Author : Heh, akhirnya bisa juga bikin chapter ini. Sorry kalau tlabetnya bener – bener kelamaan. Author banyak urusan yang harus author selesaikan. Mungkin beberapa hari ke depan author juga masih sibuk. Ini mumpung ada waktu luang untuk bikin chapter dan juga lagi bingung mau ngapain. Oke, disini Naruto akan berlatih untuk mengendalikan kekuatan Kurama. Dari pada penasaran, enjoy this chapter.

Warning : T rate, typos, bahasa gak baku

Pairing : Hist ( SakuraSasuke )

Genre : Action/Adventure/Fantasi/Friendship/Humour/Mystery/Romance

Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto


Adventure Of School

Chapter 4

( Practice )

.

.

Keesokan harinya

Seluruh siswa dari Konoha High School sedang merapikan semua perlengkapan yang mereka gunakan untuk kemah kemarin malam. Nampak siswa laki – laki sangat loyo karena mereka bergadang semalaman, kecuali Naruto, Sasuke, Juugo, dan Shuigetsu yang masih kelihatan bersemangat karena mereka memiliki kekuatan siluman di dalam tubuh mereka.

"Hei Naruto, kenapa kau terlihat masih sangat bersemangat sekali?" tanya Lee yang biasanya sangat bersemangat, sekarang terlihat loyo dan mengantuk.

"Sebenarnya aku juga mengantuk, tapi aku harus tetap semangat," jawab Naruto.

Mereka pun kembali membereskan peralatan mereka.

Beberapa lama kemudian, bus – bus yang akan mengantar mereka pulang sudah datang. Mereka mulai masuk menurut kelas mereka masing – masing.

.

.

Di dalam bus yang ditumpangi oleh Naruto dan siswa kelas biologi, terlihat semua siswa sedang tertidur kecuali siswa perempuan yang masih asyik ngobrol. Sasuke sedang mendengarkan lagu dari handsate sambil berpura – pura tidur. Sedangkan Naruto masih asyik main game.


Di kediaman Namikaze

Naruto sudah sampai di rumahnya. Dia langsung masuk ke rumahnya.

"Naruto, ayo makan dulu. Kamu pasti lapar kan?" kata Kushina menawari Naruto makan.

"Tidak bu, Naruto tidak lapar. Sekarang Naruto ngantuk mau tidur," kata Naruto.

"Kalau begitu mandi dulu sana. Bau asem gini," kata Minato mengejek Naruto.

"Iya, iya," kata Naruto.

Kemudian, Naruto pergi menuju kamarnya. Dia ganti baju dan kemudian pergi ke kamar mandi untuk mandi lalu tidur.

.

.

Sementara itu, Sasuke dan keempat saudaranya sudah tiba di rumah mereka.

"Huh, capek banget!" kata Shuigetsu mengeluh.

"Sudah lebih baik kita masuk saja," kata Sasuke.

Lalu, Sasuke menepuk tangannya satu kali dan tiba – tiba saja pintu rumah itu terbuka. Sasuke dan keempat saudaranya langsung masuk ke dalam rumah.

Di dalam rumah, tepatnya di ruang keluarga, Orocimaru sedang menunggu Sasuke dan keempat saudaranya dan setelah mendengar kalau mereka sudah sampai di rumah dan akan menuju ke ruang keluarga, dia langsung berdiri.

"Ada apa, Ayah?" tanya Sasuke saat meliat Orocimaru berdiri.

"Bagaimana rencana kamu untuk mendekati pemilik darah Blue Red itu?" tanya Orocimaru.

"Semua berjalan lancer, Ayah. Tapi, aku masih merasa sakit kalau berdekatan dengan pemilik darah Blue Red tersebut," jawab Sasuke.

"Bersabarlah, Sasuke. Cepat atau lambat, dia akan jatuh cinta kepadamu," kata Orocimaru. Lalu dia melihat ke arah Sasuke dan keempat saudaranya. Mereka terlihat sangat kelelahan. "Sepertinya kalian sangat kelelasahan. Kalian lebih baik istirahat di dalam kamar kalian," kata Orocimaru.

"Baik, Ayah," kata Sasuke sementara Juugo, Shuigetsu, Karin, dan Tayuya hanya mengangguk.

Sasuke dan keempat saudaranya itu langsung melesat menuju ke kamar mereka masing – masing.


Keesokan harinya

"Oi, bangun – bangun sudah pagi," kata Kurama berteriak di kepala Naruto.

"Ada apa sih? Aku masih mengantuk!" kata Naruto setengah sadar.

"Kau lihat sekarang jam berapa," kata Kurama. Naruto pun langsung melihat ke arah jam dinding kamarnya.

"Masih jam setengah enam. Sudahlah, aku masih mengantuk!" kata Naruto.

"Kau ini! Jika kau masih malas – malasan seperti ini, bagaimana kau akan melindungi Sakura?" ujar Kurama.

Mendengar nama Sakura disebut, Naruto langsung bangun dari tempat tidurnya dan langsung mandi. Kemudian, dia mengambil seragam Konoha High School dan kemdian dia mengenakannya. Lalu, dia mengambil sebuah roti yang berada di ruang makan dan kemudian berangkat ke sekolahnya dengan menggnakan sepeda motor kesayangannya.


Kediaman Orocimaru

Sasuke dan keempat sedang bersiap – siap berangkat ke Konoha High School. Mereka sedang berkumpul di ruang keluarga.

"Semua sudah siap?" tanya Sasuke. Shuigetsu, Juugo, Tayuya dan Karin hanya menganggu. "Kalau begitu, ayo kita berangkat," kata Sasuke. Mereka hendak berangkat ke sekolah, namun Orocimaru melesat menghampiri mereka.

"Sasuke!" kata Orocimaru.

"Ada apa, Ayah?" tanya Sasuke.

"Ayah merasakan, ada kekuatan yang akan menghalangi rencana kita untuk mengambil darah Blue Red itu. Kekuatan itu tidak lain dan tidak bukan adalah kekuatan dari para bijuu," kata Orocimaru.

"Kekuatan bijuu? Bukankah mereka adalah makhluk yang dijuluki sebagai binatang peliharan dewa sama seperti Juubi? Apa hubungan mereka dengan pemilik darah Blue Red itu, Ayah?" tanya Karin.

"Tentu saja ada. Karena, sebelum Rikudo Sennin tewas, dia berpesan kepada Sembilan bijuu bahwa 700 tahun lagi, mereka harus melindungi keturunannya yang memiliki darah Blue Red," jawab Orocimaru.

"Itu jelas tidak mungkin, Ayah. Tubuh mereka sangat besar. Apalagi inang mereka juga sudah meninggal 700 tahun yang lalu. Jika mereka muncul, akan terjadi kehebohan diseluruh Jepang," kata Shuigetsu tidak percaya.

"Kau salah, Shuigetsu. Rikudo Sennin pernah berjanji, siapapun yang mau menjadi inang bagi Sembilan bijuu tersabut akan berengkarnasi kembali setelah keturunannya yang memiliki darah Blue Red itu lahir," kata Orocimaru.

"Lalu, apa tugas kami, Ayah?" tanya Sasuke.

"Tugas kalian adalah mencari tahu siapa saja yang sekarang menjadi inang baru bagi kesembilan bijuu itu sekarang," jawab Orocimaru.

"Baiklah Ayah kami akan mencari tahu," kata Sasuke. Sasuke dan keempat saudaranya langsung berangkat menuju Konoha High School menggunakan mobil keluarga.


Di tengah perjalanan

Naruto mengendarai motor kesayangannya itu dengan kecepatan penuh. Sementara Sasuke dan keempat saudaranya yang lain sedang berbincang – bincang satu sama lain. Sasuke yang saat itu sedang menyetir tidak melihat depan. Akhirnya, mobil yang dikendarai oleh Sasuke dan keempat saudaranya hampir menabrak Naruto.

"Hei Naruto, awas ada mobil!" kata Kurama memperingatkan Naruto.

Dengan sepontan, Naruto menginjak rem. Sasuke juga menginjak rem saat melihat motor yang dikendarai oleh Naruto hampir menabrak mobilnya.

"Oi, kalau bawa mobil hati – hati!" kata Naruto emosi. Sasuke dan keempat saudaranya keluar dari mobil.

"Kau yang seharusnya berhati – hati kalau membawa motor!" kata Shuigetsu emosi.

"Ini orang kalau dikasih tahu malah ngeyel," kata Naruto.

"Apa? Kau mau ngajak ribut disini! Oke, aku terima tantanganmu!" ujar Shuigetsu.

"Naruto, aku akan membantumu," kata Kurama.

"Apa yang harus aku lakukan?" tanya Naruto.

"Kau hanya perlu memfokuskan kekuatanku ke salah satu bagian tubuhmu yang akan kau gunakan untuk menyerang dia," jawab Kurama.

Naruto langsung memfokuskan kekuatan Kurama di kedua tangannya. Shuigatsu juga melakukan hal yang sama. Saat mereka berdua ingin saling menyerang, Sasuke langsung menghentikannya.

"Sudah, jangan bertengkar! Apa kalian tidak sadar? Kalian sudah menjadi bahan tontonan untuk orang – orang yang sedang melintas!" ujar Sasuke.

Melihat sekelilingnya sudah banyak orang, Naruto langsung menaiki motornya dan beranjak pergi dari sana.

"Awas kau, pengecut! Tunggu pembalasanku di sekolah nanti!" kata Shuigetsu.

"Sudah Shuigetsu, tenangkan dirimu! Redamkan emosimu!" kata Juugo.

"Orang seperti dia tidak perlu dikasihani. Orang seperti dia harusnya dikasih pelajaran!" ujar Shuigetsu.

"Sudah, ayo kita masuk ke dalam mobil sebelum kita terlambat ke sekolah!" kata Sasuke mengajak keempat saudaranya masuk ke dalam mobil.

Kemudian, mobil yang dinaiki oleh Sasuke dan keempat saudaranya itu melesat menuju Konoha High School.


Konoha High School

Naruto memarkir motor kesayangannya itu di tempat parkir yang sudah disediakan. Tak lama kemudian, Chouji, Lee, Ino dan Sakura datang menghampiri Naruto.

"Oi Naruto, tumben kau berangkat pagi? Biasanya jam segini kau masih tidur?" tanya Sakura.

"Yaaa, sekali – sekali, Sakura. Lagipula ini adalah awal yang bagus untuk aku berubah," jawab Naruto. Yang lain hanya mengangguk.

Tak lama kemudian, mobil yang dinaiki oleh Sasuke dan keempat saudaranya sudah sampai di sekolah tersebut dan memarkir ditempat yang sudah disediakan. Yang pertama kali keluar adalah Shuigetsu. Dia langsung melihat ke arah Naruto. Setelah itu, emosinya meningkat. Dia ingin melanjutkan pertengkarannya tadi dengan Naruto.

"Itu dia anak yang kurang ajar tadi. Akan aku kasih pelajaran dia!" kata Shuigetsu. Dia langsung melesat ke arah Naruto.

"Shuigetsu tunggu! Sial, dia akan membuat keonaran disini," kata Sasuke yang baru keluar dari dalam mobil. Sasuke langsung melesat menyusul Shuigetsu begitu juga dengan ketiga saudaanya yang lain.

Sekejap, Shuigetsu sudah sampai di tempat Naruto dan kawan – kawannya berbicara. Dia langsung menarik kerah baju Naruto.

"Hei, apa – apaan ini!" kata Naruto.

"Aku sudah bosan melihat kau ada disini. Akan aku buat kau koma dirumah sakit!" ujar Shuigetsu. Terlihat Suigetsu mengeluarkan kekuatannya. Kedua tangannya mengeluarkan butiran – butiran air yang kemudian berkumpul di telapak tangannya.

"Naruto, sepertinya dia mulai sungguh - sungguh," kata Kurama.

"Lalu aku harus bagaimana?" tanya Naruto bingung.

"Kan tadi sudah aku katakan, kau hanya tinggal konsentrasi dan menyalurkan kekuatanku di salah satu bagian tubuhmu," jawab Kurama. Kemudian dia kembali tidur.

"Heh, dasar tukang tidur," kata Naruto. Naruto melakukan konsentrasi dan mengumpulkan kekuatan Kurama di kedua telapak tangannya.

Tak lama kemudian, Shuigetsu menyerang dengan kekuatannya sedangkan Naruto hanya menahannya saja. Akhirnya kedua kekuatan itu saling berbenturan. Karena kuatnya kekuatan mereka, mereka sampai terpental. Naruto terpental dan menghantam tiang penyangga hingga mutah darah. Sedangkan Shuigetsu terpental hingga menabrak sebuah mobil yang sedang parkir.

"Shuigetsu!" kata Sasuke dan ketiga saudaranya yang lain secara bersamaan.

"Naruto!" teriak Sakura, Ino, Chouji dan Lee secara bersamaan.

Mereka menghampiri Naruto dan Shuigetsu. Shuigetsu mengalami luka yang sangat parah. Kedua tangannya melepuh karena pertarungan tenaga dalam tadi.

"Shuigetsu! Tanganmu!" kata Tayuya.

"Ayo kita bawa Shuigetsu ke UKS!" perintah Sasuke.

Sasuke dan ketiga saudaranya membawa Shuigetsu ke ruang UKS. Sementara Naruto juga dibawa ke UKS walau hanya mengalami luka ringan.


Ruang UKS

Shuigetsu dibaringkan di tempat tidur. Sementara Naruto hanya duduk di kursi tunggu dan sedang diobati oleh Sakura.

"Wah, kau tadi hebat sekali Naruto," puji Chouji.

Betul banget Naruto. Tadi itu kau hebat sekali bisa membuat Shuigetsu terpental seperti itu, sampai pingsan seperti itu. Belajar dimana kau?" tanya Lee.

"Lho kalian baru tau kalau aku ini pemegang sabuk hitam tekwondo," kata Naruto sambil memperagakan beberapa gerakan.

"Eh kau ini Naruto, sudah sakit masih saja bisa bergaya," kata Sakura. Dia lalu memukul memukul lengan Naruto. Secara sepontan Naruto langsung berteriak kesakitan.

.

.

Sementara itu di tempat Shuigetsu terbaring, Karin sedang memeriksa keadaan Shuigetsu.

"Bagaimana Karin?" tanya Sasuke.

"Keadaannya lumayan parah. Aku akan berusaha untuk menyembuhkannya dengan kemampuan medisku," jawab Karin. Dia lalu berkonsentrasi mengumpulkan tenaganya untuk menyembuhkan Shuigetsu.

Tak berapa lama kemudian, Sasuke melihat ke arah Sakura, begitu juga dengan Sakura. Kedua mata itu saling menatap satu sama lain. Sementara itu, Naruto yang melihat hal itu langsung menatap sinis ke arah Sasuke.

"Oi Naruto, kau cemburu ya?" tanya Kurama menggoda Naruto.

"Diam kau, Kurama," jawab Naruto dengan sinis.

"Hahahaha, ternyata kau bisa cemburu juga ya?" tanya Kurama menggoda Naruto. Naruto semakin emosi dan ingin rasanya menjitak kepala Kurama.

"Tapi tadi itu lumayan juga untuk seorang pemula. Walaupun begitu, kau harus tetap harus berusaha untuk mengendalikan kekuatanku. Oh ya, nanti sepulang sekolah kita akan pergi ke markas untuk berlatih bersama," kata Kurama. Naruto hanya menjawab dengan sebuah anggukan kecil.

Beberapa saat kemudian, Shuigetsu sadar.

"Sasuke! Shuigetsu sudah sadar!" kata Karin yang akhirnya mengakhiri tatap menatap antara Sasuke dan Sakura.

"Kau tidak apa – apa, Shuigetsu?" tanya Sasuke.

"Aku tidak apa – apa, Sasuke. Mana! Mana bocah bodoh Naruto itu!" kata Shuigetsu sambil berusaha untuk bangun dari tempat tidur. Namun ditahan oleh Juugo.

"Jangan bertarung dengan kondisi seperti ini. Kau sama saja dengan menyerahkan nyawamu kepadanya," kata Juugo mencegah.

"Juugo benar, kondisimu masih sangat lemah. Jangan memaksakan diri seperti ini," kata Tayuya menimpali.

"Aku sekarang mulai yakin kalau dia adalah jincuriki," kata Shuigetsu.

"Kita masih belum tau biju mana yang merasuk ke dalam tubuhnya. Kita harus tetap berhati – hati," kata Sasuke sambil menatap Naruto.


Di dalam hutan

Sesuai rencana tadi, sepulang sekolah, Naruto akan belajar mengendalikan kekuatan Kurama. Mereka sekarang berada di dalam hutan dekat markas para biju.

"Jadi, apa yang akan aku pelajari?" tanya Naruto.

"Yang akan kau pelajari adalah jurus kasebunsin no jutsu," jawab Kurama.

"Jurus apa itu?" tanyaNaruto.

"Kasebunsin no jutsu adalah jurus dimana kau bisa membuat cloning yang sangat mirip dengan dirimu, baik dari segi fisik maupun dari segi kekuatan dengan jumlah yang sangat banyak," jawab Kurama.

"Wah, kedengarannya menarik, ayo kita coba!" kata Naruto bersemangat.

"Baiklah, pertama kau harus berkonsentrasi dan menyalurkan semua kekuatan ke seluruh tubuh. Kemudian keluarkan kekuatan tersebut dan bayangkan dirimu sendiri," kata Kurama memberikan intruksi.

Naruto mulai melakukan apa yang Kurama katakan. Beberapa saat kemudian, terdengar suara ledakan dan keluarlah asap. Setelah asap tersebut menghilang, Naruto membuka mata dan betapa terkejutnya Naruto saat melihat cloning yang dia buat.

"Oi Baka! Kau ini bisa atau tidak! Membuat cloning kenapa mirip seperti zombie seperti itu!" kata Kurama berteriak – teriak di dalam pikiran Naruto.

"Ya mana aku tau!" kata Naruto.

"Kau ini harus membayangkan dirimu, seolah – olah kau ini sedang bercermin," kata Kurama.

"Baiklah, akan aku coba sekali lagi," kata Naruto.

Naruto mulai melakukan apa yang diperintahkan oleh Kurama tadi. Tak lama kemudian, sebuah cloning sempurna muncul dihadapannya.

"Wah, akhirnya berhasil," kata Naruto. Kurama hanya tersenyum tipis melihat aksi Naruto.

"Baiklah, sekarang kita akan melakukan hal yang lebih sulit lagi. Kau siap, Naruto?" tanya Kurama.

"Kapan pun aku siap!" jawab Naruto mantap.

Dikediaman Orocimaru

Sasuke dan keempat saudaranya sudah pulang. Mereka sedang duduk santai di ruang keluarga. Tak lama kemudian, Orocimaru datang.

"kalian sudah pulang?" tanya Orocimaru.

"Maaf ayah, kami kelelahan," jawab Sasuke.

"Baiklah, kalian beristirahatlah di kamar," kata Orocimaru. Saat Sasuke dan keempat saudaranya ingin beranjak dari tempat mereka duduk, Orocimaru melihat kedua tangan Shuigetsu diperban.

"Apa yang terjadi dengan kedua tanganmu, Shuigetsu?" tanya Orocimaru.

"Tadi dia terlibat pertarungan dengan Naruto, ayah," jawab Tayuya.

"Apa? Bagaimana bisa seorang manusia biasa seperti Naruto bisa membuat kedua tanganmu jadi seperti itu?" tanya Orocimaru.

"Aku yakin, Naruto adalah jincuriki. Karena tidak mungkin manusia biasa memiliki kekuatan seperti ini," jawab Shugetsu.

"Kalau begitu, nanti malam kita akan menguji apakah yang kau katakana itu benar, Shuigetsu. Kita akan menyerang dia. Persiapkan diri kalian!" perintah Orocimaru. Sasuke dan keempat saudaranya hanya mengangguk.


Di dalam hutan

Hari semakin sore, matahari mulai tenggelam, hutan yang dijadikan Naruto tempat berlatih sudah porak poranda. Sekarang yang terlihat hanyalah Naruto yang sedang beristirahat.

"Haduh, lelah juga ya," kata Naruto.

"Tapi aku bangga dengan dirimu, Naruto. Kau bisa mempelajari semua jurusku dengan sangat gampang," kata Kurama memuji Naruto. "Hari sudah mulai malam, ayo kita pulang," lanjut Kurama.

"Baiklah, tapi sebelumnya kita mampir ke kedai mie ramen dulu ya? Perutku lapar," kata Naruto.

"Terserah kau saja," kata Kurama.

Naruto tersenyum. Dia langsung beranjak dari tempat dia duduk dan melesat menuju sepeda motornya. Setelah sampai di kendaraan kesayangannya itu, Naruto langsung mengenakan jaket dan helm yang dia letakkan di sepeda motornya dan kemudian dia menyalakan kendaraannya itu menuju kedai mie ramen.

TBC


Author : Sorry tlabetnya keterlaluan. Komputer saia sedang mengalami kerusakan, jadi saia perbaiki dulu. Ditambah lagi tugas yang numpuk dari sekolah. Oke, yang mau kirim pesan, kritik, atau sekedar bertanya, silakan review atau PM saia.

Thanks sudah membaca fanfic saia yang sangat jauh dari kata sempurna.