Disclaimer: Saya tidak memilik Naruto dan semua karakter di dalamnya.

.

.

.

Chapter 11

.

.

.


- UNKNOWN PLACE -

Di suatu tempat yang keberadaannya tidak diketahui berdiri seorang pemuda dengan surai putih yang ditiup angin.

Dibelakangnya berdiri empat sosok yang sedang melakukan sesuatu. Tubuh pemuda bersurai putih mentah itu menempel pada sebatang pohon yang berbentuk seperti patung.

"Sepertinya sebentar lagi setelah sekian lama boss akan segera sadar." Ucap salah satu sosok yang berdiri menatap pemuda bersurai putih yang matanya masih tertutup itu.

"Mereka akan segera mendapatkan chakra biju yang telah menjadi tanggung jawab mereka." Ucap sosok lainnya.

"Kita masih harus waspada terhadap Danzou, karena menurut informasi terbaru yang diterima dari jaringan kita. Danzou masih mengirim Anbu untuk melacak keberadaan kita."

"Aku tidak bisa melihat keadaan Boss yang masih saja belum sadar."

"Dimana Fu?" Salah satu sosok yang baru saja muncul dari balik kabut itu muncul dari luar.

Keempat sosok lainnya menatap bingung sosok yang baru saja muncul itu.

"Bukannya dia berada di kamarnya?"

"Aku baru saja melihat kalau dia tidak ada di ruangannya."

"Mungkin dia melakukan hal yang biasa. Mencari bahan makanan."

Salah satu sosok yang baru saja masuk itu memutar tubuhnya lalu melangkahkan kakinya ke pintu keluar "Aku akan mencarinya, akan sangat berbahaya kalau dia tertangkap oleh Akatsuki setelah beberapa kali berhasil lolos."

"Dia sudah berjuang untuk menyadarkan Boss setelah sekian lama."

...

..

.

"Hah, akhir-akhir ini tempat ini sudah terlihat bahan makanan yang semakin menipis." Seorang gadis dengan rambut berwarna hijau yang tak lain adalah Fu memegang bakul yang berisi beberapa buah-buahan dan dedaunan.

Gadis itu melangkahkan kakinya menelusuri hutan yang lebat diatas bukit yang terselubungi kabut tipis itu.

"Aku juga harus mencari air di anak sungai." Gumamnya melangkahkan kaki menelusuri hutan lebat itu.

Melompati dari satu dahan ke dahan yang lain sampai setelah beberapa menit kemudian dia berhasil sampai ke tempat tujuannya. Sebuah anak sungai.

Menundukkan tubuhnya dan mengeluarkan sebuah tempat penyimpanan air untuk mengambil air dari sungai, namun gadis berambut hijau itu menghentikan niatnya karena melihat ada yang tidak beres dari air di sungai itu.

"Darah? Pasti terjadi sesuatu di sekitar hulu sungai. Aku harus mencari tahu, seseorang pasti telah menemukan tempat ini."

Dia memutuskan untuk mencari tahu dan berlari menelusuri hutan itu menunju ke arah hulu sungai untuk memutuskan mencari tahu apa yang telah terjadi.

Darah yang mengalir sampai dimana tempatnya tadi ingin mengambil air itu termasuk jauh dari hulu sungai dan menandakan bahwa darah yang keluar termasuk cukup banyak dan itu menunjukkan bahwa adanya pertempuran yang memakan beberapa korban.

BOM BOM

Suara ledakan yang tidak begitu keras terdengar dari arah hulu sungai membuatnya mempercepat larinya. Debu yang tipis berterbangan ke arahnya dibawa oleh angin yang bertiup cukup kencang.

Tap Tap

Dari balik pohon Fu melihat samar-samar ada beberapa sosok yang saling berhadapan, satu sisi dengan dua orang yang mengenakan jubah hitam dengan motif awan merah dan sisi lain seorang Anbu yang bisa dikenali sebagai Anbu dari Konoha dan beberapa Anbu lain yang sudah bergeletakan tak bernyawa.

Fu melihat jumlah dari Anbu Konoha yang sudah bergeletakan di tanah itu sekitar berjumlah sembilan orang. Fu mengalihkan pandangannya ke arah kedua anggota Akatsuki yang seorang dari dua orang itu sangat diketahuinya sebagain Shinobi dari Kusagakure. Kakuzu.

Anbu Konoha yang tersisa juga tidak terlihat dalam keadaan baik-baik saja karena dari penampilannya terlihat darah yang mengalir dari atas kepalanya dan satu tangannya yang lepas.

"Anbu Konoha, mereka sudah sampai sejauh ini melacak - ditambah Akatsuki. Aku akan membereskan mereka." Gumam Fu yang keluar dari balik pohon.

TAP TAP

"Hei, kalian jangan seenaknya merusak hutan lindung ini." ucapnya lantang sehingga membuat tiga orang yang berdiri di sana mengalihkan pandangan mereka ke arah asal suara.

"Hei Kakuzu bukannya itu bocah Jinchuriki yang berhasil lolos itu?" Salah satu anggota Akatsuki yang membawa senjata dengan tiga sabit memberitahu rekannya.

"Tampaknya informasi yang kita terima memang benar Hidan." Balas rekannya yang bernama Hidan.

"Kau tahu bocah, untuk menemukanmu kami harus melakukan pembantaian terhadap seluruh Kusagakure. Aku harus mempersembahkan nyawa mereka kepada dewa jashin dan sebagai hasilnya setelah perjalanan yang panjang kami berhasil menemukanmu disini."

"Jinchuriki dari Kusagakure? Berarti dia Jinchuriki ekor tujuh." Batin Anbu yang sudah tergeletak karena sudah kehabisan darah itu "Seandainya aku masih memiliki cakra untuk memanggil bala bantuan." Lanjutnya menghirup nafas terakhir.

"Kau bilang kalian menghancurkan Kusagakure?" Murka Fu yang dalam sekejap sudah masuk dalam mode biju ekor tiga.

"Kau benar sekali dan itu sangat menyenangkan. Tenang saja sebentar lagi kalian semua juga akan berkumpul di sisi jashin-sama." Ejek Hidan sambil mengayun-ayunkan sabitnya.

"Ini salahmu karena melarikan diri." Ucap Kakuzu.

BLAARRR

.

.

.

KONOHAGAKURE

Seorang kunoichi bersurai merah dengan kacamata yang bergantung di antara hidungnya sedang berjalan-jalan keliling desa konoha. Rau wajahnya menunjukkan bahwa dirinya saat ini menikmati suasana desa yang damai itu.

"Akhirnya aku bisa menikmati suasana damai desa konoha. Sudah lama sekali." Gumamnya.

Setelah berkeliling dan mengunjungi beberapa tempat beberapa lama, kunoichi itu sudah tampak cukup puas dan memutuskan untuk kembali ke tempatnya dimana sang Uzukage saat ini beristirahat.

Di tangannya terdapat beberapa barang bawaan yang tadi baru saja dibelinya dari berbagai toko.

"Kunoichi dari desa Uzugakure?" Suara yang terdengar sedikit penasaran dan polos itu keluar dari seorang ninja Konoha.

"Ya benar, apa ada yang bisa ku bantu?" Tanya Karin bingung sambil memperhatikan ninja yang ada di depannya yang saat ini memberi isyarat dengan tangannya ke arah pelindung kepala.

"Ah tidak, tapi saya sedikit penasaran melihat tidak adanya pemberitahuan bahwa adanya kunjungan dari desa lain saat ini. Apa yang dilakukan ninja Uzu di Konoha?"

Walaupun tidak menunjukkan sikap dan raut wajah curiga, namun kunoichi merah itu mengetahui ada sesuatu yang tidak beres dari Ninja yang saat ini berbicara dengannya.

"Ah, tidak. Kami ke Konoha hanya untuk membicarakan mengenai kerjasama saja." Jawab Karin seadanya.

"Kerjasama? Kalau boleh tahu kerjasama mengenai hal apa? Kenapa aku tidak diberitahu, padahal jika ada hal seperti ini biasanya aku akan diberitahu." Balas Shinobi Konoha tersebut.

"Bukan kerjasama yang besar, namun hanya menyangkut – mungkin hanya sekejar menjalin hubungan lama kembali."

"Ah, maaf tapi aku harus bergegas kembali." Tanpa menunggu balasan Karin segera meninggalkan Shinobi Konoha yang hanya memasang wajah datar.

.

.

"Uzukage, aku kembali." Ucap Karin memasuki tempat dimana mereka menginap bersama dengan sang kage tersebut.

Karin melangkahkan kakinya menelusuuri koridor dari ruangan itu dan menemukan bahwa Kage dari desa mereka sedang melakukan sesuatu dengan beberapa lembar kertas yang saat ini berserakan di tempat itu.

"Apa yang sedang kau lakukan Shion?" Tanya Karin pada gadis yang terlihat sibuk itu.

Namun Shion tetap saja sibuk dengan kegiatannya seakan tidak mendengar pertanyaan dari Karin.

Tidak menerima balasan dari sang kage, Karin lebih memilih memperhatikan apa yang sedang dilakukan oleh pemimpinya itu. Karin memperhatikan bagaimana Shion menulis serentetan simbol –simbol yang tidak begitu diketahuinya dengan beberapa formula yang sedikit dimengerti olehnya.

"Ha, akhirnya selesai juga." Gaumam Shion.

"Fuin apa ini?" Tanya Karin sambil memperhatikan Fuin yang ada di tangannya.

"Ini Fuin yang mampu mengikat ninjutsu musuh yang mungkin akan menyerang kita seperti saat kita menuju Konoha."

Karin bisa melihat beberapa gulungan kertas penyegel yang lain yang masih belum diselesaikan.

"Kita harus membuat beberapa fuin lagi. Kau harus membantuku Karin, kita akan sibuk kali ini."

"Hai Uzukage-sama."

.

.

Lokasi : Tim Kakashi

Di suatu tempat jauh dari desa Konoha, di tempat yang dikelilingi oleh pepohonan dan perbukitan. Tampak beberapa sosok di balik asap dan debu yang beterbangan di tiup angin akibat pertempuran.

BLARR

"Sasuke-kun ...!" Teriak Sakura setelah melihat bagaimana Sasuke terpental karena terkena dampak dari pukulan tiruan yang dibuat musuh.

DUAKK ...

Karena kelalaiannya Sakura terkena pukulan dari tiruan buatan yang muncul akibat jutsu milik anggota Akatsuki tersebut.

"Ck, ini gawat. Tak ku sangka kami akan dijebak sekaligus seperti ini."

Setelah Menma menemukan mereka, dua anggota akatsuki yang ada disana- Sasori dan Deidara yang saat ini menahan tubuh Gaara yang mana sudah menjadi mayat karena proses pengekstrakan yang sudah selesai dilakukan.

Saat Mito merasakan bahwa tidak ada tanda kehidupan dari Gaara, karena chakranya yang sudah diekstrak bersamaan dengan Ichibi. Emosi kemarahan yang meluap dalam dirinya membuat rantai-rantai chakra bermunculan dari dalam belakang punggungnya menyerang dua anggota Akatsuki yang langsung menghindarinya.

"Deidara, kita mundur." Perintah Sasori.

Chakranya yang tinggal sedikit karena perjalanan jauh dan pertarungan di Suna belum lagi chakra yang digunakan untuk mengekstrak Ichibi sudah membuat mereka kehabisan chakra.

Deidara dengan berat hati harus mengikuti kata-kata Sasori dan melompat ke atas burung tanah liat buatannya.

"Ck, baikalah. Padahal akan menarik bila menangkap Jinchuriki Kyuubi sekaligus."

Deidara dan Sasori terbang menggunakan burung tanah liat milik deidara dengan tetap membawa mayat dari Gaara.

Merasa jengkel karena melihat seolah musuh yang ada di depannya merasa menang Deidara mengambil tindakan untuk memberikan hadiah perpisahan.

"Tapi sebelum itu, aku akan memberi hadiah perpisahan..."

Membentuk beberapa segel dan membentuk tanah liat dengan model laba-laba raksasa yang meluncur dan mengarah pada Menma, Naruto dan Mito.

Laba-laba tanah liat peledak itu meluncur dengan mulus hingga menyentuh tanah.

KAABOOMMM

.

.

.

"Bocah tengik ini terlalu sombong karena berpikir bisa melawanku." Ucap Kakuzu yang berhasil melancarkan pukulan telak pada Sasuke.

"Kita sebaiknya tidak meremehkan bocah itu. Bagaimanapun dia adalah adik dari Itachi dan dia juga memiliki Mangekyou Sharingan Sempurna." Kisame menyempatkan untuk berbicara walaupun saat ini dia bertarung melawan Kakashi.

"Magenkyou Sharingan? Dari apa yang ku lihat dia tidak mengeluarkannya. Apa dia meremehkan kita?"

"Ini gawat, aku tak menyangka kami akan diserang seperti ini." pikir Kakashi khawatir.

Dia melihat bagaimana Sasuke yang bertarung melawan Kakuzu dan bagaimana Kakuzu melakukan desakan hebat terhadap Sasuke.

Sakura masih tidak bergeming dari posisinya semula yang mana masih menatap arah dimana Sasuke tadi terpental.

"Kau sebaiknya mengatakan dimana Itachi Uchiha berada." Sasuke keluar dari pepohonan dengan Magekyou yang aktif.

"Akhirnya kau menggunakan matamu juga bocah." Ucap Kakuzu yang melepas jubah akatsukinya.

"Aku tanya sekali lagi. Dimana Uchiha Itachi?!"

"..."

Tidak ada balasan dari jawaban Sasuke tersebut. Dalam sekejap Sasuke sudah berada di belakang Kakuzu dengan tangan Susano'o yang menembus tubuh salah satu anggota Akatsuki tersebut.

Merasa sudah berhasil mengalahkan satu anggota Akatsuki, Sasuke berniat menyerang Kisame sampai dia menyadari perubahan dari tubuh yang masih ada di tangan Susano'o miliknya yang berubah menjadi tubuh orang lain.

"Ini hanya tiruan!" batin Sasuke terkejut.

Kisame yang melihat itu berniat mundur, namun dikejutkan dengan kemunculan Kakashi dengan Raikiri miliknya yang berhasil menembus tubuh manusia ikan itu. Namun hal yang sama kembali terjadi, tubuh yang tadi di serang oleh Kakashi berubah menjadi tubuh lain.

"Ini juga tubuh tiruan."

.

.

.

Sedangkan jarak yang tidak begitu jau dari keberadaan Tim Kakashi dan Suna.

"Kita berhasil mendapatkan cakra Ichibi." Ucap tak lain dan tak bukan adalah Naruto pada Menma yang berhasil menghindar dari serangan Deidara dengan berteleport ke tempat lain bersama Mito.

Menma yang mendengar itu hanya mengangguk setuju dan Mito yang binggung tak mengerti maksud dari perkataan Nii-sannya itu.

.

.

.

Di tempat lain yang tadi diselubungi kabut tipis, namun kini tempat itu terlihat dengan jelas akibat dari pertempuran yang ada di tempat itu.

"Hidan apa masih belum selesai juga." Ucap Kakuzu tidak sabar melihat rekannya yang saat ini masih menyiapkan ritual pembantaiannya.

"Tunggu sebentar lagi Kakuzu. Aku harus melaksanakan semuanya sesuai aturan, kau tahu kan!"

Sedangkan Kakuzu saat ini menghadapi Fu dengan mode biju ekor enam yang menyerang Kakuzu dengan membabi buta dari udara.

Dzungg Blub blubb

"Hidan cepat – dia sudah menyiapkan Bom Biju." Geram Kakuzu melihat persiapan Hidan yang masih saja belum selesai.

"Cih, baiklah." Gerutu Hidan tidak suka.

Setelah menjilat darah Fu yang ada di sabitnya, tubuh Hidan berubah menjadi hitam dan dalam sekejap dia menikam tubuhnya sendiri beberapa kali sehingga membuat Fu dengan Mode Bijunya terjatuh dari udara.

KABOOOMM

Bom biju yang sudah sempat terbentuk, namun hanya tinggal meluncurkannya saja terjatuh dari udara, membuat ledakan yang sangat besar yang menyapu daerah sekitar sehingga membuat suatu kawah yang cukup besar.

"Cih, ledakan sialan itu lumayan juga." Ucap Hidan yang memungut tangan kanannya yang lepas dari tubuhnya.

Saat ini tubuh hidan dipenuhi dengan darah akibat dari ledakan itu, sedangkan Kakuzu terlihat seperti tidak mengalami cidera sedikitpun.

"Di mana bocah itu?" ucap Kakuzu yang kluar dari kepulan debu.

"Tubuhnya pasti tidak jauh dari sini, cari saja sendiri." Ujar Hidan Kesal.

Setelah debu dan asap benar-benar menghilang mereka melihat seorang pemuda dengan sosok surai pirang dan jaket hitam dengan garis outline orange berdiri gagah dengan sosok Fu yang tak sadarkan diri di kedua tangannya.

"Kalian sudah mengacau terlalu sering dan aku tak akan membiarkan kalian mengacau lebih dari ini."

Kuchiyose no Jutsu

T.B.C

A/N:

Akhirnya bisa update juga setelah sekian lama.

Dan mengenai saran atau pertanyaan para readers akan terjawab jika chapter berikutnya keluar (Maaf bukannya pelit, tapi biar makin seru. OK)

OKAY

Arigatou.

Jangan lupa Review ya guys ...

R

E

V

I

E

W