Author : Sorry tlabet lagi karena saia baru selesai sembuh dari sakit saia. Plus, tugas sekolah yang nunpuk setelah saia sembuh dari penyakit saia.

Sedikit bocoran, di chapter ini, Naruto bakalan nyelametin Sasuke dan kawan – kawan sendirian. Oke, daripada penasaran, lebih baik baca aja chapter ini. Enjoy this chapter.

Warning : T semi M rate, typos, bahasa labil dan gak baku

Pairing : Hist

Genre : Action/Friendship/Humour/Romance

Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto


The Hunter

Chapter 5

( Time to Naruto in Action )

.

.

Chapter sebelumnya

Sasuke, Shikamaru, Kiba, Lee, Chouji, Sai, dan Neji telah berhasil masuk ke markas para pengedar narkoba. Sementara Naruto mencuri mobil di rumah sakit yang ternyata mobil itu adalah milik kedua orang tuanya sendiri untuk menyusul kawan – kawannya.

.

.

Di rumah sakit Konoha

Ibu Naruto menangis sejadi – jadinya saat menyadari Naruto sudah tidak ada di tempat tidurnya. Ino, Sakura, Hinata, dan Tenten sedang menenangkan Kushina. Sementara Minato, dia sedang mencari – cari Naruto dan dia juga menyadari kalau mobilnya juga menghilang. Dia mengira kalau Naruto yang membawanya.

.

.

Sementara itu, Naruto telah sampai di depan markas para pengedar narkoba. Dia dapat mengetahui markas para pengedar narkoba itu dari GPS yang berasal dari handphone milik Sasuke.

"Jadi itu markas para pengedar narkoba yang selama ini dicari – cari oleh para polisi," kata Naruto sambil melihat ke arah markas tersebut dari kejahuan. "Lebih baik aku telepon Sasuke untuk mengetahui diman dia berada," lanjut Naruto kemudian mengambil hendphonenya dan menelepon Sasuke.


Di dalam markas pengedar narkoba

Sasuke dan kawan – kawan berhasil masuk ke dalam markas para pengedar narkoba tanpa dicurigai. Tak lama kemudian, handphone Sasuke bergetar. Sasuke langsung mengambil handphonenya dan terlihat di layar handphonenya ada nama Naruto.

"Kenapa si Dobe meneleponku?" Tanya Sasuke dalam hatinya penasaran.

"Ada apa Sasuke?" Tanya Shikamaru yang menyadari kelakukan Sasuke.

"Naruto meneleponku," jawab Sasuke singkat dengan gaya coolnya.

"Tidak usah dijawab Sasuke. Nanti dia malah kesini," kata Shikamaru.

Sasuke menuruti perkataan Shikamaru. Dia mematikan handphonenya dan memasukkannya lagi ke dalam saku celananya. Sementara Naruto langsung misuh – misuh gak jelas di luar markas.

.

.

Sasuke dan yang lain berjalan mengelilingi markas tersebut.

"Kita berpencar. Cari petunjuk apapun yang bisa kalian dapatkandan bila ada sesuatu, hubungi aku melalui radio kecil ini!" perintah Shikamaru sambil membagikan radio kecil yang dimaksud.

Tak lama kemudian, mereka semua berpencar menyisir markas para pengedar narkoba tersebut.

.

.

Sasuke bersama dengan Sai. Mereka berdua sedang berada disebuah ruangan yang sepertinya digunanakan sebagai tempat berkumpulnya para pengedar narkoba.

"Sai, jangan buat mereka curiga!" kata Sasuke memperingatkan Sai.

"Tentu saja, Sasuke," kata Sai sambil tersenyum.

Tak lama kemudian, Sai menabrak salah seorang dari pengedar narkoba. Dia memiliki badan besar berwarna coklat berkacamata.

"Hai kalau jalan pakai mata!" kata pengedar narkoba itu sambil marah – marah. Sasuke mulai terlihat cemas dengan keadaan itu. Dia takut kalau penyamaran mereka jadi terbongkar.

"Maaf sobat," kata Sai untuk menenangkan sang pengedar narkoba tersebut. "Oh ya, ada apa ini? Kenapa kita disuruh berkumpul disini?" Tanya Sai.

"Aku juga tidak tau," jawab si pengedar narkoba. Tak lama kemudian, si pengedar narkoba tersebut pergi.

"Kan sudah aku bilang, jangan membuat mereka curiga! Hampir saja kita tadi ketahuan," kata Sasuke. Sementara, Sai hanya tersenyum kecil.

"Sasuke, lebih baik kita ikuti saja orang itu. Mungkin kita dapat petunjuk dari orang itu," kata Sai.

"Aku setuju denganmu," kata Sasuke.

Akhirnya, mereka berdua mengikuti pengedar narkoba yang tadi ditabrak oleh Sai secara diam – diam.


Di luar markas para pengedar narkoba

Naruto mulai bosan harus menunggu teman – temannya.

"Heh, mereka lama sekali! Lebih baik aku menyusul mereka saja masuk ke dalam," kata Naruto.

Kemudian, Naruto masuk ke dalam maskas para pengedar narkoba tanpa di curigai oleh kedua penjaga yang berada diluar markas narkoba tersebut.

.

.

Sementara itu, Sai dan Sasuke yang masih mengikuti pengedar narkoba yang tadi ditabrak oleh Sai. Beberapa saat kemudian, Sasuke dan Sai melihat kalau pengedar tersebut berbicara dengan seseorang. Dia memakai kacamata dan berambut kuning keputihan dikucir ekor kuda.

"Apa rencana Orocimaru selanjutnya?" Tanya pengedar narkoba.

"Dia ingin melakukan teransaksi di gedung tua yang jaraknya 20 meter barat daya," jawab orang berkacamata. "Dia memerlukan beberapa anak buahmu untuk menemaninya dalam interaksi itu," lanjut orang berkacamata itu.

"Bukannya dia sudah punya pengawal sendiri selain dirimu. Kenapa Orocimaru masih menginginkan anak buahku untuk mendampinginya?" Tanya pengedar narkoba.

"Karena dia menginginkan penjagaan diluar gedung," jawab pemuda berkacamata.

Semantara itu, Sasuke dan Sai masih menguping pembicaraan mereka berdua. Tak lama kemudian, mereka Sai mengambil ponselnya dan memotret kedua orang yang sedang mereka kuping pembicaraannya. Pemuda berkacamata itu mengetahui kilatan dari kamera ponsel milik Sai.

"Hai, siapa itu?" Tanya pemuda berkacamata.

"Sial, kita ketahuan," kata Sasuke.

Sasuke dan Sai melarikan diri. Pengedar narkoba itu mengerahkan anak buahnya untuk mengejar Sasuke dan Sai. Mereka berdua tidak berani melawan karena mereka tentu kalah jumlah. Mereka pun tak punya pilihan lain selain meninggalkan handphone milik Sai untuk diambil oleh Shikamaru.

"Hei Shikamaru, aku meninggalkan handphone Sai disebuah tong. Cepat ambil!" kata Sasuke dari radio kecil yang dia pakai.

"Memang kau kenapa?" Tanya Shikamaru.

"Sudahlah, ambil saja!" kata Sasuke.

Shikamaru penasaan. Dia megambil handphone tersebut. Tak lama kemudian, dia berhasil menemukan handphone tersebut.

.

.

Sementara itu, Naruto berhasil masuk. Dia sudah beraksi dengan jurus bela diri yang dia miliki dan kemudian, dia menggunakan sebuah jubah yang dia temukan disebuah meja.

"Aku harus menyelamatkan teman – temanku bagaimanapun caranya!" kata Naruto dalam hati.

Kemudian, Naruto pergi menelusuri markas tersebut.


Kembali ke Shikamaru

Shikamaru berhasil menemukan handphone milik Sai. Dia melihat sebuah foto yang memperlihatkan seorang berbadan besar berkulit coklat dengan seorang pemuda memakai kacamata.

"Siapa mereka?" Tanya Shikamaru.

Tak lama kemudian, Shikamaru melihat Lee dan Kiba dibawa oleh beberapa orang.

"Itukan Lee dan Kiba? Mau dibawa kemana mereka?" Tanya Shikamaru. Tanpa berpikir panjang lagi, Shikamaru membuntuti mereka.

Tak lama kemudian, Shikamaru melihat Lee dan Kiba dibawa ke sebuah ruangan. Disana juga terdapat Sasuke, Sai, Neji, dan Chouji yang sudah diikat disebuah kursi dengan posisi saling membelakangi.

Para pengedar narkoba sudah berkumpul termasuk Naruto yang juga menyamar. Tak lama kemudian, masuklah kedua pemuda yang sama seperti foto. Tak lama kemudian, masuklah seorang berkulit pucat berambut panjang. Dibelakangnya, terdapat seorang pemuda berbadan gendut, pemuda yang memiliki enam tangan, seorang wanita berambut panjang dengan membawa seruling, dua pemuda kembar berambut silver, dan seorang pemuda berambut panjang berwarna putih. Mereka menaiki panggung yang berada disana.

"Akan kita apakan mereka, tuan?" Tanya salah seorang pengedar narkoba.

"Kita akan membutuhkan mereka sebagai kelinci percobaan kita," jawab pemuda berkulit pucat.

Semua pengedar narkoba bersorak. Sementara itu, Shikamaru berusaha mengambil foto orang orang yang berada diatas panggung. Dia berhasil. Namun, pemuda berkacamata itu mengetahui kilatan dari handphone tersebut.

"Hei, siapa itu?" Tanya pemuda berkacamata.

Para pengedar narkoba itu melirik ke arah Shikamaru. Melihat hal itu, Naruto mempersiapkan sebuah katana.

"Shikamaru, ayo lari!" kata Naruto.

Naruto menebas beberapa pengedar narkoba itu. Sementara itu, Shikamaru juga melawan beberapa pengedar narkoba dengan ilmu bela diri yang dia pelajari di kepolisian. Tak lama kemudian, Naruto berhasil membebaskan Sasuke dan yang lain.

"Ayo cepat!" kata Naruto.

Naruto, Shikamaru dan yang lain berlari menuju tempat parkir dimana kendaraan mereka berada. Setelah mereka sampai, mereka menaiki mobil yang dikendarai Naruto tadi.

"Mereka ingin kabur. Cepat, tutup pintu gerbang!" kata pengedar narkoba.

Sang penjaga gerbang mendengar teriakan dari pemimpinnya. Mereka menutup pintu tersebut.

"Astaga, pintunya akan ditutup," kata Kiba.

Naruto semakim kencang mengendarai mobilnya. Akhirnya, mereka berhasil menerobos pintu gerbang tersebut. Mereka berhasil lolos dari tempat tersebut.

TBC


Author : Sorry ya kalau updatenya lama. Habis, mau update ada UTS. Jadi, agak lama deh. Oke yang mau kirim kritik, saran atau tanya – tanya silakan review atau PM saia langsung.

Thank udah baca fic saia.