DISCLAIMER: Yunjae milik diri mereka sendiri. Penulis tidak memiliki kuasa apapun pada tokoh dalam fanfic ini. Penulis hanya meminjam nama-nama mereka untuk kepentingan cerita semata. Hanya ide dan plot yang murni hasil dari pemikiran/imajinasi si penulis ^^
Terima kasih
Oh, My Lady!
Author: redevil9095
Cast:
Kim Jaejoong 30 y.o (yeoja)
Jung Yunho 27 y.o
Lee Howon/Hoya 17 y.o
Kim Heechul 32 y.o (yeoja)
Dan peran pendukung lainnya
Genre: Romance, Hurt
WARN: AU, OOC, GS for UKE! Typo(S) DONT LIKE DONT READ! thank you~
Chapter 9
..
..
..
Yunho berkali-kali menengokkan kepalanya ke arah pintu depan rumah Jaejoong. Membuat Siyoon yang sedang berhadapan dengannya tersenyum kecut. Keduanya sengaja berdiri menjauhi pintu saat tadi Siyoon datang dan Yunho lah yang kebetulan membukakan pintunya karena bibi Hwang sedang memasak sarapan untuk Jaejoong di dapur.
"Apa kau takut akan ada orang yang mendengar obrolan kita?" tanya wanita itu. Ia merasa sangat terganggu melihat tingkah Yunho. Sejak lima belas menit yang lalu mereka sudah memulai obrolan, namun otak Yunho seperti sedang tidak pada tempatnya.
"Aku hanya tidak habis pikir, bagaimana ini bisa terjadi sangat kebetulan? Kau disuruh berpura-pura menjadi temanku padalah kita adalah kawan lama.." Yunho tersenyum lebar.
"Lalu kenapa kemarin kau bertingkah seolah kau tidak mengenalku heh?!"
Mendadak Yunho merasa canggung. Gadis di depannya ini sudah berubah banyak sekali. Siyoon yang dia kenal dulu adalah remaja perempuan tomboy yang suka berdandan urakan. Namun sekarang melihat rok selutut dan kemeja pendek berwarna pastel yang membalut tubuh tinggi semampai Siyoon, Yunho hampir tidak yakin jika gadis ini adalah sahabatnya saat di sekolah dulu.
Mereka adalah teman sebangku saat di kelas dua dan tiga SMA. Saat itu, satu-satunya anak gadis yang paling dekat dengan Yunho adalah Siyoon. Karena Yunho dan kawan-kawannya yang berandalan sangat cocok dan klop dengan Siyoon yang urakan. Mereka adalah partner sejati dalam membolos dan memalaki adik kelas. Siyoon bahkan sudah menganggap Yunho sebagai kakak laki-lakinya. Namun persahabatan mereka nyaris kandas saat Yunho tiba-tiba berpacaran dengan Han Jaekyung yang tidak lain tidak bukan adalah adik Siyoon sendiri.
Siyoon yang sudah tahu jika Yunho hanyalah main-main dengan adiknnya kontan melarang hubungan mereka. Namun karena Jaekyung terlalu mencintai Yunho, mereka nekat berhubungan secara diam-diam. Hingga suatu hari Yunho memutuskan Jaekyung sampai gadis yang dua tahun lebih muda darinya itu merasa frustasi dan putus asa. Cinta buta seorang remaja membuat Jaekyung gelap mata. Dia mencoba bunuh diri dengan mengiris nadinya sendiri, namun berhasil diselamatkan oleh orangtuanya.
Sejak saat itu Siyoon seolah menyimpan dendam dalam hatinya. Pelan tapi pasti perasaan benci itu semakin tertimbun dengan rapi. Ditambah lagi Yunho seolah tidak peduli. Perangai pemuda itu saat remaja memang terkesan masa bodo. Jadi saat Siyoon berkata pada Yunho jika Jaekyung nyaris mati gara-gara dirinya, dengan enteng Yunho malah memaki-maki tindakan Jaekyung dengan kata-kata bodoh yang keluar dari mulutnya begitu saja.
Lalu semenjak kelulusan, keduanya tidak pernah berhubungan lagi. Siyoon yang meneruskan kuliahnya di Seoul, sementara Yunho yang setelah lulus sekolah tidak bisa menikmati bangku kuliah dan menjadi pengangguran karena kondisi keuangan orangtuanya yang tidak mendukung akibat terlilit hutang dengan rentenir.
"Itu.. itu karena aku terlalu terkejut saat melihatmu datang bersama Hoya kemarin," pungkas Yunho berusaha menyembunyikan kegugupannya. Sekian tahun berlalu dia mulai menyadari kesalahan yang sudah dilakukannya dahulu. Bagaimanapun juga sekarang Yunho sudah menjadi laki-laki dewasa. Ia bukan lagi seorang remaja tanggung yang labil dan egois.
Namun api di mata Siyoon sepertinya belum padam. "Kau terkejut atau takut?"
"Oke, Siyoon-ah. Aku minta maaf atas kesalahanku di masa lalu. Aku tahu aku begitu brengsek. Dan jika kau mengijinkan aku juga ingin minta maaf dengan Jaekyung."
"YAH! Kau pikir segalanya bisa selesai hanya dengan minta maaf, HUH?!" Siyoon mendadak emosi.
Yunho membulatkan mata sipitnya. Pemandangan seperti ini memang wajar jika mereka berada di masa lalu. Namun Siyoon yang sekarang dengan pakaian yang terkesan anggun dan tingkah laku kalem wanita baik-baik, lantas dengan tiba-tiba berteriak nyaring sambil mengacungkan jari telunjuknya tepat di depan hidung Yunho. Rasanya jika Hoya atau Jaejoong tiba-tiba keluar dari balik pintu di sebelah sana, reputasi Siyoon yang sudah menjadi seorang psikiater langsung diragukan.
"Hey.. kau tidak usah berteriak.." Yunho menurunkan jari telunjuk Siyoon dari depan hidungnya. "Aku pikir dengan penampilanmu yang sekarang kau sudah berubah menjadi gadis sungguhan. Tapi rupanya kau tetap bar-bar seperti dulu ya?"
"Jadi menurutmu aku ini gadis gadungan, begitu?"
"Aku tidak berpikir seperti itu, kau saja yang sedang jujur pada dirimu sendiri."
"APA?"
"Aish diam lah.. jika ada yang melihat kau berbuat seperti ini kepadaku mereka akan salah paham.." Yunho langsung membekap mulut Siyoon dengan telapak tangannya.
"Hmp…yah jungh…mmmmph!"
Bersamaan dengan itu, pintu depan terbuka dan menampilkan sosok Jaejoong dengan wajah yang berseri-seri.
"Yunnieee….. Joongie sudah kenyang.."
..
..
..
Ini sudah memasuki hari ke tiga sejak Siyoon datang mengaku sebagai sahabat sekaligus sepupu Yunho. Pada awalnya Jaejoong bisa menjalankan perannya seperti biasanya. Dia mampu berkelakuan ramah di depan Siyoon. Namun lama kelamaan Jaejoong merasa kesal. Pasalnya wanita asing itu mendadak jadi suka menempeli Yunho. Sejak pagi bangun tidur sampai malam hari hendak tidur perempuan bermarga Han itu selalu lengket dengan Yunho-nya. Jika mereka tidak bisa berinteraksi secara langsung Siyoon tidak akan ragu-ragu untuk menelpon Yunho.
Dan laki-laki itu pun seolah tidak punya perasaan. Bisa-bisanya dia tertawa terkekeh-kekeh hanya karena sebuah ponsel yang berisikan sebuah pesan dari Siyoon daripada melihat aksi lucu Jaejoong yang sudah susah payah dia usahakan untuk membuat perhatian Yunho teralih kepadanya. Jaejoong jadi curiga, benarkah mereka hanya sepupu atau keduanya menyembunyikan sesuatu darinya?
Aishhh dasar sialan!
"Yunnieeeeeee.." jerit Jaejoong melengking. Dia sebenarnya sudah gatal ingin melempar ponsel yang berada di tangan Yunho saat ini.
"Ya nuna?" jawab Yunho kalem seolah dia tidak sadar akan adanya kucing betina yang sedang menyembunyikan cakarnya.
"Joongie ingin makan snack pedas lagi, sekarang..!" manjanya dengan bibir cheri yang dikerucutkan.
"Lagi? tapi hari ini nuna sudah menghabiskan empat bungkus. Tidak baik jika nuna makan terlalu banyak.."
"Tapi Joongienya mau makan snack itu Yunnie, kalau Yunnie melarang Joongie makan snack kesukaan Joongie, nanti Joongienya sedih." Mata bulat itu berkaca-kaca. Membut Yunho yang sekarang sudah sepenuhnya memandang Jaejoong jadi mencelos sendiri melihatnya.
Apa yang dilakukan Jaejoong sekarang tidak beda jauh dengan kelakuan kucing kecil yang minta dipungut. Dan jika seandainya Jaejoong benar-benar berubah menjadi anak kucing, Yunho akan dengan senang hati memungutnya, membawanya ke rumah, dan mengurung si kucing kecil di dalam kamarnya.
"Aigo.. apa yang baru saja aku pikirkan?!" gerutu Yunho pelan. "Baiklah nuna, akan aku ambilkan sekarang, tapi nuna harus janji ini adalah yang terakhir.. arraseo?"
"Ne, arraseo.. Joongie mengerti.."
Setelah memastikan Yunho sudah berlalu ke arah dapur, Jaejoong langsung menendang ponsel kecil yang ditinggalkan Yunho di atas sofa yang sekarang di duduki Jaejoong.
"Dasar ponsel tidak tahu terima kasih. Jika tahu begini aku tidak akan membelimu dan menyerahkannya pada Yunho kemarin. Tega-teganya kau mengkhianatiku eoh!" dengan kesal Jaejoong memainkan ponsel yang sudah tergeletak di atas karpet itu dengan kakinya.
Begitu dilihatnya Yunho sudah kembali, dengan tergesa-gesa Jaejoong langsung mengembalikan ponsel itu ditempatnya semula.
"Nah, sekarang nuna boleh makan lagi.." Yunho pun menyodorkan sebungkus snack kesukaan sang nyonya yang sudah dia buka kemasannya.
Tetapi Jaejoong menggelengkan kepalanya. "Joongie mau disupain sama Yunnie.. hihihi.."
Yunho menghela napas panjang. Dia tidak punya pilihan selain duduk di samping sang nyonya majikan. "Ini.." Yunho mulai menyuapi Jaejoong dengan tangannya.
Jaejoong terkekeh, segera saja dia menyambar snack yang berada di tangan Yunho dengan mulut mungil miliknya. Dan disinilah rupanya Jaejoong punya maksud, dengan sengaja Jaejoong menjilat jari telunjuk Yunho.
"Aku bisa gila!" raung Yunho dalam hati. Bisa-bisanya jatungnya mendadak menjadi berdebar-debar seperti ini.
"Yunnieeeee… lagi..!" Jaejoong mencebilkan bibirnya karena Yunho seperti mematung di tempatnya.
"Nuna, nuna makan sendiri saja ya? aku mau ke kamar mandi." Tanpa menunggu jawaban dari nyonya majikan, Yunho langsung bergegas pergi dari situ. Jantungnya tidak kuat dengan kelakuan Jaejoong. Mungkin Jaejoong merasa biasa saja, namun tidak dengannya. Yunho sungguh merasa luar biasa.
Jaejoong menatap kepergian Yunho dengan murung. Disingkirkannya bungkusan snack itu ke atas meja. "Apakah aku sudah berbuat yang terlalu berlebihan?"
Di dalam kamar mandi, Yunho membasuh mukanya berulang-ulang kali. Heechul benar, dia adalah lelaki normal, dan kenormalannya inilah yang sewaktu-waktu bisa menjebol saat Jaejoong berlaku seperti tadi. Sedikit sentuhan saja bisa menghantarkan getaran yang begitu kuat, bagaimana nanti dengan sentuhan-sentuhan lainnya.
"Aissshhh aku bisa gila!" raung Yunho sambil mengacak-acak rambutnya.
..
..
..
Bibi Hwang nampak telaten menuangkan air panas dalam cangkir putih yang berisi teh di dalamnya. "Apakah nona Siyoon tidak ingin memakan sesuatu?" tanya wanita paruh baya itu kepada si tamu yang sudah datang pagi-pagi sekali.
"Terima kasih bibi, tapi aku sudah sarapan sebelum kesini," tolaknya.
"Nak Hoya sudah berangkat lima menit yang lalu. Dia bilang dia sedang punya janji dengan temannya. Jadi hari ini dia tidak bisa menemani nona Siyoon," kata bibi Hwang lagi.
"Aku sudah sempat menelponnya saat dalam perjalanan kemari. Jadi tidak apa-apa jika hari ini aku tidak bisa menemuinya. Lagipula aku sedang tidak ada keperluan dengan Hoya." Siyoon tersenyum kecil. "Ah ya, dimana Jaejoong sshi? Apakah dia sudah bangun?"
"Nyonya Jaejoong sudah bangun sejak satu jam yang lalau, sekarang nyonya sedang memberi makan ikan di kolam belakang bersama nak Yunho.."
"Benarkah? Oh ya bibi, ada sesuatu yang ingin aku tanyakan pada bibi, apakah bibi bersedia jika kita mengobrol sebentar?"
"Apa itu nona?"
"Aku ingin bertanya sesuatu tentang Jaejoong-sshi. Apakah Jaejoong-sshi sangat mencintai mendiang suaminya dulu?"
"Kebetulan untuk pertanyaan yang satu itu bibi tidak bisa menjawabnya nona Siyoon. Maaf sekali, sebab saat pertama kali bibi datang untuk bekerja disini, mendiang suami nyonya sudah meninggal. Dan kondisi nyonya sudah seperti itu. Jadi bibi tidak tahu bagaimana hubungan mereka sebelumnya," paparnya panjang lebar.
"Kalau begitu bisakah bibi menjelaskan bagaimana perbedaan sikap Jaejoong-sshi setelah dan sebelum Jung Yunho tinggal disini?"
"Kalau hal itu.. bibi pikir nyonya Jaejoong seperti mengalamai sebuah perkembangan yang baik. Karena sebelum bertemu dengan nak Yunho, nyonya terkadang sering melamun. Meski kadang nyonya senang tertawa dan bertingkah seperti anak-anak, tapi sewaktu-waktu bibi sering memergoki nyonya sedang melamun dengan tatapan kosong."
"Benarkah?"
"Ya.. selain itu kadang-kadang nyonya juga sering histeris sendiri. Jika nyonya tidak bisa tidur di malam hari, nyonya Jaejoong pasti akan histeris dan menangis. Akan tetapi setelah pertemuan nyonya dengan nak Yunho yang tidak sengaja waktu itu, entah kenapa bibi merasa nyonya seperti berbeda. Nyonya sudah tidak pernah histeris lagi. Lalu, setiap bibi melihat nyonya tertawa rasanya nyonya benar-benar tertawa begitu lepas. Dan terkadang nyonya juga suka merona sendirian."
Siyoon terdiam. Banyak dugaan yang memenuhi kepalanya.
"Dan sejak saat itu nyonya juga senang berdandan,"
"Maksud bibi?"
"Dulu apapun baju yang bibi pilih untuk dipakai oleh nyonya, nyonya tidak pernah protes. Tetapi sekarang nyonya sering memilih pakaiannya sendiri."
Siyoon mengerutkan dahinya. Jangan-jangan apa yang dikatakan Hoya memang benar jika Jaejoong sedang jatuh cinta dengan Yunho. Tapi bagaimana bisa? Bukankah Jaejoong hanya menganggap Yunho sebagai orang yang berwajah sama dengan suaminya. Jikapun seandainya Jaejoong serius dengan perasaanya itu, artinya dia tidak mencintai Yunho sepenuhnya. Namun jika Jaejoong menyukai Yunho sebagai Jung Yunho bukan sebagai bayang-bayang Lee Yunho hal itu sangat tidak masuk akal mengingat mereka tidak pernah mengenal sebelumnya.
"Baiklah bibi, terima kasih."
..
..
..
"Hihihihihi…."
Jaejoong sengaja membiarkan kedua kakinya setengah tenggelam ke dalam kolam ikan. Sekumpulan ikan Koi tiba-tiba mengerubungi makanan ikan yang mengapung tidak jauh dari kakinya membuat Jaejoong kegelian.
"Hihihi geli.. Yunnie, lihat deh, ikan-ikannya berenang di bawah kaki Joongie.." kikiknya lagi dan lagi.
Senyum Jaejoong seperti matahari. Jika Yunho memandangnya terlalu lama dia akan merasa silau. Dengan rambut blondenya yang sekarang, membuat Barbie hidup itu semakin terlihat sekian kali lipat indahnya di mata Yunho.
"Jangan terlalu lama main airnya nuna, nanti dingin loh.." Yunho mengulurkan tangannya, bermaksud menyuruh Jaejoong agar segera keluar dari kolam dangkal itu.
Tetapi Jaejoong menggelengkan kepalanya, ia mengabaikan ajakan Yunho. "Aniyo.."
"Ya sudah kalau nuna tidak mau beranjak dari situ, aku akan masuk ke dalam dan meninggalkan nuna sendirian disini."
"Andweeee…"
Yunho terkekeh melihat Jaejoong melemparkan tatapan maut ke arahnya. Mungkin niatnya Jaejoong ingin menantang Yunho dengan tatapannya. Namun bagaimana bisa Yunho merasa tertantang jika tatapan galak itu tidak ada ubahnya seperti tatapan balita yang sedang merajuk.
"Yunnie sekarang nappeun. Yunnie sudah tidak sayang lagi sama Joongie.."
"Kenapa nuna berkata seperti itu?"
"Karena sekarang Yunnie sudah punya pengganti Joongie. Joongie tidak suka sama eonni yang setiap hari minggu datang kesini untuk bertemu Yunnie."
Jaejoong memang memanggil Siyoon dengan panggilan eonni. Padahal jelas-jelas dia jauh lebih tua daripada Siyoon. Memang baik Hoya, Heechul, Bibi Hwang, serta Yunho berusaha matian-matian menutupi identitas Siyoon. Dan mereka sepakat akan mengatakan jika Siyoon adalah pacar Yunho. Namun Yunho menolaknya. Alih-alih mengatakan itu, Yunho memilih mengatakan jika Siyoon adalah sahabat sekaligus sepupunya. Sebab Yunho khawatir Jaejoong akan curiga jika ia hanya mengatakan bahwa Siyoon hanya temannya namun dia akan selalu sering berkunjung kesini. Bukankah akan sangat aneh jika teman selalu berkunjung setiap seminggu sekali.
"Siyoon itu temanku nuna.. dia sering datang kesini karena aku tidak bisa datang menemuinya. Nuna pasti melarang jika aku meminta libur. Jadi daripada aku yang pergi lebih baik jika dia saja yang datang ke sini," dalih Yunho.
"Tapi kenapa eonni itu datangnya sering sekali?"
"Sebab aku sedang punya bisnis dengannya.."
Jawaban asal-asalan Yunho membuat Jaejoong mengerung dalam hati. 'Baiklah Jung Yunho.. sekarang kau sudah mulai main rahasia-rahasiaan rupanya eum?'
"Yunho-yah.."
Siyoon menghampiri mereka. Tidak seperti Yunho yang tersenyum saat melihat Siyoon menghampiri mereka, Jaejoong justru memutar bola matanya.
'Panjang umur dia. Baru saja dibicarakan sudah muncul orangnya..'
"Bagaimana kabarmu hari ini Jaejoong-sshi?" sapanya ramah pada Jaejoong.
Dan tentu saja Jaejoong pun membalasnya dengan kalimat yang begitu manis. "Joongie baik sekali eonni. Hari ini Joongie merasa senang karena ada Yunnie di samping Joongie.."
Siyoon dan Yunho kompak terkekeh. "Bagus sekali kalau begitu.. jadi bagaimana kalau Yunnienya eonni pinjam sebentar?"
Jaejoong langsung menggembungkan pipinya. "Tidak boleh eonni, Yunnie itu milik Joongie. Jadi eonni tidak boleh meminjamnya."
"Sebentar saja kok.. tidak lama. Nanti kalau sudah, eonni akan segera mengembalikan Yunnie dalam keadaan utuh seperti semula."
..
..
..
Dibimbing oleh bibi Hwang, Jaejoong memasuki kamarnya untuk beganti pakaian karena tadi sempat basah terkena air kolam.
"Bibi.."
"Ya nyonya?"
"Joongie mau sekalian mandi.."
"Baiklah, kalau begitu biar bibi siapkan baju gantinya di atas tempat tidur ne? nanti kalau nyonya sudah selesai mandinya panggil bibi jika nyonya butuh sesuatu."
"Ne.."
Sementara itu Yunho dan Siyoon begegas menuju ruang tamu.
"Apa yang ingin kau katakan?" rupanya Yunho tidak sedang ingin basa-basi. Melihat reaksi Jaejoong yang sempat cemberut tadi, Yunho tahu jika sebenarnya Jaejoong tidak mengijinkan dia pergi dengan Siyoon.
"Aku hanya ingin mengatakannya dengan singkat. Dengar.. sepertinya Jaejoong-sshi memang benar-benar menyukaimu."
Yunho menatap Siyoon lekat-lekat, sedetik kemudian dia menghela napas panjang. "Aku tahu, dia benar-benar menyukaiku karena wajahku mirip dengan mendiang suaminya. Well, aku sudah sadar hal itu sejak lama.." ujarnya.
Siyoon menyeringai. "Bukan. Dia menyukaimu bukan sebagai mendiang suaminya. Mungkin awalnya memang dia menganggapmu sebagai bayangan Lee Yunho. Tapi sekarang dia melihatmu secara nyata. Apakah kau tidak merasakannya?"
"Merasakan apa?"
"Kau jangan pura-pura, aisshhh.."
"Yah, apa yang kau bicarakan?"
"Dia jatuh cinta padamu Jung Yunho. Jaejoong-sshi menyukaimu sebagai dirimu sendiri," terangnya. Siyoon jadi gemas sendiri melihatnya. Tidak mungkin jika Yunho tidak menyadari sikap Jaejoong yang terlihat begitu jelas. Kecuali mungkin jika Yunho adalah laki-laki yang tidak peka, itu sih keterlaluan namanya.
"Kau pasti sedang bercanda?!"
"Kau tidak percaya?"
"Tentu saja aku tidak percaya. Coba kau berpikir secara realistis. aku tidak pernah mengenal Jaejoong nuna sebelumnya. Perkenalan kami adalah saat dia dengan spontan mengakuiku sebagai suaminya ketika aku mengantarkan pesanan jajangmyeon ke rumah ini dulu. Jadi jika kau punya dugaan bahwa Jaejoong nuna menyukaiku sebagai diriku sendiri. Aku tidak akan percaya."
"Kau yang seharusnya mencoba berpikir dulu. Mungkin awalnya dia menganggapmu sebagai Lee Yunho. Namun saat dia mulai bisa membedakan, dia tetap menyukaimu. Dari cerita Heechul-sshi yang aku dengar, Jaejoong-sshi dulu memang mencintai mendiang suaminya. Namun mendiang suaminya tidak pernah merasakan hal yang sama. Jadi jika sekarang ada kau.. kau yang selalu ada di sisinya setiap hari, memberinya perhatian, dengan sikapmu yang seperti itu perempuan manapun pasti akan luluh." Siyoon mencoba meyakinkan Yunho. Namun rupanya Yunho tidak bisa begitu saja percaya.
"Tapi aku melakukan itu karena memang itulah pekerjaanku. Yah! Han Siyoon, tugasmu disini adalah melihat apakah Jaejoong nuna bisa sembuh atau tidak. Bukannya untuk melihat apakah dia jatuh cinta padaku atau tidak."
Siyoon melemparkan tatapan penuh iritasi. "Baiklah.. percuma juga aku bicara denganmu. Kau tetap tidak bisa mendengar pendapat orang lain huh?! Seandainya..ini aku bilang seandainya loh, seandainya apa yang aku duga adalah benar. Lalu kau mau apa?" tantangnya.
Sepertinya asumsinya benar, bahwa Yunho itu buta soal perasaan perempuan. Ia jadi heran sendiri bagaimana Yunho bisa berpacaran dengan mantan-mantan kekasihnya selama ini. Jangan-jangan semuanya harus dari pihak perempuan dulu yang memulai.
"Kau dan aku tentu tahu jika Jaejoong nuna itu sedang tidak dalam pikirannya yang benar. Jadi jika seandainya dia menyukaiku pun itu untuk hiburannya semata kan? Untuk kesenangan dari rasa sakit yang ingin dia lupakan dari semua kenangan tentang mendiang suaminya. Jadi jika Jaejoong nuna sudah sembuh, jika dia sudah bisa menguasai pikirannya. Dia pun pasti tidak akan membutuhkanku lagi."
Siyoon berdecak. "Kau terlalu pesimis.."
"Tidak.. justru aku sedang berusaha berpikir logis."
"Baiklah kita lupakan soal Jaejoong-sshi yang menyukaimu. Sekarang aku mau kau yang menjelaskan. Apakah kau benar-benar menyukai Jaejoong-sshi sebagai nyonya majikanmu, atau kau sudah menyukainya sebagai seseorang? Seperti seorang laki-laki menyukai seorang wanita maksudku."
"…"
"…"
"…"
"Baiklah aku tahu jawabanmu."
"…"
..
..
..
Setelah melihat Siyoon sudah melajukan mobilnya, Yunho bergegas mencari Jaejoong. Dia khawatir Jaejoong masih ngambek. Memang seperti itulah kerjaan Siyoon. Dia hanya mampir sebentar, mengamati Jaejoong, lalu pergi. Siyoon tidak mungkin bisa berlama-lama berada di sana karena semua orang takut Jaejoong akan curiga. Hoya sengaja meminta Siyoon untuk datang semingu sekali di hari libur. Dan hari ini sudah memasuki minggu kedua.
Selain Hoya yang tak pernah absen menanyai Siyoon tentang perkembangan ibunya, Heechul juga sama. Wanita itu secara tidak langsung sedang bersekongkol dengan Siyoon. Jika Siyoon berniat mengorek perasaan Jaejoong dan Yunho terhadap satu sama lain, beda dengan Heechul yang justru mengharapkan dua orang itu bisa bersama. Heechul malah berharap jika Jaejoong sungguh-sungguh jatuh cinta dengan Jung Yunho.
Bagaimana juga sebagai teman lama yang hampir tahu segalanya tentang kehidupan asmara sahabat baiknya, Heechul juga ingin Jaejoong bahagia. Sebagaimana perempuan pada umumnya yang berharap bisa mencintai dan dicintai. Melihat usia yang sudah tidak muda lagi serta statusnya yang sudah janda, tentu ada beberapa kesulitan jika Jaejoong mencari laki-laki lain.
Jadi selama Heechul tahu bahwa Yunho adalah laki-laki baik-baik serta bisa mecintai sahabatnya, dia tentu akan mendukung seratus persen. Tak masalah jika usia Yunho lebih muda dari Jaejoong atau jika Yunho hanya seorang laki-laki biasa dari kelas menengah ke bawah yang tidak punya pendidikan tinggi. Toh yang lebih kaya dan lebih bersatus sosial tinggi juga belum tentu menjamin apa-apa.
"Nuna?"
Yunho mengetuk pintu kamar Jaejoong namun tidak ada jawaban dari dalam. Karena sedikit khawatir dia pun langsung masuk karena kebetulan pintu kamar Jaejoong tidak pernah dikunci dari dalam baik siang atau pun malam hari untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu yang tidak diharapkan.
Mata sipitnya mengedar kesana kemari namun Yunho tidak menemukan Jaejoong disana. Sayup-sayup dia mendengar guyuran shower dari dalam kamar mandi. Ah…. Rupanya sang nyonya majikan sedang mandi.
Tahu bahwa Jaejoong ada di kamar mandi, Yunho merasa lega. Yunho pun mendudukan dirinya pada sofa panjang nan empuk yang menjadi tempat tidurnya disini. Namun belumlah dua detik pantatnya menempel pada sofa, Yunho hampir saja terjengkang melihat Jaejoong keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya handuk pendek yang melingkari tubuhnya.
"Y-Yunho.."
T B C
BALASAN REVIEW
miu sara: kapan-kapan XD *PLOK biarlah waktu yang menjawabnya hahahaha tuh udah dijelasin Siyoon itu siapa :D
alby: Siyoon bukan artis say. Dia tokoh imajinasi author sendiri.. soalnya ntar kalo pake artis takut artis yang bersangutan kena bash ^^V jadi kalo tokohnya ga nyata mah mau dibash mau dimaki juga ga papa.. hahaha
ruixi1: hehehe ini udah lanjut ^^
whirlwind27: iya bener, menyelam sambil minum air XDD semoga semua pertanyaannya terjawab di chap ini ^^
fera95: betul-betul…. Soal Siyoon udah dijelas di chap ini ^^ iya maaf kalo update lama ya dear.. maklum otaknya dibagi-bagi buat mikir dunia real sama dumay :D
viearashian djoniez: semoga pertanyaan kemarin bisa terjawab di chapter ini ^^
Kimikimjae: terima kasih Kimi author jadi seneng kalo ada yang suka sama ff yang ditulisnya, hehehe semangat ^^)9
oom komariah 921: di chap ini sudah kejawab ^^
Ai Rin Lee: semoga sudah jelas Siyoon itu siapa.. hehehe… oke
Min: ini udah next :D
BabyBuby: oke ^^
Danactebh: ini udah lanjut say.. yups, semangat ^^)0
hannik2206: Siyoon adalah….. semuanya jelas di chap ini kan? ^^
ichadkelpeu: peran Siyoon sudah dijelasin disini
Kakaichi: ini udah update.. fighting :D
Jung Sister: cewek? Kkkkkk.. makhluk astral? Hahaha… ga dear.. author paling ga suka kalo konfliknya runyam. Mending simpel tapi berasa.. hahahah LOL
haesyah elfishy: ini udah lanjut ^^
melee: Siyoon sudah jelas di chap ini ^^)v
sexYJae: iya tante. Lagu lama lagu dangdut XDDDDDDD
Jaenna: semoga apa yang jadi pertanyaan kemarin bisa terjawab di chapter ini :D
Wuziper: ga dear.. bukan. ^^)v
sandrimayy88: bener.. bukan genting lagi, kalo ketaunan boongnya bisa jadi gawat darurat nantinya.. Cuma, ngebuat kepergok boongnya ini yang masih dalam proses XD *pisss
Minhyunni1318: ini udah lanjut XD hwaiting ^^)9
akira lia: semuanya sudah terjawab di chap ini ^^ hehehe
RistinOk137 Suka YJ NoChangKyu: iya bener… oke :D
1004baekie: oke ^^
cha yeoja hongki: semoga udah jelas untuk pertanyaan kemarin ^^ hehehe sip
Puspita93: salam kenal juga puspita it's okay dear.. gpp JJ bakal ketauan kok.. pelan-pelan XD
ClouDyRyeoRez: eottokajo? Eottokajo? XD siapa dia udah jelas disini kan dear?
Dewi15: Siyoon itu temennya Yunho okay, ini udah lanjut..
akiramia44: soal Siyoon dijelasin di chap ini say.. oke fighting ^^)9 terima kasih kembali..
Rly C JaeKyu: hehehe.. pertanyaanya udah kejawab di cap ini eonn :D
iche cassiopeiajaejoong: hayoo mari menebak-nebak XD *dor semoga soal Siyoon udah jelas disini… hwaiting ^^)9
HunHanCherry1220: sip. Semangat :D semoga apa yang kemarin ditebak hana sudah bisa jelas di chap ini ^^ yosh, fighting!
cindyshim07: kecup balik :* yang jadi bingung kemarin udah kejawab kan di chapter ini? ^^ siiiip~ terima kasih kembali dear.. *hug
ShinJiWoo920202: ini udah dilanjut.. lumayan cepet kan? XD
Cminsa: betul banget dear XD *tos soal siapa itu si psikiater udah jelas di chap ini.. tentu semangat ^^9
1004hoteuk: okay ^^
