AN UNEXPECTED ACCIDENT

Do Kyungsoo – Kim Jongin

matureschool lifegender switchswitch role/?/

boy: Kyungsoo | girl: jongin


Lima menit berlalu, Jongin bisa merasakan perutnya melilit, siap menyemburkan cairannya. Jongin semakin mempercepat gerakan jarinya di dalam vaginanya. Tangannya yang lain juga sibuk meremas payudaranya dengan kuat. Jongin juga memejamkan matanya, berkonsentrasi untuk mempercepat datangnya klimaks yang dinanti-nantikan. Karena begitu seriusnya Jongin dalam berkonsentrasi, Jongin tidak sadar jika ada seorang siswa yang membuka pintu ruangan kecilnya.

Siswa itu terkejut melihat Jongin bermasturbasi dengan begitu hotnya, dan memberanikan dirinya untuk masuk setelah mendengar desahan yang sangat provocative dari Jongin. Jongin masih tidak sadar jika ada seorang siswa yang kini melihatnya sedang bermasturbasi, mendesah hebat dan meneriakkan nama Kyungsoo. Kegiatan dan desahan Jongin berhenti saat mendengar sebuah suara menginterupsinya.

"Hai.. Bisakah aku membantumu?"


.

.

Jongin terdiam. Matanya terbelalak melihat seorang siswa yang berdiri di depan pintu ruangan kecilnya. Semua aktivitas yang dilakukannya ia hentikan. Namun jari-jari yang berada di dalam lubang vaginanya masih bertahan di dalam sana, tangannya yang lain pun masih menangkup payudara sintalnya. Pikiran Jongin blank, kosong. Ia masih mencoba mencerna apa yang dilihatnya di depan pintu ruangan kecilnya sana.

Seorang siswa dengan rambut yang tampak halus berwarna hitam, berbibir sexy dengan bentuk hati saat tersenyum, dan mata bulat yang sangat sexy. Seorang siswa yang dalam mimpi Jongin, tengah menghujami vagina Jongin dengan penis kerasnya. Seorang siswa yang ditaksirnya sejak lama. Seorang siswa bernama Kyungsoo. Tengah berdiri di depan pintu ruangan kecilnya, melihatnya bermasturbasi dan menawarkan diri untuk membantu Jongin. Apakah Jongin bermimpi?

Dia tidak mungkin Kyungsoo, kan? Seseorang yang berdiri di sana hanya khayalanku saja kan? Dia tidak mungkin Kyungsoo... Batin Jongin terus mengulang kalimat-kalimat itu. Jongin masih tidak percaya Kyungsoo melihatnya bermasturbasi dan mendesahkan namanya. Jongin juga masih tidak percaya bahwa Kyungsoo menawarkan diri untuk membantunya mencapai klimaks. Holly Shit! Dia tidak mungkin Kyungsoo.

Jongin masih terdiam. Ia masih bingung dengan situasi ini. Jongin hanya terdiam melongo, tak melakukan apa-apa. Dia hanya diam melihat Kyungsoo berjalan mendekat kearahnya. Jongin masih terdiam ketika Kyungsoo menurunkan kakinya dari atas meja, lalu melebarkan kembali kakinya ketika kedua kakinya sudah menapak di tanah . Jongin juga masih terdiam saat Kyungsoo menarik jari-jarinya keluar dari lubang vaginanya.

Reaksi Jongin mulai hidup ketika ia merasakan sebuah benda yang lembab dan basah membelai vaginanya. Desahannya kembali terdengar saat benda basah itu terus membelai vagina basah Jongin. Jongin menundukkan kepalanya, melihat apa yang sedang terjadi di bawah sana. Dan yang dilihatnya adalah Kyungsoo yang berjongkok di depannya dan menjilati vaginanya.

"Ahhh… Kyungsoo apa yangh kau lakukanhh?" Jongin berusaha menjauhkan kepala Kyungsoo dari vaginanya. Dan berhasil. Kyungsoo menjauhkan kepalanya dari vagina Jongin dan langsung menatap Jongin tepat di matanya. Jongin merasa jantungnya berhenti berdetak ketika melihat mata Kyungsoo yang berkilat nafsu itu memandangnya. Vagina Jongin kembali terasa geli hanya karena tatapan mata Kyungsoo.

"Aku mendengarmu mendesahkan namaku tadi. Jadi aku pikir, kau pasti menginginkanku. Dan saat aku menawarkan diri untuk membantumu, kau hanya diam saja. Karena aku begitu yakin kau menginginkanku, dan aku sudah tidak tahan melihatmu bermain sendirian, aku memutuskan untuk membantumu meski kau tak menjawab penawaranku tadi." Jongin hanya melongo mendengar jawaban Kyungsoo. Jadi, Kyungsoo mendengar Jongin mendesahkan namanya? Oh Shit! God just kill me right now! Jerit Jongin dalam hati.

"Jadi, apa sekarang aku boleh meneruskan pekerjaanku yang tertunda? Aku tidak akan menghentikan pekerjaanku meski kau menolak penawaranku untuk membantumu. Because you already make me hard, so I won't let you go. Prepare your vagina to be thrusted with my erected penis." Seringai mesum tercetak di bibir Kyungsoo. Jongin baru pertama kali ini melihatnya. Dan dia merasakan jantungnya seolah berhenti berdetak kembali.

Jongin bergetar menerima perlakukan lidah Kyungsoo yang lihai memainkan vaginanya. Satu tangannya ia gunakan untuk menjambak rambut Kyungsoo yang halus, memberi tahu Kyungsoo bahwa ia sangat menikmati lidah Kyungsoo di vaginanya. Dan tangan lainnya, ia gunakan untuk meremas sendiri payudaranya.

Lidah Kyungsoo menjilat vagina becek Jongin dengan lembut lalu memasukkan lidahnya untuk mengaduk-aduk lubang vagina Jongin. Jongin hanya bisa mendesah dan menjambak rambut Kyungsoo saat kenikmatan benar-benar menguasai tubuhnya. Jongin memekik saat gigi-gigi tajam Kyungsoo menggigit clitorisnya lalu menghisapnya. Jongin semakin bergetar saat hisapan Kyungsoo di clitorisnya semakin kuat.

"Akhh! Kyungsoo!" Jongin sudah tidak tahan. Cairannya keluar bersamaan dengan gigitan Kyungsoo di clitorisnya. Tangannya yang semula menjambak rambut Kyungsoo kini terkulai lemas di samping tubuhnya. Matanya tertutup merasakan sensasi after climax yang begitu nikmat baginya. Jongin mencoba mengatur nafasnya yang terengah setelah klimaksnya. Tapi nafas Jongin kembali tercekat saat dirasanya sebuah benda tumpul, keras dan panjang menerobos lubang vaginanya.

Sosok Kyungsoo yang berada di depannya dengan kepala mendongak dan mata tertutup terlihat oleh matanya saat sepasang indranya itu ia buka kembali. Celana yang dipakai Kyungsoo sudah berada diatas mata kaki pemuda itu. Dan penis Kyungsoo sudah tak terlihat lagi oleh sepasang mata Jongin, karena Jongin yakin penis Kyungsoo pasti sudah berada di dalam vaginanya.

Jongin menutup matanya kembali merasakan penis keras Kyungsoo yang bersarang di vaginanya. Penis Kyungsoo sangat keras, panjang dan besar. Jongin pernah membayangkan seberapa besar ukuran penis Kyungsoo, dan dia tidak pernah menyangka bahwa penis Kyungsoo akan sebesar ini. Vaginanya terasa sangat penuh. Seolah kelima jari tangan Jongin lah yang memasuki vaginanya.

"Ouh shit! You're so tight.." Kyungsoo menggerakkan penisnya keluar masuk vagina Jongin dengan tempo pelan. Penisnya dijepit kuat oleh vagina Jongin, membuat penisnya sulit untuk bergerak.

Kyungsoo masih menggerakkan penisnya dengan tempo pelan selama satu atau dua menit, mencoba merenggangkan lubang Jongin. Setelah dirasa ada sedikit space di lubang Jongin, Kyungsoo mulai menaikkan tempo gerakan keluar masuk penisnya. Kaki Jongin ia buka lebih lebar untuk mempermudah pergerakan penisnya di lubang gadis yang ada dibawahnya itu. Kedua tangan Kyungsoo bekerja di payudara Jongin yang terabaikan. Meremas dan memelintir puting kerasnya.

Jongin mendesah keenakan karena remasan tangan Kyungsoo di payudaranya dan genjotan penis Kyungsoo di vaginanya. Kakinya ia lingkarkan di pinggang Kyungsoo dan mendorongnya agar penis Kyungsoo masuk lebih dalam kedalam lubangnya.

"Aahh.. ahhh ahh tusuk lebih ahh dalam sayangh~" Dan setelah mengucapkan kalimat itu, tubuh Jongin tersentak kebelakang dengan mata yang terpejam erat. Karena tepat setelah Jongin berkata seperti itu, Kyungsoo menusukkan penisnya sangat dalam kedalam lubang Jongin hingga ujung penisnya menumbuk titik kenikamatannya.

Merasa telah menemukan titik nikmat Jongin, Kyungsoo menggerakkan penisnya semakin kuat dan dalam, dan dalam tempo yang semakin cepat. Tubuh Jongin semakin terhentak karena pergerakan Kyungsoo. Desahan tak henti-hentinya mengalun dari bibir Jongin, semakin keras dan provocative. Karena tak ingin desahannya terdengar hingga keluar ruangan, Jongin menarik tengkuk Kyungsoo dan mencium bibirnya. Jongin mengeluarkan lidahnya dan membelai bibir sexy Kyungsoo, mengundang lidah Kyungsoo untuk keluar dan bertarung lidah dengan miliknya. Kyungsoo yang merasa ditantang, dengan segera mengeluarkan lidahnya dan langsung membelit lidah Jongin dan menghisapnya. Jongin mengeluh. Tubuhnya lemas seketika.

Tangan Kyungsoo mulai bergerak cepat di payudara Jongin. Meremas dua payudara Jongin dengan kuat dan cepat, sekuat dan secepat hujaman penisnya di vagina Jongin.

Jongin tidak bisa menahan desahannya lagi. Dilepasnya kontak antara lidahnya dengan lidah Kyungsoo, dan membiarkan pita suaranya mengeluarkan desahannya sekeras mungkin. Dia tidak akan mungkin bisa menahan desahannya. Hujaman penis Kyungsoo di vaginanya dan remasan tangan Kyungsoo di payudaranya terasa sangat nikmat. Membuat Jongin tak bisa melakukan apapun selain mendesah.

"Hey Jonginh… ouh You are a slut. A hot slut eunghh ahh.." Mendengar dirty-talk yang dilontarkan Kyungsoo, nafsu Jongin semakin menggebu.

"Ohh ahh Ya! Your penis drives mehh crazyhh eumhh… Fuck me enghh harder ahh ahh Kyungsoo!" Dirty-talk balasan dari Jongin membuat sex mereka semakin panas. Keringat sudah membasahi seluruh tubuh mereka.

"Beg for it slut! Ssh ahhh ~ ouh yeah.."

"Fuck mehh harder, mas.. ahh master emmhh. Please ahh. I beg you."

"Your wish is fulfilled slut!" Dengan itu, Kyungsoo mengeluarkan seluruh penisnya dan memutar tubuh Jongin menjadi menungging dengan bertempu pada kursi yang digunakannya. Setelahnya Kyungsoo langsung menghujamkan penisnya kedalam lubang anal Jongin. Jongin memekik kesakitan. Lubang analnya masih perawan, belum pernah dimasuki siapapun bahkan apapun. Dan sekarang, lubang analnya telah dimasuki oleh penis besar Kyungsoo tanpa pemanasan apapun.

Jongin meringis merasakan sakit di lubang analnya. Rasanya benar-benar sakit luar biasa. Tubuhnya terasa seperti dibelah menjadi dua bagian saking sakitnya. Tapi rasa sakit yang dirasakan Jongin langsung hilang saat jari-jari Kyungsoo menerobos memasuki lubang vagina Jongin untuk menggantikan penisnya. Jari-jari Kyungsoo bergerak sangat cepat dan tepat, menumbuk titik nikmatnya. Penis Kyungsoo yang berada di lubang analnya juga bergerak sama cepatnya dengan gerakan jari-jari Kyungsoo di vaginanya. Kini, yang Jogin rasakan hanyalah kenikmaatan.

"Ahh you're amazing Masterhh Kyungsoo~ Aah… ahhh… eummmh"

"Do you like it slut?! Ouhh shit!" Gerakan penis dan jari-jari Kyungsoo semakin cepat di kedua lubang Jongin. Tangan Kyungsoo yang lainnya kini juga sibuk mengerjai puting Jongin bergantian. Cubit-pelintir-tarik-cubit-pelintir-tarik hingga puting Jongin memerah. Jongin mendongakkan kepalanya tinggi-tinggi dengan mata terpejam erat dan mendesah semakin keras. Oh Shit! He's truly amazing!

"Yeaah I like it masterhh. Please fuck mehh harderhh.." Jongin ingin Kyungsoo segera membawanya menuju klimaks. Jongin sudah lelah. Melakukan sex dengan Kyungsoo benar-benar menguras tenaganya.

"I've already done it slut! Do you want me to fuck you much harder than this, huh?!"

"Yeshh pleasehh.. I'm already tired misterhh ahh.." Mendengar jawaban Jongin, Kyungsoo mengeluarkan jari-jari dan penisnya dari lubang-lubang Jongin dan membalikkan badan Jongin menjadi duduk kembali. Kyungsoo langsung meletakkan kedua kaki Jongin di atas pundaknya dan langsung melesakkan penisnya kedalam vagina Jongin dan menghujamnya keras-keras.

Tiga tusukan dari Kyungsoo, Jongin sudah tidak tahan lagi. Perutnya sudah sangat melilit. Lubang vaginanya sudah mengetat, menjepit penis Kyungsoo.

"Masterhh I'm closehh ahh.. ahh.. ahh.."

"Me too sshh… eumhh. Wait for mehh eunghhh.." Jongin sudah tidak tahan lagi. Dia makin mengetatkan lubang vaginanya untuk menjepit penis Kyungsoo lebih kuat. Bisa dirasakan Jongin, penis Kyungsoo berkedut dengan cepat.

"Enghh slut I'm coming!" Dan dengan dua sodokan terakhirnya, Kyungsoo menyemburkan spermanya di dalam vagina Jongin. Sperma Kyungsoo yang sangat banyak bercampur menjadi satu dengan banyaknya cairan Jongin yang keluar bersamaan dengan sperma Kyungsoo. Cairan mereka berdua tak tertampung di dalam lubang Jongin, membuat sebagian dari cairan itu keluar dan mengalir di selangkangan Jongin.

Jongin menutup matanya, meresapi kenikmatan dari klimaks yang diperolehnya. Jongin bisa merasakan penis Kyungsoo yang masih bertengger di lubang vaginanya. Jongin tidak mempermasalahkan itu, malah dia ingin Kyungsoo tidak mengeluarkan penisnya.

Setelah puas meresapi kenikmatan yang baru saja didapatnya, Jongin perlahan membuka matanya. Sepasang matanya sudah siap melihat wajah tampan Kyungsoo yang tersenyum puas karena permainan sex mereka.

Tapi setelah sepasang matanya sudah terbuka sempurna, Jongin tidak dapat melihat senyum puas Kyungsoo. Malah yang dia lihat hanyalah…. Dia hanya melihat nobody. Dia tidak melihat Kyungsoo.

Jongin yakin Kyungsoo belum mengeluarkan penisnya sebelum dia membuka matanya tadi. Jadi tidak mungkin kan jika Kyungsoo sudah pergi? Lalu? Apa artinya?

Jongin melihat kebawah, ke arah vaginanya. Dan yang Jongin lihat adalah, semua jari tangannya –kecuali dua ibu jari- berada didalam lubang vaginanya, dan jari-jari itu sudah basah dengan cairan putih kental yang sangat banyak.

Jongin mengeluarkan jari-jarinya dan membawa mereka ke depan wajahnya. Menatap jari-jarinya dengan tidak percaya.

"Jadi aku hanya membayangkan melakukan sex dengan Kyungsoo? Jadi sex tadi hanya khayalanku saja?" Dengan lirih, Jongin bertanya kepada dirinya sendiri.

"Hahahahaha kau bodoh Jongin!" Jongin mulai tertawa saat tak mendengar jawaban dari pertanyaan yang dilontarkannya. Setelah puas tertawa dan mengatai dirinya sendiri bodoh, Jongin mulai menangis terisak.

.

.

.

.

.

.

to be continued

taraaaaa ~

I am so sorry for the late update u,u

I was so busy with the college stuffs. final exams, essays, assignments. they made me crazy -_-

but now, I am free ~ hehehe

thanks for all the reviewers {}

aku gag nyangka responnya bakal sebagus itu...

30+ review itu bener-bener bikin aku terharu hukshuks

jadi, apakah kalian suka dengan chapter ini?

tulis pendapat kalian di kolom review, oke? ;)

sekali lagi,

makasih buat kalian semua yang uda sempetin buat review /cium/

semoga puas sama chapter ini {}

see you in the next chapter ~