Raygha: Salam lagi semua jumpa lagi dengan saya yang tadi nya babak belur ma Gilgamesh.
Hakuno: Memang tadi ada apa? Kayanya seru.
Rayha: Oh! Kau sebelumnya lagi sibuk kerja ya?
Hakuno: iya nih, bahkan tadi lagi ada sale besar besaran, banyak yang dateng, malah ada si botak pake baju kuning dengan jubah putih rebutan ma ibu2 di sana.
Rayha: kya nya w tau tuh orang, tar w kirim dia ke fanfic lain dan ngomong2 terima kasih atas reviewnya untuk Aokishi dan kaisar dynasty, meskipun hanya kalian doank yang review, itu sudah membuktikan kalo cerita ini benar2 dibaca oleh orang lain.
Hakuno: Terima kasih karna mau membaca fanfic ini
Raygha: Mari kita mulai cerita nya!
Disclaimer: Chapter 1
Chapter 4: Fate/Princess Part 3
Tengu City
lubang bekas jatuhnya gempa luar angkasa
Flashback
Hakuno Pov
Adik ku benar2 bersungguh-sungguh dalam hal ini, bahkan di Moon Cell pun dia tidak tahan melihat orang yang tak berdaya terutama anak kecil, dia pasti ingin menolongnya apapun caranya, apalagi kalau anak kecil plus imut, mungkin reaksi nya bagaikan 10 Rho Aias di satukan, dia akan melindunginya apapun yang terjadi.
Tapi, di saat kami masih berada di Moon Cell, tepatnya sebelum kami di ganggu oleh BB dan masih di Tsukimihara, dia hampir terbunuh oleh Alice dan Caster nya. Karna dia bilang bahwa 'Keimutan adalah keadilan' dia tidak sanggup membunuh Alice yang hanya ingin merasakan bagaimana itu hidup.
Aku pun juga kasihan pada gadis kecil itu, di saat itu Hakuno masih bersama Berseker dan mengalahkan Alice dan Caster, meskipun dia sangat tidak tega membunuh anak kecil yang imut itu, dia tetap ingin menang dan berjanji pada ku untuk selamat dari sini bersama meskipun seharusnya tidak mungkin karna Moon Cell hanya memilih satu pasangan saja, semenjak saat itu dia menjadi Siscon dan bersumpah jika dia selamat dari Moon Cell, dia akan menjadi pelindung bagi dia yang membutuh kan.
Tapi semua itu tidak jadi karena BB ikut campur di minggu ke lima dan membuat peraturan baru yang melenceng dari perang Cawan Suci yang asli dimana kami harus bertarung dan masuk ke kedalaman Moon Cell sampai ke Core nya dan bertarung melawan BB dan antek2 nya yang disebut Alter Ego dan Elizabeth Barthory.
Alter Ego adalah diri BB yang lain, mereka sangat kuat, PassionLip lebih mirip ke Berseker dan tahan akan macam serangan fisik dan menjiwai Attribut M dari BB dengan cakar yang sangat besar dan oppai yang terlalu besar sehingga tali yang menutupinya seperti berteriak kesakitan menahan beban, bahkan Gilgamesh mengakuinya bahwa oppai nya sangat tidak mungkin namun tetap menyukainya.
Yang satu lagi bernama MeltLilith yang jauh lebih kuat dari Lip karena menggunakan cheat yang membuat nya tidak adil bahkan Gilgamesh sekalipun, dia menjiwai Attribut S dari BB dan menggunakan Kaki layaknya tombak berbentuk hak tinggi dan hampir tidak memakai apa2 dibagian bawah kecuali sedikit penutup yang terbuat dari metal dan senjata tersebut, memakai baju hitam seperti jacket yang sangat kepanjangan sampai tangan nya tertutup oleh lengan baju nya sendiri, berkat Shinji kami bisa mengalahkannya.
Mungkin Shinji sangat sombong dan menganggap lemah dan menjelek-jelekan yang lain, dia menunjukan bahwa dia bisa membalas budi dengan menolong ku mengorbankan dirinya dan tertusuk oleh kaki nya MeltLilith, namun dia sudah menanam sebuah program di tubuhnya yang membuat MeltLilith turun level sebanyak 100(A/N: yang ini w lupa nieh, tolong koreksi w bener ato enggak) dan membuat kami bisa mengalahkanya.
Tengu City
Lubang bekas Gempa Luar Angkasa
Hakuno Pov
Panah Hrunting ku tidak akan cukup untuk menghancurkan pertahanan statis itu, memang merepotkan tapi apa boleh buat, aku harus memakai lebih banyak mana untuk melakukan serangan beruntun dengan Hrunting dan menhujani mereka dengan pedang hasil contruksi ku yang paling bagus di Unlimited Blade Works.
Tapi sebelum itu Aku mengaktifkan passive skill dari Unlimited Blade Works dan menganalisa pedang laser yang di pakai para gadis beramor ketat ini, hanya dengan melihatnya saja aku bisa tau pedang itu terbuat dari apa berserta pembuat dan kisah nya.
Pedang nya bernama No Pain, pedang statis dengan energy Photon yang dikeraskan menggunakan consentrat cahaya, cukup untuk memotong besi layaknya kertas.
Berkat pedang nya, aku bisa mengetahui nama2 perlengkapan yang lain seperti armornya .
Nama nya adalah CR-Unit, dan pertahanan statis itu di sebut Realizer: Protect, baju itu membuat mereka memiliki kekuatan super mirip seperti reinforce ku tergantung dari batas tubuh mereka sendiri, tapi kebanyakan dari mereka hanya memiliki kekuatan sepantar Servant class Assasin atau sedikit lebih baik, terutama Hassan-i-Sabbah, tapi gadis putih itu memiliki fisik yang cukup hebat dan mampu menghindar dan menahan serangan dari Servant yang melebihi manusia yang terlatih sekalipun, Tapi Gate of Babylon memiliki level sendiri, bahkan Servant akan kesusahan menghindar atau menahan nya dan akhirnya melukai gadis itu.
Kami memutuskan untuk membiarkanya di obati karna kami tidak ingin membunuh siapapun disini, mereka memiliki alasan tersendiri kenapa menyerang Spirit dan kami mengerti akan hal itu.
Namun, kami tidak setuju jika Spirit dibinasakan begitu saja karna si ungu yang mereka panggil Princess itu tidak bermaksud menghancurkan manusia dengan Gempa Luar Angkasa, sebenarnya Gempa Luar Angkasa itu hanyalah transportasi antar dunia lain, setelah melihat Hakua dan aku yang sama2 berada di lubang bekas jatuh nya, aku pun yakin akan teori ini, AI yang membuat kan tubuh asli kami mengirim kami melewati Gempa Luar Angkasa juga, dan Gempa Luar Angkasa Princess lah yang membuat kami berada disini.
Tengu City
Di langit-langit Tempat berseteru
Ryouko Pov
Origami tersungkur, dengan jatuh nya ace kami, ini akan menjadi pertarungan yang sangat sulit, mungkin ini pertama kalinya para spirit itu melukai personil kami secara serius, lagipula apa-apaan itu? Senjata yang di keluarkan spirit emas itu mampu menembus Protect dengan mudah.
Untuk sementara ini, Origami akan dibawa ke markas untuk diobati, luka nya sangat serius dan tidak bisa di obati hanya dengan Realizer: Medical biasa, ini mungkin kedua kali nya kami menghadapi 2 spirit secara bersamaan, bahkan yang sebelumnya saja kami tidak berhasil, cukup…jika hanya memikirkanya saja masalah tidak akan kelar! Kami harus menyusun strategi.
"Tim B dan C fokus kan Auldist kalian ke spirit emas dan tim A kemari! Ada yang ingin ku diskusikan." Kata ku memerintah.
Masing2 dari regu berjumlah 5 orang, namun tim A hanya 4 orang karna Origami sedang mundur dan Tim D bertugas untuk backup dan 2 diantaranya sedang mengantar Origami Pulang, aku akan menyusun strategi untuk melawan Eclipse terlebih dahulu.
Menurut laporan Origami, Eclipse memiliki panah aneh yang berbentuk tidak biasa dengan busur hitam legam yang jika ditembakan mampu untuk menghancurkan Protect kami dengan mudah, dikatakan bahwa tembakanya meleset, jika mengenainya aku tidak berani bayangkan apa yang akan terjadi, bahkan hanya meleset pun tetap saja mampu menghancurkan Protect kami dan tersetrum oleh energy yang dilontar kan panah itu dan untuk jarak dekat, dia memakai pedang kembar yang kemungkinan adalah malaikatnya, dan dikatakan dia juga hebat dalam pertarungan jarak dekat.
Dan ketika aku masih memikirkan hal-hal untuk pembuatan rencana, tiba2 si Eclipse menciptakan puluhan pedang di langit2, dan menembakanya layaknya hujan panah, Lontaranya sangat cepat sehingga kami kesusahan menghindarinya, berbeda dengan spirit emas, pedang ini tidak cukup kuat untuk menghancurkan Protect kami dalam sekali coba, namun Protect kami dihancurkan ketika puluhan pedang nya mendarat di Protect kami, Pedang nya sangat banyak sekali berterbangan kearah kami dan ketika aku melihat si pelontar pedang ini, dia hanya berdiri disana tak bergeming sedikit pun,namun pedang nya terus bermunculan tiada habisnya, mungkin sekarang sudah ratusan pedang yang Dia lontarkan.
Dia dapat melontar kan pedang2 sepersekian detik bagaikan peluru yang menghujani kami dan beberapa diantaranya ada panah merah yang ditembakan sendiri dengan busurnya Eclipse sendiri,ketika Protect nya hancur oleh serbuan pedang nya, Panah itu mengenai salah satu personil kami tepat di daerah vital mereka seperti kepala dan jantung, masing2 dari personil kami mulai berjatuhan dan memakan korban sekiranya 5 orang, aku pun sudah tidak tahan lagi.
Jika pengamatan ku benar, dia spirit bertipe jarak jauh, satu2 nya jalan adalah melawan nya adalah dari jarak dekat, aku harus bisa melawanya dengan adu pedang.
Mungkin tehnik pedang ku masih kalah dengan Origami tapi aku tidak buruk2 amat, sepertinya semuanya sudah berkumpul.
"Baiklah semua ini rencananya"
Tengu city
Lubang Gempa Luar Angkasa
Hakuno Pov
Adiku hanya berdiri disana sambil menikmati pemandangan para gadis itu yang kaget akan kekuatanku dan dia, aku memang meminta nya untuk tidak bertindak lebih jauh lagi, karna dia sepertinya tidak memiliki NP yang dikkhususkan untuk membuat mereka tertidur, aku menggunakan Hrunting untuk mencederai mereka di bagian vital, saat aku bilang mencederai, memang hanya mencederai mereka saja, aku memakaikan mantra Penidur, sebuah rangkaian mantra Magecraft yang membuat korban tertidur selama beberapa hari, maksimal seminggu kecuali jika kucabut sendiri dari korbannya, mereka tidak bisa mencabutnya sendiri bahkan dengan tehnologi sekali pun, tapi akan berbeda cerita jika musuh bisa melakukan magecraft yang lebih tinggi dari ku, contoh nya seseorang bernama Zelrech yang Archer kenal selama hidup nya.
Hrunting ku juga sudah ku modifikasi sebagai penghantar dari pada benda padat, dengan digabungkan dengan mantra penidur, Hrunting hanya akan menyerang roh mereka namun terlihat seperti menembus daging mereka.
Prajuirit yang tersisa menyerang Hakua dengan senjata yang disebut Auldist, dan menghujani Hakua dengan ganasnya, namun, Hakua dilindungi oleh Cermin yang mampu menahan tembakan beruntun Auldist itu dengan mudahnya, sepertinya aku tidak perlu khawatir dengan Hakua, dia bisa menjaga dirinya sendiri.
Di saat aku sudah mengkontruksi pedang baru di langit2 untuk ku tembakan, tiba2 ada hawa pembunuh yang kuat berada di belakang, untung saja Eye of the mind (false) Archer menyelamatkan ku dari tebasan tiba2 di belakangku, dan ternyata dia adalah Kapten dari pasukan AST, Kusakabe Ryouko, bagaimana aku tahu namanya? Itu berkat Analisis Contruct dari UBW ku.
"Menyerang ku dari belakang ya? Kau masih kurang berpengalaman jika ingin membunuh seseorang secara diam2, setidaknya kau harus menyembunyikan hawa pembunuh mu dulu sebelum menyerang, Kusakabe Ryouko" kata ku dengan senyum.
Dia terlihat kaget bahkan 3 orang dibelakangnya pun kebingungan, mungkin karna aku main nyebut namanya "Bagaimana kau bisa tahu namaku? Tapi itu tidak penting, semua! Buat formasi Pyramid!" kata Ryouko sambil menoleh kebelakang, jadi aku benar kan?.
3 dari mereka mengelilingi ku di daratan dan satu lagi berjaga diatas seperti bentuk pyramid agar aku tidak bisa lari dari sudut manapun, taktik yang lumayan, tapi belum cukup, sepertinya Hakua sejak tadi memperhatikanku sambil menahan tembakan beruntun dari tim sebelah sana, aku harus segera menyelesaikan nya dengan cepat.
Aku mengucapkan "Trace On!" dan memanggil 2 pasang pedang yang sudah tidak asing lagi dan menyerang salah satu dari mereka, dia berhasil menahan satu serangan ku namun dengan cepat aku langsung menuju ke sudut lain di sisi kiri nya dan menusuknya dengan Kansho, dia pun hanya hampir menghindari nya.
Merasakan ada yang akan menebas ku dari belakang, secara sigap aku langsung menebas siapapun yang berada di belakang, dan ternyata dia adalah Ryouko dan tebasan asal2an ku mengenai tebasan diam2 nya.
Kami berdua beradu pedang, suara dentingan pedang bisa terdengar karna adu pedang ku dengan Ryouko, sepertinya 2 yang lain dan yang diatas mencari celah untuk menyerangku, tapi cukup, aku tidak perlu mengulur waktu lagi, aku akan selesaikan ini segera.
Aku melakukan teleport ke langit2 dan sekali lagi melakukan "Trace On!" aku menghilangkan Kansho dan Byakuya dan menggantinya dengan Busur tak bernama dan menyiapkan Hrunting, alasan kenapa aku selalu menggunakan Hrunting adalah karna dia sangat gampang untuk di kontruksi dan mudah dipakai, dibandingkan Caladbolg yang kontruksi nya lebih rumit, lagipula jika aku menggunakan Caladbolg, mereka bisa terluka.
Aku menembakan Hrunting berkali2 kepada masing2 musuhku sampai Protect mereka retak, yang aku tembakan adalah Hrunting special dengan mantra energy pelemah, bahkan jika di gunakan berkali2 melawan tameng Aegis, Hrunting special ini mampu menembus nya, sayang nya Protect mereka tidak sekuat Aegis, dengan 5 tembakan sudah membuat retakan di luar, inilah yang kubutuhkan.
Dengan cepat aku membidik mereka berempat dengan 4 Hrunting di panahku, Protect mereka tertembus mengenai 3 dari mereka sementara Ryouko berhasil menangkisnya, jarang sekali ada orang yang bisa menangkis Hrunting, padahal kecepatanya mencapai 10 mach, mungkin dia memprediksi arah lintasan panah ku sehingga dia sempat menangkisnya.
Tanpa buang2 waktu aku menggunakan "Trace on" untuk menggunakan Kansho dan Byakuya lagi untuk pertarungan jarak dekat, Protect Ryouko mulai beregenerasi, 'jika tidak cepat2, protect nya akan kembali lagi' kata ku dalam hati, aku berlari menggunakan kaki yang sudah ku Reinforce, Kansho dan Byakuya terlalu pendek, jika begini terus Protect nya akan menutupnya lagi dan aku harus menembusnya lagi, tapi itu akan sangat sulit karna Ryouko sudah tau gerak gerik ku, dia akan menjaga jarak terlebih dahulu dan menyerang ku di saat Protect nya sudah pulih.
"Trace: Overedge!" tehnik ini mebuat Kansho dan Byakuya menjadi panjang dengan sedikit duri di di bagian bawah depan pedang, aku mencapai lubang bekas retakan Protect nya dengan kansho dan selanjutnya disusul dengan Byakuya ku dan membelek Protect nya lagi, Ryouko mulai mengibaskan pedang nya ke kiri dan aku menangkis No Pain nya dengan Byakuya hingga pedang itu terpental dan akhirnya aku bisa menusuk nya tepat di jantung.
Tentu saja, Kansho dan Byakuya ku juga sudah ku modifikasi agar tidak menembus daging melainkan roh nya (Karena hanya daging, CR-Unit nya tetap rusak).
Huh….pertarungan yang sengit, jika aku lengah sedikit saja, bisa2 aku yang tertusuk.
Tengu city
Tempat yang sama
Hakua Pov
Hah….sampai kapan aku harus begini? Faker-nii lama sekali, jika itu aku, aku bisa menghabisi mereka dengan waktu sedikit, aku juga bisa menghajar gadis2 terbang ini, Tapi Faker-nii bilang jangan membunuhnya.
*10 menit kemudian*
Akhirnya dia selesai disana, dan dia sendang menuju kemari, tunggu sebentar? Seperti nya aku tau alat apa yang bisa menyelesaikan konflik ini, aduh kenapa ga dari tadi sih.
"Hakua, serahkan padaku, kau bisa membantu ku menghancurkan Protect mereka, sisanya aku akan membuat mereka tertidur" kata kakakku yang sudah berdiri di belakang ku, berlindung sementara dari serangan senjata yang mirip mini-gun itu, Protect? Oh mungkin itu yang membuat mereka terlindungi.
"Itu tidak perlu, Ratu punya cara nya sendiri agar mereka mau menuruti titah ku, Faker-nii, urus lah mereka yang mencoba mendekati ku, aku tidak terlalu bagus dalam pertarungan jarak dekat, dan coba butakan mata mereka sementara, aku ingin mengambil salah satu harta dulu." Kata ku memerintah, dia mengangguk dan menyiapkan busur hitamnya.
lalu dia mengucapkan "Trace on" dan munculah pedang dengan bentuk seperti bor, tidak salah lagi, itu adalah Caladbolg, bahkan Gilgamesh punya versi purwabentuk nya, dia mengucapkan "Trace: Alteration" dan Caladbolg itu pun berubah menjadi ramping seperti panah dan kakakku sudah siap membidik.
tapi dia malah membidik tanah 10 meter dari tempat kami berdua berdiri, jangan2? Dia ingin menggunakan asap sebagai pembuta nya?
"Putarlah inti ku….Caladbolg!" panah itu melesat menuju tanah dan menghasilkan ledakan yang sangat besar dan cukup untuk menghancurkan satu rumah sedang, api nya berkobar hingga langit2 dan menghasilkan asap yang sangat tebal.
"Sekarang Hakua!" kata kakakku.
Aku pun mencari-cari harta yang aku maksudkan, sial! Banyak sekali, bagaimana bisa Gilgamesh mengambil barang yang ingin dia ambil dengan mudah? Aku belum terbiasa dengan Gate of Babylon, meskipun aku sudah mendapat pengetahuanya, tanpa praktek, tentu saja aku tetap kaku.
"e…Millenium eye? Bukan, Topeng Loki? Bukan, Alat masak legendaris? Bukan, Cawan suci? Bukan, sendok sup abad ke 20? Bukan, Keris mpu gandring? Bukan!" Aku terus mencari dan mencari di potal emas yang kubuat ini, tapi tidak menemukanya juga, "Hakua! Apa yang kau lakukan? Cepat lah, mereka mulai curiga dan menuju kemari" kata kakakku berteriak.
"Iya-iya! Ini juga lagi di cariin, ah! Ketemu juga, minggirlah Faker-Nii, dan tutuplah telinga mu atau menjauh dari sini." Kata ku tersenyum sambil membawa barang nya di tangan ku, dengan sigap kakakku mengangguk dan berteleport.
"Baiklah! Karna kalian tidak ingin mendengar perintah Ratu dan pergi dari sini seharusnya kalian di hukum, tapi karna mood ku sedang cukup bagus, kalian hanya akan menerima ini" sambil menunjukan benda yang kumaksud.
Mereka langsung menembaki ku lagi karna takut akan ancaman benda yang kumaksud ini, benda ini adalah Kotak pengetahuan, warna nya emas, dan memiliki lambang berbentuk Kristal berwarna merah di setiap sisinya, Gilgamesh memperolehnya dari Ilmuwan kuno yang ahli dalam pembuatan tehnologi kuno seperti golem, tentu saja Monolith of Babylon melindungiku secara otomatis dari peluru mereka.
Aku menekan setiap sisi tombol dikotak ini yang berbentuk seperti Kristal itu, dan keluar lah hologram seperti tulisan-tulisan kuno dalam bahasa Sumerian, untungnya aku bisa membacanya berkat pengetahuan Gilgamesh yang diturunkan kepada ku, di saat aku sudah menekan salah satu kalimat di hologram tersebut seperti gadget, tulisan itu masuk lagi ke kotak dan aku arahkan ke mereka.
"Dengarlah! Lantunan lagu dari mahluk mistis jaman dulu, Siren song!" kata ku berteriak sambil tersenyum, kotak pengetahuan dapat menyimpan artikel, musik, dan bahkan gambar dan kali ini aku menyalakan musik dari bangsa Siren yang dikenal dapat menghipnotis musuh nya hanya dengan suara, bahkan bisa sampai membunuhnya jika dosis nya di tambahkan, kali ini aku menggunakan lagu yang membuat mereka tertidur.
*SFX: LAAAAAA*
Suara lagunya dapat di dengar dalam radius 4 kilo meter dan cukup untuk di dengar oleh mereka, dan ngomong2 Suara ini tidak berpengaruh pada ku karna kalung yang digunakan Gilgamesh dan sekarang aku, yang berada di balik armor ini mampu melindungi ku dari ilusi kelas menengah kebawah.
Mereka tertidur seketika dan jatuh kebawah dari ketinggian, aku menggunakan Gate of Babylon untuk melontarkan kasur, sofa, dan berbagai macam bantal yang sangat empuk agar mereka semua tidak kesakitan jika terjatuh, aku manaruh kotak ini kembali ke brankas ku dan tertawa, tertawa ku seperti putri bangsawan.
"Oh~hoho, lihatlah Faker-Nii, aku bisa membuat mereka tertidur lebih cepat kan? Seharusnya kau membiarkan ku melakukanya dibandingkan cara mu yang ribet, dan juga jangan seenaknya bertingkah seperti kau yang mengatur, Aku lah Aturan tersebut, Oh~hoh-" di saat aku tertawa lagi, kakak ku datang memakai teleportnya dan membuat ku bersuara "Hwaaa!" , kaget karna dia muncul tepat di depan wajah ku, aku pun secara reflek menamparnya dan dia tempental sejauh 2 meter.
"Aduh! Kok di tampar!? Salah ku apa?" kata dia kaget dan mata nya terbuka lebar karna shock.
"Mo….jangan mengagetkan ku seperti itu dong! Untung itu hanya tangan ku, bagaimana jika aku sedang memegang senjata?" Kata ku kesal dan wajah ku memerah.
"Sudahlah, ayo kita pergi sebelum bala bantuan mereka datang, pegang tangan ku!" kata kakakku mengulurkan tangan.
"Tidak usah, aku punya cara yang lebih baik lagi" kata ku sambil menjentikan jari *Click* di saat suara jentikan jaru ku terdengar, sebuah portal emas yang cukup besar yang muat untuk manusia muncul di belakang ku "kita akan tinggal di dalam gudang harta Gilgamesh untuk sementara, mereka tidak akan pernah menemukan kita karna Dimensi Gate of Babylon dan dunia nyata berbeda, ini jauh lebih baik dibandingkan lari entah kemana sambil teleport, dan nyatanya, teleport itu tidak enak, aku bahkan hampir pusing saat kita teleport bareng tadi" kata ku sambil menghela nafas.
Kakakku ku pun tersenyum menahan ketawa dan aku pun siap menampar nya lagi namun dia bilang "iya-iya aku mengerti, baiklah aku ikuti cara mu" kata kakakku ku sambil mengangguk dan menyilangkan tangan nya.
Kami berdua pun masuk kedalam portal dan menghilang tanpa jejak sedikitpun.
Tengu city
15.000 meter diatas permukaan
Shido Pov
Aku terbangun dari mimpi aneh tentang seseorang yang tidak aku kenal, setelah terbangun aku melihat cahaya yang menyilaukan yang ternyata adalah senter, aku pun langsung terbangun kaget dan mencoba mangatur nafas, dan perempuan yang menyinari ku dengan senter tadi berkata.
"Kau sudah sadar?" kata perempuan berambut putih abu2 ini dengan boneka beruang aneh di kantongnya.
"Si..si..siapa kau?" kataku panic dan kebingungan.
"Disini aku petugas penganalisa yang bertugas, Murasame Reine, tenang saja, meskipun aku tidak punya izin, kalau hanya pengobatan mendasar aku masih bisa" kata nya dengan nada monotone tanpa ekspresi yang mengingatkan ku pada Tobiichi Origami.
'Malah ga lega karna dia bilang gitu' kata ku dalam hati.
"Um…Ini dimana?" kata ku melihat sekitar, terlihat banyak sekali tehnologi canggih dan seluruh tembok nya seperti di buat dengan baja.
"Tempat perawatan Fraxinus, kami membawamu ketika kau pingsan" kata nya menjelaskan.
"Fraxi….? Pingsan….? Oh ya benar, aku terlibat dalam sebuah pertarungan" di saat aku mengingat-ngingat kenapa aku bisa berada disana aku kaget karna aku melupakan hal yang paling penting.
"Kotori! Adikku! Aku sedang mencari adikku, dia masih ada di restoran family dan bukan di penampungan lalu-" aku dihentikan oleh Reine dan berkata "Tenanglah, dia baik2 saja" kata nya dengan tenang.
"Eh? Hah?" kata ku heran, bagaimana bisa dia tahu kalau adikku baik2 saja? Apa Fraxinus ini nama dari salah satu penampunganya? Jika iya maka baguslah, di saat aku berasumsi seperti itu, Reine berbicara lagi.
"Kau pasti punya banyak pertanyaan, tapi bukan aku yang akan menjelaskanya, jika ingin tau lebih banyak lagi sebaiknya kau bertemu komandan secara langsung" kata Reine menegaskan.
Aku pun mengangguk dan segera berdiri, Reine pun menunjukan jalan.
Setelah beberapa menit dari ruang perawatan, kami sampai di ruang pusat, disaat kami akan masuk, pintunya terbuka sendiri dan didepan nya ada laki2 yang cukup tampan berambut kuning panjang hingga sepundak lebih dan memakai jas berwarna putih dengan dasi putih memiliki postur tegap dan terlihat berwibawa.
"Salam kenal, Aku adalah wakil komandan disini, Kannazuki Kyohei, senang berkenalan dengan mu" Wakil komandan? Ini penampungan kan? Kenapa rasanya aku seperti di pangkalan militer?
Dia member hormat layaknya seorang maid, aku pun melihat-lihat sekitar, dan betapa kagetnya, aku melihat Kotori dengan baju rapih memakai dasi hitam merah, dan baju yang dijadikan jubah di pundak nya sambil memegang lollipop tersenyum sambil melihat kearahku.
"Kotori?" kata ku mencoba mengkonfirmasi, habis…dia terlihat berbeda dari segi penampilan maupun aura yang dia pancarkan.
"kau diterima disini, selamat datang di Ratatoskr" kata Kotori dengan nada memerintah dan mengemut lollipop nya lagi.
"Baiklah, dia ini adalah monster yang dipanggil Spirit tapi kami kehilangan jejak nya karna Spirit yang lain mencoba membantunya, dan yang disana itu-" sambil menunjukan video tentang 3 orang termasuk perempuan yang tadi aku temui, aku pun bilang "Tunggu-tunggu bentar" dan mematahkan apapun yang sedang Kotori bicarakan ini dari tadi.
"Apa sih? Aku sudah mau menjelaskanya secara rinci, seharusnya kau diam dan menunjukan rasa hormat, sekarang juga kau bisa menjilat kaki ku untuk minta maaf" kata nya dengan nada agak kesal namun mengejek, aku pun bingung harus berkata apa, 'dia Kotori bukan sih' kata ku dalam hati bingung.
"Oh! Benarkah!" kata si Wakil komandan yang aku lupa namanya siapa.
"Bukan kau!" Kotori memukul nya tepat di bawah rusuk atas perut.
"Terima kasih banyak~" dia terjatuh dari tangga podium tempat aku, Kotori dan Reine berada.
"Kau Kotori kan?" kata ku tidak percaya kalau Kotori yang imut berubah menjadi sadistic yang kasar.
"Ara? Kau sudah lupa dengan wajah adikmu? Shido" kata nya menunjuk-nunjuk ku dengan Lolipop nya dengan wajah meledek, aku pun kaget saat dia memanggil ku dengan nama dan bukanya Onii-chan yang selama ini kudengar.
"Aku tau kau memiliki ingatan buruk tapi tak kusangka sampai segini, mungkin sebaiknya kau kutaruh dipanti jompo saja" kata dia semangkin mengejek lagi, perubahan macam apa ini? Aku pun tidak bisa berkata banyak, sudahlah aku kesampingkan hal itu dan menanyakan hal yang lebih penting.
"Apa yang kau lakukan disini, dan ini dimana? Lalu-" kata ku bertanya tapi langsung di hentikan.
" iya-iya, detail nya nanti saja, tapi yang satu ini harus kau mengerti
Pertama: dia adalah spirit, keberadaan yang bukan dari dunia ini, dan ini adalah kedatanganya yang kedua dan meledakan sekitar dalam radius setengah mil." Kata nya menjelaskan dengan sangat cepat sambil menunjuk ke layar dimana gadis berzirah ungu itu yang berada ditengah lubang.
"Meledakan?" apa maksudnya dia yang menghasilkan ledakan seperti itu? Bagaimana caranya?
"Palamu kosong ya? Dengan kata lain dialah penyebab gempa luar angkasa, setiap Spirit datang kemari pasti mengakibatkan gempa luar angkasa" kata nya menjelaskan.
Dia yang menyebabkan ini? Memang sangat tidak bisa di percaya, tapi setelah bertemu denganya langsung, aku pun jadi percaya.
"Kedua: mereka adalah AST, Anti Spirit Team, ketika Spirit datang, mereka juga akan datang dan menghabisi nya, kata kasarnya dibunuh"
"Dibunuh?" kataku, kaget mendengarnya, aku pun ingat kalau dia katanya ingin dibunuh bersama dengan kakaknya yang sebelumnya bersamanya, dia dibawa oleh sosok lain yang sangat cepat dan menghilang.
Ah aku ingat, aku terhempas dari gempa luar angkasa sebelumnya, lalu saat dia bertarung dengan Origami, aku melihat sosok merah hitam di depan ku, siapa dia?
"Ketiga: ada satu cara lain selain yang dilakukan AST, dan cara ini membutuhkan bantuanmu." Katanya sambil melihat kearah ku.
"Bantuanku?" kataku bingung, memangnya aku bisa membantu dengan cara apa?
"Mulai besok kau akan segera berlatih, aku akan urus dokumen dan pesiapanya, besok sekolah lah seperti bias-" aku langsung memotong pembicaraanya "tu-tunggu dlu, latihan apa nanti? Ngomong2 memang nya aku bisa apa disini?" kata ku menjelaskan.
Kotori langsung menginjak kaki kanan si wakil komandan yang baru saja bangkit setelah dipukul dan akhirnya dia tersungkur lagi, mungkin untuk meredekan amarahnya?
"Aku tidak ingin mendengar pendapatmu, aku hanya ingin mendengar 'ya' " kata Kotori menjelaskan.
"Sebelum itu Kotori, siapa sosok yang membawa kakak spirit itu, apa kau tau?" kata ku bertanya.
"Kakak? Entahlah apa yang kau maksud tapi apa dia berbaju merah dan hitam dengan rambut putih?" kata Kotori bertanya kembali.
"Bukan, itu adalah sosok yang membawa kakak nya Spirit itu" kata ku menjelaskan.
"Hoh…Jadi Princess memiliki saudara? Dan Eclipse juga memiliki sangkut pautnya dengan kejadian ini? Pantas saja dia mencoba melindungi Princess dengan menjatuhkan 5 AST kemarin lusa, dan yang emas itu kemungkinan kakak yang dia maksud karena dia sendiri yang bilang kalau dia kakaknya, Reine! Tolong perbaharui data tentang Spirit emas ini, kita beri dia panggilan Queen, aku yakin DEM juga akan memanggilnya begitu juga" Kata Kotori menunjuk Reine dengan Lolipop nya.
"Dimengerti" kata Reine pergi ke posnya yang ada tepat di bawah podium.
"Princess? Eclipse? Queen? Apa itu?" kata ku bertanya lagi.
"Hah… apa kau selalu bertanya seperti ini? Yah sudahlah akan aku jelaskan lagi, sebelumnya Princess sedang bertarung dengan AST namun di tolong oleh 2 Spirit dari luar, dia adalah Eclipse dan Queen, dan ngomong2 yang menolong mu pertama setelah kau pingsan adalah Eclipse, dia menciptakan tameng yang cukup untuk menahan tabrakan ledakan dari aduan anggota AST dan Princess dan menyelamatkan mu sebelum kami membawamu kemari" kata Kotori menjelaskan.
Jadi begitu, spirit bernama Eclipse ini menyelamatkan ku saat aku pingsan, apa dia disana juga bermaksud menyelamatkan Princess? Aku tidak berani menduga-duga sekarang, untuk sekarang aku hanya akan mengikuti apa yang Kotori perintahkan.
"Ngomong2 kenapa kau bisa berada di luar? Kau ingin mati?" kata Kotori bertanya dengan wajah menyebalkan itu.
"Aku mencari mu tau! Katamu aku harus datang bahkan jika gempa luar angkasa terjadi" kataku berteriak karna kesal dan panic.
"Memang sih aku bilang begitu, tapi masa iya kau menurutinya?" katanya dengan mengejek lagi.
"Aku harus! Habis hape mu tidak bergerak dari restoran saat kulihat dari GPS" kata ku sekarang rada kesal.
"Hape? Oh! Kau menggunakanya? Sebenarnya kita ada tepat diatas restoran itu" aku hanya bisa bengong dan berkata "hah?" setelah mendengar ucapan nya itu, diatas? Memangnya kita berada di mana? Bukanya sekarang kita ada di penampungan.
"Nyalakan Filternya" kata Kotori memerintah Reine.
Seluruh ruangan seperti menghilang dan membuatku kaget, aku melihat kebawah, aku bisa melihat kota dari sini bagaikan sedang terbang dilangit, jadi kita sedang tidak ada di penampungan?
"Kita berada 15.000 meter di atas permukaan, Kapal melayang Fraxinus" kata Kotori menjelaskan.
Aku pun tidak bisa berkata apa2 lagi, tenyata selama ini aku berada di kapal, dengan begitu perkenalan sudah selesai dan aku kembali ke permukaan, dan esok harinya.
Tengu city
SMA Raizen
Shido Pov
Aku pun bersekolah seperti biasa dan mencoba melupakan sejenak tentang apa yang terjadi kemarin, oh ya, kata nya kita kedatangan guru baru, kira2 siapa ya?
"Ano…kita kedatangan guru baru loh" kata Tama-sensei bersama guru yang wajah nya sudah tidak asing lagi.
"Namaku Murasame Reine, aku guru fisika, salam kena-" dia tiba2 pingsan setelah perkenalan diri, kenapa dia ada disini? Apa ada semacam misi sehingga dia mengajar disini? Semakin banyak aku berpikir semangkin soak kepalaku, lebih baik tidak usah di pikirkan.
Tengu city
SMA Raizen
Shido Pov
Aku dipanggil oleh Reine dan menuju ruang fisika, saat aku masuk, banyak sekali tehnologi yang sebelumnya tidak ada disini, aku pun melihat Kotori dengan baju sekolahnya disini, apa yang dilakukan anak ini?
"Kenapa tiba2 kau menjadi guru disini? Apa maksudnya ini? Petugas analisa Murasame?" kataku dengan nada terganggu.
"Panggil saja aku Reine, Shintarou" kata nya dengan nada malas, tunggu dlu? Shintarou?
"Tidak, namaku Shido"
"Begitu ya? Maaf Shin" dia salah lagi!?
"Kau tidak mengerti ya? Bukan itu yang ku sebut!" kata ku kesal.
"Karna kita akan selalu bertemu jadi akan lebih baik jika memakai nama panggilan" kata nya sambil menggoyangkan telunjuk nya.
"Coba pikirkan, seharusnya itu tidak masalahkan? Dasar kutu air" kata Kotori sambil menunjuk ku dengan lollipop dengan memasang wajah kesalnya.
"ngomong2 kenapa kau disini? Gak sekolah?" kata ku penasaran.
"Udah minta ijin kok" kata nya membalas.
Setelah itu dia mengayunkan kakinya selagi menunggu respon ku, karna akan lama sebaiknya langsung keintinya.
"Jadi…Apa yang kalian inginkan? Tolong jelaskan semuanya" kata ku dengan nada malas.
"Kau akan mengetahuinya setelah mencoba aplikasi ini" kata nya menunjuk ke computer "Reine, nyalakan"
Reine pun sedang membuka sebuah aplikasi dan yang kulihat adalah semacam simulasi kencan, tunggu dlu ini kan game yang mirip dengan yang Tonomachi mainin, aku disuruh main game ini?
"Ini gamenya Tonomachi kan?" kataku bertanya.
"Bukan lah! Lihat lah baik2" kata Kotori menunjuk.
" 'My little shido?' " ya elah game ini make nama ku? Jadi inikah latihan yang dimaksud?
"Kau harus menguasainya sampai besok, ini sangat diperlukan untuk operasi kita nanti, jadi berjuanglah Shido" kata Kotori tersenyum.
Yang bener aja! Disuruh main game kencan dan malah sampai besok suruh selesain lagi.
Tengu city
Di sebuah tempat di puing2 reruntuhan gedung
Rekap
3rd Pov
"Si Kishinami bersaudara itu, kenapa dia tidak menghabisi Spirit itu saja? Dan kenapa malah menolongnya? Apa dia lupa tentang misi yang dikirim oleh Nya?" Kata suara dari kejauhan sambil mengamati tempat Kishinami bersaudara berseteru dengan AST.
"Hmm…Yah sudahlah, rupanya si jenius inilah yang kan mendapatkanya pertama kali, aku tidak akan kalah dengan mereka lagi, terutama si Hakuno" kata sosok itu lalu pergi meninggalkan mereka berdua.
Yap cukup sampai disini saja, Terima kasih karna mau membaca sampai sini, kayanya ada sosok baru ini? Coba tebak siapa, tapi kayanya gampang deh bagi fans Nasuverse.
Dan ini adalah
Spirit stats minggu ini.
Spirit: No Name
Nickname: Princess
Level Ancaman: AAA
Gempa Luar Angkasa: B
Spirit Astral Dress (Adonai Melek): AAA
Malaikat(Sandalphon): AAA
Elemen: Gravity dan Mana
Tipe Senjata: Broad Sword(Pedang besar)
Spirit: Unknown
Nickname: Eclipse
Level Ancaman: AA
Gempa Luar Angkasa: Unknown
Spirit Astral Dress (Holy Shroud): A
Malaikat (Unknown):-
Elemen: Metal
Tipe senjata: Variant wielder(Pedang kembar,panah, dll)
Spirit: Unknown
Nickname: belum diterapkan
Level Ancaman: S
Gempa Luar Angkasa: Unknown
Spirit Astral Dress (Kishar): SS
Malaikat(Unknown):-
Elemen: Metal dan suara (berkat kejadian tadi)
Tipe senjata: Variant Wielder(semua kategori senjata)
Terima kasih, ini Raygha, sampai jumpa.
