AN UNEXPECTED ACCIDENT

Do Kyungsoo – Kim Jongin

very very maturedirty talks - school lifegender switchswitch role/?/

boy: kyungsoo | girl: jongin

.

.

.

Ini benar-benar fanfic ber-rated teman-teman. Rate menuju 21+ mungkin, pokoknya lebih dari sekedar 17+. Banyak dirty talk di chapter ini.

Jadi, jika kalian benar-benar masih dibawah umur, atau belum siap baca, tolong jangan dibaca. Daripada kalian nanti shock, trus trauma baca ff nc.

Tapi jika kalian maksa pengen baca, aku bisa apa? Yang penting aku udah peringatin dari awal.

Yang mau baca, siapkan diri kalian, okay?

Baca a/n nya juga ya hehehe

.

.

.

.

"Enjoy the party, baby. You can see 'what you were observe back then', if you want."

Jongin membatu di akhir koridor setelah mendengar apa yang dikatakan Kyungsoo tepat ditelinganya. You can see 'what you were observe back then', if you want. Apa itu artinya dia akan bermain denganku? Kyungsoo mengajak ku bermain? Yes. Come to me Kyungsoo.

Dengan senyum mengembang, Jongin melangkahkan kakinya menuju ruang tamu Luhan.

Sebelum berhenti karena melihat apa yang dilihatnya di ruang tamu itu.

.

.

.

.

Jongin melongo. Dia tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.

Ruang tamu Luhan terlihat sangat berantakan dan... menjijikkan.

Baju berserakan dimana-mana. Bahkan pakaian dalam pun juga tergeletak di sembarang tempat. Ada yang tergeletak di lantai, meja ruang tamu, bahkan ada sepasang bra yang menggantung di ujung televisi milik Luhan.

Tak hanya baju dan pakaian dalam, kondom bekas pakai pun juga berserakan. Kondom bekas.

Kondom berisi sperma entah milik siapa. Berserakan.

Bisa dibayangkan betapa berantakannya ruang tamu Luhan.

Suasana ruang tamu Luhan semakin terlihat buruk saat aroma alkohol dan asap rokok bercampur menjai satu, mengepul di udara.

Suara desahan, erangan, pekikan, bahkan dirty talks menggema di ruangan yang cukup luas itu. Menjadi background music untuk 'pesta' di ruang tamu Luhan saat ini.

Jongin melihat Sehun dan Luhan yang sibuk ber-doggy style di pojok ruangan. Payudara besar Sehun menggantung dengan bebasnya dan bergoyang seirama dengan tusukan Luhan di belakang Sehun.

Teman-teman pria Luhan juga hadir disana. Bergumul dengan pasangan mereka masing-masing.

Yang membuat Jongin semakin melongo adalah kehadiran Lay.

Teman Luhan yang terkenal polos itu kini tengah bergumul dengan dua wanita, Suho -kekasihnya dan satu wanita lagi yang entah siapa. Dan posisi mereka sangatlah... ugh panas.

Lay yang berbaring di atas sofa tengah menerima service dari Suho yang sibuk naik-turun di atas penisnya. Sementara itu, Lay memberi service pada seorang wanita -yang asing bagi Jongin- dengan menjilati kemaluan wanita yang duduk di atas dada Lay itu. Yang membuat aktifitas mereka semakin panas adalah aktifitas dua wanita di atas Lay. Mereka saling berpagutan dan memijat payudara milik lawan mereka masing-masing.

Dan ya, apa yang dilihatnya adalah adegan yang cukup membuat siapa saja siap untuk bertempur.

Objek yang familiar di mata Jongin semenjak ia mengobservasi ruang tamu Luhan adalah, wanita jalang, slutty. Wanita-wanita yang hanya mengenakan underwear terlihat di setiap sudut ruangan. Bahkan adapula beberapa dari mereka yang full naked. Sibuk bergumul dengan teman-teman pria Luhan yang juga sama jalangnya.

Dan jantung Jongin berhenti berdetak untuk sesaat saat melihat Kyungsoo, sang pujaan hati, menjadi salah satu dari pria jalang yang sibuk berciuman sambil meremas-remas bokong dan dada dua wanita jalang yang duduk di pangkuannya.

Hati Jongin memberat saat itu juga. Sakit melihat Kyungsoo menjamah wanita lain.

Meski sakit, namun tetap saja matanya menonton adegan menggairahkan Kyungsoo dan dua wanita jalang itu.

Dan mata mereka bertemu. Kyungsoo melihat Jongin dari balik tubuh mainannya yang kini mulai menciumi leher Kyungsoo. Kontak mata antara mereka terjadi cukup lama. Kyungsoo melihat Jongin dari atas ke bawah. Dan berhenti cukup lama di dada Jongin yang menyembul, sebelum kembali melihat wajah Jongin.

Jongin memutuskan kontak mata mereka saat dirasanya air mata telah menggenang di pelupuk matanya. Jongin memutuskan untuk berbalik menuju pintu utama sebelum air matanya jatuh dan terlihat oleh Kyungsoo.

Beberapa langkah lagi, dia dapat mencapai daun pintu apartment milik Luhan. Namun tangannya ditarik oleh seseorang hingga membuatnya berbalik. Dan yang ia rasakan selanjutnya adalah bibir milik entah siapa tengah melumat bibirnya.

Jongin mencoba mendorong orang itu untuk melihat siapa yang menciumnya.

Berhasil. Orang itu melepas ciuman sepihaknya.

"Kenapa pergi? Tak ingin bermain dulu?"

"Kyung—Kyungsoo? Ap—apa yang kau lakukan tadi?" Shit. Batin Jongin. Jika ia tau bahwa yang menciumnya adalah Kyungsoo, dia tak akan mendorongnya tadi.

"Aku pikir dengan dandanan mu yang seperti ini, kau sudah sangat mengerti apa yang aku lakukan tadi." Kyungsoo meletakkan satu tangannya di sisi kepala Jongin dan memajukan badannya untuk menghimpit Jongin.

Jongin bergetar merasakan hembusan nafas Kyungsoo yang menerpa lehernya. Jantungnya berdebar saat wajah Kyungsoo berada sangat dekat dengannya. Begitu dekatnya hingga ujung hidung mereka bersentuhan.

"Maksudmu?" Jongin setengah mati menahan desahannya saat bibir Kyungsoo mulai menciumi telinganya. Tangan Kyungsoo yang menganggur bergerak mengelus pinggulnya, dan kemudian menariknya untuk mendekatkan tubuhnya pada Kyungsoo.

"Maksudku? Maksudku adalah kau pasti tau apa yang aku lakukan padamu karena kau berdandan sangat panas seperti ini. Cara berdandan mu megatakan sekali jika kau tau apa arti perlakuanku tadi. Nona." Sekali lagi Jongin bergetar dan menahan desahannya saat nafas Kyungsoo yang berhembus setiap kali dia bicara menerpa lehernya. Rasanya panas namun memabukkan.

"Dan kau pasti tau, pakaianmu ini berkata 'Come to me. Then fuck me hard.' Benar?" Bisikan Kyungsoo ditelinganya membuat Jongin memejamkan mata. Jongin sudah tak tahan dengan godaan Kyungsoo di depannya. Bisa dirasa celana dalamnya mulai melembab. Kyungsoo bisa membuatnya basah hanya dengan hembusan nafas dan bisikan.

Jongin ingin membenarkan ucapan Kyungsoo dan menyuruh Kyungsoo untuk menyetubuhinya sekarang juga. Namun Jongin masih punya harga diri yang tersisa dalam dirinya. Dengan berusaha terlihat tenang, Jongin menjawab, "Tidak. Mereka tidak berkata seperti itu. Kau salah megartikan dandanan dan pakaian ku, Tuan."

"Oh benarkah? Lalu, untuk apa kau memakai baju sependek ini, Nona? Kau ingin seorang pria mengelus paha mu kan?"

"Tidak. Aku tidak menginginkannya. Aku hanya ingin memakainya saja. Tidak boleh?" Jongin melipat kedua tangannya di depan dada dan menggambarkan sebuah smirk di bibir merahnya. Raut wajahnya tenang, tidak menggambarkan bahwa saat ini dia menahan hasratnya untuk tidak mencumbu pria didepannya.

"Ahh… Jadi kau tidak ingin paha mulus mu ini mendapat elusan dari pria hm?" Dan detik itu juga Jongin memejamkan matanya. Kyungsoo mengelus pahanya pelan, terkesan sensual. Menggoda.

Kyungsoo menggerakkan tangannya naik turun, mengelus paha Jongin pelan. Kali ini tangan Kyungsoo meremas paha Jongin lembut. Membuat Jongin membuka matanya. Sayu.

Kyungsoo menatap lurus mata sayunya. Bisa Jongin lihat mata Kyungsoo telah dipenuhi oleh nafsu. Jongin sengaja menggigit bibir bawahnya. Memancing
Kyungsoo agar lebih membangkitkan nafsunya.

Berhasil. Nafsu yang terlihat di mata Kyungsoo semakin membara.

Kini tangan Kyungsoo semakin berani dengan mengelus paha dalam Jongin. Tangan Kyungsoo semakin naik menuju pangkal pahanya. Bahkan jempol Kyungsoo hampir menyentuh vagina Jongin. Membuat desahan lolos dari bibir sexynya.

"Sepertinya kau menikmati sentuhanku. Meski kau tak menginginkannya. Mau aku lanjutkan?" Kyungsoo menggoda Jongin dengan membuat lingkaran-linggaran kecil di pangkal paha Jongin dengan telunjuknya.

Jongin merasa keenakan dengan sentuhan Kyungsoo.

Ia mengalungkan tangannya di leher Kyungsoo, dan berbisik "Bagaimana kau akan melanjutkannya, mmh?

"Jadi kau mau aku melanjutkannya? Alright darl, be ready to moan. Cause I will play with your pussy for a while." Berteman dengan seringai yang tercetak di bibir, Kyungsoo meraba vagina Jongin dari luar celana dalamnya.

Jongin terpejam merasakan tangan Kyungsoo meraba vaginanya. Celana dalamnya mulai terasa lembab karena ulah tangan Kyungsoo yang masih meraba pelan kewanitaannya.

Menginginkan Kyungsoo melakukan hal yang lebih, Jongin membuka matanya. Menatap Kyungsoo tepat di bola matanya dengan mata sayu.

"Aku fikir kau akan melakukan hal yang lebih menyenangkan dari pada ini. Jadi hanya seperti ini saja yang kau bisa untuk menyentuhku?" Dengan senyum nakal yang menggoda, Jongin memprovokasi Kyungsoo, memancingnya.

"Hmm… Aku bisa melakukan lebih dari ini. Tapi aku takut kau tidak akan kuat menahannya, sayang." Dengan raut wajah tenang, Kyungsoo mulai memainkan vagina Jongin. Mengelusnya dari atas ke bawah. Menusuk-nusukkan jarinya di bibir vagina Jongin meski terhalang oleh celana dalam yang dipakai Jongin.

Jongin mulai terlena dengan sentuhan Kyungsoo. Bibirnya mulai melantunkan desahan-desahan kenikmatan. Kakinya lemas, kepalanya pusing merasakan kenikmatan yang ia dapat.

"Ahhh… aku menginginkan yang lebih dari ini, sayang. Tidakkah kau menginginkannya juga hmmhh?" Jongin memeluk Kyungsoo, merapatkan tubuh mereka. Juga membisikkan desahan-desahannya di telinga Kyungsoo.

Jongin sudah tidak tahan. Dia menginginkan Kyungsoo sekarang juga.

Jongin sudah tidak sabar ingin mendesah karena penis Kyngsoo yang menganiaya vaginanya, menusuk vaginanya dengan ritme cepat dan kuat. Jongin benar-benar tidak kuat dan sangat menginginkannya. Sekarang juga.

Kyungsoo menghentikan permainan tangannya di vagina Jongin. Membuat Jongin mendesah kecewa.

"Tentu aku juga menginginkanya, sayang. Tapi tidak disini. Bagaimana kalau di rumahmu, hmm?" Kyungsoo membenarkan rok Jongin yang tersingkap. Dengan jahil, tangannya kembali masuk kedalam rok Jongin untuk meremas vaginanya.

"Akhh! Emmh tidak. Jangan dirumahku Kyungsoo. Orang tua ku ada disana."

Kyungsoo menjauhkan tangannya dari vagina Jongin. "Baiklah, kita akan melanjutkannya di rumahku. Tunggu disini sebentar, aku akan mengambil kunci mobilku." Kyungsoo kembali memasuki ruang tamu apartment Luhan setelah mencium ujung bibir Jongin.

Setelah kepergian Kyungsoo, Jongin menampar pipinya hanya untuk memastikan bahwa kali ini dia tidak hanya sedang berkhayal. Rasa sakit di pipi memberi tahunya bahwa ini memang nyata. Bahwa sebentar lagi dia akan merasakan hentakan penis Kyungsoo di vaginanya, seperti apa yang dia inginkan selama ini.

Jongin tidak percaya. Dan Jongin sudah tidak sabar akan melewatkan malamnya bersama penis Kyungsoo yang keluar masuk lubangnya.

"Come on, baby!" Jongin merasakan tangan Kyungsoo dibalik lutut dan lehernya. Dan detik berikutnya, Jongin tidak merasakan kakinya menapak di bumi, karena tubuhnya kini tengah digendong oleh Kyungsoo.

"Wooah! What are u doing dude?" Jongin yang kaget mengalungkan kedua tangannya di leher Kyungsoo. Digendong dengan posisi bridal-style, membuat Jongin leluasa memandang wajah Kyungsoo lebih dekat. Alis tebal, mata bulat, hidung mancung, bibir berisi… God he is soooo perfect, batin Jongin.

"I just wanna make it like we will have our first night babe. But, it is. It is our first night, indeed. Bersiaplah untuk itu." Kyungsoo mengerlingkan matanya nakal, menggoda Jongin.

"I am always ready if it comes for sex, just for information." Jongin mengendus leher Kyungsoo yang tersaji didepan matanya. Menjilat dan menggigit kecil leher jenjang Kyungsoo.

"Okaay ~ but don't be regret with what will happen later, Miss Jongin."

Aku tak akan menyesal Kyungsoo. Sekalipun kau akan mempelakukanku layaknya budak seks mu, aku tak akan menyesal. Jongin membatin saat bibirnya sibuk melawan bibir Kyungsoo yang menyerangnya.

Dan perjalanan mereka menuju basement hanya diiringi dengan desahan dan kecipak bibir mereka yang bertarung.

.

.

.

Selama perjalanan, vagina Jongin tak pernah berhenti dimainkan oleh Kyungsoo. Vaginanya bisa bertemu langsung dengan tangan Kyungsoo, karena ia dengan suka rela melepaskan celana dalamnya untuk Kyungsoo. Dalam 30 menit perjalanan menuju rumah Kyungsoo, Jongin sudah 3 kali mendapatkan orgasmenya hanya dengan permainan tangan Kyungsoo yang mencubit klitorisnya dan mengocok jarinya di dalam lubang vagina Jongin.

Dan sekarang, vaginanya sudah siap dibobol oleh penis Kyungsoo yang sudah lama di inginkannya.

Dengan pakaian yang masih lengkap, Jongin ditindih oleh Kyungsoo di atas kasur berwana putih milik Kyungsoo. Bibirnya membalas ciuman liar Kyungsoo dengan sama liarnya. Roknya tersingkap karena posisinya yang mengangkang. Pinggul mereka bergoyang, saling menggesekkan vagina becek Jongin dengan penis Kyungsoo yang masih tertutup celana.

Kyungsoo melepas ciuman mereka, terlihat bibir Jongin yang sudah sangat bengkak. Kyungsoo juga menghentikan goyangan pinggulnya dan menjauhkan badannya dari Jongin.

"Aku benar-benar tidak sabar ingin menggenjotmu sekarang juga." Mata Kyungsoo tertuju pada vagina Jongin yang sudah mengeluarkan banyak cairan itu. Bersih, merah, dan pasti hangat. Aku tidak kuat lagi menahannya, batin Kyungsoo dengan mata masih tertuju pada vagina Jongin yang terpampang jelas di depannya.

"So, what are you waiting for? Come and fuck me now."

.

.

.

.

.

tbc

a/n:

/sobs/ maafkan daku yang menelantarkan cerita ini terlalu lama

sempet stuck yang bener bener stuck. mau nulis satu paragraph aja susah. jadi maafkan kalo ff ini lama banget gag update.

padahal lagi libur kuliah 3bln, kan lumayan yah kalo buat nulis ~~ tapi ya gimana lagi, otak lagi nge-stuck banget.

kemaren sempet kerja juga, buat ngisi liburan. jadi makin gag ada waktu buat nulis.

kemaren juga bulan puasa kan, gag berani mau lanjut nulis. hehhe

oh iya, Minal Aidzin wal faidzin semua nyaa ~ pasti salahku banyak banget kan ke kalian? update telat, cerita gag memuaskan, cerita gag jelas. banyak sudah salahku ke kalian T_T

yang masih nungguin updatean ff ini, terimakasih banyak yaaaaa ~

maaf kalo uda bikin kalian nunggu. padahal aku tau nunggu itu rasanya gag enak, iya kan? :""" tapi aku malah bikin klian nunggu lama banget gini. maaf yaaaaa ;((

chapter selanjutnya kaisoo mulai nc-an nih. masih mau nunggu ga? Hehhe

kalo gag ada halangan, chapter selanjutnya bakal publish cepet. soalnya lagi semangat nulis nih. Hehe

sengaja nc nya aku taruh di chapter selanjutnya biar gag kepanjangan.

biar penasaran juga. –gag ada yang penasaran kayaknya yaa?-

ah udah deh, terima kasih sudah membaca ;)

seneng banget lo kalo masih ada yang baca. apalagi nge-review. seneng bahagia sudah hehehe

maaf juga udah bikin kalian nunggu lama ;(

mau komen? yuk boleh laah ditunggu ~

pai pai –mong-

p.s : gag ada yang mau temenan sama aku di sosmed atau apa gituu? :3