Disclaimer : Saya Tidak Mengakui Kepemilikan atas Setiap Tokoh Karakter dari Fanfic Ini.

Author : Hillsen

Genre : Adventure & Family

Rating : T

Pair : ?

Warning : OOC, OC, Thypo, etc

Chapter 10

X

X

X

X

X

X

o-o

Dalam kantor hokage saat ini terdapat empat orang yang terdiri dari Hokage Tsunade, assisten shizune, Uzukage Shion dan Karin. Mereka tampaknya serius sedang membicarakan sesuatu yang sangat penting.

"Sebenarnya kami ingin membantu, mengingat bahwa kita berasal dari darah yang sama ditambah kita memiliki musuh yang sama, yaitu Otogakure." Suara Tsunade memcah keheningan yang sesaat tadi merambat di ruangan itu.

"Jadi, kenapa kau tidak mau menyetujui proposal yang kami ajukan?" Tanya Shion.

"Itu karena wilayah Uzugakure sekarang berada di dalam kekuasaan Kumogakure. Hal yang kami lakukan nantinya akan memancing ketidaksenangan dari Raikage. Maaf tapi, kami tidak dapat melakukan apa yang kau minta." Jawab Tsunade prihatin.

Shion sebenarnya sudah sangat marah, namun dia masih bisa menahan kemarahannya pada saudara jauhnya itu. Sebagai seorang Uzukage dia memang harus bisa menguasai dirinya untuk tidak melakukan kebiasaan yang sering dilakukannya di desanya.

Dia berdiri dari kursi yang didudukinya hendak keluar dari ruangan yang saat ini dirasanya menjadi empat kali lebih panas dari sebelumnya.

"Maaf tidak bisa membantumu Shion, tapi aku berjanji akan melakukan pengamatan serius terhadap Otogakure. Segala gerak-gerik desa itu akan kusampaikan pada kalian melalui Anbu." Tawar Tsunade pada Shion untuk memberi jalan tengah.

"Baiklah."

"Hei, kau bisa tinggal disini beberapa hari mengingat kau sudah tidak pernah lagi mengunjungi Konoha."

"Maaf, tapi saya tidak bisa berda disini berlama-lama karena situasi desa kami dalam keadaan genting." Ujar Shion lalu keluar dari ruagan Hokage itu bersama dengan Karin.

.

.

.

.

TRANK TRANK TRANK

"Apa maumu orang asing." Ujar seorang wanita bersurai merah muda.

"Tidak ada aku hanya mau melihat sekuat mana ninja Konoha."

Di daerah pinggir desa Konoha yang biasanya dijadikan tempat berkumpulnya para rokkie 12 sekarang ini terjadi pertarungan yang disebabkan oleh seorang pria bersurai hitam acak-acakan.

"Namaku bukan orang asing, tapi Menma."

"Tatapan kosong apa itu?!" gumam Shikamaru melihat lawan mereka.

Lima ninja Konoha yang berada disana saat itu hanya memasang sikap waspada mengingat mereka tidak mengetahui siapa sebenarnya pria yang saat ini berdiri di hadapan meeka itu. Mito, Sasuke, Kiba, Shikamaru, dan Sakura.

"Baiklah kalau itu maumu, aku akan menunjukkan betapa menakutkannya ninja Konoha terutama klan Uchiha." Sasuke yang sedari tadi hanya berdiam diri saja maju ke depan teman-temannya menatap Menma dengan Sharingannya.

"Sharingan, Ka? Aku jadi bersemangat..." Ucap Menma meremehkan.

TRAANKK TRANKK TRANKK

Sasuke melesat dengan cepat menggunakan sunshin dan menerjang Menma dengan hantaman kunai, namun masih bisa ditahan dengan mudah oleh pemuda asing itu.

"Kau boleh juga." Ucap Sasuke menyeringai.

Sasuke melayangkan tumit kaki kanannya ke arah wajah pria di depanya itu setelah berhasil mengambil jarak.

Menma memiringkan sedikit tubuhnya ke kanan untuk menghindari tendangan super cepat yang dilancarkan pria Uchiha di depannya itu. Bersalto ke belakang, Menma melempar beberapa shuriken ke arah Sasuke yang berubah menjadi puluhan shuriken.

Shuriken Kage Bunshin no Jutsu

TRANKK TRANKK TRANKK

Sasuke yang melihat itu mengulurkan tangannya ke pinggang belakang dan mengeluarkan pedang Kusanagi miliknya untuk mementahkan segala shuriken yang mengarah padanya.

Sesudah berhasil mementahkan serangan Menma, Sasuke menerjang tanpa kenal ampun. Baku hantam antara pengguna pedang dan kunai itu berlangsung sangat cepat.

"Apa kau yankin kita tidak membantu Sasuke-kun?" Tanya Sakura pada Mito.

"Tidak, aku yakin. Lagipula aku merasakan sesuatu yang aneh yang tidak bisa kugambarkan pada orang yang saat ini bertarung dengan Sasuke Nii-san." Jawab Mito tanpa mengalihkan pandangannya pada dua sosok yang saat ini bertarung di depannya.

"Hah, kali betul-betul merepotkan." Komentar Shikamaru.

Gatsuga

Blarr

Tiba-tiba Kiba maju menyerang Menma yang berhasil menghempas tubuh Sasuke ke samping. Merasa serangannya gagal mengenai sasaran yang diincarnya, Kiba mengarahkan direkasinya ke atas tubuhnya dan melihat Menma berputar sangat cepat di udara seperti mau melancarkan serangan padanya.

Blazt

.

.

" Hampir saja aku terkena teknik merepotkanmu itu." Ucap Menma memandang Shikamaru yang telah mengeluarkan Jutsu bayangan miliknya untuk menahan Menma yang akan menyerang Kiba.

"Sejak kapan dia ada disana?!" gumam kelima ninja itu setelah melihat bagaimana seharusnya Menma yang masih berada di udara terkena jurus pengikat bayangan Shikamaru, namun tiba-tiba hilang dari tempatnya.

"Kalian memiliki kejasama tim yang sangat bagus." Puji Menma namun terdengar seperti hinaan bagi para ninja Konoha yang berada disana.

DUMMM

"Dia berhasil menghindar?" gumam terkejut Sakura melihat serangannya gagal mengenai sasaran.

"Kau itu benar-benar seperti hewan buas saja, menyerang membabi-buta seperti itu."

Para ninja konoha itu melihat Menma yang saat ini berdiri di atas batang pohon yang berjarak sekitar beberapa meter dari mereka dengan satu tangannya yang menempel pada batang pohon dan satunya lagi memegang wajahnya yang tampak seperti berpikir.

.

"Hm, sepertinya pertarungan kita ini harus kita tunda. Untuk sementara ... pertarungan ini ku anggap imbang."

"Apa?! Jangan bercanda kau, ini masih ... "

"Kenapa kau hanya diam saja? Aku yakin kalau kau ninja yang hebat." Mendadak Menma sudah berada sisi sebelah Mito memegang puncak kepala gadis itu.

BLAARRRRR

Hantaman tiba-tiba dari Susano'o milik Sasuke mengenai tubuh Menma dengan telak sehingga membuatnya terbentur dengan pohon yang berjarak beberapa meter.

"Yeah, kali ini kau baru tahu rasanya." Ejek Kiba semangat melihat bagaimana tinju tangan kanan tengkorak dari Susano'o Sasuke dengan telak mengenai pria asing yang mencari masalah pada mereka.

"Sasuke-kun kau memang hebat." Teriak Sakura.

"Merepotkan, kau tak harus sampai menggunakan Susano'o ... Tapi yasudahlah." Komentar Shikamaru bosan.

Mereka berlima melihat ke asap dan debu yang berlahan-lahan menghilang sampai mereka melihat sosok dari pria asing yang bernama Menma itu berdiri tanpa lecet sedikitpun.

"Bagaimana bisa?!" batin mereka bersamaan.

Sasuke kembali mengeluakan Susano'o miliknya berniat untuk kembali menyerang, namun dia melihat bagaimana Menma bersalto kebelakang mengambil jarak lalu mengucapkan bahwa dia memiliki keperluan lain, sehingga dia harus pergi.

"Cih, dia kabur." Umpat Sasuke.

"Seharusnya kau tidak perlu menggunakan Susano'o, mengingat kalian sebentar lagi akan menjalankan misi Sasuke." Nasihat Shikamaru.

Mito, Sasuke dan Sakura sedang menunggu kehadiran dari Kakashi dan Naruto di daerah pinggir desa itu untuk menjalankan Misi menyelamatkan Kazekage Gaara, namun sedari tadi mereka tidak melihat kemunculan sosok tersebut melainkan kemunculan pria asing yang muncul tiba-tiba itu.

"Siapa sebenarnya dia itu." Ucap Kiba dengan nada jengkel.

"Mito kenapa tadi kau tidak ikut membantu?" Tanya Sakura sedikit bingung pada gadis bersurai merah keoen-orenan itu.

.

.

.

.

.

.

Sementara itu terlihat Menma berada di suatu tempat bersama dengan Shion dan Karin yang tampak seperti sedang membicarakan sesuatu.

"Darimana saja kau Naruto?" tanya Karin pada pemuda yang tadi menghilang tanpa memberitahu terlebih dahulu itu.

"Aku hanya melihat-lihat sebentar, apakah ada sesuatu yang mengancam kebaradaan kita disini atau tidak." Jawabnya berbohong dengan tampang tak besalah.

"Jadi ada apa sampai melakukan jutsu telepati untuk memanggilku?" Tanya Menma.

"Sebenarnya ..."

"Sebenarnya aku baru saja mengetahui sebuah informasi mengenai kejadian buruk yang menimpa Kazekage yang diculik oleh Akatsuki. Ini mungkin sesuatu yang sangat berguna bagi desa kita apabila kita menyelamatkan Kazekage." Jelas Shion yang memotong kalimat Karin sebelumnya.

"Jadi kita harus berangkat dan menyelamatkan Kazekage?" ulang Menma.

"Sebelumnya Hokage mengatakan bahwa kita bisa ambil bagian dalam misi penyelamatan ini dan menjalin kerjasama yang kuat denga desa pasir..."

"Baiklah aku akan pergi." Potong Menma.

"Kau dan Karin akan menjalankan Misi ini."

"Tidak, aku sendiri saja sudah cukup. Lagipula aku bersama dengan ninja Konoha, kan? Ditambah seharusnya ada yang mengawal mu disini. Baiklah, aku pergi ... " Sanggah Menma lalu segera meninggalkan tempat itu.

"Tsk, dia selalu saja seperti itu. Berbuat seenaknya." Komentar Karin melihat Menma memutuskan seenaknya dan langsung pergi.

Shion hanya tersenyum melihat bagaimana tingkah dari bawahannya itu. Dia sebenarnya sudah mengetahui apa yang sebenarnya terjadi pada pemuda itu, ditambah sebenarnya dia memiliki hubungan darah yang sama dengan pemuda itu.

Dia mengingat bagaimana kuatnya pemuda itu sampai-sampai dia yakin bahwa yang seharusnya memimpin desa mereka adalah Menma sendiri- dan bukan dirinya.

Dia mempercayai pemuda itu lebih dari dirinya sendiri.

"Kita serahkan saja padanya." Ucap Shion lalu memasuki Sebuah gedung penginapan yang ditunjuk oleh Hokage sebagai gedung penginapan bagi para petinggi.

.

.

.

.

"Tak kusangka aku akan mendapatkan kesempatan mengambil chakra Ichibi kali ini, aku harus medapatkannya untuk menyempurnakan. Kyuubi, Sanbi, Yonbi, Rokubi dan sekarang Ichibi... khukhukhu ..." ucap Menma setelah mengetahui bahwa dia mendapat kesempatan untuk mendekati Ichibi dari Misi yang diterimanya kali ini.

Setelah keluar dari lingkungan itu, dia menelusuri jalan-jalan desa konoha dengan berlari lalu melompat ke atas sebuah menara.

"Menurut perkataan dari Madara Shisou aku akan menemukan kelengkapannya di kuil klan Uchiha, kuil NAKANO. Aku harus cepat ..." Menma melesat menyusuri atap demi atap rumah menuju ke tempat atau daerah klan uchiha.

Setelah melihat bahwa dia sudah dekat dari tempat yang menjadi tujuannya, Menma memperlambat gerakannya sampai akhirnya memutuskan turun dari atas bangunan dimana tempatnya berdiri.

"Daerah ini sepi sekali." Gumamnya.

Tubuh pemuda itu berubah menjadi transparan setelah membuat beberapa segel tangan sehingga membuatnya tidak dapat terlihat oleh orang lain.

"Dengan begini aku bisa dengan bebas bergerak."

Pemuda itu menghilang dengan sunshin hingga akhirnya dia sampai di kuil yang dituju olehnya.

Dia melihat beberapa orang dari klan Uchiha berada di daerah itu, namun dia sedikit heran melihat bahwa klan yang dulunya terbilang cukup banyak itu terlihat sedikit dari seharusnya.

Tidak mau terlalu memikirkan hal yang dianggapnya tidak begitu penting itu, Menma segera measuki kuil itu dengan mudahnya.

"Seharusnya disini terdapat suatu segel yang hanya bisa dibuka oleh klan uchiha." Gumamnya setelah berhasil sampai di depan tempat rahasia klan uchiha tersebut.

Membuat beberapa segel tangan lalu menghempaskannya ke atas tempat segel itu berada sampai akhirnya pemuda itu berhasil memasukinya tanpa ada seorangpun yang mengetahuinya.

"Tak penah kusangka akan semudah ini." gumamnya setelah beberapa saat melakukan sebuah jutsu untuk memecah genjutsu tempat itu dan menemukan apa yang dicarinya.

HIRAISHIN

Pemuda itu menghilang dari kuil itu tanpa meninggalkan jejak sedikitpun sedetik setelah menggumamkan kata tersebut.

.

.

.

.

.

Sunagakure

"Karena namaku dikenal oleh semua orang dan sampai pada anak sepertimu. Adalah suatu kehormatan..." ucap Sasori yang berada dalam boneka Kugutsu.

"Kau meninggalkan desa Suna... lebih dari 20 tahun yang lalu! Kenapa!?" tanya Kankurou.

"Apakah penting bagi orang yang akan segera mati, menanyakan hal seperti itu?" ucap Sasori.

Dari ujung ekornya yang tajam dan runcing itu menetes racun.

Di sebuah kedai di suatu tempat, dan disitu seorang wanita sedang duduk, yang tak lain adalah Temari. Disampingnya telah ada segelas minuman dan juga makanan. Ia hendak merai gelas itu, tapi tiba-tiba gelas itu retak, memunculkan suatu pertanda yang tidak baik yang terjadi.

"..." Temari terdiam.

"Aku tidak percaya hal semacam ini, tapi..." pikir Temari, ia merasakan sesuatu yang buruk telah terjadi.

"...Aku punya firasat buruk" pikirnya.

.

.

.
Di tempat Kankurou, ia mencoba menggerakan bonekanya dengan jari-jari tangannya yang terhubung dengan benang chakra. Kepala boneka yang ia gerakan mencoba menyerang Sasori, tapi dengan sekali hempas ekornya, kepala boneka itu terlempar. Tapi tiba-tiba, dari arah sebaliknya melesat sebuah tangan boneka yang sudah dipasangi oleh pisau tajam, tangan boneka tidak mengenai Sasori, karena Sasori segera mengangkat kepalanya. Tapi, tangan itu berhasil merobek masker Sasori.

Kankurou mencoba menggerakan tangan itu, tapi ia sudah tidak bisa bergerak karena racun itu. "Rupanya racun sudah menjalar..." ucap Sasori sambil mengarahkan ekornya.

"Fufu, sepertinya kau sangat menderita. Kalau kau ingin hidup, aku tidak perlu membunuhmu disini. Lagipula, racun itu akan membunuhmu dalam 3 hari" ucap Sasori, ia memasukkan kembali ekornya.

"Gaara..." Kankurou perlahan-lahan menutup matanya.

"Sial..." ucapnya.

((((o)))) ((((o))))

Desa Konoha

Di pintu gerbang desa Konoha, Naruto dkk telah bersiap untuk pergi ke desa Suna.

"Baiklah... Ayo kita pergi!" teriak Mito bersemangat.

"Baik, Tsunade-sensei, kami akan segera pergi!" ucap Sakura pamitan.

"Yah..." ucap Tsunade.

Iruka yang juga berada disana diam sebentar, lalu menberi semangat.

"Lakukan yang terbaik!" ucap Iruka.

"Yaa!" ucap Mito. Mereka pun perlahan-lahan meninggalkan Konoha untuk menjalani misi pertama mereka.

Boft...

Tiba-tiba, Jiraiya datang dan tepat di depan Mito dkk.

"Yo! Melaksanakan misi, eh Mito?" ucap Jiraiya.

"Yaa Petapa Genit!" ucap Mito.

"Sudah berapa kali ku katakan jangan panggil aku petapa genit." Ucap Jiraya menarik pipi gadis itu.

Jiraya mengalihkan pandangannya dan terkejut mendapati Uzukage berada di antara orang yang ada disana.

"Ah, Uzukage- Dono aku tidak tahu kau ada disini." Ucap Jiraya lalu berjalan ke arah Tsunade.

"Um, yang lebih penting. Tsunade, sesuatu yang telah mengerikan telah terjadi. Kazekage desa Suna..."
"Aku sudah tahu..." ucap Tsunade memotong perkataan Jiraiya.

"Aku sudah mengirimkan orang kesana sekarang!" ucap Tsunade.

"Apa yang kau lakukan, kau tahu kan Akatsuki dan Mito?" bisik Jiraiya.

"Mito, kemari sebentar!" panggil Jiraiya.

"Hm?"
"Berhati-hatilah menghadapi Akatsuki" ucap Jiraiya.

Mito terdiam, lalu berkata.

"Mereka akan mendapat sesuatu ketika melawanku. Sekarang, aku akan datang kepada mereka" ucapnya.

Kakashi an yang lainnya hanya terdiam yang mendengar itudan tersenyum melihat bagaimana semangatnya muridnya itu.

"Yaa, kau sudah lebih kuat dan juga semua... Tapi. Ketika kau merasa kalau kau sudah kehilangan kendali, mendapat suatu pegangan padamu dan lalu kau membuat kekacauan. Terlalu cepat bertindak adalah kebiasaan burukmu" ucap Jiraiya.

Mito yang mendengar perkataan shisounya itu hanya diam.

"Aku tahu kau mengetahuinya, tapi... Jangan gunakan itu" bisik Jiraiya.

Terdiam sebentar, lalu berkata, "Aku tahu..." ucap Mito.

Lalu, Jiraiya berlari ke arah Kakashi. "Kakashi... Yakinkan Mito untuk tidak melakukan hal yang bodoh. Semuanya kupercayakan padamu" ucap Jiraiya.

"Yaa!" ucap Kakashi, sambil tersenyum.

Jiraiya khawatir dengan monster didalam tubuh yang mungkin keluar ketika Mito bertemu Akatsuki. Jiraiya mempercayakan semuanya pada Kakashi. Jiraya melihat sebentar ke arah Naruto lalu kembali melihat Mito.

Tiba-tiba, Mito segera berlari. "Nii-san, Sasuke nii, Kakashi-sensei, Sakura-chan, ayo kita pergi!" teriak Mito.

"Tu-tunggu sebentar Mito!" teriak Sakura.

"Sampai jumpa, yaa!" ucap Kakashi melambaikan tangan.

"Geez..." ucap Jiraiya.

Iruka yang juga berada disana hanya diam.

"Cemas?" ucap Tsunade.

"Heh, dia bukanlah shinobi lemah yang harus aku cemaskan. Begitu juga Sakura..." ucap Iruka. "Dewasa... adalah hal yang aneh"

"Jadi, dimana ninja yang kau bilang akan ikut bersama dengan mereka itu?" tanya Tsunade pada Shion yang berdiri merapat pada pintu gerbang konoha.

"Karin." Ucap Shion.

"Dasar, Shion-sama dia menggunakan penghalangnya lagi pada sensorku, tapi aku masih bisa melacaknya. Dia juga berada bersama dengan rombongan itu."

Tsunade melihat ke arah Karin, dia tidak mengetahui bahwa kunoichi berambut merah itu adalah ninja dengan kemampuan sensor. Memang sedari tadi dia bingung melihat tingkah ninja yang berdiri disebelah Shion itu menutup matanya sambil mengeluarkan kata-kata umpatan.

"Jadi, kapan kalian tiba di Konoha Uzukage-Dono?" tanya Jiraya mendekat ke arah shion.

"Beberapa jam yang lalu."

"Apa ninja yang bersama denganmu dan sekarnag ikut dalam misi ini merupakan ninja yang kuat?" tanya Tsunade berseloroh.

"Dia lebih kuat dari semua ninja yang ada disini dan dari semua ninja yang menjalankan misi itu." Jawab Shion sambil tersenyum.

"Begitu ya..." Ucap Tsunade singkat.

.

.

.

.
_

Sunagakure

Di tempat itu, Kankurou yang telah dibawah oleh shinobi bantun, kini sedang terbaring lemas.

"Ini racun baru. Kami belum menemukan jenis penawar racun ini. Jika kita cepat-cepat... Dia masih bisa diselamatkan. 2...3 hari adalah batas waktunya" ucap Sekka, seorang ninja medis disitu.

"Gaara. Dan sekarang Kankurou..." ucap Baki.

"Yang bisa kita lakukan adalah bertanya pada saudaranya!" lanjutnya.

Kembali ke Naruto dkk, mereka melompat ke pohon dan pohon berikutnya. Lalu, Sakura melihat Temari yang sedang berjalan perlahan, tidak melompat.

"Temari-san!" panggil Sakura. Temari terkejut dan melihat ke atas.
.

.

..

.

.

"Kau terlalu lama Sasori-danna..." ucap Deidara setelah Sasori berhasil menyusulnya yang juga sedang menunggu.

"Jangan mengganggu. Sekarang kita sudah menangkap Shukaku. Sekarang giliranku, tapi... Kita tidak tahu dimana itu. Ini akan menjadi lebih kalau hanya kita yang mengikuti..." ucap Sasori.

"Yaa, Jinchuuriki lainnya akan melawanmu, Sasori-danna?" ucap Deidara.

"Baik... Lawanku adalah orang itu... Jika aku menangkap Jinchuuriki, tidak akan ada masalah?" ucap Sasori.

.

.

.

Mito yang mengingat bahwa Gaara juga sama sepertinya, seorang Jinchuriki semakin emosi dan melesat dengan sangat cepat, bahkan pohon yang ia injaki pun retak. Di belakang, semua orang yang melihat itu terkejut.

"Mito... Hanya karena aku berkata harus cepat. Tak seharusnya kau terpisah dari tim" ucap Kakashi. "Jangan terlalu emosi... Bukankah Jiraiya-sama sudah memberitahukan itu?" lanjutnya.

"Aku tak bisa berdiam diri!" ucap Mito tampak marah.

Sedangkan Naruto, Sasuke yang mendengar itu hanya terdiam.

"Bahkan aku juga tahu kenapa mereka memburu aku dan Gaara! Kau masih belum tahu, ya kan, Sakura?" ucap Mito.

"..." semuanya masih terdiam.

"Di dalam diriku, di segel Kyuubi..." tegas Mito. Temari bertanya-tanya sekaligus terkejut, sedangkan yang lainnya hanya diam.

"Aku dan Gaara. Kami berdua memiliki monster yang terdapat didalam tubuh kami! Itulah mengapa mereka memburu kami!" lanjut gadis itu.

"..." Temari hanya terdiam.

"Itulah mengapa aku tidak bisa terdiam diri! Hanya melihat kami sebagai monster, aku tak bisa berdiam diri melihat kami seperti ini!" ucap Mito, teringat waktu kecil ia sering dekucilkan oleh penduduk desa.

Mito teringat perkataan Gaara waktu itu. "Monster? Itulah yang aku rasakan. Aku dilahirkan sebagai monster" ucap Gaara waktu itu.

"Dia dan aku adalah... orang yang sama. Dan dia, lebih kesepian dariku!" ucap Mito.

Semuanya masih diam mendengar setiap kata-kata dari gadis yang terlihat sangat marah itu.

"Pada mereka, aku adalah kenangan masa lalu yang dilewati, dan ingin mereka hancurkan. Lalu, apa tujuan keberadaanku. Ketika aku memikirkannya, aku tidak menemukan jawaban apapun" ucap Gaara waktu itu yang teringat oleh Mito.

"Tapi, selama kami masih hidup. Tanpa itu, sama halnya seperti mati."

Pada waktu kecil, Mito dan Gaara menangis karena kesepian dan tidak dikucilkan orang-orang. Tapi Mito masih memiliki Nii-sannya, sedangkan Gaara, ia masih tetap sendiri.

Dan kini ia sudah tidak kesepian lagi, karena mempunyai banyak teman. Dan, Gaara masih tetap sendiri dan menangis.

"Dia adalah target Akatsuki! Seperti aku sebelumnya!" ucap Mito.

"Meskipun demikian. Mengapa dia selalu sendirian menjalani peran yang sulit seperti itu?! Dia selalu sendiri!" teriak Mito.

"Itulah sebabnya! Itulah sebabnya aku tidak berdiam diri dan bertanya "mengapa?"!" lanjutnya.

"Sekarang. Pasti, aku akan menyelamatkannya!" ucap Mito.

Temari terdiam mendengar perkataan gadis itu. Lalu, berkata dalam hatinya, "Uzumaki Mito... Terima kasih" ucapnya dalam hati. Sedangkan Naruto dan yang lainnya hanya melihat sedih ke arah gadis itu.

.

.

.

.

.

["Dia tumbuh jadi gadis yang emosional... "]gumam suatu sosok yang ternyata mengikuti mereka dari dalam persembunyiannya.

Sunagakure

Di tempat yang sama di rumah sakit desa Suna. Kankurou masih terbaring lemah, di dekatnya ada Baki dan dua Ninja Medis.

"D-dia..." Kankurou mencoba mengatakan sesuatu, tapi suaranya tidak jelas.

"Kankurou..." ucap Baki, ia mendekatkan telinganya ke Kankurou, mencoba mencaritahu apa yang dikatakan Kankurou.

Baki mendengarkan perkataan Kankurou, ia terkejut mendengarnya, entah apa yang dikatakan Kankurou, tapi yang pasti, ia mencoba memberitahu sesuatu. Baki terdiam sejenak, lalu pergi dari tempat itu sesudah mengerti apa yang telah dikatakan oleh Kankurou.

Di suatu tempat yang disana ada dua orang yang sedang memancing, yang satu kakek dan yang satunya nenek. "Adik... Hey, aku bicara padamu" panggil kakek itu, tapi nenek yang dipanggilnya tidak menyahut.

"Apa kau sudah mati?" tanya kakek itu, sedangkan pancingan nenek tadi mulai lepas dari tangannya, apa dia mati?.

Tapi tiba-tiba, "Sama sekali tidak! Aku hanya bertingkah seperti orang mati! Guahahaha!" tawa nenek itu.

"Jangan bertingkah bodoh..." ucap kakaknya.

Tiba-tiba seseorang masuk ke ruangan mereka, yang ternyata adalah Baki. Mereka terdiam. "Saudara... Aku memanggilmu untuk membantu kami" ucap Baki.

"Buku yang tua ditinggalkan diatas rak yang tinggi, diikat bersama... Tak ada yang bisa kami lakukan" ucap nenek itu.

"Organisasi yang dipanggil Akatsuki telah menangkap Shukaku dari desa kita... Jika ini dibiarkan, ini akan mengakibatkan situasi yang mengerikan" ucap Baki.

"Ini adalah generasimu. Lakukan sesuatu oleh kalian sendiri" ucap si kakek.

"Kau punya hubungan yang kuat dengan setiap desa. Itu sesuatu yang khusus dari desa lain, tak ada hubungannya dengan kita" ucap Baki.

"Kita tidak bisa mengumpulkan informasi sendirian" lanjutnya.

"Kita tidak lagi punya pelengkap didunia ini. Sekalipun ada satu, aku pasti bisa melihat wajah cucu lelakiku lagi... Kami sudah pensiun sejak dulu" ucap si nenek.

"Salah satu anggota Akatsuki adalah cucu lelakimu" ucap Baki.

.

.
Naruto dkk

Mereka masih melompat seperti biasa. Karena, untuk sampai ke desa Suna sangat jauh.

"Mito" panggil Sakura. Mito menoleh.

"Kau sudah banyak melewati ini, ya kan?" ucap Sakura.

"Akatsuki dan Uchiha Itachi. Dan, kau adalah targetnya" ucap Sakura.

Sasuke yang berada di belakang mereka hanya mendengar kesal setiap perkataan Sakura mengenai kakaknya yang telah menjadi buronan itu. Dua tahun yang lalu sebelum Tsunade diangkat menjadi Hokage, Uchiha Itachi melakukan pembunuhan terhadap seratus orang klan Uchiha tanpa sebab lalu beberapa bulan kemudian muncul kembali di Konoha setelah lama bersembunyi, dia kembali untuk memburu Jichuriki Kyuubi bersama dengan salah seorang rekannya dari Akatsuki.

"Aku bukan hanya berlatih seperti kalian setengah tahun ini. Aku pernah memeriksa catatan Tsunade, dan mencaritahu informasi sebanyak mungkin" ucap Sakura.

Sesaat Sakura menoleh ke belakang untuk melihat Sasuke lalu kembali memandang ke arah depan.

"Hanya aku yang bisa menghadapi orang itu." ucap Sasuke dari belakang yang bisa di dengar oleh semua yang ada disitu.

"Tak ada seorangpun, tapi, aku untuk bisa menghadapi orang itu. Aku harus menjadi lebih kuat dari orang itu... Disini..." ucapnya.

"Sasuke-kun ingin membunuhnya. Itu benar-benar kakaknya, Uchiha Itachi. Anggota Akatsuki" ucap Sakura.

Sejenak Mito teringat pada saat itu setelah beberapa bulan lolos dari incaran Akatsuki, dia kembali dalam bahaya dimana dia harus mengadapi mantan guru Nii-sannya itu yang bersama dengan rekannya. Dalam keadaan bahaya itu, sebelum dia jatuh ke tangan para kriminal itu, masih sangat jelas di ingatannya Sasuke datang menolongnya menghadapi Itachi Uchiha bersama dengan rekannya.

Namun karena kalah dalam segi kekuatan, mereka berdua hampir terbunuh kalau saja Jiraya tidak datang menolong mereka.

"Jangan lakukan apapun... Seseorang... Yang akan membunuhnya... Adalah aku!" ucap Sasuke waktu.

.

.

.

["Sepertinya mereka menuju ke Sunagakure, kalau begini mereka tidak akan sempat menyelamatkan Kazekage. Baiklah aku akan keluar dan mengatakan dimana letaknya anggota Akatsuki itu akan mengekstrak Ichibi."] gumam Menma yang melihat bahwa arah dari kelompok Kakashi itu menuju Suna.

["Aku memiliki beberapa data dari Madara Shisou mengenai tempat-tempat persembunyian mereka, ditambah dengan informasi bunshinku yang sepertinya sudah berhasil mengetahui arah perjalanan mereka."]

.

.

TAP TAP TAP

Menma muncul di depan kelompok kakashi.

"Kau! Kali ini apa maumu?" geram Sasuke melihat Menma. Sedangkan yang lainnya memasang kuda-kuda bertarung, waspada terhadap ninja yang tiba-tiba muncul itu.

"Hatake Kakashi, aku Uzumaki Menma mendapat perintah dari Hokage untuk menyertai perjalanan kalian." Ucap Menma melemparkan satu gulungan yang menerangkan dan memuat data mengenainya.

"Pengawal Uzukage-dono dan sekarang ikut serta dalam misi?" ucap Kakashi setelah membaca isi gulungan itu.

Semua orang yang ada disana terkejut mendengar ucapan Kakashi, tidak percaya itulah yang mereka pikirkan.

"Bagaimana mungkin orang ini?" gumam mereka berbarengan.

Sejenak Menma melihat ke arah Mito lalu melihat Naruto yang berdiri paling belakang. Metap lekat sebelum kembali mengalihkan pandangannya lalu melihat Kakashi.

"Aku mengetahui tempat pengekstrakan Ichibi yang akan dilakukan oleh Akatsuki. Tidak banyak waktu, kalau kalian mau aku akan menunjukkan jalannya. Tidak ada penjelasan lainnya." Ujar Menma dingin.

"Jangan bercanda kau, mungkin saja kau mau menjebak kami mengingat beberapa saat yang lalu kau menyerang kami." Protes Sakura.

Namun Menma masih diam saja melihat ke arah kakashi mengabaikan perkataan Sakura.

"Tatapan kosong apa itu? Dia berbeda dari yang sebelumnya." Gumam Sasuke.

"Bagaimana? Apa kalian mau ikut?" ulang Menma lalu berbalik segera pergi.

"Aku ikut." Ucap Mito pelan lalu mengikuti Menma.

"Kakashi-sensei apa yang harus kita lakkan?" Tanya Sakura.

Kakashi melihat kembali gulungan yang ada di tangannya lalu mengalihkan pandangannya pada temari yang masih memasang wajah bingung. Kakashi melihat Sasuke yang berlari melewatinya menyusul Mito dan Naruto.

"Kita akan mengikuti orang itu." Putus Kakashi lalu segera menyusul setelah melihat bahwa gulungan yang diberikan oleh ninja asing itu merupakan gulungan khusus Hokage.

.

.

.

.

.

.

.

A/N

Chapter 10 Done.

04/01/2015

Maaf kalau chapter ini kata-katanya tidak kretaif atau apalah namanya. Itu karena kosakata yang saya miliki masih sedikit dan ditambah lagi banyak hal hambatan lainnya. DAN saya mohon maaf kalau chapter kali ini juga banyak terdapat kesalahan dalam penulisan ..

Gomen ...

Terimakasih unutk teman-teman yang mau meriview dan memberi saran dll...

Hmm.. mengenai pertanyaan teman-teman sekalian saya rangkum saja ya ...

Disini menma dan dua orang lainnya sudah bertemu dengan para ninja elit konoha dan ikut serta dalam misi penyelamatan Gaara. Disini Menma memang memiliki hubungan dengan Naruto dan Minato, tapi mengenai hubungan apa itu akan terjawab di chapter selanjutnya. Oke sampai disini hal yang bisa saya jawab

Ini saya bela-belain ngetik chapter ini sebelum masuk dan setelah itu akan menghadapi UAS.

Saya minta dukungan doa dari teman-teman sekalian agar UAS nanti Author mendapat hasil yang memuaskan.

Amin.

Thx To :

, Gintoki, mitsuka sakurai , The KidSNo OppAi , M. Yusuf Firdaus, Shifa Ayunda Shafitri807, Neko Twins Kagamine , Ferluci97, novakk, Guest, Poseidon-Sama, ndah D. Amay, .104, , .9 , , aldo. , reyvanrifqi, Naluto Romi Ucumaki,

Favorite – Follow

R

E

V

I

E

W