"Si Byun"
.
.
.
.
Ketika seseorang sedang tidak fokus dengan pikirannya, dia tentu bisa kehilangan arah. Sama seperti yang sedang Chanyeol rasakan sekarang. Sudah hampir satu jam lebih, Chanyeol menyusuri jalanan kota Seoul. Dia seperti tidak mempunyai tujuan. Meskipun Chanyeol memandang ke arah depan, tapi terlihat sekali tatapan matanya kosong. Berkali-kali ia ditegur oleh pengguna jalan yang ada didepannya. Amarah yang keluar dari pejalan kakipun sama sekali tidak didengar oleh Chanyeol. Dia terus berjalan, meski otak kecilnya tau kalau dia memang bersalah.
Langkah Chanyeol terhenti, ketika selembar kertas koran berbahasa Inggris terbang akibat angin yang tiba-tiba bertiup kencang lalu menutupi wajahnya. Karena wajahnya tertutup koran, Chanyeol sama sekali tidak bisa melihat benda apapun didepannya. Dia lalu membaca kolom demi kolom yang terdapat di dalam selembar koran tersebut. Pergerakan bola matanya kemudian terhenti pada sebuah iklan lowongan pekerjaan yang bertuliskan :
Butuh pekerjan? Datang ke kantor kami sekarang juga. Kami tunggu !
Mr. Kim Kai
Head Manager of The LightSaber Office."
.
.
Chanyeol lalu membatin, " The Lightsaber itu perusahaan apa? Sepertinya aku harus kesana sekarang juga!"
Dengan modal alamat yang tertera didalam lembar koran tersebut, Chanyeol berjalan menuju halte terdekat. Bus yang akan dia naiki kebetulan mengarah ke kantor yang akan Chanyeol tuju. Sebenarnya Chanyeol sendiri masih kebingungan dengan perusahaan 'The Lightsaber'. Dia mencoba menebak-nebak perusahaan ini bergerak didalam bidang apa? Atau.. siapa itu Kai.
Karena terlalu sibuknya berpikir perusahaan apa yang akan Chanyeol datangi, tanpabia sadari kantor yang akan Chanyeol tuju sudah terlewat beberapa puluh meter. Sampai akhirnya Chanyeolpun tersadar karena suara teguran dari si supir bus.
" Yak! Kau yang bertelinga lebar! Kau mau turun dimana hah?" Tanya sang sopir.
"Hah?"
"Kau turun dimana?" Ulangnya.
Chanyeol kemudian melihat kearah luar untuk memastikan keberadaannya saat ini. "Astaga! Kantornya sudah terlewat jauh! Aku turun disini saja, paman." Jawab Chanyeol dengan menepuk jidat lebarnya. Dia sangat menyesali tindakan bodohnya untuk beberapa saat.
"Baiklah. Kau akan kuturunkan dihalte depan."
"Turunkan disini saja, paman. Tempat yang aku tuju sudah terlewat terlalu jauh." Bentak Chanyeol.
Si sopir bus lalu melihat kearah Chanyeol lewat kaca spion yang terpasang didekat kemudi, dia kemudian berbalik membentak Chanyeol. " KAU MAU BUSKU KENA TILANG!" Chanyeolpun mendadak diam.
Bus lalu berhenti disebuah halte. Chanyeol langsung menuju kantor 'The Lightsaber' dengan setengah berlari. Kertas koran yang tak sengaja menempel diwajahnya tadi, ia pegang erat-erat. Chanyeol khawatir jika kertas koran itu terbang maka ia akan kehilangan alamat lengkap dari kantor 'The Lightsaber'
HAH!HAH!HAAH!
Napas Chanyeol kini tersenggal-senggal. Jarak kantor yang ia tuju masih beberapa meter lagi. Karena tidak sanggup lagi berlari maka Chanyeol mulai berjalan menuju kantor itu. Ketika Chanyeol hampir sampai, ia langsung membasuh keringatnya dengan sapu tangan yang selalu ia bawa.
Chanyeol belum yakin dengan kantoe 'The Lightsaber'. Padahal ia sendiri sudah berdiri tepat disebuah bangunan yang alamatnya sama persis dengan koran yang ia genggam. Sangat aneh untuk sebuah kantor yang bahkan tidak memiliki papan nama. Chanyeol mendongakkan kepalanya sejauh mungkin. Berusaha mencari papan nama kantor yang mungkin saja terdapat dibagian atas gedung. Bukannya mendapat papan nama, Chanyeol justru mendapatkan lehernya yang terasa ngilu karena terlalu lama mendongak.
Tidak ingin usahanya sia-sia. Chanyeol mencoba menanyakan alamat yang tertera di kertas koran itu kepada para pejalan kaki yang kebetulan lewat. Sebagian besar jawaban yang Chanyeol terima adalah benar. Bahwa gedung ini sesuai dengan alamat yang mereka baca.
"Terima kasih." Ucap Chanyeol pada pejalan kaki terkhir yang ia tanyai.
Walaupun sebenarnya Chanyeol masih meragukan kantor tersebut, Ia meyakini dirinya sendiri kalau ia berada dialamat yang benar. Chanyeol kemudian melankahkan kakinya menuju pintu masuk gedung dengan kaca hitam yang tertutup rapat. Perlahan Chanyeol membuka pintu gedung tersebut. Betapa kagetnya saat melihat kesepian yang terjadi didalam gedung. Chanyeol hanya melihat seorang pemuda pendek yang sedang duduk dikursi panjang dengan senyuman termanisnya saat pria itu menatap Chanyeol. Disenyumi pria manis seperti itu, membuat Chanyeol merasa harus membalas tersenyum. Meski terasa aneh, Chanyeol lalu duduk disebelah pria bertubuh mungil itu. Tanpa Chanyeol duga, pria manis itu mulai memperkenalkan dirinya pada Chanyeol.
"Perkenalkan, aku Byun Baekhyun. Aku berasal dari Mokpo. Dan kau?"
"Aku Chanyeol. Park Chanyeol. Aku berasal dari Busan."
"Wahh sudah berapa lama kau menetap di Seoul, Park?"
"Emm 10 tahun kurang lebih."
Baekhyun menganngukkan kepalanya. " Pantas saja dialeg Busanmu tidak kelihatan."
"Terima kasih Byun, " Chanyeol dan Baekhyunpun berjabat tangan sebagai salam perkenalan mereka.
Saat Chanyeol dan Baekhyun sedang asiknya mengobrol. Tiba-tiba saja seorang pria bertubuh kecil bermata bulat keluar dari dalam ruangan. Tunggu.. Chanyeol mengenal pria itu.. bukankah.. dia Do Kyungsoo? Sahabatnya yang telah memecatnya dari kafe? Tapi untuk apa dia ada disini?
"Kalian berdua silahkan masuk." Suara Kyungsoo membuyarkan lamunan Chanyeol tentang mantan bosnya itu.
Chanyeol dan Baekhyun dipersilahkan duduk saat mereka memasuki ruangan. Dihadapan mereka berdua berdiri seorang pria berkulit Tan dengan rambut blondenya yang menyala. Dibibirnya menempel sebuah cerutu kayu yang sedari tadi ia hisap. Kacamata yang bertengger dihidung kurang mancung itu langsung ia lepas. Bola matanya yang agak kecoklatan kini menatap Chanyeol dan Baekhyun yang terlihat kebingungan.
"Selamat datang di kantorku." Sapanya.
Chanyeol dan Baekhyun hanya bisa membalas ucapan selamat datang si pria berkulit Tan dengan anggukan kepala dan mulut yang menganga lebar.
"Baiklah, namaku adalah Mr. Kim Jong In. Tapi kalian bisa memanggilku Kai. aku bukan kepala manager, tapi aku adalah pemilik dari gedung ini. Dan aku adalah seorang detektive dari London." ucap Mr. Kai panjang lebar memperkenalkan dirinya.
"Hallo Mr. Kai. Aku Byun Baekhyun dari Mokpo." Sapa Baekhyun dengan senyuman terbaiknya dengan mata yang membentuk seperti bulan sabit.
"Senang berkenalan denganmu Byun. Dan kau? Siapa namamu?" Tunjuk Kai pada Chanyeol.
"Aku Park Chanyeol dari Busan."
Kai lalu menjabat tangan Chanyeol dan Baekhyun. Kai kemudian memanggil asistennya yang ternyata adalah Kyungsoo, untuk membuatkan minuman. Kai menarik panjang cerutunya. Lalu dihembuskannya perlahan asap yang mengepul dimulutnya ke udara.
"Jadi.. apa tujuan kalian datang kemari?" Tanya Kai.
"Aku ingin melamar pekerjaan disini." Jawab Chanyeol.
"Aku juga." Imbuh Baekhyun.
.
.
Rasa penasaran Chanyeol soal kantor ini masih saja menggelayut di otaknya. Dia lalu menanyakan hal ini pada Kai untuk mengobati rasa penasarannya. " , kenapa kantor ini tidak ada papan namanya? Lalu, tadi anda menyebutkan jika anda adalah detektiv dari London? Cukup aneh ketika seorang detektiv menamai kantornya dengan 'The Lightsaber."
Seiring dengan dihidangkan minuman untuk Chanyeol dan Baekhyun. Kai kemudian menjawab pertanyaan Chanyeol. Kai mengungkapkan bahwa ia sengaja tidak memberikan papan nama digedung miliknya agar tidak ada satu orangpun yang tau jika gedung ini dihuni oleh seorang detektive. Kai juga menambahkan bahwa penamaan 'The Lightsaber' hanya penyamaran semata.
"Sangat wajar, jika banyak orang yang sudah tau alamat kantor ini. Tapi mereka mengurungkan niatnya untuk masuk kedalam. Padahal didalam sini mereka tidak mengetahui ada sesuatu yang tersembunyi dengan sangat rapi." Imbuh Kai menutup penjelasannya.
"Lantas, kami akan dipekerjakan sebagai apa Mr. Kai?" Tanya Baekhyun yang sedari tadi hanya diam.
"Baiklah." Kai lalu memperbaiki posisi duduknya. " saat ini posisi yang sedang aku butuhkan adalah detektive. Jadi intinya aku membutuhkan anak buah."
Chanyeol dan Baekhyun saling bertatapan mendengar jawaban dari Kai. Mereka tidak menyangka akan dipekerjakan sebagai detektive. Pekerjaan yang menuntut nyali besar, ketelitian, analisis yang tajam dan mental baja. Pekerjaan yang selama ini hanya bisa mereka saksikan dalam sebuah film, novel fiksi dan komik.
"Apa? Detektive.. wahhhh ini pasti keren sekali...!" Batin Chanyeol.
"Berapa gajinya? Pasti sangat besar! Dan aku bisa kaya mendadak juga terkenal seantero korea!hahahaha" Baekhyunpun ikut membatin.
Dan Kyungsoo juga ikut membatin. "Kapan mereka minumnya yah? Nanti teh itu dingin." (Oke yang ini abaikan.)
"Lalu apa kalian tertarik untuk menjadi anak buahku? Menjadi seorang detektiv handal?" Tanya Kai yang langsung membuat Chanyeol dan Baekhyun tersadar dari lamunannya.
"Ya! Sangat tertarik!" Jawab Chanyeol antusias.
"Kalau kau Baek? Bagaimana?" Tanya Kai pada Baekhyun.
"Aku juga sangat tertarik ." seru Baekhyun yang tak kalah antusiasnya dari Chabyeol.
Kai lalu bernjak dari duduknya. " aku tinggal sebentar, kalian minumlah dulu."
"Siap Bos!" Jawab Chabyeol dan Baekhyun bersamaan.
Kai beserta Kyungsoo keluar dari ruangan dan menuju keruangan lain yang berada dilantai atas. Tidak begitu jelas alasan Kai meninggalkan Chanyeol dan Baekhyun berdua diruangannya. Tapi yang jelas Kai sudah menemukan anak buah yang selama ini ia cari. Dua orang anak buah yang akan membantu kinerjanya sebagai seorang detektive dari London.
Sementara didalam ruangan Kai, Chanyeol dan Baekhyun sedang asik mengobrol dan bercanda. Mereka berdua sedang berangan-angan jika menjadi seorang detektive yang kaya dan terkenal, meeka akan melakukan apa.
Chanyeol misalnya, dia mengatakan bahwa jika ia kaga dan terkenal nanti, dia ingin mempunyai istri seorang artis. Lalu membangun sebuah rumah mewah. Membeli mobil mewah, punya peternakan kuda sendiri. Dan tentu saja Chanyeol ingin berlibur ke Hawaii. Sebuah pulau yang selama ini menjadi pulau idamannya.
Berbeda dengan Baekhyun, ia mempunyai impian tersendiri ketika Baekhyun menjadi Kaya dan terkenal nantinya. Baekhyun bercita-cita ingin mengunjungi Hollywood, kota dengan sejuta film terbaik di dunia. Lalu menyekolahkan adik satu-satunya hingga ke Harvard University. Dan juga ingin punya rumah sendiri dikutub utara. Dan impian Baekhyun yang terakhir membuat Chanyeol terkejut.
"Kau seriua ingin memiliki rumah dikutub utara, Baek?" Tanya Chanyeol memastikan.
" Aku serius, Chan."
"Tapi disana kan tidak ada Mall, pasar, stadion sepak bola, bioskop, restoran, disneyland, universal studio atau apapun yang menyenangkan. Disana hanya ada salju, Baek! Salju! Dan.. pinguin asal kau tau."
Baekhyun tertawa kecil, ia lalu menepuk pundak Chanyeol. "Tenang saja, Chan. Dengan kekayaan yang aku punya nanti, aku akan membangun semuanya disana."
Chanyeol masih tidak percaya dengan impian Baekhyun. "Itu juga jika kekayaan kau cukup untuk membangun semuanya, Baekhyun-ah."
"Sudahlah, Chan. Hal seperti itu tidak perlu kita perdebatkan. Semua itu masih sekedar impianku saja."
"Kau benar, Baek."
Tidak lama kemudian, Kai masuk kembali kedalam ruangannya tanpa ditemani asisten pribadinya yaitu Kyungsoo. Ditangan kanannya terlihat Kai memegang dua buah benda yang mirip dengan dompet berwarna hitam legam dengan tulisan 'The Lightsaber' dibagian tengahnya.
"Kalian berdua segera kelantai atas dan temui asistenku." Perintah Kai.
Tanya banyak bertanya, Chanyeol dan Baekhyun menuruti perintah dari Kai. Di lantai atas, mereka melihat Kyungsoo berdiri disamping seorang pria bermata rusa dengan rambut coklat terang. Pria itu menenteng sebuah kamera dan ruangan yang Chanyeol dan Baekhyun masuki terlihat seperti sebuah Studio foto.
"Perkenalkan dia adalah Luhan. Dia juga bagian dari kita." Ucap Kyungsoo pada Chanyeol dan Baekhyun.
"Lu.. luhan?" Gagap Chanyeol. Ia tidak menyangka bahwa orang-orang yang dulu bekerja di cafe bersamanya, saat ini mereka juga bekerja disini. Kyungsoo dan Luhan.. bukankah ini aneh? Ah masa bodoh dengan itu. Yang terpenting adalah Chanyeol memiliki pekerjaan sekarang. Seorang detektive.. bukankah itu keren?.
"Hai Chan." Sapa Luhan. "Hai kau.. aku Luhan.. aku adalah pria keturunan China tapi aku dibesarkan di Korea. Aku ahli fotografi, programmer dan.. seorang hacker lebih jelasnya.
"Hai Lu.. aku adalah Byun Baekhyun." Jawab Baekhyun dan merekapun berjabat tangan.
Asisten meminta Chanyeol dan Baekhyun mengenakan pakaian yang sudah dia sediakan. Sebuah pakaian yang identik dengan identitas seorang detektive. Topi, Jubah panjang berwarna cokelat, sepatu hitam mengkilap dan dua buah cerutu yang tak terpakai.
Asisten pribadi lalu menambahkan, " Masing-masing dari kalian harus berfoto dengan menggunakan kostum itu." Tunjuknya pada pakaian yang baru saja diberikan pada Chanyeol dan Baekhyun.
"Untuk apa?" Tanya Baekhyun bingung.
"Jangan banyak bertanya!lakukan saja! Ini adalah perintah dari Bos!" Jawab Kyungsoo galak dan membuat Chanyeol dan Baekhyun menganggukkan kepalanya kompak. Pilihan yang lebih aman untuk mereka, dibandingkan kembali bertanya pada seorang uke galak seperti Kyungsoo.
Chanyeol mendapat giliran pertama untuk difoto. Kostum detektive sudah Chanyeol kenakan, Luhan lalu meminta Chanyeol untuk bergaya layaknya seorang detektive yang sudah profesional, berbagai pose Chanyeol tunjukkan. Dirasa cukup, kini giliran Baekhyun yang akan difoto dan Luhanpun meminta Baekhyun untuk melakukan hal yang sama seperti Chanyeol.
"Silahkan lepas kostum yang kalian kenakan. Lalu kembali ke ruangan ." perintah Kyungsoo.
Chanyeol dan Baekhyun semakin bingung dengan apa yang baru saja mereka lakukan. Pertanyaan besar yang menggantung dibenak Baekhyun dan Chanyeol itu sama. Sebenarnya mereka ingin dijadikan seorang detektive atau seorang model? Mereka sungguh tidak mengerti. Dan yang tau jawaban dari pertanyaan besar mereka hanya Si pria berkulit Tan .
Sekembalinya mereka ke ruangan , Chanyeol dan Baekhyun kembali dibuat kebingungan. Pasalnya hanya diam dengan memandangi kearah notebooknya, tanpa sekalipun berbicara pada mereka berdua. Tentu saja hal tersebut terasa aneh bagi Chanyeol dan Baekhyun. Chanyeol telah mencoba beberapa kali memanggil nama , tapi Kai sama sekali tidak merespon panggilan Chanyeol.
Setelah beberapa menit kemudian, Kyungsoo dan Luhan bersamaan masuk ke dalam ruangan Kai dengan membawa dua buah foto. " Bos, ini foto mereka." Ucap Kyungsoo.
" Thanks." Jawab Kai singkat.
Foto yang Kai terima, ia masukkan kedalam sebuah benda yang meyerupai dompet yang Kai ambil dari dalam laci kerjanya. Kai lalu berdiri dari tempat duduknya dan menghampiri Chanyeol serta Baekhyun yang masih terlihat dengan wajah bodohnya karena kebingungan. Kai lalu meminta Kyungsoo membuatkan minuman lagi karena minuman yang tadi ia suguhkan untuk Chanyeol dan Baekhyun sudah hampir habis. Kyungsoopun keluar ruangan untuk melaksanakan perintah Kai.
" Oh ya Luhan. Apa semua data yang aku butuhkan sudah tepat?" Tanya Kai pada Luhan.
"Sudah bos!." Jawab Luhan pasti.
"Nickname? Microchip dan yang lainnya, apa sudah kau program dengan baik?"
" sudah bos! Mereka berdua hanya tinggal bertugas saja." Tunjuk mata Luhan pada Chanyeol dan Baekhyun.
" thanks Luhan, kau bisa kembali keruanganmu. Dan pastikan kembali bahwa mereka berdua akan aman."
"Siap !" Ucap Luhan seraya memberi hormat dan keluar dari ruangan Kai. Percakapan dan Luhan semakin membuat Chanyeol serta Baekhyun penasaran. Chanyeol lalu berbisik pada Chanyeol. " memangnya menjadi seorang detektive harus memakai mickrochip ya?"
" entahlah, Byun. Aku juga tidak tau."
Dan ternyata bisikan Chanyeol dan Baekhyun terdengar jelas sampai ke telinga . lalu menjelaskan manfaat dari mickrochip yang baru saja ia minta pada Luhan, agar ia tau dengan mudah dimana keberadaan Chanyeol dan Baekhyun, bagaimana kondisi dilapangan, atau seberapa bahaya lapangan dan target yang mereka incar.
"Ini tanda pengenal kalian. Didalamnya sudah dipasang mickrochip seperti yang sudah kujelaskan tadi. Kita memang tidak ber-partner secara resmi dikepolisian Korea Selatan. Tapi jika kalian sedang berada di TKP sebuah kejahatan dan kalian menunjukkan tanpa pengenal ini, maka polisi akan tahu jika kalian adalah anak buahku." Ujar Kai seraya menunjukkan tanda pengenal Chanyeol dan Baekhyun yang sudah terpasang foto mereka berkostum ala detektive. " kalian paham?"
"Paham bos!." Jawab mereka serempak.
" bagus! Tapi sebelum aku menyerahkan tanda pengenal ini pada kalian. Ada satu hal yang ingin aku tanyakan."
"Apa itu?" Tanya Baekhyun.
Kaipun melepas jubah panjangnya yang berwarna putih dan bertanya, " keahlian apa yang kalian miliki? Beladiri? Penyamaran? Pengintaian? Atau apa kalian bisa menggunakan senjata?"
Chanyeol dan Baekhyun saling bertatapan. Dan mereka menjawab pertanyaan hanya dengan menggelengkan kepala.
Melihat gelengan kepala dari Chanyeol dan Baekhyun alhasil membuat Kai terkejut bukan main. "SIAL! apa kalian serius tidak mempunyai keahlian khusus apapun?" Kai mendengus kesal. " Sepertinya aku salah merekrut orang!" Keluh Kai dan kembali duduk ketempat kerjanya dengan lemas. " Dengarkan aku! Menjadi detektif itu tidak mudah. Kalian bisa saja mati saat bertugas nanti." Terang Kai.
" aku sudah tau bos! Aku tahu bagaimana resiko menjadi seorang detektif." Jawab Chanyeol dengan semangat yang mulai berkobar.
"Tapi aku tidak bisa membiarkan kalian mati!" Tegas Kai.
" bos tenang saja!. Jika kami gagal, bos boleh memecat kami. " kini giliran Baekhyun yang berbicara.
Hening..
Kai memijat dahinya, kepalanya tiba-tiba menjadi pusing saat mengetahui fakta bahwa kedua anak buah barunya ini tidak memiliki kemampuan apapun untuk menjaga diri sendiri saat mereka bertugas nanti. Ia menyesali kecerobohannya, harusnya Kai menanyakan kemampuan Chanyeol dan Baekhyun sebelum mengangkat mereka menjadi anak buahnya.
"Baiklah. Tapi.. apa kalian serius ingin menjadi seorang detektif? Meskipun kalian tahu resikonya jika seorang detektif tidak memiliki keahlian?"
" aku serius Bos!" Jawab Chanyeol. Baekhyunpun menyetujui jawaban Chanyeol.
" Baiklah jika itu keputusannya. Ini tanda pengenal kalian." Ujar Kai lalu menyerahkan tanda pengenal mereka. "Tapi, aku tidak akan membiarkan kalian bekerja sendiri."
"Maksud anda, Bos?" Tanya Baekhyun.
" Maksudku, kalian berdua harus menjadi partner. Jika kalian aku tugaskan bekerja sendiri-sendiri, aku khawatir dengan kondisi keselamatan kalian."
"Baik Bos! Aku bersedia menjadi partner Baekhyun." Jawab Chanyeol.
"Oke.. sekarang kalian bisa pulang. Dan ingat! Jangan sampai siapapun tahu jika kalian adalah seorang detektif!." Ucap Kai memperingati.
"SIAP BOS!" Teriak Chanyeol dan Baekhyun bersamaan.
Setelah berjabat tangan dengan Kai, Chanyeol dan Baekhyun keluar dari The Lightsaber Office disaat yang bersamaan, Kyungsoo masuk membawakan minuman untuk Chanyeol dan Baekhyun. Kyungsoo tadi sedang menerima telepon dari seseorang, sehingga ia lupa minuman yang sudah ia persiapkan belum sempat Kyungsoo sajikan.
Diruangannya, Kai masih terlihat pusing, lalu Kyungsoo memberikannya segelas minuman beserta obat. Tanpa basa-basi Kai meminum obat yang diberikan Kyungsoo dan perlahan pusing yang dirasakan Kai sedikit mereda.
" are you okey, honey.?" Tanya Kyungsoo khawatir.
" i'm okey sayang." Jawab Kai seraya mengecup bibir Kyungsoo.
Dan sebuah fakta terungkap tanpa diketahui oleh Chanyeol dan Baekhyun bahwa sebenarnya asisten pribadi a.k.a Kyungsoo adalah istri dari Mr. Kim Jong In. Pantas saja Kai tidak mau memperkenalkan namanya pada Baekhyun, serta Kyungsoo masih merahasiakan identitas suaminya pada Chanyeol. Istri bernama Do Kyungsoo, dulunya Kyungsoo pernah bekerja dikepolisian kota London, Kyungsoo memutuskan untuk pensiun setelah menikah dengan Kai enam tahun yang lalu. Sekarang Kyungsoo adalah seorang manager sebuah cafe dan terkadang menjabat sebagai asisten pribadi Kai untuk menemani suaminya bekerja.
.
.
.
.
Meanwhile in other side..
.
.
Chanyeol dan Baekhyun menyusuri jalanan kota Seoul dengan berjalan kaki, mereka menikmati hangatnya matahari sore yang sebentar lagi akan terbenam. Dari sekian banyak obrolan yang mereka perbincangkan, ada satu hal yang masih Baekhyun perdebatkan pada Chanyeol yaitu siapa nama asli asisten pribadi dari ?
"Menurutku namanya adalah Dona." Jawab Chanyeol berbohong.
"Dona? Nama yang cukup unik. Jujur aku belum pernah mendengar nama itu. Kau mendapatkan nama itu darimana Chan?" Tanya Baekhyun.
"Sudahlah itu tidak penting." Ucap Chanyeol dengan mengibas-ngibaskan tangannya ke udara.
" Chanyeol-ah.. menurutmu dia itu siapanya ?" Tanya Baekhyun lagi.
"Emmm mungkin pacarnya? Selingkuhannya? Atau adiknya? Atau bisa saja dia ibunya ." Canda Chanyeol asal yang disusul gelak tawa dari Baekhyun.
Dan dari sisi lain terlihat jika Detektif Park dan Detektif Byun mulai menunjukkan kekompakkan mereka sebagai partner kerja. Dilihat dari optimisme yang muncul pada diri mereka, mereka berdua sudah sangat siap untuk menangani kasus perdananya. Mereka tidak tahu, Saat matahari terbenam, maka saat itulah tugas perdana mereka akan segera dimulai.
.
.
.
.
T
B
C
.
.
.
