Author : Sorry tlabet, soalnya saia harus mempersiapkan diri untuk ulangan kenaikan kelas. Oke, disini akan ada rahasia yang terungkap mengenai sikap Naruto yang menjadi anak yang nakal. Langsung saja, enjoy this chapter.

Warning : T semi M rate, typos, bahasa labil dan gak baku

Pairing : Hist

Genre : Action/Friendship/Humour/Romance

Disclaimer : Punya Masashi Kishimoto


The Hunter

Chapter 6

( secret Naruto )

.

.

Chapter sebelumnya

Naruto menyelamatkan Shikamaru dan kawan – kawan dari para pengedar narkoba yang telah mengetahui identitas mereka.

.

.

"Kalian tidak apa – apa?" Tanya Naruto samba menyetir.

"Naruto, kenapa kau kabur dari rumah sakit?" Tanya Sasauke yang kawatir dengan keadaan sahabatnya tersebut.

"Aku kawatir dengan keadaan kalian, jadi aku kabur dari rumah sakit," jawab Naruto.

"Tapi bagaimana dengan lukamu itu?" Tanya Sasuke.

"Tenang saja, aku bisa mengatasi luka ini," jawab Naruto.

"Tapi, bagaimana dengan kedua orang tuamu? Mereka paski mencari keberadaanmu," Tanya Sasuke.

"Kau kan tau sendiri. Kedua orang tuaku tidak pernah memperhatikanku. Mereka sibuk dengan urusan mereka sendiri," jawab Naruto.

"Naruto, setiap orang tua pasti selalu memperhatikan anaknya walaupun dari jauh," kata Shikamaru. Namun Naruto tidak menanggapinya.


Di kantor Kepolisian

Mereka semua telah sampai di kepolisian Konoha. Tak lama kemudian, ponsel milik Sasuke berbunyi. Sementara Shikamaru berjalan menuju ke kantor Tsunade.

"Halo, ini siapa?" Tanya Sasuke saat mengangkat ponselnya.

"Halo, Sasuke. Ini Kushina, ibunya Naruto," jawab orang yang ada disebrang sana yang ternyata adalah Kushina. "Naruto ada disana?" Tanya Kushina.

"Iya, dia ada disini," jawab Sasuke.

"Ooo, kalau begitu kami akan datang kesana untuk menjemput Naruto. Sudah dulu ya Sasuke. Bye," kata Kushina. Sasuke pun menutup ponselnya dan memasukkannya ke dalam saku celananya.

"Ada apa? Siapa yang menelepon tadi?" Tanya Naruto.

"Ibumu menelepon. Dia mencari dirimu," jawab Sasuke.

"Hemm, ternyata ibuku juga bisa kawatir denganku," kata Naruto.

"Sudah sejak dulu, ibumu itu mengawatirkanmu," kata Sasuke. Naruto tidak menghiraukan perekataan Sasuke. Dia berjalan menuju kantin milik kantor kepolisian tersebut. Sasuke mengikuti Naruto dari belakang.

.

.

Sementara itu dirumah sakit, Kushina sedang bersiap – siap untuk berangkat ke kantor polisi Konoha bersama Minato.

"Bibi Kushina. Biar kami saja yang mengantar bibi dan paman," kata Hinata.

"Tidak perlu Hinata. Kami akan kesana sendiri," kata Kushina.

"Tidak apa – apa bibi. Saya dan teman – teman juga ingin kesana," kata Hinata.

"Baiklah kalau begitu. Ayo kita berangkat," kata Kushina. Minato, Kushina, Ino, Sakura, Hinata, dan Tenten berangkat menuju kantor polisi Konoha.


Ruang introgasi

Diruang introgasi, Mobuza kembali di introgasi oleh Shikamaru, Tsunade dan Sizune.

"Kau pasti kenal dengan mereka. Siapa mereka sebenarnya?" Tanya Shikamaru sambil menunjuk foto – foto yang tela diambil dari ponsel milik Sai.

"Mereka adalah anak buah orang berkulit pucat ini," jawab Mobuza sambil menunjuk foto seorang berkulit pucat berambut panjang.

"Siapa dia?" Tanya Sizune.

"Namanya Orocimaru. Dia adalah bos dari seluruh pengedar narkoba diseluruh dunia. Mereka yang berada didalam foto ini bekerja untuknya," jawab Mobuza. "Sedangkan keenam orang yang berada dibelakangnya adalah pengawal pribadinya. Pemuda berbadan gendut itu namanya adalah Jirobou, pemuda yang memiliki enam tangan itu namanya KIdoumaru, seorang wanita berambut panjang dengan membawa seruling itu namanya Tayuya, pemuda dengan rambut silver dan poninya menutupi mata kanannya itu namanya Sakon, pemuda yang mirip dengan Sakon tapi poninya menutupi mata kirinya itu namanya Ukon, dan pemuda berambut panjang berwarna putih itu namanya Kimimaru," lanjut Mobuza saat melihat keenam orang yang berada dibelakang Orocimaru.

"Lalu, siapa mereka berdua?" Tanya Shikamaru sambil mennjuk sebuah foto.

"Pemuda memakai kacamata dan berambut kuning keputihan dikucir ekor kuda itu namanya Kabuto. Dia adalah orang yang menciptakan jenis – jenis narkoba. Sedangkan pemuda berbadan besar berwarna coklat berkacamata itu namanya Tokuyomi. Dia adalah pemimpin pengedar narkoba di Jepang," jawab Mobuza.

"Terima kasih atas informasinya," kata Shikamaru. Dia dan Sizune ingin beranjak keluar dari ruang tersebut. Namun dicegah oleh Mobuza.

"Hei, tunggu sebentar," kata Mobuza mencegah Shikamaru dan Sizune untuk keluar dari ruang introgasi.

"Ada apa?" Tanya Sizune.

"Ada beberapa hal yagn ingin aku ungkapkan pada kalian. Yang pertama, Tokuyomi memiliki anak buah lebih banyak dari jumlah polisi yang ada di seluruh Jepang. Bahkan kabar yang aku dengar, beberapa anak buahnya adalah anggota TNI dan Porli. Yang kedua, pemuda bernama Kabuto itu dipercaya oleh Orocimaru untuk menyusun semua gerak gerik mereka. Oleh karena, Orocimaru dan anak buahnya yang lain bisa lolos dengan mudah padahal sudah berulang kali disergap oleh pihak kepolisian. Satu hal lagi, keenam pengawal Orocimaru tidak bisa dianggap enteng. Mereka adalah orang – orang yang telah terlatih. Bahkan kabar terakhir yang aku dengar, keenam pengawal Orocimaru itu pernah memporak – porandakan markas Danzo dan membunuh lebih dari separuh anak buah Danzo," jawab Mobuza. Shikamaru, Sizune dan Tsunade terkejut mendengar perkataan dari Mobuza.

"Apakah mereka benar – benar sekuat itu?" Tanya Sizune tak percaya. Tak lama kemudian, Kakashi, Guy, Asuma, Kurenai dan Anko masuk ke dalam ruang introgasi.

"Biarkan kami ikut membantu!" kata Kakashi.

"Baiklah, kerahkan semua anggota kepolisian untuk menyerbu para pengedar narkoba saat mereka ingin melakukan transaksi!" kata Tsunade.

"Baik," kata Kakashi, Anko, Guy, Asuma, Kurenai dan Shikamaru secara bersamaan. Tak lama kemudian, mereka keluar dari ruang introgasi.

"Kau juga harus ikut, Sizune," kata Tsunade.

"Baiklah," kata SIzune. Dia pun beranjak keluar dari ruang introgasi.


Kantin kepolisian Konoha

Naruto dan yang lain sedang menyantap makanan yang ada di kantin tersebut. Tak lama kemudian, Shikamaru datang kesana.

"Bagaimana Shikamaru?" Tanya Chouji.

"Tsunade sama mengerahkan semua polisi di Konoha untuk menangkap para pengedar narkoba itu saat mereka melakukan transaksi," jawab Shikamaru.

"Kalau begitu, kami tidak akan diikutsertakan," kata Naruto yang sambil menyanpam makanannya.

Tak lama kemudian, Sakura, Ino, Hinata, Tenten, Kushina dan Minato datang kesana.

"Naruto, kenapa kau kabur dari rumah sakit?" Tanya Kushina setelah dia bertemu dengan Naruto.

"Untuk apa aku menjawab pertanyaanmu ibu. Toh, kalian juga tidak akan memperdulikan diriku," jawab Naruto.

"Dasar kau anak tidak tau diuntung!" kata Minato. Dia ingin memukul Naruto. Namun, Naruto langsung menangkis pukulan dari Minato.

"Sudah cukup ayah! Jika ayah ingin marah, marahlah pada diri ayah sendiri!" kata Naruto emosi. "Ayo semuanya, kita harus bersiap – siap untuk menyergap para pengedar narkoba itu," lanjut Naruto. Dia beranjak pergi dari sana. Melihat hal itu, Kushina merasa sedih.

"Kenapa kau berubah, Naruto?" Tanya Kushina.

"Anak seperti itu tidak usah dipikirkan. Sudah, kita pulang saja," kata Minato.

"Tunggu sebentar!" kata Sakura.

"Ada apa lagi, Sakura?" Tanya Minato.

"Naruto berubah karena kalian," jawab Sasuke.

"Apa maksudmu, Sasuke?" Tanya Minato yang masih belum mengerti.

"Naruto merasa tidak diperhatikanoleh kedua orang tuanya sendiri. Kalian sibuk dengan dunia bisnis , dia merasa seperti orang asing dikeluarganya sendiri. Bahkan, dia merasa kalau dirinya bukanlah anak kalian," jawab Sakura. Mendengar jawaban dari Sakura membuat Minato sadar bahwa selama ini dirinya tidak pernah memberikan kasih sayangnya kepada Naruto.

"Ayo teman – teman. Kita harus bersiap – siap untuk menyergap para pengedar narkoba tersebut," kata Shikamaru. Para polisi dan teman – teman Naruto beranjak pergi dari sana.

TBC

Author : Heh, akhirnya selesai juga chapter ini. Sorry kalau saia bakalan tlabet karena seperti yang sudah saia jelaskan, kalau saia harus mempersiapkan diri untuk mengikuti ujian kenaikan kelas. Oke, yang mau kirim saran, kritik, maupun sekedar memberikan pertanyaan, silakan review atau PM saia langsung.

Thanks udah membaca fic saia.