DISCLAIMER: YunJae milik diri mereka sendiri. Penulis tidak memiliki kuasa apapun atas semua tokoh dalam ff ini. Tapi line story PURE milik author seorang.. hehehe, thank you.

TITLE: Oh My Lady?!

Author: ReDeviL9095

CAST:

Kim Jaejoong 30 y.o

Jung Yunho 27 y.o

Lee Howon/Hoya 17 y.o

Kim Heechul 32 y.o

Kwon Yuri 27 y.o

Hong Sukchun

Choi Siwon

OTC

Genre: Romance, Hurt, Komedi

Rate: PG – 17+

Lenght: Chapter

Warning: GS FOR UKE! DONT LIKE DONT READ.. OOC, AU, Typo(s)

.

.


Chapter tiga

.

.

.

.

.

Namanya Kwon Yuri. Seorang gadis manis berambut ikal yang mampu membuat Yunho jatuh cinta pada pandangan pertama.

Awal pertemuan Yunho dan Yuri adalah pada festival musim semi dua tahun lalu saat keduanya sedang beradu dalam komptisi dance. Yuri yang saat itu berdandan sedikit tomboy ternyata mampu menarik perhatian pemuda bernama Jung Yunho yang menjadi lawannya.

Yuri seumuran dengan Yunho. Perempuan itu bekerja pada toko bunga milik keluarganya. Keluarga Kwon memang bukan keluarga kaya. Mereka hanyalah salah satu keluarga sederhana yang merintis toko bunga sebagai pemasok utama kehidupan ekonominya.

"Kau kemarin ada urusan apa Oppa?" tanya Yuri pada Yunho yang saat ini sedang berbaur dengan kerumunan pengunjung wahana bermain.

Kebetulan hari ini adalah akhir pekan, keduanya sedang berkencan di taman hiburan. Bisa dikatakan bahwa mereka memang sangat jarang sekali berkencan. Hal itu disebabkan karena baik Yunho dan Yuri sama-sama sibuk bekerja.

Bahkan dulu saat mereka masih awal-awal pacaran, Yunho sempat merasa minder karena kondisi ekonominya yang pas-pasan. Dia hanya pemuda rantau yang miskin tapi berani memacari anak gadis orang. Tapi untunglah Yuri bukan gadis yang suka menuntut. Karena dia sendiri bukan berada pada status sosial kelas atas.

"Oh.. Bukan urusan penting, hanya seseorang yang membutuhkan bantuanku," jawab Yunho seadanya.

Yunho memang tidak berniat untuk menceritakan perihal Jaejoong kepada kekasihnya. Tidak untuk saat ini. Sebab dia takut Yuri malah akan cemburu dan berpikir yang tidak-tidak. Biar bagaimanapun Yuri pasti akan merasa kesal jika ternyata pacarnya diklaim sebagai suami orang lain.

.

.

.

.

.

Hong Sukchun mengigit bibir bawahnya dengan gugup. Laki-laki botak itu merasa serba salah. Dia sudah menebak jika hari ini Jaejoong pasti akan datang ke kedai miliknya untuk mencari Yunho.

Dan bingo... Wanita cantik itu datang lima belas menit yang lalu dan sekarang dia sedang menangis sesenggukan karena tidak menemukan keberadaan Yunho disini.

"Om botak, suami Joongie ada di mana? Hiks... Joongie mau bertemu..." cairan bening mulai meleh pada pipi mulus janda cantik bermarga Kim itu. Jaejoong sungguh sangat cengeng dan sensitif jika sudah berhubungan dengan segala sesuatu yang berbau Yunho.

Beberapa jam yang lalu dengan ceria Jaejoong masih sempat terkekeh dan merona saat tahu dirinya akan menemui Yunho. Dia bahkan sengaja meminta bibi Hwang untuk mendandaninya secantik mungkin.

Tak lupa, Jaejoong pun sudah dua kali berucap terima kasih kepada Hoya yang hari ini mau berbaik hati mengajak dirinya untuk pergi mengunjungi kedai tempat Yunho bekerja, karena biasanya Heechul lah yang kerap kali mengantar dirinya.

Sementara itu, Hoya sendiri memiliki niatan khusus untuk menemui Yunho. Disamping selain ingin mengajak ibunya bertemu dengan lelaki berwajah mirip dengan ayahnya itu, Hoya juga ingin mengucapkan terima kasih atas bantuan Yuno kemarin yang sudah mau menginap di kediamannya atas permintaan Jaejoong.

Tapi rupa-rupanya hari ini Yunho sedang free.

Jyaaaaaaaaah...

Hoya jadi merasa pusing melihat perubahan mood ibunya dari tertawa ceria berubah menjadi menangis sedih seperti itu.

"Sudahlah eomma.. besok saja kita kesini lagi. Bukankah eomma sudah puas bertemu dengan Yunho hyung kemarin? Eomma bahkan sudah memaksa hyung untuk menginap," kata Hoya berusaha membujuk ibunya.

Namun Jaejoong seolah menulikan telinganya. Dia mengabaikan bujukan Hoya dan justru malah semakin mengeraskan isakkannya, hingga membuat Sukchun menatap sepasang mata bulat yang berwarna merah itu dengan perasaan tidak karuan.

"Yunho hari ini tidak bekerja, Jaejoongie.. Dia sedang libur," paparnya.

Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya. "Liburnya kemana om botak? Joongie akan mencari suami Joongie.. Kenapa Yeobo tidak bilang sama Joongie kalau dia hari ini libur? Hiksss..." dia kembali terisak.

"Errr... Aku juga tidak tahu Yunho pergi kemana, lebih baik Jaejoongie kembali lagi saja kesini nanti kalau Yunho sudah pulang oke?!"

"Aniyo.. Joongie tidak mau. Joongie sangat merindukan suami Joongie. Hari ini Joongie ingin mengajak yeobo jalan-jalan." Jaejoong menggeleng-gelengkan kepalanya lagi dan lagi. Dia tidak mau menuruti bujukan Sukchun yang memintanya untuk pulang. Pikirannya tetap kukuh ingin bertemu Yunho.

Hoya melirik Sukchun. Yang dilirik tidak mengerti apa maksud dari tatapan pemuda itu. Tidak mungkin jika Hoya meminta dirinya untuk mencari Yunho kan?! Biar bagaimanapun Sukchun tahu jika saat ini Yunho sedang berkencan dengan yeojachingunya.

Sekesal-kesalnya Sukchun pada sikap badung dan seenaknya yang sering dilakukan Yunho saat sedang bekerja, Yunho tetaplah seperti pegawainya yang lain yang membutuhkan privasinya sendiri.

Sukchun tentu tidak ingin mengecewakan Jaejoong dan membuat sang pelanggan agung itu bersedih. Tapi Sukchun juga tidak ingin mencampuri urusan Yunho. Aish... Jinjja! Ottokhe?

"Begini saja, Jaejoongie... Sebaiknya sekarang Jaejoongie pulang saja dulu ne?! Atau pergi jalan-jalan kemana saja terserah... Daripada bosan mengunggu Yunho disini kan lebih baik kalau Jaejoongie jalan-jalan dulu. Nanti kalau Yunhonya sudah pulang, aku akan langsung menelpon Hoya sshi untuk melaporkannya. Oke?!" rayu Sukchun untuk kesekian kalinya.

"Jja... Sekarang kita pergi jalan-jalan dulu, oke eomma."

Dengan berat hati, akhirnya Jaejoong menuruti ajakan anaknya. Wanita cantik itu diam saja ketika Hoya dengan telaten mengelap paras ayunya denga tissue.

"Kalau eomma menangis seperti tadi, nanti cantiknya hilang loh... Tuh lihat sekarang wajah eomma jadi merah, jelek, matanya besar mirip sama boneka kodok milik Chullie ahjumma!"

"ANDWEEEEE! Joongie tidak jelek Howonie... Joongie itu cantik!" gerung Jaejoong tidak terima. "Kalau Joongie jelek nanti yeobo tidak cinta lagi sama Joongie.. Andwe! Joongie tidak mau!"

Sukchun dan Hoya tertawa kecil. Jaejoong tidak pernah gagal menciptakan hiburan dengan semua tingkah lakunya.

.

.

.

.

.

Yunho hampir terkena serangan jantung saat kedua mata sipitnya dengan jelas melihat Jaejoong sedang berjalan bergandengan dengan Hoya, tepat kira-kira lima meter di depan mereka.

"Oh shit... Mati aku.." Yunho berdesis pelan. Mendadak saja dia jadi gelagapan dan hal itu membuat Yuri mengerutkan dahinya.

"Kau kenapa oppa?"

"Y-ye? Aku- Aku hanya merasa sedikit... Sedikit lapar. Yah- lapar. Bagaimana kalau kita istirahat di kafe itu...em, chagi?" dengan tergagap-gagap Yunho berusaha melindungi dirinya sendiri dari penglihatan Jaejoong.

"Tapi ini belum waktunya makan siang oppa.." kata Yuri. "Dan apa yang sedang kau lakukan? Kenapa kau mendadak menjadi aneh begini?" sambungnya lagi. Dia merasa heran dengan sikap Yunho yang sekarang sedang menyembunyikan wajah di balik punggungnya.

"Aish, nanti aku akan jelaskan padamu. Yang penting sekarang kita harus segera pergi dari sini, kkajja!"

.

.

Jaejoong berkedip-kedip lucu mengamati sepasang laki-laki dan perempuan yang sedang berjalan terburu-buru.

"Kenapa Joongie merasa seperti melihat yeobo yah?!" gumamnya.

Untung saja posisi Yunho dan Yuri saat ini sudah memunggunginya, jadi Jaejoong tidak bisa melihat jelas wajah keduanya.

"Ah mungkin ini perasaan Joongie saja karena terlalu merindukan suami Joongie,Hihihihi... Sampai-sampai siapun yang Joongie lihat semuanya kelihatan mirip yeobo.." kikik Jaejoong dengan centilnya.

Hoya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar gumaman ibunya itu.

.

.

.

.

.

Heechul menyimak baik-baik apa saja yang diucapkan Siwon kepadanya. Hari ini mereka sengaja bertemu untuk membahas keadaan Jaejoong. Meski Siwon bukan seorang ahli kejiwaan, karena dia hanyalah seorang dokter umum biasa, tapi dia sudah lama tahu tentang wanita cantik itu.

Siwon sudah menjadi dokter langgangan Jaejoong sejak kematian suaminya. Sebab tidak lama setelah Lee Yunho meninggal dunia, jaejoong jadi sering sakit-sakitan sebelum akhirnya mengalami guncangan kejiwaan.

"Jaejoongie sekarang menjadi lebih ceria, Hoya juga berkata jika sudah hampir sebulan dia tidak mendapati ibunya mengamuk seperti biasanya." tukas Heechul.

"Benarkah? Itu mungkin akan menjadi sedikit perkembangan untuknya."

"Aku juga berpikir begitu. Jaejoong selalu mengamuk setiap kali dia merindukan Yunho. Dan sekarang dia sudah bertemu dengan Yunho yang lain, jadi aku pikir mungkin Yunho bisa kita harapkan untuk menyembuhkan Jaejoong."

Siwon menghela napas mendengar penuturan wanita cantik yang duduk di depannya. "Kita belum tahu seberapa persen Jaejoong nuna bisa sembuh seperti dulu lagi, Chullie nuna... Ada baiknya jika kita tidak terlalu berharap banyak."

"Tapi Jaejoong hanya terguncang Siwon ah! Dia tidak gila! Dia masih normal hanya saja kelakuannya berubah seperti bocah. Dan dia sengaja melakukan hal tersebut karena Jaejoong berniat mencuci otaknya sendiri dari semua kenangan buruk yang sudah menimpa hidupnya!"

"Aku tahu itu Nuna, tapi bagaimana caranya kita menyembuhkan Jaejoong nuna agar seperti dulu lagi? Dengan mengandalkan pemuda bernama Jung Yunho itu? Masalahnya, memang Yunho mau melakukannya?"

Heechul mendasah berat. Dia sudah tahu sendiri jika Yunho sangat terpaksa jika berurusan dengan Jaejoong. Selama ini Yunho mau melakukan apapun itu tak luput dari permohonan dirinya dan Hoya. Bagaimana seandainya dia dan Hoya tidak memohon-mohon seperti itu? Mungkin saja Yunho tidak akan mau.

"Aku akan mencoba berbicara dengannya."

.

.

.

.

.

"APAAAAAA?" Yuri hampir saja menyemburkan jus jeruknya saat Yunho menceritakan tentang Jaejoong.

"Aku juga awalnya tidak tahu kenapa wanita itu tiba-tiba saja mengklaim diriku sebagai suaminya. Tapi setelah aku melihat foto mendiang suaminya yang sudah meninggal, aku seolah-olah sedang melihat cermin. Kami benar-benar mirip Yuri yah... Aku sekarang mengerti kenapa dia salah mengenaliku sebagai Lee Yunho." jelas Yunho apa adanya.

"Dan aku tidak punya hati untuk menolaknya... Dia benar-benar wanita rapuh dan suka menangis jika aku tidak menurutinya." lanjut Yunho lagi.

"..." Yuri diam. Dia tidak punya kata-kata yang bisa dia keluarkan lewat mulutnya.

"Aku harap kau jangan salah paham... Aku hanya berniat membantunya, tak ada maksud apapun." Yunho merasa sedikit takut Yuri akan marah kepadanya. Wanita itu masih diam saja.

"Kau bilang dia mengalami gangguan kejiwaan?"" tanya Yuri pada akhirnya.

Yunho mengangguk. "Ya... Dia bersikap dan bertingkah mirip anak kecil. Yang aku tahu, dia jadi seperti itu karena dia tidak siap kehilangan suaminya."

"Dan sekarang dia menganggap jika oppa adalah suaminya?"

"Ya.."

"Lalu bagaimana jika seandainya dia menyukaimu oppa? Bagaimana jika seandainya dia tidak mau kehilanganmu seperti dia kehilangan suaminya?"

"…"

Dan sekarang terbalik, Yunho yang tidak memiliki kata-kata yang bisa dia keluarkan sebagai jawabannya.

.

.

.

.

.

Langit sudah beranjak petang, namun satu pun Hoya belum mendapatkan telepon atau pesan dari Sukchun yang mengabarkan tentang Yunho. Dan Hoya sudah bisa menebak jika yang bersangkutan tentulah belum pulang dari acara liburan akhir pekannya.

Saat ini Hoya sudah berhasil mengajak ibunya pulang ke rumah mereka. Namun baru satu jam Jaejoong duduk manis menonton televisi, wanita cantik itu sudah merengek lagi... Kali ini dia bahkan mengamuk sambil berteriak histeris memanggil-manggil nama Yunho.

PRANG

Suara vas bunga yang terjatuh akibat mendapat lemparan bantal dari Jaejoong menjadikan suasana ruang menonton menjadi semakin kacau.

"Nyonya, sudah." bibi Hwang seperti tak jera mengekori Jaejoong yang menangis keras sambil merapalakan nama Yunho berulang kali.

"Yunho... Yeobo... Hiks... Yunho! YUNHOOOOOOO… JOONGIE MAU YUNHO! JOONGIE MAU YEOBO! YUNHO! YUNHO! YUNHO!"

"EOMMA!"

"NYONYA..."

Hoya dan bibi Hwang langsung menubruk tubuh Jaejoong yang tiba-tiba saja jatuh limbung akibat tersandung kakinya sendiri. Memar kebiruan tercetak pada salah satu siku mulusnya yang menghantam lantai keramik.

"Howonie..." ucap Jaejoong dengan nada lirih. Suaranya serak sekali. Efek dari jejeritan tiada henti yang sudah dilakukannya sejak tadi.

"Ne eomma? Mana yang sakit eomma? Sini biar Howon lihat, nanti kita obati bersama, oke?!" dengan sabar dan penuh kelembutan, Hoya berusaha bernegosiasi dengan ibunya. Namun Jaejoong malah menggelengkan kepalanya.

"Joongie sangat merindukan appamu, Howonie.. Jeongmal bogoshippo.."

Air mata Jaejoong seolah mewakili segalanya. Ekspresi wajah yang sarat akan luka setiap kali dia merindukan sosok lelaki tampan yang menyandang status sebagai suaminya tersurat dengan jelas.

Jaejoong terluka.

Dan tidak ada seorang pun yang tahu akan hal itu.

Luka kehilangan sosok suaminya akibat kematian itu tidak seberapa daripada luka yang Jaejoong tanggung karena menahan perasaan sebelah pihak dari cinta tak terbalasnya dari sang suami.

Apa kurangnya dia sampai-sampai sedikitpun Lee Yunho tidak bisa membagi secuil cinta kepadanya?

Jaejoong tak kalah cantik dengan mendiang Junsu... Dia tak kalah manis dan tak kalah santun bukan?!

Tapi kenapa Lee Yunho memilih mengakhiri hidup dengan cara seperti itu agar demi bisa menyusul mendiang istri pertamanya?

Apa gunanya tunduk bakti Jaejoong selama ini? Sebegitu tak berhargakah sosok Jaejoong untuknya, sampai-sampai di mata suaminya hanya ada sosok Junsu seorang?

Dan sekarang ketika datang Yunho yang lain, Jaejoong pun harus merasakan luka karena tidak diinginkan lagi begitu?!

Mungkin jika tidak bisa meraih hati Yunho yang dulu, Yunho yang sekarang pun tak apa.. Meski hanya sebagai bentuk pengganti, setidaknya Jaejoong bisa merasakan bagaimana rasanya mencintai dan dicintai.

.

.

.

.

.


T B C

Maaf karena lama update ^^)v aku sibuk... jadi akhir-akhir ini ga ada wangsit buat bikin ff #ngek

Thanks to buat SEMUA READERS ^^

Maaf karena aku tidak bisa sebut kalian satu persatu di chap sebelumnya.

BearHug

ReDeviL9095

PS: Aku post beberapa ff lama di wp.. Jika ada yang berminat boleh tengok ke evilfoxangel . wordpress . com