Author : Heh, akhirnya bisa juga bikin chapter ini. Sorry tlabet, karena komputer saia mengalami kerusakan, jadi saia harus menyerfisnya dulu. Hmm, di chapter ini akan saia ceritakan rencana jahat Orocimaru untuk membuktikan apakah Naruto benar – benar jincuriki atau bukan. Dari pada penasaran, enjoy this chapter.
Warning : T rate, typos, bahasa gak baku
Pairing : Hist ( SakuraSasuke )
Genre : Action/Adventure/Fantasi/Friendship/Humour/Mystery/Romance
Disclaimer : Milik Masashi Kishimoto
Adventure Of School
Chapter 5
( Evil Plan Orochimaru )
.
.
Di kediaman Orocimaru
Sasuke dan keempat saudaranya sedang mempersiapkan diri untuk menyerang Naruto.
"Apa kalian sudah siap?" tanya Orocimaru yang tiba – tiba saja datang.
"Kami selalu siap kapanpun," jawab Shuigetsu dengan mantap.
"Baiklah, nanti malam kita akan bersiap untuk melakukan penyerangan," kata Orocimaru.
"Kenapa harus menunggu nanti malam? Aku sudah siap untuk menyerang si Baka Naruto itu," kata Shuigetsu.
"Jangan Shuigetsu! Banyak orang yang akan tau nanti," kata Sasuke.
"Sasuke benar. Jangan sampai ada manusia yang tau. Kita harus berhati – hati dalam melakukan hal ini," timpal Juugo.
"Oke, baiklah. Aku akan menunggu hingga waktunya tiba," kata Shuigetsu dengan nada pasrah.
Di kediaman Namikaze
Naruto baru saja tiba dari kedai mie ramen. Dia langsung memasukkan kendaraan kesayangannya itu ke dalam bagasi dan kemudian, dia masuk ke dalam rumahnya.
"Eh Naruto, dari mana saja kau?" tanya Kushina.
"Biasa, dari kedai mie ramen," jawab Naruto.
"Kau telat, Naruto. Ibumu tadi membuat makanan yang lezat sekali," kata Minato.
"Benarkah? Boleh aku mencicipi masakan ibu?" tanya Naruto.
"Sudah habis," kata Kushina cuek.
"Apa? Sudah habis?" tanya Naruto terkejut.
"Ibumu berbohong. Sebenarnya dia masih menyisakan makanan di dalam lemari. Sepertinya ibumu itu sedang ngambek. Kau harus merayunya," kata Minato pelan ke arah Naruto. Naruto langsung menghampiri Kushina yang sedang mencuci piring.
"Ibuku yang cantik, jangan cemberut terus dong! Nanti cantiknya hilang lho," kata Naruto merayu Kushina. Kushina hanya melirik dan kemudian melanjutkan pekerjaannya.
"Ibuku yang cantik, yang baik hati, dan tidak sombong, maafkan aku. Aku tadi pulang terlambat. Ibuku yang cantik ini mau memaafkanku kan?" tanya Naruto sambil merayu. Kushina hanya melirik sambil tersenyum tipis. Tak lama kemudian, Naruto mencium pipi Kushina.
"Dasar ayah dan anak sama saja, pintar merayu. Sudah, ambil saja makanan di dalam lemari itu," kata Kushina sambil menunjuk ke arah lemari.
Naruto berjalan ke arah lemari yang dimaksud oleh Kushina. Dia membuka lemari tersebut dan mengambil piring yang diatasnya terdapat beberapa potong paha ayam. Setelah mengambil piring tersebut, Naruto berjalan menuju meja makan untuk menyantap makanan buatan Kushina.
"Selamat makan!" kata Naruto.
Di suatu tempat
Mata hari sudah menghilang dan bergantilah suasanan menjadi gelap yang hanya diterangi oleh bulan dan bintang – bintang yang menghiasi malam. Terlihat Ino sedang berjalan di pinggir jalan. Dibelakangnya sedang berjalan dua orang pemuda yang sedang membawa ransel. Mereka tidak lain adalah Chouji dan Lee yang sedang membawakan barang bawaan Ino.
"Jalannya bisa lebih cepat gak!" kata Ino.
"Aduh mama Ino, kita mau kemana sebenarnya?" tanya Chouji mengeluh.
"Oi Chouji, baru segitu saja sudah mengeluh!" kata Lee.
"Sudah – sudah jangan rebut melulu! Kita akan pergi ke apartemennya Sakura. Aku ingin menginap disana," jawab Ino.
"Lho kok ke apartemennya Sakura, Ino sayang. Ke rumah aku saja. Disana masih banyak tempat tidur kok," kata Lee.
"Jangan mama Ino. Di rumah Lee banyak tikusnya. Di rumahku saja. Akan aku siapkan makanan yang banyak untukmu," kata Chouji.
"Aduh, sudah jangan berisik terus! Ayo cepat kita harus sampai di apartemennya Sakura sebelum malam," kata Ino.
Mereka lalu bergegas menuju ke apartemen milik Sakura.
Apartemen Sakura
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 8 malam. Sakura sedang terdiam di ruang tengah. Bayang – bayang wajah Sasuke menyelimuti pikirannya.
Tok! Tok! Tok!
Bunyi ketukan pintu membuyarkan lamunan Sakura.
"Aduh, siapa sih yang mengetuk pintu?" tanya Sakura kesal.
Tok! Tok! Tok!
Suara ketukan pintu terdengar kembali.
"Iya tunggu sebentar!" kata Sakura. Dia langsung beranjak dari tempat duduknya dan pergi untuk membuka pintu.
.
.
Suara ketukan pintu masih terdengar. Sakura berjalan ke arah pintu. Saat Sakura membuka pintu, dia melihat Chouji, Ino dan Lee sedang berdiri di depan pintu apartemennya.
"Eh, Chouji, Ino, Lee, ada perlu apa?" tanya Sakura.
"Sakura, aku boleh tidak menginap di rumahmu. Soalnya, di rumahku sedang tidak ada orang. Aku takut sendirian," jawab Ino sambil memelas.
"Oh ya sudah, masuk saja ke dalam," kata Sakura. Ino langsung masuk ke dalam. Begitu juga dengan Chouji dan Lee.
"Lho, kalian ngapain masuk juga?" tanya Ino.
"Kita berdua juga mau nginep disini Ino sayang," jawab Lee.
"Halah, gak usah – gak usah! Lebih baik kalian pulang sekarang!" kata Ino.
"Tapi…..," kata Chouji dipotong oleh Ino.
"Gak ada tapi – tapian! Pokoknya kalian harus pulang sekarang!" kata Ino sambil mendorong Chouji dan Lee. Kemudian, Ino menutup pintu apartemen milik Sakura.
Di kediaman Orocimaru
Di halaman belakang rumah Orocimaru, sedang berkumpul siluman – siluman anak buah Orocimaru. Mereka sedang bersiap untuk melakukan penyerangan terhadap Naruto. Tak lama kemudian, Orocimaru, Sasuke dan keempat saudaranya datang.
"Apakah kalian sudah siap semuanya?" tanya Orocimaru.
"Kami selalu siap, tuan," jawab seluruh anak buah Orocimaru dengan mantap.
"Bagus, kita akan menyerang rumah Naruto. Kepung rumahnya dari segala penjuru. Jangan biarkan dia lolos!" kata Orocimaru memberikan intruksi.
"Baik tuan!" kata seluruh anak buah Orocimaru mantap.
"Baik, sekarang kita bergerak!" kata Orocimaru. Mereka semua melesat dengan sangat cepat menuju ke kediaman Namikase dimana Naruto tinggal.
Disuatu tempat
Suasana semakin sunyi. Terlihat Lee dan Chouji sedang berjalan.
"Aduh, kok suasananya serem gini ya?" tanya Chouji ketakutan.
"Halah, kau ini Chouji penakut sekali!" kata Lee.
Tak lama kemudian, Chouji dan Lee melihat beberapa bayangan melesat dengan cepat. Bayangan itu tidak lain adalah anak buah Orocimaru.
"Lee! Kau tadi melihat ada bayangan melesat bukan!" kata Chouji semakin ketakutan.
"Iya, aku melihatnya," kata Lee santai.
"Jangan – jangan Lee! Jangan!" kata Chouji semakin ketakutan.
"Jangan – jangan apa?" tanya Lee.
"Jangan – jangan… SETAAAAAAN!" kata Chouji yang langsung mengambil langkah seribu.
"Eh, dasar Chouji penakut. Badannya saja yang besar. Ternyata, nyalinya tidak ada," kata Lee. Sesaat dia terdiam. "Tapi kok lama – lama bulu kudukku berdiri ya? Jangan – jangan….. Chouji tunggu aku!" lanjut Lee menyusul Chouji.
Di kediaman Namikaze
Waktu telah menunjukkan pukul 10 malam. Naruto sedang terlelap dalam tidurnya.
"Naruto! Bangun Naruto! Bangun!" kata Kurama membangunkan Naruto.
"Ada apa, Kurama?" tanya Naruto setengah sadar.
"Ada beberapa siluman yang mendekati rumahmu. Mereka datang dari segala penjuru," jawab Kurama. Naruto langsung bangkit dari tempat tidurnya. Dia mulai mengendus bau siluman.
"Kau benar, Kurama. Lalu, apa yang harus aku lakukan?" tanya Naruto.
"Tidak ada cara lain. Kita harus melawan mereka," jawab Kurama.
"Baiklah, aku sudah tidak sabar lagi ingin menghabisi semua siluman itu," kata Naruto. Dia beranjak dari tempat tidurnya dan ingin meluar dari jendela kamarnya. Namun tiba – tiba saja, Naruto menghentikan langkahnya.
"Ada apa, Naruto?" tanya Kurama.
"Aku harus memeriksa keadaan kedua orang tuaku dulu," jawab Naruto. Naruto langsung melesat ke arah kamar kedua orang tuanya. Setelah dia melihat kalau kedua orang tuanya sedang tertidur pulas, dia langsung melesat ke luar rumah.
.
.
Di halaman depan kediaman Namikaze. Naruto anmpak sedang berpikir.
"Jumlah mereka terlalu banyak, Kurama. Apa yang harus aku lakukan?" tanya Naruto.
"Apa kau lupa? Kau ini sudah mempunyai jurus kasebunsin no jutsu. Gunakan jurus itu untuk menyerang mereka," jawab Kurama.
"Oh ya aku lupa," kata Naruto. Kemudian, Naruto mulai berkonsentrasi. Dia mengumpulkan kekuatannya dan akhirnya dia berhasil menciptakan cloning yang cukup banyak.
"Ayo semuanya kita bergerak!" kata Naruto asli.
"Iya!" kata semua cloning Naruto penuh semangat. Kemudian, Naruto dan semua cloningnya berkonsentrasi.
"Jurus teleportasi!" kata Naruto yang asli. Tak lama kemudian, Naruto dan cloningnya menghilang begitu saja.
.
.
Dalam sekejap saja, pertarungan sudah terjadi. Banyak anak buah Orocimaru yang telah menjadi korban. Orocimaru, Sasuke dan keempat saudaranya merasa terkejut dengan kemampuan Naruto.
"Astaga! Gwrakannya cepat sekali!" kata Juugo terkejut.
"Itu adalah jurus teleportasi," kata Sasuke yang sepertinya bisa menutupi keterkejutannya.
Tak lama kemudian, tiga anak buah Orocimaru terpental ke arah mereka dalam keadaan sudah tak bernyawa. Tak lama kemudian, tiga cloning Naruto muncul dengan jurus teleportasi dan hendak menyerang mereka dari tiga arah. Untung saja, Sasuke, Shuigetsu dan Juugo langsung bertindak cepat.
"Katon : Kokayo no jutsu!" kata Sasuke. Dia langsung menyemburkan api dari dalam mulutnya.
"Shuiton : Idomasuri no jutsu!" kata Shuigetsu. Dia langsung menyembutkan air panas dengan jumlah yang banyak.
"Doton : Sabaku Minori no jutsu!" kata Juugo. Dia langsung mengeluarkan jarum – jarum yang terbuat dari pasir.
Ketiga kekuatan tersebut mengarah ke arah tiga cloning Naruto. Tiga cloning Naruto tersebut tidak sempat menghindar. Mereka terkena serangan tersebut dan akhirnya menghilang. Berkat ketiga cloning Naruto tersebut akhirnya dia tau dimana letak Orocimaru, Sasuke dan keempat saudaranya tersebut berada dan mengerahan semua cloningnya untuk bergerak ke sana.
Dalam sekejap saja, Orocimaru, Sasuke dan keempat saudaranya sudah terkepung oleh cloning Naruto. Semua cloning Naruto tersebut mengumpulkan kekuatan di kedua tangan mereka. Tak lama kemudian, dengan diiringi angin kencang yang tiba – tiba saja muncul, kedua tangan cloning Naruto berubah warna menjadi merah.
"Semuanya dalam posisi siaga!" kata Sasuke. Kemudian, Sasuke mengeluarkan kunai miliknya. Begitu juga dengan Shuigetsu yang siap dengan pedang raksasanya. Juugo, Tayuya dan Karin juga sudah siap. Sedangkan Orocimaru hanya diam saja tak berbuat apa – apa.
Tak lama kemudian, cloning Naruto mulai menyerang. Dari tangan mereka keluarlah sebuah tangan yang panjang berwarna biru yang langsung mengarah ke arah Orocimaru, Sasuke dan keempat saudaranya. Sasuke dan keempat saudaranya berusaha untuk mengangkis serangan tersebut dan sesekali melakukan serangan.
Beberapa saat kemudian, Sasuke dan keempat saudaranya semakin terpojok. Situasi itu dimanfaatkan oleh beberapa cloning Naruto untuk menyerang Orocimaru yang sedari tadi hanya diam saja tanpa melakukan apapun. Cloning – cloning Naruto kemudian mengeluarkan tangan biru itu lagi. Secara sepontan, Orocimaru melompat. Kemudian, dia mengeluarkan ular yang begitu banyak dari dalam mulutnya dalam kondisi melayang di udara. Ular – ular tersebut langsung menyerang dengan gigitan beracun kepada para cloning Naruto. Akhirnya, cloning Naruto itu menghilang.
Tak lama kemudian, Naruto asli muncul diatas Orocimaru dengan jurus teleportasi.
"Katon : Kurama Mini no jutsu!" kata Naruto. Dia mengeluarkan enam bola api yang berbentuk Kurama mini.
Bola – bola api itu mengarah ke arah Orocimaru. Orocimaru yang belum siap terkena dengan telak serangan Naruto tersebut. Dia langsung terjatuh ke tanah dengan keras.
"Ayah…!" kata Sasuke dan keempat saudaranya secara bersamaan.
Sasuke dan keempat saudaranya langsung melesat ke arah Orocimaru. Mereka memeriksa keadaan Orocimaru.
"Ayah! Ayah tidak apa – apa?" tanya Sasuke.
"Ayah tidak apa – apa," jawab Orocimaru.
"Kurang ajar kau!" kata Shuigetsu.
Sasuke, Shuigetsu dan Juugo bersiap untuk menyerang Naruto. Sementara Naruto hanya menatap mereka dengan tatapan yang tajam.
"Katon : Kokayo no jutsu!" kata Sasuke. Dia meyerang terlebih dahulu dengan menyemburkan bola api dengan ukuran yang sangat ke arah Naruto. Naruto melompat secara zik zak untuk menghindari serangan tersebut.
Tak lama kemudian, serangan kedua datang. Shuigetsu melopat dan menyerang Naruto dengan pedang raksasanya. Naruto hanya sedikit bergeser ke belakang sehingga sehingga serangan tersebut hanya menyebabkan retakan di tanah. Tak lama kemudian, Naruto menyerang Shuigetsu tengan tangan birunya yang membuat Shuigetsu terpental.
Juggo langsung maju dan merubah tangannya menjadi palu pasir untuk menyerang Naruto. Seperti serangan – serangan yang sebelumnya, Naruto dapat menghindainya dengan sangat mudah. Dia hanya bergeser ke arah kiri dan langsung menyerang dengan tangan birunya yang membuat Juggo terhempas.
Tak lama kemudian, terdengan suara seruling. Suara seruling tersebut membuat Naruto terjebak ke dalam dunia ilusi.
"Ini dimana?" tanya Naruto.
"Kau sekarang berada di dunia ilusi, Naruto," jawab Kurama. Tak lama kemudian, Naruto melihat tangan kanannya meleleh disusul seluruh tubuhnya.
"Apa yang terjadi dengan tanganku? Apa yang terjadi dengan tubuhku?" tanya Naruto panik.
"Tenanglah Nruto. Itu hanyalah sebuah ilusi," jawab Kurama.
"Apa yang harus aku lakukan, Kurama?" tanya Naruto.
"Gunakan jubah biju sekarang!" jawab Kurama. Kemudian, Naruto mulai berkonsentrasi untuk mengeluarkan jubah biju.
.
.
Sementara itu di dunia nyata, Orocimaru, Shuigtsu dan Juugo sudah selesai disembuhkan oleh Karin.
"Apa yang harus kita lakukan? Dia benar – benar kuat!" tanya Shuigetsu.
"Kalau begitu, sekarang kita serang dia bersama – sama," jawab Orocimaru
Orocimaru, Sasuke, Shuigetsu dan Juugo bersiap untuk menyerang Naruto yang sedang terjebak di dunia ilusi. Orocimaru menyemburkan minyak dari dalam mulutnya. Sasuke mengeluarkan api dari mulutnya. Shuigetsu meyemburkan air dari dalam mulutnya. Juugo mengumpulakan pasir dan mengarahkannya ke Naruto. Namun beberapa detik sebelum keempat serangan tersebut mengenai Naruto, dia sudah mengenakan jubah biju berekor sembilan berwarna merah sehingga tubuh Naruto terhindar dari serangan tersebut dan dia juga terbebas dari dunia ilusi.
"Astaga, itu jubah biju milik Kyubi!" kata Karin terkejut saat asap yang menutupi akibat benturan kekuatan tersebut menghilang.
"Jadi, dia adalah jincuriki Kyubi!" kata Orocimaru yang terkejut namun ekspresinya berubah menjadi senang.
"Ayo kita serang dia sekali lagi!" kata Shuigetsu yang sudah menyiapkan pedang raksasanya.
"Jangan Shuigetsu! Lebih baik kita mundur!" kata Orocimaru.
"Kenapa ayah? Aku masih sanggup untuk melawannya!" kata Shuigetsu.
"Jangan Shuigetsu! Kekuatanmu masih belum cukup untuk melawannya! Lebih baik kita mundur!" kata Orocimaru.
"Baiklah ayah," kata Sasuke, Karin, Juugo dan Tayuya secara bersamaan. Shuigetsu tidak menjawab. Dia memasukkan pedang besarnya ke dalam sarungnya. Mereka langsung melesat meninggalkan tempat itu.
"Mereka pergi," kata Naruto.
"Sepertinya kau harus berhati – hati, Naruto. Mereka sudah tau siapa kau sebenarnya. Mungkin dilain hari mereka akan melakukan serangan dengan jumlah yang lebih banyak," kata Kurama.
"Baiklah Kurama," kata Naruto. Kemudian, Naruto menghilangkan jubah biju dan beranjak pergi dari tempat itu.
TBC
Author : Sorry banget ya kalau tlabetnya keterlaluan. Laptop saia gak bisa di ajak kompromi plus saia juga banyak tugas. Jadi, minta doanya supaya saia bisa punya waktu luang untuk membuat chapter selanjutnya. Mungkin selama bulan ramadhan baru bisa lancar bikin cahpternya.
Oke yang punya saran, kritik atau yang sekedar bertanya silakan review atau PM saia langsung.
Thanks udah membaca fic saia yang jauh dari kata sempurna.
