Ululululu, Chapter 2 tiba! Tanpa menunggu lagi, Monggo~

Chapter 2: Fate/Princess part 1

Di Suatu Tempat
Hakuno Pov

Disaat aku keluar dari pintu, tiba-tiba semua nya menjadi gelap seketika, dan aku merasakan sakit layaknya jatuh dari ketinggian. Aku mencoba membuka mataku, tapi mataku masih terasa sakit, sepertinya dimulutku ada pasir yang tersumpal dan aku langsung mengeluarkanya dengan cara batuk, meskipun mata ku belum berfungsi dengan baik, aku bisa mendengar suara bising dan ledakan. Setelah mencoba sekeras mungkin, aku berdiri dan melihat banyaknya gedung pencakar langit yang rusak, 'apa yang terjadi? Inikah dunia baru yang aku kunjungi? ' sambil mencoba berdiri aku tercenggang karna aku berada di dalam lubang mirip ledakan kawah. Setelah itu, terdengar ledakan yang hebat di belakangku, aku mencoba mencari tau apa yang berterbangan disana, dilihat secara baik2, sekelompok perempuan berpakaian agak terbuka dan ketat berlapiskan Baja dan jetpack mengejar sesuatu yang bersinar berwarna ungu dan cepat. Entah kenapa aku bisa melihat nya padahal jarak mereka dari tempat ku berada sejauh 200 meter,' mungkin kah ini kemampuan Archer?'.

Aku mencoba mendekati mereka sambil mengendap-endap bersembunyi diantara mobil-mobil ke puing-puing dan sebagainya. Setelah aku berada sekitar 100 meter dari mereka aku bersembunyi dibalik puing-puing gedung, aku mencoba melihat lagi dengan seksama,kalau tidak salah Archer bisa melakukan analisa Prana/Mana, meskipun Prana di Moon Cell hanya replica, Archer bisa membedakan mana Prana sungguhan dan yang bukan. Aku memfokus kan mata ku dan mencoba melihat masing2 Prana yang mereka punya.

Para gadis dengan baju ketat itu memiliki Prana yang normal pada umum nya manusia biasa, dan mereka memiliki tubuh yang cukup terlatih meskipun secara fisik tidak terlihat, tapi dengan mata Archer aku bisa melihat tubuh mereka layaknya X-ray di dunia ini.

Dan disaat aku mencoba focus ke mahluk bersinar yang mereka incar itu, ternyata dia juga perempuan, atau setidaknya mirip dengan perempuan, memakai armor berwarna ungu dan sedikit hitam dibagian perut sampai dada dengan rok transparan berwarna ungu muda, berambut hitam panjang dan memiliki wajah bak bidadari. Aku sama sekali tidak percaya kalau dia manusia biasa dan disaat aku mencoba membaca nya menggunakan mata Archer yang di perkuat dengan Magecraft nya Archer itu sendiri, dia memiliki Prana yang sangat besar dan bahkan jika diukur menggunakan parameter Servant, Rank nya adalah A+ atau lebih, dan bukan hanya itu, meskipun aku tidak bisa membaca Anatomy nya, dia memiliki daya serang yang hebat.

Meskipun dia sendiri, seperti nya dia tidak kesusahan melawan para gadis berarmor ketat ini yang dari tadi menghujani nya dengan misil dan senapan beruntun, bahkan jika dia serius, dia bisa menghabisi para gadis itu dengan mudah nya, lalu kenapa? Kenapa dia diam tidak melawan? Dia hanya menghancurkan misil yang mendatanginya dan dilindungi oleh sejenis pertahanan yang dibuat oleh mana.


10 menit telah berlalu, di saat aku melihat baik-baik wajah gadis yang di keroyok itu, dia terlihat sedih 'Tch…Aku tidak tahan lagi, dia sama sekali tidak melawan dan sepertinya tidak bermaksud melukai siapapun, lalu kenapa para gadis ini tetap menyerangnya?' aku berfikir untuk membantu nya melarikan diri,tapi apa yang bisa aku lakukan? Tanpa servant, aku hanya NPC biasa atau sekarang manusia biasa. Dan disaat itu lah ada sesuatu yang berbunyi di kepala ku layaknya air jatuh ke genangan air, 'ini…Archer? ' sepertinya Archer ingin memberitahuku sesuatu, dan di saat itu juga aku mendapat seluruh pengetahuan tentang Archer, 'begitu…ya'dan dengan sigap aku langsung berlari menghampiri mereka yang sedang terbang ke sana kemari. Sambil berlari aku mengucapkan kata-kata.

"Aku, Hakuno Kishinami, dengan ini melakukan Alter Contract Kepada Servant Class Archer: No Name." Aku berteriak sambil berlari, "Wahai pahlawan tanpa nama, Satu-satunya pahlawan yang terpilih oleh Dewi Alaya, dan pahlawan yang selama hidupnya menjadi penyelamat umat manusia, pinjamkan lah aku kekuatan atas nama Pahlawan kebajikan!. Sang Counter Guardian! Alter Contract! Activate " .

Dan disaat itu juga, Mantra Perintah menyala dan menghilang dan seperti nya berpindah ke punggung ku, lalu lambang Mantra Perintah ku itu muncul di belakangku layaknya sayap, gumpalan Mana menyilimuti ku dan mengubah seluruh penampilanku . Aku memakai seragam yang sama persis dengan Archer yang di kenal sebagai kain suci berwarna merah dengan baju hitam bergaris putih membentuk motif sebagai dalaman nya dan memakai celana hitam, rambut ku menjadi putih dan mata ku berganti warna menjadi abu-abu, dan setelah itu lambang Mantra Perintah ku masuk lagi ke punggungku.

Tanpa berpikir panjang lagi aku melompat ke gedung berlantai 20 yang sudah rusak, aku melompat dan melompat di setiap pojokan gedung itu yang sekira nya bisa digunakan untuk menapak dan masuk melewati jendela yang sudah pecah di lantai tertinggi.

"Trace-on" Aku memproyeksikan Busur Hitam yang selalu menjadi senjata favorit Archer kedua setelah Kansho Byakuya, lalu aku memproyeksikan panah berwarna hitam dan bersiap membidik para gadis itu.


Markas AST
3
rd Pov

Sementara itu. Di markas AST ada sebuah ruang kendali yang digunakan untuk memantau para anggota nya dan memantau spirit yang mereka incar. Tiba-tiba, semua mata orang tertuju pada layar yang menyiarkan Radar dengan menunjukan adanya keberadaan Spirit lain selain Princess.

"Perhatian para personil, terdeteksi keberadaan Spirit lain 30 meter di arah tenggara dari Princess di tempat kalian berseteru, diharapkan segera waspada terhadap keberadaan nya." Kata salah satu Operator yang duduk di depan Radar itu.

Sejenak, para AST berhenti dan memperhatikan arah tenggara dari Princess tapi tidak melihat apa-apa. Lalu, secara sekelebatan, sesuatu melesat kea rah salah satu Personil AST, tetapi berkat Barrier dari baju yang mereka pakai, sesuatu itu tertangkis.


Disebuah tempat di Tengu city
Ryouko Pov

'Apa yang barusan itu!? Apapun itu, itu sangat cepat sehingga aku hanya melehat sekelabatanya meskipun aku hampir benar2 tidak melihatnya' pikir Ryouko sang kapten AST. Siapapun dia, Spirit ini mencoba menyerang kami, dan dengan sigap aku mengangkat tangan ke atas member kode kepada yang lain untuk fokus kepada ku karna aku akan memberikan perintah.

"Semuanya perhatikan baik2, kita bagi team kita jadi 2, 6 orang dari kalian harus memeriksa gedung disebelah sana." Kata Ryouko memerintah, dia cukup yakin kalo Spirit yang mencoba menyerang mereka ini bersembunyi di gedung-gedung karna jika tidak, seharusnya mereka bisa melihatnya "sersan Origami! Kau yang memimpin!".

"Di mengerti" Kata cewek beramput putih itu mengangguk, lalu 6 orang termasuk Origami melesat menuju gedung yang dianggap persembunyian Spirit yang satu lagi untuk melakukan survey.


Didalam Gedung Rusak
Hakuno Pov

"Hmph…begitu ya, mereka dilindungi pertahanan tak terlihat dari energy statis yang kuat, ini mungkin agak mepotkan tapi" kata Hakuno dengan sangat tenang, lalu Hakuno menguacapkan "Trace-on" dan membuat proyeksi panah baru dari tangan kananya.

"Jika Hrunting yang aku gunakan untuk membunuh belum cukup, maka aku harus mengubahnya sedikit dengan menambakan komponen lain yang lebih kuat" sambil membayang kan bentuk tombak yang dinamakan gungnir aku mengucapkan "Trace-on: Alteration" bentuk panah hitam nya telah terlapisi material dari Gungnir senjata dari dewa badai Odin, Panah ku pun menjadi lebih panjang dan terlapisi oleh listrik biru dan siap untuk ditembakan, Aku membidik mereka yang mencoba datang kemari.

'Aku tidak perlu membunuh mereka, setidaknya aku akan membuat mereka diam untuk sementara' dan disaat aku sudah siap menembak, aku melihat bahwa si rambut putih yang paling depan sudah menyadari keberadaan ku, dengan sigap aku langsung menembakan panah ku tetapi si rambut putih ini tahu akan berbahaya nya panah ku dan menjauh sebelum Panah ku di tembakan, 'dari pada membidik satu orang lebih baik membidik yang masih berdekatan dulu' pikir Hakuno. Panah ku melesat dengan sangat cepat secepat suara menuju ke kerumunan 5 gadis yang menuju kesini kecuali si rambut putih itu {karna sudah menjauh duluan}. Panah ku pun tidak mengenai mereka melainkan efek dari Gungnir aktif, hanya dengan melewati mereka, seluruh Barrier mereka hancur dan tersetrum oleh panah ku dan jatuh, dan panah yang masih melesat itu mengenai gedung di belakang mereka dan meledak, menyisakan lubang yang sangat besar dan gedung itu pun hancur.

Tapi ini belum berakhir, si gadis putih itu melesat dengan cepat mengeluarkan pedang cahaya nya atau bisa disebut Beam Saber dan mengibaskannya kearah ku, aku pun dengan sigap menghilangkan busurku dan memproyeksikan senjata kesayangan Archer, Kansho dan Byakuya dan menahan seranganya.


Area dekat Gedung
Origami Pov

'Panah itu, ada yang tidak beres, firatsatku mengatakan aku harus segera menjauh dari panah itu sebelum terlambat' aku pun menjauh dari kelompok dan bermaksud untuk memberikan perintah untuk berpencar agar Spirit itu sibuk membidik kami. Tapi semua nya terjadi begitu cepat, Panah itu melesat kearah kelompok ku sebelum aku sempat memberikan perintah, layaknya petir yang menyambar . Tidak, jika itu hanya petir biasa maka pertahanan statis kami masih bisa menahanya, tapi panah ini sangat cepat dan hanya dengan melewati mereka saja sudah cukup untuk menghancurkan barrier mereka, dan ditambah lagi, mereka tersetrum oleh panah yang terlapisi listrik tadi dan jatuh kebawah. Melihat ini, aku mulai marah dan mengeluarkan pedang energy ku dan melesat menuju Spirit berambut putih itu. Aku mengibaskan pedang ku ke kepalanya, tapi dia menahanya dengan 2 pedang kecil yang berbeda warna antara satu sama lain, yang kanan berwarna pitih bersih dengan lambang Yin yang dan sebelah nya berwarna hitam dengan motif seperti jarring laba-laba dan juga memiliki lambang yin yang di atas peganganya.

Setelah aku beradu dengan nya aku mencoba manapak dulu di lantai gedung yang rusak ini dan meng non-aktifkan jetpack ku, aku langsung menyerangnya lagi. Aku mengayunkan pedang ku ke kiri, kanan, tusuk, dan berputar kekanan melakukan Full-Swing dengan maksud menyerang sebelah kananya lawanku, tapi semua serangan ku di hindari kecuali yang terakhir, dia menahan serangan terakhir ku dengan pedang putih nya dan mencoba menyerang kepala ku dengan yang satu lagi, aku pun dengan sigap menghindar dari jangkauan pedang nya dan sedikit mundur lalu aku kembali menyerang dengan mengincar perut nya dari kanan, tapi dengan mudah nya dia menangkis pedang ku dengan pedang hitam nya dan dia melancarkan serangan dari kiri ku menggunakan pedang putih nya, aku pun harus melompat mundur untuk menghindar dan itu nyaris saja mengenai ku.

'Spirit ini, hah….hah…..cukup hebat'aku mencoba mengatur nafas dan bersiap untuk menyerang lagi, tapi sang Spirit mengambil langkah pertama dan menyerang duluan. Tidak diragukan lagi, dia sangat cepat dan untungnya aku berhasil menahan serangan kedua pedang nya dari atas lalu dia bermaksud menendang perut ku, aku berhasil menahan tendangan nya dengan satu kaki, tapi aku terhempas hanya karna tendanganya. Disaat aku melihat kedepan, dia sudah tidak ada dan kedua pedang itu tiba2 berada di sekitar leher ku, sekarang aku yakin dia berada dibelakangku.

"Aku tidak akan menyakiti mu jika kau mau berkerja sama, aku akan menghitung sampai 3, simpan senjata mu atau katakan selamat tinggal kepada kepala mu." Kata si Spirit merah ini kepadaku.

"Lepaskan! Dasar spirit! " tapi aku harus membaca kondisi, aku tidak mungkin bisa segera lepas dari jeratan nya, dia mulai menghitung, 'sepertinya aku tidak punya pilihan lain' aku pikir, aku harus mempertimbangkan nya, aku tidak mau mati sekarang sebelum membunuh seluruh spirit yang ada di muka bumi ini, lalu aku menon-aktifkan pedang ku.

"Bagus, jika kau mau memberi tahu apa yang aku ingin tau, maka aku akan membebaskan mu" Kata Spirit ini mengancamku "Pertama, apa yang kalian serang?"

"Bukankah kau seharusnya tau? Dia sebangsa dengan mu, meskipun kau adalah jenis laki2 pertama dan belum pernah terlihat, kau tidak akan bisa membodohi ku dengan cara seperti itu" aku menjawab dengan nada monotone namun meperlihatkan wajah sinis saat menoleh ke wajahnya.

"Begitu…kedua, apa yang dia lakukan sehingga gadis itu diserang?" Kata si pemegang pedang kembar dengan wajah serius.

"Apa yang kau katakan, kalian datang dan pergi seenaknya dan menyebabkan bencana alam yang disebut gempa luar angkasa, dan telah merengut miliaran jiwa! Dan kalian telah merengut nyawa orang tua ku!" Aku berteriak kepada spirit. Amarah ku sudah di puncak.

"hmph…kalau begitu pertanyaan terakhir, apa kau melihat spirit lain dengan tampilan emas?" kata nya menanyakan dengan wajah serius.

"Emas? Apa dia juga Spirit? Kami akan membereskanya jika kami melhatnya sebelum kau menemukanya." Kataku mengancam.

"Heh…Sebaiknya jangan, kalian tidak akan punya kesempatan melawanya, maupun Spirit yang kalian serang dari tadi, saran ku adalah jangan pernah berurusan terhadap masalah yang tidak bisa di atasi."
Kata Spirit ini sambil tersenyum, "terima kasih atas kerja samanya".

Lalu, setelah mengucapkan kata itu dia mendorong ku dengan kuat, aku pun menahan dorongan nya sekuat tenaga agar tidak jatuh dan berbalik sambil mengaktifkan pedang ku, tapi dia sudah tidak ada, aku menengok keadaan sekitar dan sepertinya dia benar2 pergi.


Kapten dan yang lainya pun masuk kedalam gedung tempat ku berada "sersan Tobiichi bagaimana dengan spirit yang satu lagi? Apakah kau tidak apa-apa?" kata Kapten cemas.

"Tidak, tidak ada yang perlu di khawatirkan Kapten, Spirit itu sudah pergi, bagaimana dengan Princess?" Kata ku dengan nada datar.

"Tidak berhasil, dia kabur entah kemana setelah kami terus-terusan mengejar nya. Seperti nya Spirit yang kau hadapi benar2 menyerang, berbeda dengan Princess dan dia menjatuhkan 5 Pilot kita dengan mudah nya, apakah ada hal penting yang bisa kau laporkan padaku sersan?" Kata Kapten dengan wajah yang benar2 serius.

"Ada, aku berhadapan dengan Spirit pertama berkelamin laki-laki" kataku sambil member hormat.

Semua nya yang ada disini tercenggang, selama ini memang belum ada Spirit bertipe laki-laki dan kami berasumsi bahwa Spirit selalu perempuan. Kali ini, fakta itu patah karna penemuan ini.

"Sisanya akan kau ceritakan nanti di markas, ok? Sersan Tobiichi" kata kapten yang sebelumnya lumayan kaget, aku pun segera menjawab "ya" sebagai konfirmasi. Kami langsung berangkat pulang ke markas dan membiarkan tim pemulih melakukan tugasnya.

'Aku pasti akan membinasakan kalian semua!' Kata Tobiichi dalam hati dan terbang menuju matahari senja.


Sebelumnya, di Gedung yang Rusak
Hakuno Pov

Aku memulai menyandera gadis putih ini dan menanyai tentang beberapa pertanyaan yang kupikir perlu untuk ditanyakan, sepertinya, mereka yang menyerang gadis itu tau betul apa yang terjadi dan mahluk apa gadis itu yang memiliki prana yang mengerikan itu.

Disaat pertanyaan pertama dijawab, 'jadi begitu, gadis itu adalah spirit yang di sebutkan oleh Database Moon Cell, pantas Archer begitu khawatir, mereka memang mengerikan dengan Parameter seperti itu.

Disaat pertanyaan kedua dijawab, 'Gempa Luar Angkasa? Aku tidak tau apa itu,tapi jika Gempa Luar Angkasa sehebat itu maka tidak salah lagi kalau spirit adalah mahluk yang mengerikan dan perlu di waspadai, dan soal mereka membunuh orang tua gadis ini, itu pasti dendam pribadinya, sehingga dia mengeluarkan aura pembunuh yang sangat kuat terhadap ku yang merupakan keberadaan lain yang mirip dengan mereka.'

Dan ketika pertanyaan terakhirku dijawab, 'Aku berasumsi bahwa dia belum bertemu adiku, meskipun aku sangat geram ketika dia bilang ingin membunuh adiku, aku tidak akan membunuh nya, sepertinya berkat kpribadian Archer aku dapat mengendalikan emosi ku.' Aku pikir sambil tersenyum.

Seperti nya spirit itu berhasil lari, hmph…ternyata dia tidak butuh bantuan ku. Aku mendorong gadis yang ku sandera ini, dan sebelum dia berbalik, aku segera berteleport kebawah ke lantai terbawah dan menon-aktifkan bentuk Heroic Spirit ku agar tidak terdeteksi.

'Aku tidak tahu kenapa aku terkirim ke dunia ini, tapi aku tidak mau pembantaian sebelah pihak atau wajah sedih Spirit itu!, aku akan cari cara untuk mengakhiri ini, meskipun aku harus membunuh salah satu dari mereka.' Kataku, tapi sebelum itu aku harus mencari adiku dulu.

Setelah para gadis berarmor itu pergi aku pun pergi kearah sebaliknya dan tidak tahu mau kemana, tapi itu lebih baik dari pada berdiam diri.


Sementara itu, Disuatu Tempat Didalam Sebuah Kendaraan
3
rd Pov

"Bagaimana menurut mu Reine? Ini adalah penemuan yang tidak terduga kan? Untuk pertama kalinya ada Spirit berkelamin laki-laki." Kata cewek berambut merah itu sambil memegang Lolipopnya melihat layar dengan gambar sang spirit merah.

"Emm…ini baru pertama kalinya dalam sejarah dan dia dengan mudah nya menghabisi anggota AST, Komandan apakah anak tersebut sudah siap?" kata perempuan dengan kelopak mata hitam menandakan kurang tidur.

"Belum, dia masih belum tau apa2 soal ini, tapi nanti akan kujemput dia dan memberikan tugas nya nanti." Sambil mengemut Lolipopnya lagi, dia tersenyum.

Selesai chapter 2 nya dah, well terima kasih karna mau membaca sampai akhir, berikutnya adalah Hakua, sorry w ga pinter dalam menjelaskan deskripsi karakter. Chapter berikutnnya akan masuk ke cerita canonnya.

Ini Raygha Sampai Jumpa~