Sehun lalu bangkit dari atas tubuh Luhan yang tak sadarkan diri sesaat setelah ia menampar Wajah cantik Luhan dengan tamparan Keras disana.
Salahkan saja Lelaki cantik itu yang menyulut Emosi Sehun. Harus di ingat bahwa Sehun itu Emosianal, Jadi kalian harus berhati-hati dengan laki-laki itu. Kalau tidak...
Sehun menyeret Luhan kedinding yang Sebelumnya Luhan tempati. Disenderkannya Tubuh kecil tak sadarkan diri itu pada Dinding dingin Gudang miliknya.
Sehun berteriak memanggil para bawahannya untuk mendatanginya. Ia meminta dibawakan Tali dan semua perlengkapannya yang biasa Ia gunakan untuk memberi Pelajaran kepada orang-orang seperti Luhan- Yang suka membantah Sehun.
" Ku pastikan kau akan Menyesal, Xi. " Seru Sehun menakutkan di tengah Remangnya Gudang itu.
Setelah itu. Pria tampan itu Pergi menuju pintu keluar gudang.
...
...
...
Kidnapping Boy
SL Baby99
T+ Semi M
HUNHAN
" Seseorang berwajah perempuan telah berbicara lancang kepada sehun. Dia pantas mendapatkan pelajaran bukan? –sehun "
OOC, Typo(s), Yaoi, Tak sesuai EYD, Alur gaje, pwp, Porn activity, Lime, Lemon, Cerita pasaran, Cerita jaka sembung bikin Mual.
I TOLD YOU BEFORE YOU READ THIS FF
ITS YAOI IF YOU NOT LIKE DONT READ OKEY!
Kidnapping Boy
©2015 SL Baby99 present
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading.
Luhan terbangun dengan posisi yang sama, Yaitu terikat dengan pola X di dinding Dingin sebelumnya. Namun, Kini keadaannya tak sama.
Luhan tak mengenakan apapun di tubuhnya. Ya, Lelaki cantik itu 100% Telanjang. Dan disana, Didepannya beberapa langkah ada Sehun yang tengah menatap tajam kearahnya.
" Merasa lebih baik? " Tanya Sehun Sinis.
Luhan tahu, jika lelaki tampan itu menyindirnya. Tapi, Luhan tidak menghiraukan itu. Ia sibuk dengan pikiran bagaimana menutupi tubuh Telanjangnya agar Sehun tak-
" Percuma saja. Aku sudah melihat semuanya. Dan Itu sama seperti dugaanku sebelumnya... "
Ucapan Sehun menghancurkan lamunan Luhan. Pria itu mengantung kalimatnya membuat Luhan penasaran kelanjutan kalimat itu.
" ... Semua yang kau miliki... Kecil dan mungil. " Lanjutnya membuat Mata Luhan memincing tajam dengan wajah Semerah Tomat. Oh ayolah Lelaki mana yang tak malu dirinya dikatakan Kecil, Apalagi Mungil?
Dan Luhan sangat tahu Sehun tengah menyinggung apa. Ya Aku pikir kalian tahu apa yang tengah Pria itu Bicarakan-Pusat Tubuh Luhan dibawah pusarnya.
Dan lagi Luhan bisa merasakan sesuatu yang mengesek Belahan Bokongnya dan cengkraman erat pada Batangnya. Ya, itu dihasilkan karena Pergerakan yang Luhan lakukan.. Kalian tahu? Sekujur tubuh Luhan sekarang tengah di ikat, Terkecuali untuk wajah, leher dan kaki.
Tali bangsat itu melekat di sekujur badan dan sampai pangkal Paha Luhan. Luhan yang malang!
Dan lagi. Oh apa ini? Luhan merasakan sesuatu di kedua dadanya. Dadanya sangat sakit dan... Sedikit gatal. Kedua putingnya juga terlihatan aneh, Keduanya terlihat bengkak seperti payudara anak perempuan yang baru tumbuh. Terlihat begitu Montok.
Astaga, Apa yang Sehun lakukan pada Dadanya? Luhan berusaha mengapai Putingnya dengan Tangannya yang terikat. Namun gagal, Ia malah
" Aaahh... " Mendesah. Menyipit tajam, Luhan melirik matanya pada Sehun. Lelaki itu tengah menyeringai setan padanya. Sialan!
Tali itu terus saja mengesek dan mencengkram Bantang penis Luhan dengan erat kala dirinya melakukan sebuah pergerakan, Meskipun itu hanya sedikit.
Sehun melangkah. Mendekati Luhan, Entah mengapa niatnya untuk menyiksa Luhan, Memberikan pelajaran pada Pria cantik itu dan juga menlampiaskan Sadistmenya hilang begitu saja kala melihat Mata rusa yang sayu itu.
Tapi, Sehun berusaha sekeras mungkin untuk meneguhkan keyakinannya. Ia tidak boleh goyah hanya karena pemandangan seperti itu.
" Semakin banyak kau bergerak. Maka Tali itu akan semakin menyiksamu. " Sehun berkata di depan Luhan. Ia sedikit memiringkan kepalanya untuk melihat wajah Luhan yang sedikit tertunduk dan mata yang sedikit tertutup itu.
" Apa yang kau inginkan? Tolong Lepaskan aku! " Seru Luhan.
Ah, Kini sifat asli Luhan sudah mulai Muncul. Yaitu, Lemah dan cengeng. Bukan Luhan yang menendang Kejantanan Sehun dengan kakinya, Tapi ini Luhan sang penentang yang kekanakan seperti di sekolah Kemarin.
Senyum kemenangan mengembang di wajah Sehun. Ayolah, sekarang hanya tinggal membuat anak ini Trauma saja.
" Bukankah aku sudah mengatakan sebelumnya, Apa mauku hm? " Tanya Sehun.
Dengan segera Sehun meraih rahang Luhan dengan kedua tangannya. Lalu menerkam bibir Mungil itu, Melumatnya dalam-dalam. Lalu memasukan Lidahnya kedalam mulut Luhan.
Pergerakan Sehun yang seperti itu membuat Luhan sedikit kaget. Tapi, Ia berusaha memegang kesadarannya. Sehun tengah melecehkannya.
Disaat sehun tengah mengexploitasi Mulut Luhan. Dengan perlahan lidah Luhan meraih bibir Sehun. Membuat sang pemilik tersenyum senang mengira Luhan Larut dalam permainannya. Tapi,
" AAKKHH ! " Teriak Sehun.
Ternyata Luhan dengan Sengaja meraih bibir bawahnya untuk digigit keras-keras olehnya. Sialan, tidak tahu diri!
Ditatapnya tajam kedua bola mata itu. Sungguh , Seharusnya Sehun marah jika diperlakukan seperti ini. Biasanya jika sudah seperti ini, Sehun akan memanggil Semua bawahannya datang kemari untuk menyaksikan Ia mencambuki korbannya. Setelah itu Sehun akan menyuruh mereka semua memperkosa si korban sampai kehilangan kesadarannya. Sadist bukan?
Tapi, Kali ini? Kedua bola mata itu seperti berkata sesuatu padanya.
Baiklah. Sehun menyerah, Ia akan memberi Luhan pelajaran yang berbeda dengan yang biasa Sehun lakukan sebelumnya.
Perlakukan Luhan dengan berbeda dari yang lain.
Dan setelahnya Sehun menyerang bibir Luhan lagi, Dengan lebih kasar dan dalam. Kedua tangannyapun tak tinggal diam, Tangan kirinya memilin Puting kiri milik Luhan yang Kemerahan dan menantang itu.
Sedangkan tangan kanannya bergerak menuju Batang Luhan meremasnya dan mengocoknya sehingga Batang itu menegak sempurna.
Sehun terus saja melancarkan aksinya. Bibirnya kini telah beralih dari bibir kecil milik Luhan. Sehun menjilat jakun Luhan lalu mencumbui leher jenjang lelaki cantik itu.
" Euungghhh... " Mengigit dan menyesapnya dalam di semua permukaan leher itu, Membuat bercak-bercak merah yang sangat kentara. Menghasilkan Lenguhan Luhan yang indah di telinganya.
Sehun berhenti setelah beberapa lama melancarkan aksinya.
Luhan terengah-engah mendapat serangan seperti itu dari Sehun. Sehun menyiksanya dalam gairah yang luarbiasa. Tapi Luhan tidak tahu apa yang tengah ia lakukan- mendesah menikmati sentuhan Sehun pada tubuhnya- Ingat, Luhan adalah anak Mamanya yang sangat manja dan kekanakan. Tapi, Sekarang lelaki cantik itu malah tengah melakukan adegan dewasa seperti ini.
Diamatinya Maharya yang telah ia buat beberapa detik yang lalu. Luhan benar-benar berantakan dan... Entah kenapa dengan keadaan Luhan seperti itu membuat Sehun... terangsang dan bergairah.
Sehun segera melepas Tali yang melekat pada tubuh Luhan tanpa melepaskan ikatannya pada dinding. Penis Luhan sudah memerah dan menegak sempurna siap untuk melepaskan Spermanya.
Tapi,
Sehun meraih sesuatu seperti cincin dan memasangnya di kejantanan Luhan. Dan Lelaki tampan itu lalu menyeret Entah alat apa dari sudut gudang itu.
Benda itu diletakkanya di bawah Luhan tepat dibawah bagian selatan milik Luhan. Alat itu seperti meja berbentuk segitiga membuat kaki Luhan makin lebar melentang. Di ujungnya, Ah maksudnya di puncang ada sebuah benda mirip seperti... Penis.
Sehun menganggkat tubuh lemah Luhan lalu tanpa aba-aba. Lelaki tampan itu menempatkan Bokong Luhan yang Lubangnya terbuka tepat diatas benda itu yang sebelumnya telah Sehun nyalakan dayanya.
BLES
" AAAAKGGHH...! " Dan tak lama teriakan Luhan mengema di Gudang itu.
Teriakan itu memberitahu rasa sakit dan kenikmatan yang Luhan rasakan. Dan Sehun segera mendekat pada Luhan lagi menjulurkan kedua tangannya pada dada montok Luhan. Lalu meremasnya dengan tempo yang membuat Luhan kuwalahan karena deraan kenikmatan.
" Aaahh...Ahh...Eughh... " Luhan terus saja mendesah kala Mesin itu membobol Lubangnya tanpa jeda. Dan Tangan Sehun yang terus saja meremas-remas dadanya.
Sebelumnya dada Luhan terasa sangat sakit, Seperti darah yang tak bisa keluar dan membengkak. Tapi, Ketika Sehun meremasnya seperti saat ini. Membuat sesuatu didalam dirinya merasa Lega dan... Nikmat.
Sehun terus saja melakukan kegiatannya. Ini adalah sesuatu yang ia rencanakan sebelumnya. Berhenti.
Sehun memandang Wajah Teransang Luhan lalu beralih pada dada Montok lelaki itu yang tadi ia remas sebelumnya. Ia Lalu menyentil Puting kanan milik Luhan dengan jarinya.
" Aahhh... " Desah Luhan.
Luhan memandang Sehun dari balik mata rusanya yang berkabut. Sehun terlihat sangat tampan, Tapi lelaki itu menghentikan kegiatannya. Membuat Luhan kesal!
"... hhh...Kenapahhh... Berhhh...Hentihhh... " Tanya Luhan susah payah di tengah nafasnya yang berantakan akibat benda seperti Penis itu yang bergetar di dalam Lubangnya.
Sehun tersadar ketika melihat kedua Dada montok itu sedikit mengeluarkan sesuatu dari puncaknya. Susunya sudah keluar!
" Eeughh... " Lenguh Luhan lagi.
Sehun seperti kesetanan. Pria itu menyerang dada Luhan seperti seorang yang kehausan dan meminta minuman untuk mengeringkan tengerokannya dari sumber air dengan rakus.
Jilat... Sedot... Gigit... Jilat... Sedot... Gigit...
Menyusu sambil mengerakan pinggulnya. Membuat Penisnya yang telah mengeras di balik celana jeansnya bergesekan dengan Penis telanjang Luhan.
" Ouhh... Aahhh... " Luhan terus saja mengalunkan alunan indah dari Mulutnya.
...
...
Sehun terus saja menyusu pada dada Luhan. Susu itu seperti milik wanita, Hanya saja lebih manis dan Enak.
Melihat nafas Luhan tinggal satu. Sehun berinisyatif menurunkan tenpo Sedotannya papa dada Luhan yang masih mengeluarkan cairan Susu itu.
Sehun menjilatnya dengan Sensual. Kiri lalu kanan, Ia memainkan Lidahnya dengan lihai menjilati Susu Luhan yang terus merembes keluar dari Putingnya.
Terkadang sehun menghentikan Sedotanya untuk melihat wajah yang sumpah demi tuhan sangat mengoda itu, Membuat Sehun mampu klimaks hanya dengan melihat wajahnya. Tapi, Tentu saja Sehun akan menahanya setengah mati. Ia hanya mau keluar di dalam Lubang nikmat milik Luhan.
Karena itu Sehun masih mengesekan Selangkahannya pada Penis Luhan yang Sudah hampir Biru karena tak mampu mengeluarkan Isinya. Poor Luhan!
Saat Sehun tengah memandangnya Luhan merasa sesuatu di dalam dirinya merasa bangga karena Sehun meminum Sesuatu dari dadanya. Apa lagi Wajah tampan Sehun belepotan Susunya. Dagu dan hidung Lelaki tampan itu penuh dengan cairan Dari dada montoknya.
" Susumu manis! " Ucap Sehun di depan bibirnya sambil mengesekan Selangkahannya pada penis kecil Luhan.
Luhan tidak tahu benda apa di balik kain jeans itu. Tapi, Luhan bisa merasakan Sesuatu itu Besar dan Panjang juga keras seperti batu. Apa milik sehun sebesar itu?
Luhan bergidik ngeri membayangkan milik Sehun yang...
Dan Sekali lagi Sehun berhenti. Luhan sudah seperti diantara sadar dan tidak, Bisa di pastikan sebentar lagi Lelaki cantik dan mungil itu akan kehilangan kesadarannya.
Sehun ingin selaki memasuki Luhan. Namun, Ia ingin memberi Luhan pelajaran terlebih dahulu. Ini untuk tak lagi melawan Perintah Sehun.
" Apa hanya ini kesanggupanmu hah? " Sehun menarik rambut belakang Luhan membuatnnya sedikit mendongkak.
Luhan meringis Sakit di kepalanya. Kenapa Sehun melakukan ini padanya? Jika Sehun ingin memperkosa Luhan, Kenapa tidak langsung saja masukan Penis besar itu kedalam Lubangnya Lalu-Ah apa luhan terdengar seperti seorang jalang sekarang?
" Cih!... Dasar jalang. " Decih Sehun di telinga Luhan sambil meremas kencang Penis kecil Luhan. Membuat Sesuatu dalam diri Luhan terbakar. Luhan merasa terhina dengan kalimat yang Sehun katakan tadi.
" Breng...sek. " Lirih Luhan yang terbakar gairahnya.
" Kurang ajar! " Desis Sehun geram. Ia tidak habis pikir, Padahal Luhan sudah diambang akal Sehatnya tapi lelaki cantik itu masih bisa menentang Sehun juga rupanya.
Dengan kasar Sehun membuka Gembok pada kedua kaki Luhan. Lalu beralir membuka gembok lain pada Kedua tangan pendek lelaki cantik itu.
" Aahh... " Satu desahan lolos lagi dari mulut mungil Luhan kala Sehun mengangkat badanya dari Benda itu. Membuat Panis buatan itu keluar dari Lubangnya.
Sehun menaruh Luhan tepat diatas kayu yang terlentang Sepinggangnya. Di tengahnya ada Benda seperti penis lagi tetapi dengan ukuran yang lebih kecil. Dan Sehun menaruhnya tepat disana.
" Nikmati ini, Slut. " Bisik Sehun dingin.
" Aahhh..." Dan Desahan ini mengawali desahan-desahan berikutnya yang akan keluar dari Mulut mungil Luhan.
Benda itu mengorek Lubang Luhan lebih dalam dari sebelumnya. Mungkin sekarang Luhan sudah terbiasa akan sesuatu yang memenuhi Lubangnya. Lelaki cantik itu terus saja mendesah-desah karenanya.
Kaki Luhan mengantung membuatnya harus ekstra menjaga keseimbangan tubuhnya agar tak jatuh dari katu itu. Karena kayu itu cukup tinggi.
Sehun hanya menyeringai ria kala melihat wajah Frustasi Luhan.
...
...
Dua jam berlalu. Sehun sudah tidak tahan lagi, Ia ingin menayangkan acara intinya.
Meraih aerpphonenya . Dan detik berikutnya para bawahan Sehun memasuki gudang itu, Mereka semua Menyeringai melihat Pemandangan Bagus seperti itu.
Seorang lelaki cantik mungil telanjang tak berdaya diatas mesin penbobol Lubang itu.
" Lihatlah permainan ini. " Ucap Sehun dengan suara yang sangat menyeramkan menurut Luhan pada Semua anak buahnya.
Ia berjalan menuju Luhan. Lalu mengangkat lelaki kecil itu dari sana. Membaringkan Luhan di lantai yang dingin, membuat pemuda canik meringis.
" Oh Lihatlah Lubangnya juga sudah becek! " Seru Sehun.
Luhan membuka matanya yang tadinya tertutup kala Sehun membuka Suaranya barusan. Sepertinya lelaki itu berbicara dengan seseorang. Apa ada orang lain disini selain mereka?
Menoleh kesamping. Disana! Di depan pintu mereka semua berjejer melihatnya yang tak berbusana dengan selangkahan yang mengembuang semua.
Astaga! Apa Sehun berniat memperkosanya beramai-ramai?
Sehun membuka bajunya tanpa Sisa.
Luhan bergidik ngeri melihat penis Sehun yang lima kali lebih besar daripada miliknya. Sehun menekuk kedua kaki Luhan. Membuatnya mengangkang lebar memperlihatkan Lubang merahnya yang habis di hajar mesin penbobol itu.
Setelah itu memposisikan Penisnya di Lubang itu. Dan,
" AAAKKGGHHH! " Luhan berteriak kencang.
Milik Sehun seperti merobek tubuhnya menjadi dua. Perih dan panas!
Tapi, Sehun terlihat keenakan. Pria itu memejamkan mata tajamnya lalu dengan beringas menusuk Lubang Luhan keras-keras.
" AAHHH... AHHH... Berhenti! " Pinta Luhan.
Para bawahan Sehun terus saja menyaksikan pertunjukan Show Live Sehun bersetubuh dengan lelaki cantik bertubuh kecil itu. Bahkan beberapa diantara mereka berani memelorotkan celananya hanya untuk mengurut benda pusaka mereka sambil menonton tontonan langka itu.
Luhan ingin menangis. Ia tidak sanggup di perlakukan seperti itu. Di setubuhi di depan orang banyak, Meskipun Luhan tidak mengenal satupun dari mereka kecuali Lelaki biadap yang tengah menancabkan Penisnya di Lubang Luhan.
" Aaahh... Aaahhh... hikss... Euuhh... " Pecah.
Luhan tak kuasa lagi membendung airmatanya. Di tengah Suara desahannya terseling Isak tangis Luhan. Itu mebuat Sehun Merasa menang, Luhan takluk karenanya. Menarik Penisnya hingga kepala dan...
JLEB
" AAAKKGGHH! "
...
...
...
...
...
...
...
Udahankan? Ya berarti END :)
