Author : Oke para reader, disini masih pembukaan dari cerita. Jadi, sorry kalau ceritanya akan jadi pendek. Oke, dari pada penasaran enjoy this chapter.
Warning : T rate, typos, bahasa gak baku
Pairing : Hist
Genre : Action/Adventure/Fantasi/Friendship/Humour/Mystery/Romance
Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto
Adventure Of School
Chapter 1
( Prolog )
.
.
Disebuah apartemen
Seorang gadis bersurai merah muda sedang bersiap – siap untuk berangkat sekolah. Gadis tak lain adalah Sakra Haruno. Dia memutuskan untuk tinggal sendiri disebuah apartemen milik keluarga Namikaze
"Ya ampun, aku terlambat," kata Sakura sambil memakan sarapannya.
Dia langsung berlari menuju keluar apartemen dan menaiki taksi langganannya.
.
.
Sementara itu dikediaman Namikaze, seorang pemuda berambut pirang jga sedang bersiap – siap untuk berangkat sekolah. Dia adalah Naruto Uzumaki. Dia sedang melahap sarapannya dengan tergesa – gesa.
"Uhug – uhug," Naruto tersedak.
"Naruto, pelan – pelan kalau makan!" kata Kushina.
"Sorry mom, tapi aku sudah terlambat sekolah," kata Naruto.
"Makanya, kalau tidu itu jangan larut malam," kata Kushina menegur anaknya.
Setelah Naruto selesai melahap sarapannya, dia langsung berlari ke arah motor warna oranye kesayangannya dan langsung berangkat menju ke sekolahnya.
Konoha High School
Naruto benar – benar terlambat. Pintu gerbang sekolahnya sudah ditutup oleh pak satpam. Naruto memutuskan untuk masuk lewat pagar. Setelah dia sampai disebuah pagar dekat dengan kelasnya, dia bertemu dengan Sakura yang juga mencoba untuk melewati pagar.
"Terlambat lagi, ya?" Tanya Naruto.
"Kau juga terlambat," jawab Sakura.
"Bagaimana kalau aku membantumu melompati pagar ini?" Tanya Naruto.
"Tidak usah," jawab Sakura.
"Ya sudah," kata Naruto. Naruto langsung berlari dan melompati pagar. Dia berhasil mendarat dengan sempurna dan berhasil masuk ke dalam sekolah.
"Apa kau yakin tidak perlu bantuanku?" Tanya Naruto.
"Tidak usah, aku bisa sendiri," jawab Sakura.
Tak lama kemudian, datang Chouji yang juga terlambat masuk sekolah. Dia juga berusaha untuk melompati pagar. Namun karena tubuhnya yang terlalu gendut, dia tidak bisa melompat tinggi seperti Naruto. Dia malah menubruk tubuh Sakura. Sakura terjatuh dan tak sadarkan diri.
"Waduh, dia pingsan," kata Naruto.
"Wah, cilaka tujuh belas nih," kata Chouji.
"Hei, gentong. Kamu apain dia?" Tanya Naruto.
"Aku tidak melakukan apa – apa," kata Chouji.
Naruto langsung mengangkat tubuh Sakura yang sedang pingsan. Sedangkan Chouji malah nyangkut dip agar sekolah.
"Buset, berat banget badanmu, Sakura. Seharusnya kau diet," kata Naruto mengeluh tentang berat badan Sakura.
"Hei, tunggu aku Naruto!" kata Chouji yang masih berusaha melepaskan diri.
"Ya ampun, yang satu masih pingsan, yang satu malah nyangkut di pager. Sudah, berusaha sendiri," kata Naruto.
"Yah, aku ditinggal. Tunggu aku!" kata Chouji. Dia berusaha keras untuk terlepas dari besi pagar yang menancap di bajunya. Dengan susah payah dia berusaha dan berhasil. Namun, baju sekolahnya harus menjadi korban karena robek.
DI ruang kepala sekolah
Lima orang remaja sedang berada di ruang kepala sekolah. Yang sedang duduk di depan Tsunade adalah pemuda berklit pucat, rambutnya acak – acakan berwarna biru kehitaman dan memiliki mata onyx. Dibelakang pemuda tersebut, berdiri seorang pemuda berkulit pucat, rambut panjang warna biru laut dan memiliki gigi yang runcing seperti hiu. Disebelah kanan pemuda tersebut, berdiri seorang pemuda berbadang besar, berklit pucat, berambut pendek warna oranye. Disebelah kiri pemuda tersebut, berdiri seorang wanita berkulit pucat, memakai kacamata, berambut panjang warna merah. Disebelah wanita tersebut, berdiri seorang wanita berkulit pucat, berambut kriting panjang warna merah.
"Menurut nilai kalian, aku tidak punya pilihan lain selain memindahkan kelas kalian," kata Tsunade. "Juugo dan Tayuya akan masuk ke kelas fisika 1," lanjut Tsunade sambil menunjuk pemuda bertubuh besar dan wanita berambut kriting yang dipanggil Juudo dan Tayuya. "Shuigetsu dan Karin masuk kelas fisika 2," lanjut Tsunade sambil menunjuk pemuda pemilik gigi hiu dan wanita yang memakai kacamata yang dipanggil Shuigetsu dan Karin. "Sementara Sasuke, kau masuk ke kelas Biologi," lanjut Tsunade sambil menunjuk pemuda pemilik mata onyx yang dipanggil Sasuke.
"Aku mohon, jangan pisahkan kami," kata Sasuke.
"Maaf, tapi nilaimu sangatlah rendah dibandingkan saudara – saudaramu yang lain. Aku tidak punya pilihan lain s elain memindahkan kalian," kata Tsunade. Sasuke hanya pasrah mendengarnya.
"Kalau begitu, kami permisi dulu," kata Sasuke. Mereka berlima beranjak pergi dari ruang kepala sekolah.
Di ruang UKS
Naruto masih menggendong Sakura yang masih pingsan menuju ruang UKS. Sedangkan Chouji mengikuti mereka berdua dari belakang. Karena ruang UKS harus melewati kelas Naruto, Sakura dan Chouji, mereka bertiga jadi ketahuan oleh Kurenai yang saat itu sedang mengajar dikelas mereka.
"Mereka terlambat lagi," kata Kurenai.
Setelah Naruto sampai diruang UKS, Naruto langsung meletakkan tubuh Sakura diatas tempat tidur.
"Haduh, berat sekali tubuhmu Sakura," kata Naruto. Tak lama kemudian, Chouji juga masuk ke ruang UKS.
"Heh Chouji, tolong jaga Sakura dulu. Aku mau mengambil teh hangat untuknya," kata Naruto.
"Tapi aku harus…" kata Chouji terpotong karena Naruto sudah pergi mengambil teh hangat. "Kenapa aku juga ikut kemari sih?" Tanya Chouji yang bertanya pada dirinya sendiri. Tak lama kemudian, Sakura sadar.
"Aku ada dimana?" Tanya Sakura.
"Eh kau sudah sadar, Sakura," kata Chouji.
"Chouji, kamu kenapa ada disini?" Tanya Sakura.
"Aku yang mengangkat tubuhmu sampai ke sini," jawab Chouji sambil bergaya seolah dirinya seorang pahlawan.
"Jadi, kamu yang mengangkat aku sampai ke UKS? Lalu, dimana Naruto?" Tanya Sakura.
"Gak tau, dia meninggalkanmu," jawab Chouji.
"Kurang ajar si Naruto. Bisa – bisanya dia meninggalkanku. Dia diberi tanggung jawab untuk menjagaku, malah ninggalin aku. Kurang ajar!" kata Sakura emosi.
Sementara itu, Naruto sedang ada masalah dengan Kurenai didepan ruang UKS.
"Kamu terlambat lagi, Naruto?" Tanya Kurenai.
"Eh, Kurenai sensei. Iya sensei, soalnya tadi Sakura pingsan. Jadi, saya harus membawa dia ke UKS dulu deh," jawab Naruto.
"Kamu ini alasan terus. Kemarin kamu alasan ban sepeda motor kamu bocor. Sekarang kamu alasan menolong Sakura. Besok kamu mau alasan apa lagi!" kata Kurenai emosi.
Mendengar keributan tersebut, Sakura dan Chouji bergegal keluar ruang UKS untuk melihat apa yang terjadi.
"Ada apa sih rebut – tibut?" Tanya Sakura yang baru keluar dari ruang UKS.
"Sakura, kau tidak apa – apa? Apa ada yang sakit atau terluka mungkin? Ini aku bawakan kau teh hangat. Silakan diminum," kata Naruto sambil menyodorkan teh hangat kepada Sakura.
"Gak usah. Kamu ini gimana Naruto. Aku jatuh malah gak dibantuin," kata Sakura.
"Siapa yang gak ngebantuin. Aku mengangkat tubuhmu sampai ke ruang UKS," kata Naruto.
"Heh, sudahlah. AKu mau masuk kelas. Udah telat," kata Sakura. Dia langsung beranjak pergi dari sana.
"Ye, aku ditinggal. Sakura tunggu," kata Naruto sambil menyerakan teh hangat tersebut kepada Kurenai dan dia beranjak pergi dari sana disusul Chouji.
"Lha, kenapa aku jadi memegang teh ini? Kurang ajar si Naruto," kata Kurenai.
.
.
Naruto sedang mengejar Sakura yang sedang emosi.
"Sakura, tunggu aku!" kata Naruto sambil mengejar Sakura. Saat Naruto berhasil sejajar dengan sakura, tiba – tiba saja ada sesuatu yang menabrak mereka berdua. Tubuh Sakura jadi tidak imbang dan akan terjatuh. Untung, Naruto sigap menangkap tubuh Sakura. Beberapa saat Naruto dan Sakura saling bertatap muka.
"Apa – apaan ini? Turunin aku gak!" kata Sakura yang telah tersadar dari lamunannya. Naruto pun langsung tersadar dari lamunannya. Dia membantu Sakura untuk berdiri.
"Aku kan cuma melaksanakan tugasku untuk melindungimu, Sakura," kata Naruto.
Tiba – tiba saja, Sasuke sudah ada dibelakang Naruto. Akhirnya, Naruto dan Sasuke saling bertubrukan.
"Hei, kalau jalan pakai mata dong!" kata Naruto emosi. Sasuke yang terpancing emosinya mengeluarkan tenaga dalamnya membuat Naruto terjatuh.
"Wah ni anak mau pamer silat. Ayo siapa takut!" kata Naruto sambil memasang kuda – kuda.
"Sudah, sudah, jangan bertengkar!" kata Sakura mencoba menengahi permasalahan kedua pemuda itu. Sasuke yang pada saat itu berada dekat dengan Sakura, mencium sesuatu.
"Bau darah wanita ini aneh," kata Sasuke dalam hati. Dia mencoba untuk menyentuh tubuh Sakura. Namun tiba – tiba saja, tangannya terasa panas dan tubuhnya pun terasa sakit. "Apakah benar, dia adalah pemilik darah Blue Red dari keluarga Haruno?" Tanya Sasuke. Dia kembali mencium bau tubuh Sakura.
"Wah, modus ini bocah. Hei, jauh – jauh dari Sakura," kata Naruto.
"Oh, maaf. Namaku Sasuke Uchiha. Siapa nama kalian?" Tanya Sasuke.
"Namaku Sakura Haruno dan dia adalah temanku namanya Naruto Uzumaki," kata Sakura.
"Dari keluarga Haruno. Tidak salah lagi, dia adalah pemilik darah Blue Red yang selama ini telah dicari oleh tuan Orocimaru," kata Sasuke dalam hati. "Aku permisi dulu, mau masuk kelas," kata Sasuke. Kemudian, dia beranjak pergi meninggalkan Sakura dan Naruto.
"Ayo kita masuk ke kelas juga Naruto," kata Sakura mengajak Naruto masuk ke kelas mereka.
Di dalam kelas
Seperti biasa, kelas dimana Naruto dan Sakura berada selalu rebut jika guru mereka sedagn tidak ada. Naruto dan Sakura masuk ke dalam kelas mereka. Sakura duduk di bangku depan nomer dua dekat meja guru. Sedangkan Naruto duduk di bangku belakang nomer dua sebelah kiri Sakura.
"Dari mana saja kau, Sakura?" Tanya seorang wanita berambut kuning dikncir ekor kuda. Dia adalah Ino yamanaka sahabat Sakura.
"Eh ada urusan," jawab Sakura.
Tak lama kemudian, Kurenai masuk sambil membawa Sasuke.
"Yah, pemuda ini lagi," kata Naruto dalam hati.
"Wah,ganteng sekali," kata Ino yang duduk di sebelah kiri Sakura.
"Halah, masih gantengan aku, banerkan Ino sayang?" Tanya Lee yang duduk di bangku palang belakang sebelah kanan.
"Tidak, aku yang paling ganteng. Iya kan mama Ino?" Tanya Chouji yang duduk disebelah kiri Lee. Ino hanya memalingkan wajahnya saja.
"Sudah, sudah, pemuda ini namanya Sasuke Uchiha. Dia adalah siswa pindahan dari kelas fisika ke kelas biologi. Jadi, sekarang dia adalah teman kalian. Sekarang, kau boleh duduk di bangku yang kosong," kata Kurenai. Sasuke melihat ada bangku yang kosong dibelakang Sakura. Dia pun duduk disana. Saat dia berada dibelakang Sakura, tubuh Sasuke terasa sakit.
"Untuk Naruto, nanti datang ke ruang guru untuk menerima hukuman," lanjut Kurenai.
"Baik sensei," kata Naruto.
Pelajaran pun dimulai.
TBC
Author : Heh, akhirnya aku selesai juga bikin chapter ini. Oke, disini Tsunade hanya akan muncul di chapter ini saja. Kalau Lee sama Chouji, mereka berdua menyukai Ino. Mereka akan melakukan apa saja untuk mendapatkan hatinya Ino. Sedangkan Sasuke, Shuigetsu, Juugo, Karin dan Tayuya adalah anak buah Orocimaru sang siluman ular. Jadi, mereka berlima juga siluman. Oke, yang mau kirim saran, kritik, maupun sekedar tanya – tanya, silakan review atau PM saia langsung.
Thanks udah membaca fic saia.
