Author : Heh, bisa juga bikin chapter ini. Oke, di chapter ini nanti Sakura dan kawan – kawannya bakalan mengadakan kemah di sebuah hutan dan disini nanti, Naruto bakalan bertemu dengan para bijuu. Oke daripada penasaran, enjoy this chapter.

Warning : T rate, typos, bahasa gak baku

Pairing : Hist ( SakuraSasuke )

Genre : Action/Adventure/Fantasi/Friendship/Humour/Mystery/Romance

Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto


Adventure Of School

Chapter 2

( The stealth start moving )

.

.

Disuatu tempat

Matahari sudah tanggelam dan bulan sudah berada di atas kota Konoha. Diperlihatkan sebuah rumah yang megah dan indah. Didalamnya, Sasuke, Karin, Shuigetsu, Juugo dan Tayuya sedang berada di ruang keluarga bersama seorang berkulit pucat, berambut hitam panjang yang tak lain adalah Orocimaru.

"Jadi, kau sudah bertemu dengan anak dari keluarga Haruno, pemilik darah Blue Red itu?" Tanya Orocimaru.

"Benar, tuan. Dia sekelas denganku," jawab Sasuke.

"Tunggu apa lagi, ayo kita tangkap wanita tersebut dan kita ambil darahnya," kata Shuigetsu.

"Jangan, jika kita bersentuhan secara langsung dengannya kita akan merasakan sakit yang luar biasa," kata Sasuke.

"Memang benar. Menurut legenda, siluman yang bersentuhan secara langsung dengan pemilik darah Blue Red akan merasakan sakit yang sangat luar biasa, tapi…," kata Tayuya tidak meneruskan kata – katanya.

"Tapi apa Tayuya?" Tanya Juugo.

"Tapi, jika sang pemilik darah Blue Red itu jatuh cinta dengan seorang siluman, maka rasa sakit itu akan menghilang secara perlahan," jawab Tayuya. Beberapa saat kemudian, terjadi keheningan diantara mereka.

"Kalau begitu, biar aku saja yang akan mendekatinya dan akan membuat dia jatuh cinta kepadaku," kata Sasuke sambil menyeringai.

"Baiklah, ini akan menjadi tugasmu," kata Orocimaru.


Konoha High School

Para siswa disekolah tersebut melakukan kegiatan belajar seperti biasa. Namun, hari itu berbeda. Waktu istirahat yang seharusnya dibuat oleh para siswa untuk mengistirahatkan otak mereka setelah menerima ilmu dari sensei yang memberi pembelajaran untuk mereka, sekarang digunakan untuk memberitahukan sebuah pengumuman. Para siswa disuruh untuk berkumpul di aula sekolah.

"Kenapa ya kita disuruh untuk berkumpul di aula sekolah?" Tanya Naruto. Sekarang Naruto sedang berjalan bersama Sakura. Sementara Ino, Chouji dan Lee berjalan dibelakang mereka.

"Aku juga tidak tau," jawab Sakura.

.

.

Beberapa menit kemudian, mereka berlima telah sempai depan aula sekolah mereka. Mereka berlima masuk ke dalam aula dan duduk paling depan. Tak lama kemudian, Sakura melihat Sasuke dan saudara – saudaranya baru masuk ke dalam aula yang disusul oleh Naruto yang melihat mereka dengan tatapan sedikit kesal. Tak lama kemudian, Sasuke dan saudara – saudaranya memilih duduk di barisan keempat. Beberapa menit kemudian, masuklah Asuma dan Kurenai ke dalam aula.

"Selamat pagi anak – anak," sapa Kurenai.

"Selamat pagi sensei," balas para siswa secara bersamaan.

"Kalian tau kenapa kalian dikumpulkan disini?" Tanya Kurenai.

"Tidak sensei," jawab siswa secara bersamaan lagi.

"Baiklah akan sensei jawab pertanyaan yang mungkin berada di benak kalian. Besok pagi kita akan mengadakan kemah disebuah hutan di sebelah utara Konoha. Jadi, persiapkan diri kalian baik – baik," kata Kurenai.

"jadi, hari ini kita akan pulang lebih awal dong, sensei," Tanya Lee sambil setengah berteriak.

"Yap, hari ini kalian pulang lebih awal," jawab Kurenai.

Semua siswa bersorak gembira. Naruto yang langsung memeluk Sakura dan langsung terkena pukulan dari Sakura hingga terpental. Chouji dan Lee yang juga akan memeluk Ino tapi dihindari oleh Ino sehingga membuat mereka berdua saling berbenturan dan akhirnya mereka berdua pingsan ditempat. Tak lama kemudian, para siswa langsung berbondong – bonding keluar aula dan pulang menuju ke rumah mereka masing – masing.


Dikediaman Orocimaru

Sasuke dan saudara – saudaranya sedang berkumpul diruang keluarga bersama Orocimaru.

"Bagaimana perkembangan pemilik darah Blue Red itu?" Tanya Orocimaru.

"Aku masih merasa sakit bila berdekatan dengannya," jawab Sasuke.

"Ya itu maklum saja, karena menurut buku yang aku baca cinta itu perlu proses. Apa lagi kau dan pemilik darah Blue Red itu yang baru kenal satu hari," kata Juugo.

Terjadi keheningan diantara mereka. Tak lama kemudian, Shuigetsu mulai angkat bicara.

"Oh ya, besok kan kita akan pergi kemah? Nah, kenapa kau tidak mendekati pemilik darah Blue Red itu? Biasanya, cinta itu tumbuh tak terduga saat berada disebuah perkemahan," kata Shuigatsu memberikan saran.

"Ya itupun bila situasinya bendukung," kata Juugo.

"Ya kita tinggal membuat suasana yang mendukung tersebut ada," kata Shuigetsu.

"Aku tidak mau melakukan hal itu," kata Tayuya.

"Yah, ini anak gak bisa diajak kerjasama. Kamu mau kita kehilangan pemilik darah Blue Red itu lagi?" Tanya Shigetsu.

"Kalau begitu, aku minta bantuan kalian agar aku bisa mendekati pemilik darah Blue Red tersebut," kata Sasuke.


Konoha High School

Para siswa sudah mulai bersiap untuk melakukan perjalanan. Beberapa bus telah bersiap untuk mengangkut para siswa.

"Ayo semua, sekarang kita berangkat," kata Asuma sambil mengatur para siswanya. Begitu juga dengan Kurenai yang juga mengatur para siswanya.

Sakura duduk dibangku depan baris kedua dekat dengan kaca bus. Disebelahnya, ada Ino, Chouji, Lee dan Naruto. Tak lama kemudian, Sasuke dan saudara – saudaranya juga masuk ke dalam bus yang ditumpangi oleh Sakura dan teman – temannya. Sasuke dan saudara – saudaranya duduk dibelakan bangku Sakura dan teman – temannya. Beberapa menit kemudian, mereka semua berangkat menuju hutan yang akan digunakan untuk mereka kemah.

.

.

Hampir 5 jam mereka duduk dan hanya canda tawa yang menghiasi mereka. Naruto dan Lee yang sejak awal perjalanan sudah sibuk dengan game mereka, Chouji yang asyik makan kripik yang dia beli di supermarket, Ino dan Sakura yang hanya terdengar saling ngobrol.

"Baiklah, kita sudah sampai. Ayo semuanya turun dari bus," kata Asuma menyuruh semua siswa untuk turun. Mereka semua berkumpul disebuah lapangan yang luasnya kira – kira panjangnya 60 meter dan lebar 50 meter.

"Baiklah, sekarang kita akan membuat tenda. Disebelah timur adalah tempat para siswa wanita mendirikan kemahnya dan disebelah barat adalah tempat siswa laki – laki mendirikan tenda," kata Asume mengatur para siswanya. "Kalian mengerti?" Tanya Asuma.

"Mengerti, Sensei," jawab para siswa serempak.

"Bagus, sekarang Kurenai sensei silakan bimbing siswa wanita untuk mendirikan tenda mereka," kata Asuma.

"Baik Asuma sensei. Ayo semuanya, kita dirikan tenda kita," kata Kurenai mengarahkan siswa wanita untuk mendirikan tenda mereka.


Disuatu tempat

Di dalam hutan yang sekarang digunakan oleh Naruto dan teman – temannya berkemah, ternyata terdapat sebuah gua. Di dalam gua tersebut terdapat sembilan bijuu yang sedang berkumpul.

"Kalian menciumnya?" Tanya seekor bijuu. Dia berbentuk seperti seekor musang raksasa berwarna oranye dan memiliki ekor berjumlah sembilan. Dia sedang mengendus.

"Ya, baunya seperti bau manusia," jawab seekor bijuu. Dia berbentuk seperti seekor gurita berkepala banteng dan memiliki lengan gurita berjumlah delapan.

"Bukan hanya itu saja, aku juga mencium bau siluman dan pemilik darah Blue Red yang dulu pernah kita selamatkan," kata seekor bijuu. Dia berbentuk seperti seekor musang raksasa berwarna oranye dan memiliki ekor berjumlah sembilan.

"Kau benar. Tapi, mau apa pemilik darah Blue Red itu datang kemari? Lalu mau apa siluman – siluman itu juga datang kemari?" Tanya seekor bijuu. Dia berbentuk seperti seekor siput berlendir yang memiliki ekor berjumlah enam.

"Ada manusia, mungkin mereka akan kemah disini," jawab seekor bijuu yang lain. Dia berbentuk seperti seekor kucing raksasa berwarna biru kehitam – hitaman berekor dua.

"Kalau begitu, kita harus mengawasi pemilik darah Blue Red itu," kata seekor bijuu. Dia berbentuk seperti seekor rakun yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh pasir dan memiliki ekor satu.

Tak lama kemudian, kesembilan bijuu tersebut pargi meninggalkan gua mereka untuk mengawasi pemilik darah Blue Red yang tak lain adalah Sakura.


Di tempat perkemahan

Sakura dan Ino yang sudah selesai mendirikan tenda. Mereka memutuskan untuk beristirahat di depan tenda mereka. Tak lama kemudian, Sakura melihat sampah yang berserakan. Dia memutuskan untuk membuang sampah tersebut. Ditengah jalan, Sakura bertemu dengan Sasuke yang kebetulan juga ingin membuang sampah.

"Hai Sakura, kau mau membuang sampah juga?" Tanya Sasuke hanya sekedar basa basi.

"Iya," jawab Sakura singkat.

"Biar aku buang sampah yang kau bawa," kata Sasuke.

"Hah tidak usah. Aku bisa membuang sampah ini sendiri," kata Sakura.

"Tidak apa – apa. BIar aku yang membuang sampah itu," kata Sasuke. Dia langsung mengambil sampah yang dibawa oleh Sakura dan membuang sampah itu di jurang yang berada di dekat mereka. Ternyata, sampah itu terjatuh tepat di muka Naruto yang kebetulan sedang tertidur di mulut jurang. Naruto terkejut dan tidak terima dengan apa yang baru saja terjadi.

"Buset, siapa yang membuang sampah di mukaku yang ganteng ini," kata Naruto tidak terima. Dia langsung bangkit dari posisi tidurnya dan melihat sekeliling. Tak lama kemdian, dia melihat Sasuke yang sedang membawa tempat sampah. Naruto mengira kalau Sasuke yang membuang sampah ke mukanya.

"Hei, apa maksudnya membuang sampah ke mukaku! Emangnya, mukaku ini tempat sampah!" kata Naruto emosi.

"Salah sendiri, kenapa kau tidur disitu," kata Sasuke dengan tampang cool-nya.

"Wah, ini anak harus dikasih pelajaran!" kata Naruto yang semakin emosi.

"Pelajaran apa? Fisika atau biologi?" Tanya Sasuke yang masih dengan tampang khasnya.

Naruto benar – benar naik darah. Dia ingin memukul kepalan Sasuke. Namun, tindakannya itu dihalangi oleh Sakura.

"Hentikan Naruto! Kau yang salah masih saja membantah!" kata Sakura. Naruto kesal. Dia beranjak pergi dari situ.


Sore hari

Para siswa sedang berkumpul setelah seharian mereka melakukan aktivitas.

"Sebentar lagi gelap, saya akan membagi kalian menjadi beberapa kelompok. Kelompok pertama mencari kayu bakar. Kelompok kedua mencari air. Kelompok ketiga membersihkan halaman perkemahan," kata Asuma memberikan penjelasan. "Kalian mengeri?" Tanya Asuma selanjutnya.

Akhirnya para siswa terbagi menjadi tiga kelompok seperti yang telah dikatakan oleh Asuma. Sakura, Naruto, Ino, Lee, Choji, Sasuke, Shuigetsu, Karin, Juugo dan Tayuya menjadi kelompok pertama yang bertugas untuk mencari kayu bakar.

"Lebih baik kita berpencar supaya lebih mudah untuk mengumpulkan kayu bakar," kata Sasuke memberikan saran.

"Mama Ino, kamu sama aku saja lebih aman," kata Chouji.

"Gak, Ino sayang bakalan aman kalau sama aku," kata Lee.

"Kalian berdua gak usah repot – repot deh. Aku mau sama Sakura saja," kata Ino.

Mereka berpencar untuk mempermudah mengumpulkan kayu bakar. Naruto, Sakura, Ino, Chouji dan Lee mencari kayu bakar disebelah kanan, Sedagnkan Sasuke, Shuigetsu, Karin, Juugo dan Tayuya mencari kayu bakar disebelah kiri.

"Haduh, capek juga," kata Ino mengeluh.

"Mama Ino lebih baik istirahat aja sama papa Chouji dibawah pohon sana," kata Chouji sambil nunjuk pohon yang dimaksud.

"Gak boleh Ino sayang harus sama aku," kata Lee tidak setuju.

"Haduh, kalian berdua kenapa rebut sih?" Tanya Sakura mulai kesal dengan kelakuan Chouji dan Lee.

"Tau nih, hei suara kalian berdua itu kayak petasan kembang api," kata Naruto menimpali.

"Udah – udah, lebih baik aku cari kayu bakar ke tempat lain dari pada aku harus mendengarkan suara kalian yang cemprengnya minta ampun," kata Sakura yang mulai suntuk mendengar Chouji dan Lee ribut masalah Ino. Sedangkan yang diributkan hanya diam saja dengan tatapan kesal. "Hadeh, kenapa aku harus direbutin oelh dua makhluk yang gak bermutu?" kata Ino dalam hati.

"Sakura aku akan menemanimu," kata Naruto.

"Gak usah, aku bisa jaga diriku sendiri," kata Sakura yang memilih untuk pergi sendiri.

"Tapi Sakura…," kata Naruto yang dipotong oleh Sakura.

"Tenang saja Naruto, aku bisa menjaga diriku sendiri kok. Sampai nanti," kata Sakura. Dia langsung beranjak dari tempat itu.

Tak berapa lama kemudian, Naruto melanjutkan pekerjaannya. Namun mereka tak sadar kalau mereka sedang diawasi oleh salah seekor bijuu. Dia berbentuk seperti seekor musang raksasa berwarna oranye dan memiliki ekor berjumlah sembilan.

"Sepertinya, pemilik darah Blue Red itu masih aman. Tapi, aku tidak boleh lengah sedikitpun," kata Bijuu itu. Lalu, bijuu tersebut melihat ke arah Naruto, Ino, Chouji dan Lee. "Astaga, ini tidak mungkin. Ternyata mereka benar – benar berengkarnasi," kata biju itu. Lalu dia beranjak pergi dari tempat itu juga. Namun hal itu berhasil diketahui oleh Naruto yang melihat sekelibatan bayangan besar berwarna oranye.

"Apa itu tadi?" Tanya Naruto dalam hati.

.

.

Sementara disisi kiri, Sasuke dan saudara – saudaranya sedang mengumpulkan kayu bakar. Mereka mengumpulkan banyak sekali kayu bakar dangan menggunakan kekuatan mereka.

"Sudah banyak kayu bakar yang kita kumpulkan. Lebih baik kita kembali ke perkemahan," kata Karin.

"Sebelum kita kembali, bagaimana kalau kita berlomba?" Tanya Shuigetsu.

"Berlomba? Memang, lomba seperti apa?" Tanya Juugo bingung.

"Lomba memanjat pohon. Siapa yang berhasil naik ke atas puncak pohon paling cepat, dia boleh membawa semua kayu bakar yang ada disini," jawab Shuigetsu.

"Siapa takut! Ayo kita berlomba!" kata Juugo bersemangat.

"Boleh juga. Aku ikut," kata Sasuke juga ingin ikut bagian dari lomba itu.

"Kalian jangan berbuat yang aneh – aneh. Nanti kalau bangsa manusia tau, kita bisa dapat masalah," kata Tayuya yang tidak setuju dengan perlombaan itu.

"Jangan begitu, Tayuya. Kita jarang melakukan ini. Ini pasti mengasikkan," kata Karin. Karena kalah suara, tayuya memutuskan untuk ikut bagian perlombaan itu.

Mereka memilih pohon yang akan mereka panjat. "Kalian semua siap?" Tanya Shuigetsu. Yang lain hanya mengangguk.

"Satu, dua, tiga!" kata Shuigetsu member aba – aba. Mereka semua langsung bergegas naik dan saling berlomba hingga puncak pohon. Namun hal itu diketahui oleh Sakura yang kebetulan sedang mengumpulkan kayu bakar disekitar situ.

"Apa yang sedang mereka lakukan?" Tanya Sakura. Dia memberanikan diri untuk mendekat. Setelah berhasil mendekat, Sakura sungguh terkejut saat melihat apa yang dilakukan Sasuke dan saudara – saudaranya saat itu. "Apa? Mereka bisa memanjat pohon secepat itu?" Tanya sakura terkejut. Dia memutuskan untuk merekam semua kejadian yang sedang terjadi di depan matanya itu.

Sementara itu, Sasuke dan saudara – saudaranya masih berlomba memanjat pohon menggunakan kekuatan mereka masing – masing. Mereka saling mengobarkan semangat mereka masing – masing. Namun Sasukelah pemenang perlombaan itu.

"Wah, Sasuke memang hebat," kata Karin memuji Sasuke.

"Hah, bagiku itu tadi hanya sebuah kebetulan," kata Shuigetsu iri.

"Hei Shuigetsu, Sasuke itu memang orang yang sangat kuat dari pada kita," kata Juugo.

"Ya deh ya," kata Shuigetsu.

"Sudah – sudah, lebih baik kita bawa kayu bakar ini keperkemahan," kata Sasuke memerintahkan untuk membawa kayu bakar itu keperkemahan.

Sasuke dan saudara – saudaranya mengantarkan kayu bakar tersebut keperkemahan. Sakura juga memutuskan untuk menghentikan merekam aksi Sasuke dan saudara – saudaranya dan juga mengantarkan kayu bakarnya keperkemahan.


Di dalam gua

Semua bijuu itu berkumpul di dalam gua tadi.

"Apakah pemilik darah Blue Red itu masih aman?" Tanya bijuu berbentuk seperti seekor rakun yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh pasir dan memiliki ekor satu.

"Dia masih aman," jawab bijuu yang berbentuk seperti seekor musang raksasa berwarna oranye dan memiliki ekor berjumlah sembilan. Tak lama, bijuu itu menyeringai senang.

"Ada apa denganmu?" Tanya bijuu berbentuk seperti seekor kucing raksasa berwarna biru kehitam – hitaman berekor dua.

"Aku tadi sempat melihat ada manusia yang wajahnya sangat mirip dengan Takuno," kata bijuu berbentuk seperti seekor musang raksasa berwarna oranye dan memiliki ekor berjumlah sembilan.

"Itu tidak mungkin. Takuno sudah tewas sejak 700 tahun yang lalu saat perang saudara. Mungkin itu hanya sebuah kebetulan kalau orang itu mirip dengan Takuno," kata bijuu yang berbentuk seperti seekor kera raksasa berbulu merah memiliki tanduk dan berekor enam.

"Tapi, Rikudo Sennin pernah berjanji siapapun yang bersedia menjadi inang kita, setelah mereka tewas, mereka akan berengkarnasi setelah keturunannya yang juga memiliki darah Blue Red seperti dirinya terlahir di dunia ini," kata bijuu berbentuk seperti seekor musang raksasa berwarna oranye dan memiliki ekor berjumlah sembilan.

"Benar, Rikudo Sennin tidak pernah melanggar janjinya. Dulu dia pernah berjanji kepada kita, setelah perang saudara selesai, kita akan memiliki tempat tinggal yang sangat indah dan damai, dan dunia it hanya bisa dibuka dan dikunci kembali oleh Rikudo Sennin maupaun keturunannya saja. Namun, Rikudo Sennin tewas saat pertempuran terakhir melawan Juubi dan seluruh anaknya masih terlalu kecil untuk mengeluarkan jurus itu. Tapi buktinya, kita masih bisa masuk ke dunia yang dijanjikan oleh Rikudo Sennin," kata bijuu berbentuk seperti kumbang daun raksasa berekor tujuh. Kesembilan bijuu tersebut diam sesaat. Tak lama kemudian, bijuu yang berbentuk seperti seekor musang raksasa berwarna oranye dan memiliki ekor berjumlah sembilan angkat bicara.

"Aku merasa akan terjadi hal buruk pada malam ini. Entah si pemilik darah Blue Red ataupun orang yang mirip dengan Takuno yang akan celaka, tapi aku akan melindungi mereka berdua bagaimanapun caranya," kata bijuu tersebut. Dia langsung beranjak pergi dari sana.


Malam hari

Para siswa sedang mengelilingi api unggun yang mereka buat bersama. Mereka saling melakukan canda tawa bersama. Malam pun semakin larut. Beberapa siswa sedang merajut mimpi mereka di dalam tenda mereka masing – masing. Namun ada juga beberapa siswa yang masih sedang mengitari api unggun hanya untuk menghangatkan badan yang terasa dingin. Salah satunya adalah Sakura.

"Kau tidak tidur, Sakura?" Tanya Sasuke yang sudah duduk disebelah Sakura.

"Aku masih ingin menghangatkan badanku," jawab Sakura. Tak lama kemudian, Naruto datang dan mengagetkan Sakura dan Sasuke.

"Oi, Sasuke, jangan dekat – dekat dengan Sakura!" kata Naruto.

"Apa – apaan sih kamu, Naruto?" Tanya Sakura sedikit emosi.

"Aku ini berusaha untuk melindungimu, Sakura," jawab Naruto.

"Heh, bosan mendengar kata – kata itu, lebih baik aku pergi dari sini," kata Sakura. Dia langsung beranjak pergi memasuki hutan.

"Sakura, tunggu," kata Naruto. Dia langsung mengejar Sakura masuk ke dalam hutan.


Di dalam hutan

Naruto mengejar Sakura yang masuk ke dalam hutan.

"Sakura, tunggu aku!" kata Naruto yang masih berusaha mengejar Sakura. Mendengar teriakan Naruto, Sakura pun berhenti.

"Ada apa, Naruto?" Tanya Sakura.

"Aku mau minta maaf kalau tadi aku berkata kasar," kata Naruto.

"Iya, aku maafkan," kata Sakura sambil mulai berjalan.

"Kalau begitu, ayo kita kembali ke perkemahan," kata Naruto mengajak Sakura untuk kembali ke perkemahan.

"Tidak, aku mau keliling hutan," kata Sakura.

"Kalau begitu, aku akan menemanimu," kata Naruto.

Mereka berdua berjalan – jalan mengelilingi hutan. Hingga mereka berada di sebuah jurang yang sangat dalam. Sakura terpeleset dan hampir jatuh ke dalam jurang tersebut.

"Bertahanlah, Sakura!" kata Naruto yang berhasil meraih tangan Sakura.

"Aku tidak kuat lagi," kata Sakura yang pegangannya mulai tidak kuat.

Naruto sekuat tenaga menarik Sakura dari dalam jurang. Setelah dia berhasil menarik Sakura, tanah yang diinjak oleh Naruto longsor dan menyebabkan Naruto masuk ke dalam jurang.

"NANUROOOO," kata Sakura berteriak.

TBC


Author : Heh, akhirnya selesai juga chapter ini. Wah, kelihatannya chapter ini terlalu panjangan ya. Hmm, saia lihat beberapa hari ini gak ada reader yang ngirim review ataupun PM ke saia. Saia memerlukan review maupaun PM dari para reader agar saia bisa tau kesalahan – kesalahan yang author buat. Oke yang mau kirim saran, kritik maupun sekedar bertanya sialakan review atau PM saia.

Thanks udah membaca fic saia ini.