DISCLAIMER: YunJae milik diri mereka sendiri. Penulis tidak memiliki kuasa apapun atas semua tokoh dalam ff. Tapi, line story PURE milik author seorang :) thank you~
.
.
Title: Oh, My Lady!
Author: ReDeviL9095
Cast:
Kim Jaejoong 30 tahun
Jung Yunho 27 tahun
Lee Howon/Hoya 17 tahun
Kim Heechul 32 tahun
(yang lain menyusul :)
Genre: Romance, Hurt, Comedy
Rate: PG - 17+
Length: Chapter
Warning: GS FOR UKE! Dont Like Dont Read, OOC, Typo(s)
.
.
Namanya Kim Jaejoong. Si cantik jelita yang berhati putih dan polos.
Dua puluh tujuh tahun yang lalu, suster Kim menemukan Jaejoong kecil yang kelaparan di sudut pasar sebuah kota kecil di provinsi Busan yang terkenal kumuh dan jorok.
Saat itu usia Jaejoong tidak lebih dari tiga tahun. Dengan pakaian kucel yang sobek di beberapa bagian, rambut sebahu yang kusam dan lepek, suster Kim bisa menebak bahwa Jaejoog pasti salah satu dari anak gelandangan yang biasa berkeliaran di dalam pasar.
Karena kasihan serta iba melihat kondisi memilukan bocah tiga tahun di depannya, suster Kim membawa Jaejoong ke panti asuhan Bolero tempatnya bekerja.
Disitulah Jaejoong bertemu dengan Junsu. Usia Junsu yang tepaut tujuh tahun darinya membuat Jaejoong menganggap Junsu seperti kakak perempuannya sendiri. Junsu sendiri adalah seorang yatim piatu yang sudah tinggal di panti sejak umur empat tahun.
Semakin bertambah usia, semakin bertambah pula kedekatan mereka. Jaejoong sangat mengidolakan Junsu, dan Junsu sangat menyayangi Jaejoong. Hingga saat keduanya beranjak remaja, datang seorang donatur kaya raya yang bernama Lee Yunho.
Lee Yunho adalah putra tunggal seorang pemilik hotel yang berlokasi di pulau Jeju. Saat dia berkunjung ke panti asuhan untuk memberikan bantuan dana secara langsung tatap muka dengan kepala panti, Lee Yunho tidak sengaja melihat Junsu dan dia jatuh cinta pada pandangan pertama dengan gadis itu.
Kala masa perkenalan mereka, Junsu baru berusia delapan belas tahun dan Lee Yunho sudah berumur dua puluh lima. Hanya butuh waktu singkat sampai Lee Yunho berani terang-terangan meminta kepada kepala panti untuk menjadikan Junsu sebagai istrinya.
Junsu yang memang pada dasarnya menyukai Lee Yunho, tentu dia tidak bisa menolak tawaran itu. Dia senang malah. Dia bahagia.
Beberapa bulan setelah kesepakatan kedua belah pihak, Junsu resmi menikah dengan Lee Yunho dan diboyong pergi dari panti ke rumah mewah suaminya.
Akan tetapi, rupanya Junsu melupakan seseorang. Seorang adik kecil manis berusia sebelas tahun yang biasa di panggil Jaejoongie itu adalah satu-satunya orang yang menangis sedih di hari pernikahan Junsu. Jaejoong tidak mau Junsu pergi meninggalkan dirinya. Kedekatan mereka selama ini membuat Jaejoong terbiasa bergantung kepadanya.
Meski pada kenyataanya Jaejoong adalah si cantik yang periang, tapi sebenarnya dia rapuh. Dan kerapuhannya itu hanya akan dia tunjukan di depan Junsu.
Jaejoong sempat sakit dua bulan lamanya. Dia tidak mau makan dan terus menangisi kepergian Junsu yang saat itu sudah pindah ke rumah suaminya.
Badan mungil Jaejoong semakin kurus dari hari ke hari. Membuat suster kepala tidak tega hingga akhirnya beliau menghubungi Junsu dan menceritakan keadaan Jaejoong sepeninggal dirinya.
Junsu menangis. Dia merasa bersalah karena sudah sempat melupakan adik tercintanya. Dengan takut-takut, Junsu meminta kepada suaminya untuk membawa serta Jaejoong tinggal bersamanya. Karena bagaimana pun juga Junsu dan Jaejoong tidak pernah terpisahkan sejak keduanya saling mengenal.
Beruntung karena Lee Yunho menyetujuinya. Laki-laki itu adalah orang baik. Dia sangat mencintai Junsu. Mencintai setiap kepolosan sikap yang biasa Junsu lakukan. Setelah keadaan Jaejoong cukup membaik, akhirnya dia pergi ikut serta dengan pengantin baru tersebut.
Mereka menghuni sebuah rumah besar ala tradisional di pulau Jeju sana. Jaejoong mulai ceria dan kembali seperti sebelumnya. Kesibukan Lee Yunho yang kerap kali pergi kesana kemari untuk mengurusi bisnisnya, membuat Junsu bisa menjadikan Jaejoong sebagai penghiburan rasa kesepiannya.
Dua tahun setelah usia Junsu genap dua puluh dan Jaejoong mulai berada di puncak masa puber di usia tiga belas, Junsu melahirkan seorang bayi laki-laki montok anak pertamanya.
Lee Howon. Begitulah Lee Yunho menamai bayi mereka.
Howon tumbuh menjadi bocah lucu yang sangat dekat dengan Jaejoong. Keduanya seperti kakak beradik.
"Howon cayang Jae Nuna~" adalah kalimat yang sering bibir kecilnya ucapkan tiap kali bocah itu bermain bersama bibinya tersebut.
.
.
Dan kejadiaan naas itu telah mengubah segalanya. Saat hari kelulusan Jaejoong sebagai siswi Senior High School di umurnya yang sudah memasuki tujuh belas tahun, adalah hari yang bertepatan dengan kematian Junsu.
Junsu ditabrak sebuah mobil ketika dia hendak menyebrang jalan sehabis berbelanja keperluan pesta perayaan kelulusan Jaejoong. Usut punya usut, ternyata yang menabrak Junsu adalah orang suruhan dari lawan bisnis Lee Yunho yang merasa iri dengan kesuksesan rivalnya.
Jaejoong adalah orang yang paling berduka atas kematian Junsu. Dia merasa Junsu meninggal karena kesalahannya. Kalau saja Junsu tidak berniat membuat pesta untuk dirinya, kecelakaan tragis yang menewaskan kakaknya itu tidak akan pernah terjadi.
Gadis cantik bermata doe itu hampir terpuruk kalau saja dia tidak ingat dengan Howon. Si kecil yang senang dipanggil Hoya itu masih berusia empat tahun dan belum bisa mencerna kenyataan yang sudah terjadi.
Fakta bahwa Hoya membutuhkan pengganti ibunya membuat Jaejoong berjanji pada dirinya sendiri untuk menanggap Hoya sebagai anaknya. Yeah, Jaejoong memang masih gadis tujuh belas tahun yang akan memasuki bangku kuliah. Tapi dia yakin dia bisa menjadi ibu yang baik untuk anak Eonninya.
Melihat kasih sayang yang begitu besar yang telah diberikan Jaejoong untuk putranya, membuat Lee Yunho jadi semakin menyayangi Jaejoong. Alhasil mereka jadi semakin dekat dari waktu ke waktu. Saling menghibur satu sama lain karena duka lara akibat ditinggal pergi orang yang sama-sama mereka kasihi.
Dari kedekatan itu, timbul perasaan lain di hati Jaejoong. Bagaimanapun juga Lee Yunho adalah lelaki dewasa. Lelaki matang yang punya pesona. Bukan tidak mungkin jika suatu saat Jaejoong akan jatuh tenggelam dengan semua perhatian yang sudah diberikan oleh suami Junsu tersebut.
Lee Yunho sendiri tahu, dia paham bagaimana arti tatapan mata Jaejoong tiap kali gadis itu memandangnya. Meski sebenarnya dia hanya menganggap Jaejoong seperti adik perempuannya sendiri. Tidak lebih. Namun karena dia pikir Jaejoong adalah sosok yang tepat untuk menjadi ibu Hoya mengantikan mendiang istrinya, akhirnya dia mengutarakan maksud untuk menikahi Jaejoong.
Jaejoong menikah tepat diusia yang sama dengan Junsu. Delapan belas tahun. sementara Lee Yunho saat itu sudah berumur tiga puluh dua tahun. Perbedaan usia yang terpaut sangat jauh bukan?
.
.
.
Tahun demi tahun berlalu. Selama lima tahun usia pernikahan mereka Jaejoong merasa hampa karena sekalipun suaminya tidak pernah mau menyentuh dirinya.
Dia masih perawan meski dia sudah menjadi seorang nyonya Lee lima tahun lamanya.
Belakangan diketahui, bahwa sebenarnya suaminya itu tidak pernah mencintainya. Cinta Lee Yunho hanya untuk Junsu seorang. Tak ada yang bisa menggantikan nama Junsu di hatinya.
Miris memang. Sungguh memilukan. Padahal Jaejoong sudah berusaha untuk menjadi istri yang baik hingga dirinya sudah jatuh cinta sepenuhnya pada suaminya.
.
.
.
Tahun itu Jaejoong baru saja meresmikan pembukaan butik yang akan dia kelola bersama Kim Heechul sahabatnya. Jaejoong sudah bekerja sebagai perancang busana. Dia cukup pintar untuk membagi waktu bekerjanya sambil mengurusi Hoya.
Dan musibah itu sekali lagi datang menghantam hidupnya.
Lee Yunho ditemukan tewas di sungai Han. Dari penyidikan polisi, suami Jaejoong itu diduga sengaja bunuh diri dengan menenggelamkan diri beserta mobilnya dalam keadaan mabuk.
Jaejoong tidak lantas percaya begitu saja dengan analisis polisi. Suaminya tidak mungkin melakukan hal bodoh seperti itu. Tapi sepucuk surat yang Jaejoong temukan di atas tempat tidur mereka berdua cukup membuktikan segalanya.
Lee Yunho memang sengaja bunuh diri. Dia merasa bersalah kepada dua perempuan yang dia sayangi dalam hidupnya. Di satu sisi Lee Yunho merasa dia telah mengkhianati Junsu dengan menikahi Jaejoong. Sementara di sisi lain dia merasa bersalah pada Jaejoong karena tidak bisa menjadi suami yang baik yang bisa memberikan keluarga bahagia untuk istri keduanya itu.
Jaejoong terguncang.
Perempuan cantik itu merasa hancur dari dalam. Dia tidak siap menerima kepergian semua orang yang disayanginya dengan cara tiba-tiba seperti ini. Dulu Junsu dan sekarang suaminya.
Jaejoong menjelma seperti sosok hampa yang kosong tanpa jiwa. Ahli kejiwaan memvonis jika mental Jaejoong tidak sanggup menerima kenyataan.
Si cantik itu berubah murung, pendiam dan suka menyediri. Membuat Hoya dan Heechul merasa putus asa karenanya.
Hingga pada suatu hari Jaejoong ditemukan sedang terkekeh sendirian. Dan setelahnya dia kembali ceria lagi. Kembali periang seperti dulu.
Bukan, bukan karena dia sudah bisa menerima kenyataan. Tapi itu adalah sikap Jaejoong yang mampu merobek hati orang-orang yang mengenalnya. Kewarasannya terganggu karena Jaejoong sengaja menciptakan dunianya sendiri.
Terlalu depresi membuat Jaejoong memaksa isi kepalanya untuk membuat suatu penawar lewat imajinasinya. Jaejoong seperti sengaja mengunci akal pikirannya karena di terlalu takut. Takut akan kehilangan orang yang dia sayangi lagi dan lagi. Hingga dia membiarkan sisi khayalannya mengambil alih penuh kuasa otaknya.
.
.
.
"Kau lihat dua orang wanita cantik yang duduk di sebelah sana?" kata seorang pengunjung kedai dengan suara tawa tertahan. Telunjuk kanannya menunjuk ke arah meja yang di duduki oleh Jaejoong dan Heechul.
Sebenarnya bukan dia saja yang sedang menahan tawa melihat pemandangan dari kedua wanita cantik itu. Tapi hampir seluruh pengunjung kedai pun mengalami hal yang sama. Bahkan ada juga yang secara terang-terangan tertawa terbahak-bahak karena tanpa mampu dia tahan.
Mari kita lihat sebenarnya apa yang membuat mereka sampai seperti itu.
.
.
"Chullie? Kenapa orang-orang pada senyum-senyum ke arah Joongie?" tanya Jaejoong. Dia merasa cukup risih melihat orang lain mentap aneh ke arahnya.
"Biarkan saja Joongie. Mereka hanya iri melihat kecantikanmu." ketus Heechul. Dia mengelak tentu saja. Karena penyebab setiap orang menatap Jaejoong dengan geli adalah akibat dari kelakuan Heechul yang dengan sengaja melingkarkan taplak meja pada leher Jaejoong.
Oke, ini memang weird.
Awalnya, Heechul sempat kesal melihat cara makan Jaejoong yang seperti anak ayam berserakan kesana kemari. Apalagi Jaejoong makan Jajangmyeon yang saus hitamnya belepotan hampir di seluruh wajah cantiknya. Karena jika menyeka dengan tissu tidak akan berguna, Heechul sengaja meminta kepada seorang pelayan untuk memberikan satu taplak meja bersih untuk dirinya.
Alhasil dengan tidak elitnya Heechul melingkarkan taplak meja bercorak polkadot itu dan menautkannya di leher bayi besar Jaejoong. Jadi dia tidak akan khawatir pada cara makan Jaejoong yang amburadul karena toh ceceran itu akan mengotori taplak bukan baju mahal yang melekat di tubuh si cantik.
Lalu kenapa Jaejoong tidak memprotes aksi sahabatnya itu?
Oh, ayolah~ Jangankan melingkarkan taplak meja pada lehernya, Heechul membotaki kepalanya juga Jaejoong dijamin bakal diam saja. Memang Jaejoong ngarti apa? Dia sudah terbiasa pasrah kok. Sebab bukan kali ini saja Heechul berani berbuat nista kepadanya.
"Oh iya Chulie, kenapa sejak tadi Joongie tidak melihat suami Joongie?"
Sejak pertemuan tidak sengajanya dengan Jung Yunho, Jaejoong memang sempat mengamuk kepada Hoya agar mencari keberadaan Yunho dan membawanya pulang. Jaejoong bahkan tidak tanggung-tanggung mengklaim Yunho sebagai suaminya.
Berbagai bujuk rayu tidak mempan. Hingga akhirnya Hoya meminta bantuan Heechul, sahabat baik ibunya tersebut. Heechul menasehati Jaejoong jika dirinya tidak akan bisa membawa Yunho pulang, tapi Jaejoong bisa melihat Yunho bekerja di kedainya.
Jadi, beginilah hampir setiap harinya. Jaejoong datang ke kedai Jajangmyeon milik bos Yunho hanya sekedar untuk bertemu dengan salah satu pegawainya yang bernama Jung Yunho.
"Dia sedang sibuk Jaejoongie. Jadi dia tidak bisa menemuimu hari ini…" bohong Heechul karena sebenarnya Yunho sengaja tidak mau keluar dari dapur kedai. Laki-laki itu merasa risih dengan kehadiran Jaejoong yang selalu menganggunya setiap hari.
"Oh.." Jaejoong mendesah kecewa. Matanya bekaca-kaca menahan tangis. Membuat Heechul berdecak sebal melihat reaksi berlebihan seperti itu.
"Aish.. Jangan memasang tampang seperti itu. Besok kita kesini lagi. Jadi besok saja Joongie bertemu Yunho nya ne?!"
Cengiran lebar langsung tampak di wajah Jaejoong. Dia mengucek-ucek matanya yang hampir menangis barusan, mencegah agar air matanya tidak jatuh.
"Jeongmal yo? Jinjja yo? Chulie tidak bohong pada Joongie kan?!" tanya Jaejoong sambil mengusap ingus dengan taplak meja di lehernya.
Heechul menganguk. Dia mengambil beberapa helai tissu dan mengelap wajah Jaejoong dengan pelan, berusaha menghapus keringat di wajah cantiknya.
Miris memang. Heechul tidak menyangka jika perempuan berwajah cantik di depannya ini akan mengalami takdir hidup seperti ini.
Heechul mengenal Jaejoong sejak jaman di panti asuhan, karena dulu pun dia sama dengan Jaejoong dan Junsu. Heechul kecil sempat menjadi pengemis setelah kematian kedua orangtuanya akibat kebakaran. Dan ketika dia tidak sengaja bertemu dengan suster Kim, dia akhirnya bersedia saat diajak tinggal di panti asuhan Bolero.
Inilah kenapa marga Heechul, Junsu dan Jaejoong sama-sama Kim. Karena mereka dulu pertama kali ditemukan oleh suster Kim Sukjin. Tiap anak panti yang tidak memiliki marga, mereka akan mengambil nama marga suster yang menjadi wali mereka.
Heechul sama seperti Junsu. Mereka termasuk orang yan mendapat kemujuran dalam hidupnya. Jika dulu Junsu menikah dengan Lee Yunho yang kaya raya, Heechul lebih beruntung lagi karena dia dilamar seorang pengusaha kaya asal Beijing yang bernama Tan Hankyung.
.
.
"YAH! JUNG YUNHO! Apa yang sedang kau lakukan di dalam sini hah? Tugasmu adalah di luar mengantar pesanan! Bukan malah mengekori koki dapur dan menganggu pekerjaannya!"
Hong Sukchun sang pemilik kedai yang biasa dipanggil Tony Hong melemparkan serbet sekuat tenaga ke arah wajah Yunho. Pasalnya pegawainya yang satu ini memang cukup tidak tahu diri. Bukan sekali dua kali Yunho sengaja bekerja dengan seenak mata sipitnya.
"Mwoya ige?!" Yunho membuang serbet yang menempel di wajahnya.
"Kau! Sini kau si bandit mata sipit!"
Yunho langsung menciut melihat bosnya mengacungkan jari telunjuk ke arahnya. "Hehehe… Mian Bos!"
"Aku menggajimu untuk bekerja Jung Yunho. Bukan untuk bertigkah laku semaumu!"
Yunho masih tertawa kaku dengan menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. "Aku tau itu Bos, aku sedang bekerja, sungguh! Tapi wanita aneh itu sedang berada disini, makanya aku memilih untuk bersembunyi dulu."
Semua pegawai kedai dan Bosnya sekaligus memang sudah tahu perihal Yunho yang dikejar-kejar oleh Jaejoong. Diantara mereka ada yang merasa kasihan melihat Yunho yang harus serba sabar menghadapi Jaejoong tiap kali pelanggan ajaib mereka datang ke tempat ini. Namun ada juga mereka yang sengaja mengompori Yunho agar berkencan dengan Jaejoong.
Hey~ Jaejoong cantik, kaya, masih muda, yah... Meskipun statusnya janda beranak satu, tapi wanita itu sama sekali tidak kelihatan seperti seorang ibu-ibu. Yunho sendiri sempat berpikir, mungkin jika kewarasan Jaejoong tidak bermasalah dia pasti akan mengencani Jaejoong tanpa pikir panjang lagi.
"Hahahaha maksudmu Jaejoongie yang cantik itu?" tebak Sukchun sambil tertawa. Dia cukup merasa senang memiliki pelanggan seperti Jaejoong. Selain karena pelanggan yang satu itu selalu datang setiap hari, Jaejoong juga gemar membuat hiburan yang gempar di kedainya.
"Aku tidak habis pikir padamu Jung Yunho. Apa sih bagusnya dirimu? Sudah dekil, miskin, pemalas lagi. Coba bayangkan apa yang Jaejoong lihat dari wujudmu eoh?"
Yunho memutar bola matanya. Bos nya ini memang tipe orang yang menganut prinsip berbicara sesuka hati tanpa melihat perasaan orang yang dibicarakannya. Sentimen!
"Ya.. Ya... Ya... Terserah apa katamu saja lah Bos."
Sukchun semakin tegelak mendengarnya. Dia paling senang menggoda Yunho. Karyawannya yang satu ini memang spesial untuk dirinya. Sukchun tahu bagaimana kehidupan Yunho. Yunho memang miskin, dia hanyalah seorang lulusan SMA yang tidak punya ijazah karena konon ijazah Yunho ikut terampok bersama tas yang dia bawa saat pertama kali menginjakan kaki di kota Seoul.
Yunho bukan orang asli Seoul karena dia berasal dari Gwangju. Setahu Sukchun, Yunho sengaja merantau ke Seoul karena orangtuanya terlilit hutang dengan rentenir. Ibunya diam-diam menyuruh Yunho meninggalkan desa karena dia tidak mau Yunho sampai menjadi target bulan-bulanan si rentenir sebab faktanya keluarga mereka tidak sanggup membayar hutang.
Pertemuan awal Yunho dengan Sukchun terjadi saat Bos kedai Jajangmyeon itu sedang pulang dari sebuah club malam dalam keadaan mabuk. Entah bagaimana ceritanya, Sukchun saat itu hampir saja dirampok oleh sekumpulan berandalan jalanan.
Yunho melihat Sukchun tersungkur karena dihajar oleh sebalok kayu dari salah satu berandalan itu. Jiwa patriot Yunho berkobar. Berbekal ilmu bela diri yang cukup handal, Yunho menghajar semua berandalan hingga memuat mereka mengerang ampun.
Sukchun memang tidak jadi dirampok, tapi malangnya justru dia yang kehilangan tasnya. Salah satu dari berandalan itu rupanya mengambil tas Yunho sebelum mereka pergi dengan kalang kabut.
Dari situlah Sukchun menjadikan Yunho sang penolong sebagai pekerja di kedai Jajangmyeon miliknya. Tak perlu ijazah dan lamaran atau apapun. Yunho bahkan menempati kamar kosong yang berada di lantai atas kedai tersebut karena memang bangunannya terdiri dari dua lantai. Lantai satu untuk tempat bisnis kedai belangsung, dan lantai dua tempat gudang penyimpanan makanan serta dua kamar tidur kosong yang salah satunya didiami Yunho.
.
.
.
"Ada yang bisa saya bantu nyonya?" seorang pegawai wanita membungkuk ke arah Heechul.
"Tolong bungkuskan satu porsi Jajangmyeon ne, aku ingin membawanya pulang."
Pegawai itu mengangguk dan menulisakan pesanan pada secarik nota yang dibawanya.
"Apakah ada lagi nyonya?"
"Joongie! Joongie juga mau!" Heechul menoleh melihat Jaejoong yang sekarang sudah tidak ada lagi taplak meja yang melingkari lehernya karena mereka sudah selesai makan dan berniat pulang.
"Joongie mau Jajangmyoen lagi?" tanya Heechul.
Jaejoong menggeleng. "Aniyo Chullie, Joongie mau pesan suami Joongie. Tolong bungkusan Yunho ne, Joongie juga mau membawa suami Joongie pulang." ujarnya malu-malu.
Pegawai wanita itu langsung sweetdrop mendengar pesanan Jaejoong.
.
.
.
.
T B C
Hello ^^)/* apdet! Kkkkkkk... Ada yang kaget? XD Aku berencana menjadikan ff ini setengah hurt setengah komedi, jadi maaf jika aku tidak akan bisa apdet asap seperti biasanya. Hahahaha.
Thank U (^.^) I Love U
babychokyu | CassYJ909596 | Red Sky | YunjaeDDiction | akiko ichie | zoldyk | Nee-chan CassieBigeast | iche. cassiopeiajaejoong | akiramia44 | ruixi | cindyshim07 | cho fikyu | YunJaeLovers | AegyaCho | okoyunjae | Dhea Kim | my yunjaechun | sexYJae | lipminnie | birin. rin | Yewook Turtle | BabyBuby | lyvjj1 | LEETEUKSEMOX | sachan | RedBalloons5 | nanajunsu | snow. drop. 1272 | ajid yunjae | YuyaLoveSungmin | alby | hana | Guest | Guest | sizunT hanabi | ShinJiWoo920202 | rinayunjaerina | irengiovanny | Rly. C. JaeKyu | YukiMiku | dea | joongmax | vianashim | ccha | HISAGIsoul | Risza | azahra88 | Guest | sachan | Akio20 | littlecupcake noona | Narita Putri | UnnieDongsaeng | Dewi15
ReDeviL9095
