DISCLAIMER: YunJae milik diri mereka sendiri. Penulis tidak memiliki kuasa apapun atas semua tokoh dalam ff. Tapi, line story PURE milik author seorang :) thank you~

Title: Oh, My Lady!

Author: ReDeviL9095

Cast:

Kim Jaejoong 30 tahun

Jung Yunho 27 tahun

Lee Howon/Hoya 17 tahun

Kim Heechul 32 tahun

(yang lain menyusul :)

Genre: Romance, Hurt, Comedy

Rate: PG - 17+

Length: Chapter

Warning: GS FOR UKE! Dont Like Dont Read, OOC, Typo(s)


.

.

.

"Nyonya apa yang sedang anda lakukan?" bibi Hwang hampir menjerit melihat Jaejoong berdiri di pinggir kolam ikan sambil memeluk snack kentang berukuran jumbo di dadanya.

Sebelah kaki Jaejoong di celupkan ke dalam air, sementara salah satu sandal berwarna kuning miliknya sudah mengambang di tengah kolam sana.

"Joongie sedang memberi makan ikan bibi..." ceplos Jaejoong dengan polosnya. Mata bulatnya berpijar gembira melihat ikan berwarna warni berenang di dalam kolam.

"Tapi kenapa ikannya tidak mau memakan makanan yang Joongie kasih ya bibi? Apakah ikannya tidak suka makan snack kentang? Padahal ini adalah cemilan kesukaan Joongie yang rasanya gurih dan pedas."

Bibi Hwang tertawa. Dia menghampiri Jaejoong dan langsung meraih pundak nyonya majikannya, bermaksud menuntun ke arah bangku panjang yang berada tidak jauh dari kolam.

"Ikan-ikan itu tidak suka makan snack kentang nyonya... Tapi mereka makan makanan khusus ikan.." kata bibi Hwang menjelaskan.. Bibi Hwang adalah seorang wanita empat puluh lima tahun yang bekerja sebagai maid di kediaman Jaejoong.

Jaejoong mempoutkan bibirnya. "Makanan khusus ikan? Memang makanan khusus ikan itu yang seperti apa bibi?"

"Sebentar, bibi akan ambilkan di dalam. Nyonya tunggu dulu disini ne. Bibi akan segera kembali." Jaejoong mengangguk.

Tidak sampai lima menit kemudian bibi Hwang kembali datang membawa satu pak kecil makanan khusus ikan.

"Ini nyonya, kalau anda ingin memberi makan ikan, nyonya harus memberinya dengan makanan ini ne?!" bibi Hwang menyodorkannya pada Jaejoong.

Jaejoong mengangguk lagi dan lagi. Dia tersenyum senang menerimanya.

"Omona~ kenapa makanan ikannya kok lucu sekali ya bibi? Bentuknya bulat kecil-kecil berwarna pink. Pasti enak... Joongie mau mencobanya ah~"

Dan sebelum bibi Hwang bergerak cepat, Jaejoong sudah terlebih dahulu memasukkan butir-butiran kecil pink itu ke dalam mulutnya.

"ANDWEEEEE!"

.

.

.

.

" YAH JUNG YUNHO! KELUAR!" Hong Sukchun menyeret Yunho keluar dari tempat persembunyiannya.

"Aku tidak mau Bos. Aku tidak mau berurusan dengan mereka!" Yunho mencoba berontak dari cekalan paksa Bosnya.

Beberapa saat yang lalu, Hoya datang ke kedai Jajangmyeon milik Sukchun untuk menjemut Yunho.

Usut punya usut, ternyata gara-gara aksi makan makanan ikan tadi siang, sore harinya Jaejoong mengeluh sakit perut. Hingga membuat Hoya yang baru pulang kuliah langsung kalang kabut melihat Eommanya muntah-muntah.

Dan saat ini Jaejoong sedang berada di klinik kesehatan milik dokter Choi. Wanita cantik itu mengancam tidak mau pulang kalau bukan Yunho yang menjemputnya. Jaejoong bahkan menolak minum obat kalau bukan Yunho yang menyuruhnya. Segalanya menjadi serba Yunho! Yunho! Yunho dan Yunho!

Gosh~ Hoya sampai merasa kepalanya hampir meledak melihat Eommanya sekarang berubah menjadi sosok manja yang bergantung kepada orang asing bernama Jung Yunho.

"Aku tidak punya pilihan Hyung. Aku paham kau pasti tidak nyaman dengan kondisi kejiwaan ibuku kan? Tapi aku benar-benar minta tolong padamu untuk membujuk Eomma pulang, karena dia selalu menjadikan nama hyung sebagai alasan kelakuan manjanya," papar Hoya. Dia pun sebenarnya tidak terlalu menyukai Yunho karena sikap congkaknya. Yunho selalu mencoba menghindari Eommanya seolah Jaejoong adalah sosok yang menakutkan.

Sukchun menginjak kaki Yunho dengan keras. Memberi signal supaya Yunho mengiyakan ajakan pemuda tampan yang berdiri di depan mereka.

"Aish... Baiklah.."

.

.

Keduanya terdiam tanpa obrolan. Baik Yunho maupun Hoya sepertinya tidak berniat untuk membuat percakapan.

Penerangan di sepanjang jalanan kota Seoul sudah mulai bertebaran. Saat ini waktu sudah menunjukan pukul tujuh malam. Hoya mengemudikan mobilnya dengan kecepatan sedang, tidak bermaksud buru-buru atau apapun karena dia tahu Jaejoong pasti masih betah di klinik milik Siwon.

"Ehmm.." Yunho berdehem kecil. Suaranya terdengar sangat kaku karena kentara sekali dipaksakan.

"Kenapa hyung?" tanya Hoya. Pemuda tampan duplikat wajah Lee Yunho dan Junsu itu melirik sekilas penumpang di sebelahnya.

"O-oh... Tidak apa-apa. Rasanya kok tenggorokanku mendadak gatal yah," ucap Yunho membuat alasan bodoh.

Sebenarnya dia ingin bertanya. Sudah sejak dulu Yunho selalu penasaran kenapa Jaejoong begitu menggilai dirinya dengan menganggap bahwa dia adalah suami wanita cantik itu.

Sepengetahuan Yunho dari Heechul, dia hanya tahu kalau suami asli Jaejoong yang sebenarnya sudah meninggal dunia karena kecelakaan.

Jadi, Yunho tidak begitu tahu kenapa Jaejoong bisa sampai seperti itu? Apakah Jaejoong sangat mencintai suaminya sampai membuat wanita itu menjadi terguncang? Apakah Jaejoong tidak bisa menerima kematian suaminya dan menganggap suaminya masih hidup? Dan apakah karena Yunho dan suami Jaejoong mempunyai nama dan wajah yang mirip, Jaejoong jadi menganggap bahwa dialah suaminya?

Aish... Memikirkan segala dugaan yang ada di benaknya saja sudah membuat kepala Yunho pusing.

"Kalau ada yang mau hyung katakan atau tanyakan, ngomong saja tidak apa-apa kok hyung." kata Hoya.

Yunho menimang-nimang kembali. Hingga akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada pemuda itu mumpung ada kesempatan seperti ini.

"Em... Hoya sshi, memangnya seberapa mirip wajahku dengan mendiang ayahmu sampai-sampai Jaejoong sshi jadi menganggap bahwa aku adalah dia?"

Hoya tersenyum kecil mendengar pertanyaan Yunho. "Lain kali aku akan menunjukan foto ayahku padamu hyung. Aku yakin kau pasti akan terkejut setelah melihatnya."

Entah takdir punya rahasianya atau bagaimana, wajah Yunho memang mirip sekali dengan wajah ayahnya. Hoya bisa menerima alasan kenapa Jaejoong langsung menganggap Yunho sebagai ayahnya saat pertama kali mereka bertemu. Karena wajah mereka memang persis mirip. Hidung mereka yang sama-sama mancung, rahang yang tegas, mata yang sipit serta tubuhnya yang kekar dan tegap, membuat Yunho benar-benar bak kloning ayahnya. Hanya saja yang beda adalah pada bibir berbentuk hati milik Jung Yunho. Sebab setahu Hoya ayahnya tidak memiliki bentuk bibir seperti itu. Lagi pula warna rambut mendiang ayahnya adalah hitam legam, beda dengan warna rambut Yunho yang kemerah-merahan.

Lee Yunho tidak memiliki riwayat kembar. Hoya tahu itu. Jadi Jung Yunho memang tidak memiliki hubungan kerabat dengan keluarga ayahnya. Tapi yang aneh justru kenapa mereka memilik paras yang hampir serupa?

.

.

.

"Hihihi..." Jaejoong terkikik senang. Kedua pipinya merona berwarna pink. Yunho sudah datang dan sekarang Jaejoong sedang bergelayut manja di lengan kekar lelaki itu.

"Nona senang sekarang eum?" Siwon tersenyum melihat aksi pasiennya. Mood Jaejoong langsung berubah drastis begitu melihat Yunho. Wanita cantik yang sedari tadi cemberut masam itu langsung terkikik tidak karuan.

"Ne Woonie... Joongie senang sekali karena suami Joongie sudah datang untuk menjemput Joongie pulang," jawab Jaejoong dengan manis.

"Jadi sekarang Nuna bersedia pulang kan?"

"Ne... Joongie akan pulang bersama yeobo..."

Dokter bermarga Choi itu tertawa. Punya kelebihan apa si Jung Yunho ini sampai bisa membuat Jaejoong begitu jinak kepadanya.

"Baiklah... Nanti kalau sudah sampai rumah jangan lupa meminum obatnya oke?!"

"Ne... Tenang saja, Joongie tidak akan lupa kok Woonie.. Kalau Joongie lupa, nanti kan ada suami Joongie yang mengingatkan. Hihihihi.."

Jaejoong membenamkan wajahnya pada lengan Yunho. Rupanya dia malu sendiri dengan apa yang dia katakan.

"Aigo~ Nuna sekarang jadi genit eoh?" goda Siwon.

"Aniyo~ Joongie tidak genit, Joongie cuma malu. Iya kan yeobo?!"

Yunho merasa sesak napas saat mata bulat Jaejoong menatapnya dengan lucu. "Ah- Oh… ne.." jawab Yunho kaku.

Jaejoong memekik gembira. Dia menggoyang-goyangkan badannya sambil memeluk lengan kiri Yunho yang dengan secara tidak sadar justru membuat dada Jaejoong jadi bergesekan dengan lengan kekar lelaki itu.

Oh shit~ Bulu kuduk Yunho langsung meremang karena gesekan beda kenyal di lengannya.

Jakun Yunho naik turun. Dia berusaha menelan ludah dengan susah payah. 'Mati aku..' jeritnya dalam hati.

.

.

Setelah menebus resep obat dan berkemas, Jaejoong, Hoya serta Yunho pamit undur diri pada siwon. Sambil memutar bola matanya, Hoya hanya bisa mendegus melihat Jaejoong yang bergelayutan seperti koala.

"Eomma, kalau kau memeluk Yunho hyung dengan lengket seperti itu dia akan kesulitan berjalan." tegur Hoya, ketiganya sedang menuju tempat parkir.

"Eung?" Jaejoong mencebilkan bibir merah miliknya. "Soalnya Joongie tidak mau yeobo kabur, Howon ah. Jadi Joongie harus memeluknya biar yeobo tidak hilang lagi."

Kening Yunho berkerut mendegar kalimat Jaejoong. Aish.. Yang benar saja, memang dirinya bocah atau apa? Tapi meski dongkol, tetap saja Yunho hanya bisa pasrah menerima segala perlakuan ajaib wanita cantik di sampingnya itu.

.

.

.

Mereka akhirnya tiba di kediaman Jaejoong setelah hampir setengah jam perjalanan. Atas paksaan Jaejoong, malam ini Yunho terpaksa menginap di rumah wanita cantik itu.

Hoya sendiri tidak bisa membantah karena ibunya langsung menangis saat dia berniat mengantarkan Yunho kembali ke tempat tinggalnya.

"Kau tidur saja di kamar eomma, hyung.."

"APA?" mata sipit Yunho membesar.

"Maksudku, kau tidur di sofa panjang yang berada di dalam kamar eomma. Kau jangan berpikir yang aneh-aneh dulu hyung."

"Yah! Kenapa aku harus tidur dengan ibumu. Kau jangan gila Hoya sshi.. Aku ini laki-laki."

"Aku juga tidak suka kau tidur sekamar dengan eomma. Tapi coba kau pikir saja hyung. Jaejoongie eomma pasti tidak akan melepaskanmu dengan mudah begitu saja."

Yunho merasa frustasi. Bagaimanapun dia tetaplah laki-laki normal yang punya birahi. Apa jadinya jika malam ini dia harus tidur satu kamar dengan Jaejoong? Terlepas dari kekurangannya, Jaejoong sebetulnya adalah perempuan dewasa yang cantik. Yunho tidak punya jaminan dia tidak akan tergoda melihat lekuk tubuh wanita itu saat sedang terlelap nanti. Faktanya, gara-gara gesekan dada Jaejoong pada lengannya beberapa menit lalu saja Yunho sudah terangsang.

"Tapi-"

"Yeobo... Joongie sudah ngantuk."

Kalimat Yunho terpotong karena kedatangan Jaejoong. Wanita cantik itu sekarang sudah berganti piyama panjang berwarna biru yang kelihatan lucu. Rambut panjang Jaejoong tergerai indah, membuat kecantikkan jadi terlihat semakin mempesona.

"Nyonya sudah meminum obatnya tuan, saya juga sudah selesai membantunya berganti pakaian.." lapor bibi Hwang yang berjalan di belakang Jaejoong.

"Ne, terima kasih bibi.."

Bibi Hwang melempar senyum ke arah tuan mudanya.

"Howonie~ Joongie mau tidur bersama yeobo." rengek Jaejoong. Kedua mata bulatnya sudah terlihat sayu. Mungkin Siwon sengaja memasukan obat tidur kedalam resep obat ibunya.

Hoya melirik Yunho. "Kau lihat sendiri bukan hyung?"

"Howonie~"

"Baiklah eomma, malam ini eomma akan tidur dengan Yunho hyung."

Yunho masih berniat untuk memprotes, mulutnya ingin menolak tapi dia terlambat karena Jaejoong sudah menyeret tangannya terlebih dahulu.

"Aku tau kau laki-laki baik Yunho hyung. Aku percaya padamu kau pasti tidak akan memanfaatkan kesempatan dalam kesempitan!" Hoya sedikit berteriak mengatakannya begitu melihat Yunho dan eommanya sudah mencapai daun pintu kamar Jaejoong.

"Tuan, apa tidak apa-apa membiarkan nyonya Jaejoong tidur sekamar dengan laki-laki itu?" bibi Hwang terlihat gelisah. Rupanya dia cukup khawatir memikirkan majikannya.

"Tidak apa-apa bibi, aku yakin Yunho hyung bukan orang jahat. Kalaupun dia berbuat macam-macam kepada eomma, aku sendiri yang akan menghajar wajahnya." kata Hoya sambil tertawa.

"Ya sudah kalau begitu, lebih baik tuan juga segera beristirahat sekarang. Jangan tidur terlalu malam agar besok kuliahnya tidak mengantuk."

"Ne bibi. Bibi juga sudah waktunya untuk istrirahat."

.

.

.

Arah pandangan mata Yunho masih terpaut pada dua buah foto besar yang menggantung di dinding kamar Jaejoong. Yunho hampir tidak mempercayai pada apa yang di lihatnya setelah dia berpikir jika laki-laki dalam foto itu pastilah mendiang suami Jaejoong.

Demi Tuhan, kenapa wajah laki-laki itu mirip sekali dengannya? Wajah lelaki itu terlihat sangat tampan dan berwibawa dalam stelan jas pernikahannya.

Tapi... Tunggu dulu!

Kenapa foto pernikahannya ada dua? Yunho yakin dia tidak salah melihat jika mempelai dalam foto itu adalah dua orang wanita yang berbeda.

Foto mempelai wanita yang di sebelah kanan, Yunho bisa mengenali bahwa itu adalah Jaejoong saat masih muda. Namun sosok wanita pada bingkai foto yang sebelah kiri tidak Yunho kenali. Wanita itu terlihat asing.

Oh... Astaga.. Apakah itu berarti mendiang suami Jaejoong memiliki dua istri? Dia berpoligami?

Sekali lagi Yunho menelisik gambar besar di depannya. Dia menemukan perbedaan pada penampilan si laki-laki. Pada foto pernikahannya dengan sosok wanita asing yang tidak Yunho kenali, laki-laki berwajah mirip dengan dirinya itu terlihat masih muda. Sementara pada foto pernikahannya dengan Jaejoong laki-laki itu terlihat sudah cukup matang dan berkharisma.

Berarti Jaejoong adalah istri muda dari laki-laki itu kan? Lalu dimana istri pertamanya?

"Yeobo sedang apa?" Jaejoong beringsut mendekati Yunho. Posisi mereka saat ini masih saling duduk beriringan di atas ranjang.

"Eh? Aniyo... Emm katanya kau sudah mengantuk? Jja tidurlah." Yunho berdiri untuk mempersilahkan Jaejoong berbaring di atas tempat tidur.

"Yeobo mau kemana? Yeobo tetap disini kan tidur bersama Joongie?" mata sayu Jaejoong bergerak gelisah, takut Yunho akan meninggalkannya.

"Tenang saja, aku tidak akan pergi, aku akan tidur di sofa itu.." Yunho menunjuk pada sofa empuk yang berjarak satu meter dari ranjang.

"Huh? Kenapa yeobo tidak tidur disini saja bersama Joongie?"

"Itu karena... Karena... Karena aku kalau tidur suka menendang orang. Kau tidak mau kan kalau aku tendang saat sedang tidur nanti?" dalih Yunho dengan karangan bebasnya.

"Masa?"

"Sudahlah, sebaiknya kau cepat tidur. Aku janji aku tidak akan pergi."

Yunho beranjak mendekati sofa. Namun baru tiga langkah dia langsung berhenti karena Jaejoong memanggilnya.

"Yeobo, ciuman selamat tidurnya mana?"

Yunho merapal dalam hati. 'Jung Yunho, sabar…' Dia berbalik menghampiri Jaejoong kembali. Dengan agak kaku, Yunho mengecup kening Jaejoong lembut.

"Sudah kan?! Selamat tidur."

Jaejoong tersenyum senang. Dia sedikit terkekeh sebelum menyembunyikan wajahnya pada bantal guling yang dia peluk. "Omona, Joongie jadi malu.. hihihi…"

Yunho membaringkan tubuh lelahnya pada sofa. Jujur saja jantungnya mendadak berdebar dengan kencang. Dia melirik pada ranjang dimana Jaejoong sedang bergelung menyembunyikan dirinya di dalam selimut.

Oh My~ padahal tadi hanya sentuhan kecil tapi hati Yunho sudah cukup ketar-ketir begini! Bagaimana seandainya jika yang mereka lakukan lebih dari sentuhan?

Drt... Drt... Drt...

Lamunan Yunho buyar saat dia merasakan ponsel dalam saku celana jeansnya bergetar. Yunho memang punya kebiasaan tidak menggunakan nada dering pada ponsel dan hanya menggungkan getaran saja.

Setelah merogohnya, Yunho melihat jika itu adalah pemberitahuan pesan masuk.

From: Chagi ^^

Oppa, tadi aku datang ke tempatmu tapi Bosmu bilang kau sedang ada urusan. *pout*

Aku tidak ingin menganggumu Oppa, tapi biarkan aku mengatakan bahwa aku sangaaaat merindukamu *wink*

Selamat tidur Oppa, I Love You~

Debaran kencang dalam dada Yunho tadi berubah mencelos ketika dia selesai membaca pesan tersebut. Ya Tuhan, bagaimana bisa dia lupa jika dia sudah memiliki seorang kekasih.

.

.

.

.

.


T B C

Hallo ^^)/

Ternyata susah sekali ya bikin ff GS *pundung* hahahaha..

Maaf sekali, untuk ff ini author butuh waktu lama untuk ngetik tiap chapnya ^^)v *piss*

Masalahnya author butuh pikiran ekstra untuk ngejabarin emak dalam bentuk perempuan XD kkkkkk..

Okay, See u next chap~

Thank U (^.^) I Love U

ririe bear, min, YunJaeLovers, azahra88, JJ, Vic89, Dewi15, oom komariah 921, Myjj2526, danactebh, AegyaCho, yoon HyunWoon, dienha, Alby, Sztaa, ruixi, SinushYJS, Artemis Jung, SMayanti, birin rin, noon, wineparadise, Narita Putri, Shim JaeCho, iche cassiopeiajaejoong, cindyshim07, snow drop 1272, nanajunsu, bambidola, zahra32,.LEETEUKSEMOX, CKL, YunjaeDDiction, akiko ichie, BabyBuby, afnia2495, Dhea Kim, joongmax, akiramia44, Hana - Kara, Roxanne Jung, sexYJae, rinayunjaerina, MPREG Lovers, tria, Redballons9096, Yewook Turtle, lipminnie, ajid yunjae, shanzec, babychokyu, LittleCloud'sIrizv, littlecupcake noona, sachan, YuyaLoveSungmin, ShinJiWoo920202, Guest, ClouDyRyeoRez, Rly C JaeKyu, fera950224, hyejinpark, 1004hoteuk, 1004hoteuk

ReDeviL9095