My Pabbo Pilot

Pairing : Kaihun, Taohun

Rated : M

Genre : Family/Drama

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

"Mama...mamamamamama..." celotehan bayi berusia dua tahun itu terdengar ceria disalah satu rumah yang cukup mewah di kawasan Nowon, Seoul. Bayi itu terkikik senang ketika melihat buku kedokteran milik Sehun-mamanya memperlihatkan gambar-gambar yang menurutnya aneh.

"Jo, jangan bermain dengan buku mama." Sehun menarik buku textbook kedokterannya dengan perlahan. Takut Jonghun akan merajuk dan kembali rewel. Bayi itu mendongak dan mendapati Sehun tengah merapikan buku setebal tiga senti itu.

"Papapa...mamamam..." Sehun terkekeh. Ia menggendong Jonghun dan membawa bayi gembul itu di gendongannya. Jonghun bertepuk tangan dan mengusak-ngusak dada Sehun. Hingga namja manis itu menahan geli.

"Kau pervert. Seperti ayahmu." Mereka berdua menuju ruangan yang berada di lantai dua dekat kamar utama milik Kaihun. Dengan perlahan, Sehun membuka pintu kamar itu, dan mendapati Kai tengah sibuk dengan berbagai gulungan kertas yang ia tahu merupakan rancangan bangunan mall yang telah Kai dan kliennya rencanakan.

"Jo, besok kalau kau sudah dewasa. Jangan seperti papamu. Dia pervert, suka menggombal, pengecut dan juga cengeng. Jangan seperti papamu, aratchi?"Kai yang tengah menyelesaikan hitungannya menoleh ke arah Sehun yang sedang bercanda di pintu dengan Jonghun di tan itu berdecak. Sehun pasti mengatakan hal buruk tentangnya pada Jonghun.

"Jangan menjelekkan aku di depan Jo, Hunnie." Protes Kai tidak terima. Enak saja ia dibilang seperti itu. Padahal, jika di tempat kerjanya, ia menjadi orang paling gentleman dan menjadi incaran banyak wanita dan klien bisnisnya untuk dijadikan jodoh atau menantu. Sehunnienya saja yang tidak bisa melihat itu.

"Jangan memuat rumor tidak benar pada Jonghun, Hunna..." Kai merangkul pinggang Sehun dan membawa isterinya masuk ke dalam ruangannya.

"Biarkan saja. Kau tidak ada bagus-bagusnya hitam!" omel Sehun. Kai langsung menatap tajam Sehun. Tapi, Sehun hanya menjulurkan ludahnya mengejek ke Kai.

"Oh, ya? Bagaimana kalau aku bisa membuatmu berteriak dibawahku hmm...Sehunaa.." Kai membawa Sehun lebih merapat ke arah dirinya. Tangan kirinya merangkul pinggang Sehun dan lidahnya menggoda syaraf di telinga namja manisnya ini.

"Pppa..vet..ppappa..pevet.." Jonghun menepuk-nepuk dada Kai yang menempel dengan tubuhnya. Kedua orang tuanya mulai melupakan dirinya. Apa mereka tidak tahu kalau ia hampir sulit bernafas karena posisi Sehun dan Kai yang sangat rapat seolah tidak memberi celah seorang bayi kecil untuk bernafas? Hiks..miris sekali hidup baby gembul Jonghun ini.

"Lihat, Jonghun saja tahu kelakuanmu."

"Aish!"

...

Keesokan paginya...

Kai terbangun saat ia meraba samping tempatnya dan tidak mendapati isteri manisnya itu disampingnya. Mungkin Sehun sudah berangkat. Mengingat namja manis itu mendapat tugas jaga pagi.

"Syukurlah kalau baby Hun mendapat jatah pagi. Setidaknya nanti malam dia free. Ah, aku jadi merindukan teriakkannya dibawahku..."

PLETAK!

"Jangan berbicara sembarangan, Jongin hyung." Sehun menatap sinis Kai yang terkekeh melihat ekspresi merajuk isterinya. Ngomong-ngomong, penampilan Sehun manis juga pagi ini. Dengan kaos putih panjang transparan dan celana legging selutut. Oh jangan lupakan apron hijau dan rambut jamurnya yang diikat di atas itu.

"Kau mau kuadukan Luhan hyung?" ancam Sehun saat ia merasa pandangan Kai yang terlalu intens kearah tubuhnya.

"Hei, kau ini kenapa sih, seperti sedang hamil saja.. tunggu, apa baby Hunnie hamil lagi, hmm?" Kai menarik pinggang Sehun untuk lebih merapat ke arahnya.

"Papapapa..vet..papa..pvet..nananaana..mama..mamammam..lapalapalapa.." Sehun langsung mendorong Kai hingga membuat punggung pria tan itu membentur dinding.

"Aigoo, kau mengagetkan mama.. Jo belum minum susu ya, pagi ini..cup!" Sehun terkikik ketika melihat Jonghun menatapnya dengan wajah ingin menangis. Maklum saja, Sehun tengah memasak ketika Jonghun bangun. Dan anak ini menyusul masuk ke kamarnya dan Kai.

"Baby Jo, kau merusak kesenangan papa.." geram Kai. Sementara Jonghun, bayi kecil itu tertawa melihat ekspresi marah papanya. Ia tertawa sampai menepuk-nepuk kedua tangannya.

"Pa..lucu..hihi.." Jonghun mengulurkan tangannya kearah Kai. Tapi, Sehun segera menahan pergeraka bayi dua tahun itu. membuat gumaman protes dari si bayi.

"Papa mandi dulu. Nah, sekarang, Jonghun minum dulu." Sehun tanpa mempedulikan Kai yang diam dengan mulut menganga karena melihat Sehun yang dengan santainya memelorotkan kaos putihnya ke sebelah kiri. Mengekspos bahu putih mulus disertai dada yang oh, ingin sekali ia menandainya.

"Kai, aku malu.." Kai hanya tersenyum lembut ketika Sehun berusaha menutupi daerah rawan miliknya. Sang papa mengecup kening Sehun dengan lembut, dan menepuk bokong baby nakalnya itu. membuat Jonghun memprotes tidak suka.

"Pa...adwe..milik jo...papa..adwe..mama..jo!" Kai mengerut tidak suka, dan Jonghun memberikan ekspresi paling menyebalkan yang ia punya untuk mengejek Kai.

CUP!

"Mandi dan sarapan. Setelah itu, kita berangkat bersama." Sehun mengusap pipi suaminya dan mencuri kecupan kecil dari bibir Kai yang tengah mendumel tidak suka pada monster kecil di gendongan baby HunnieNYA.

"Jangan memulai sifat posesifmu hyung.."

...

Sepanjang perjalanan, Kai mengenggam tangan isterinya dengan cukup posesif. Tangan kirinya mengemudikan audynya, sedangkan tangan kanannya mengusap pelan tangan isterinya. Yang membuat Sehun mau tidak mau merasakan pipi putihnya menjadi panas dan merona.

"Sehunie, nanti, kau tidak ada acara apapun kan?" tanya Kai sembari melirik Sehun yang tengah mendengarkan lagu yang diputar di radio mobilnya.

"Aniya, mungkin, aku akan pulang sekitar jam dua. Jonghun harus kujemput hyung. Luen sedang berlatih sepakbola sedangkan Luai ada les biola. Luhan hyung akan sangat repot nantinya." Kata Sehun sembari menoleh ke arah Kai yang tersenyum lembut kearahnya.

"Oh, ya Hunnie, aku dengar, di rumah sakit ada kepala divisimu yang baru, siapa namanya?" tanya Kai sembari menoleh ke arah Sehun yang tengah memainkan jemarinya. Kebiasaan Sehun jika tengah gugup dan takut.

DEG!

"oh, eh, waeyo Kai hyung?" Kai hanya menghela nafas. Ia menepikan mobilnya ketika mereka telah sampai di dekat rumah sakit. Ia meneliti Sehun yang terlihat tengah menyembunyikan sesuatu, terlihat dari kelakuannya yang sedang memainkan jari. Dengan lembut Kai mengenggam tangan Sehun. Membuat namja manis itu mendongak dengan ekspresi menggemaskan.

"Bisakah Hunnie menjawab pertanyaan hyung?"

Piiiip!

"Ah, yeoboseyo?" Kai menahan kekesalannya ketika ponsel Sehun berbunyi. Ia hanya ingin memastikan saja. Apakah Krystal asal ceplos atau mengatakan hal yang sebenarnya, mengingat orang yang dimaksud juga masuk di bagian medis. Dan itu sedikit mengganjal pikirannya. Mana mungkin Sehun akan mengatakan kalau orang yang tengah tidak mau Sehun bicarakan adalah mantan kekasihnya. Bagaimana ia bisa tahu? Kim Jongin selalu tahu apa yang dilakukan Xi –Kim Sehun, isterinya.

"Kai-ah, aku akan pulang jam dua nanti. Jemput Jonghun jangan lupa."

CUP!

"Aku pergi dulu ne.." Sehun dengan segera keluar dari mobil suaminya. Tanpa mengindahkan ekspresi kai yang terlihat mengeras dan cenderung tidak suka. Kai terus mengawasi Sehun ketika namjanya itu tengah berbincang dengan pasien atau tenaga mendis yang lain. Namun, rahangnya kembali mengeras ketika melihat siapa yang datang.

Huang Zi Tao

...

"Anyeonghaseyo, Dokter Xi. Lama tidak berjumpa." Seseorang yang ia hindari malah berada tepat di depannya. Kalau jujur, Sehun masih mengakui kalau ia sedikit merindukan pria dewasa di depannya. Penampilannya tetap seperti dulu, terlihat seperti seorang preman dan orang yang susah di dekati. Poin yang kedua memang benar dan cenderung lebih ke orang lain, kecuali dirinya saat mereka tengah menjalin asmara. Jauh sebelum Sehun mengenal Kai.

"Anyeonghaseyo, Dokter Hwang. Bukankah anda harus visit ke bangsal anak?" tanya Sehun sedikit heran. Ia mengernyit ketika Tao hanya tersenyum tipis. Ia berjalan terlebih dahulu, membuat Sehun mau tidak mau menyamai langkah atasannya itu. sehun tahu kalau Tao sesekali meliriknya. Tetapi, dokter muda itu cukup tahu kalau ia harus menjaga sikapnya atau ia akan dimutasi ke rumah sakit lain.

"Sehun-ah..." Tao menahan lengan Sehun, membuat pemuda pale skin itu menghentikan langkahnya.

"Apakah kau.."

"SEHUNAAAA! AKU DATAAAAANG!" Sehun tertawa melihat Tao yang menjadi salah tingkah. Ia menghampiri Luhan yang membawa Jo di gendongannya. Bayi berusia dua tahun itu bertepuk tangan ketika melihat seragam milik mamanya.

"Ma..mamama...yopo...yeoppo.." perkataan polos Jonghun membuat Sehun gemas dan mengambil alih bayi gembul itu dari gendongan Luhan. Diam-diam, kakak Sehun itu melirik ke arah namja dengan mata seperti panda itu. Luhan tahu siapa yang berada di samping adiknya.

"Maa...juci..lem..celem..."Jonghun menepuk nepuk dada Sehun. Membuat dokter muda itu terkekeh melihat ekspresi anaknya. Kai sudah memperingatinya untuk tidak teralu dekat dengan teman satu angkatannya apabila menurut Kai orang itu tidak baik. Tapi, bisa jadi dugaan kekasih pabbo dan posesifnya itu tidak sepenuhnya benar. Oke?

"Jo, kau tidak boleh seperti itu. kenalkan, ini Tao ajusshi." Jonghun hanya menatap wajah Tao sembari mencebikkan bibirnya.

"Mmmaa...gak...oyeh...papa...malah.." Jonghun melirik Sehun sinis. Membuat Tao, Luhan, dan Sehun tertawa. Sifat posesif Kai ternyata menurun pada si kecil Jonghun.

"Kurasa, aku mulai mencintaimu lagi, Hunna.."

"Ne?"

...

Absurd? Jelas. Ini nggak tau mau digimanain, tapi, aku kehilangan otak freak saat liat Sehun dan Kai lari2 bareng, rangkul2an di MV LOVE ME RIGHT dan itu udah bikin uh... oke, saatnya membalas review..fufuufufufufu..

Guest : Nyiksa? Ngga kok, Tao masih punya hati kakak..wkwkwk.. thank's for review

Sohwapark8894 : Thank's for review

JongOdult : Noona tenang aja, Kai kan posesif. Entar, kalau Tao mau ganggu kan bisa pakai cara licik #smirk. Thank's for review

Dina. Blind : Thank's for review

Nagisa Kitagawa : Bisa dibilang sekuel atau nggak. Soalnya alurnya rada melenceng dari PMH. Thank's for review

Scarletshad1230 : Liat aja nanti, gimana nasib baby Hunnie #smirkbarengKyuhyun Thanks for review

Dia. Luhane : Bambunya jangan ditebang! . nanti global warming hehehe.. thank's for review

Babyhunhun94 : Thank's for review

HilmaExotics :Thanks for review

Daddykaimommysehun : Kaihun udah nikah, tapi aku males nulis plesbeknya wakawakawaka. Thank's for review...

Exolweareone9400 : Mereka nggak ada hubungannya dengan beras palsu. Tapi mungkin Jongin* nama disamarkan... hehehe, thank's for review

Sehunskai : Yup, dulu Taohun sekarang Kaihun. Thanks for review

Yunacho90 : ngga ada yang rusak kok aman terkendali #wink thanks for review

Xoxo98 : Ngga tau, mau jadi temen atau yg ngrebut, tapi, kalau dipikir, kasian juga sih. Thanks for review

Kim Seo Ji : Thanks for review

Zelobysehuna : bisa dibilang sekuel, bisa dibilang nggak #authorlabil Thanks for review

Whirlwind27 : Thanks for review