Author : Sorry tlabet, karena saia sedang ngerjain tugas dari guru. Okelah kalau begitu, langsung aja enjoy this chapter.

Warning : T semi M rate, typos, bahasa labil dan gak baku

Pairing : Hist

Genre : Action/Friendship/Humour/Romance

Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto


The Hunter

Chapter 5

( Incognito Into Enemy Headquarters )

.

.

Chapter sebelumnya

Shikamaru mengajak Kiba, Lee, Chouji, Sai, Neji dan Sasuke untuk menyerang ke markas para pengedar narkoba itu. Sementara Naruto masih bum sadar dari tidur panjangnya.

.

.

Di kantor polisi Konoha

Shikamaru, Chouji, Lee, Kiba, Neji, Sai dan Sasuke sedang bersiap – siap untuk menyerang markas para pengedar narkoba yang selama ini mereka cari – cari.

"Apa kalian sudah siap?" Tanya Shikamaru kepada teman – temannya.

"Kami sudah siap," jawab Sasuke sambil menarik platup pistolnya. Sementara yang lain hanya mengangguk.

"Kalau begitu, kita berangkat sekarang," kata Shikamaru.

Mereka langsung beranjak pergi. Saat ingin menaiki mobil kepolisian yang biasa mereka gunakan untuk patrol, Tsunade, Shizune dan Iruka datang secara tiba –tiba.

"Kalian jangan menggunakan mobil itu!" kata Tsunade.

"Memang kenapa Tsunade sama?" Tanya Shikamaru kepada kepala polisi itu.

"Haduh, ternyata ini anak memang nggak mikir ya! Katanya kau itu polisi paling genius di antara polisi yang lain," kata Iruka sambil geleng – geleng kepala. "Jika kalian menggunakan mobil polisi seperti biasanya, mereka pasti akan lari atau menyerang kalian sebelum kalian bersiap – siap," lanjut Iruka.

"Lalu kita harus menggunakan apa?" Tanya Kiba.

"Apa di kantor polisi ini ada mobil yang bisa belaju diatas 140 mil per jam?" Tanya Sasuke.

"Ada beberapa mobil yang sering digunakan balapan liar," jawab Iruka.

"Dimana kalian menyimpan mobil – mobil itu?" Tanya Sasuke lagi.

"Ikuti aku," jawab Iruka.

Iruka langsung pergi. Sementera Sasuke dan yang lain mengikuti Iruka. Tak lama kemudian, mereka sampai disebuah bagasi. Iruka langsung membuka bagasi tersebut. Setelah pintu bagasi itu dibuka, mereka terkejut saat mereka melihat di dalam bagasi tersebut.

"Wow, tidak aku kira kantor kita menyimpan mobil seperti ini," kata Kiba terkejut.

"Dari mana kalian menapatkan mobil – mobil ini?" Tanya Shikamaru.

"Ini adalah mobil sitaan dari para pembalap liar," jawab Iruka.

"Tunggu apa lagi, ayo kita berangkat," kata Lee bersemangat.

Mereka memakai mobil tersebut. Lee dan Kiba memakai mobil berwarna hijau, dengan motif rajawali, ban bodel BMW yang digunakan di jalan yang halus. Shikamaru dan Chouji memakai mobil warna hitam dengan 1.000 nos di dalamnya. Neji dan Sai memakai mobil berwarna putih dengan bentuk ban yang baik digunakan saat berada di jalan yang tidak rata dengan 1.000 nos. Sedangkan Sasuke, dia menggunakan mobil berwarna biru gelap dengan motif elang dengan modifikasi total sehingga mobil itu dapat bergerak dengan lincah meski terkena tekanan angin sampai 33 knok dengan 1.000 nos. Mereka langsung berangkat menuju markas para pengedar narkoba.


Di rumah sakit Konoha

Kedua orang tua Naruto datang setelah di telepon oleh Sakura.

"Bagaimana keadaan Naruto, Sakura?" Tanya Kushina panik.

"Dia baik – baik saja, hanya saja dia belum sadar hingga sekarang," jawab Sakura.

"Apa yang terjadi dengan Naruto?" Tanya Minato yang bisa lebih tenang daripada Kushina.

Sakura menceritakan semua yang telah dialami oleh Naruto dan teman – temannya alami selama ini.

"Itu kesalahannya sendiri," kata Minato.

"Ma maaf, mukan ber bermaksud ikut cam campur. Ta tapi, bagiku Naruto chan bukan orang se seperti yang anda pikirkan," kata Hinata membela Naruto walaupun dia baru mengenal Naruto.

"Memang siapa kau? Membela anakku sampai seperti ini! Apa kau ini adalah pacarnya?" Tanya Kushina sambil menyeringai.

"Aku adalah salah satu polisi di kantor kepolisian pusat Konoha," jawab Hinata.

Tak lama kemudian, seorang suster keluar dari kamar Naruto di rawat. Dia bilang kalau Naruto telah sadar.


Di dalam kamar Naruto di rawat

Naruto telah sadar. Dia terkejut saat melihat kedua orang tuanya ada disana.

"Naruto, kau tidak apa – apa? Apa ada yang sakit?" Tanya Kushina yang kembali panik.

"Aku tidak apa – apa ibu," jawab Naruto. Kemudian dia melihat sekeliling. "Ngomong – ngomgong, dimana teman – teman yang lain?" Tanya Naruto.

"Mereka sedang menyerbu markas pengedar narkoba yang selama ini kita cari," jawab Ino.

"Dimana markas para pengedar narkoba itu?" Tanya Naruto.

"Di sebuah gudang bawah tanah disebelah selatan kota Konoha. Mungkin jaraknya 60 sampai 70 km dari rumah sakit ini," jawab Ino. Tak lama kemudian, Naruto berusaha bangkit dari tempat tidurnya. Namun, Kushina mencegahnya.

"Kau mau pergi kemana Naruto?" Tanya Kushina.

"Aku mau menyusul teman – temanku ibu. Mereka tidak dapat mengatasi ini sendiri," jawab Naruto.

"Kau jangan pergi Naruto! Ibu mohon kepadamu! Kau jangan pergi!" kata Kushina agar Naruto tidak pergi ke markas para pengedar narkoba itu. Dia kawatir kalau dia akan kehilangan Naruto.

"Lebih baik kau beristirahat saja Naruto, biarkan masalah ini mereka saja yang megatasi," kata Tenten.

Kemudian, Naruto melihat ke arah Kushina. Dia melihat Kushina meneteskan air matanya membuat Naruto mengurungkan niatnya.


Di markas para pengedar narkoba

Shikamaru dan yang lain sudah sampai di markas para pengedar narkoba yang selama ini mereka cari – cari. Namun saat mereka sampai disana, mereka hanya melihat sebuah rumah kecil yang dijaga oleh dua orang.

"Apakah orang yang kita tangkap kemarin membahongi kita?" Tanya Kiba.

Tak lama kemudian, datang sebuah mobil dan masuk ke dalam rumah kecil itu.

"Itu berarti rumah kecil itu hanyalah sebuah penyamaran untuk mengelabui polisi setempat," kata Shikamaru member kesimpulan.

"Kalau begitu, ayo kita masuk," kata Lee.

Mereka semua langsung masuk ke dalam tanpa dicurigai oleh kedua penjaga tersebut.

Sementara itu di rumah sakit Konoha, Naruto terlihat sedang berlari di tempat parkir rumah sakit tersebut. Tak lama kemudian, dia berhenti di samping sebuah mobil BMW dan mengambil sebuah kunci dari dalam sakunya. Kunci tersebut pas dan Naruto berhasil masuk ke dalam.

"Maafkan aku ibu. Aku harus menyelamatkan teman – temanku dari bahaya," kata Naruto dalam hati.

TBC


Author : Oke sudah selesai ni chapter, moga – moga para reader gak bosen nungguin ini fic.

Thank udah membaca fic saia ini