DISCLAIMER: Yunjae milik diri mereka sendiri. Penulis tidak memiliki kuasa apapun pada tokoh dalam fanfic ini. Penulis hanya meminjam nama-nama mereka untuk kepentingan cerita semata. Hanya ide dan plot yang murni hasil dari pemikiran/imajinasi si penulis ^^

Terima kasih

Oh, My Lady!

Author: redevil9095

Cast:

Kim Jaejoong 30 y.o (yeoja)

Jung Yunho 27 y.o

Lee Howon/Hoya 17 y.o

Kim Heechul 32 y.o (yeoja)

Dan peran pendukung lainnya

Genre: Romance, Hurt

WARN: AU, OOC, GS for UKE! Typo(S) DONT LIKE DONT READ! thank you~


Chapter 8

..

..

..

Siwon mengamati interaksi antara Jaejoong dan Yunho yang berlangsung sekitar dua puluh meter dari jarak tempat dia berdiri dengan Hoya saat ini.

"Howon-ah, bagaimana perkembangan kondisi ibumu akhir-akhir ini?" tanya dokter tampan itu dengan kedua pasang mata yang masih sesekali mencuri-curi pandang ke arah dua obyek yang menjadi ketertarikan minatnya.

"Kuperhatikan eomma semakin membaik dan dia tidak pernah mengamuk seperti dulu lagi. Aku pikir mungkin keberadaan Yunho hyung memberikan efek positif untuknya.." jawab Hoya. Melihat Siwon yang masih melirik-lirik ke arah ibunya, dia jadi tersenyum.

"Kau tidak sedang cemburu kan, dokter Choi?"

Siwon terkekeh. "Kenapa kau bisa berkata seperti itu? Joongie nuna itu adalah wanita cantik yang sangat aku sukai, tentu saja aku cemburu karena dia lebih memilih pemuda biasa itu daripada dokter tampan sepertiku.." ujarnya sambil bercanda.

Siwon memang menyukai Jaejoong, dan arti suka itu tidak lebih hanya sebatas suka antara seorang anak tunggal seperti dirinya dengan sosok wanita cantik yang usianya sedikit lebih tua. Dengan kata lain, bahwa Siwon sudah menganggap Jaejoong seperti nunanya sendiri. Sama persisnya dengan Heechul, Siwon juga menyukai Heechul meski nuna Kim yang satu itu terkadang gemar membuat kepalanya pusing.

"Jadi... apakah itu artinya eomma akan segera sembuh?" Hoya melirik ke arah Siwon yang memberikan tatapan ragu ke arahnya.

"Aku ini hanya dokter umum biasa Howon-ah.. tentu bukan bidangku untuk mengatakan jika ibumu bisa sembuh atau sebaliknya. Bukankah aku sudah sering menyarankanmu untuk membawa Jaejoong nuna ke psikiater atau dokter spesialis kejiwaan agar kalian bisa mendapatkan hasil yang lebih baik.."

Hoya mengeluh. "Kau seperti tidak tahu eomma saja, hyung.. dia selalu menolak jika akan kuajak ke sana. Lebih parah lagi eomma akan histeris jika aku dan chulie ahjumma berani memaksanya."

Bukan sekali dua kali Hoya dan Heechul berniat memeriksakan Jaejoong kepada ahlinya. Sebab mereka yakin Jaejoong itu sama sekali tidak gila, Jaejoong hanya terguncang. Dan entah apalah itu namanya mereka tidak tahu dan tidak mengerti sebenarnya sindrom apa yang diderita Jaejoong. Jika dibilang waras, wanita cantik itu suka berkelakuan seperti anak penderita autis. Namun jika dibilang tidak waras, sebenarnya Jaejoong itu masih menunjukan gelagat orang normal.

Aishhhh... entahlah dia sudah memikirkan hal ini sejak lama, namun sama sekali tidak ada jawaban yang dia peroleh dari pertanyaan-pertanyaan yang memenuhi batok kepalanya. Dan satu-satunya cara untuk mengetahui apa persisnya adalah dengan membawa Jaejoong kepada ahli kejiwaan. Namun masalahnya adalah Jaejoong sendiri tidak mau melakukannya.

Hanya sekali, dan satu-satunya saat dimana Jaejoong bersedia diperkisa oleh ahli kejiwaan adalah saat dua hari setelah pemakaman ayahnya. Masa ketika wanita itu terlihat begitu hancur dan berantakan. Dan dokter memang mengatakan jika Jaejoong menjadi seperti yang sekarang ini adalah karena dia sengaja menciptakan dunianya sendiri, menciptakan khayalan dimana rasa sakit dan luka yang pernah dia alami tidak akan berlaku lagi.

Akan tetapi kejadian itu sudah enam tahun lamanya. Kematian Lee Yunho sudah berlalu cukup lama, apakah Jaejoong masih belum bisa menerimanya juga?

"Satu-satunya cara untuk mengetahui keadaan ibumu adalah dengan bertemu psikiater. Kebetulan temanku punya kenalan seorang psikiater yang baru pindah ke Seoul ini bulan lalu. Jika kau bersedia aku akan meminta bantuannya untuk memeriksa ibumu.."

"Tapi aku tidak yakin eomma akan bersedia.."

"Kau tenang saja, kita tidak akan mengatakan pada Jaejoong nuna kalau dia adalah seseorang yang akan memeriksanya. Kita bisa berpura-pura menjadikan orang itu sebagai teman pemuda yang bernama Jung Yunho itu.."

Alis tebal Hoya berkerut, "Kenapa begitu?"

Siwon berdecak. Masa iya Hoya tidak tahu. "Tentu saja karena ibumu menyukai pemuda itu. Apakah kau belum paham juga eoh? Coba kau lihat mereka.. apa yang kau pikirkan jika kau melihat ibumu bertingkah laku seperti itu?" ia mengarahkan dagunya, menyuruh Hoya agar memandang ke arah tempat Jaejoong berada.

Dan bingo. Hoya membulatkan mulutnya saat melihat aksi Jaejoong yang sedang terkekeh malu-malu sambil menutupi tawanya dengan punggung tangan. Wajah cantiknya merona. Meski jarak mereka cukup jauh tapi Hoya bisa melihat warna muka ibunya yang merah padam.

"Hyung... apa aku tidak salah lihat? Seingatku eomma tidak pernah tertawa seperti itu. Dia seperti... seperti gadis yang sedang jatuh cinta," tukas Hoya masih dengan mata yang terus memperhatikan pemadangan Yunho sedang menggoda Jaejoong di arah seberang.

"Hahaha... kubilang juga apa. Makanya kita harus segera tahu kondisi ibumu yang sebenarnya."

Sepasang mata warisan Junsu milik Hoya masih menatap lekat ke arah Jaejoong. Jika benar apa yang dikatakan Siwon bahwa Jaejoong menyukai Yunho, bukankah itu hal yang tidak aneh karena dia sendiri tahu jika ibunya memang menganggap Yunho sebagai ayahnya. Jadi, bisa saja eommanya jatuh cinta karena dia pikir dia sedang berinteraksi dengan suaminya.

Namun sepertinya Hoya mulai sadar ada yang ganjil, obrolannya kemarin dengan Jaejoong sudah cukup membuktikan jika ibunya itu sudah bisa membedakan siapa itu Yunho appa dan siapa itu Yunho hyung. Apakah dengan begitu ibunya mulai menyukai Yunho sebagai diri pemuda itu sendiri?

"Kau benar hyung, sepertinya aku sudah melewatkan beberapa hal yang belum aku ketahui."

"Jadi?"

"Aku ingin hyung menghubungi kenalan teman hyung yang psikiater itu. Kurasa lebih cepat akan lebih baik."

..

..

..

Hari ini Jaejoong berencana mengajak Yunho pergi mengunjungi Heechul di butik tempatnya bekerja. Saat sarapan pagi tadi, Jaejoong mendapat telepon dari Heechul yang menyuruhnya untuk datang siang nanti karena mereka berdua akan pergi ke salon.

"Nak Yunho, kalau nyonya nanti siang pergi ke salon, tolong sampaikan pesan saya untuk nyonya Heechul agar dia membujuk nyonya Jaejoong supaya memotong rambutnya," kata bibi Hwang saat Yunho sedang bersiap-siap memakai sepatunya.

"Tentu.. akan kusampaikan pesan bibi untuk nyonya Heechul nanti," balas lelaki tampan yang hari ini mengenakan setelan jeans butut dan kaos berwarna putih itu.

"Terima kasih nak Yunho.."

Yunho menjawab ucapan terima kasih bibi hwang dengan anggukan pelan. Setelah dia selesai memakai sepatunya dia melirik ke arah pintu kamar Jaejoong yang masih tertutup, yang artinya sang nyonya majikan masih berdandan dan belum selesai.

"Apa dengan memakai baju ini aku terlihat cantik?" ujar Jaejoong pada bayangan dirinya di dalam cermin. Jemari lentik wanita itu memilin-milin tali dress selutut yang membalut tubuh seksinya. Bibi Hwang sudah memilihkan pakaian ini dan mengatakan padanya jika dress ini sangat cantik.

Dress hijau toska itu cukup sederhana. Tidak terlihat mewah dan terkesan simpel. Bagian lengannya pun terasa nyaman dipakai karena dari pundak sampai siku bahan kainnya cukup melar agar bisa bergerak bebas. Tak ada hiasan. Hanya sepasang tali di bagian pinggang yang cukup dikaitkan ke belakang saja.

Alih-alih menyuruh bibi Hwang untuk menggerai rambutnya, Jaejoong malah menyuruh wanita paruh baya itu untuk menguncir rambutnya menjadi kuncir kuda. Alasannya sudah jelas karena dia ingin menggoda Yunho. Hahaha. Jaejoong sengaja memamerkan leher jenjangnya untuk diekspos di depan pemuda yang dia sukai. Entah darimana datangnya pikiran mesum itu, tapi Jaejoong memang berharap Yunho akan terpesona dengan beberapa bagian tubuhnya.

Setelah menyemprotkan sedikit parfum bermerk, dengan senyum cerah Jaejoong pun menyambar tas kecil bertali panjang yang berisi dompet dan ponselnya yang bibi Hwang taruh di atas meja riasnya.

"Baiklah.. saatnya menjadi Joongie lagi." Setelah berucap seperti itu Jaejoong langsung menyambar gagang pintu kamarnya.

Di sana, di sudut rak sepatu, sepasang mata bulat milik wanita cantik itu bisa menemukan sosok Yunho yang sedang tersenyum ke arahnya. Melihat cara Yunho tersenyum kepadanya pipi Jaejoong memanas lagi.

"Kkaja Yunnie yah, Joongie ingin bertemu Chulie!"

Yunho hanya bisa membalas dengan senyuman saat Jaejoong langsung memeluk tangan kanannya dengan posesif seperti biasanya.

..

..

..

"Namanya Han Siyoon. Dia yang akan mengawasi perkembangan Jae nuna seperti yang sudah aku jelaskan padamu kemarin."

Hoya mengamati perawakan wanita anggun yang dari penampilannya bisa ia duga jika umur wanita tidak beda jauh dengan umur Yunho. Siyoon terlihat sangat manis dan kalem. Mungkin profesi yang digelutinya membuat wanita itu terlihat begitu berwibawa.

"Senang bekenalan dengan anda, Howon-sshi," ujar wanita itu sambil membungkukkan sedikit badannya.

Hoya yang melihat aksi Siyoon terlalu formal kepada pemuda seumuran dirinya membuat dia jadi salah tingkah. "Ah…. Panggil saja Hoya atau Howon, Siyoon-sshi. Saya jadi merasa aneh sendiri mendengar panggilan seperti itu dari anda."

Siyoon tertawa kecil. "Arraseo.. kalau begitu kau juga boleh memanggilku nuna. Mungkin kita memang baru pertama kali bertemu. Tapi bukankah akan ada pertemuan-pertemuan lagi ke depannya kan?! Jadi ada baiknya jika kita bisa leboh cepat akrab."

"Baiklah, karena aku sudah mengatakan semuanya perihal Jae nuna pada Siyoon. Jadi jika ada beberapa penjelasan yang ingin kau tambahkan kau bisa mengatakannya secara langsung.." Siwon melirik ke arah Hoya meminta jawaban yang dijawab dengan gelengan oleh pemuda tersebut.

"Kurasa tidak ada. Karena aku sendiri belum melihat bagaimana perkembangan eomma hari ini."

"Baiklah, jadi kapan kita akan membawa Siyoon ke rumahmu untuk mengenalkannya pada Jae nuna?" tanya Siwon lagi.

"Lebih cepat lebih baik hyung. Tapi apakah sebelum kita melakukannya kita harus memberitahu Chulie ahjumma dan Yunho hyung terlebih dahulu?"

Siwon terihat berpikir sejenak. "Aku rasa tidak apa-apa jika kita memberitahukan hal ini pada Chulie nuna. Tapi jika pada lelaki yang bernama Yunho itu sebaiknya jangan dulu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi saat dia tahu jika ternyata Jae nuna benar-benar menyukainya. Jika dia bisa menerima sih tidak apa-apa. Tapi bagaimana jika dia justru malah kabur dan pergi?"

"Kau benar hyung.. baiklah aku akan menelpon Heechul ahjumma dan menemuinya hari ini. Kuharap dia akan setuju dengan rencana kita."

"Ya.. kuharap dia tidak akan marah karena kita tidak mengajaknya berunding sejak awal."

..

..

..

Heechul membimbing Jaejoong memasuki kediaman milik wanita cantik itu, setelah selesai rutinitas mempercantik diri yang sudah menghabiskan waktu berjam-jam lamanya, Jaejoong merengek memintanya untuk ikut pulang. Heechul tidak bisa menolak karena dia pun rupanya cukup merindukan sahabat baiknya itu karena sudah beberapa tidak bertemu.

"Apa yang terjadi padamu Jung Yunho? Kenapa sejak Joongie keluar dari salon kau seperti tidak bisa mengalihkan pandanganmu darinya?"

Yunho yang mendapatkan pertanyaan seperti itu langsung gelagapan. Apakah Heechul memperhatikan tingkahnya sejak tadi? Jika benar seperti itu ini akan menjadi hal yang sangat memalukan. Terus terang saja saat di salon tadi Jaejoong benar-benar memangkas rambutnya. Potongannya cukup pendek dan sedikit menghilangkan sisi feminin yang selama ini Yunho lihat. Namun warna rambut Jaejoong yang awalnya berwarna hitam legam sekarang berubah menjadi blonde, hal tersebut menjadikannya bak boneka Barbie yang begitu cantik dan terlihat fresh.

"Apakah kau sangat menyukai penampilan baru Jaejoong?" tanya Heechul lagi. Karena melihat Yunho tidak juga memberikan penyangkalan membuat Heechul ingin terus memojokkan.

Jaejoong yang menjadi obyek pembicaraan seolah tidak paham dengan situasi yang terjadi. Wanita itu tetap bersenandung ria menyanyikan lagu tiga beruang sambil bermain-main dengan sebuah boneka kucing yang dibelikan Heechul untuknya tadi.

"Kenapa nuna bertanya seperti itu?"

Heechul memutar bola matanya. "Kenapa kau menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan lagi? Tinggal akui saja apa susahnya sih, kau terpesona kan dengan penampilan baru Joongie? Kekeke bagaimana huh, apa sekarang kau sudah jatuh cinta padanya?"

"Ya, Joongie nuna memang terlihat sangat berbeda dengan gaya rambutnya sekarang. Aku rasa mau bagaimanapun modelnya tetap tidak akan merubah kecantikan Joongie nuna yang memang sudah dari sananya," ujar Yunho menerangkan pendapatnya.

"Lalu?"

"Lalu apalagi?"

"Kau tidak menjawab pertanyaanku berikutnya. Jangan-jangan kau benar-benar jatuh cinta pada Jaejoong makanya kau menghindari pertanyaanku yang itu.."

Yunho menghela napas. "Aku bukan lelaki seperti itu. Jaejoong nuna adalah nyonya majikanku. Bagaimana bisa aku jatuh cinta dengan majikanku sendiri? Itu sangat tidak mungkin."

"Tapi kau adalah lelaki dewasa. Jika kau lelaki normal, kau pasti tidak bisa menolak pesona dari perempuan matang yang setiap hari bertemu denganmu. Kau bersama Jaejoong setiap hari. Apa kau yakin hatimu tidak merasakan sesuatu?"

Jaejoong sebisa mungkin menyembunyikan kegelisahannya. Dia tidak punya pikiran kenapa Heechul bisa menanyakan hal seperti itu pada Yunho. Dia takut Yunho akan merasa tidak suka dan tidak nyaman dengan pertanyaan seperti itu. Meski Jaejoong tahu Heechul kerap kali bersikap seenaknya dan blak-blakan, namun menurut dirinya pertanyaan Heechul kali ini cukup keterlaluan.

Akan tetapi sisi lain hati Jaejoong sebenarnya dia pun penasaran. Benarkah Yunho jatuh cinta kepadanya? Apakah itu mungkin?

"Eomma.." suara Hoya yang menginterpusi obrolan yang sedang berlangsung. Membuat Yunho yang sudah hampir berkeringat dingin langsung merasa lega.

"Eoh? Ada ahjumma juga.." pemuda duplikat Lee Yunho dan Junsu itu berjalan dengan seorang wanita yang mengekor di belakangnya.

"Kau baru pulang?" tanya Heechul. Namun alisnya langsung berkerut setelah dia melihat adanya orang asing. "Siapa itu Howon ah?"

Hoya tersenyum, dia mengedipkan matanya ke arah Heechul yang dibalas oleh seringai kecil oleh wanita itu. Setelah Howon melirik sekilas ke arah ibunya, dia pun menoleh ke belakang, mengisyaraktan pada sosok itu untuk berdiri di sampingnya. "Ahjumma, eomma.. kenalkan dia adalah Han Siyoon nuna. Nuna adalah teman dekat Yunho hyung, iya kan hyung?"

"Mwo?" Yunho yang sejak tadi ikut melihat ke arah perempuan itu terkejut mendengar apa yang baru saja Hoya katakan.

"Yunho yah, bagaimana kabarmu? Sudah cukup lama kita tidak bertemu.." sapa Siyoon dengan nada yang penuh keakraban.

Jaejoong meliarkan matanya. Dia melirik perempuan itu dan dia memperhatikan reaksi Yunho tadi. 'sepertinya ada yang tidak beres..' ujar Jaejoong dalam hati.

..

..

..

Jarum jam di dinding menunjuk pada pukul satu dini hari. Namun dua orang lelaki berbeda usia itu masih duduk berhadapan satu sama lain di dalam kamar Hoya dengan wajah berkerut-kerut.

"Apa maksudnya ini Howon ah? Kenapa kau berbohong dengan mengatakan jika Siyoon sshi adalah temanku. Aku sama sekali tidak mengenalnya."

Hoya sedikit menciut melihat reaksi Yunho yang diluar perkiraannya. Sebenarnya sejak awal dia berharap Yunho hanya perlu mengikuti alur. Dia akan diam dan tidak perlu banyak bertanya, namun sepertinya dia salah. Dia terlalu meremehkan lelaki itu. Hoya lupa jika Yunho pun bisa cukup keras kepala pada saat-saat tertentu.

"Aku minta maaf sebelumnya hyung. Tapi aku melakukan hal itu karena ada alasannya. Apakah hyung marah?"

"Kenapa kau tidak bertanya padaku dulu sebelum melibatkanku dalam hal seperti itu?"

Hoya harus mencatat ini dalam otaknya. Yunho adalah tipe orang yang akan menjawab pertanyaan dengan pertanyaan lagi. Ini benar-benar sulit.

"Baiklah aku akan mengatakan sebenarnya kepada hyung. Tapi apakah hyung bisa menjamin bahwa hyung tidak akan mengagalkan rencanaku?"

"Kenapa aku harus menggagalkan rencanamu? Memangnya apa yang sedang kau rencanakan?"

"Haisssssshhh tak bisakah kau menjawab pertanyaan dengan baik hyung. Tidak membolak-balikannya seperti ini terus-terusan?" dengan gemas pemuda itu mengacak-acak rambutnya sendiri.

"Aku hanya perlu penjelasan apa yang sebenarnya sedang kau rencanakan? Jika rencanamu itu menyeretku untuk terlibat, akan lebih baik jika aku paham sejak awal bukan?"

Yunho menatap kasihan padanya. Dia punya dugaan jika apapun itu yang direncanakan Hoya pastilah bukan sesuatu yang buruk. Namun dia sendiri tidak mau dibodohi, oleh karenanya Yunho harus tega memaksa Hoya mengaku sejujur-jujurnya kepadanya.

"Kau percaya padaku kan, dongsaeng? Aku pasti akan membantumu."

Dua mata sipit itu saling bertemu. Sejurus kemudian Hoya tersenyum. Rasanya dia jadi semakin menyukai sosok hyung yang satu ini. Jika seandainya eommanya sungguh jatuh cinta pada lelaki ini, dia tidak akan melarangnya. Meski usia Yunho lebih cocok menjadi kakak laki-lakinya daripada menjadi ayahnya, namun apapun yang bisa membuat Jaejoong bahagia itu pasti akan bisa membuatnya bahagia juga.

"Sebenarnya Siyoon nuna adalah seorang psikiater.." kata Hoya pada akhirnya. "Aku menyuruhnya untuk memeriksa eomma. Namun karena sejak dulu eomma tidak pernah suka jika berhubungan dengan psikiater, jadi sebisa mungkin aku akan menjadikan Siyoon nuna sebagai orang biasa di dalam pandangan eomma. Dan untuk hal itu, aku sudah berpikir untuk mengatakan bahwa Siyoon nuna adalah teman Yunho hyung. Sebab aku tahu eomma pasti akan bisa menerimanya jika dia kukatakan sebagai temanmu hyung."

"Aku tidak mengerti. Kenapa harus menjadi temanku? Kenapa tidak kau katakan jika Siyoon sshi adalah temanmu atau teman nyonya Heechul saja?"

Hoya menggelengkan kepalanya. " Karena eomma akan curiga.. selain itu aku punya alasan sendiri kenapa aku harus memakai hyung."

Yunho menaikkan alisnya. "Apa itu?"

"Sebenarnya, aku punya dugaan jika eomma bisa sembuh.."

"A-apa?" mendadak seperti ada balok es yang melintasi dada Yunho. Dia merasa ngilu. Sembuh? Benarkah Jaejoong bisa sembuh?

"Ya.. aku hampir yakin jika dalam waktu cepat eomma pasti akan sembuh. Itulah sebabnya aku menyuruh Siyoon nuna untuk memeriksanya, karena aku ingin memastikan apa sebenarnya yang menjadi alasan eomma melakukan hal seperti ini kepada kami."

Yunho tidak merepson. Mendadak kepalanya jadi berkecambuk. Dia tidak tahu harus merasa senang atau sedih mendengar hal seperti ini. Jika Jaejoong sembuh, masihkan ia diperlukan lagi?

..

..

..

"Aku tidak tahu jika kita akan dipertemukan lagi dengan cara yang seperti ini…" Siyoon menatap selembar foto yang menampilkan dua orang remaja dalam balutan seragam sekolah yang terlihat begitu polos dan lugu. Dua orang remaja berebeda jenis kelamin itu saling memamerkan senyum lebar masing-masing sambil menghadap kamera.

"Saatnya untuk memutar kembali lagu lama yang belum terselesaikan, Jung Yunho tersayang.."


T B C

..

..

Balasan review chapter kemarin:

Guest: iya maaf ya author updatenya lama, hwaiting ^^

Dewi15: ini ludah lanjut

Jaenna: terima kasih juga karena masih inget dan nungguin Hehe

Oom komariah 921: iya say.. maaf ya. Kalau ada ide aku jg usahain update cepet ^^

Birin rin: aku usahain dear... aku juga ngerasa ga enak kalo ffnya gantung di tengah jalan. Semoga saja Joongie ga bikin Yunho kecewa..

Whirlwind27: kkkk lama ga keliatan karena sibuk banyak kerjaan di real say, kalo ada luang aku baru mikir buat muncul ke permukaan lagi hahaha XD

Jung sister: Annyeong dear ^^ author jauh lebih seneng kalo bisa bikin pembaca seneng :D soal JJ yang terus berpura-pura mungkin hanya sampai beberapa chapter lagi say.. terima kasih, fighting ^^

Cindyshim07: ditunggu aja nanti jalan ceritanya gimana say, aku ga bisa jawab tiap pertanyaan soalnya nanti inti ceritanya malah bocor XD hehehe kembali kasih dear *Bow

Kim Rin Rin:SEMANGAT juga.. terima kasih karena sudah mau nunggu Rin. Cepat atau lambat JJ akan jujur dengan sendirinya

ROSE aka Mrs Jang: maaf sekali .. aku tau updatenya lama banget ya? Tapi aku berusaha untuk tidak membuat cerita ini mati di tengah jalan :* semangat Ng..

YunJaeLovers: iya akhirnya update ^^ aduh gimana cara jelasinnya ya, aku pikir soal jj yang sengaja/normal sudah author jelasin secara perlahan di chapter-chapter sebelumnya. Memnag masih burem sih, masih samar… tapi nanti pelan tapi pasti bakal kebongkar jug kok

Adeline KIM: ini udah lanjut say, terima kasih karena sudah mau nunggu ^^ ;D

Ruixi1: hallo rui.. terima kasih, terima kasih banyak karena sudah mau membaca cerita amatiran milik author. Jika ada ide dan waktu, author pasti nulis. Dan untuk ff-ff lainnya yang belum kelar, semoga kedepannya bisa author selesaikan secepat yang author bisa

Ayyu annisa 1: ini sudah lanjut..

Sweety: terima kasih sudah mau membaca dan menunggunya ^^ ini sudah ada lanjutannya..

Guest: semoga :D semoga apapun yang disemogakan bisa terlaksana, hahahaha *pisss

Min: oke, semangat!

Nabratz: author jg ikut seneng :D sipp..

ClouDyRyeoRez: iya bener.. bener begitu.. arraseo, fighting ^^9

Akiramia44: gomawo juga dear.. :* mari kita lihat apa yang akan terjadi ke depan..

Neliel minoru: terima kasih atas dukungannya ^^ amin.. amin.. *pungut bunganya

Viearashian djoniez: memang chap ini sebenarnya pendek sekali, author minta maaf untuk hal itu. Pisssss… dan maaf sekali dear, author ga bisa kasih bocoran ^^)V soalnya nanti kalo author cerita disini bakal keluar semua ide yang udah disusun. ujungnya ini balasan reviw bakal jadi dongeng dadakan ntar XD tapi pelan-pelan apa yang jadi penasaran bakal kejawab semua kok. Heheh.

Wuziper: semoga… fighting..!

Sandrimayy88: hallo sandri.. terima kasih untuk reviewnya yang kemarin-kemarin say :* apapun itu kalimat yang kamu dan readers lain tuliskan di kolom review, membuat author jadi malu jika tidak bisa meneruskan ff ini sampai tamat. Terima kasih ^^ terima kasih karena sudah bersedia membaca ff ini..

Rly C JaeKyu: terima kasih atas reviewnya eonni ^^

Rsza: terima kasih atas semangatnya say

Anggi: terima kasih anggi ^^ aku bakal usahain..

Minhyunni1318: annyeong juga dear.. salam kenal, terima kasih..

babyBuby: iya.. terima kasih karena sudah mau menunggu ffnya ^^

HunHanCherry1220: hey iya terima kasih banyak karena sudah mau mengerti. Jujur author juga sempet bingung ngumpulin ide yang dulu udah ada. Hehehe fighting!

Cha yeoja hongki: ini udah lanjut..

Zhoeuniquee: kkkkk iya bener, konfliknya yang salah salah paham begini memang kadang bikin seru XD

Casshipper jung: ok ;D

Yla: kembali kasih.. oke

Lee muti: kalo Muti liat chapter-chapter yang udah berlalu, pasti bakal tau sendiri jawabannya

Danactebh: iya akhirnya balik juga, ga kemana2 kok dear.. Cuma sibuk di dunia real. Banyak pikiran…*halahhhhh XD oke, ini udah lanjut.

Vianashim: iya… semoga aja tidak seperti itu. Author juga tidak enak jika sampai discontinue ;D fighting!

sexYJae: iya bener tante, sekali2 Yunho memang kudu dapet peran yang seperti ini. Hahahahaha XD

guest: oke

iche cassiopeiajaejoong: hwaiting ^^9

ShinJiWoo920202: hehehehe…. Semoga, ini udah lanjut ^^

Ai CassiEast: maaf ya Ai, chap kemarin memang pendek padahal udah lama ditelantarin ^^v *piss

1004baeki: oke

RistinOk137 suka YJ NoChangKyu: alamaaakk ini ID ngetiknya penuh kerja keras ;v oke say, terima kasih ya..

Cminsa: kekekekeke… semangat ^^)9 thank you dear..

Melee: iya dia salah paham..

Jj: oke ^^

Kimikimjae: Hallo Kimi ^^ terima kasih sudah review hampir di semua chapternya. Terima kasih juga karena sudah mau membacanya.. terima kasih jika Kimi menyukai jalan cerita ffnya. Mohon maaf jika ada kekurangan di sana sini yang mungkin luput dari ketelitian dan kemampuan author semangat ^^)9