My Pabbo Pilot

Pairing : Kaihun, Taohun

Rated : M

Genre : Family/Drama

.

.

.

Happy Reading!

.

.

.

International Fiight School, 09.00 a.m

Sehun keluar dari mobil hitam metalik itu dengan senyum manis. Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh ruang yang bisa ia dapatkan dengan hazel manis berwarna cokelat itu. ia menengok ke arah Kai yang tengah membereskan beberapa perlengkapan mereka. Pria tan itu terlihat sangat tampan dengan setelan kaos merah dan jeans hitam plus sweater abu-abu. Tidak ada yang tahu jika orang berpenampilan bak artis itu adalah seorang pilot kenamaan yang pernah melakukan penerbangan nonstop dari pangkalan militer di Busan sampai ke New York.

"Kau merindukan tempat ini, Sehuna?" tanya Kai sembari merangkul bahu kekasih manisnya. Pria tan itu melirik Sehun yang terlihat sangat bahagia. Setelah ini, mungkin mereka akan kembali bertengkar dengan masalah mesin dan pesawat yang terlihat kokoh dan terawat di anggar dekat gedung ATC yang dimiliki oleh sekolah ini.

Singkat saja, sebenarnya, IFS adalah badan usaha milik militer Korea yang tidak mewajibkan muridnya untuk masuk militer. Tetapi, mendidik siapapun baik pria maupun wanita yang berminat dengan dunia penerbangan untuk menjadi pilot, co-pilot, pramugari/ pramugara, kru ATC, teknisi pesawat, penanggung jawab keamanan pesawat, IT tentang kemiliteran, Ilmu keretakan sayap pesawat- yang ditemukan oleh B. J Habibie-untuk unsur gaya kinetik, dan lain sebagainya. Tergantung bagaimana kualitas anak.

"Kenapa kau tidak bertahan disini? Kau bahkan sudah cuti lebih dari yang kubayangkan. Bagaimana bisa kau cuti selama dua tahun? Dan ini sudah cukup untuk membangun perusahaan di bidang desainmu itu." ujar Sehun sembari menatap Kai yang tengah memandangi sebuah miniatur patung pesawat F-15 Slam Eagle.

"Kami para murid berhak menentukan tujuan kami masing-masing. Itulah jawabanku untuk pertanyaanmu untuk saat ini. Ayo kita masuk." Ajak Kai. Ia menggandeng tangan Sehun yang masih terlihat pucat. Yunho sudah mewanti-wanti ia untuk menjaga anak didik kesayangannya yang telah berhasil menaikkan pamor rumah sakit tempat Yunho bekerja.

"Kai.." Sehun menahan lengan suaminya. Ia menunggu respon dari Kai. Namun, pria itu hanya berbalik dan memberikan senyum kepadanya. Seolah mengatakan tak apa dengan segala yang dilakukan oleh Sehun di belakang punggung dirinya.

Tapi, Sehun juga tahu kalau ia sedikit banyak memiliki banyak kesalahpahaman yang belum diselesaikan dan dirunut berdasar dengan pola pikir ia dan Kai. Akhirnya, hanya desah nafas yang terdengar sengau keluar dari bibir mungilnya. Ia tersenyum kemudian menggandeng Kai.

"Berjanjilah apapun yang terjadi, kau akan selalu mempercayaiku.." kata Sehun lirih.

(^_^)

"Baik anak-anak, perkenalkan, ini adalah Kim Jongin, CEO Growth Design yang menangani pembuatan rangka pesawat terbang yang kita pesan. Ia merupakan alumnus dari sekolah kita." Kai membungkuk sopan. Ia melemparkan senyum yang terkesan wajar kepada seluruh peserta didik yang terlihat antusias di ruang auditorium yang muat dua ribu orang itu.

"Dan ini, adalah Sehun. Xi Sehun. Salah satu dari duo Xi yang sangat pandai dalam manipulasi teknologi di bagian kontrol pesawat. Tapi, ia lebih memilih untuk menjadi dokter." Sehun membungkuk dan tersenyum tipis. Ia sedikit gemetar mengingat Yunho dan Tao datang dengan alasan yang sama.

Setelah perkenalan yang cukup lama dan antusias, tiga calon mentor ini undur diri untuk istirahat. Yunho tengah berbicara dengan beberapa petinggi yang berada di sana. Setidaknya, sekolah ini tidak bisa digoyahkan prinsip mereka untuk tidak menerima suap atau hal macam apapun yang dianggap dengan curang. Dan pria paruh baya itu akan sangat marah jika hal itu terjadi.

(^_^)

"Anak-anak, hari ini kita akan belajar tentang tekanan udara. Kalian yang merupakan calon pilot di militer, harus mengerti dengan pasti bagaimana cara sebuah pesawat bekerja." Kai memutari setiap tempat duduk, untuk memastikan seluruh atensi peserta didik berada di dalam kendalinya.

"Saya lanjutkan. Kalian harus menganggap kalau pesawat adalah sesuatu yang sangat kalian sayang dan cintai. Sehingga kalian tidak pernah merasa bosan dengan kegiatan kalian yang tengah kalian jalani." Kai mengambil kapur dan mulai menulis.

"Jika secara fisik, armada kita kalah jumlah dengan militer Korea Utara. Tapi, itu tidak begitu berarti jika kalian menguasai bakat dan kepintaran di dalam diri kalian masing-masing. Seharusnya, kita bisa mencontoh negeri khatulistiwa yang pernah membantu kita saat kita belum terpecah menjadi utara dan selatan"

(^_^)

Sementara itu...

"Anak-anak, disini saya akan menjelaskan tentang pesawat tempur kebanggan kita. F-15 Slam Eagle. F-15 Slam Eagle, pesawat terbang Korea yang dibeli dari AS kurang lebih tahun 2013 ini adalah jenis pesawat pengebom yang bisa dialih fungsikan menjadi pesawat penumpang." Zitao menjelaskan dengan santai. Ia pernah menjadi kapten di bagian divisi ini. Setidaknya, ia masih ingat dengan materi ini.

TOK! TOK!

"Maaf, Tao-ssi, saya ingin meminjam beberapa murid." Sehun mengetuk pintu dengan pelan. Tao mengangguk. Obsidian tajamnya memberikan atensi penuh kepada Sehun. Pemuda pale skin itu dengan segera masuk dan menata berkas-berkasnya.

"Kim Solbi, Jang Eunhyun, Oh Ryujin, Kang Malbok, Jung Junhe, Yun Yae Ri, Seo Kwang Jin, harap ikut saya ke anggar pesawat. Terima kasih." Sehun membungkuk perlahan. Ia berjalan keluar diikuti dengan siswa yang ia panggil.

Atensi Tao masih berada di Sehun. Kali ini, sedikit lebih intens. Terlebih, pria itu hanya bisa menatap punggung Sehun. Entah bagaimana caranya, ia menahan lengan Sehun. Membuat pemuda pale skin itu mengernyit tidak suka dan risih.

"Maaf, Tao-ssi, saya pamit undur diri." Sehun melepas cengkraman tangan Tao ditangannya. Membuat pria tan itu sedikit tertegun dan menyadari..

Ia telah kalah dengan Kai...

(^_^)

"Kai, kau tahu, tadi sangat mengasyikkan. Aku benar-benar tidak menyangka akan memegang kendali kru ATC di bagian divisi yang benar-benar kuinginkan! Bagaimana tidak? Aku harus berkomunikasi dengan pilot secara langsung dan mengontrol penerbangannya secara penuh!" Sehun tersenyum senang ketika menjelaskan pengalamannya ketika ia mengajar tadi.

"Benarkah? Kau sangat senang dengan kelas yang kau bimbing?" tanya Kai yang ikut antusias melihat Sehun terlihat sangat ceria.

"Tentu, bagaimana bisa aku tidak senang. Oh Tuhan, Kai, asal kau tahu saja. Yunho saem bahkan memperbolehkanku untuk cuti beberapa hari dan mengajar di sekolah kita ini." Sehun tersenyum senang. Ia merapatkan tubuhnya ke pelukan Kai. Mereka berdua tengah berada di tempat tidur karena Kai merasa tidak enak badan akibat kegiatannya yang penuh satu hari ini.

"Kau lelah, Kai? Mau kupijat?" tanya Sehun. Ia mendongak dan mendapati Kai yang tengah menatapnya lembut. Pria tan itu tersenyum melihat Sehun yang mengerutkan kening. Ia bersyukur karena mendapatkan Sehun setelah semua yang ia lalui ketika menjadi pilot.

"Sayang..." Kai menarik dagu Sehun lebih dekat. Membuat pemuda pale skin itu menahan nafas. Nafas Kai terasa sangat hangat di permukaan wajahnya. Suaminya perlahan memiringkan kepalanya dan memejamkan mata. Mengajaknya larut kedalam sebuah ciuman panjang yang sangat lembut dan seolah sangat menjaganya.

"Sehuna...bolehkah?" Kai menatap Sehun meminta persetujuan. Dan sebuah anggukan membuat Kai menyeringai. Ia memindah posisinya menjadi mengurung Sehun di bawah tubuhnya. Pria tan itu menahan berat tubuhnya dengan tangan kirinya,. Sedangkan tangan kanannya ia gunakan untuk memegang tengkuk Sehun hingga memperdalam ciuman mereka yang lebih intens.

"Jonginh...nh.." lenguhan lembut yang keluar dari bibir pink tipis itu membuat sang dominan menyeringai. Sehun benar-benar merasa tubuhnya mulai ringan. Kai membuka kancing piyama Sehun secara perlahan, berusaha membuat gerakan sensual yang membuat pemuda dibawahnya menggeliat gelisah.

"Sehunna...sebut namaku.." pria tan itu memasukkan tangannya kedalam celana sang penerima. Memijatnya dan meremasnya dengan perlahan. Desahan dan lenguhan kembali terdengar di kamar itu. Kai memanjakan Sehun dengan gerakannya yang semakin cepat.

"Jonginh...uh..." dan cairan cinta milik Sehun keluar, membasahi pakaiannya. Dengan segera, Kai melepas semua atribut yang melekat di tubuh kekasihnya. Ia menatap kagum tubuh polos Sehun. Kai mengecup leher jenjang Sehun. Memberi beberapa kissmark.

"Kau milikku, Sehunna." Nipples yang mulai menegang ia hisap hingga sang empunya suara mendesahkan namanya berulang-ulang. Ini sangat candu bagi dirinya. Tuhan, Sehun sangat cantik. Kedua tangan Sehun meremas rambut Kai dengan abstrak.

"Kai, kuh...mohonhhh..." dan ucapan permohonan, memulai permainan inti dari sang dominan. Kai membuka celananya. Ia memposisikan miliknya tepat di depan lubang senggama Sehun. Pria tan itu melebarkan kedua kaki isterinya, hingga memperlihatkan hole berwarna pink yang selalu menjadi rumah bagi dirinya.

Kai memasukkan secara perlahan. Ia menikmati ketika Sehun mendesiskan namanya, menatapnya penuh keinginan, dan ia suka melihat Sehun membutuhkan dirinya. Tubuhnya yang semakin menyatu dengan Sehun membuat sang penerima meletakkan kedua tangannya di pundak Kai. Sehun benar-benar menikmati semua yang Kai berikan.

Dan, tiga dorongan terakhir, kedua sejoli itu tiba di puncaknya. Deru nafas yang memburu menjadi tanda berakhirnya kegiatan mereka malam itu.

"Sehunna, jangan pernah meninggalkanku."

(^_^)

Kai meregangkan ototnya setelah sekian lama ia duduk di kokpit Slam Eagle kesukaannya. Sebenarnya, jenis pesawat terbang milik Korea sangat banyak. Tetapi, jenis SE F-15 dan Airbus sangat diminati oleh seluruh maskapai dan anggota militer negeri ginseng ini. Pria tan itu tersenyum tipis ketika mengingat kegiatannya dengan Sehun tadi malam. Hah, sungguh malam yang indah.

"Yoooo! Kim Jongin!" dan pukulan di bahunya membuat pria tan itu mendengus. Chanyeol menatapnya heran. Untuk apa ia datang kemari? Bukannya rapat dengan klien masih ada waktu satu minggu lagi? Dengan begitu, ia bisa mempersiapkan materi yang akan ia ajarkan kepada murid-murid di sekolah penerbangan ini.

"Ada apa Chan?" tanya Kai sembari keluar dari pintu kemudi. Ia melepas seragam pilotnya dan menyampirkannya di kursi penumpang. Pria jangkung itu turun terlebih dahulu. Ia mengambil kopi dari mesin yang berada tak jauh dari hanggar pesawat.

"Kau tahu Kai, kalau akhir-akhir ini, tingkah laku dokter yang satu divisi dengan Sehun itu menjadi aneh. Ia terlihat sangat tidak suka ketika melihat kedekatanmu dengan Sehun. Apa kau ada masalah?" Chanyeol menyerahkan segelas kopi kepada rekannya. Hal itu membuat Kai kembali berpikir. Ia tidak mungkin mengabaikan masalah ini jika menyangkut dengan Sehun.

"Dia datang." Chanyeol menyenggol lengan Kai ketika pria bermata preman itu mendekat ke arah mereka bersama dua orang guru yang lain. Dan, salah satunya adalah Sehun. Isterinya. Kai menyenderkan tubuhnya ke pesawat dan memperhatikan Sehun yang masih melangkah kikuk. Pipinya masih bersemu merah. Ia berani menebak kalau Sehun malu dengan kegiatan mereka tadi malam.

"Pilot Kim. Bisa kau menjelaskan tentang mesin kendali pesawat yang paling baru?" tanya Zitao tenang. Pria bermata tajam itu seolah menantang ke arah obsidian cokelat kelam milik Kai. Pria tan itu memakai topinya yang ia gunakan untuk kipasan.

"Akan kutunjukkan. Tapi, bisakah anda menemaniku dengan menjadi co pilot pesawat non-radar?" Kai menyeringai melihat Zitao yang terdiam dengan mata membulat. Sehun juga terdiam. Kalimat Kai benar-benar membuat pemuda pale skin yang berstatus sebagai isterinya terdiam. Bagaimana bisa Kai mengucapkan hal itu dengan enteng?

"Apa kau gila?! Meskipun radar IFS sangat canggih hingga bisa melihat pesawat itu, tapi kalau kita terbang cukup jauh, ia sudah tidak terlihat! Dalam radius 5 kilometer, kita masih bisa mengendalikannya, tapi, jika kau memaksakan menggunakannya..." belum sempat Zitao mengucapkan kalimat panjangnya, Kai menyela.

"Bilang saja kau takut, pengecut. Kau pernah memacari isteriku dan mencampakkannya, tapi, tidak berani memakai pesawat non-radar dengan kecepatan mendekati supersonik ini?" Kai menatap dingin Zitao yang menatapnya dingin.

"Kai.." Sehun tidak menyangka Kai akan mengatakan kalimat seperti itu.

"Baiklah, karena kau memaksa."

.

.

.

TBC

Ampuni hambamu yang nista ini Tuhaaan! Aku baru aja buat NC! Woooow...horror sekali. Hehehe, oke, terima kasih yang sudah meninggalkan jejak ke My Pabbo Pilooot! Sebenernya ini chapter yang buat aku dibully habis-habisan sama kakakku. Aku tiga bersaudara, dan sialnya jadi anak terakhir dengan dua kakak laki-laki dengan umur gak beda jauh. Mereka berdua tahu kalau aku punya fanfic kaya gini, nggak taunya mereka malah curhat sama aku. Ya Tuhaaan, aku sayang EXO hahaha, gara-gara fanfic ini, dua kakakku itu lebih hati-hati kalau ngomong. Mereka sadar ada satu makhluk tengil yang cukup berbahaya mengadukan film *piip mereka sama Mama.

Kakak pertamaku masih mending, kalau yang kedua, ampun parahnya. Hehe.

Arigatou gozaimasu #bungkukbungkuk

utsukushii02 :: Guest :: Kaihunn :: aulivp :: Yessy94essy :: JongOdult :: rytyatriaa :: VampireDPS :: kjinftosh :: kim sehyun96 :: Phcxxi :: Stephanie Choi :: HilmaExotics :: Exolweareone9400 :: Kim Sohyun :: ohhanniehunnie :: Nagisa Kitagawa :: fiya. KH :: Aniya17 :: Icha :: aliyya :: ooh :: 1004baekie :: rosianakawai :: vivikim406 :: Kim Seo Ji :: Myjeje :: Zelobysehunna :: babyhunhun94 :: dina. Blind :: dia. Luhane :: scarletshad1230 :: Maknae Lines 1994 :: Sohwapark8894 :: sehunskai :: yunacho90