present…

Chapter 3

Title : our story

Main Cast :

Kim Minseok/Xiumin

Byun Baekhyun/Baekhyun

Huang Zi Tao/Tao

EXO's Member and other cast

Rate : T

Genre : Friendship,family, School life, Romance

Warning : GS for uke /Penulisan tidak sesuai EYD/GaJe/Ceritanya aneh

DEG

Laki-laki itu mengambil air es yang berada di dalam kulkas, rupanya laki-laki itu sangat kehausan karena habis bersepeda

"kau kemana saja Son?" tanya Jaejoong sambil mencuci tangannya sedangkan Tao masih bengong di tempat

"habis bersepeda ma" jawab laki-laki itu. Lelaki tersebut naik keatas dan masuk kedalam kamarnya

"jangan diambil hati ya sayang. Mungkin dia masih kelelahan" Jaejoong mengelus kepala Tao "kita lanjutkan memasaknya ma. Sebentar lagi pasti papa akan datang" Tao langsung melanjutkan kegiatannya yang tertunda

SKIP

Waktu makan malam tiba. Jaejoong , Yunho dan Tao telah duduk di meja makan. Dari tadi mereka belum menyentuh sedikit pun makanan yang ada dimeja makan tersebut.

Tap

Tap

Tap

Seseorang tengah menuruni tangga di mansion tersebut dan langsung duduk di kursi yang biasa dia pakai untuk makan.

"kau lama sekali. Kasian Tao dia menunggu sudah lama"

"tidak apa-apa pa. Mungkin Yifan sedang sibuk"

"sudah-sudah sebaiknya kita makan. Habis ini ada yang ingin mama bicarakan" Jaejoong mengakhiri pembicaraan antara Tao dan Yunho.

Jaejoong mengambilkan makan untuk Yunho. "Tao, ambilka makan untuk Yifan ya" Tao yang mendengar hal itu mengnggukkan kepalanya. Dengan hati-hati Tao mengambilkan makanan untuk Yifan yang duduk disampingnya

"sudah cukup Yifan?" Tanya Tao dengan suara pelan

"hm" hanya itu jawaban Yifan.

Mereka makan dengan hikmat tanpa ada suara.

SKIP

Setalah selesai acara makan malam bersama bersama dengan menantu mereka. Yunho dan Jaejoong duduk di ruang keluarga mansion tersebut bersama dengan anak dan menantu mereka.

"begini Tao, ini mama berikan untuk mu" Jaejoong menyerahkan sebuah kotak kecil kepada Tao. Tao menbuka kotak tersebut. Betapa terkejutnya ia ketika melihat isi dari kotak tersebut. Yifan yang belum tahu apa isi kotak tersebut sangat penasaran dengan isinya

"ma? Ini apa maksudnya?" Tao masih shock

Jaejoong berjalan kearah Tao dan Yifan, mengambil barang yang ada didalam kotak tersebut. Memakaikannya di pergelangan tangan Tao.

"gelang ini adalah gelang turun temurun, mama mendapatkan ini dari neneknya Yifan dan Ibunya Yunho papa. Kau tau bukan maksudnya sayang" jelas Jaejoong sambil mengelus lembut kepala Tao. Tao yang mendengar perkataan Jaejoong langsung merona pipinya.

Untuk info saja (*emangreadernanya) dalam kebudayaan Tionghoa apabila menantu perempuan mendapat diberikan gelang giok dari pihak lelaki maka...ya pikirin aja sendiri ya atau cari di g**gl*

Back to story

Yifan yang melihat isi dari kotak tersebut pun terbelalak kaget. Pasalnya hal yang ia tau jika seorang wanita diberikan gelang giok oleh pihak pria maka mereka seperti sudah menikah (itu semua Cuma khayalan omeh aja, kalo salah ya minta maaf kalo benar syukur).

"pernikahan resmi kalian akan dilaksanakaan sesudah Yilin menikah. Padahal mama ingin sehabis kalian lulus nanti mama sudah tidak sabar lagi untuk menimang cucu" kata Jaejoong dengan mata berbinar

"dan untuk mu Yifan meskipun kau dan Tao sudah menikah secara adat tetap saja kau tak boleh menyentuh Tao sebelum waktunya tiba" kata Yunho tegas

"iya pa" jawab Yifan

Sedangkan Tao. Ia sedang sibuk pikirannya setelah mendengar perkataan ayah mertuanya tadi.

SKIP

Waktu pun berlalu. Para penghuni mansion Wu mulai beranjak masuk kedalam kamar mereka masing-masing. Begitu juga dengan Tao, ia masuk kedalam kamarnya dengan Yifan. Kenapa harus sekamar? Kata Jaejoong untuk latihan, membiasakan diri agar terbiasa nanti kalau sudah resmi.

Tao langsung merebahkan tubuhnya di ranjang king size dikamar itu. Ia tak langsung memejamkan matanya ia masih berfikir bagaimana nanti kalau ia tidur dengan

CKLEK

Pintu kamar mandi terbuka, rupanya Yifan baru saja habis dari kamar mandi. Yifan mendudukkan tubuhnya di tepi ranjang yang ditiduri Tao. Tao yang awalnya membuka matanya sekarang memejamkan matanya dan posisinya membelakangi tubuh Yifan. Tao merasakan kalau ada yang menempati lebih tepatnya meniduri posisi disebelahnya.

Yifan mendekatkan tubuhnya ke arah Tao, melingkarkan tangannya di pinggang Tao.

"Tao aku menginginkan mu malam ini" kata Yifan dengan suara serak

"ta..tapi Yifan bagaimana nanti kalau papa dan mama mendengar?" kata Tao dengan gugup ia berusaha untuk menghindar

"apa peduli ku, apa gunanya kalau kamar ku ini kedap suara. Sayang bukan?" Yifan mengecup leher Tao

"ja..jangan Yifan, kata papa kita tidak boleh melakukannya bukan" lagi-lagi Tao berusaha menghindar dari perlakuan Yifan

"aku suami, jadi siapa yang berhak atas mu. Bukannya kita sering melakukannya? Tidak ada penolakan Wu ZiTao" kata Yifan memberi penekanan di kata 'wu zitao'

'mama, papa, mama wu, papa wu dan semuannya maafkan Tao' batin Tao

Sepertinya malam ini Tao akan berakhir seperti kejadian-kejadian sebelumnya dimana ia di 'kerjai habis-habisan' oleh Yifan. Tao tidak pernah menikmati apa yang dilakukan Yifan terhadapnya, bagaimana mau menikmati jika Yifan melakukan itu bukan atas dasar cinta. Yifan melakukan hal tersebut kepada Tao hanya untuk melampiaskan nafsu dan rasa bencinya terhadap Tao, Yifan sangat membenci perjodohan bodoh yang dilakukan oleh kakeknya dan kakeknya Tao. Mencoba menolak pun tidak biasa karena itu kakeknya kalau tidak ya tidak dan begitupun sebaliknya kalau ya ya iya.

Lain halnya dengan Tao, ia selalu menurut apa yang diperintahkan oleh mama,papa maupun kakeknya. Bagi Tao itu adalah cara membahagiakan kedua orang tua dan kakeknya yang sedang tidak sehat. Awalnya Tao sangat senang dengan perjodohan karena ia dijodohkan dengan orang yang ia suka, tapi setelah tau kalau Yifan sengat membencinya dan menjadikan ia sebagai budak nafsu Yifan. Rasa senang itu berubah menjadi kesengsaraan yang tak hanya melukai fisik tapi juga batin dan jiwanya.

Jam menunjukkan pukul lima pagi, kelopak mata Tao terbuka ia melihat sekelilingnya. Di sampingnya ada Yifan yang masih tertidur dengan nyenyak ingin rasanya tao menyentuh pipi suaminya itu tapi ia urungkan niatnya tersebut ia memilih untuk beranjak pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Dengan perlahan-lahan ia beranjak dari tempat tidur takut membangunkan sang suami dan menahan rasa nyeri di bagian bawahnya

CKLEK

Tao membuka pintu kamar mandi

BLAM

Dan pintu itu pun tertutup kembali

Yifan membuka matanya, sebenarnya ia sudah lama bangun. 'masih pagi' pikir Yifan, ia pun melanjutkan tidurnya

Bathroom side

Tao menyalakan shower, ia berdiri dibawah guyuran air. Tiba-tiba saja tubuhnya merosot kelantai ,ia matanya turun bercampur dengan air, Tao menangis dalam diam 'hina sekali mu Tao, hina. Kau rela memberikan kesucian mu dengan orang yang tidak sama sekali mencintaimu. Ia hanya menganggap mu hanya budak nafsunya saja sungguh begitu malang nasip ku' lagi-lagi air mata Tao turun bercampur dengan guyuran air ia memukul-mukul dadanya mencoba untuk mengurangi rasa sakitnya dan apa yang ia lakukan sebenarnya hanya sia-sia karena rasa sakit yang ia alami tidak memiliki obat penawarnya. Ingin rasanya ia menangis meraung-raung tapi ia urungkan ia hanya menangis dalam dia baginya cukup ia yang tahu.

.

.

.

.

.

.

.

Tao sedang sibuk didapur untuk menyiapkan sarapan untuk suami dan mertuanya, di mansion ini memang ada koki tapi tadi Tao yang meminta para koki untuk membiarkan dapur itu dikuasai oleh Tao. Jam baru menunjukkan pukul 6 semua makanan telah siap begitu juga minumannya untuk ayah mertuanya ia buatkan kopi susu, untuk mamanya adalah teh hijau sama seperti ia dan untuk suaminya cappucino.

Jaejoong keluar dari kamarnya dan betapa terkejutnya ia kalau makanan sudah siap dan ada Tao disana. "pagi ma!" sapa Tao "kau yang menyiapkan ini ?" bukannya membalas sapaan Tao, Jaejoong malah bertanya Tao hanya mengangguk dan tersenyum

"bukankah ada maid? Kenapa sebelah kau yang memasak?" tanya Jaejoong lagi

Tao memberikan teh hijau kepada Jaejoong dan duduk di sebelah mama mertuanya, "kebetulan tadi Tao bangun agak lebih pagi ma, sekali-kali tak apa bukan?" Tao sambil mengoleskan selai keroti Jaejoong. "tapi kau terlihat kelelahan sayang dan lingkaran mata mu semakin besar kau kurang tidur?" Tao bingung bagaimana menjawab pertanyaan Jaejoong, ia ingin sekali bohong tapi sudah terlalu sering jika iya jujur pasti Jaejoong akan marah besar

"hehe...Tao sering begadang Ma, soalnya banyak sekali tugas sekolah yang harus dikerjakan" Tao duduk disamping Jaejoong.

'Maafkan Tao yang berbohong lagi, Ma'

Tbc.

Gimana ceritanya? Mudahan ga mengecewakan banget. Untuk chap berikutnya kayaknya bakal lama, soalnya lepi author yang ngetik fic ini lagi terserang penyakit. Do'ain aja moga cepat sembuh yeth. Makasih banget loh yg udah baca, follow, fav , dan review. Buat siders, makasih juga udah numpang lewat,kkkk.

RnR yeth !