My Pabbo Pilot
Pairing : Kaihun, Taohun
Rated : M
Genre : Family/Drama
.
.
.
Happy Reading!
.
.
.
Flashback
Kai berjalan dengan perlahan ketika ia merasakan tubuhnya sangat tidak nyaman. Akhirt-akhir ini cuaca sedang tidak bagus dan itu sangat mengganggu pekerjaannya. Dengan kerja kerasnya, ia berhasil mendapatkan tender yang sangat besar. Nilainya mungkin benar-benar membuatnya mampu membahagiakan Sehun hingga kekasih hidup matinya itu mampu secara finansial. Pria itu memasuki ruangannya, tetapi kemudian terdiam dengan wajah mengeras. Seorang pria yang sangat ia kenal tengah duduk di kursi pengunjung tepat di depan meja kerjanya.
"Untuk apa kau datang ke kantorku, Huang Zitao?"tanya Kai, sinis. Pria itu menutup pintu dengan sedikit sentakan dan dengan tidak sabaran segera meletakkan enam gulungan konstruksi pesawat yang belum selesai. Ia mendekati pria yang tengah menatapnya sulit. Dua pria yang pernah terlibat hubungan sunbae-hoobae ini saling memandang nyalang dan seolah menabuh genderang perang.
"Kedatanganku tentu ada maksudnya," Zitao mengendurkan dasinya. Bersyukurlah ia tidak menggunakan jas dokter yang putih panjang itu. ia tidak begitu menyukai kalau saja ia akan mengambil inisiatif baku hantam dengan pria yang resmi menjadi suami dari Xi Sehun ini. "Terutama tentang Sehun.."tambah pria itu. menikmati hasil obrolannya yang cukup spesifik dan membuat lawan bicaranya mengeratkan buku-buku tangannya.
"Dia isteriku. Bahkan kau dan Sehun sudah terikat dengan adanya pernikahan Luhan dan Kris, yang merupakan sepupumu." Kai menatap remeh pria yang menurutnya terlihat seperti pecundang. "Bahkan, kau tidak bisa memanfaatkan peluang, ketika Sehun terluka karena kepergianku. Kau ingat kalau aku cinta pertama Sehun, bukan?" Kai tersenyum mengejek. Ia tidak perlu sungkan kepada orang yang sangat menjengkelkan ini.
"Pernikahan Luhan dan Kris tidak ada hubungannya denganku. Yang kuinginkan hanya bicara dengan Sehun." Emosinya sangat kentara ketika ZiTao menatap obsidian kelam pria lawan bicaranya. Tapi, ia mendengus ketika Kai tidak menunjukkan tanda-tanda menghiraukan kalimatnya.
BUGH! Pukulan telak menghantam rahang kanan Zitao. Membuat pria berwajah sangar itu terjatuh karena tidak siap. Diatasnya, Kai memasang kuda-kuda sempurna siap bertarung. Pria tan itu berdiri memandang rendah pria keturunan Tiongkok itu.
"Zitao, kau tahu? Aku bahkan tidak suka memanggilmu dengan sunbae. Bagaimana bisa kau mencium Sehun di koridor rumah sakit, dan membuat isteriku pingsan?! Hah?!" Zitao tidak merespon. Ia berusaha bangkit dan mengusap rahangnya yang menjadi sasaran pukul pria yang memegang sabuk hitam taekwondo ini.
"Aku bahkan tahu apa yang dilakukan oleh isteriku selama aku tidak ada disampingnya! Mulai dari kau yang mencari kesempatan, hingga kau yang mencium Sehun di koridor." Suara pria tan itu melirih di akhir kalimat. Ia tidak menyangka, bagaimana bisa ia begitu menghormati sosok yang tengah ia pukuli ini.
"Aku hanya ingin mengingatkan padamu, Tuan Kim. Ingat malam saat perayaan peluncuran pesawat terbang di IFS dulu? Kau bahkan tidak ingat kalau kau pernah menyabotase sebuah pesawat ulang alik hingga membuat Suho tewas dan Kris merasa sangat bersalah, bukan?" Zitao menatap lurus ke arah obsidian yang mulai gugup.
DEG!
"Dan, dengan santainya kau mengatakan pada Yixing kalau suaminya tewas karena kesalahan teknis. Anehnya, kenapa sang co pilot bisa selamat sedangkan pilot tidak? Kau tahu kalau kau dan Suho jatuh di laut, kan?" Kai terdiam. Memorinya kembali memutar waktu ketika kejadian mengerikan itu terjadi. Ia tidak sengaja memperpendek jalur di daerah mesin navigasi. Tapi, ia tidak mempertimbangkan kalau avtur pesawat tidak mencukupi.
"Kau tahu akibatnya kalau aku mengatakan hal ini kepada Yunho seosangnim, bukan?" Zitao berniat membalik keadaan. Rahangnya sudah sakit terkena pukulan si sabuk hitam. Tapi, jangan lupakan kalau ia juga seorang master wushu.
"Hahaha...ahahahhahahha.."Kai terbahak. Ia menatap kasihan ke arah pria yang ternyata masih sangat polos dan tidak tahu apa-apa itu.
"Jaga bicaramu, Presdir Hwang. Kau tidak pernah tahu kejadian sebenarnya. Jadi, lebih baik kau diam, atau aku tidak segan untuk membunuh orang yang telah membunuh Suho, orang yang paling aku hormati, Zitao sunbae." Kai yang terlihat sedikit terguncang benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya. Mengingat kematian Suho yang tepat di depannya.
Kai mengambil jeda. "Aku bersumpah, akan menemukan siapapun yang pernah memfitnahku dan membuatku masuk ruang disiplin hingga aku diskors dan tidak boleh datang ke IFS selama dua tahun!"
(^_^)
BRAK!
"Lapor, Ketua! Kim Jongin dan Huang Zitao berencana menggunakan pesawat nonradar untuk melakukan sebuah latihan." Seorang oknum guru membungkuk hormat kearah Kris yang tengah memeriksa berbagai dokumen di tangannya. Ia yang tengah fokus langsung menegakkan kepalanya ketika melihat anak buahnya menatapnya, siap menerima perintah. Tapi, Pria jangkung berpangkat Komodor Muda itu terdiam. Ia tidak suka dengan kejadian ini.
"Aku akan menghandle mereka berdua." Sang pemimpin bangkit dari kursinya. Ia dengan segera pergi menuju anggar diikuti anak buah itu. ketika ia tiba disana, ia melihat Sehun, Kai, Zitao dan beberapa petugas lainnya. Dan yang ia herankan, kenapa ada Chanyeol disana tetapi tidak mencoba untuk menghentikan dua orang yang Kris yakin masih menyimpan dendam lama dan memiliki tempramen yang cukup diwaspadai.
"Zitao, Kai. Apa maksud kalian menggunakan pesawat nonradar?!" Kris dengan segera mendekati dua orang ini. Ia memperhatikan ekspresi keduanya yang terlihat sangat tidak bersahabat. Komodor muda itu menghela nafas sejenak. Ia tidak pernah suka kalau dua orang ini berada di dalam divisi yang sama. Bagaimana bisa Yunho menyuruh dua orang ini bersama Sehun menjadi salah satu tim pengajar? Ia perlu bicara dengan seniornya itu.
"Kami hanya bermaksud untuk latihan, saya ingin menunjukkan kepada para murid yang menjadi pilihan untuk ujicoba terbang menggunakan pesawat keluaran baru yang mendekati kecepatan suara ini." Jelas Kai. Ia memasukkan kedua tangannya ke saku celananya. Kris melirik Zitao. Sepupunya juga tidak bergeming dari tempatnya. Hanya menatapnya dalam diam.
"Bukankah pesawat banyak?! Bagaimana bisa kau memilih pesawat yang belum lulus ujicoba ini!? Aku dan Luhan belum mengizinkan pilot baik yang senior maupun yang junior untuk mengendarainya!" Kris menatap tajam dua orang yang terkesan nyeleneh itu. ia mengalihkan atensinya kepada adik iparnya yang terlihat gelisah. Kris melunak. Ia tidak pernah menceritakan kejadian Kai yang sebenarnya hingga pria tan itu menjadi arsitek untuk IFS, tidak menjadi pilot lagi.
"Kalian berdua, lebih baik bimbing murid-murid untuk menggunakan F-15 Slam Eagle saja. Dan kau Kai, ikut aku ke ruanganku." Kris melirik Kai yang mendengus kesal. Ia tidak suka ketika Sehun harus menatapnya sedih. Kai tahu kalau Sehun tidak tahu apa-apa sejak kepergiannya ke Jepang mengikuti Luhan akibat tindakan Kris yang mengakui kalau ia yang menghabisi kedua orangtuanya.
"Kai, bisakah kau tidak mengulangi kesalahanku?"pria tan itu menatap Kris jengah. Ia tidak suka ketika kakak iparnya itu menatapnya memohon. Ia paham tentang apa yang ia perbuat hingga membuat ia diskors selama dua tahun. Dan ia juga berterima kasih kepada Kris karena kakaknya ini mau menampungnya menjadi arsitek pesawat terbang. Yang akhirnya menjadi profesi sampingannya. Meski begitu, ia telah membuat sebuah perusahaan yang cukup bonafit bagi perekonomian Korea Selatan. Bringland Corp.
"Hyung, bisakah kau tidak merasa bersalah atas kematian Suho hyung?" Kai mendengus. Emosi pria jangkung itu mulai terlihat. Raut wajahnya berubah sendu.
"Kau tahu, meski kau dituduh melakukan sabotase, kau tidak pernah melakukannya. Justru kalau kau tidak melakukannya, mungkin, akan banyak korban yang berjatuhan karena pesawat sial itu. seharusnya, pihak petinggi tidak pernah membeli barang rongsokan seperti itu." jelas Kris. Kai tahu kalau kakak iparnya itu berusaha menguatkan dirinya secara tidak langsung. Tapi, apa ia tidak menganggap pengorbanan dari Suho?
"Bukan berarti aku menyepelekan Suho, ia sudah mendapat penghargaan dan ia akan selalu dikenang. Setidaknya, aku bersyukur ia wafat, kalau tidak, ia akan menderita seumur hidupnya karena kehilangan kemampuan indera pendengar dan penglihatannya." Kris menghela nafas. Memori yang sangat mengesankan karena tidak bisa ia lupakan dengan begitu mudah. Syukurlah sekarang sudah mulai membaik.
"Hyung, ini sudah lebih dari dua tahun, bisakah aku kembali ke IFS?" tanya Kai. Pria tan itu memandang lapangan terbang dengan tenang. Kris lega ketika Kai bersikap seperti ini. Anak didiknya itu sudah dewasa. Tidak ia sangka saja, sekarang, orang yang seangkatan dengan Kai sudah bekerja dan mapan dengan kehidupan masing-masing. Kris yang mendapati kegiatan itu setiap tahun mengulas senyum.
"Kau sudah dewasa, adikku. Semoga kau dan Sehun diberi kemudahan..."
(^_^)
Sehun berjalan cepat-cepat. Ia mendapat kabar dari Luhan kalau Jonghun ikut bersamanya. Ia sudah sangat merindukan bayi kecilnya itu. sudah beberapa hari ini ia tidak bisa mengatur waktunya karena pekerjaannya yang cukup padat. Dengan excited, ibu satu anak itu berlari ke ruangan kakaknya. Disana, ia melihat Jonghun yang masih tertidur. Bibirnya mengerucut. Gagal, deh, acara untuk memeluk babynya yang sekarang sudah berusia tiga tahun itu.
"Sehun? Kau datang untuk Jonghun?" Luhan keluar dari kamar mandi. Ia mendapati Sehun yang sedang memandang Jonghun dengan senang. Adiknya ini benar-benar berbeda kalau sudah bersama Jonghun.
"Hunna, kau terlihat sangat senang." Sehun terkekeh ketika Luhan mendekatinya. Kakaknya sudah sangat berbeda. Baik dari status, maupun sifat. Ia menjadi seorang isteri dari Komodor Muda Kris Wu dan menjadi kepala di bagian Divisi ATC. Luhan juga mempunyai dua anak. Luai yang mewarisi gen Luhan tetapi tidak peka seperti ayahnya, dan Luen yang licik tetapi penyayang seperti Kris.
"Begitulah, Hyung. Aku sedang hamil satu bulan. Dan sejauh ini aku belum mengalami morning sickness. Lagipula, aku belum memberitahu Kai tentang hal ini." Sehun tersenyum manis sembari mengusap perutnya yang masih datar. Ia melirik Luhan yang tersenyum lembut.
"Mama?" Bayi kecil itu langsung terbangun ketika mendengar suara Mamanya berada didekatnya. Jonghun langsung bangun dan berusaha mendudukkan dirinya. Bayi montok itu menatap memelas ke arah Sehun hingga membuat Sehun tertawa.
"Kau rindu dengan Mom, ya?" Sehun mengusak-usak perut Jonghun. Membuat bayi itu tertawa senang. Pemuda pale skin itu bertubi-tubi mencium wajah anaknya. Jonghun sih, senang-senang saja. Lagian kan, jarang Mama ada bersamanya. Jadi, sekalinya lengket, maka Jonghun akan menempel terus kepada Sehun.
"Luhan hyung, aku minta maaf sudah merepotkanmu selama ini untuk mengurus Jonghun." Sehun merasa tidak enak kepada Luhan. Kakaknya langsung mencubit pinggangnya. "Bagaimana mungkin aku keberatan?! Dasar anak nakal!" Luhan cemberut. Sehun tertawa.
"Maaf, hyung. Ya sudah, kalau begitu aku pulang dulu. Ini sudah jam tiga sore." Sehun pamit pulang. Ia menggendong Jonghun yang kembali menyamankan dirinya di gendongan Sehun. Bayi itu hanya merasa nyaman. Ia tidak mau memejamkan mata, karena ia yakin kalau bangun, pasti Mama sudah pergi bekerja.
"Mama tidak keja?" tanya Jonghun. Kedua lengan kecilnya mengalung di leher Sehun.
"Mama libur dua hari. Jadi Mama bisa menemani Jonghun." Sehun tersenyum senang. Ia membuka ponselnya. Kai belum mengirim pesan apapun kepadanya.
"Masa skorsmu akan ditambah satu tahun karena kejadian itu, Kai.." Sehun terdiam ketika ia berada di depan ruangan Kris. Kai diskors? Memangnya Kai melakukan apa?
.
.
.
TBC
Semua dugaan di review salah, hehehe. Aku gak mikir kalau bakal kecelakaan atau apa, soalnya, itu udah mainstream. Lagipula, ceritaku juga lompat-lompat. Makanya, aku kasih sedikit flashbacknya. Kalau gitu kan paling tidak udah nggak bingung.
utsukushii02 :: Guest :: Kaihunn :: aulivp :: Yessy94essy :: JongOdult :: rytyatriaa :: VampireDPS :: kjinftosh :: kim sehyun96 :: Phcxxi :: Stephanie Choi :: HilmaExotics :: Exolweareone9400 :: Kim Sohyun :: ohhanniehunnie :: Nagisa Kitagawa :: fiya. KH :: Aniya17 :: Icha :: aliyya :: ooh :: 1004baekie :: rosianakawai :: vivikim406 :: Kim Seo Ji :: Myjeje :: Zelobysehunna :: babyhunhun94 :: dina. Blind :: dia. Luhane :: scarletshad1230 :: Maknae Lines 1994 :: Sohwapark8894 :: sehunskai :: yunacho90 :: Gaemgyu92 :: fvckmechankai :: wijayanti628 :: Stevanie Oh ::
