Disclaimer : Sialan, saya capek banget nulis ini tiap chapter. Tapi apa boleh buat- Saya tidak memiliki setiap tokoh atau karakter dalam cerita/ Fic ini
etc.
.
Chapter 12
Awakening
.
.
.
Hidup adalah sesuatu yang harus di ditempuh oleh setiap manusia, tidak peduli itu berat atau tidak. Sebagian orang harus menempuh hidup yang berat dan sebagian orang lagi harus menempuh hidup yang lebih mudah.
Tidak ada yang tahu siapa yang akan menempuh masa depan yang lebih baik nantinya, namun satu yang pasti jika kau tidak pernah mnyerah dan terus berjuang kau akan memiliki masa depan yang lebih baik
Tidak ada kesulitan yang ada di dalam kehidupan yang tidak ada jalan keluarnya. Setiap kesulitan dan masalah yang timbul dalam hidup ini akan membentukmu. Dan hasil dari bentuk akhir nantinya tergantung padamu.
Dalam suatu tempat yang diselubungi oleh kabut yang cukup tebal, samar-samar bisa terlihat keberadaan dari seorang pemuda bersurai putih pucat membuka kelopak matanya berlahan. Menunjukkan mata biru suram yang tampak lelah, Dia secara berlahan-lahan menarik tubuhnya keluar dari dalam sebuah pohon berbentuk patung raksasa. Beberapa serat-serat dalam kayu itu tampak juga ikut terbawa mngikuti keluarnya pemuda itu. Tubuhnya terlihat sangat kurus sehingga menunjukkan sebagian dari tulang-tulangnya.
Mata biru suramnya memandang sekeliling, seperti mencari sesuatu – menelusuri setiap sudut tempat itu. Selang- selang menyerupai akar yang tadi menempel di tubuhnya mulai berlepasan satu demi satu.
"Sudah terkumpul tujuh cakra biju. Sepertinya aku sudah bisa melakukannya saat ini – aku sudah bersitirahat terlalu lama." Gumam pemuda itu mendekati sebuah patung raksasa yang terdapat tiga naga kayu raksasa melingkari tubuh patung raksasa itu dan sembilan tangan kayu raksasa mengelilingi patung dari dalam tanah.
Patung itu menyerupai tubuh seorang manusia yang memakai armor perang para shinobi/ samurai zaman itu menjulang setinggi kira-kira lima belas meter. Di pundaknya terdapat beberapa duri kayu yang besar. Mata yang hanya berupa lingkaran hitam dengan garis yang mengarah ke bawah matanya. Sebuah pedang dari kayu menggantung di sisi kiri pingangnya.
Kulit dari patung itu yang terlihat seperti kulit yang terbuat dari kayu yang tidak beraturan dan terlihat sangat keras.
Patung itu tampak dalam posisi bertapa.
Melompat ke atas kepala patung raksasa itu, melakukan beberapa segel tangan, lalu menempelkan kedua tangannya pada atas kepala patung yang dibawahnya itu. Beberapa saat kemudian, sesuatu yang mencolok terjadi – perubahan tampak terjadi pada pemuda itu, rambut putihnya berlahan-lahan berubah menjadi kuning seperti cerahnya matahari.
Setelah kejadian itu tampak juga tubuh dari pemuda itu seakan berubah bentuk menjadi lebih berisi sehingga tulang-tulang yang tampak itu tertutupi- tubuh pemuda itu menjadi normal seperti manusia pada umumnya. Otot-otot dan daging mulai tampak pada tubuh pemuda itu menutupi tulang-tulang yang tadi terlihat dengan jelas. Kulit tannya yang tadi terlihat pucat sekarang menjadi lebih hidup.
Di pungung pemuda itu terlihat tiga lingkaran hitam dengan diameter yang cukup besar. Dalam sekejap dia tampak sudah berada di depan suatu ruangan.
Memasuki ruangan yang di dalamnya terdapat beberapa pakaian - jubah hitam, gulungan besar dan beberapa macam senjata yang tergantung "Aku harus berterima kasih pada Fu karena telah banyak memberikan cakra biju ekor tujuh."
"Kemana perginya mereka, seharusnya mereka ada disini - juga Fu tidak ada disini." Ucapnya entah pada siapa di ruangan itu. " Aku perlu sedikit istirahat lagi setelah proses pemulihan chakra." Lanjutnya lalu muncul dan duduk di atas tangan dari patung raksasa yang dilingkari tiga naga kayu itu.
Lokasi : Tim Kakashi dan Suna
Sesudah mengalahkan semua tubuh tiruan dari anggota Akatsuki dan tubuh tiruan lainnya Tim Kakashi dan yang lainnnya berkumpul kembali di gua yang tadinya disegel itu.
"Ke mana perginya Naruto dan Mito?" Ucap Kakashi setelah menelusuri Goa yang sudah kosong tersebut.
"Sial, kita terlambat- Gaara dimana kau." Khawatir Kankuro setelah melihat gua yang mana terjadinya pengekstrakan biju itu kosong.
"Tidak ada sesuatupun yang tertinggal disini, Gaara pun tidak terlihat ada disini." Ucap Temari gelisah.
"Shinobi dari Uzugakure itu juga tidak ada disini, apa dia sudah terbunuh" Ucap Sakura asal "Kakashi-sensei apa yang harus kita lakukan selanjutnya?" lanjut Sakura yang bingung melihat keadaan yang buruk itu.
"Kemana perginya bocah Uchiha itu- dia tidak ada disini." Ucap Kankuro memaksudkan Sasuke.
"Kau benar, ada kemungkinan dia sudah langsung mengejar mereka."
"Sasuke-kun." Gumam Sakura khawatir.
"Disini tidak ada ninja dengan tipe sensor, seandainya Mito ada disini pasti akan lebih mudah. Namun dia sendiri tidak disini. Apa boleh buat – Kuchiyose no Jutsu."
Poff
"Pakkun, aku minta tolong. Aku akan menjelaskannya dengan singkat jadi harap di dengarkan." Ucap Kakashi dan mulai menjelaskan.
Lokasi : Konohagakure
"Jadi masih belum ada kabar dari Tim Kakashi, ya." Ucap Tsunade yang saat ini sedang membaca sebuah gulungan surat.
"Ha'i. Tsunade-sama bagaimana surat dari yang Anda baca itu?" Tanya Shizune yang berdiri di sisi Hokage kelima itu sambil memegangi seekor babi kecil merah muda - Ton-ton.
"Suna sudah mengirim tim bantuan untuk menyelamatkan Kazekage." Ucapnya menunjukkan gulungan surat itu pada Shizune.
"Tapi aku tak menyangka- mereka juga sampai menargetkan Kazekage."
Knock Knock Knock
"Masuk."
Seorang ninja memasuki ruangan tersebut dengan membawa tumpukan kertas di atas kedua tangannya.
"Hokage-sama, Yakumo-san dan Naori-san sudah kembali."
"Dimana sekarang mereka?" tanya Tsunade penasaran karena tidak melihat akan adanya tanda-tanda kemunculan kedua Kunoichi itu.
"Sekarang mereka sedang menuju ke sini."
Tsunade melihat kertas yang baru tersebut yang sekarang ada ditangannya yang di dalamnya terdapat data dan misi yang dijalankan oleh Yakumo dan Naori. Dia mengingat latar belakang kedua Knoichi ini yang sekarang menjadi salah satu shinobi terbaik yang dimiliki oleh Konoha.
Yakumo Kurama adalah anggota terakhir dari cabang utama dari klan Kurama, dan juga merupakan pewaris klan Kurama.
Yakumo adalah seorang gadis yang memiliki rambut panjang coklat dan mata coklat muda. Rambutnya lurus di satu sisi, tetapi di sisi lain itu adalah dikepang. Selain itu, dia menggunakan klip rambut dengan dua desain melingkar.
Mengenakan pakaian kimono merah muda yang diselenggarakan ditutup oleh sabuk merah muda dengan dua kantong di bagian depan. Dia juga mengenakan celana baggy violet dan baju besi berjaring merah di bawah kimononya dan sandal standar shinobi yang berwarna oranye.
Pakaiannya yang dikenakannya adalah serangkaian kemeja kimono-seperti yang telah lengan panjang yang tepat dan lengan kiri pendek yang diadakan dekat selempang merah muda lebar dengan baju besi jala merah di balik itu semua dengan rok biru muda dan coklat yang ikat kepala.
Lahir dengan tubuh yang lemah, ia tidak dapat melakukan aktivitas fisik yang diperlukan dari seorang ninja. Khawatir tentang perkembangan ini, ayahnya mengajukan petisi pada masa Hokage Ketiga untuk memberikan Yakumo tutor khusus untuk memungkinkan dia untuk menjadi seorang ninja yang tepat.
Dia mewarisi klan kekkei genkai secara keseluruhan, yaitu genjutsu nya begitu kuat dimana hanya orang dengan kekuatan yang kuat yang memiliki kesempatan untuk melepaskan diri. Selanjutnya, genjutsu ini cukup kuat untuk benar-benar meyakinkan otak korban secara fisik mencerminkan apa pun yang terjadi kepada korban dalam genjutsu menimbulkan dampak bagi tubuh mereka yang terkena, sehingga memungkinkan baginya untuk membunuh lawan dia dengan genjutsu.
Dahulu dia sering menggunakan lukisan sebagai saluran untuk membuat ilusi ini, menyebabkan orang-orang di sekelilingnya untuk terperangkap dalam apa yang ada di lukisan sebagai realitas, meskipun itu hanya menjadi ilusi.
Meskipun kelemahan tubuhnya, namun genjutsu Yakumo merupak genjutsu yang sangat kuat menyamai genjutsu kaln Uchiha dan memiliki wilayah yang luas dari efek, karena ia mampu menempatkan seluruh Konohagakure bawah ilusi yang kuat.
Gurunya adalah Kurenai Yuhi, yang adalah seorang pengguna genjutsu seperti Yakumo. Terinspirasi oleh contoh dari Rock Lee, yang tidak dapat menggunakan ninjutsu atau genjutsu, dan hubungannya dengan sensei Might Guy, Yakumo percaya dia bisa menjadi seorang ninja melalui hanya berkonsentrasi pada keterampilan genjutsu nya.
Tapi Kurenai tidak memiliki sikap optimis seperti Guy dan merasa bahwa dia tidak mampu untuk melatih Yakumo dalam hal ini. Dia akhirnya menolak untuk melatih Yakumo, menginstruksikan dia untuk mencari jalan lain dalam hidup. Tapi penolakan Yakumo memaksa Kurenai untuk kemudian menyegel kekuatan gadis muda itu.
Hal ini dilakukan atas perintah dari Hokage Ketiga, karena ia telah dibuat sadar akan Ido (kepribadian hidup dan berbahaya dalam pikiran Yakumo) yang telah dihasilkan dari monster bagian dari jiwanya.
Di masa lalu kepribadian lain yang dibuat oleh dari monster ini yang mengendalikan jiwa Yakumo sehingga bisa mengendalikan dan menggunakan kekuatan yang luar biasa untuk merusak – menimbulkan kehancuran sebagian Konohagakure hanya dengan menggunakan pikiran saja. Namun, insiden itu juga membuat suatu peristiwa yang mengerikan, yaitu menewaskan orang tua Yakumo.
Yakumo, yang pada saat itu tidak sadar bahwa insiden itu adalah perbuatannya, meyakini bahwa insiden yang menyebabkan kematian oeang tuannya itu terjadi atas perintah dari Hokage Ketiga, yaitu setelah mendengar percakapan para tetua desa bahwa Hokage Ketiga berencana membunuhnya jika dia menjadi ancaman bagi desa.
Pada saat itu dia berniat untuk membalas dendam pada Konohagakure, dan secara khusus Kurenai, Yakumo melarikan diri dari tempat tinggalnya di gunung, yang berada di bawah pengawasan ketat oleh Anbu dan petugas medis.
Namun pada suatu hari dia berhasil menyusup tanpa diketahui dan pergi ke Konohagakure, dan melukis gambar petir yang mengarah ke kantor Hokage. Setelah melakukan hal itu, dia berniat untuk melarikan diri ke Kirigakure, tapi berhasil dihentikan oleh Tim Anbu dan Tim Medis yang menyerang mendadak dengan gas tidur.
Disini dia dan berapa orang dari klannya harus berhadapan dengan Tim Kakashi dan Guy dan Tim Kurenai. Pada saat itulah Yakumo mendapat kesadaran bahwa dia yang telah menyebabkan insiden yang membunuh orang tuannya setelah pertarungan sengit.
Jiwa jahat yang dalam dirinya kini berhasil dikendalikannya secara keseluruhan karena bantuan dari Mito dan beberapa ninja laiinya.
Naori Uchiha adalah kunoichi dari klan Uchiha terkenal Konohagakure. Naori adalah kunoichi berbakat disamping Itachi dan Sasuke , berkepribadian tenang dan mempertahankan ketenangannya bahkan ketika melawan teman dan sesama anggota klan yang tersisa sedikit akibat pembantaian yang dilakukan Uchiha Itachi.
Naori memiliki rambut panjang bergelombang rambut ungu, dan dipotong poni menggantung di atas nya Konohagakure pelindung kepala dengan simbol Konoha menunjukkan di atasnya. Dia juga mengenakan mantel standar klan Uchiha dengan lambang mereka terpampang di bagian belakang bersama dengan dua pedang terikat di pinggul kirinya.
Sebagai Uchiha, Naori tidak diragukan lagi seorang ninja yang kuat. Dia merupakan shinobi dengan keterampilan kenjutsu yang tinggi. Dia juga mampu membangkitkan dojutsu klan-nya: Sharingan dan bahkan mampu membangkitkan Mangekyo Sharingan akibat dari pembantaianyang dilakukan Itachi.
Tidak seperti bentuk Mangekyo paling dikenal, warna dojutsu nya terbalik. Hal ini dibagi di tengah tiga dan memiliki penampilan mirip dengan bunga tiga kelopak.
Mereka kehilangan seorang dari satu timnya yang juga berasal dari klan Uchiha pada saat menjalankan suatu misi. Sekarang mereka berdua menjadi shinobi yang sangat kuat, Yakumo yang tubuhnya yang lemah sudah diobati oleh Tsunade menggunakan sel-sel Hokage Pertama. Dan bersama dengan Naori dia menjadi duo pengguna Genjutsu terkuat di Konoha.
.
.
Lokasi : Unknown Place
Kuchiyose no Jutsu
Dari balik kepulan asap tampak berdiri empat sosok yang baru saja muncul, masing-masing dari mereka memakai topeng bertuliskan kanji satu hingga empat.
"Oi, oi ada apa ini sampai kau memanggil kami berempat?" Tanya sosok yang memakai topeng bertuliskan kanji satu.
"HIEEE , me... mereka kan Akatsuki. Kenapa mereka bisa sampai sejauh ini." teriak sosok dengan topeng berkanji tiga.
"Sial, sampai Fu juga." Umpat topeng berkanji dua yang melihat Fu yang terluka berat berada di genggaman sosok bertopeng kanji lima .
"Oi kau.. tukang panggil- sebaiknya kau pergi bawa Fu dari sini." Ucap yang bertopeng kanji empat.
"Oi, sialan- jangan seenaknya bilang tukang panggil." Balas yang bertopeng Lima yang tadi memanggil keempat sosok lainnya "Apa tidak apa-apa kalian mengahadapi mereka tanpaku, kalian bisa mati tahu." Lanjutnya dengan nada mengejek.
"Sudah sana pergi kau sialan, atau ku tendang nanti bokongmu." Kesal sosok bertopeng kanji empat.
Sosok yang bertopeng kanji Lima hanya menangguk lalu berbalik arah dan menghilang dalam kepulan asap.
"Oi, oi, oi dia mau melarikan Jinchuriki itu lagi." Teriak Hidan geram.
Kakuzu yang melihat hal itu langsung bergerak menuju arah chakra Fu yang dibawa oleh sosok bertopeng itu.
TAP TAP TAP
"oi, oi tidak sopan sekali oji-san ini." Belum lagi bisa melangkah lebih jauh, Sosok bertopeng kanji dua dan tiga muncul di depan Kakuzu.
DUMMM
Kakuzu tidak ambil pusing melainkan langsung melancarkan pukulan yang sangat kuat yang membuat sosok itu terpental hingga beberapa meter.
"Kuat sekali." Gumamnya setelah menerima serangan Kakuzu.
"Oii Nii. Apa kau masih hidup?" Tanya yang bertopeng kanji tiga pada berkanji dua yang ternyata bernama sesuai dengan tulisan kanji yang ada pada topeng mereka.
"Oi ... ini gawat tahu, aku tidak tahu apa kita bisa menghadapi duo Akatsuki sekaligus." Gumam Nii lalu keluar dari dalam debu ''Sialan kau San, kau sangka aku selemah itu, HA!"
Ternyata mereka adalah sosok yang memakai nama dengan Ichi, Nii, San, dan Yon sesuai dengan angka kanji yang ada pada topeng mereka. Sosok ini memakai jubah hitam sama seperti sosok yang memanggil mereka tadi. Bagian tubuh mereka semuanya ditutupi oleh topeng dan jubahnya.
Hidan hanya memandang heran pada keempat sosok yang muncul di depannya itu. Namun, kehilangan mangsanya begitu saja dan gagal memberikan persembahan pada jashin membuatnya kesal juga.
"Kakuzu- sebaiknya kau hadapi mereka dan aku akan mengejar yang satunya. Kalau tidak dewa jashin nantinya akan menghukum kita." Geram Hidan.
Kakuzu yang mendengar itu sebenarnya tidak peduli akan apa yang dikatakan Hidan, namun melihat bahwa Jinchuriki yang semakin jauh dan tidak ada lagi pilihan selain menghadapi sosok-sosok berpoteng di depannya dengan serius.
"Apa boleh buat." Kakuzu melepas jubah Akatsuki miliknya dan tampak berlahan-lahan dari punggung Kakuzu muncul empat sosok monster dengan topeng yang berbeda yang langsung menghadang keempat sosok yang ada di hadapan mereka.
Hidan menyeringai setelah melihat Kakuzu yang langsung mengeluarkan kekuatannya dan tidak ambil pusing dan langsung mengejar Fu dan sosok bertopeng lainnya.
"Oi, lihat si bodoh itu tidak berani menghadapi kita. Dia mencari alasan untuk kabur!" ucap San menghina Hidan yang hendak mengejar Fu.
TrANKKKK
Sabit Hidan langsung melayang ke arah San dalam kedipan mata. Walau berhasil menahan serangan itu dan mementahkannya ke arah lain, namun serangan dari sabit Hidan berhasil menggores wajah San. Melihat bahwa dia berhasil melukai lawannya dan mendapatkan darah- Hidan menyeringai- namun karena berniat menghabisi lawannya secara langsung – dia memutar langkahnya dan berniat untuk menghabisi sosok yang menghinanya tadi-Tapi dihadang oleh Kakuzu.
"Hidan kau harus mengejar bocah Jinchuriki itu. Lagipula kau sudah mendapatkan itu kan? " Ucap Kakuzu serius yang membuat Hidan mau tak mau harus menurutinya walaupun dia ingin sekali membunuh sosok-sosok bertopeng yang saat ini menertawakannya.
"Baiklah- kau topeng tiga, kau akan mati sebentar lagi." Geram Hidan – menghilang menggunakan shunsin mengejar sosok lainnya yang membawa Jinchuriki.
"Aku tidak punya banyak waktu dengan kalian- karena ada pepatah waktu adalah uang. Jadi aku akan mengabisi kalian dalam sekejap."
Dua dari empat monster yang dikeluarkan Kakuzu tampak mengatur posisi dan tanpa diduga keduannya langsung menembakkan elemen angin dan api sekaligus.
Bof Bof
"Shit, mereka menggunakan kombinasi jutsu."
GrOOO GrOOOOOOOO
Keempat sosok bertopeng langsung menghindar sebisa mungkin, namun sosok dengan topeng dua terkena bagian kiri tubuhnya.
Dalam sekejap hutan yang tadi ditumbuhi oleh pepohonan itu sudah menjadi debu.
"Ugh, aku mengalami luka bakar serius, kalau begini sebentar lagi aku akan menghilang. Aku harus melakukan sesuatu untuk membalas." Tampak Nii mengalami luka bakar di sekujur tubuhnya – seperti arang, jubah hitammnya terbakar dan menampakkan rambut pirangnya dan topengnya yang hancur sebagian dan menampakkan mata biru dan wajahnya yang terbakar sebagian.
Kunai Kage Bunshin no Justu
Dari dalam kepulan asap dan debu akibat serangan Kakuzu sebelumnya itu, tiba-tiba meluncur belasan buah Kunai yang mengarah pada monster milik Kakuzu yang tadi mengeluarkan elemen api.
Monster itu hanya menahan kunai- kunai itu dengan tangan yang seperti tali-tali hitam itu sehingga tepat menancap di tangannya.
"Itu sia-sia saja- seranganmu itu sama sekali tidak ... "
Wuunggg Wunggg
Belum lagi Kakuzu menyelesaikan kata-katanya, tampak suatu segel yang muncul dari dalam kunai itu dan menyebar ke seluruh tubuh monster itu.
WUZ WUZ
Nii muncul dari balik debu dengan kecepatan tinggi menuju ke arah monster yang tadi terkena serangannya.
"Si bodoh itu, apa yang dilakukannya?! Dia bisa terbunuh kalau bertindak bodoh seperti itu." Batin Ichi/San/Yon secara bersamaan setelah melihat bagaimana Nii menerobos menyerang monster milik Kakuzu "Musuh itu bukan lawan yang bisa dihadapi dalam jarak dekat, seharusnya dia sudah tahu akan hal itu."
TRANKK - ZRAAATTT
Monster lainnya muncul dan menyerang Nii dan berhasil memutuskan tangan sosok bertopeng dua itu, namun sosok bertopeng dua itu tetap melaju kencang seakan tidak peduli akan tangannya yang lepas itu.
Berhasil mendekati monster yang tidak bisa bergerak itu, Nii membentuk segel dengan tangan kirinya lalu menghempaskannya ke Monster Kakuzu yang tidak bisa bergerak itu.
"Tangan kayu? APA!" Bingung Kakuzu setelah melihat tangan yang dipegang oleh monster yang berhasil memutuskan tangan milik Nii itu ternyata adalah tangan kayu dan tangan itu mulai bersinar.
Sekilas Kakuzu yakin dia melihat bahwa sosok bertopeng dua itu menyeringai di balik topengnya yang hancur di bagian kiri wajahnya itu.
BZTTTTT BZZTTTTT
BLAARR
Dua ledakan yang cukup besar terjadi secara bersamaan dan menghancurkan sosok monster yang dekat dengan Nii dan menghancurkan sebagian tubuh monster yang memegang tangan kanan Nii yang putus.
"Kurang ajar, dia berhasil menghancurkan satu koleksiku dan hampir menghancurkan monster elemen angin juga."
Ichi, San dan Yon yang dari tadi hanya menyaksikan hanya bisa khawatir melihat bagaimana partner mereka ikut hancur dalam ledakan itu.
Katon: Karyuudan no Jutsu
Ichi menembakkan naga api setelah membuat beberapa segel tangan yang meluncur dengan cepat ke arah Kakuzu dan Monster-monster miliknya.
Suiton: Suijinheki
Gumam Kakuzu lalu muncul suatu tembok air yang dikeluarkan oleh salah satu monster miliknya itu.
Lokasi : Mito- Naruto vs Sasori
"Kalian hebat juga bocah, bisa mendesakku sampai menggunakan koleksi berhargaku – Kazekage Ketiga." Puji Sasori pada Naruto dan Mito yang telah berhasil mengancurkan ratusan dari boneka miliknya
Dalam menghadapi ratusan boneka Sasori, mau tidak mau Naruto harus menggunakan tenaga ekstra, dan pada saat ini mengalami beberapa luka sayatan dan luka bakar dari pertarungan dan karena usaha dalam melindungi Mito.
"Kazekage Ketiga?" Gumam Mito bingung.
"Tampaknya rumor yang beredar memang benar. Jadi kau yang telah membunuh Kazekage Ketiga." Ucap Naruto setelah melihat bagaimana boneka itu terlihat.
"Dia membunuh Kazekage ketiga dan menjadikannya boneka?! Kejam sekali perbuatannya." Ucap Mito.
"Benar, bagi seorang shinobi pengendali boneka yang jenius, itu bukan hal yang mustahil baginya. Mito kita harus berhati-hati- jangan sampai lengah. Kazekage ketiga yang dikendalikan oleh Master Puppet itu sama saja harus meenghadapi kekuatan seorang Kage." Jelas Naruto.
"Baik Nii-chan. Aku akan lebih waspada."
"Kalian jangan khawatir, aku juga akan menjadikan kalian menjadi salah satu dari koleksiku." Ucap Sasori.
Secara cepat dari dalam tangan boneka Kazekage ketiga muncul ratusan tangan boneka dengan pisau-pisau yang berlumuran racun.
Mito dan Naruto menghindar dengan cepat lalu melakukan manuver - serangan bailk. Mito muncul di belakang Sasori lalu melemparkan kunai-kunai dengan kertas peledak dan melipatgandakannya menjadi puluhan dengan Kunai Kagebunshin no Jutsu.
Sedangkan Naruto menghadapi boneka Kazekage ketiga yang dikendalikan Sasori.
BLAARRRRRR
Ledakan kuat terjadi akibat dari dampak dari serangan Mito, namun setelah asap dan debu yang mulai menghilang tampak di Sekeliling Sasori lingkaran besi hitam melindunginya dari serangan Mito.
"Pasir Besi." Gumam Naruto setelah melihat bagaimana serangan adiknya itu ditahan dengan perisai pasir besi.
"Nah, sekarang giliranku." Ucap Sasori.
Pasir besi yang tadi melindungi Sasori berubah menjadi kumpulan jarum besi yang sangat banyak yang diluncurkan ke arah Mito.
"Dia bisa menggunakan serangan Kazekage Ketiga pada orang lain, walau saat ini aku sedang bertarung dengan bonekanya." Naruto yang masih disibukkan dengan Boneka Kazekage Ketiga kaget.
DUM DUM DUM DUM
"Satu ekor sudah beres- sisanya tinggal kau." Ucap Sasori setelah melihat Serangan cepatnya tidak bisa dihindari Mito.
Namun ternyata setelah beberapa saat, tampak Mito menahan serangan Pasir Jarum Besi milik Kazekage Ketiga dengan rambutnya yang tumbuh panjang melingkari seluruh tubuhnya tanpa celah dan berubah menjadi sekeras baja- menahan serangan Sasori.
"Dia menggunakan teknik seperti Jiraya." Gumam Naruto lega.
Mokuton : Mokuryuu no Jutsu
Tanpa pikir lagi karena melihat Sasori ingin melancarkan serangan- Naruto langsung membentuk segel dan mengeluarkan naga kayu dengan ukuran kira-kira sepuluh meter.
Naga kayu itu menembakkan jarum –jarum kayu dengan cepat ke arah Sasori dan Bonekanya. Sasori langsung membentuk perisai pasir besi yang melindunginya dari hujan jarum kayu tersebut.
Melihat bahwa serangannya bisa ditahan dengan sempurna oleh Sasori, Naruto langsung membentuk segel tangan.
Naga kayu itu berhenti menembakkan jarum-jarum kayu dan mulai mengumpulkan energi hitam di sekelilingnya yang mulai membentuk sebuah bola energi padat.
MokuDan no Jutsu (Bom Naga Kayu)
Sasori yang melihat itu hanya melebarkan matanya karena merasakan besarnya energi dalam bola itu.
BLAARRRRR
Dampak dari Ledakan kuat diakibatkan oleh serangan itu cukup untuk meratakan tempat itu.
"Nii-chan hebat sekali." Ucap Mito kagum melihat serangan Nii-sannya itu.
Beberapa saat kemudian setelah asap mulai menghilang tampak Boneka Kazekage Ketiga hancur di bagian tangan kanannya.
Namun Boneka itu masih dalam posisi melayang di udara melindungi posisi Sasori yang berada di belakangnya.
Tanpa diduga naga kayu milik Naruto terpotong-potong menjadi beberapa bagian, dan hal itu membuat Mito terkejut dan Naruto hanya memasang wajah datar seakan sudah tahu akan hal itu.
Di sekeliling naga kayu Naruto yang terpotong-potong itu tampak pasir besi milik Sasori. Pasir besi seukuran tali benang yang merupakan penyebab terpotongnya naga kayu Naruto melintangi beberapa bagian di udara.
"Jangan pikir aku akan membiarkan kalian terus melakukan serangan tanpa balasan." Ucap Sasori yang berada di belakang Boneka Kazekage Ketiga.
Boneka itu bergerak cepat menuju ke arah Naruto dan Mito dengan ratusan tangan pasir besi yang muncul dari tangan kiri boneka itu.
BUMMM
Secara tiba-tiba Sasuke muncul dan langsung menghancurkan Boneka Kazekage Ketiga dengan Susano'o miliknya dengan sekali hantaman tinju. Sasori yang melihat itu terkejut bukan main karena serangan tiba-tiba itu. Dia yang membiarkan Bonekanya itu tanpa pertahanan membuatnya hancur dan hal itu disebabkan oleh satu hal- Kecerobohannya.
"Teme, kau lama sekali." Ucap Naruto.
"Hah, apa kau kesulitan menghadapi sebuah boneka Dobe?" Sindir Sasuke.
"Sasuke-senpai" Ucap Mito sedikit terkejut melihat bagaimana Sasuke berhasil menghancurkan Boneka Kazekage Ketiga milik Sasori.
"Apa kau baik-baik saja Mito?" Tanya Sasuke.
"Ya, aku baik-baik saja Sasuke-senpai."
"Susano'o ya? Tampaknya ini akan sedikit sulit. Aku sudah tidak memiliki banyak chakra lagi. Aku akan menggunakan itu untuk membereskan mereka – dan sekaligus menangkap Kyuubi." Batin Sasori.
Lokasi : Menma vs Deidara
Di suatu tempat yang saat ini tidak bisa digambarkan lagi, tempat itu sudah hancur lebur akibat dari pertarungan yang masih berlangsung antara dua pihak.
Pepohonan yang tadinya menutupi tempat itu, sekarang sudah rata ditambah dengan kawah-kawah seperti akibat dari suatu ledakan.
Satu hal yang bisa dikatakan mengenai tempat itu – Kerusakan Total.
"Sudah ku katakan kau tak akan bisa menang melawan kami, Naruto." Ucap pria berpakaian jubah Akatsuki yang memakai topeng dengan satu lubang di mata bagian kanan.
Tampak Menma sudah sangat terdesak menghadapi dua sosok Akatsuki yang ada di depannya- bagian atas tubuhnya sudah luka-luka dan sebagaian pakaian ninjanya sudah compang-camping. Awalnya dia hanya menghadapi Deidara, namun tiba-tiba muncul satu lagi anggota Akatsuki lagi yang ikut dalam pertarungan.
Setelah mengalami luka-luka dan chakra yang terkuras banyak menghadapi Deidara, dan sekarang dia harus menghadapi satu lagi Anggota Akatsuki.
Sedangkan Deidara sudah kehilangan kedua tangannya, dan mengalami luka yang tak kalah hebat. Dan salah satu anggota Akatsuki yang baru saja muncul itu hanya mengalami sedikit luka saja di bagian tangannya.
Deidara saat ini hanya bisa berdiri menggunakan lututnya di atas Seni burung tanah liat miliknya.
"Diam kau! beraninya kau memanggilku seperti itu." Geram Menma.
"Aku sudah tahu siapa kau sebenarnya. Satu lagi bagianmu saat ini sedang menghadapi Sasori, bagian yang lainnya sedang menghadapi Kakuzu dan Hidan. Benarkan Namikaze Naruto?" Ucap Pria bertopeng itu dengan nada mengejek.
"Ugh, aku tidak memiliki banyak chakra lagi. Nii sudah dikalahkan- Fu dalam bahaya dan ... Sial..." batin Menma.
"Baiklah kalau begitu aku akan mengakhiri ini sekarang juga." Ucap Pria bertopeng itu melompat dari replika burung tanah liat Deidara yang saat ini terbang di udara.
Susano'o muncul dan menghantam Menma secara langsung, namun berhasil dihindari dengan sempurna menggunakan Hiraishin.
"Masih belum." Ucap pria bertopeng itu membentuk anak panah dengan Susano'o miliknya lalu menembakkannya ke arah Menma dengan kecepatan tinggi.
Serangan bertubi-tubi dilancarkan pria bertopeng itu dengan Susano'o miliknya, namun berkali-kali juga Menma menghindar menggunakan Hiraishin untuk menghindari serangan musuh tersebut.
Kembali menghilang dari tempatnya tadi dan muncul beberapa meter di atas Susano'o lawannya- Menma membentuk beberapa segel tangan dengan cepat.
Dari salah satu lubang topengnya dapat dilihat dengan jelas bahwa pria bertopeng itu terkejut. Dan tampak Susano'o miliknya membesar hingga fase ketiga
Udara yang sangat keras tercipta – suara udara yang terdengar mengalami keretakan akibat dari jutsu milik Menma dan membuat Deidara yang ada di udara terjatuh akibat tidak bisa menjaga keseimbangan karena sudah kehabisan chakra. Dimana Menma sudah berhasil membawa tubuh Gaara yang hampir jatuh juga.
Putaran yang tak teratur- terlihat hendak meledak dengan lingkaran-lingkaran tak beratur dan pusat inti orbnya berwarna hitam kelam-Jutsu itu mengarah dengan keecepatan tinggi ke arah kedua anggota Akatsuki itu.
"Ini akan menjadi yang terakhir." Gumam Menma dan Jutsu itu jatuh mengarah tepat ke tas Susano'o tersebut.
ULTIMATE : DAI RASENRINGU
KABBOOOMMM
OoO
OoO
OoO
OoO
A/N:
Buat para pembaca yang sudah memberikan review saya ucapkan terima kasih dan terkhusus yang memberikan saran- saya sangat berterima kasih- sarannya sangat membantu. Saya harap chapter ini menjelaskan siapa sebenarnya Menma dan hubungannya dengan Mito dan Naruto.
Juga mengenai Kenapa ada beberapa karakter yang ada pada saat yang sama pada waktu yang sama pula sudah terjawab di chapter ini.
Saya minta maaf juga mengenai banyaknya bagian yang di skip-skip.
Mengenai kontak para pairing nanti akan ada waktunya- agar tidak terlalu terlihat dipaksakan karena melihat situasi.
Pertarungan Naruto dengan EMPAT PILAR ROOT akan ada dalam kilas balik yang mungkin ada nantinya.
Sekedar sedikit bocoran dari pertanyaan yang banyak ditanya mana tahu saya tidak lagi melanjutkan cerita ini mengenai :
Naruto yang kalah dalam pertarungan dan hampir mati melawan Keempat pilar ROOT dan melarikan diri atau lebih tepatnya diselamatkan oleh seseorang, penjelasan mengenai Pengangkatan Tsunade, Tindakan Itachi yang membantai sebagian klan Uchiha, kenapa Menma atau Naruto meneyebut Madara sebagai Shisou, keberadaan Shisui, alasan Sasuke yang masih di dalam konoha, kenapa Menma atau Naruto masuk dalam Uzugakure, Yakumo, Naori, dan tujuan Naruto mengumpulakan chakra Biju dan kenapa dia bisa memilikinya?
Perkembangan Hinata dan keberadaannya ? juga para rookie 12?
Apakah Hinata masih menyukai Naruto?
Apakah Sasuke menyukai Mito atau tidak dan sebaliknya?
Bagaimana dengan Sakura?
Dan pembalasan yang akan dilakukan Naruto terhadap Pilar ROOT.
Sekuat apa Danzou?
Nasib Hokage ke tiga?
Saya tidak tahu, entah kenapa tapi saya merasa para readers apa sudah mulai bosan dengan cerita ini atau belum
Dan saya juga tampaknya sudah mulai malas juga karena melihat bagaimana sedikitnya review yang saya dapat- tidak ada bertambah, malah semakin kurang sepertinya. Jujur saja kemauan saya menulis Fanfic ini akan sangat dipengaruhi oleh review dari para readers.
Dan mengenai Fic saya yang lain, saya akan usahakan.
Akhir Kata saya ucapkan terima kasih.
Ttd:
Author : Hillsen
