Author : Heh, akhirnya bisa juga bikin chapter ini. Naruto dan kawan – kawan akan mencari informasi tentang pengedaran narkotika di kota mereka. Ya udah deh, enjoy this chapter.

Warning : T semi M rate, typos, bahasa labil dan gak baku

Pairing : Hist

Genre : Action/Friendship/Humour/Romance

Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto

The Hunter

Chapter 2

( Looking For Information )

.

.

Di kantor polisi Konoha

"Bagaimana? Apa mereka juga salah satu pengedar narkoba?" Tanya Kakashi. Sekarang dia sedang berkumpul dengan Yamato, Shikamaru, Asuma, Kurenai, Anko, Guy, Suzune dan Tsunade.

"Sepertinya tidak," jawab Shikamaru.

"Lalu, apa yang harus kita lakukan?" Tanya Suzune sambil melihat teman temannya.

"Kalau begitu, kita kumpulkan saja semua polisi. Mungkin, mereka mendapatkan informasi," jawab Yamato.

"Kalau begitu, biar aku yang mengumpulkan mereka," kata Shikamaru menawarkan diri.


Back to Naruto

"Heh, sampai kapan kita akan terus berada di tempat ini?" Tanya Naruto bosan.

"Sudahlah Naruto, sabar aja. Mereka gak akan memenjarakan kita," kata Sakura menyuruh Narut untuk tenang.

"Tenang bray, tenang," kata KIba menimpali.

"Tenang, tenang. Kita ini mau dijadikan tahanan. Kalian masih bisa tenang!" kata Naruto mengingatkan teman temannya.

"Sudahlah, gue mau cari udara segar dulu!" lanjut Naruto. Dia langsung menuju ke arah pintu ruangan tersebut. Disaat Naruto membuka pintu ruangan tersebut, Tiba – tiba…..

Brak!

Naruto menabrak seorang wanita. Wanita itu memakai jaket dan memiliki rambut panjang warna indigo.

"Eh sorry gue gak sengaja. Mau gue bantuin gak?" kata Naruto meminta maaf. Dia juga menawarkan bantuan kepada wanita itu.

"Hinata, kau tidak apa – apa?" Tanya seorang pemuda yang langsung datang ke tempat wanita itu terjatuh. Pemuda itu memiliki rambut yang sama seperti wanita itu.

"Aku gak apa – apa, Neji nii," kata wanita itu yang dipanggil Hinata.

"Oh ya, aku belum pernah melihat kalian disini. Kalian siapa?" Tanya pemuda itu yang dipanggil sebagai Neji. Dia beralih kepada Naruto dan kawan – kawan.

"Kami ini adalah tahanan yang baru saja ditahan beberapa menit yang lalu," kata Kiba dengan bangganya.

"Oh ya, kenapa semua polisi berkumpul ke ruangan itu?" Tanya Sasuke sambil menunjuk ruangan Tsunade.

"Itu adalah ruangan pemimpin kami. Dia sedang member tugas kepada kami untuk menyelidiki tentang Bandar narkoba yang sekarang sedang meraja rela di Konoha. Maka dari itu, kami para polisi harus berkumpul disana," jawab Neji menerangkan.

"Ya sudah. Kami mau pergi dulu. Ayo Hinata," lanjut Neji. Dia langsung menarik lengan Hinata untuk ikut bersamanya.

"Aku jadi penasaran, apa yang sedang mereka bicarakan?" Tanya Naruto dengan penuh keheranan. Dia memberanikan diri untuk menguping pembicaraan para polisi itu.

"Naruto jangan," kata Ino pelan tapi mampu didengar oleh Naruto. Naruto tidak menghiraukan perkataaan Ino. Dia sedang asik mendengar perbincangan kepala polisi itu.


Di dalam ruangan Tsunade

"Apakah kalian sudah mendapatkan informasi tentang pengedar narkoba itu?" Tanya Tsunade kepada seluruh polisi yang ada di ruangannya.

"Siap, belum," jawab salah seorang polisi dengan tegasnya.

"Bagaimana dengan yang lainnya?" Tanya Tsunade lagi kepada para polisi yang lain. Mereka hanya saling memandang satu sama lain.

"Siap belum," jawab semua polisi serempak.

.

.

"Apa yang dikatakan oleh kepala kepoisian itu?" Tanya Sakura kepada Naruto karena hanya Naruto yang melakuka pengupingan itu.

"Ini adalah kesempatanku untuk pergi dari tempat ini," kata Naruto dalam hati.

Tiba – tiba saja, Naruto masuk ke dalam ruangan Tsunade.

"Bagaimana bila kami membantu?" Tanya Naruto menawarkan diri.

Semua polisi dan teman temannya saling pandang satu sama lain. Mereka semua bingung, apa yang sebenarnya sedang Naruto pikirkan.

"Apa yang kau lakukan disini? Kalian seharusnya berada di dalam penjara?" Tanya Shikamaru marah.

"Wow, wow, wow. Kami kesini untuk membantu kalian dalam memberantas bandar narkoba itu," jawab Naruto membela diri.

"Baiklah, kalau gue gak bisa mencari informasi tentang bandar itu dalam waktu tiga hari, kalian boleh memasukkan gue ke dalam penjara," lanjut Naruto. Dia bertaruh kalau dia tidak mendapatkan informasi dalam waktu tiga hari, dia akan dimasukkan ke dalam penjara.

"Baiklah kalau begitu, kalian boleh mencari informasi. Tapi jika kalian tidak berhasil, kalian akan kami masukkan ke dalam penjara," kata Tsunade dengan tegasnya.

"Baiklah, kami setuju," kata Sasuke angkat bicara dan mensetujui persyaratan tersebut.

"Kami permisi dulu. Kami akan mencari informasi itu segera," lanjut Sasuke. Naruto dan Sasuke langsung melangkah pergi meninggalkan tempat itu.

"Tsunade sama, apa anda percaya dengan mereka?" Tanya Suzune. Dari nada bicaranya, dia Nampak ragu – ragu dengan perkataan Naruto dan kawan kawannya tadi.

"Aku tidak percaya dengan mereka. Maka dari itu, aku ingin menugaskan Shikamaru, Chouji, Lee, Neji, Hinata, Tenten, Shino, Sai, dan polisi yang lain untuk mengawasi mereka," jawab Tsunade. Dia juga memerintahkan beberapa polisi untuk mengawasi Naruto dan kawan – kawan.

"Siap Tsunade sama," jawab mereka bersamaan.

Para polisi itu langsung pergi meninggalkan tempat itu. Mereka menyamar untuk mengawasi gerak gerik Naruto dan kawan – kawan.


Suatu tempat

Naruto da kawan kawannya sedang berjalan menuju ke rumah mereka masing – masing.

"Hei Naruto, Sasuke, sebenarnya apa yang kalian pikirkan?" Tanya Ino menghilangkan keheningan yang terjadi diantara mereka.

"Ya…. Sebenarnya sih gue gak punya rencana. Tapi, setelah gue ingat – ingat, ada seorang pembalap liar yang menjadi pengedar narkoba. Jadi, ya….. hitung – hitung membantu mereka," kata Naruto sambil mengingat ingat.

"Kalau ketemu, gue bakalan jites itu orang!" kata Sakura emosi sambil mengepalkan tangannya.

"Oke, nanti malam kita kumpul di tempat biasa," kata Sasuke.

Setelah sampai di pertigaan jalan, mereka semua berpisah.


Malam hari

Naruto dan teman temannya berkumpul di tempat para pembalap liar. Shikamaru dan teman temannya sedang menyamar untuk mengawasi Naruto dan kawan – kawan.

"Hei semua, apa kalian gak merasa kalau ada yang sedang mengawasi kita?" Tanya Sasuke sambil melihat sekeliling.

"Gue juga ngerasa kalau ada yang memata matai kita," jawab kiba sambil memasang wajah horrornya.

"Halah, itu cuma perasaan kalian saja," kata Naruto sambil melihat sekeliling. Dia sedang mencari orang yang dia bicarakan tadi siang.

"Itu dia orangnya, ayo kita kejar orang itu!" kata Naruto sambil menunjuk orang yang berambut kuning agak berantakan, memakai jaket hitam, memiliki tubuh tegap, berkulit putih dan memakai kelana jeans.

Naruto dan kawan kawannya langsung menuju ke orang yang ditunjuk oleh Naruto tadi.

"Hei lo, apa kau yang selalu mengedarkan narkoba di kalangan para pembalab liar?" Tanya Kiba marah sambil mencengkram krah jaket peuda itu.

"Kalau iya kenapa?" jawab pemuda itu dengan santai.

"Kalau begitu, lo harus ikut kami ke kantor polisi untuk mempertanggung jawabkan perbuatan lo!" kata Kiba menyeret pemuda itu.

"Wow, wow, wow….. memangnya lo siapa gue nyuruh nyuruh seenak jidat lo!" kata pemuda itu sewot sambil berusaha melepaskan diri dari cengkraman Kiba.

"Hei, dari pada kalian bertengkar, mendingan kita balapan aja. Jika kami yang menang, lo harus kasih tau informasi tentang orang – orang yang juga mengedarkan narkba seperti dirimu. Tapi jika gue yang kalah, lo boleh membawa motor gue ini tanpa syarat," kata Naruto memberikan penawaran.

"Gue setuju," kata pemuda itu sambil melihat motor Naruto.

Naruto, Sasuke, Kiba dan pemuda itu sudah bersiap untuk balapan. Sementara Shikamaru dan kawan kawannya terpaksa maju ke depan kerumunan untuk melihat balapan itu.

Balapan itu pun dimulai. Mereka saling salip menyalip. Kiba berhasil menyalip pemuda itu. Namun sayang, dia tidak menyadari kalau ada seekor kucing yang ingin menyebrang. Kiba terkejut dan langsung membanting setir. Dia menabrak sebuah batu besar dan nyangkut di atas pohon.

Sementara Naruto juga berhasil menyalip. Namun nasibnya hampir sama dengan Kiba. Di pertigaan, Naruto tidak menyedari kalau ada seorang tukang becak yang sedang melintas. Naruto tidak dapat menghindar. Dia menyerempet tukang becak itu. Tukang becak itu tidak bisa mengendalikan becaknya dan terjatuh ke sungai. Naruto tidak memperdulikan tukang becak yang malang itu. Sasuke masih berusaha untuk menalip pemuda itu.

.

.

Akhirnya Narutolah yang berhasil menjadi pemenang balapan ini.

"sekarang, kau harus memberitahu kami para pengedar narkoba lainnya selain kau!" kata Naruto menagih janji. Shikamaru dan kawan kawannya semakin mendekat ke arah Naruto dan kawan – kawan. Hal itu semakin menambah perasaan Sasuke kalau Shikamaru dan kawan – kawan sedang mengawasi mereka.

"Gue gak tau siapa saja pengedar tersebut karena kami jarang berkomunikasi. Tapi, kami selalu berkumpul di sebuah gedung tua yang berada di jalan Kurido nomer 18," terang pemuda itu.

"Oke kalau begitu, sekarang lo ikut gue!" kata naruto setengah menarik pemuda itu.

"Mau kemana kita?" Tanya pemuda itu.

"Sudah ikut saja!" kata Naruto samakin kuat menarik pemuda itu.

Naruto menyeret pemuda itu ke arah Shikamaru. Dia sangat terkejut saat Naruto membawa pemuda itu ke arahnya.

"Ini dia, kalian bisa membawanya ke pemimpin kalian yang galaknya itu," kata Naruto sambil menyerahkan pemuda itu kepada Shikamaru.

"Apa? Jadi kalian itu adalah polisi?" Tanya pemuda itu terkejut. Dia langsung meronta dari cengkraman tangan Naruto namun tidak berhasil. Pemuda itu langsung mengeluarkan sebilah pisau dan pemuda itu menghunuskan pisau itu ke perut Naruto. Nruto langsung terjatuh ke tanah.

"Pemuda itu langsung berlari ke arah Sasuke. Pemuda itu juga bermaksud untuk menusukkan pisau itu ke Sasuke. Namun teryata, Sasuke menangkis serangan itu. Sasuke langsung memukul wajah pemuda itu beberpa kali. Pemuda itu langsung jatuh tersungkur. Pemuda itu dan Naruato dibawa ke rumah sakit untuk mendapat pertolongan.

TBC


Author : Huh, selesai juga akhirnya. Sorry atas tlabet ( telat update ) nya. Rasanya berat ni mau bilang. Tapi, kelihatannya saia akan berhenti menulis The Hunter selama bulan puasa ( itupun tergantung para reader, kalau mau dilanjutin yaaa ayo berjuang bersama )

Hmm, ada yang punya saran buat nama si pengedar narkoba yang ada di atas. Kalau gak ada, saia akan mencari nama orang itu sendiri.

Oke, untuk yang mau kirim saran, kritik dan sekedar tanya – tanya, silakan review atau PM saia.

Thank telah membaca fic ini end selamat menjalankan ibadah puasa.