Raygha: Salam, Raygha disini kali ini mempersembahkan Chapter 3 dari FateDate.
Hakua: Akhirnya giliran ku tiba! Dah pegel ni nunggu dibalik panggung.
Raygha: iya ini juga ente mw gue masukin.
Hakua: Ngomong2 Nii-san kemana setelah dia berhasil mendapatkan informasi?
Raygha: Rahasia donk~ meskipun ente pemain, ente tetep ga boleh tau.
Hakua: *Ngambil Scrip cerita* oh jadi begini toh, Ntar kita bisa gunain-
Raygha: OY! Balikin! Dah sono siap2!
Hakua: Aye-aye sir!
?: Akhirnya tiba disaat Raja menunjukan diriku pada dunia baru, Aku Sang Gilgamesh, akan mengubahnya menjadi Taman ku yang baru seperti Uruk.
Raygha: Woy! Lu itu tertidur kali! Jangan ngerecok! Tidur sono!.
Gilgamesh: Diam! Beraninya kau bicara seperti itu pada Raja, bahkan di tusuk ribuan kali tidak cukup untuk menebus dosa mu, Anjing Kampung! Gate of Babylon !.
Raygha: Aduh! Banyak banget lagi buka gerbang nya, pokoknya selamat membaca para pembaca.
Disclaimer: ada di Chapter 1.
Chapter 3: Fate/Princess part 2
Sementara itu dikota Tengu City
Sekolah SMA Raizen
3rd Pov
Itsuka Shido, Satu-satunya anak laki2 di kediaman Itsuka dan bersekolah di SMA Raizen kelas 2-4. Itsuka Shido sedang mencari tempat duduk dan akhirnya memilih satu di belakang sebelah kanan dari papan tulis.
Tengu City
SMA Raizen
Shido Pov
'Hah…nanti makan malam masak apa ya? Aku juga harus menjemput Kotori saat pulang sekolah nanti, sekarang aku sudah jadi senpai.' Kupikir. Teman ku menghampiri ku disaat aku sedang bengong, dia adalah Tonomachi, kami sudah berteman sejak lama dan teman sekelas sejak kelas 1.
Di semester ini, sepertinya dia sekelas lagi dengan ku, bukan berarti aku benci dia atau bagaimana, orang ini selalu nempel sama ku, dan akhirnya banyak sekali rumor kalau dia seorang Besexual.
"Yo! Itsuka Kebetulan sekali,sepertinya kita sudah ditakdirkan bersama" kata Tonomachi dengan nada agak seksi.
"Masa?" Kata ku agak terganggu, Setelah itu keadaan menjadi kaku tapi suara telpon dari kantong Tonomachi memecahkan suasana.
"Oh permisi, Pacar ku menelepon"Kata Tonomachi senang sekali.
"Sejak kapan kau punya pacar" Kata ku heran. Aku penasaran karna selama ini Tonomachi tidak pernah terlihat dekat dengan cewek lain, tapi dlu dia pernah menggoda salah satu cewek saat kelas 1, tapi karna penolakan nya sangat sadis Tonomachi seperti nya trauma,aku harap tidak terjadi apa-apa denganya, tapi karna dia sudah punya pacar, berarti efek nya tidak seburuk yang kukira.
"Kuperkenalkan" Tonomachi menunjukan Hape nya. Yang kulihat adalah gambar 2d cewek imut beramput Pink dengan mata pink dan memakai baju sekolah pelaut putih dengan rambut di kuncir 2 menggunakan pita putih, Kalau dilihat baik-baik dia mirip Kotori, eh!? Tunggu dlu, ini kan.
"Lah? Inimah simulasi kencan!" Kata ku kaget, tidak kusangka ternyata efek traumanya begitu dalam sehingga dia beralih ke Simulasi. Semoga tidak lebih parah dari ini.
"Dia tak tergantikan, benar2 sempurna! Semua tentang cara mendapatkan pacar tertera di aplikasi ini. Bagaikan Kitab kencan, apalagi aplikasi ini terkenal dimana-ma-" Ok dia sudah tak terselamatkan lagi, maaf kan aku Tonomachi!, seandainya aku ada disana menemanimu.
Saat Tonomachi terus menerus bicara tentang game nya, ada suara lain dengan bunyi "Itsuka Shido" membuat aku dan Tonomachi terdiam dan menoleh kearah suara feminim itu memanggil, dia adalah gadis yang cantik berambut putih dengan mata biru dan memiliki postur tubuh yang ideal memakai seragam sekolah kami.
Apa tadi dia memanggil ku? Sepertinya Tonomachi hanya terdiam jadi sebaiknya aku mengkonfirmasi.
"Aku?" Kata ku heran.
"Ya" dengan nada Monotone, datar sekali tanpa ekspresi, namun wajah nya tidak diragukan lagi, dia tetap cantik meskipun tanpa ekspresi.
"Bagaimana kau tau namaku?" kata ku masih heran, aku tidak kenal siapa dia, seingatku di kelas 1 aku tidak pernah sekelas denganya ataupun melihatnya di sekitar sekolah, atau aku yang terlalu tidak peduli pada lingkungan sekitar?.
"Kau tidak ingat?" dia menjawab dengan nada monotone lagi, aku tidak ingat pernah bertemu dengan nya seberapa fokus apapun aku mengingatnya.
Saat aku terus mencoba mengingat nya, dia langsung duduk di kursi kosong disebelah ku, karna aku bingung tentang apa yang terjadi, akhirnya aku memutuskan untuk bertanya ke Tonomachi.
"He-hey, siapa dia?" sambil berbisik ke telinga Tonomachi.
"Kau! Tak kenal si super jenius bernama Tobiichi Origami?" bisik Tonomachi tidak percaya dengan nada agak keras.
"Tobiichi….Origami?" Setelah dicoba ingat2 lagi, tetap saja aku tidak ingat sedikit pun tentang orang yang bernama Tobiichi Origami, setelah itu Tonomachi memulai penjelasanya.
"Tidak diragukan lagi bahwa dia adalah kebanggaan sekolah, wajah nya pun cantik, nilai nya pun ajib, dan dia selalu menjadi peringkat 3 besar dalam 10 besar cewek yang ingin aku kencani." Kata Tonomachi menjelaskan, jika semuanya itu benar, betapa ideal nya gadis ini, andai saja dia mempunyai ekspresi dia mungkin akan sempurna. Tidak, bahkan dengan tanpa ekspresi pun, dia sudah cantik bak putri salju.
"Aku tidak percaya kau tidak kenal dengan gadis sepopuler dirinya, tapi kenapa dia kenal dengan mu?" kata Tonomachi menambahkan. Aku pun juga bingung kenapa dia tiba2 tau namaku.
"Aku juga ingin tahu" kata ku menjawab pertanyaan Tonomachi.
Tak lama kemudian bel masuk sudah berbunyi, Tonomachi mulai duduk didepan ku dan Tobiichi Origami menaruh buku yang dia baca ke bawah meja, guru kami pun masuk, dia memiliki paras cantik dan tubuh bagus memakai kacamata menambah pesona nya bagi pecinta kacamata, membawa buku absen dan menuju ke meja guru, kalau tidak salah dia guru yang paling dikenal di sekolah ini.
"Oh! Tama-chan!" Tonomachi berdiri dengan senang. Benar juga, dia kan salah satu 10 besar gadis yang ingin dikencani Tonomachi, disaat aku bilang gadis, dia memang belum pernah menikah padahal umur nya sudah tidak muda lagi.
"Selamat pagi! Mulai setahun ini aku akan menjadi wali kelas kalian, Nama ku Okamine Tamae." Suara nya sangat kekanak-kanakan meskipun umur nya sudah 29 tahun, aduh! Kalau dia mendengarku entah apa yang terjadi, tapi dia guru yang baik dan cukup popular dikalangan para murid dan guru, berbeda dengan Tobiichi Origami, aku benar2 tidak tahu apa2 tentang nya, semua nya menyambut guru Okamine dengan tepuk tangan.
Aku mencoba menoleh ke samping kanan ku, Tobiichi terus memperhatikan ku tanpa menghiraukan guru, bahkan dia tidak tepuk tangan, 'Tobiichi Origami, kenapa kau bisa mengenalku? Kenapa kau memperhatikan ku? Ada apa ini? Apa yang terjadi?' aku berpikir sambil membalas menatapnya.
Jam sudah menunjukan jam 12.00, sudah saat nya pulang, aku masih ingat tentang janji ku ke Kotori bahwa aku akan menjemputnya di restoran itu, dan si Tonomachi menghampiri ku seraya bertanya.
"Itsuka, ayo pulang bersama" kata nya menawarkan diri.
"Maaf, aku sudah janji."
"Oh! Cewek bukan?" kata nya tersenyum.
"Begitulah. Kotori sih."
"Aku tahu itu, berdasarkan pengamatan ku, tidak ada cewek yang mau makan bareng sama mu" dengan nada agak sok, dia menaruh jari tanganya dikepala dengan gaya menandakan kalau dia lebih keren dari ku. Heh…padahal dia juga cuman punya pacar simulasi.
Tiba2, alaram berbunyi, sudah tidak salah lagi, ini adalah alaram peringatan tentang akan terjadi nya gempa luar angkasa, Jepang merupakan salah satu Negara yang sering terjadi gempa luar angkasa, padahal kemarin baru saja terjadi gempa di pinggiran kota tengu city dan menghancurkan sekitar seluas 200 meter atau lebih, gedung2 di sekitar nya sudah hancur berantakan, namun ledakan kemarin itu hanya menghancurkan sedikit saja dan tidak ada korban jiwa, mudah2an kali ini tidak ada koban jiwa juga.
"Gempa luar angkasa?" kataku kaget dan menoleh kearah jendela di samping kiri ku, Tonomachi juga melakukan hal yang sama.
"terjadi lagi kah" kata Tonomachi khawatir.
"Pertama-tama mari kita pergi ke penampungan dulu di dekat sekolah agar kita aman" kata ku mengusulkan.
Aku menoleh ke samping dan melihat Tobiichi Origami sudah berangkat duluan, mungkin dia langsung pergi ke penampungan?.
Tengu city
Di dekat SMA Raizen: Penampungan
Shido Pov
Di penampungan, terlihat para murid2 SMA Raizen dan teman2 ku berbaris agar kami bisa masuk kepenampungan secara tertib, aku melhat Okamine-sensei panik di tengah ekskalator.
"Tenanglah semua nya! Tolong berbaris dengan rapi! Dan jangan lupa dengan barang penting yang tertinggal, berbaris, perlahan, dan aman." Kata Okamine-sensei dengan wajah dan tingkah laku yang sangat panik.
"Sensei kau lah yang seharusnya tenang" kata Tonomachi mengingatkan
"O-o-o-Oh iya yah" kata sensei menjawab dengan rada panik.
Aku mencoba menelpon Kotori memastikan apa dia sudah ikut evakuasi di sana, dia pernah bilang kalau aku pokoknya harus datang meskipun ada badai maupun gempa luar angkasa terjadi, tapi mana mungkin aku bisa melakukanya.
Tidak ada yang menjawab, aku sangat khawatir jika terjadi apa2 padanya dan memutuskan untuk menggunakan system GPS, dengan begini aku bisa mengetahui lokasi Hape nya, GPS nya sedang mencoba mencari Hape Kotori, dan apa ini! Dia masih berada di Restoran itu, apa dia benar2 berharap aku akan datang meskipun Gempa luar angkasa terjadi? Tidak ada waktu lagi, aku harus cepat2 ke sana sebelum gempa luar angkasa itu terjadi, aku tidak akan membiarkanya begitu saja.
Dengan sigap, aku langsung berlari keluar penampungan, teman2 yang lain menyadarinya termasuk sensei dan Tonomachi memanggilku tapi aku tidak hiraukan.
Aku berlari menuju ke Restoran Danny's, aku melihat banyaknya papan hologram yang menampilkan tentang peringatan gempa luar angkasa, aku terus berlari dan berlari sehingga nafas ku sudah ngos-ngos san, 'Kenapa' aku pikir 'Kenapa dia tetap menunggu ku disana?' sambil terus berpikir tentang Kotori aku terus berlari dan berlari, dan akhirnya aku hampir tiba disana tapi tiba2 cahaya ungu datang dari langit, jadi inikah gempa luar angkasa?, saat cahaya itu jatuh ke
daratan, semua nya hancur seketika dan menghempas kan ku.
Tengu City
Pusat Perbelanjaan: terjatuhnya gempa luar angkasa
Hakua Pov
'Gelap sekali, dimana aku? Bukanya tadi aku menuju cahaya?' aku pikir. Aku mencoba membuka mataku, dan wow sekali, aku benar2 mendapatkan tubuh asli, tapi kok aneh, kenapa aku ada di lubang seperti bekas meteor jatuh? Di saat aku mencoba berdiri sambil melihat sekitar, ada gadis lain yang ada di lubang ini dengan sesuatu seperti sabuk senjata yang sangat besar dengan pedang diatasnya, dia memiliki paras cantik, berambut hitam dengan pita ungu bermotif dan juga seragam ungu macam armor yang anggun dengan rok agak teransparan berwarna violet, 'Lagi cosplay? Apa ini tempat syuting? Mungkin gedung yang hancur di sekitar adalah properti' aku pikir menebak keadaan. aku langsung menghampirinya berharap aku tidak mengganggu apapun yang dia lakukan saat ini.
"Emm…Permisi, ini dimana ya?" aku mulai bertanya pada gadis cantik ini, tapi reaksinya berlebihan, dia mendekati ku dengan kecepatan tinggi dan mencengkram kepala ku dari atas.
"Adududuh sakit! Apa yang kau lakukan!" aku berusaha melepaskan diri dari tanganya dengan cara memegang tangan nya dan berusaha melepaskan tangan nya dari kepala ku, tapi cengkraman nya terlalu kuat.
"Kau…juga ingin membunuhku kan?" kata gadis ini seperti mengancamku dari pada bertanya.
"Membunuh? Lah kenal juga kaga, masa aku mau membunuh tanpa alasan" Aku menjawab nya menggunakan sedikit logat ku.
"Lalu apa yang kau lakukan disini?" dia bertanya dengan wajah serius.
Aduh mau ngomong apa ni? Tiba2 cewek imut pengen cekek gua, aduh keluar deh tuh logat ehem, bagaimana ini? Aku harus memikirkan jalan keluar nya, emm….apa ya?.
"Manusia biadap, kau pasti memikirkan bagaimana cara membunuh ku?"Kata nya mengancam dan menggunakan jari untuk menciptakan boleh energy yang terlihat berbahaya jika disentuh.
"Eh!? Enggak kok, suer aku cuman orang lewat aja! Kenapa juga aku harus membunuh gadis secantik dirimu." Aku menjawab dengan agak panik.
Setelah aku bilang begitu raut wajah nya agak berubah, dan seperti nya wajah serius nya agak hilang, seperti nya aku tidak akan mendapatkan Bad end hari ini.
"Lalu? Apa yang kau mau?" katanya mencengkram kepalaku lebih keras lagi.
"Adududuh! Lepasin dulu donk, pecah dah nih pala" Seperti nya tengkorak ku akan mengalami peretakan jika dibeginikan terus, sepertinya dia mengerti dan melepaskan kepala ku dari cengkeraman nya tapi dia membuat bola energy yang lebih besar dari jarinya dan menodongkanya kearah ku.
"sebaiknya kau tidak main2, manusia, atau aku akan membinasakan mu!" kata Gadis ini makin mengancam.
"Baik2 emm….Namaku Hakua Kishinami salam kenal~" Setelah aku memperkenalkan diri dengan ceria, seperti nya dia sudah tidak terlalu waspada terhadap ku "siapa namamu?"
"Nama? Aku tidak punya nama, memangnya itu perlu?" kata nya dengan wajah tidak bersalah.
'Ya iyalah perlu! Mana ada manusia yang gak punya nama,mang nya lu Servant kakak gue! Walaupun aku yakin dia punya nama saat dia masih hidup, tapi masa sih ni orang ga punya nama? Tapi, keberadaanya sangat hebat, seperti aku merasakan tekanan batin, sepertinya gadis ini bukan gadis biasa, magus? Atau mungkin servant? Oh! Atau mungkin dia yang disebut Spirit?.
"kalau begitu aku harus memanggilmu apa?" kata ku bertanya.
"Entahlah, selama ini tidak ada yang mau berbicara padaku, apalagi manusia, yang pernah bertemu dengan ku hanyalah cewek mecha" katanya dengan raut wajah agak sedih.
"Cewek mecha? Apa itu?" kata ku heran sambil menyilangkan tangan ku.
"Itu adalah sekolompok perempuan dengan baju seperti robot dan terbang kesana-kemari hanya untuk membunuhku, tapi karena kau tidak memakai baju robot jadi aku agak percaya padamu" kata nya agak tersenyum saat dia selesai bilang 'percaya padamu'.
"Idih! Mereka jahat sekali! Tenang saja Onee-chan akan membantu mu! Ada gadis imut yang sedang kesusahan maka Aku, Sang Hakua akan datang menolongnya!"Kataku sangat percaya diri, meskipun aku tidak bisa apa2 tanpa Gilgamesh, aku tetap akan melindungi gadis imut yang lemah! Tapi bukan gadis imut saja loh, aku juga melindungi semua orang yang kujumpai, tapi aku mengutamakan gadis imut Tee-Hee~.
"i-Imut? Onee-chan? A-A-Aku tidak imut kok bahkan para gadis mecha itu mengharapkan aku tidak ada" kata cewek imut ini tersipu, Kyaaa~ bahkan dia lebih imut lagi kalau dia tersipu dan dia akhirnya menghilangkan bola energy nya.
"Orang yang menganggap mu seperti itu tidak pantas dianggap manusia! Keimutan adalah keadilan! Itu lah yang dikatakan cowok gamer berambut merah di TV"kata ku dengan bangga.
"Benarkah? Apa kau benar2 tidak takut atau ingin membunuh ku?" kata nya dengan wajah cemas, aku tidak suka melihat nya sedih, karna itu aku akan membuatnya tersenyum!
"Sudah kubilangkan, aku tidak akan membunuh mu, malah aku ingin kau jadi temanku, tidak, lebih bagus lagi! Jadilah adiku!" Aku berkata dengan semangat dan menunjuknya dengan tangan kiri ku saat aku bilang 'adiku', aku memang dikenal cepat akrab bahkan di moon cell saat perang cawan suci, akulah satu2 nya yang mampu bertahan dengan sifat Gilgamesh dan berani melawan, karna itu lah Gilgamesh sangat tertarik pada ku dan mau menghabiskan waktu nya menjadi servant ku yang katanya 'Waktu sang Raja terlalu berharga untuk rakyat jelata, tapi akan berbeda jika dia adalah rakyat jelata yang menarik' tapi sekarang aku sudah ditunjuk sebagai Penjaga pusakanya.
Kapan aku bisa menggunakan kekuatan Gilgamesh ya?.
Dia tersenyum! Gadis ini Tersenyum! Kya! Kya! Kyaaaaa!~ keimutan nya membanjiri tubuh ku!, jika aku manusia biasa aku sudah bersimbah darah dari hidung, walaupun darah ku tetap keluar, tapi tidak banyak seperti anak sekolahan yang bisa memanggil versi kecil dirinya, dia khawatir dan menayakan 'kau tidak apa2' dan aku menjawab 'tenang saja! Ini bukti kalau aku masih sehat'.
"Terima kasih, aku belum pernah bertemu dengan orang seperti mu, aku belum punya nama jadi kau boleh memberiku nama Onee-chan!" kata gadis ini tersenyum.
Ughh…Sepertinya aku mau pingsan, aku harus menahan lonjakan darah di hidung ku dengan tangan ku sekarang, Onee-chan!? Nama yang indah sekali!, aku
pikir aku tidak akan pernah mendengar nama itu sepanjang hidup ku, ok nama ya? Emm...
Tiba2 ada seseorang dengan baju hitam dengan motif garis putih dan mantel merah yang kukenal, wajah nya mirip dengan kakakku tapi memiliki rambut putih dan mata abu2, tunggu dlu itu Archer atau Nii-san? Dia mengangkat ku dan kami berpindah tempat lain secara sekejap dan sekarang kami berada di atas gedung jauh dari Nya.
"O-Onee-chan? Kemana kau?" Kata gadis itu kebingungan dan tiba2 dia melihat seorang laki2 di belakangnya dan mengambil pedangnya dari sabuknya yang besar itu lalu menghempaskan ombak energy ke bocah hanya dengan menebas udara meskipun tidak mengenainya tapi itu cukup menghancurkan satu gedung di belakangnya.
Si cowok itu tentu saja shock, dan si imut menghampirinya dan berkata.
"Apa kau yang membuat Onee-chan menghilang?" katanya sambil menodongkan pedangnya.
"Heh!? Onee-chan? Yang tadi itu kakak mu?" kata laki2 itu bingung.
Tengu City
Di salah satu atap gedung
Rekap
Hakuno Pov
Sebelum ini aku berkerja di salah satu supermarket, padahal baru sehari aku berkerja disana eh gempa luar angkasa sudah datang lagi dan menghancurkanya, dasar Spirit, padahal sudah kutolongin tapi dia malah memberiku ini, meskipun dia tidak tahu tentang ku, tetap saja rasanya menyebalkan.
Aku berubah menjadi Heroic Spirit No Name dan memantau keadaan sambil menggunakan Limiter untuk mengecilkan keberadaanku semampuku agar tidak terdeteksi oleh tentara bearmor ketat itu dan spirit itu.
Aku menggunakan Reinforce untuk menguatkan mataku, dan melihat dari jarak paling maksimal sejauh 500 meter, karna Archer masih terikat dengan class nya.
Dan apa ini!? Ada seseorang yang kukenal di lubang bekas jatuh nya gempa luar angkasa itu, dan terlihat gadis dengan rambut coklat ber-ikal dan mata coklat memakai baju pelaut hitam seperti baju resmi Sekolah TsukiNoura di Moon Cell dan di todongkan dengan bola Energy dari kumpulan mana yang di focus kan kesatu jari.
"Hakua!? Apa yang dia lakukan disana? Apa spirit itu menyandera nya? Ini tidak bisa dibiarkan!" kata kusangat geram, dan bersiap untuk melakukan teleport.
Tapi, setelah dilihat baik2 Spirit itu berhenti menodong nya dan tersipu malu, 'Heh!? Apa yang terjadi? Ah ya, aku lupa kalau adik ku memiliki kemampuan aneh yaitu bisa akrab dengan siapa saja" kata ku sambil tersenyum.
Belum lama setelah spirit itu tersipu, para gadis berarmor ketat sudah datang, aku bisa merasakan Prana mereka dari jarak yang cukup jauh, dan aku memutuskan untuk menjemput Hakua segera, aku melepas Limiter ku dan berlari dengan kaki yang sudah ku Reinforce agar aku memiliki kecepatan bagaikan Lancer servantnya Rin di Moon Cell.
Aku terus berlari dan berlari secepat angin dan terus berlari melesat bagaikan peluru, walau fakta nya peluru masih bisa lebih cepat, tapi kecepatan ku tidak bisa digapai manusia dan mampu menghindari peluru, bahkan aku saja hanya sementara bisa melakukanya, hanya Servant yang merupakan manusia super yang dapat melakukan apa yang manusia tidak bisa lakukan.
Disaat aku sudah cukup dekat dengan mereka berdua, aku menggendong nya dengan gaya menggendong putri dan aku langsung menggunakan Reinforce dan teleport, dalam sekejap kami berdua berada di atas gedung yang tadi.
"Hakua! Kau baik2 sajakan apa ada yang terluka?" kata ku sangat khawatir, tapi jika dilihat baik2 dia tidak apa2 dan aku merasa lega.
"Ah? Nii-san akhirnya kita bertemu dan tolong turunkan aku" kata Hakua agak tersipu dan akupun menurunkanya.
"Jadi,apa kau tidak apa2? Setelah berinteraksi dengan Spirit itu?" Kata ku menunggu konfirmasi.
"Tidak apa2 kok Nii-san dia tidak seburuk seperti kata Gilgamesh, dan Nii-san bagaimana kau bisa memakai baju Archer?" kata adiku heran.
"Emm… jadi kau masih belum bisa melakukanya?" Kata ku agak kaget, meskipun keliatanya wajar sih karna saat aku pertama kali datang ke dunia ini aku tidak tahu apa2 dan Archer memberitahuku lewat Hubungan dengan Mantra Perintah.
"Jadi Nii-san sudah bisa melakukanya? Enak sekali, aku juga ingin mencoba kekuatan Gilgamesh" katanya dengan rada kesal tapi imut karna dia menembemkan pipinya.
"Kau pasti bisa, aku bisa melakukanya karna aku membutuhkanya, jika kau benar2 membutuhkanya pasti Gilgamesh akan meminjamkanya untuk mu" Kata ku agar adiku menjadi baikan.
"Membutuhkanya? Tapi ngomong2 kenapa kau tiba2 membawa ku ke sini! Padahal aku sedang bicara dengan Spirit-chan" katanya dengan wajah sinis.
"Maaf, jika kau sedang bicara enak2 nya dengan spirit itu tapi keadaan nya sangat genting, para gadis berarmor ketat itu sedang menuju kearah spirit itu" Kataku menjelaskan.
"Gadis berarmor? Maksudmu gadis dengan baju seperti robot?" Kata adiku terlihat shock.
"Robot? Seperti nya bisa dikatakan seperti itu" kata ku menjawab.
"Kalau begitu kita tidak bisa membiarkanya! Aku akan kesana dan menolongnya!" kata adiku terburu-buru dan bermaksud melewati tangga untuk keluar.
"Tunggu dulu Hakua! Aku juga ingin menolongnya tapi kita harus membuat rencana dulu agar kita tidak dalam bahaya, terutama kau, kamu masih belum bisa menggunakan Alter Contract" kata ku mengingatkan.
"Alter Contract? Apa itu yang membuat Nii-san seperti sekarang? Jika iya aku ingin kau segera mengajari ku" kata adiku dengan wajah serius.
"Iya-iya baiklah, pertama-tama kau harus mencoba tenang dan berkonsentrasi, lalu kau harus benar2 membutuhkannya jika ingin melakukannya, setelah itu akan ada sebuah tanda seperti suara dan kau akan tau apa yang selanjutnya kau lakukan" kata ku mengajari nya.
Dia pun mencobanya, dan mengejutkan, dia sangat fokus dan terdiam berdiri layaknya batu.
Tengu City
Di Atas gedung
Hakua Pov
'Aku ingin melindunginya, aku ingin melindungi siapapun yang tidak bersalah dan aku tidak ingin melihat wajah sedihnya lagi' aku mencoba fokus dan fokus sampai aku mendengar suara seperti air jatuh, dan akhirnya aku mendapatkan semua pengetahuan tentang Gilgamesh dan tahu apa yang harus aku lakukan selanjutnya.
"Aku, Hakua Kishinami, melakukan Alter Contract dengan sevant classless: Gilgamesh" kumpulan energy berwarna emas menyelimutiku "Sang pahlawan tertua di sejarah, pahlawan yang memegang kerajaan Agung Uruk, dan pahlawan yang menjadi asal-usul pahlawan yang lain, pinjamkan aku kuasa mu atas nama Raja para Pahlawan! Datanglah! Alter Contract! Activate!"
Tubuh ku di selimuti Prana berwarna emas dan setelah Prana tersebut menghilang, Rambut ku menjadi emas dan memiliki mata merah dan memakai armor emas mirip Gilgamesh dengan jubah merah di depan dan belakang bawah perutku yang melambangkan simbol kerajaan Uruk, tapi entah kenapa ada yang berbeda dari Gilgamesh, mungkin dibagian dada, aku malah memakai sesuatu seperti Bikini ber armor emas, seharusnya aku malu tapi entah kenapa aku malah bangga dengan tampilanku.
"Emm…Hebat…er..sekali, baju mu agak sedikit terbuka, tapi selamat akhirnya kau bisa meminjam kekuatan Gilgamesh" kata nya memuji dan agak tersipu, aku suka melihat Nii-san tersipu.
"Hmph…Terima kasih Faker-Nii mungkin tubuh ku terlalu cantik sehingga kau harus melihat ku sebegitu nya,tapi itu tidak masalah, selama aku sang Ratu mengijinkanya kau tidak perlu takut akan amarah sang Ratu." Kata ku dengan sombongnya, tapi tunggu dlu? Kenapa aku berbicara seperti si Gilgamesh? Oh tidak! Aku tertular kepribadianya.
"Jadi kau juga mendapat kepribadianya kah? Ya… aku sih tidak kaget lagi" kata kakak ku tersenyum.
"Sudah cukup basa-basi nya anjing kampung, antarkan aku ketempat si spirit itu sedang bertarung, aku ingin memberikanya berkah dari sang Ratu karna telah menjadi imut diluar dugaan ku, dan mereka yang menyerang adik kecilku, akan merasakan panas amarah Ratu bagaikan di jemur di padang pasir di Uruk" kata ku membuat keputusan.
"heh…kau benar2 mirip dengan Gilgamesh, sepertinya spirit itu mulai menyerang, sebelumnya dia tidak menyerang sama sekali" kata si Faker tersenyum.
"Hoh… Kau bertemu dengan adiku sebelumnya heh? Faker-Nii" kata ku meminta penjelasan.
"Ya dan sebelumnya dia tidak menyerang, mungkin kali ini aku harus segera membantu nya, tidak, kita akan membantunya!" kata kakaku semangat.
"Tanpa kau bilang pun aku sudah tahu Faker-Nii, kau pikir sang ratu akan diam saja setelah salah satu teman sang Ratu di keroyok begitu saja" kata ku dengan senyum meremehkan.
"baiklah ayo pegang tanganku" Kata kakaku megulurkan tangan nya.
Aku pun memegang tanganya dan kakak ku mengambil kuda2 seperti ingin berteleport dan kami pun menghilang dari gedung itu.
Tengu city
Di dekat lubang bekas gempa luar angkasa
Shido Pov
Aku tida percaya! Gadis ini menyerang ku begitu saja, dan dengan cepat segera menodongkan pedang besar nya ke wajah ku dan berkata.
"apa kah itu kau?" kata gadis dengan kekuatan hebat ini "apa kah itu kau, yang membuat Onee-chan menghilang?" dengan yang sangat serius.
Aku pun terjatuh dari tempat ku berdiri karna shock dan dia mendekati ku sambil menodongkan pedang nya kearah muka ku lagi.
"Apa kau ingin membunuh ku dan Onee-chan? Jika iya maka aku harus membinasakan mu sekarang juga" kata Gadis ini mengancam, aku tidak tahu siapa kakak nya tapi dia benar2 serius ingin membinasakan ku.
"Tu-tunggu2! Kenapa aku harus melakukan hal itu" kata ku mempertahankan diri, aku memang tidak ada maksud untuk membunuh siapapun melainkan penasaran dengan pemandangan yang mustahil ini.
"Apa?" dia bertanya lagi
"Aku belum pernah membunuh, dan lagipula kau siapa"sambil menanyakan hal itu, tiba2 perhatianya teralihkan ke atas udara dan aku melihat sekolompok perempuan memakai baju yang terlalu terbuka dan menembakan misil kearah kami, aku pun secara alami berteriak karna misil itu dengan sangat cepat melesat kearah kami.
Namun, gadis ini menahanya dengan semacam tameng tak terlhat dan menahan misil-misil itu dengan mudahnya dan meledakanya tepat di didepan nya sendiri dan tidak tergores sedikit pun.
"Kenapa mereka masih tak mengerti juga" kata gadis ini dengan wajah sedih.
Dan para pasukan wanita itu masih menembakinya dengan misil lagi dan dengan sigap gadis itu melompat atau bisa disebut terbang dan menebas seluruh misilnya hanya dengan pedangnya.
'Ada apa dengan nya? Padahal dia sangat kuat,tapi wajah nya menunjukan bahwa dia sangat lemah' dia terus menebas misil yang dilontarkan kearahnya dan melakukan tebasan di udara yang menghasilkan tebasan energy layaknya projectile untuk mengenai musuh dari jarak jauh dan para pasukan perempuan menghindarinya.
Sang gadis cantik ini pun turun dari langit dan salah satu prajurit menembaknya dengan senjata pelontar laser tepat di depan wajah nya, tapi dia menahanya hanya dengan tangan nya dan menebas senjata itu dan menebas jetpack nya dan kemudian menebas nya lagi dari samping kiri untuk menebas pinggang, namun prajurit itu berhasil menghindar dari serangan terakhir dan melakukan salto ke belakang.
Sebelum mendarat dia melepas jetpacknya dan berlari kearah ku dan melompat tepat kebelakang ku, tidak disangka dia adalah Tobiichi Origami teman sekelas ku, dia pun juga menyadari keberadaan ku dan memanggil namaku, aku pun juga memanggil nama nya seraya berkata.
"Pa-pakaian macam itu?" kata ku kebingungan, mana ada baju tempur terlalu terbuka seperti itu, ini mah seperti anime dengan fanservicenya.
Dan tiba2 cewek ungu itu menyerang lagi dengan ombak energy dan hampir mengenaiku dan Tobiichi, aku menghindar kesamping sedangkan Tobiichi melakukan salto kedepan dengan lompatan yang sudah terlatih.
Dan disaat itu juga Tobiichi menggunakan pedang aneh yang terbuat dari laser yang dikeraskan, dan beradu pedang dengan gadis itu, pertarungannya sangat sengit dan cepat sehingga aku tidak bisa melihat tanganya, setelah aduan pedang yang terakhir ledakan yang hebat terjadi antara pedang Tobiichi dan pedang gadis itu sehingga aku pingsan dari tekanannya dan sebelum mata ku tertutup aku melihat ada sosok orang dengan pakaian merah hitam dengan rambut putih di depan dan akupun pingsan.
Tengu City
Tempat yang sama
Hakuno Pov
'Hah…ya ampun bocah ini sedang apa disini, meskipun kelihatanya dia sepantaran dengan ku, umur ku yang asli sudah 30 tahunan, aku harus melindunginya dari ledakan ini, Hakua bisa melindungi diri nya sendiri tapi bocah ini tidak' kata ku dalam hati, dan aku pun mengangkat tangan kanan ku kearah ledakan seraya berkata
"I'm the Bone of my Sword" mantra dari NP Archer, namun aku hanya butuh satu kalimat saja untuk mengaktifkan ini " Rho….Aias!" tameng dengan 7 kelopak bunga berwarna ungu muncul dengan 5 lapisan tameng berwarna ungu transparan dan aku pun menahan ledakanya,bahkan ledakanya tidak bisa menghancurkan satu lapisan pun menandakan kalau ledakankanya cukup lemah,dan sepertinya adiku bisa menahanya hanya dengan tangan nya.
Di sebuah kapal di tengu city
3rd Pov
"Komandan kami ingin segera menjemput dengan Transportasi instant, tapi ada Roh lain disampingnya, dan ditelah dikonfirmasi dia adalah roh yang berada dekat dengan Princess sebelumnya" kata salah satu operator dengan rambut jambul seperti landak berwarna hitam Cuma jambul nya berwarna putih.
"Hoh…jadi dia datang ya,Satu2nya spirit berkelamin laki2 dalam sejarah, Eclipse" kata cewek berambut twintail.
"Kotori apa yang harus kita lakukan?" kata cewek berambut putih disamping nya.
"Tetap bawa Shido kesini,dan setelah itu kita amati baik2 pertarungan mereka" kata sang komandan memerintah.
Semua nya menjawab "Aye" sebagai tanda konfirmasi dan melanjutkan mencoba mentransport Shido ke kapal dan akhirnya berhasil tanpa sepengetahuan Hakuno.
Tengu city
Tempat bertempur AST dan Spirit
Origami Pov
Seperti nya aku masih kalah kuat dalam adu kekuatan, tapi setidaknya aku bisa menutup kelemahan itu dengan tehnik dan reflek ku, tetap saja tidak bisa mengalahkanya sendiri,dan tidak disangka, mesin pendeteksi menemukan adanya keberadaan spirit baru,apakah itu Eclipse? Jika iya aku akan membuat nya membayar semua ini.
Dan saat aku mendengar laporan lain dari markas pusat, ternyata ada satu lagi Spirit baru yang datang.
"Spirit lain, kebetulan sekali, aku akan membinasakan semuanya sekaligus" sambil bergumam aku bersiap dengan pedang ku dan teman2 yang lain juga telah datang dengan senjata mereka.
Dan saat aku melihat kedepan, telah dikonfirmasi bahwa Eclipse ada disini tapi yang satu lagi merupakan keberadaan yang berbeda, dia memakai armor emas dengan bikini emas didadanya yang kemungkinan terbuat dari emas juga, dan memiliki wajah exotic nan cantik dengan mata merah dan rambut emas, kecantikanya bahkan bak Ratu yang anggun.
"Cukup disana para anjing kampung" kata Spirit baru ini mengejek kami "Jika kalian tidak berhenti disana maka kalian akan mati secara mengenaskan, Aku! Sang Ratu, akan mengampuni kalian jika menyerah"
"Persetan dengan mu Spirit! Kau tidak akan bisa lari dari sini!" kata ku menunjukan ancaman.
"Emm…dasar gadis cilik, berbicara tidak sopan di depan Ratu kalian, kau bahkan terlalu cepat untuk melihat wajah ku secara langsung, tapi, karna kau imut aku biarkan hari ini, tapi! Beraninya kalian menyerang adiku, SANGAT TIDAK BISA DIMAAFKAN!" aku mulai bersiaga setelah mendengar ocehanan nya itu dan bermaksud menyerang duluan, tetapi tiba ada pedang yang menembus prisai statis ku dengan mudah nya dan mengenai kakiku dan bahkan menembus paha ku.
Setelah ku lihat baik2 ternyata ini adalah pedang dengan gagang emas dan dengan ujung yang sangat tajam, aku pun mengerang kesakitan dan menunduk sampai ketua meneriaki nama ku dari jauh.
"Pemandangan yang bagus, itulah posisi yang tepat untuk mu Anjing kampung, kau harus sujud dihadapan Ratu" kata nya dengan wajah mengejek.
"Onee-chan? Jadi kau sama seperti ku?" kata nya dengan senang.
"tidak, kita sedikit berbeda dari asal tapi di saat yang sama kita juga sama, pergilah wahai adiku, aku dan kakaku akan mengurus mereka sebentar" katanya dengan wajah senyumnya.
'Jadi mereka bertiga bersaudara princess,Eclipse dan spirit baru ini' katu ku geram, bahkan monster saja memiliki keluarga, tapi itu tetap tidak akan mengubahku dalam menilai para spirit itu jahat.
Princess sudah pergi dari lokasi dan beberapa dari tim mencoba mengikuti nya tapi salah satu dari kami tertembak oleh salah satu projectile tidak terlihat yang di duga berasal dari Eclipse yang sudah mengeluarkan busur hitam nya.
lalu si spirit emas ini menghampiri ku.
"Baiklah! Buatlah pertunjukan yang bagus, wahai gadis-gadis" kata nya menantang.
Kami semua pun segera siap kecuali aku yang sudah kehilangan banyak darah, salah satu tim medic mencoba merebutku dengan kecepatan penuh tapi mereka membiarkannya, apa mereka sebegitu bodoh nya? Kenapa mereka tidak membunuhku selagi ada kesempatan?.
Berakhir! Terima kasih karna mau membaca hingga akhir, ini adalah chapter dengan kata terbanyak yang pernah kubuat, tentang nama Hakuno, itu bukan berarti gue namain namanya gara2 gerhana kemaren, itu emang dah w pikirin sebelum tuh fenomena terkenal.
Dan berikut adalah daftar parameter spirit yang ada di cerita ini termasuk Hakuno dan Hakua
Spirit: No name
Nickname: Princess
Level bahaya: AAA
Gempa luar Angkasa: B
Spirit Astral Dress (Adonai Melek): AAA
Malaikat (Sandalphon): AAA
Elemen: Gravity dan Energy
Tipe Senjata: Pedang besar
Spirit: Unknown
Nickname: Eclipse
Level bahaya: AA
Gempa Luar Angkasa: Unknown
Spirit Astral Dress (Holy Shroud): A
Malaikat (Unknown):-
Elemen: Metal
Tipe senjata: Variant wielder(Pedang kembar,panah, dll)
Spirit: Unknown
Nickname: belum diterapkan
Level bahaya: S
Gempa Luar Angkasa: Unknown
Spirit Astral Dress(Kishar): SS
Malaikat(Unknown):-
Elemen: Metal
Tipe senjata: Variant Wielder(semua kategori senjata)
Stats ini hanya sementara dan akan berubah sepanjang cerita, dan terima kasih.
Ini Raygha sampai jumpa~
