Disclaimer : Saya Tidak Mengakui Kepemilikan atas Setiap Tokoh Karakter dari Fanfic Ini.
Author : Hillsen
Genre : Adventure & Family
Rating : T
Pair : ?
Warning : OOC, OC, Thypo, etc
Chapter 9
"Ini pasti menyenangkan, kami dengar bahwa Uzukage akan berkunjung ke Konoha dan kami ditugaskan untuk menghabisi pemimpin desa itu. Tapi ... tak kusangka yang akan mengawalnya adalah salah satu ninja yang menjadi buronan tingakat atas di berbagai desa." Ucap Kimimaroo pada Menma yang memungut satu Kunai miliknya yang ada di batang pohon.
"Sebenarnya aku tidak peduli kalau bertemu denganmu disini, tapi sepertinya jika dilihat dari pelindung kepalamu itu ... apa yang kau lakukan sampai menjadi pengawal dan menjadi ninja Uzushiogakure?"
"Itu bukan urusanmu. Yang akan ku urus disini adalah kau yang lancang berani mencoba untuk mengincar pemimpin desa kami." Jawab Menma diikuti dengan satu gerakan siaga untuk bertarung.
"Baiklah kalau kau tidak mau berbicara."
Kreekk, kreeekk ...
Kimimaroo mengeluarkan tulang dari pundak lengan kirinya yang berbentuk tulang.
"Tsk, masih saja menjijikkan sama seperti biasanya." Hina Menma setelah melihat Kimimaroo yang mengeluarkan pedang tulangnya dari pundaknya diikuti oleh muncunya semua tulang rusuk dari dalam tubuh Kimimaroo.
TRAKKK, TRAAKKK ...
Kimimaroo maju dengan kecepatan tinggi dan menghentakkkan pedang tulang yang ada di tangan kanannya ke arah kepala Menma, namun Menma masih bisa mengantisipasinya dengan gerakan mengayunkan kunai miliknya untuk menangkis serangan Kimimaroo. Setelah gerakan cepatnya berhasil ditahan Menma, Kimimaroo mengayunkan kaki kirinya ke atas menuju wajah pemuda berambut hitam tersebut. Tapi, kali ini pun Menma masih berhasil menghindari serangan tendangan super cepat yang dilayangkan Kimimaroo dengan gerakan mundur ke belakang.
Serangan demi serangan dan kekuatan yang saling berbenturan antara satu dengan yang lain. Pertarungan yang sengit dengan menghantamkan senjata masing-masing. Kunai dengan pedang tulang-saling bentrok. Jika dilihat dalam pertarungan antara dua ninja ini, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa ninja yang mendominasi menyerang adalah pria dengan rambut putih yang menyerang dengan menggunakan tulang-Kimimaroo. Sedangkan Menma hanya fokus bertahan dan sesekali melakukan serangan balik.
Traakkk ... srettt ... sreettt ... sreett
Setelah bentrok sekuat tenaga, kedua ninja itu mundur ke belakang- mungkin untuk menghirup udara yang seakan tidak bisa didapat jika terus melanjutkan pertarungan tanpa dengan gerakan secepat itu.
"Gerakan yang hebat." Komentar Kimimaroo melihat bagaimana Menma mengantisipasi serangannya.
"Aku tidak butuh pujian darimu." Balas Menma.
Barrs ,Barss, Barss
Tanpa diduga dari dalam tanah dimana Menma berdiri bermunculang tulang-tulang raksasa yang siap menembus apapun yang ada di atasnya. Serangan yang tidak diperkirakan Menma itu membuatnya harus terkena serangan yang membuat lengan kirinya tersayat lebar.
"Hebat juga. Dia bisa mengeluarkan jurusnya hanya dengan hentakan kaki di tanah." Gumam Menma sambil memperhatikan lengan kirinya yang tersayat tulang raksasa Kimimaroo dari atas pohon.
"Bagaimana?, ini masih permulaan – berikutnya aku akan membuat tubuhmu penuh dengan lubang. Aku akan segera membereskanmu karena setelah ini aku harus membunuh Uzukage" Ejek Kimimaroo karena serangannya yang berhasil mengenai Menma dan secara berlahan tubuhnya berubah bentu memasuki mode akhir dari perubahan wujud, yaitu tubuh dengan tulang-tulang punggung yang mencuat tinggi dan tulang yang membentuk seperti bor di tangan kanannya.
"Shion-sama, sepertinya Menma sedang bertarung dengan seorang ninja. Jika saya ukur dari tingkat chakranya, ninja yang dihadapi oleh Menma termasuk Ninja tingkat elit ... dan sepertinya salah satu bunshin Menma menuju ke sini." Ucap Karin setelah merasakan adanya bentrok antara chakra Menma dengan Kimimaroo.
"Aku juga bisa merasakannya, kita harus waspada." Ucap Shion yang masih duduk dengan tenang namun siaga.
"Anoo Shion-sama, ada yang mau saya tanyakan." Ucap Karin karena merasa penasaran.
"Apa yang ingin kau tanyakan , Karin?"
"Karena baru kali ini menjadi pengawal Anda menuju ke desa lain bersamaan dengan Menma. Apa dia selalu seperti ini?" tanya Karin tanpa memalingkan wajahnya ke arah Shion, melainkan tetap dalam posisi siaga.
"Bukankah kalian ini satu kelompok?, seharusnya kau sudah tahu bagaimana dia itu, kan?"
"Bukan begitu, aku hanya penasaran saja. Ternyata tidak hanya bersama kami saja dia bersikap begitu."
"Apa maksudmu?" Tanya Shion bingung.
"Saya sangka dia bersikap berbeda kalau bersama dengan Anda karena Menma dan Anda terlihat lebih akrab dibanding dengan orang lain, tapi ternyata sama saja." Jawab Karin seolah tidak mengetahui bahwa kata-katanya itu membawa dampak buruk baginya.
BUKK
"Itaiii."
"Apa yang kau katakan, dasar BAKA. Kami tidak akrab seperti yang kau bilang itu." Kesal Shion karena mendengar penuturan Karin.
"Tapi, kan..."
"Sudah cukup..., kita harus siaga. Kau mengerti, kan?" ucap Shion dengan penekanan di akhir katanya karena tidak mau melanjutkan pemicaraan yang menurutnya itu tidak tepat unutk dibicarakan dalam situasi saat ini.
RASENGGAAAN ...
DUMMM,DUMM,DUMM
Kimimaroo terhempas karena terkena serangan bola chakra Menma hingga tercampak dan meembentur beberapa pohon hingga tumbang setelah terseret beberapa meter.
"Ternyata rasenggan tidak cukup ya." Ucap Menma setelah melihat kondisi Kimimaroo yang tidak mengalami luka yang fatal setelah terkena jurusnya.
"ughh .., ternyata kau masih tidak mau membuka celah sedikitpun untuk ku serang. Baiklah bagaimana kalau begini." Ucap Kimimaroo setelah bangkit dari posisinya yang tadi tertimpa oleh pohon.
Krekkk, Kreekkk ...
Wuzzhhh, wuzzhhh, wuzzhhh ...
Kimimaroo secepat kilat langsung menembakkan peluru-peluru tulang dari jari-jarinya. Menma yang melihat peluru-peluru tulang yang mengarah padanya secepat peluru segera menghindarinya dengan menghilang dari satu tempat ke tempat lain sambil berusaha mendekati tempat Kimimaroo berdiri. Namun Kimimaroo yang bisa mengetahui maksud dari Menma melakukan serangan jarak jauh sambil terus menjaga jarak dari Menma.
''Bocah bayangan itu memiliki gaya bertarung yang tidak bisa kubaca. Setiap gerakannya tidak ada yang sia-sia- semuanya memiliki tingkat keakuratan yang hebat. Selain itu dia juga mampu bertarung dan menganalisa gerakan ku sekaligus. Aku harus memikirkan bagaimana cara mengalahkannya.'' Batin Kimimaroo
"Dia bisa membaca maksud dari gerakan menghindarku. Baiklah, aku harus menyelesaikan ini dengan cepat."
Kunai Taju Kagebunshin no Jutsu
Menma melempar beberapa kunai menuju dua arah - atas dan depan yang mana kedua arah tersebut sama-sama mengarah pada Kimimaroo. Empat kunai itu berubah menjadi puluhan kunai yang siap untuk menyerang Kimimaroo dari dua arah.
Katon : Gokkyaku no Jutsu
Belum lagi serangan kunai sampai ke arah Kimimaroo, Menma sudah menembakkan bola api berdiameter besar ke arah Kimimaroo.
Kimimaroo yang melihat serangan beruntun itu , secepat kilat berusaha menghindar. Namun tanpa diduga semua kunai dan Bola api raksasa yang diluncurkan Menma menghilang. Kimimaroo yang melihat itu langsung waspada karena memiliki pengalaman hitam melawan musuh yang saat ini bertarung dengannya. Tak mau mengambil risiko, Kimomaroo menggerakkan tubuhnya mundur belasan meter ke belakang menjauhi tempat dimana Menma berdiri.
KRAAKKK ...
"Apa ini?! Kusoo ... "kejut Kimimaroo setelah merasakan ada yang timbul dari dalam tanah dimana dia berdiri.
GREP..ZRAASH ... BLAAR
Dari dalam tanah muncul bayangan Menma dan langsung menangkap tubuh Kimimaroo diikuti munculnya puluhan Kunai yang tadi menghilang secara serentak dan Bola api yang langsung melahap tubuh Kimimaroo yang ditahan Kagebunshin milik Menma.
"Dia termakan strategi cadanganku yang memindahkan kunai dan bola Api itu ke dimensi lain dan menimbulkannnya kembali melalui tanda segel yang ada di tubuh bunshin yang menangkapnya." Gumam Menma dengan senyum kecil sesaat dan langsung melompat ke udara sampai puluhan meter tingginya.
"Aku tahu serangan seperti itu tidak akan cukup untuk menghabisimu."
DZIINNGG ... VUNGG ...
"DAI RASENRINGU"
...
...
...
..
.
KABOOOM ...
Dalam sekejap radius lima puluh meter tempat itu rata dengan tanah disertai dengan asap tebal yang pekat diikuti debu tanah yang berterbangan ditiup angin kencang karena dampak dari jutsu milik Menma tersebut.
Bltakk
"Apa yang kau lakukan dasar bodoh. Kenapa kau mengeluarkan jutsu yang dampaknya sampai ke sini" Ucap Karin kesal karena dampak dari jutsu milik Menma yang sampai ke tempat mereka berada dan memberi tekanan ke perisai rantai chakra miliknya.
"Kan tadi sudah kuberitahu bahwa boss akan mengeluarkan jutsu itu." Balas Bunshin milik Menma marah karena dipukul tepat di kepala.
"Iya itu benar, tapi kenapa dampaknya lebih besar dari biasanya. Dan lagi kenapa jutsu itu yang kau gunakan?- kenapa bukan jutsu pelumpuh itu dan lagi biasanya kau mengatakan jutsu itu berarti antara dua jutsu itu kan. Aku jadi bingung, paham?" jawab Karin tambah kesal melihat bunshin Menma yang berusaha membela diri.
"Sudah kalian berdua hentikan. Menma coba jawab kenapa kau menggunakan jutsu penghancur itu di wilayah negara lain. Kita bisa dicap sebagai musuh yang melakukan perusakan terhadap wilayah negara Api." Kali ini Shion yang memberi komentar.
"Moshiwakearimasen Shion-sama. Tapi, berdasarkan pengalaman saya – musuh yang bos hadapi itu merupakan musuh dengan fisik yang super kuat. Dan tanpa jutsu yang memberi dampak perusak yang besar maka musuh itu tidak akan mudah dikalahkan. Dan lagi tampaknya bos tadi sudah mengurangi kekuatan dari jutsu itu kalau dilihat dari dampak kerusakan daerahnya yang biasanya mencapai radius seratus ratus meter." Jelas bunshin Menma.
"Baiklah. Karin bagaimana kondisi dari musuh?" tanya Shion untuk memastikan apakan musuh yang dihadapi Menma sudah kalah atau masih bertahan.
"Di .. dia masih hidup .. walau setelah terkena serangan fatal seperti itu ..." kejut Kunoichi berkacamata itu setelah beberapa saat mengubah chakranya menjadi sensor.
"Ada satu musuh lain yang mendekati mereka. Ini .. musuh ini bergerak cepat dan dari caranya yang mencoba menyembunyikan keberadaan chakranya, sepertinya musuh kali ini lebih berbahaya dari yang tadi." Tambah Karin setelah merasakan adanya chakra musuh yang mendekat ke arah Menma dan Kimimaroo.
Di tempat yang tidak beberapa jauh dari lokasi terjadinya pertarungan antara Menma dan Kimimaroo terlihat beberapa ninja yang sepertinya berada dalam perjalanan menuju ke arah desa Konoha.
"Lihat itu, asap tebal dari mana itu." Ucap seorang ninja dengan rambut berwarna merah muda.
"Sepertinya telah terjadi sesuatu. Apa kita akan memeriksanya?" Lanjut gadis itu.
"Kita baru saja pulang dari misi dan juga kita sudah banyak kehabisan chakra. Sebaiknya kita melapor saja terlebih dahulu ke kantor Hokage. Kita serahkan saja hal itu pada Anbu." Ucap seorang pemuda dengan gaya rambut emo.
"Tapi sepertinya disana terjadi pertempuran besar dan ada chakra aneh di tempat itu. Salah satu dari chakra yang ku rasakan sepertinya milik dari seseorang yang istimewa." Kali ini seorang gadis dengan rambut berwarna merah memberikan informasi dari apa yang dirasakannya dengan kemampuan sensor miliknya.
Gadis berambut merah muda dengan pelindung kepala Konoha yang mengarah kelangit yang membawa kantung ninja yang sepertinya lebih besar dari kantung ninja pada umumnya, seorang pemuda berambut hitam yang menyandang sebilah pedang di bagian pinggang belakangnya dan yang terakhir adalah seorang gadis yang sepertinya memiliki usia yang paling muda di antara mereka bertiga. Seorang gadis berambut merah yang mengenakan kimono oranye selutut dan celana hitam kelas jounin.
"Hm, tapi tetap saja kita harus menyerahkan hal itu pada Anbu, Mito-chan." Ucap Sasuke pada gadis berambut merah yang ternyata bernama Mito.
"Tapi ... "
"Lihat, itu sudah muncul beberapa Anbu yang sepertinya menuju kesana." Ucap Sasuke memotong kata-kata Mito setelah melihat beberapa orang Anbu berlari ke arah mereka.
"Sasuke-san, Mito-sama, dan Sakura-san apa kalian melihat ledakan kuat baruasan?, sebaikanya kalian segera kembali ke desa karena Hokage mengatakan pada saya untuk mengatakan bila bertemu dengan Anda agar segera menghadiri rapat mendadak beberapa saat lagi. Jadi Anda bertiga harus segera ke desa karena para tetua desa dan Hokage sudah memulai pertemuan." Jelas salah seorang dari beberapa Anbu setelah sampai di tempat Sasuke dan teman-temannya berdiri. Setelah menjelaskan semuanya para Anbu itu segera bergerak menuju ke lokasi terjadinya ledakan itu.
"Sebenarnya apa yang terjadi?!" ucap Sakura bingung melihat gelagat dari para Anbu tersebut.
"Yang penting kita harus segera kembali ke desa untuk memastikan sebenarnya apa yang terjadi." Kata Sasuke lalu segera berlari menuju ke Konoha diikuti oleh kedua temannya.
"Uhuk, uhuk, ughhhh ... " terdengar suara kesakitan dari seseorang dari balik kepulan asap yang baru saja menghilang beberapa saat lalu yang diakibatkan oleh ledakan jutsu milik Menma.
"Dia menyerang tanpa memberikan ku kesempatan untuk meghirup udara." Geram Kimimaroo yang terlihat sebagian tubuhnya hancur.
"Tak, kusangka dia bisa menghancukan pertahanan super kuat Kimimaroo dan juga proses regenerasi super cepat yang ditanamkan menjadi sangat lambat. Sepertinya kerusakan yang ditimbulkan oleh jutsu tadi sangat berbahaya." Gumam ninja berkacamata yang menopang tubuh Kimimaroo yang sudah hancur sebagian.
"Tak kusanga kau memiliki kekuatan Regenerasi seperti itu. Berterimakasilah pada orang yang memasang kekuatan regenerasimu itu, kalau tidak pasti kau sudah mati karena terkena serangan barusan." Ucap Menma sambil terus memperhatikan ninja berkacamata yang tampaknya berbahaya itu.
"Onoreee ..! akan kubunuh kau, beraninya kau melakukan hal ini padaku. Menyerangku seperti kesurupan tanpa memberi jeda waktu sedikitpun, apa kau tidak tahu yang namanya pertarungan yang sejati, brengsek!" geram Kimimaroo setelah mendengar kata-kata Menma.
"Tenangkan dirimu, Kimimaroo. Dia hanya mau menyulut emosimu lagi. Kita harus mundur karena sepertinya beberapa Anbu Konoha menuju kesini." Ucap ninja yang menopang Kimimaroo.
"Apa kau minta dikasihani oleh musuhmu?, seharusnya kau lebih tahu dariku bahwa dunia shinobi bukanlah dunia yang kau sebut sejati. Jadi jangan menggunakan kata-kata bersih tersebut untuk dunia yang kotor ini." balas Menma.
"Kita akan bertemu lagi bocah sialan. Dan saat itu sebaiknya kau bersiap untuk mati." Ucap Kimimaroo kesal.
"Kau mau melarikan diri, ya?. Memalukan sekali untuk seorang ninja, tapi jangan harap aku akan membiarkan kalian lolos." Menma berusaha memancing emosi Kimimaroo, tapi sepertinya tidak berhasil karena ninja berkacamata itu menahan Kimimaroo.
"Apa kau yakin ingin melanjutkan pertarungan ini? aku bisa saja membawa pertarungan ini ke tempat dimana kage mu berada dan itu pasti akan menjadi ancaman cerius, ditambah para Anbu Konoha yang mungkin saja ikut bertarung. Apa kau yakin ingin melanjutkan pertarungan ini?" pancing Ninja berkacamata itu.
"Jangan harap aku bisa termakan omong kosongmu... aku akan menhabisi kalian disini." Ucap Menma sambil mengambil posisi siap menyerang.
"Tapi, sepertinya kami harus pergi." Ucap teman Kimimaroo lalu dalam sekejap menjadi kepulan asap.
"Sial... aku tidak bisa mendeteksi chakra mereka. Andai saja Karin ada disini." Kesal Menma melihat lawannya yang kabur.
"sebaiknya aku segera ke tempat mereka berada." Menma segera berlari menaiki tempat yang menjadi lembah kecil tersebut menuju ke tempat Shion dan Karin yang bersama dengan bunshinnya.
Dalam beberapa saat Menma sudah sampai di tempat Karin dan Shion berada. Menma mengalihkan pandangannya ke arah bunshin yang bersama dengan kedua gadis itu lalu mengeleng kecil.
"Apa yang kalian lakukan pada bunshinku sampai babak-belur begitu?" tanya Menma datar pada kedua gadis itu.
"Aku menghajarnya karena kau berbuat sesuka hatimu dalam bertarung tanpa memperdulikan apa yang akan terjadi pada daerah yang ada di sekitarmu." Jawab Karin kesal karena dia merasa bahwa kata-kata Menma barusan ditujukan padanya.
"Tapi aku kan sudah memberi tahukan pada bunshinku bahwa aku akan megeluarkan jutsu itu." Sangah Menma.
"Nah, lihat.? Aku tidak tahu yang kau maksud dengan jutsu itu. Biasanya kau mengatakan jutsu itu berarti jutsu suriken aneh itu , tapi sekarang kau menggunakan jutsu bola cincin itu."
"Jadi apa maumu?"
"Kalian berdua hentikan. Sepertinya ada beberapa ninja dan dilihat dari tipenya berbeda dari ninja sebelumnya. Tipe ini adalah tipe Anbu negara Api." Ucap Shion menghentikan perdebatan antara Karin dan Menma. Walau tidak memiliki kemampuan sensor sekaliber Karin namun Shion termasuk tipe ninja sensor dlaam jajaran atas.
"Tsk, Kunai milikku yang layak digunakan tersisa satu unit. Ternyata tulangnya keras sekali sampai membuat kunai-kunaiku rusak." Gumam Menma sambil memperhatikan Kunai satu-satunya yang masih tersisa dan layak digunakan dalam pertarungan.
TAP,TAP,TAP
"Jatuhkan senjata kalian dan membungkuk ke tanah. Pasti kalian yang membuat kerusakan di daerah sekitar kan?" perintah salah satu Anbu Konoha yang muncul di depan para Ninja Uzushogakure tersebut.
"Tenang dulu, kami han ... "
"Turuti apa yang ku katakan tadi!" perintah Anbu Konoha pada mereka dengan nada keras sambil memasang kuda-kuda menyerang.
Menma memperhatikan para Anbu Konoha itu satu demi satu. Dilihat dari chakra mereka seperti tidak ada yang dikenalinya dari antara mereka. Sepuluh Anbu yang saat ini sedang mengepung mereka ditambah yang saat ini bersembunyi.
"Oi, oi, oi ... kami han ... "
Syat, syat, syat ...
Tiba-tiba muncul dari persembunyiannya tiga Anbu Konoha menyerang Menma, Shion dan Karin.
DRAAKKKK
Namun, rantai chakra milik Karin tidak kalah cepat menahan pergerakan ketiga Anbu Konoha yang berniat menyerang mereka. Melihat bahwa ninja-ninja yang ada di depannya melakukan perlawanan ketujuh Anbu lainnya mulai mau bergerak.
"Sebaiknya kalian tidak bergerak kalau mau hidup lebih lama. Dan lagi kami ini ninja Uzushiogakure dan gadis berambut pirang itu merupakan Uzukage. Apa kalian berniat memulai peperangan antara Uzushiogakure dengan Konohagakure?" sebelum tujuh Anbu Konoha tersebut melakukan penyerangan, tiba-tiba lima bunshin Menma menghentikan pergerakan mereka dengan mengarahkan mata kunainya di leher masing-masing Anbu Konoha tersebut.
"Se, sejak kapan dia?" gumam salah satu Anbu Konoha terkejut.
""Baru saja semenjak kalian mau maju menyerang." Seakan tahu isi pikiran dari Anbu Konoha tersebut, Menma berkata-kata.
"Nah, apa sekarang kita bisa bicara?" Tanya Menma meminta kepastian.
Para Anbu Konoha tersebut mengangguk setuju setelah mengetahui bahwa ninja yang berdiri di depannya adalah ninja Uzushiogakure dan salah satu di antara mereka adalah seorang Kage. Salah seorang Anbu merogoh kantung senjatanya dan mengeluarkan sebuah buku dan membalik beberapa lembar dan menemui foto dari Uzukage yang saat ini berdiri di depannya.
"Tampaknya mereka memang dari Uzushiogakure." Anbu itu memberitahu teman-temannya.
"Maafkan atas ketidak sopanan yang tadi Anda lihat Uzukage-sama." Ucap salah satu Anbu yang sepertinya ketua dari regu itu.
"Tidak apa-apa. Mungkin jika kami ada di posisi kalian maka kami akan melakukan hal yang sama." Ucap Shion.
Kelima bunshin Menma menghilang saat Menma yang asli memberi anggukan yang menandakan bahwa mereka sudah boleh pergi, dan Karin melepaskan ikatan rantainya dari ketiga Anbu Konoha yang sebelumnya diikat oleh rantai chakra miliknya.
Suasana di tempat itu yang tadinya tegang sedikit demi sedikit mulai mencair. Menma mewakili Shion berbicara mengenai maksud dan tujuan dari kunjungan mereka ke Konoha. Ditambah juga beberapa kata yang diucapkan oleh Shion yang semakin menguatkan kata-kata Menma. Sedangkan Karin masih fokus mengamati aliran chakra milik kesepuluh Anbu Konoha yangada di depan mereka saat ini. Karena apabila mereka mau melakukan hal buruk lagi, maka akan ada pergerakan chakra yang terjadi di aliran chakra di tubuh mereka.
"sebaiknya kalian tidak melakukan sesuatu yang dapat membahayakan nyawa kalian sendiri karena aku mengamati aliran chakra kalian yang berubah saat melakukan hal-hal bodoh." Karin memberikan peringatan terhadap Anbu Konoha yang saat ini ada di depang mereka.
"Jadi, untuk apa Baa-chan memanggil kami?" tanya Mito pada Tsunade yang baru saja selesai melakukan pertemuan darurat.
"Sabaku no Gaara – Kazekage dari Sunagakure diculik oleh Akatsuki. Jadi aku memerintahkan kalian untuk melakukan misi penyelamatan ... Naruto, Sasuke Uchiha, Mito, Sakura dan Kakashi." Ucap Tsunade pada ninja-ninja yang saat ini berdiri di depannya.
"Jadi, sekarang seorang Anbu diikutkan dalam misi kali ini ya?, tidak seperti biasanya." Ucap Sasuke terdengar seperti mengeluh dan menyindir.
"Ya, mengingat bahwa musuh yang akan kalian hadapi adalah ninja buronan dengan level tinggi yang sangat dicari di negara elemental." Terang Tsunade seolah menganggap pertanyaan dari Sasuke adalah pertanyaan yang serius, walaupun dia tahu bahwa Sasuke menyindir Naruto yang selama ini hanya melakukan misi dalam Anbu.
"Nii-san akhirnya kita bisa melakukan misi bersama-sama lagi." Ucap Mito senang karena selama ini dia berada di luar Konoha melakukan perjalanan dengan Jiraya dan saat pulang beberapa minggu yang lalu Naruto masih sibuk dengan misinya sebagai Anbu.
"Hehe, benar juga. Sudah lama sekali ya.." jawab Naruto sambil mengelus puncak kepala Mito.
"dan Kakashi kau sebagai ketua dalam tim ini harus bisa memutuskan hal yang bijak, mengingat kalian akan menghadapi Akatsuki." Ujar Tsunade pada Kakashi yang berdiri di sebelah Naruto.
"Ha'i Hokage-sama."
Setelah ketiga ninja Uzushiogakure yang dikawal oleh beberapa Anbu Konoha sampai di depan pintu gerbang masuk desa Konoha, para Anbu yang tadinya bersama dengan mereka segera pergi dan meninggalkan mereka yang saat ini melapor kepada penjaga pintu gerbang masuk Konoha.
"Wahh, kita sudah sampai di Konoha." Ucap Karin yang sudah sampai bersama dengan Menma dan Shion.
"Sebaiknya kalian segera melapor ke kantor Hokage." Ucap salah satu ninja yang menjaga pintu gerbang masuk Konoha.
"Baik, kami akan segera menuju ke kantor Hokage." Ujar Menma lalu pergi menuju ke kantor Hokage bersama dengan Shion dan Karin.
.
.
.
.
.
T.B.C
A/N
Terima kasih bagi teman-teman yang masih mau membaca cerita yang saya buat ini. Maaf karena sebelumnya tidak bisa menjawab pertanyaan dari kawan-kawan sekalian. Disini saya ingin mengucapkan banyak terimakasih bagi teman-teman yang memberi saran dan yang meninggalkan jejak melalui review. Saya sengaja membuat cerita ini di skip pada saat pertarungan yang terjadi di chapter 7 karena beberapa pertimbangan, tapi tenang saja semuanya akan terjelaskan melalui setiap chapter yang bila akan keluar nantinya, tidak melalui balasan riview. OK?
Saya harap chapter ini tidak membosankan karena penjelasan mengenai pertarungannya yang tidak bagus dll.
Oh iya satu lagi, saya minta maaf juga karena banyaknya kesalahan PENULISAN yang menmbuat kawan-kawan sekalian bingung di di chapter sebelumnya maupun mungkin di chpter ini juga ada ( kebanyakan minta maaf saya, ya? haha ...)
Ok...
SANKYUU
R
E
V
I
E
W
