Author : Sorry tlabet ( telat update ). Mudah – mudahan para reader tidak bosan menunggu. Oke, disini nanti Naruto balakan menjadi jincuriki dari kyubi dan dia juga akan bertemu dengan kedelapan bijuu yang lain. Dari pada penasaran, enjoy this chapter.
Warning : T rate, typos, bahasa gak baku
Pairing : Hist ( SakuraSasuke )
Genre : Action/Adventure/Fantasi/Friendship/Humour/Mystery/Romance
Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto
Adventure Of School
Chapter 3
( Naruto and Kurama united )
.
.
Di dalam jurang
Naruto semakin jatuh ke dasar jurang. Dia sudah berusaha untuk meraih apapun yang ada di sekitar dinding jurang. Namun sayangnya dia tidak berhasil dan malah membuat tubuhnya menjadi penuh luka bahkan hingga tangan kanannya patah karena terbentur batu saat ingin meraih akar pohon yang ada di dinding jurang.
"Apakah aku akan mati disini?" tanya Naruto dalam hati.
"Oi bocah, kau tidak akan aku biarkan mati di tempat seperti ini," jawab sosok makhluk. Naruto pun terkejut mendengar ada makhluk yang berada di dalam jurang.
"Aku berada di sebelah kananmu," kata makhluk itu. Naruto menoleh ke sebelah kanannya. Dia bertambah terkejut saat melihat makhluk yang berada disebelahnya. Makhluk tersebut berbentuk seperti musang raksasa berwarna oranye dan memiliki Sembilan ekor. Makhluk itu sedang menyeringai dihadapan Naruto.
"Kyaaaa, makhluk apa kau?" tanya Naruto setengah berteriak.
"Suuuuttttt, diam. Nanti aku jelaskan," kata Makhluk itu. Dia langsung menangkap tubuh Naruto dengan dangan kirinya dan membawa Naruto pergi dari jurang itu.
.
.
Sementara itu di mulut jurang, Sakura masih terus saja berteriak memanggil nama Naruto sambil menangis. Tak beberapa lama, Asuma, Kurenai, dan beberapa siswa yang mendengar teriakkan dari Sakura datang menemui Sakura, termasuk Sasuke dan sudara – saudaranya.
"Ada apa, Sakura?" tanya Ino panik.
"Ino….," kata Sakura yang malah memeluk Ino sambil menangis sejadi – jadinya.
"Ada apa ini?" tanya Asuma.
"Tenang Sakura. Sekarang ceritakan, apa yang terjadi?" tanya Ino sambil mencoba menenangkan Sakura.
"Tadi…, tadi aku hampir terjatuh ke dalam jurang," jawab Sakura yang mulai sedikit tenang.
"Hee, kau hampir masuk ke dalam jurang itu. Kau tidak apa – apa kan, Sakura?" tanya Ino.
"Aku tidak apa – apa. Untung tadi Naruto berhasil menangkap tanganku dan menarik diriku. Namun kemudian…," jawab Sakura namun dia tidak meneruskan perkataannya dan malah meneteskan air mata lagi.
"Namun kemudian apa, Sakura?" tanya Ino yang masih panik.
"Namun kemudian Naruto terpeleset dan terjatuh ke dalam jurang. Aku kawatir dengan keadaan Naruto, Ino. Aku kawatir," jawab Sakura.
"Kalau begitu, kita berpencar untuk mencari Naruto. Kurenai sensei, tolong penggil penjaga hutan untuk ikut membantu," kata Asuma mencari solusi. Asuma dan para siswa berpencar untuk mencari Naruto. Sedangkan Kurenai sedang berusaha menelepon petugas penjaga hutan untuk ikut membantu.
Di dalam gua
Makhluk yang tadi menyelamatkan Naruto membawa Naruto ke markas para bijuu. Naruto sedang dalam keadaan pingsan.
"Wah dia mirip sekali dengan Takuno," kata salah satu bijuu. Bijuu tersebut berbentuk seperti kumbang daun raksasa berekor tujuh.
"Kan sudah aku katakana tadi," kata makhluk yang membawa Naruto tadi yang ternyata adalah seekor bijuu.
"Lalu, kenapa kau membawanya kemari?" tanya salah satu bijuu. Bijuu tersebut berbentuk seperti seekor kucing raksasa berwarna biru kehitam – hitaman berekor dua.
"Dia terjatuh ke jurang yang sangat dalam saat menyelamatkan pemilik darah Blue Red," jawab makhluk yang tadi menyelamatkan Naruto. Tak lama kemdian, Naruto sadar dari pingsannya.
"Dimana aku?" tanya Naruto.
"Kau berada di tempat yang aman," jawab salah satu bijuu yang berbentuk seperti kumbang daun.
"Siapa kalian? Makhluk apa kalian?" tanya Naruto.
"Tenang saja bocah. Kami tidak berniat jahat," jawab bijuu yang tadi menyelamatkan Naruto.
"Kami adalah Sembilan makhluk yang sering dipanggil dengan sebutan bijuu. Perkenalkan, namaku Ichibi. Kau bisa memanggilku Shukaku," kata seekor bijuu berbentuk seperti seekor rakun yang seluruh tubuhnya ditutupi oleh pasir dan memiliki ekor satu. Dia mengaku bernama Shukaku sang Ichibi.
"Namaku Nibi tapi kau bisa memanggilku Matatabi," kata seekor bijuu yang berbentuk seperti seekor kucing raksasa berwarna biru kehitam – hitaman berekor dua. Dia mengak sebagai Matatabi sang Nibi.
"Namaku Sanbi. Kau bisa memanggilku dengan sebutan Isubo," kata salah seekor bijuu yang berbentuk seperti kura – kura berekor tiga. Dia mengaku sebagai Isubo sang Sanbi.
"Namaku Yonbi. Kau bisa memanggilku sebagai Son Goku," kata seekor bijuu yang berbentuk seperti gorilla berwarna merah berekor empat. Dia mengaku sebagai Son Goku sang Yonbi.
"Namaku Gobi, kau bisa memanggilku sedang sebutan Kokuo," kata seekor bijuu berbentuk seperti seekor anjing berwarna putih berekor lima. Dia mengaku sebagai Kokuo sang Gobi.
"Aku Rokubi, tapi kau bisa memanggilku Saiken," kata seekor bijuu berbentuk seperti seekor siput berlendir yang memiliki ekor berjumlah enam. Dia mengaku sebagai Saiken sang Rokubi.
"Namaku Shichibi tapi aku suka dipanggil Lucky Seven," kata seekor bijuu berbentuk seperti kumbang daun raksasa berekor tujuh. Dia mengaku sebagai Lucky Seven sang Shichibi.
"Aku Hachibi. Aku lebih suka dipanggil dengan sebutan Gyuuki," kata seekor bijuu yang berbentuk seperti seperti seekor gurita berkepala banteng dan memiliki lengan gurita berjumlah delapan. Dia mengaku sebagai Gyuuki sang Hachibi.
"Namaku Kyubi. Kau bisa memanggilku dengan sebutan Kurama," kata seekor bijuu berbentuk seperti musang raksasa berwarna oranye dan memiliki Sembilan ekor. Dia mengaku sebagai Kurama sang Kyubi.
"Lalu, apa tujuan kalian menyelamatkanku?" tanya Naruto yang mulai sedikit tenang.
"Sebenarnya, kami tidak ada urusan denganmu. Kami ada urusan dengan temanmu, Sakura," jawab Kurama.
"Ada urusan apa kau dengan Sakura?" tanya Naruto dengan tatapan curiga.
"Kami hanya ingin melindunginya dari para siluman," jawab Shukaku.
"Siluman? Siluman itu tidak ada," kata Naruto tidak percaya.
"Para siluman itu benar – benar ada. Mereka sudah berani mendekati Sakura," Shukaku.
"Memang, apa yang diinginkan oleh siluman – siluman itu dari Sakura?" tanya Naruto.
"Darahnya," jawab Son Goku. Naruto terkejut mendengar jawaban dari Son Goku. "Darah bernama Blue Red mengalir di dalam tubuh Sakura. Menurut legenda, siluman manapun yang meminum darah tersebut akan memiliki kekuatan yang sangat besar dan kekal abadi sampai hari kiamat," kata Son Goku melanjutkan perkataannya.
"Kalau begitu, aku harus melindungi Sakura. Aku harus memperingatknnya," kata Naruto. Dia bangun dari tempat dia duduk.
"Kau tidak dapat menyelamatkan Sakura. Kekuatanmu tidak sebanding," kata Saiken.
"Lalu, apa kalian bisa melindunginya setiap saat? Kalian terlalu besar, terlalu mencolok," kata Naruto.
"Sebenarnya kami bisa untuk masuk ke dalam tubuh manusia. Namun, manusia itu harus membuat perjanjian dengan salah satu dari kami," kata Kurama.
"Kalau begitu, masuklah ke dalam tubuhku, Kurama," kata Naruto. Dia meminta Kurama untuk masuk ke dalam tubuhnya.
"Apa kau yakin, Naruto?" tanya Kurama.
"Aku belum pernah seyakin ini, Kurama. Aku ingin menyelamatkan teman – temanku, termasuk Sakura," jawab Naruto.
"Kalau begitu, kita akan menjadi patner sekali lagi, Takuno. Oh maksudku Naruto. Kau akan menjadi jincuriki bagiku," kata Kurama. Kurama mengepalkan tangannya ke arah Naruto dan Naruto pun melakukannya juga. Setelah tangan Naruto dan Kurama saling berdekatan, tubuh Kurama berubah menjadi cahaya warna oranye dan masuk ke dalam tubuh Naruto.
"Tes, tes, 123 dicoba. Kau bisa mendengarku Naruto?" tanya Kurama sesaat setelah dia masuk ke dalam tubuh Naruto.
"Hei, emangnya aku ini microfon. Eh, aku kok bisa mendengar suaramu?" tanya Naruto.
"Ya, sekarang kita bisa berkomunikasi lewat pikiran," jawab Kurama.
"Jadi, kau juga bisa membaca pikiranku?" tanya Naruto.
"Hehehe, tentu saja. Tapi kau juga bisa membaca pikiranku jika kau bisa," jawab Kurama.
"Baiklah, sekarang kau boleh pulang. Teman – temanmu sedang cemas mencarimu. Apa lagi Sakura, dia malah menangis terus tanpa henti," kata Lucky.
"Terima kasih teman – teman baruku. Sekarang aku dan Kurama akan melindungi Sakura dari dekat," kata Naruto. Tak lama kemudian, dia beranjak pergi dari markas para bijuu tersebut.
Di dalam hutan
Asuma, Kurenai, Chouji, Ino, Lee, Sakura, Sasuke, Shuigetsu, Juugo, Karin, dan Tayuya sedang mencari Naruto di dalam hutan dekat jurang tempat dimana Naruto terjatuh.
"Naruto…, Naruto dimana kau? Naruto…," kata Sakura dan yang lain memanggil – manggil nama Naruto.
"Ya sudah, kita berpencar untuk mempermudah pencarian," kata Asuma member usul.
Akhirnya, mereka berpencar. Asuma, Kurenai, Chouji, Lee dan Ino menuju arah barat. Shuigetsu dan Juugo menuju arah timur. Karin dan Tayuya menuju arah utara. Dan Sasuke dan Sakura menuju arah selatan.
.
.
Sasuke dan Sakura sedang menuju arah selatan. Mereka sedang menyusuri hilir sungai.
"Naruto…, Naruto dimana kau? Naruto…," kata Sakura berteriak memanggil nama Naruto lagi.
Sakura tidak berhati – hati. Dia terpeleset saat dia melangkahkan kakinya di salah satu batu yang ada di suangi itu. Untung saja Sasuke sigap menangkap Sakura. Namun, Sasuke merasakan sakit saat menyentuh tubuh Sakura.
"Kau tidak apa – apa?" tanya Sasuke.
"Kakiku sakit," jawab Sakura. Sasuke menyenderkan tubuh Sakura dan melihat kaki Sakura.
Sepertinya, kakimu terkilir," kata Sasuke. "Apa kau bisa berjalan?" tanya Sasuke.
"Sepertinya, aku tidak bisa berjalan," jawab Sakura. Sasuke langsung mengangkat tubuh Sakura walaupun dia harus menahan rasa sakit yang semakin menjadi.
"Kalau begitu, kita harus kembali ke perkemahan," kata Sasuke.
"Tidak, aku ingin mencari Naruto," kata Sakura yang masih ngeyel untuk mencari Naruto.
"Dengan kakimu yang seperti ini, kau masih ingin mencari Naruto? Tenang saja, teman – teman yang lain pasti menemukan dia," kata Sasuke meyakinkan Sakura. Akhirnya, Sakura mau dibawa kembali ke perkemahan.
Di perkemahan
Asuma, Kurenai, Chouji, Lee, Ino, Shuigetsu, Juugo, Karin, Tayuya, dan para siswa telah kembali.
"Apa kalian telah menemukan Naruto," tanya Asuma.
"Kami telah mencarinya keseluruh tempat. Tapi, kami tidak menemukannya juga," jawab Juugo.
"Aduh, kemana sih si Naruto? Darahku sudah habis dihisap sama nyamuk nih," kata Chouji.
Tak lama kemudian, Sasuke datang dengan menggedong Sakura.
"Sakura, kau kenapa?" tanya Ino sedikit panik.
"Sepertinya, kakinya terkilir," jawab Sasuke.
"Bawa dia ke tendanya. Biar aku yang mengobatinya," kata Kurenai.
Sasuke langsung membawa Sakura ke dalam tendanya. Ino dan Kurenai mengikuti dari belakang. Setelah meletakkan Sakura di dalam tendanya, dia keluar menemui saudara – saudaranya.
"Ada apa denganmu,Sasuke?" tanya Tayuya yang melihat Sasuke datang dengan keadaan seperti sedang menahan rasa sakit.
"Saat aku menggendong Sakura tadi, tibihku seperti terbakar," jawab Sasuke.
"Biar aku periksa," kata Karin.
Saat memeriksa keadaan Sasuke, Karin terkejut saat melihat kulit bagian dada dan kedua tangan Sasuke melepuh seperti terkena luka bakar. Karin langsung berkonsentrasi sejenak.
"Cepat, gigit tanganku!" kata Karin. Sasuke langsung menggigit tangan kanan Karin. Setelah Sasuke menggigit tangan Karin, luka yang dialami Sasuke langsung sembuh.
"Terima kasih, Karin," kata Sasuke.
"Tidak masalah," kata Karin sambil memerban tangan kanannya dengan perban.
.
.
Waktu telah menunjukkan pukul 12.00 malam. Beberapa siswa msih terjaga dan ada yang masih mencari Naruto di dalam hutan. Tak lama kemudian, Naruto datang.
"Heh, akhirnya sampai juga," kata Naruto.
"Hei bocah, apa kau bisa mencium bau siluman disekitar sini?" tanya Kurama.
"Memang bisa apa?" tanya Naruto.
"Tentu saja, Baka. Kami para bijuu bisa mencium bau dan mendengar suara yang jauhnya sampai beratus – ratus kilomater jauhnya. Bukan hanya itu saja. Kami juga bisa merasakan kekuatan seseorang yang berada di jarak beratus – ratus kilometer. Itu adalah kemampuan dasar kami," jawab Kurama.
"Oke kalau begitu," kata Naruto. Naruto mulai mencoba untuk mencium bau – bauan yang ada disekitar perkemahan. Tak lama kemudian, Naruto mencium bau yang tidak enak.
"Bau apa ini? Seperti bau binatang tapi sangat tajam dan anyir banget," tanya Naruto.
"Itu adalah bau siluman. Berapa banyak?" tanya Kurama.
"Ada lima bau yang berbeda," jawab Naruto.
"Heh, syukurlah Sakura masih aman," kata Kurama.
"Bagaimana kau bisa yakin, Kurama?" tanya Naruto tidak yakin.
"Karena kelima siluman tersebut masih menyembunyikan kekuatannya. Mungkin mereka ingin mendekati Sakura secara halus," jawab Kurama.
"Atau mungkin mereka belum menyadari kalau Sakura memiliki darah yang kau maksud," kata Naruto.
"Itu tudak mungkin. Karena sang pemilik darah Blue Red akan mengeluarka bau yang khas. Itu pun dengan jarak yang sangat dekat. Kecuali kalau pemilik darah itu terluka dan mengeluarkan darah. Maka, siluman maupun bijuu sepertiku bisa mencium baunya walaupun jaraknya berjuta – juta kilometer," kata Kurama.
"Sudah, aku mau pergi melihat keadaan Sakura dulu," kata Naruto. Naruto langsung pergi menuju ke perkemahan.
Tenda Sakura
Di depan tenda Sakura dan Ino, Naruto melihat Sasuke dan saudara – saudaranya berada di depan tenda milik Sakura dan Ino. Sepertinya Sasuke dan Saudara – saudaranya sedang menjaga Sakura di depan tendanya. Naruto berjalan menuju ke dalam tenda.
"Wah ini dia nih, yang dicari – cari dari tadi sudah datang," kata Shuigetsu. Naruto saat mendekati Sasuke dan saudara – saudaranya.
"Bau silumannya semakin tajam. Jangan – jangan, mereka adalah siluman itu?" tanya Naruto curiga.
"Itu sudah jelas, Naruto," jawab Kurama.
"Yah, malah bengong ini anak. Kau mau kemana?" tanya Shuigetsu membuyarkan percakapannya dengan Kurama.
"Eee…, aku mau menemui Sakura. Dia pasti mencemaskanku," jawab Naruto.
"Tentu saja dia kawatir. Dari tadi dia nangis gak berhenti gara – gara kau," kata Shuigetsu.
"Sudah Shuigetsu," kata Sasuke. "Naruto, kau boleh masuk," kata Sasuke beralih ke Naruto.
Naruto mulai berjalan menuju ke dalam tendak milik Sakura dan Ino. Saat berada di dalam tenda, dia mencium bau yang sangat wangi. Bahkan wangi itu mengalahkan bau parfum dari luar negeri.
"Ini bau apa, Kurama? Baunya sangat wangi," tanya Naruto.
"Ini adalah bau sang pemilik darah Blue Red," jawab Kurama.
"Oi Baka, ngapain kau diem aja disitu?" tanya Ino.
"Eh, eee…, enggak apa – apa," jawab Naruto. "Eh, kenapa kakimu, Sakura?" tanya Naruto yang beralih ke arah Sakura yang kakinya sedang dipijat oleh Kurenai.
"Kau baru nyadar. Ini semua gara – gara kau kaki Sakura jadi terkilir," jawab Ino.
"Sudah Ino, jangan menyalahkan Naruto. Dia tidak salah," kata Sakura. "Naruto, kau tidak apa – apa kan?" tanya Sakura beralih ke Naruto.
"Seperti yang kau lihat, aku masih segar bugar," jawab Naruto.
"Bagaimana keadaan kakimu, Sakura?" tanya Kurenai.
"Masih terasa sakit, Kurenai sensei," jawab Sakura.
"Oh ya Kurama. Apa kau bisa menyembuhkan penyakit?" tanya Naruto kepada Kurama.
"Kami para bijuu bisa melakukannya," kata Kurama.
"Kurama, apa aku boleh meminjam kekuatanmu untuk menyembuhkan kaki Sakura?" tanya Naruto.
"Tentu saja. Lagipula itu adalah tugasku untuk menjaga sang pemilik darah Blue Red," jawab Kurama.
"Eee…, tapi bagaimana caranya?" tanya Naruto.
"Kau tinggal menyentuh kaki Sakura dan berkonsentrasilah sejenak. Nanti kau akan merasakan kekuatanku mengalir dalam tubuhmu. Saat itulah, kau masukkan kekutanku ke dalam tubuh Sakura tapi hanya bagian kakinya yang terkilir," jawab Kurama.
"Biar aku yang memijit kakimu, Sakura," kata Naruto.
"Memang kau bisa? Salah – salah malah makin parah lagi," kata Ino.
"Yee, gini – gini aku bisa kalau masalah kaki terkilir. Bahkan lehermu kalau terkilir bisa aku benerin," kata Naruto. Kemudian, Naruto memperaktekkan apa yang diajari oleh Kurama. Yang dikatakan oleh Kurama itu benar. Naruto bisa merasakan kekuatan Kurama mengalir ke seluruh tubuhnya. Naruto langsung menyalurkan kekuatan tersebut ke kaki Sakura. Beberapa detik kemudian, Naruto selesai dengan apa yang dia lakukan.
"Sudah, sekarang coba berjalan," kata Naruto.
"Mana mungkan sembuh kalau kau senruh doang?" tanya Ino.
"Yee, ni anak gak percayaan ya! Sudah Sakura, sekarang berdiri dan coba untuk berjalan," kata Naruto.
"Ya udah, aku coba dulu ya," kata Sakura. Sakura menuruti kemauan Naruto. Pada saat dia berdiri, Sakura sudah tidak merasakan sakit di kakinya. Bahkan sekarang dia bisa berjalan dan melompat – lompat. Ino dan Kurenai terkejut melihatnya.
TBC
Author : Heh, akhirnya selesai juga ini chapter. Sorry ya kalau telat. Ya mudah – mudahan para reader gak bosen menunggu. Yang mau kirim saran, kritik, maupun sekedar bertanya, silakan review atau PM saia langsung.
Thanks udah membaca fic saia.
