Sehun memberi kode kepada semua bawahannya agar segera meninggalkan Ruangan ini. Pinggulnya masih terus bergoyang untuk mendapatkan kenikmatanya yang entah keberapa kalinya dari lubang Luhan.
Sedangkan sang lelaki lain yang menjadi objek utama pelecehan itu sudah terkapar setengah sadar-mungkin karena sesuatu yang Sehun berikan padanya disaaat dirinya kehilangan kesadara pada saat sebelumnya atau bisa jadi Luhan, Lelaki itu kelelahan atas apa yang Sehun lakukan pada dirinya sekarang.
" Hey, Jangan tidur. Sayang... " Sehun berkata ditengah dirinya memperjuangkan kenikmatannya ketika melihat Lelaki kecil yang sedang digarapnya menutup setengah matanya. Tidak, Luhan belum boleh pingsan.
Karena merasa perkataannya dihiraukan si pria kecil. Sehun berinisyatif menggoda dada luhan yang sekarang tengah bereaksi atas Obat yang Sehun berikan kala Luhan tak sadarkan diri.
Menjilat dan sesekali mengemutnya dan mempermainkannya dengan mulut dan lidahnya yang lihai membuat sesuatu yang ada dipuncak dada Luhan bertambah keras. Ah, jangan lupakan alunan nada merdu yang Luhan berikan kala Sehun melakukan itu.
" Ahh... Eugh... " Luhan ingin sekali mendorong jauh-jauh wajah Sehun dari dadanya. Namun apa daya dirinya sekarang seperti bukan dirinya yang Ia kenal. Sesuatu yang asing pada dirinya yang terdalam meminta Luhan agar membalas apa yang Sehun lakukan padanya dan sadar bahwa ini adalah sebuah pelecehan, Sedang sisi yang lain meminta dirinya untuk menikmati semuanya.
Dan tangannya seakan tak terkendali memegang kepala Sehun, meremasnya dan berusaha membenamkan wajah Sehun kedadanya sedalam mungkin. Sehun tersenyum melihat reaksi Luhan yang sudah tak terkendali.
Menjauhkan wajahnya dari dada Luhan untuk melihat bagaimanakah ekspresi Luhan sekarang. Tapi, Lelaki kecil itu menutup matanya keenakan. Tidak, Luhan tidak boleh menutup matanya Lelaki kecil itu harus melihat apa yang Sehun lakukan padanya. Lelaki tampan itu tidak suka jika partnernya menutup matanya ketika mereka sedang bercinta.
Melepas penyatuan mereka. Sehun mengarahkan kejantanannya yang setengah mamps itu kedalam mulut Luhan yang terbuka sedikit. Ia mengesek-gesekan kepala penisnya dimulut Luhan, Sontak saja itu membuat lelaki yang dimaksud itu menjauhkan wajahnya.
Sehun tersenyum melihat reaksi Luhan yang seperti itu. Mungkin saja kalau mata Pria kecil itu terbuka Ia akan memandang penis Sehun itu dengan jijik yang tak terbendung. Tapi sekarang mata itu setengah tertutup sekarang, Mungkin Sehun bisa bermain-main sedikit dengan pria itu sebentar ditengah keadaan kejantanannya yang meradang.
Meraih tangan kecil Luhan disisi kiri tubuh pria itu.
" Ini, sayang. Pegang ini. " Sehun pikir apa yang ia lakukan akan membuahkan sebuah ekspresi ain dari Luhan. Namun akhirnya malah Ia yang ketagihan. Jemari Luhan sangat kecil bagai ranting-ranting pepohonan terasa begitu mengelitik diadik kecilnya.
" Ohh... " Lelaki itu mendesah nikmat. Karena Luhan sudah tiatas ambang kesadarannya sekarang jadi lelaki itu hanya menuruti perintah Sehun. Dan Luhan makin melemah, Tapi sekarang Sehun butuh Luhan untuk melakukan sesuatu untuk Kejantanannya.
Karena itu Sehun mengenggam tangan Luhan yang ada dipenisnya. Menuntun tangan lemah Luhan untuk mengocok dan mengurutnya.
Dan tindakannya itu membuat dirinya terus dibakar api gairah. Karena tidak tahan, Lelaki yang memiliki nama china Wu Shixun itu melepaskan gengaman tangan Luhan dan beralih mengarahkan kesejatiannya pada mulut Luhan.
Namun sebelum itu, Sehun memasukan kedua jarinya kedalam mulut berbibir merah nan kecil itu. Mencoba mempraktikan seolah-olah dua jari-jarinya itu adalah penisnya.
Memaju-mundurkan kedua jarinya sambil memberikan beberapa instruksi pada Luhan yang dilakukan dengan paksa oleh Luhan yang hampir tak sadarkan.
" Hisap dia, Cantik. " Perintah Sehun. Dan lelaki itu mengembangkan senyumnya ketika melihat Pria kecil yang Ia sandra itu menuruti perintahnya mengemut kedua jari miliknya yang berada di dalam mulut kecilnya.
Penasaran bagaimana rasanya jika Penisnya yang dimanjakan oleh kedua belah bibir Luhan itu. Maka Sehun menarik keluar kedua jemarinya dan mengatinya dengan kesejatiannya.
Dan entah ini sudah menit keberapa kalinya sejak Dua lelaki itu menyatukan tubuh mereka.
Sehun menekan kesejatiannya dalam-dalam ketika dirinya dirundung oleh nikmatnya ejakulasi. Lelaki tampan bak Pangeran-mungkin dari neraka bila kita ingat sifatnya yang kejam itu memejamkan matanya berusaha meresapi sensasi aneh dipangkal pahanya. Sensasi itu berasal dari remasan yang Sehun yakini sekali dari lubang sang lelaki yang sedang Ia lecehkan tubuhnya itu.
Lelaki tampan itu segera mengeluarkan kejantanannya dari lubang laknat-menurutnya karena terlalu nikmat itu sesaat setelah dirinya merasa puas sudah melecehkan Luhan-mungkin lebih tepatnya menikmati tubuh Luhan hingga Lelaki cantik itu terkapar bagai sampah tak berguna.
Memakai pakaiannya dengan tergesa, Setelah itu Sehun dengan tidak bertanggung jawabnya meninggalkan Luhan disana sendiri yang tergolek tak berbusana ditengah Ruangan kosong tak berpencahaya.
...
...
Sehun pikir Ia terlalu tak berkeprikemanusian jikalau dirinya meninggalkan Luhan setelah perbuatan yang Ia lakukan.
Karena itu, Setelah membersihkan dirinya dikamar mandi dan sudah mengenakan Piayamanya. Sehun kembali keruangan yang Ia gunakan untuk menyekap Luhan.
Dan diluar dugaan. Lelaki kecil itu masih berada ditempat dan posisi yang sama ketika dirinya meninggalkan Luhan disana. Terlentang dan tak bagus pemandangannya, Luhan sudah terlihat seperti seorang korban pembantaian dibandingkan kenyataannya yang menunjukan dirinya adalah korban pelecehan dan pemerkosaan.
..
.
.
.
Kidnapping Boy
SL Baby99
T+ Semi M
HUNHAN
" Seseorang berwajah perempuan telah berbicara lancang kepada sehun. Dia pantas mendapatkan pelajaran bukan? –sehun "
OOC, Typo(s), Yaoi, Tak sesuai EYD, Alur gaje, pwp, Porn activity, Lime, Lemon, Cerita pasaran, Cerita jaka sembung bikin Mual.
I TOLD YOU BEFORE YOU READ THIS FF
ITS YAOI IF YOU NOT LIKE DONT READ OKEY!
Kidnapping Boy
©2015 SL Baby99 present
.
.
.
.
.
.
.
Happy Reading.
!
Sebelumnya, Mau kasih tahu aja. Kan kemarin itu END. Maksdunya Itu END ceritanya dari judulnya gitu(?) , Jadi mungkin ini bisa di bilang Squelnya. Tapi, gak tahu juga soalnya berniat bikin Beberapa Chap lagi :D !
..
..
..
Sebuah ruangan bernuansa Putih yang Luhan temukan ketika dirinya barusaja membuka matanya untuk memulai hari yang semula Ia pikir akan indah sebelum rekaman kemarin yang membuat dirinya menjadi kehilangan haluan.
Mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan, Disini banyak sekali perabotan modern yang Luhan yakin belum pernah Ia Lihat sebelumnya. Dan perlu kalian tahu Kamar ini jauh lebih besar dari kamar Baekhyun yang sedemikian besarnya itu.
Dan tanpa Luhan mau. Matanya menangkap bahwa dirinya tengah berada direngkuhan sang Raja Iblis dari neraka jahanam.
Berusaha melepaskan dirinya dari sana, Dan tak sia-sia usahanya berhasil tanpa celaka. Selanjutnya Luhan menarik dirinya menjauh dari Sehun dengan ketakutan yang berlebihan. Dia setan, Dia Setan! Batin Luhan. Mata rusa itu menatap Sehun waspada.
Merasakan sebuah gerakan yang menganggu kedamaian tidur indahnya. Sehun membuka mata elangnya siapa gerangan yang berani mengusiknya. Sedangkan Luhan, Lelaki cantik itu langsung mengubah posisi tidurnya dengan membelakangi Sehun secepat yang Ia bisa. Jangan sampai Sehun tahu dirinya sudah terbangun.
Mengedipkan matanya sekali-duakali berusaha membiasakan cahaya mentari yang tak sengaja melintasi matanya. Sehun Mendudukan tubuh sempurnanya, Lalu berusaha menyadarkan dirinya yang masih terpengaruhi dunia mimpi.
Luhan masih tertidur disampingnya dengan posisi membelakanginya. Tapi Sehun tidak percaya itu, Ia bukti bahwa lelaki kecil sandraannya masih tertidur pulas. Karenanya, Sehun mencondongkan badannya untuk melihat wajah tertidur Luhan. Dan benar saja, Mata bak rusa itu masih tertutup rapat kelihatannya.
Menghela nafasnya, Lalu menyibak Selimut tebal miliknya dan segera menuju pintu kamar mandinya. Meskipun Sehun tak melakukan Sesuatu yang melelahkan sebelum tidur-selain bercinta dengan Luhan, Tapi entah kenapa Sehun selalu merasa gerah jika berdekatan dengan Luhan. Apakah ada yang tahu kenapa Sehun bisa begitu?
Luhan membuka matanya sedikit demi sedikit-mengantisipasi kalau-kalau Sehun masih berada diruangan yang sama dengannya. Setelah cukup yakin kalau Sehun sudah tak berada disini, Lelaki bertubuh kecil itu mendudukan dirinya.
Luhan harus segera pergi dari sini secepatnya. Kebetulan juga Sehun sedang mandi, Ini bisa jadi kesempatannya untuk melarikan dirinya dari sini. Baiklah sebelumnya Luhan harus mengatur strategi terlebih dahulu, Namun sebelum itu Ia perlu tahu keadaan sekitar kamar ini.
...
Tanpa dirasa, Sudah beberapa menit berlalu dan merasa sudah cukup membersihkan dirinya. Lelaki tampan itu lalu meraih handuk yang tergantung disana. Setelah itu melingkarkan helaian kain tebal yang terbuat dari bahan lembut itu dipinggangnya, Lelaki berahang tegas itu keluar dari ruangan pembersihannya.
Cklek
Luhan panik ketika dirinya yang tengah berpikir tentang strategi pelolosan dirinya yang bahkan belum tahu bagaimana efektifnya, Namun Sehun-sang Penculik itu sudah keluar dari ruangan yang biasa kita sebut kamar mandi. Dan sebelum anak semata wayang pemilik sekolah XOXO high School itu tahu Luhan sudah terbangun, Dengan secepat kilat Luhan membaringkan tubuh kecilnya berpura-pura menutup matanya.
Sehun keluar dari sana dengan gaya bak bangsawannya-Eh jangan lupakan kalau Lelaki itu memang benar-benar keturunan bangsawan pada kenyataannya, Karena kekayaan Ayahnya bahkan melebihi 40% uang yang tercatat dibank dunia.
Melangkah perlahan dengan Aroma jantan yang sangat kentara. Titik-titik air sedikit banyak mengalir dari rambutnya turun ke leher jenjanya dan mencetak jejak didada bidangnya lalu melintasi perut kencang dan terus turun kebawah-kesesuatu yang lebih tak terbaca.
" Aku tahu kau sudah bangun, Luhan. Jadi cepatlah bangun dan bersihkan dirimu. " Sehun berkata pelan menjaga citraan. Meskipun begitu nada tegas sangat kentara dikalimatnya. Tapi, tak ada respon sama sekali dari si pria kecil.
" Bangun, Atau aku akan melakukan itu lagi padamu. " Tak kehabisan akal, Sehun mencoba mengancam Luhan. Sedangkan Luhan langsung panik ketika Sehun berkata demikian sambil berusaha membuka selimutnya.
" Tidak. Tidak. Tidak, Aku akan bangun dengan segera. " Luhan berujar panik sambil membuka selimut yang membungkus badannya. Namun mata milik pria cantik itu seakan mau copot ketika dirinya baru mengetahui bahwa Ia tak mengenakan apapun dibalik selimut putih itu. Ia dengan cepat membawa Kain panjang nan lembut itu keposisi sebelumnya.
" Apa yang kau tunggu, Kenapa melilitkan selimutnya lagi? " Sehun jengah sendiri, Luhan benar-benar menyita waktunya yang berharga.
Setelah selesai melilitkan selimut tebal itu. Dengan perlahan Luhan memaksakan dirinya untuk menuruni ranjang, Dan luhan tidak tahu ada apa dengan sesuatu di selatannya. Dibagian itu rasanya sangat sakit bila Luhan melakukan gerakan walau hanya sedikit.
" Ah, " Luhan meringis ketika kaki kecilnya melakukan langkah untuk pertama kalinya.
Sehun memperhatikan Luhan yang sepertinya sedang menahan kesakitan. Karena merasa kasihan, Sehun mendekati Luhan lalu mengangkatnya ala bridal ke kamar mandi. Dan tentu saja itu Membuat Luhan memekik kaget.
" Kau sangat menyusahkan! " Serunya pada Luhan yang ada dipelukannya.
Menurunkan Luhan sesampainya mereka didalam kamar mandi. Dan Sehun masih disana, Lelaki yang tak berwajah Korea meskipun dirinya 100% asli tanpa campuran negara lain itu menatap Luhan lama. Sedangkan yang ditatap hanya memandangi lantai kamar mandi yang dingin dan bertanya-tanya kenapa Sehun masih saja disana?
" Aku ada diluar jika kau membutuhkan sesuatu. " Sehun tahu, Luhan tidak akan mandi jika Ia terus ada disini. Perlu kalian tahu, Sehun itu hanya khawatir jika Lelaki kecil terpleset disana mengingat keadaannya yang seperti itu. Alhasil, Sehun mengalah untuk keluar, menunggu Luhan didepan pintu kamar mandi dengan sabar.
Luhan membuka balutan Selimut tebal itu dari tubuhnya. Sehun sudah pergi dari sana, Jadi Ia bebas sekarang. Lelaki Sombong menurut Luhan itu terlihat sangat Khawatir dan perhatian padanya.
Perlahan namun pasti, Luhan mengambil langkah sedikit demi sedikit dengan ringisan ringan di wajahnya. Setelah berpikir lama tentang apakah hal yang membuat dirinya bisa berjalan dengan kesusahan begini? Luhan baru mengerti kalau ini adalah hasil perbuatan Sehun kemarin padanya.
Menguatkan hatinya, Tidak Luhan tidak boleh memendam secuil kebencian dihatinya. Tapi, Sehun itu sudah keterlaluan. Lelaki bermata tajam itu memang tidak memukulinya, Melainkan melecehkannya secara seksual dan melakukan kekerasan seksual pada Luhan. Jadi, Menurut kalian Sehun bersalah bukan?
Didinding sebelah kanan terdapat Tiga tombol yang sama dengan gambar yang sama pula. Yaitu, Shower. Baiklah Luhan tekan mana saja tombol itu. Mengikuti nalurinya, Lelaki yang ingin sekali dirinya disebut Manly itu menekan tombol Pertama dari kanan.
" AAA...! " Luhan berseru kencang.
Kejutan. Seberondong air yang deras seperti badai dimusim dingin datang dari bawah, samping kanan, samping kiri, dan juga dari atas membuat pandangan Luhan memutih. Dengan Panik Luhan mencari serangkaian tiga tombol tadi didinding dengan meraba-rabanya.
Sehun tidak tahu apa yang Luhan lakukan hingga lama seperti ini. Masalah sedari dari dirinya tak mendengar suara gemercik air sekalipun. Apa lelaki kecil itu terjatuh, Atau Luhan tenggelam di bathup? Atau-
Deru air yang besar menyentak Sehun dari pemikirannya tentang apa-apa yang bisa saja menimpa Luhan dikamar mandi sana. Karena itu, Sehun Membuka pintu kamar mandi dan menuju bilik transparan yang Luhan tempati sekarang.
Dan benar saja. Lelaki itu terlihat panik ditengah serangan air dari berbagai sudut. Luhan menekan tombol yang salah, Seharusnya Ia menekan tombol yang berada ditengah untuk Shower standing. Atau Tombol Pertama dari Kiri untuk Shower Moving, Bukan Tombol pertama dari kanan yang untuk Hurricane Mode.
Biasanya Sehun akan menggunakan Hurricane Mode ini jikalau dirinya merasa begitu penat. Mematikan tombolnya yang sudah sangat dihapal dimana letaknya, Dan Air bah itu berhenti membuat Luhan kaget akan kehadiran Sehun disana.
" Aku akan memandikanmu. " Terlanjur basah, Padahal Sehun juga barusaja mandi. Tapi, Ia harus basah kembali karena Luhan. Jadilah, Dirinya ikut mandi lagi. Dan kelihatannya Luhan juga kesusahan.
Setelah membuang handuk yang basah karena Air tadi. Sehun menyalakan tombol untuk Shower standing, Dan seguyur Air sedang menyiram tubuh keduanya. Sehun kini berhadap-hadapan dengan Luhan, Dan itu membuat Luhan merasa tidak nyaman.
Sehun merendahkan arus air itu dengan menekan tombol pengatur yang ada didinding sebelah kiri mereka, Setelah itu mengambil sabun untuk membersihkan tubunya sendiri dan Luhan.
" Sehun, Aku bisa mandi Sendiri. " Luhan menahan Sehun. Kala Lelaki itu hendak menggosokan busa sabun pada tubuhnya.
" Diamlah. Aku tidak akan melakukan apapun. " Sehun berkata keras. Sehun tahu, Luhan pasti berpikiran bahwa Sehun akan melakukan itu lagi padanya. Setelahnya Sehun Lalu mengosok tubuh Luhan dengan busa ditangannya.
Mula-mula Sehun mengosoknya dari Tangan sebelah kanan lalu naik keatas bahu, Dilanjutkan ke tangan kiri daan naik lagi keatas bahu. Lalu Sehun melanjutkannya kebagian dada montok Luhan, Sengaja Sehun melama-lamakan gosokannya disana.
Dada Luhan begitu lambut, Belum lagi pengaruh injeksi yang Sehun berikan kemarin untuk bisa membuat putingnnya mengeluarkan air susu seperti para Ibu yang baru saja melahirkan dan harus menyusui bayinya.
Begitu lembut sampai-
" Se... Sehun!? " Luhan berseru gugup dan pelan karena Sehun terus saja berada didaerah dadanya. Masalahnya lelaki itu terlalu keras menggosok bagian itu hingga hampir terasa seperti memerah, Ah tidak tidak bukan memerah tapi memeras.
Sehun tersadar dari keterpesonaan jebakan Luhan. Lelaki itu terlena dengan apa yang ada pada Luhan, Hingga hampir melupakan segalanya. Sehun bahkan lupa alasan mengapa Luhan berasa disini bersamanya.
Dan dengan itu Sehun melanjutkan gosokannya pada perut rata Luhan. Selanjutnya menggosok pinggang ramping lelaki itu. Sehun tahu jika Lubang Luhan sekarang dalam keadaan tak baik. Dan Sehun butuh pembuktian untuk melakukan pengobatan pada Luhan, Karena itu Sekarang Lelaki itu melanjutkan gosokan busanya pada kedua bokong Luhan.
" Ah! " Luhan mendesah kesakitan. Sehun sengaja menyelipkan jari tengah kanan miliknya kedalam bokong luhan dan menyapa pintu lubang milik Luhan. Dan dari ekspresi sang empunya, Sehun semakin yakin bahwa Luka dilubang Luhan itu sedikit parah.
Setelah itu Sehun kembali pada bokong Luhan lagi. Oh, Bokong itu sangat bulat dan kencang. Sehun jadi gemas sendiri, Kemarin Sebelum ronde terakhir Sehun sempat mencium benda ini.
Karena terlalu gemas, Sehun sampai tidak sadar mendorong Luhan lebih dekat dengannya. Dan itu menghasilkan Benda kecil di selangkahan Luhan bertabrakan dengan miliknya yang sama-sama telanjangnya.
Mereka berdua tersentak. Dan Sehun segera menghentikan gosokannya. Lelaki itu dengan kikuk memperbesar arus Showernya. Dan Airnyapun keluar, saat itu juga Sehun keluar dari bilik transparan itu.
Didalam kamar mandi ada sebuah lemari yang menyimpan beberapa handuk lainnya. Sehun mengambil satu handuk berwarna Biru muda untuk dirinya dan melilitkannya dipinggangnya. Asal kalian tahu saja, Ini untuk menutupi sesuatu diselangkahannya yang terbangun tak terduga.
Setelahnya Sehun lalu mengambil satu handuk lain berwarna Merah muda. Dan membawanya masuk kedalam bilik tranparan itu lagi.
" Luhan, Matikan Showernya. Tekan tombol di tengah itu. " Sehun berkata dan Luhan menurutinya. Lalu Lelaki itu mendekati Luhan dan melilitkan Handuk yang sudah Ia bawa tadi pada pinggang Luhan dan mengedong Luhan ala Bridal lagi untuk keluar dari sana.
Mendudukan Luhan diranjangnya. Tanpa berkata apa-apa Sehun kembali masuk lagi ke kamar mandi. Oh, Siapakah yang mau membantu Sehun sekarang? Penisnya tegang, Itu karena Luhan dan Sehun tidak mungkin menyerang Luhan yang sedang dalam keaadaan begitu. Lagipula Sehun sudah berkata jika Ia tidak akan melakukan apa-apa pada Luhan.
Dan perlu diketahui saja, Sehun bukanlah seseorang yang suka menelan kembali Perkataannya. Sehun itu salah satu Lelaki yang akan memegang penuh janjinya. Meskipun karena itu Sehun harus rela bermain sendiri untuk menenangkan adiknya yang sekarang sudah berdiri.
Oh, Si kecil yang malang.
...
...
Aroma maskulin yang kentara merebak ketika Sehun keluar dari sana. Lelaki itu sudah mandi tiga kali pagi ini. Ia melihat Luhan yang membungkus tubuhnya dengan Sperai ranjangnya. Menaikan sebelah alisnya heran. Dan Luhan tahu itu apa.
" Aku tidak tahu dimana bajuku. Aku tidak mungkin bertelanjang disini. " Luhan berusaha menjelaskan alasannya. Dan jawaban yang Sehun katakan sungguh sangat tak bisa diduga.
" Telanjang saja. Itu tak masalah, Karena disini hanya ada kita berdua. Dan oh, Iya! Kemarin aku sudah membuang bajumu. Jadi kau tidak punya baju untuk dipakai sekarang. "
Sehun berjalan pelan menuju Lemarli besarnya. Mengobrak-abrik didalamnya, Sehun ingat dia punya beberapa baju yang sudah sangat kekecilan untuknya. Mungkin saja itu bisa pas untuk dipakai Luhan sekarang.
Masalahnya sekarang Sehun lupa dimana Ia menyimpan baju itu. Dan kini sudah hampir Separuh Lemari Sehun bukai, Tapi baju itu tetep saja tidak ketemu. Dan ini bagian bawah paling terakhir lemarlinya, Semga saja baju itu ada disana. Kalau tidak, Biarkan saja Luhan telanjang disini seharian. Toh Sehun tidak keberatan, Sama sekali tidak keberatan!
Gotcha
Disana! Baju yang Sehun maksud itu ternyata ada dilipatan paling bawah dari lemarinya, Pantas saja sedari tadi tidak ketemu-ketemu. Lelaki itu beralih mendekati Luhan kembali dan melemparkan baju itu didepan lelaki cantik sandraannya. Sedangkan Luhan mengambil baju itu perlahan dan mencobanya hati-hati.
" Itu bajuku yang paling kecil, Barangkali saja itu Pas untukmu. " Ucap Sehun lalu melangkahkan kakinya kedekat Lemari lagi.
" Sehun?! Bajunya terlalu besar untukku. " Sang ditanya menghentikan kegiatan mengancing baju kemeja sekolahnya lalu membalikan badannya untuk melihat pengaduan tadi.
Dan benar saja, Baju itu. Ah, Maksudnya kemeja putih Polos itu terlalu besar untuk Luhan hingga salah satu bahu Pria cantik itu terlihat. Bajunya sangat tidak cocok untuk Luhan. Dan jika kalian perhatikan lagi, Baju itu membuat Luhan semakin terlihat Sexy!
Oh, Jangan jangan. Sehun tidak mau memikirkan yang iya-iya lagi, Ia tidak mau mandi lagi untuk yang keempat kali, Tidak, Tidak! Karena itu Sehun membalikan tubuhnya kembali, Melanjutkan kegiatannya tadi.
" Pakai saja. Lagipula bukan bajunya yang kebesaran, Tapi kau yang kekecilan. "
Dan dengan itu Mata rusa nan indah milik Luhan berkabut seketika dengan mulutnya yang mengerucut bak angsa. Oh, tidak! Selama ini belum ada yang terang-terangan mengatakan Luhan itu kecil. Tidak ada dan Sehun adalah orang pertama yang melakukannya.
...
...
...
9 halaman dengan 3057 kata ditengah errornya Keybozrd saya!
Tuberkolorjongin... hemz TBC :) maksudnye
