor yang sedari tadi duduk di singgah sana mulai berbicara dengan suara serak. beberapa ninja didepanya saling menatap sebelum mengangguk lalu menjawab pertanyaan dari sang Tuan.
''Segala persiapan telah selesai Orochimaru-sama'' Jawab seorang Pemuda berkacamata yang berjongkok paling depan.
''khuku, kita mulai''
.
Power of Eye.
.
Pagi Cerah nan hangat lagi-lagi menghampiri Konoha, Menambah kecerian para warga yang tengah melakukan aktifitas masing-masing. Tidak jauh beda dengan Dua Kunoichi yang kini tengah berada di sebuah Training Ground untuk menunggu Dua teman mereka beserta sang Sensei. mereka juga tengah bersuka ria, Pasalnya sang Sensei yang mereka khawatirkan tidak akan mengikit sertakan mereka dalam ujian Chunin sudah merekomendasikan Tim mereka, dengan syarat kaka' dari teman satu Tim mereka akan ikut bersama tim 7 untuk melindu..-Bukan, maksudnya meminimalisir kegagalan mereka, Yah intinya melindungi juga bukan, Tapi mereka Berdua tak ambil pusing. yang terpenting tim 7 akan mengikuti event ini.
.
Flash back on.
.
Terlihat Dua Orang bergender perempuan tengah berjalan bersama dengan sama-sama menundukan kepala mereka pula, tanpa sengaja mereka menabrak seseorang yang tiba-tiba ada di depan mereka Berdua.' Brukk',
''itte''.
''hei hei, kalau jalan lihat-li'' Seruan Orang yang di tabrak tadi berhenti di tengah jalan manakala Dia melihat Dua orang yang tadi menabraknya tengah mengeluarkan Inner mereka masing-masing, dan itu sungguh mengerikan. Keringat dingin meluncur cepat dari pelipis Orang yang di tabrak tadi.
''Ka-ka-shi-sensei, dari mana saja Kau?." Suara yang terdengar begitu mengerikan masuk secara paksa ke telinga Kakashi, yang tentunya berasal dari kedua Kunoichi yang tadi menabraknya. Mungkin ini akhir hidupnya melihat betapa mengerikanya kedua Murid Wanitanya itu bila masuk mode inner masing-masing. wkwkwk Poor Kakashi.
''Eheheh, Gomen-gomen, dari kemarin Aku selalu berpapasan dengan Nenek tua yang sedang kesusahan dipinggir jalan saat Aku akan menemui Kalian''.
''Kau bohong!" seru keduanya bersamaan kembali, kedua Kunoichi itu sudah hapal betul dengan alasan andalan Kakasi itu.
''Haha baiklah, terima ini, pasti kalian ingin mengikuti itu kan'' Kedua Kunoichi itu segera membaca dua lembaran kertas yang diberikan oleh sang Guru. Tidak beberapa lama Kedua pasang Mata milik Dua Kunoichi itu dipaksa membulat setelah selesai membaca isi kertas yang diberikan Kakashi. mereka langsung berjingkrak ria untuk menyalurkan rasa senang mereka saat ini. nemun seketika keceriaan itu tergantikan oleh sedikit rasa kecewa saat Kakashi atau Sensei mereka mengeluarkan suatu peryataan, Tetapi dibalik kekecewaan itu mereka Berdua paham akan kekhawatiran sang Sensei. Jadi mereka dengan lapang dada menerima syarat yang di ajukan Senseinya secara tidak langsung lewat pernyatan tadi.
''Tapi, Naruto Uchiha akan mengawasi Tim 7 dari belakang"
.
Power of Eye.
.
Lamunan Kedua Kunoichi disana buyar ketika mendengar sapaan dari Dua Orang bocah laki-laki yang baru saja datang dengan Sensei mereka, Aura hitam menguar dengan dahsyatnya dari kedua Kunoichi tersebut, hal itu pertanda mereka berdua tengah marah besar. siapa yang ta'akan marah ketika harus menunggu sampai berjam-jam seperti ini, rumput dan batang Pohonpun seperti sudah enggan untuk menjadi tempat bersandar dan duduk mereka. bahkan kupu-kupu tak lagi tertangkap oleh pandangan kedua Kunoichi itu, tidak seperti pagi tadi. Nampaknya kupu-kupu pun enggan melihat batang hidung keduanya karena saking bosanya melihat keduanya tidak beranjak barang sedikitpun. Sementara ketiga Laki-laki yang baru saja tiba itu seperti tak mempunyai kesalahan sama sekali, terlihat dari tampang Watados mereka bertiga, hal itu lantas saja menambah Amunisi kemarahan bagi kedua Kunoichi itu.
''KALIAN''. Aura hitam mereka berdua semakin lama semakin membesar, Mengakibatkan ketiga Lelaki disana mau tidak mau harus menyeka keringat dingin sebesar biji kelereng yang mengalir deras di pelipis mereka. Sang sensei yang merasa harusnya memegang kendali segera mencari ide, tidak mungkin kan seorang Sensei harus terintimidasi seperti ini, Seorang Guru harusnya dapt mengendalikan murid-muridnya. Sebuah ide langsung terlintas dipikiran Kakashi, lalu Ia buru-buru mengutarakanya sebelum situasi bertambah rumit.
''Ekhem Ekhem, sebaiknya kita mulai latihan saja, apa kalian ingin gagal dalam ujian ini.'' Saat ini Kakashi harus berterimakasih pada Kami-sama karena ide yang menurutnya tak terlalu bagus itu langsung berdampak menghilangnya Aura hitam dari kedua murid Wanitanya. Helaan Nafas lega dikeluarkan oleh ketiga lelaki yang sebelumnya tengah dirundung ketakutan bersamaan.
.
Tanpa menunggu lebih lama, Kakashi segera saja mengadakan uni coba atau sparing bersama para murid serta satu anggota baru disana, sebelumnya Dia telah menanyakan batas kemampuan para muridnya termasuk Naruto beserta Element masing-masing. Dan hal mengejutkan terjadi saat Naruto memberi tahukan beberapa Element yang Dia punya dengan tampang bangga khas Uchiha. Kakshi sempat tak percaya dengan apa yang Naruto ungkapkan, lalu Dia mengeluarkan selembar kertas Chakra untuk membuktikanya. Dan benar apa yang Bocah Uchiha itu katakan, Mata Kakashi dipaksa melebar manakala Dia melihat kertas Chakra itu terbagi menjadi tiga, satu kusut dan dua lainya terbakar serta terpotong atau lebih tepatnya terbelah. Beberapa detik kemudia Kakashi sadar dari keterkejutanya lalu menempatkan tangan kananya tepat di bawah dagu seperti seseorang yang tengah berfikir. Memang tidak mustahil bagi seseorang dapat memiliki tiga element sekaligus, sebagai contohnya adalah Sandaime Tuchikage yang memiliki tiga Element, Dia dapat menggabungkan ketiganya menjadi satu Kekkei Touta yang begitu mengerikan, yaitu Jinton atau Element debu. namun lain halnya dengan Naruto, tidak seperti Tuchikage yang salah satu Elemntnya menjadi Element Primer atau Element yang paling mendominasi diantara keduanya, Element Naruto disini sama kuat, Bahkan Kakashi bingung membedakan Element mana yang menjadi Element Utama milik Naruto ini.
''Sensei, kapan Kita mulai Latihanya nih?.'' Intruksi yang terdengar sedikit kesal dari seorang Gadis bermahkota pirang membuyarkan acara berfikir dari Kakashi, Senyum watados langsung keluar dari bibir Kakashi karena melihat salah satu muridnya tengah mencak-mencak tak jelas akibat dari Kakashi yang berfikir terlalu lama.
''Gomen, baiklah Kita mulai saja sekarang, kalian harus mengambil Satu lonceng di pingganku ini seperti waktu Tim 7 dulu, karena dulu Kalian bertiga gagal, Aku harap kalian berhasil kali ini besama Naruto.'' Ke empat Gennin didepanya secara bersamaan mengangguk saat Kakashi selesai dengan penjelasanya lalau mengambil satu lonceng dari sakunya lantas menggantung benda bulat tersebut pada tali gesper pinggang kananya.
''Karena ini hanya latihan, jadi loncengnya hanya satu, entah siapa saja yang mendapatkanya itu tidak penting, sekarang MULAI!"
.
.
''Seperti yang kuharapkan dari kedua Uchiha itu, Namun Sasuke masih belum sempurna menekan Chakra miliknya, baiklah sasran pertama adalah Sakura, mungkin dengan Genjutsu lebih tinggi, Dia akan pingsan lagi seperti dulu.'' Beserta itu, Kakashi segera melesat kedalam hutan tempat Sakura berada. Kita berpimdah ke tempat Duo Uchiha yang tengah berbincang sambil berjongkok ria, sepertinya mereka tengah menyusun rencana selema Naruko dan Sakura menjadi tumbal, yah iutu yang ada difikiran Naruto. pasti Kakashi akan menumbangkan kedua Gadis itu terlebih dahulu dan Dia sangat yakin akan hal itu, jadi Naruto memilih membuar susunan rencana yang dengan sang Adik.
''Baiklah Sasuke, bila prediksiku tepat, Maka Kakashi-nii akan melumpuhkan Kedua Gadis itu dengan Genjutsu. saat mereka berdua telah kalah, kau segera carilah mereka lalu bebesakan, Aku akan mengulur waktu sebelum kalian bertiga sampai dan menjadi Exsekutor terakhir. mengerti?"
''Yokai Sir'' Sasuke denga ooc yang hanya Dia perlihatkan pada Orang terdekanya saja mengangguk mantap. Menurut Sasuke, rencana sang Kakak memang Tonji, Kakashi akan mengira bahwa Kedua Kunoichi di timnya itu telah dilumpuhkan dan dengan itu, kewaspadaan sang Sensei akan terfokus pada Dia dan Sang kakak.
''Sebelum Itu, aku akan membuat Chi Bhunsin untuk berhenge dirimu.'' Seru Naruto sambil menggit jepolnya, saat setets darah jatuh ke bumi, Naruto segera melakukan Jutsunya.
''Chi bhunsin no jutsu''
Pofff
''lakukan!"
''hai Master''
''Henge no jutsu''. Rencana telah tersusun rapih, tinggal pengeksekusian saja. Lalu ketiganya berpisah, dengan satu Anak melesat ke arah lain dan kedua Anak lainya berlari kearah Training ground untuk memancing Sang Guru untuk beberapa menit menunggu, Akhirnya Sang Sensei muncul dengan Hittai Atte yang menutup Mata Sebelah Kirinya telah terangkat, sepertinya prediksi Naruto tentang Genjutsu meleset. Terbukti dengan apa yang Dia lihat saat ini, Sepertinya Kedua Kunoichi itu telah membuat Sang Copy Sharinggan sedikit kerepotan, sampai-sampai harus menggunakan Sharinggan pemberian Sahabatnya itu.
.
''Kita mulai Sensei?" panggilan Naruto pada Kakashi sengaja dirubah saat mereka tengah dalam Acara formal seperti sekarang ini.
''yare-yare, seperti biasa, Kau tak sabaran Naruto''.
Tanpa menunggu lebih lama, Naruto melesat meninggalkan Sasuke( Bhunsin henge) dibelakngnya, Bhunsin itu hanya sebagai pengalihan. Kakashi tentunya akan terfokus pada dirinya dan melupakan wujud Sasuke yang sebenarnya adalah Bhunsin yang telah berhenge miliknya. Memajukan kepalan kanan untuk melancarkan sebuah pukulan, Narutpo sengaja melapisi pukulan itu dengan Chakra agar dapat berpengaruh walaupun pukulan itu pasti dpat ditahan dengan mudah oleh Kakashi. Dan benar saja, Saat Pukulan Naruto siap mendarat pada sasaran, Kakashi segera menahan dengan telapak tanganya, Dan tepat pula seperti pikiranya, Kakashi sedikit merintih saat menahan Pukulan berlapis Chakra milik Naruto. Memanfaatkan ringisan Sang Sensei, Naruto segera melancarkan sebuah serangan yang kali ini berupa sebuah Sapuan kaki Kanan. Kakashi melompat beberapa Meter kebelakang menghindari Sapuan Naruto. 'tap', sesaat setelah mendarat, Kakashi dipaksa menghindarkan tubuhnya kembali ketika sebuah Pukulan menargetkan pipi kirinya, Dengan kemampuan Sharinggan walau hanya sebelah itu, Kakashi dengan mudah membaca semua serangan Naruto padanya, Saat sebuah celah tercipta diantara Serangan Naruto, Kakashi segera melancarkan serangan balasan berupa pukulan ke arah perut si Bocah Uchiha. 'Buk', Naruto terpental Tiga Meter kebelakang akibat pukulan si Copy Ninja. Mencoba menyeimbangkan tubuhnya kembali lalu mengambil satu buah Kunai dari Saku Ninjanya, Naruto melemparkan Kunai itu kearah Kakashi lalu merapal Heandseel.
''Kunai Kage bhunsin no jutsu.'' Kunai yang tadinya hanya satu, kini berganda menjadi Lima puluh Kunai yang sama-sama menargetkan Kakashi. melihat itu, Kakashi juga merapal Heandseel.
''Doton : Doryuheki.'' Dari dalam tanah muncul dinding tanah dengan pola ukiran kepala Anjing di bagian depan. Namun, Kakashi kembali dipaksa menghindarkan tubuhnya dari serangan Naruto yang berupa Naga Raksasa terbuat dari Api, Kakashi Kembali di paska membelalakan matanya saat Naga lain yang terbuat dari angin siap menerjang dari arah belakang, Saat ini keadaan Kakashi sungguh tak memungkinkan lagi untuk menghindari kedua serangan Naruto, Terpaksa Dia menggunakan sebuah kemampuan yang mungkin dapat menguras Chakra cukup banyak, Kakashi barubkali ini dipaksa menggunakan kemampuan itu hanya untuk melawan seorang Genin, Tapi Dia jadi yakin sekarang. Mungkin karena inilah Naruto diminta bergabung dalam kesatuan Anbu oleh Sandaime, walau dengan Title nya yang masih seorang Genin.
Srinkkk
Blaarrr
Debu mengepul dari bekas hantaman Jutsu milik Naruto, Namun sang Genin yakin bahwa Kakashi dapat menghindari kedua serangan yang sangat menguras banyak Chakra tersebut. karena sekelebat Dia melihat Kakashi seperti membuat satu buah tembok lalu tiba-tiba Naga anginya menghilang. Debu mengepul dari Arah Kakashi berada, Seringai muncul di bibir Nartuo manakala Dia melihat byangan sang Adik keluar dari dalam kumpulan debu tersebut. Tak lama kemudian Sasuke mengampiri Dirinya dengan Kedua anggota tim 7 lainya. melirikan Kedua Mata Onyxnya ke arah sang Adik, Naruto seperti mengajukan sebuah pertanyaan dengan lirikan tersebut, Sasuke yang mengerti itu langsung menjawab dengan sebuah Anggukan Kepala. Kembali kedua Mata Hitam kelamnya di arahkan menuju tempat Kakashi berada, Naruto melihat sebuah bayangan tengah berjalan keluar dari kumpulan debu itu, lalu sebuah suara terdengar di gendang telinganya.
''Jutsu yang hebat Naruto, Aku sampai harus menggunakan Sharinggan, tapi itu belum cukup untuk mengalahkan Ku.''
''Kau yakin''
Tink
Kakashi tersenyum dibalik maskernya saat Sasuke menunjukan sebuah lonceng lalu di benturkanya dengan sebuah Kunai guna menghasilkan suara Khas lonceng kecil, hal itu Sasuke lakukan untuk membuktikan keaslian Lonceng yang dipegangnya.
''bagaimana Kau-...
''Mudah saja Sensei, Kau sibuk bertarung dengan Nii-san dan tidak menyadari keberadaan Kami.''
"Jadi Siapa Dalang rencana ini?." Lagi dan lagi Kakashi dibuat tersenyum tulus saat ketiga anggota Timnya secara bersamaan menunjuk Naruto, Berbeda dengan respon Naruto yang menaikan sebelah Alisnya saat Kedua Kunoichi di Timnya saat ini juga ikut menunjuknya, sekilas Dia mengalihkan pandanganya ke arah Sasuke untuk meminta penjelasan. Sasuke hanya menjawab 'Aku sudah menjelaskanya', Helaan nafas keluar dari Naruto. Sebenarnya Dia tak ingin sedikit kemampuanya terlihat oleh sang Guru, Namun apaboleh buat, Dia hanya pasrah menerima semua itu. Tadinya Dia ingin berpura-pura bahwa rencana Ini adalah buatan Adiknya, tapi sekarang semuanya berantakan, hanya satu hal yang tepat dengan prediksinya, yaitu keberhasilan rencana ini.
.
Power of Eye
.
Pagi cerah nan hangat menyala ke empat bocah yang kini tengah berjalan bersama menuju tempat diadakanya Ujian Chunin, Ke empat bocah itu adalah Sasuke Uchiha, Haruno Sakura, Namikaze Naruko serta Seorang bocah yang bertugas menjaga Tim ini saat Ujian berlangsung nanti, Sekaligus mengikuti Ujian itu. Tanpa terasa perjalanan mereka hanya tinggal beberapa Meter, sepertinya mereka datang tepat waktu, Bisa dilihat saat ini banyak sekali Genin dari Konoha serta Suna sedang berkumpul di depan pintu gedung tempat berlangsungnya Ujian tahap pertama, Narutonmenajamkan Matanya kearah seorang Shinobi yang sepertinya berasal dari Sunagakure, Genin itu membawa sebuah gentong besar dengan Aura begitu kuat menurut Naruto, Bahkan sepertinya Kapasitas Chakra bocah ini sungguh dahsyat, hanya dengan melihatnya saja Naruto sudah dapat merasakan tekanan Chakra begitu besar dari jarak ini, apalagi jika Dia bertarung dengan Genin itu, pasti akan terjadi hal yang menyusahkan. Lamunanya buyar manakala sebuah suara seperti Sapa- bukan maksudnya seperti sebuah Hina'an keluar dari mulut bocah Inuzuka yang baru datang bersama Timnya.
''Heh, jadi Kalian ikut ujian ini juga, PENGHIANAT''. Sasuke mengepalkan kedua tanganya untuk segera menghajar si hocah maniak Anjing, Namun sebuah tarikan di bagian lenganya mengungkan niat tersebut, disana Sang Kakak tengah menatapnya tajam disertai sebuah gelengan kepala, Sasuke memilih untuh diam bila sang Aniki sudah memperingati dirinya dengan Tatapan itu. Naruto Uchiha, Genin ini sebenarnya juga merasakan hal yang sama dengan Sasuke, Dia ingin sekali melumat mulut besar bocah bertato di pipinya itu dengan Amaterasunya, Namun niat itu Dia urungkan dan lebih memilih melakukanya nanti disaat Ujian Battle berlangsung, bagaimana jadinya jika Naruti menghajar bocah itu sekarang, Bisa-bisa seluruh anggota Clan Inuzuka akan menghajar dirinya habis-habisan atu malah membunuhnya mungkin(?), siapa yany tau akan hal itu. Naruto tetap berfikir Rasional, Walau Dia sudah dikategorikan Ellit Uchiha bila melihat Kemampuanya, Namun jika memaksakan melawan seluruh anggota Clan. Maka, kematian yang akan menjadi Akhirnya.
Cklekkk
Seluruh pasang Mata seketika memandang kearah pintu didepan mereka, Taklama setelah itu, seorang Laki-laki bertubuh lumayan tinggi keluar dari dalam lalu mengintruksinkan para peserta untuk segera memasuki ruangan Ujian tahap pertama. Beramai-ramai para Genin tersebut memasuki gedung tersebut, bagian dalam Gedung tersebut terbagi oleh beberapa Ruangan yang sepertinya akan dipergunakan untun Ujian tahap Satu ini, Tidak mungkinkan Seluruh Genin disana dapat ditampung oleh sebuah ruangan saja.
Dan disinilah Naruto, Dia duduk besebelahan dengan sang Adik dengan selembar kertas dan sebuah pensil serta penghapus telah tersaji di atas meja, tidak lama Seorang Shinobi kembali mengintruksi para Genin di ruangan itu, Laki-laki ini memakai baju hitam dengan Rompi khas Jounin Konoha dengan dibalut sebuah Jubah hitam serta sebuah Hittai atte seperti Peci bertengger di kepalanya.
''Di atas meja kalian sudah ada sebuah kertas soal dengan alat untuk mengerjakanya, Aku akan memulai penjelasan tentang Ujian ini, Di ujian tahap pertama ini setiap Tim di haruskan menjawab kesembilan soal di kertas itu, Bila ada yang 'ketahuan' mencontek, maka Genin tersebut beserta Timnya akan di Diskualifikasi dari Ujian ini, ada pertanyaan?"
''bagaimana denganku, Aku hanya sendiri dan tidak mempunyai Tim.'' Shinobi yang tadi menjelaskan peraturan Ujian itu melihat sebentar daftar peserta Ujian lalu memangdang kembali ke arah Genin berambut Hitam yang tadi mengajukan pertanyaan.
''Uchiha ya, untukmu peraturan ini tetap berlaku, toh jika Kau gagal, itu hanya berlaku untukmu sendiri''
''Baiklan, masih ada pertanyaan?.'' Merasa sudah tak ada lagi intruksi dari peresta Ujian, Sang pengawas A.k.a Ebisu segera menyerukan tanda Ujian Tahap satu ini dimulai.
''Baiklah, Ujian Chunin tahap Satu, DIMULAI!"
.
.
.
.
.
.
.
TBC.
.
Haloo Minna, Gimana chapter ini?. Jelekah(pasti), murahankah(tentu), maaf soal itu. karena Saya memang masih kacangan dalam hal menulis, jadi hanya ini kemampuan saya. kritik, saran, atu flame juga nggak papa. yang penting...
RnR ya.
.
jaa matta nee.
.
.
.
Shinta cao cao.
