Author : Hay semua, sorry tlabet, tapi lebih baik tlabet daripada fakum atau ficnya di delete. ( dikeroyok para reader ) ( author bersembunyi dibawah kolong tempat tidur )
Oke, sebelum para reader menghajar saia lebih baik saia langsung update. Oke, enjoy this chapter.
Warning : T semi M rate, typos, bahasa labil dan gak baku
Pairing : Hist
Genre : Action/Friendship/Humour/Romance
Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto
The Hunter
Chapter 4
( looking for information park 2 )
.
.
Chapter sebelumnya
Pemuda itu mengeluarkan sebuah pisau dan menghunguskan pisau itu ke arah Naruto. Naruto langsung jatuh ke tanah. Pemuda itu berlari ke arah Sasuke. Dia berniat untuk menusukkan pisau itu ke tubuh Sasuke. Namun ternyata Sasuke berhasil menangkis serangan tersebut dan berbalik menyerang.
.
.
Pemuda itu langsung dibawa ke kantor polisi Konoha. Sementara Naruto dibawa kerumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Di Kantor Kepolisian Konoha
Pemuda itu sedang berada di ruang introgasi bersama Shikamaru, Tsunade dan Shizune.
"Siapa namamu? Ayo jawab, siapa namau?" Tanya Shikamaru dengan nada yang keras.
"Namaku Mobuza Yoridha. Puas kalian," jawab pemuda itu dengan santai.
"Jawab, dimana markas para pengedar narkoba tersebut?" Tanya Shikamaru lagi.
"Memang, apa untungnya buatku kalau aku member tau kalian latak merkas pengedar narkoba itu?" jawab Mobuza yang malah mempertanyakan keuntungan yang akan dia dapat jika dia memberitahu tempat markas para pengedar narkoba tersebut.
Clek!
"Cepat jawab! Atau peluru dari pistolku ini akan menembus kepalamu itu!" kata Shizune sambil mengarahkan pistol yang ia bawa.
"Lakukan saja jika kalian berani. Toh, kalian sendiri yang rugi," kata Mobuza menantang Shizune
Mobuza melihat dengan santai ke arah pistol yang sekarang sedang berada di kepalanya. Di dapat melihat pistol tersebut bergetar, begitu pula dengan Shikamaru dan Tsunade.
"Hentikan Shizune!" kata Tsunade mulai angkat bicara. Shizune memasukkan lagi pistolnya lalu duduk didekat Tsunade.
"Kami akan memberimu uang jika kau memberitahu kami dimana letak markas pengedar narkoba itu," kata Tsunade.
"Berapa banyak yang ingin kau berikan kepadaku?" Tanya Mobuza sambil menyeringai.
"Baiklah, berapapun akan aku berikan kepadamu. Termasuk menghapus semua pelanggaran – pelanggaran yang kau lakukan selama ini," jawab Tsunade.
"Markas mereka berada disebuah gudang bawah tanah disebelah selatan kota Konoha. Tepatnya 50 km dari sini," kata Mobuza memberikan informasi.
"Dimana alamat gudang tersebut berada?" Tanya Shikamaru.
"Jl Mirokuchi Shinjiko No. 71," jawab Mobuza sambil menoleh ke arah Shikamaru dan kembali menghadap ke arah Tsunade.
"Shikamaru, perintahkan semua polisi terbaik yang ada saat ini!" kata Tsunade memerintahkan Shikamaru untuk bergerak ke markas para pengedar narkoba itu.
"Apakah mereka juga diajak dalam penyergapan ini?" Tanya Shikamaru.
"Iya, mereka juga diajak. Karena kemampuan mereka lumayan untuk dijadikan anggota kepolisian," jawab Tsunade.
"Siap laksanakan," kata Shikamaru sambil member hormat kepada Tsunade. Kemudian Shikamaru keluar dari ruang introgasi.
Di Rumah Sakit
Naruto sedang dirawat di ruang UGD karena luka yang dia alami terlalu dalam. Sementara diluar ruangan, teman – teman Naruto sedang menunggu kabar dari dokter yang sedang menanganinya.
Tak lama kemudian, sang dokter yang ditunggu – tunggu akhirnya keluar juga.
"Dokter, bagaimana keadaan teman kami dok?" Tanya Ino panik.
"Keadaannya baik – baik saja, dia hanya perlu istirahat," jawab sang dokter. "Baiklah saya permisi dulu, ada pasien lain yang harus saya tangani, permisi," lanjut sang dokter lalu pergi.
Teman – teman Naruto merasa lega setelah mendengar jaaban dari dokter itu.
.
.
1 jam kemudian
Shikamaru datang dengan tergesa – gesa.
"Ada apa Shikamaru?" Tanya Neji.
"Kita dapat misi penting dari Tsunade sama. Kita akan menangkap para komplotan pengedar narkoba di markas mereka," jawab Shikamaru.
"Wah kebetulan sekali, aku ingin balas dendam atas apa yang terjadi kepada Naruto. Walaupun aku baru kenal dia sebentar, tapi semangatnya itu membuat diriku ingin berteman dengannya," kata kiba sambil berdiri dari tempat dia berdiri.
"Aku juga. Semangatku rasanya sedang berkobar," kata Lee sambil berdir dari tempat duduknya dan mengeluarkan api yang membara dari tubuhnya.
"Hn" kata Sasuke.
"Baiklah, Chouji, Sai, Neji, kalian mau ikut?" Tanya Shikamaru.
"Tentu saja aku ikut," jawab chouji sambil makan kripik kesukaannya. Sementara Said an Neji hanya mengangguk.
"Baiklah kalau begitu, persiapkanlah diri kalian masing – masing," kata Shikamaru memberikan perintah.
Mereka langsung beranjak pergi dari rmah sakit tersebut.
TBC
Author : Sekali lagi, saia minta maaf kalau para reader nunggu lama untuk fic ini. Saia berharap para reader masih bersabar untuk menunggu kelanjutan fic ini. Oke yang mau kirim saran, kritik, atau yang sekedar bertanya, silakan review atau PM saia langsung.
Thank udah baca fic ini.
